Anda di halaman 1dari 2

Mahasiswa di Mata Masyarakat

Secara umum memang mahasiswa bisa dikatakan adalah seorang siswa yang
sudah memasuki jenjang perkuliahan. Namun secara luas sesungguhnya mahasiswa
memiliki banyak arti. Mahasiswa bukan hanya siswa yang sedang menjajaki bangku
perkuliahan, menjadi mahasiswa berarti kita harus menjadi pribadi yang memiliki
pemikiran yang lebih luas dan kritis. Mahasiswa adalah proses menuju tahap
kedewasaan, yang dimana disiapkan untuk menghadapi tantangan di era globalisasi ini.
Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki pengetahuan yang luas akan dunia disekitarnya
agar bisa bermanfaat dan bisa memajukan negaranya sendiri. Mungkin pengetahuan
yang luas, rasa kepercayaan diri yang tinggi, dan berani adalah hal-hal penting yang
harus dimiliki individu setiap mahasiswa. Namun jangan lupakan bahwa kita sebagai
manusia pasti hidup dalam lingkungan masyarakat, dan pasti akan berinteraksi dengan
masyarakat. Kita juga pasti akan mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi di masyarakat
baik itu kejadian menyenangkan maupun kejadian buruk. Kita sebagai kaum intelektual
pastinya juga hanya manusia biasa yang memiliki hati nurani. Rasa simpati dan empati
pasti muncul jika kita melihat kejadian yang buruk menimpa disekitar lingkungan kita.
Mungkin banyak dari kita yang mengandalkan posisi sebagai mahasiswa yang
aspirasinya banyak didengar oleh pemerintah dengan mengadakan orasi di tempat-
tempat vital untuk membela pihak yang kita anggap benar, namun apalah arti suara yang
keras yang kerap kali didengung-dengungkan untuk menuntut keadilan namun tidak ada
aksi nyata? Toh celoteh kita di orasi juga terkadang tak memberi perubahan bagi
mereka yang membutuhkan. Rasa kepedulian memang sangat penting ditanamkan agar
kelak saat kita menjadi dewasa, kita tidak rakus akan harta dan pengetahuan yang
dimiliki. Mungkin penguasa tanah air ini bisa menjadi cermin bagaimana mereka yang
memiliki pengetahuan yang luas namun tumbuh menjadi pribadi yang rakus dan tamak.
Kita berbicara tentang masyarakat, lalu memang bagaimana kondisi masyarakat
indonesia di era reformasi kini? Mungkin hanya segelintir manusia berduit yang bisa
merasakan nikmatnya hidup di era reformasi ini. Namun jika kita melihat lebih luas
masih banyak sekali masyarakat yang hidupnya serba kekurangan. Mungkin sekarang
kita bisa merasakan nikmatnya jenjang kuliah, walaupun masih banyak diluar sana
bocah yang harus mengumpulkan sampah untuk bisa memakai seragam putih dan
merah. Mungkin sekarang kita bisa makan tiga kali dalam sehari, namun ingatlah bahwa
diluar sana banyak orang tua yang harus menenangkan anaknya yang seharian menangis
karena menahan lapar diperutnya. Lalu apakah dengan orasi saja kita bisa
menyelesaikan masalah mereka dalam tiga hari kedepan? Mereka pasti akan lebih
mengapresiasi jika kita melakukan aksi. Kita sebagai kaum intelektual pastinya sangat
dibutuhkan bantuannya dalam menangani masalah-masalah sosial seperti ini. Dalam
kampus/universitas kita memiliki banyak wadah untuk dapat menyalurkan bantuan kita
terhadap siapa saja yang membutuhkan. Dalam BEM khususnya di ITS ada kementrian
yang menaungi kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat dan memang memfokuskan
kegiatannya untuk pengabdian terhadap masyarakat. Kementerian Sosial Masyarakat
adalah yang saya minati. Dalam kementerian ini kita diajak langsung untuk berinteraksi
dan membantu mengatasi masyarakat yang terjadi di sekitar kita. Sebagai wadah
mahasiswa, sosmas diharapkan memberikan ide-ide kreatif dan bermanfaat bagi
kehidupan masyarakat sekitar. Banyak bidang yang bisa kita bantu di masyarakat.
Seperti contohnya pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Menjadi mahasiswa
pastinya dipercaya memiliki kemampuan yang cukup untuk memberi ilmu pada adik-
adik kita yang membutuhkan. Pasti ada rasa kepuasan dan kesenangan sendiri di hati
para mahasiswa jika bisa membantu mencerdaskan generasi bangsa kedepannya. Dan
juga sebagai ladang ibadah karena ilmu yang akan mereka terapkan akan menjadi
pahala bagi kita. Dalam bidang kebersihan kita juga bisa banyak membantu. Melihat
lingkungan yang kotor pasti akan menimbulkan banyak penyakit dan masalah kesehatan
lainnya. Mungkin banyak dari masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya
kebersihan di lingkungan mereka, jadi kita sebagai mahasiswa selayaknya mengajak
dan memberi contoh untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan cara
mengadakan kerja bakti di wilayah sekitar kampus. Kesehatan merupakan prioritas
penting di hidup kita, maka kesehatan masyarakat juga merupakan hal yang penting
diperhatikan. Banyak masyarakat yang tidak bisa berobat karena ketrbatasan biaya yang
dimilikinya. Kita sebagai mahasiswa bisa memberikan bantuan berupa cek kesehatan
dan berobat gratis bagi yang kurang mampu. Ingatlah bahwa mahasiswa merupakan
perumpamaan pion dalam permainan catur. Meskipun kecil namun kita adalah seorang
yang tangguh dan berani untuk membawa perubahan bagi bangsa. Berfikir kritis,
berpendapat, dan mulailah memberi sebuah aksi demi sebuah perubahan yang lebih
baik. Marilah kita menjadi kader yang terbaik untuk mengabdi bangsa dan negara.