Anda di halaman 1dari 9

TEORI KEPERAWATAN MENURUT LYDIA E.

HALL

( CARE, CORE, CURE) DENGAN FALSAFAH KEPERAWATAN


KOMUNITAS

MERIANTY ANTUKAY (841414032)

SITY JUNIARTIKA ISHAK (841414039)

KELAS A

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2017
TEORI KEPERAWATAN MENURUT LYDIA E. HALL (TEORI HALL)

Lydia Eloise Hall (September 21, 1906 27 Februari 1969) adalah seorang
ahli teori keperawatan yang mengembangkan model keperawatan yaitu Care, Cure,
dan Core. Beliau adalah seorang inovator, motivator, dan mentor untuk para
perawat dalam semua tahap karier mereka, advokat bagi pasien dengan sakit kronis,
serta bekerja untuk melibatkan masyarakat dalam masalah kesehatan masyarakat.

Teori beliau mendefinisikan keperawatan sebagai partisipasi dalam aspek


perawatan pasien yaitu perawatan, inti dan penyembuhan, dimana CARE adalah
satu-satunya fungsi perawat, sedangkan CORE dan CURE dibagi dengan anggota
lain dari tim kesehatan.

Tiga aspek teori Hall :

1. Asumsi Teori Hall

Asumsi dari teori Hall yaitu:

1. Motivasi dan energi yang diperlukan untuk penyembuhan ada dalam


pasien, bukan di tim kesehatan.
2. Tiga aspek keperawatan tidak harus dilihat sebagai berfungsi secara
independen tetapi sebagai saling terkait.
3. Tiga aspek tersebut saling berinteraksi, dan lingkaran mewakili
mereka mengubah ukuran, tergantung pada total kemajuan pasien.

2. Subkonsep
Teori Hall memiliki tiga komponen yang diwakili oleh tiga lingkaran
independen namun saling berhubungan. Tiga lingkaran tersebut yaitu:
Core (inti,) Care (perawatan), dan Cure (penyembuhan). Ukuran setiap
lingkaran terus bervariasi dan tergantung pada keadaan pasien.

1) The Core

Dalam lingkaran core dijelaskan bahwa pasien adalah


penerima asuhan keperawatan dari perawat. Lingkaran core
memiliki tujuan yang ditetapkan oleh dirinya sendiri dan berperilaku
sesuai dengan nilai-nilai dan perasaan yang dimilikinya. Hal ini
melibatkan penggunaan kemampuan terapeutik dengan diri sendiri
dan tenaga kesehatan yang lain. Lingkaran core menekankan kepada
kebutuhan sosial, emosional, spiritual, dan intelektual dari pasien
dalam hubungannya dengan keluarga, lembaga, masyarakat, dan
dunia. Hal ini dapat membantu pasien mengungkapkan perasaannya
secara verbal mengenai proses dan dampak penyakit yang diderita
dengan menggunakan teknik refletik, kemudian melalui ekspresi
seperti itu maka pasien dapat memperoleh identitas diri dan
mengembangkan kedewasaannya. Core melibatkan penggunaan
terapi diri sendiri dalam berkomunikasi dengan pasien. Perawat
memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dan membantu
pasien menjelaskan alasan-alasan dan tujuan untuk memudahkan
proses peningkatan self-awareness pasien.

Teknik reflektif adalah metode komunikasi karya Roger,


yaitu menyeleksi bahasa verbal pasien yang diulang kembali
kepadanya menggunakan susunan kata-kata yang berbeda, untuk
memintanya menggali perasaan-perasaan lebih jauh. Teknik
reflektif digunakan oleh perawat dimana perawat berperan sebagai
cermin kepada pasien agar pasien dapat mengungkapkan
perasaannya mengenai status kesehatan yang dialami dan potensi
perubahan terkait gaya hidupnya.

Motivasi ditemukan melalui proses yang membawa ke


kesadaran perasaan yang dialami agar pasien mampu membuat
keputusan berdasarkan pemahaman, penerimaan, dan motivasi.

