Anda di halaman 1dari 2

Studi Analisis Metode Perbaikan Tanah Lunak dengan Metoda Prefabricated Vertical Drain pada Berbagai Konstitutif Model (Studi Kasus PT. Wilmar Nabati)

Willy Herwanto

NIM 15008036

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK

Reklamasi adalah proses untuk memperluas jumlah lahan dengan menimbun daerah berair dengan material tanah. Masalah utama dalam proses reklamasi adalah tentang penurunan tanah di tanah lunak yang berpengaruh terhadap elevasi rencana dan jangka waktunya yang lama. Secara lebih spesifik masalah ini disebut konsolidasi.

Konsolidasi adalah salah satu subjek utama dalam mekanika tanah. Pada tanah lunak, konsolidasi menjadi isu penting karena proses konsolidasi akan menciptakan penurunan yang besar namun dengan periode waktu yang lama karena permeabilitas rendah dari tanah lunak terutama tanah clay. Salah satu metode perbaikan tanah untuk memecahkan masalah ini adalah Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan preloading. PVD adalah metode perbaikan tanah yang mempercepat terjadinya proses konsolidasi dengan memperpendek lintasan drainase air pori dalam lapisan tanah lunak, sehingga air dapat terdisipasi dengan cepat. Penggunaan PVD memaksimalkan konsolidasi arah radial dengan menempatkan material dengan permeabilitas tinggi di tanah. Pada studi kasus kali ini akan dilakukan kalkulasi dengan menggunakan perhitungan manul yang juga akan diverifikasi dengan menggunakan metode elemen hingga

Metode elemen hingga adalah cara pendekatan solusi analitis struktur secara numeric dimana struktur kontinum dengan derajat kebebasan tak hingga dapat disederhanakan dengan diskretisasi kontinum kedalam elemen-elemen kecil yam umumnya memiliki geometri yang lebih sederhana dengan derajat kebebasan tertentu (berhingga), sehingga lebih mudah dianalisis. Elemen-elemen diferensial ini memiliki asumsi fungsi perpindahan yang dikontrol pada nodal-nodalnya. Pada nodal tersebut diberlakukan syarat keseimbangan dan kompatibilitas. Perpindahan pada titik lain diasumsikan dipengaruhi nilai nodal.

Keywords: Konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Preloading, Elemen Hingga

untuk menghadapai masalah yang dihadapi yaitu besarnya settlement yang relative besar dan waktu konsolidasi yang lama.

Tahapan selanjutnya adalah perancangan PVD di mana perlu diketahui besarnya spasi yang diperlukan untuk perancangan PVD. Semakin kecil spasi dari PVD maka waktu konsolidasi akan berjalan semakin cepat

Pada studi kasus kali ini pertma-tama perlu dilakukan interpretasi data tanah yang didapat dari hasil uji lapangan dan uji laboratorium. Setelah itu perlu diputuskan jenis soil improvement apa yang paling cocok digunakan. Dalam kasus kali ini penggunaaan PVD dirasa paling cocok

PENDAHULUAN

tetapi di sisi lain tidak ekonomis dari segi biaaya.

Setelah dilakukan perancangan terhadap PVD maka dilakukan permodelan dengan

menggunakan metode finite element dengan menggunakan bantuan software PLAXIS

8.2. PLAXIS 8.2 merupakan software denga

menggunakan metode finite element yang digunakan khusus untuk berbagai permasalahan geoteknik. Permodelan finite element ini sendiri dibedakan berdasarkan

tiga jenis model yang akan dipakai.

MATERIAL DAN METODE

Lanakah awal studi kasus kali ini adalah penentuan besarnya settlement yang akan terjadi dan berpengaruh terhadap elevasi target rencana dari area reklmasi.

Setelah besar settlement diketahui maka tinggi timbunan yang diperlukan dapat diketahui dan tahapan selanjutnya adalah perancangan PVD untuk mempercepat proses konsolidasi.

Proses perancangan PVD sendiri mengadopsi persamaan Carillo dan dibagi menjadi dua jenis perhitungan yaitu perhitungan PVD tanpa memperhitungakan efek smear dan perhitungan PVD dengan memperhitungakan efeke smear.

Setelah tahap perancangan PVD selesai maka dilakukan verifikasi denga menggunakan metode finite element menggunakan bantuan software PLAXIS

8.2. Permodelan pada PLAXIS dilakukan

dengan menggunakan tiga constitutive model yang berbeda yaitu Mohr Coulomb Model, Soft Soil Model, dan Hardening Soil Model. Hasil yang diperoleh dari ketiga model tersebut akan dibandingkan dengan hasil perhitungan manual dan diverikasi anatar satu model dengan model yang lainnya.

ANALISIS DAN KESIMPULAN

Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa nilai settlement yang terjadi berdasarkan hasil perhitungan manual lebih besar apabila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode finite element.

Sementara itu dari hasil perhitungan dengan menggunakan finite element menunjukkan bahwa kinerja PVD telah berjalan dengan baik dimana terlihat bahwa grafik excess pore pressurenya telah melebihi target rencana. Sementara itu dari hasil perbandingan untuk ketiga model yang digunakan didapati hasil bahwa model Soft Soil dan Hardening Soil memberikan hasil yang relatif mirip, sedangkan perhitungan dengan menggunakan model Mohr Coulomb memberikan hasil dengan perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan model pendekatan kurva stress strain yang berbeda untuk setiap model dan juga korelasi pendekatan parameter untuk model Mohr Coulomb yang kurang tepat dalam studi kasus kali ini

REFERENSI

Bo, M. W., et al. (2003). Soil Improvement:

Prefabricated Vertical Drain Techniques. Singapore: Thomson. Chai, Jin-Chun, et al. (2001). Simple method of modelling PVD-improved subsoil. Journal of Geotechnical and Geoenviromental Engineering, 965-972. PLAXIS. (2002). PLAXIS Versi 8 Manual. PLAXIS. (2011). PLAXIS 2011 Manual. Murthy, V. N. S. (2005). Geotechnical Engineering:

Principles and Practices of Soil Mechanics and Foundation Engineering. New York:

Marcel Dekker. Chin, Tan Yean, (2005). Embankment over Soft Clay Design and Construction Control. Lawton, Evert C, (2004). Performance of a Group of Geopier Elements Loaded in Compression Compared to Single Geopier Elements and Unreinforced Soil. Utah: University of Utah