Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENDIDIKAN (SAP)

PERMAINAN PADA BAYI USIA 6-12 BULAN

MATA KULIAH KEPERAWATAN ANAK III

Disusun oleh : KELOMPOK III

1. RIDHA TRI ROHYANI 175070209111003


2. PRASETIYO TENTREM SUBEKTI
175070209111012
3. ANJAR SATRIA
4. RACHMAT FAJAR NOOR KUSUMA 175070209111018
5. YUNITA SARI
175070209111031
6. RONI HENGKI
7. I KADE ADI GUNAWAN 175070209111042
8. AGUS SAPUTRA
175070209111054
9. AAN TRISNAYANTI
175070209111064
175070209111071
175070209111078

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) BERMAIN

PADA BAYI USIA 6-12 BULAN

Topik : Bermain pada bayi

Pokok Bahasan : Bermain pada bayi usia 6-12 bulan


Hari / Tanggal : Senin, 26 September 2017

Sasaran : Orangtua dan bayi usia 6-12 bulan


Tempat : Poli Anak
Penyuluh :-

I. TUJUAN
a. Tujuan Umum :
Setelah mengikuti penyuluhan mengenai bermain pada bayi usia 6-12 bulan,
diharapkan orangtua mampu memahami tentang bermain pada bayi usia 6-12
bulan.
b. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai bermain pada bayi usia 6-12 bulan,
maka orangtua mampu:
1. Menjelaskan tentang pengertian bermain
2. Menjelaskan tentang fungsi bermain
3. Menjelaskan keuntungan bermain
4. Menjelaskan manfaat bermain
5. Menjelaskan klasifikasi kebutuhan bermain
6. Menjelaskan contoh permainan sederhana yang bisa dilakukan pada bayi
usia 6-12 bulan yaitu memasukkan benda dengan bentuk tertentu kedalam
kotak
7. Menejelaskan ciri alat permainan untuk bayi

II. SASARAN
Ibu dengan anak usia 6-12 bulan.

III. ISI
1. Pengertian bermain
2. Fungsi bermain
3. Keuntungan bermain
4. Manfaat bermain
5. Klasifikasi kebutuhan bermain
6. Contoh permainan sederhana yang bisa dilakukan pada bayi yaitu
memasukkan benda dengan bentuk tertentu kedalam kotak
7. Ciri alat permainan untuk bayi

IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
4. Praktek

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN


PESERTA
1 5 menit Pembukaan:
Memperkenalkan diri - Mendengarkan
Menjelaskan tujuan dari - Mendengarkan
penyuluhan.
Melakukan kontrak waktu. - Meperhatikan
Menyebutkan materi penyuluhan- Memdengarkan
yang akan diberikan.
Menggali pengetahuan tentang
bermain pada anak usia 6-12 - memperhatikan
bulan

2 Pelaksanaan : Mendengarkan dan


Menjelaskan tentang memper-hatikan
Bertanya dan
pengertian bermain
menjawab.
Menjelaskan tentang fungsi
Mendengarkan
bermain
Mendengarkan
Menjelaskan tentang keuntungan
bermain Memperhatikan
Menjelaskan tentang manfaat
Memperhatikan
bermain
Menjelaskan tentang klasifikasi
kebutuhan bermain
Memperhatikan
Menjelaskan contoh permainan
sederhana yang bisa dilakukan Bertanya dan
pada bayi yaitu yaitu menjawab
memasukkan benda dengan
bentuk tertentu kedalam kotak
Menjelaskan ciri alat permainan
untuk bayi
Sesi tanya Jawab
3 5 Menit Penutupan :
Menanyakan pada peserta Menjawab
tentang materi yang diberikan& menjelaskan
dan reinforcement kepadapertanyaan.
peserta bila dapat menjawab &
Mendengarkan
menjelaskan kembali
Menjawab salam
pertanyaan/materi
Mengucapkan terima kasih
kepada peserta.
Mengucapkan salam