Contoh yang termasuk dalam lingkungan core adalah ketika


perawat menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk menggali
informasi dalam diri pasien untuk membantu pasien menyatakan
perasaannya secara verbal tentang penyakit ataupun keluhan yang
dideritanya, juga membantu pasien menjelaskan alasan-alasan dan
tujuan untuk memudahkan proses peningkatan self-awareness
pasien.

2) The Care

Dalam lingkaran care perawat berfokus pada tugas


mengasuh pasien. Pengasuhan melibatkan faktor-faktor yang
menyusun konsep pengasuhan (perawatan dan kenyamanan pasien)
dan menyediakan kegiatan untuk belajar-mengajar. Care
menyinggung pada hands-on, perawatan tubuh pasien secara intim
dan termasuk hubungan yang menenangkan (comforting) dan
mengayomi (nurtuting relation-slap).

Lingkaran care mendefinisikan peran utama seorang perawat


profesional yaitu menyediakan perawatan tubuh bagi pasien dan
membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti
makan, mandi, dan eliminasi. Dalam memberikan pelayanan
keperawatan, perawat harus memperhatikan kenyamanan pasien.
Tujuan dari lingkaran care adalah memberikan kepedulian dan
kenyamanan bagi pasien.

Perawat juga berperan sebagai pendidik dan membantu


pasien memenuhi kebutuhannya ketika ia tidak dapat melakukannya
secara mandiri. Hal ini dapat menimbulkan kedekatan antara
perawat dan pasien sehingga pasien dapat berbagi dan
mengeksplorasi perasaannya kepada perawat.

Contoh yang termasuk dalam lingkaran care adalah ketika


seorang perawat memandikan pasien dengan cara menyeka bagian-
bagian tubuh pasien untuk menjaga personal hygiene pasien,
perawat membantu pasien makan dengan menyuapi pasien, dan
perawat membantu pasien ketika berpakaian.

3) The Cure

Lingkaran cure adalah aspek keperawatan yang terlibat


bersama dengan urusan berbagai pengobatan dan treatment.
Lingkaran cure dibagi oleh perawat dengan tenaga kesehatan
lainnya. Selama proses pemberian asuhan keperawatan, perawat
berperan sebagai advokat aktif pasien. Fungsi-fungsi perawat pada
prinsip ini sebagai investigator dan potential painer.

Dalam lingkaran cure, kepedulian perawat kepada pasien


berdasarkan rasa peduli dan ilmu pengetahuan mengenai cara
pengobatan suatu penyakit dan cara merawatnya. Lingkaran cure
adalah intervensi yang diarahkan pada cara mengobati pasien dari
penyakit atau penyakit apapun yang mungkin ia derita. Perawat
harus bisa membantu pasien agar cepat sembuh sehingga dapat
meringankan beban keluarga.
Contoh yang termasuk dalam lingkungan cure adalah ketika
seorang perawat memberikan obat-obat anti hipertensi pada pasien
hipertensi dan memberikan makanan rendah garam kepada pasien
agar tekanan darah pasien normal kembali.

Keterkaitan Core, Care, dan Cure

Tiga lingkaran ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu


dengan yang lain. Ketiga lingkaran ini adalah core, cure, dan care. Kemampuan
core, cure, dan care harus dimiliki oleh perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan kepada pasien. Core terdiri dari kemampuan terapeutik dan
kemampuan bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang lain, cure terdiri dari cara
mengobati dan cara merawat pasien, dan care merupakan kepedulian dalam
merawat pasien demi proses kesembuhannya. Ketiga unsur ini harus dipadukan
untuk menghasilkan asuhan keperawatan yang optimal.

3. Teori Hall dan 4 Konsep Utama

Proses keperawatan yang dikenalkan meliputi hubungan antara manusia kesehatan


bersosialisasi dengan lingkungan dan keperawatan. Uraiannya dapat dijelaskan
seperti dibawah ini:

1) Manusia

Individu yang berusia 16 tahun atau lebih tua dan melewati tahap akut dari
penyakit jangka panjang adalah fokus asuhan keperawatan dalam pekerjaan
Hall. Sumber energi dan motivasi untuk penyembuhan adalah individu yang
menerima perawatan, bukan penyedia layanan kesehatan. Hall menekankan
pentingnya individu yang unik, mampu untuk tumbuh dan belajar, dan
membutuhkan pendekatan pribadi secara total.
2) Kesehatan

Kesehatan dapat disimpulkan sebagai keadaan kesadaran diri dengan


kesadaran pilihan perilaku yang optimal bagi individu itu. Hall menekankan
kebutuhan untuk membantu seseorang mengeksplorasi makna perilakunya,
untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah melalui pengembangan
identitas diri dan kedewasaan.

