Anda di halaman 1dari 2

ENDAPAN EMAS PADA SABUK METAMORFIK (OROGENESIS)

Endapan emas orogenik merupakan tipe endapan yang paling dominan atau umum dijumpai
pada sabuk metamorf dan memasok kurang lebih 250 ton emas dunia (9% dari produksi total dunia).
Sabuk metamorfik adalah daerah kompleks dimana terdapat akresi dan kolisi dan melibatkan kerak
benua. Proses tektonik yang terjadi merupakan skala litosferik, keterlibatan temperatur dan tekanan,
dikarenakan oleh proses magmatik pada busur depan dengan asosiasi prisma akresi dan cekungan
ekstensional pada bagian busur belakang, deformasi dan metamorfosa umumnya berasosiasi dengan
magmatisme granitoid plutonik, dan pengangkatan serta erosi yang diikuti pembentukan cekungan
dimana material sedimen dapat terakumulasi.
Endapan emas orogenik merupakan endapan hasil dari bentuk terakhir pada siklus orogen dari
air metamorfik yang berasal dari bagian tengah hingga bagian bawah kerak, walaupun ada kumungkinan
fluida juga berasal dari air magmatik yang dalam. Untuk endapan jenis ini, terkadang digunakan pula
terminologi yang berkaitan dengan asosiasi bijih host sequence, seperti greenstone-hosted, greenstone
belt, slate-belt style, turbidite hosted. Juga dipergunakan sebutan yang berkaitan denga bentuk bijih
yang ditemukan, seperti lode gold, urat kuarsa-karbonat, atau disseminated deposit.
Batuan asal pada endapan emas orogenik ini mayoritas terkena metamorfosa regional
membentuk sekishijau hingga fasies amfibolit bawah. Bijih pada endapan ini terbentuk secara
sinkinematik, dengan setidaknya 1 tahap deformasi penetrasi pada batuan asal, yang tentunya
menghasilkan kontrol struktur yang kuat meliputi sesar, shear zone, lipatan dan atau zone of competency
contrast (Hudgons, 1989 dalam Grove et al., 2003).
a. Kondisi geologi host terrane dan tatanan tektonik
Satu karakteristik geologi yang pasti adalah endapan emas orogenik pasti berasosiasi dengan
daerah yang terkena proses deformasi sehingga termetamorfkan secara regional dengan umur yang
bervariasi. Observasi yang dilakukan pada greenstone belt Archaean hingga sabuk metamorfik
Phanerozoik mengindikasikan adanya asosiasi emas dengan batuan fasies sekishijau. Endapan yang
memiliki prospek yang baik ditemukan pada daerah berumur Archaen yang terkena metamorfosa
tingkat tinggi atau pada daerah yang terkena metamorfosa tingkat rendah yang terbentuk pada sabuk
metamorf yang memiliki umur yang bervariasi. Protolit yang terbentuk sebelum metamorfosa pada
Archaean greenstone belt yang mengandung emas, penyusun utamanya merupakan daerah vulkano-
plutonik, yang mengandung oceanic back arc basalt dan batuan yang bersifat felsik hingga mafik yang
terbentuk pada busur. Daerah lain yang penting yang berumur Archaen memiliki penyusun utama
berupa batuan sedimen laut klastik yang termetamorfkan, dimana bijih yang lebih muda ditemukan
adalah batuan greywacke, argilit, sekis, dan filit (Groves et al., 1998).
Endapan emas tipe ini terbentuk pada bagian akhir dari urutan deformasimetamorfosa-
magmatik pada perkembangan orogen. Endapan emas tipe ini terbentuk selama proses deformasi
pada batas lempeng konvergen (orogeny) terkena proses akresi, translasi dan kolisi yang tentunya
sangat berkaitan dengan tumbukan lempeng yang terjadi, terlepas dari apakah endapan ini terdapat
pada Archaean atau Phanerozoic greenstone belt atau pada sekuen batuan sedimen berumur
Proterozoik dan Fanerozoik.

Gambar x. Tatanan tektonik pembentukan berbagai endapan. Tatanan tektonik pembentukan endapan
orogenik berada pada batas kontinen, zona akresi atau kolisi (Groves et al, 1998).