V. MEDIA
Set permaianan

VI. RENCANA EVALUASI


1) Evaluasi persiapan
a. Materi sudah siap dan dipelajari 2 hari sebelum pendidikan kesehatan di
mulai.
b. Media sudah siap 2 hari sebelum pendidikan kesehatan di mulai.
c. Tempat sudah siap 3 jam sebelum pendidikan kesehatan dimulai.
d. SAP sudah siap 3 hari sebelum di lakukan pendidikan kesehatan di
mulai.
2) Evaluasi proses
a. Orangtua datang tepat waktu
b. Orangtua memperhatikan penjelasan perawat
c. Media dapat digunakan secara aktif
3) Evaluasi hasil
Evaluasi yang dilakukan dengan evaluasi hasil :
a. Pertanyaan
1. Apa itu pengertian bermain?
2. Apakah fungsi bermain bagi anak?
3. Apa saja contoh permainan sederhana yang bisa dilakukan pada
bayi usia 6-12 bulan?
4. Apa saja ciri alat permainan untuk bayi?
b. Jawaban
1. Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan
atau mempraktikkan ketrampilan, memberikan ekspresi terhadap
pemikiran, menjadi kreatif, mempersiapkan diri untuk berperan dan
berprilaku dewasa.
2. Fungsi bermain bagi anak pada dasarnya agar ia memperoleh
kesenangan, sehingga tidak akan merasa jenuh. Bermain tidak
sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti
halnya makan, perawatan dan cinta kasih. Fungsi utama bermain
adalah merangsang perkembangan sensoris-motorik, perkembangan
sosial, perkembangan kreativitas, perkembangan kesadaran diri,
perkembangan moral dan bermain sebagai terapi.
3. Contoh permainan sederhana yang bisa dilakukan untuk bayi :
a. Panggil namanya dari sisi kiri dan kanan dengan lembut.
b. Menyanyi dengan suara lembut.
c. Menggendong, mengajaknya jalan dan membelai.
d. Ci luk ba atau permainan sembunyikan wajah dan tampakkan
wajah anda dengan tangan.
e. Permainan lidah. Mana lidahnya terus julurkan lidah anda,
maka si kecil akan mengikuti anda. Permainan ini menstimulus
daya tangkap, pengelihatan dan respon si kecil.
f. Memasukkan benda dengan bentuk tertentu kedalam kotak
4. Ciri alat permainan untuk bayi :
a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang
b. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka
c. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang
d. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara
e. Alat permainan berupa giring-giring

VII. JADWAL PELAKSANAAN


Senin, 26 September 2017

VIII. MATERI
Terlampir
LAMPIRAN

A. Latar Belakang Masalah


Bermain merupakan kegiatan yang penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritual anak. Dengan
bermain anak dapat mengenal lingkungan, berinteraksi serta
mengembangkan emosi dan imajinasi dengan baik.
Bermain adalah kegiatan untuk bersenang-senang yang terjadi secara
alamiah. Anak tidak merasa terpaksa untuk bermain, tetapi mereka akan
memperoleh kesenangan, kenikmatan, informasi, pengetahuan, imajinasi dan
motivasi bersosialisasi.
Bermain sebagai tugas perkembangan anak untuk melatih motorik
kasar, motorik halus, dan bahasa.

B. Pengertian Bermain
Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau
mempraktikkan ketrampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran,
menjadi kreatif, mempersiapkan diri untuk berperan dan berprilaku dewasa
(Azis Halimul Hidayat, 2005).
Bermain juga menjadi media terapi yang baik bagi anak-anak
bermasalah selain berguna untuk mengembangkan potensi anak. Menurut
Nasution (cit Martin, 2008), bermain adalah pekerjaan atau aktivitas anak
yang sangat penting. Melalui bermain akan semakin mengembangkan
kemampuan dan keterampilan motorik anak, kemampuan kognitifnya,
melalui kontak dengan dunia nyata, menjadi eksis di lingkungannya, menjadi
percaya diri, dan masih banyak lagi manfaat lainnya (Martin, 2008).