3) Lingkungan

Konsep masyarakat atau lingkungan dibahas dalam kaitannya dengan


individu. Hall dikreditkan dengan mengembangkan konsep Loeb Pusat
karena dia berasumsi bahwa lingkungan rumah sakit selama pengobatan
penyakit akut menciptakan pengalaman psikologis sulit bagi individu yang
sakit. Loeb Pusat berfokus pada penyediaan lingkungan yang kondusif
untuk pengembangan diri. Dalam kondisi seperti ini, fokus dari aksi perawat
adalah individual, sehingga setiap tindakan yang diambil dalam kaitannya
dengan masyarakat atau lingkungan dimaksudkan untuk membantu
individu dalam mencapai tujuan pribadi.

4. Proses Keperawatan

Hall memberikan motivasi pada pasien demi proses penyembuhan. Aspek


ini meliputi 5 proses keperawatan yaitu : penilaian, diagnosis, perencanaan,
implementasi dan evaluasi.

a. Tahap penilaian meliputi tentang status kesehatan individu atau pasien,


menurut teori Hall proses pengumpulan data ditujukan demi
kepentingan kesehatan pasien dibandingkan demi kepentingan perawat.
Pengumpulan data ini harus mengarah pada peningkatan kesehatan
individu.
b. Tahap yang kedua adalah diagnosa keperawatan, dimana perawat
mengamati penyakit pasien sehingga dapat mengetahui penyakit yang
dideritanya. Sehingga proses penyembuhannya akan lebih mudah.
c. Perencanaan melibatkan prioritas utama pada pasien. Peran perawat
adalah membantu pasien menjadi sadar dan mengerti akan pentingnya
kesehatan bagi kehidupannya. Inti dari perencanaan ini untuk membantu
pasien mejadi lebih mengerti dengan kebutuhan,perasaan dan motivasi.
Perawat bekerja sama dengan pasien untuk mencapai kesembuhan
dengan pengobatan medis.
d. Implementasi melibatkan institusi rencana kerja yang nyata. Tahap ini
adalah merupakan tahap memberikan pelayanan yang nyata antara
perawat dengan pasien yang meliputi memandikan pasien, membalut
luka, makan, memberikan kebutuhan kenyamanan dan lain-lain.
Perawat juga membantu pasien dan keluarga untuk memahami dan
menerapkan rencana yang medis.
e. Evaluasi adalah suatu proses untuk melihat kemajuan kondisi kesehatan
pada pasien. Tahap proses evaluasi diarahkan kepada berhasil atau
tidaknya pasien dalam mencapai suatu kesehatan.
5. Kelemahan dan Pembatasan Teori Hall
1) Kelemahan

Teori Hall dalam penyajiannya sangat sederhana, namun ada beberapa


hal yang membatasi aplikasi dan cara perawat dalam teori kepedulian
pasien yaitu, kepribadian, pendidikan, pengalaman, usia pasien dan
langkah suatu penyakit.

2) Kekuatan

Teori Hall logis dan nyata, pengguanaan istilah Care Core dan Cure
sangat dibutuhkan bagi kinerja seorang perawat untuk merawat
pasien,sehingga membantu agar pasien dapat cepat sembuh dan
meringankan beban keluarga pasien.
6. Teori Hall dengan Falsafah Keperawatan
Teori Hall sangat berkaitan dengan falsafah keperawatan terutama
dalam konsep keperawatan. Pada pokok teori Hall menjelaskan mengenai
care,core, dan cure yang harus dimiliki oleh seorang perawat dalam
memberikan perawatan yang maksimal kepada pasien. Teori Hall juga
menjelaskan tentang konsep utama dari keperawatan yaitu manusia,
lingkungan, kesehatan, dan keperawatan.