C. Fungsi Bermain
a. Membantu Perkembangan Sensorik dan Motorik
Fungsi bermain pada anak ini adalah dapat dilakukan dengan
melakukan rangsangan pada sensorik dan motorik melalui rangsangan
ini aktifitas anak dapat mengeksplorasikan alam sekitarnya sebagai
contoh bayi dapat dilakukan rangsangan taktil,audio dan visual melalui
rangsangan ini perkembangan sensorik dan motorik akan meningkat.
Hal tersebut dapat dicontohkan sejak lahir anak yang telah dikenalkan
atau dirangsang visualnya maka anak di kemudian hari kemampuan
visualnya akan lebih menonjol seperti lebih cepat mengenal sesuatu
yang baru dilihatnya. Demikian juga pendengaran, apabila sejak bayi
dikenalkan atau dirangsang melalui suara-suara maka daya pendengaran
di kemudian hari anak lebih cepat berkembang di bandingkan tidak ada
stimulasi sejak dini.
b. Membantu Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif dapat dirangsang melalui permainan. Hal ini
dapat terlihat pada saat anak bermain, maka anak akan mencoba
melakukan komunikasi dengan bahasa anak, mampu memahami obyek
permainan seperti dunia tempat tinggal, mampu membedakan khayalan
dan kenyataan, mampu belajar warna, memahami bentuk ukuran dan
berbagai manfaat benda yang digunakan dalam permainan,sehingga
fungsi bermain pada model demikian akan meningkatkan
perkembangan kognitif selanjutnya.
c. Meningkatkan Sosialisasi Anak
Proses sosialisasi dapat terjadi melalui permainan, sebagai contoh
dimana pada usia bayi anak akan merasakan kesenangan terhadap
kehadiran orang lain dan merasakan ada teman yang dunianya sama,
pada usia toddler anak sudah mencoba bermain dengan sesamanya dan
ini sudah mulai proses sosialisasi satu dengan yang lain, kemudian
bermain peran seperti bermain-main berpura-pura menjadi seorang
guru, jadi seorang anak, menjadi seorang bapak, menjadi seorang ibu
dan lain-lain, kemudian pada usia prasekolah sudah mulai menyadari
akan keberadaan teman sebaya sehingga harapan anak mampu
melakukan sosialisasi dengan teman dan orang
d. Meningkatkan Kreatifitas
Bermain juga dapat berfungsi dalam peningkatan kreatifitas, dimana
anak mulai belajar menciptakan sesuatu dari permainan yang ada dan
mampu memodifikasi objek yang akan digunakan dalam permainan
sehingga anak akan lebih kreatif melalui model permainan ini, seperti
bermain bongkar pasang mobil-mobilan.
e. Meningkatkan Kesadaran Diri
Bermain pada anak akan memberikan kemampuan pada anak untuk
ekplorasi tubuh dan merasakan dirinya sadar dengan orang lain yang
merupakan bagian dari individu yang saling berhubungan, anak mau
belajar mengatur perilaku, membandingkan dengan perilaku orang lain.
f. Mempunyai Nilai Terapeutik
Bermain dapat menjadikan diri anak lebih senang dan nyaman sehingga
adanya stres dan ketegangan dapat dihindarkan, mengingat bermain
dapat menghibur diri anak terhadap dunianya.
g. Mempunyai Nilai Moral Pada Anak
Bermain juga dapat memberikan nilai moral tersendiri kepada anak, hal
ini dapat dijumpai anak sudah mampu belajar benar atau salah dari
budaya di rumah, di sekolah dan ketika berinteraksi dengan temannya,
dan juga ada beberapa permainan yang memiliki aturan-aturan yang
harus dilakukan tidak boleh dilanggar.

D. Manfaat Bermain
Manfaat yang didapat dari bermain, antara lain:
1. Membuang ekstra energi.
2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot
dan organ-organ.
3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.
4. Anak belajar mengontrol diri.
5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang
hidupnya.
6. Meningkatnya daya kreativitas.
7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada
disekitar anak.
8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan
kedukaan.
9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.
10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.
11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.

E. Klasifikasi Kebutuhan Bermain


a. Berdasarkan isi permainan
Social affective play
Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang
menyenangkan antara anak dan orang lain. Misalnya, bayi akan
mendapatkan kesenagan dan kepuasan dari hubungan yang
menyenangkan dengan orang tuanya dan/atau orang lain.permainan
yang biasa dilakukan adalah ciluk ba berbicara sambil
tersenyum/tertawa, atau sekedar memberikan tangan pada bayi dan
menggenggamnya tetapi dengan diiringi berbicara sambil tersenyum
dan tertawa.
b. Berdasarkan karakter sosial
Onlooker play
Pada jenis permainan ini anak hanya mengamati temannya yang sedang
bermain, tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan,
jadi, anak tersebut bersifat pasif, tetapi ada proses pengamatan terhadap
permainan yang sedang dilakukan temanya.
c. Berdasarkan kelompok usia anak
1)Bayi usia 0-3 bulan
Seperti yang disinggung pada uraian sebelumnya karakteristik khas
permainan bagi usia bayi adalah adanya interaksi social yang
menyenangkan antara bayi dan orang tua dan atau orang dewasa
sekitarnya. Selain itu, perasaan senang juga menjadi ciri khas dan
permainan untuk bayi usia ini.
Alat permainan yang biasa digunakan misalnya mainan gantung
yang berwarna terang dan bunyi music yang menarik.
2) Bayi usia 4-6 bulan
Untuk menstimulasi penglihatan dapat dilakukan permainan seperti
mengajak bayi menonton TV, member mainan yang mudah
dipeganggnya dan berwarna terang, serta dapat pula dengan cara
memberi cermin dan meletakkan bayi di depannya sehingga
memungkinkan bayi dapat melihat bayangan di cermin.Stimulasi
pendengaran dapat dilakukan dengan cara selalu membiasakan
memanggil namaya. Untuk stimulasi taktil berikan mainan yang
dapat digenggamnya lembut dan lentur, atau pada saat memandikan
biar bayi bermain air di dalam bak mandi.
3) Bayi usia 7-9 bulan
Untuk stimulasi penglihatan dapat dilakukan dengan memberikan
mainan yang berwarna terang atau berikan kepadanya kertas dan alat
tulis biarkan ia mencoret-coret sesuai keinginannya.

F. Contoh Permainan Sederhana Yang Bisa Dilakukan Untuk Bayi :


1) Panggil namanya dari sisi kiri dan kanan dengan lembut.
Berbagai macam respon yang anda dapat, ada yang melirik ada yang
berusaha menoleh, ada yang tersenyum manis. Permainan ini berguna
untuk melatih daya dengar mereka dan menstimulus otak mereka.
2) Menyanyi dengan suara lembut.
Tidak usah malu bila anda tidak dapat menyanyi dengan bagus atau suara
anda sumbang, bagi seorang bayi suara musik yang didengar merupakan
satu sentuhan emosi, sentuhan kasih sayang yang ia dapatkan dari
orangtua.
3) Menggendong, mengajaknya jalan dan membelai.
Dalam gendongan anda seorang bayi akan merasakan rasa aman dan
dengan belaian lembut kebutuhan emosinya akan kasih sayang sedang
anda berikan saat ini.
4) Ci luk ba atau permainan sembunyikan wajah dan tampakkan wajah anda
dengan tangan. Permainan ini akan memberikan pengertian bagi bayi anda,
kalau ia tidak bisa melihat sebuah benda bila tertutup sesuatu. Selain
menutup wajah dengan tangan, cobalah dengan sapu tangan dan biarkan si
kecil yang membukanya.
5) Permainan lidah. Mana lidahnya terus julurkan lidah anda, maka si kecil
akan mengikuti anda. Permainan ini menstimulus daya tangkap,
pengelihatan dan respon si kecil.

Perkembangan otak bayi bisa dibantu dengan alat-alat bermain, bisa


dikatakan sebagai media untuk merangsang otak kanan dan kiri. Kita dapat
memilih permainan bayi yang dapat merangsang perkembangan otak bayi
sesuai dengan perkembangan anak pada usia 6 bulan.

Mainan untuk bayi usia 6 bulan yang sangat popular yaitu mainan untuk
mencari, mendengarkan, melihat, mengisap jari, dan menirukan.

Adapun mainan untuk bayi usia 6 bulan dengan memilih permainan yang
mendidik yang dapat membantu perkembangan otak bayi diantaranya:
1) Pilih permainan yang berwarna-warni
Permainan ini dapat mengembangkan keterampilan visual bayi anda.
Disaat ini mereka senang melihat benda-benda yang berwarna-warni
degan bentuk yang beraneka ragam

2) Mengajak ngobrol
Banyak kata yang didengar bayi dapat mempengaruhi perkembangan otak
bayi dalam mengolah kata.

3) Merekam suara
Permainan merekam suara bayi dapat mengembangkan kemampuan
berbahasa kelak.

4) Mengajak bercanda dengan gerakan.


Permainanan aktifitas menendang akan membantu bayi mengembangkan
kemampuan motoriknya.

5) Melempar-lempar benda
Latih bayi memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, kegiatan
ini membantu mengembangkan perkembangan otak bayi , kemampuan
motorik halus, dan keterampilan mengkoordinasikan gerakan tangan dan
mata.

6) Bernyanyi dan menari


Permainan ini akan membantu otak bayi berkembang, karena bayi sangat
menyukai musik.

7) Menyembunyikan mainan
Permainan menyembunyikan mainan bayi , membantu menstimulasi rasa
ingin tahu, yang sangat penting baginya untuk belajar.

8) Bawa bayi anda untuk bercermin


Permainan ini akan membantu bayi anda mengenal dirinya dan membantu
mengembangkan kemampuan visualnya.

9) Berikan mainan yang berbunyi, permainan ini untuk merangsang otak


bayi.
Permainan merupakan awal dari perkembangan anak, maka sebagai
orangtua harus bisa memilih permainan yang mendidik bayi kita supaya
dikemudian hari bisa tahu mana yang bermanfaat, dan bisa
mengembangkan perkembangan otak bayi dalam masa pertumbuhannya

G. Ciri alat permainan untuk bayi usia 0-12 bulan


Tujuan :
a. Melatih reflek - reflek (untuk anak berusia 1 bulan) misalnya
menghisap, menggenggam.
b. Melatih kerjasama mata dengan tangan.
c. Melatih kerjasama mata dengan telinga.
d. Melatih mencari objek yang ada tetapi tidak kelihatan.
e. Melatih mengenal sumber asal suara.
f. Melatih kepekaan perabaan.
g. Melatih keterampilan dengan gerakan berulang-ulang.

Alat permainan yang dianjurkan:


a) Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang
b) Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka
c) Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang
d) Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara
e) Alat permainan berupa giring-giring
DAFTAR PUSTAKA

Bobak.2005.Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC