Anda di halaman 1dari 35

PENATALAKSANAAN

TERKINI

Otitis Media Akut & Otitis Media Supuratif Kronik

Dr. Fransiska Tricia, SpTHT - KL


Anatomi Telinga Luar (Auris Eksternal)

Telinga Tengah (auris media)


Kavum Timpani
Tuba eustachius
Antrum dan sel-sel Mastoi

Telinga Dalam (Auris Interna / Labirin)


Koklea (organ auditivus)
Labirin (organ vestibuler)
How we Hear
1. Gelombang suara masuk
2. Getaran gendang telinga
telinga, liang telinga dan
diteruskan ke 3 tulang
menggetarkan gendang telinga
pendengaran (Maleus, Incus,
Stapes)

3. Daya ungkit Stapes diperbesar


2,7X menggerakkan perilimf
dalam koklea. Gerak / rangsang
mekanik tsb diubah menjadi
Rangsang elektrik

4. Rangsang elektrik disalurkan ke otak


melalui saraf untuk diinterpretasi
OMA
Defenisi : Otitis Media Akut
adalah infeksi akut telinga
tengah oleh bakteri atau Virus
Lebih sering terjadi pada bayi
dan anak dibawah 3 tahun,
didahului ISNA
Makin besar anak makin kecil kemungkinan terjadi
OMA
Sangat jarang terjadi pada dewasa
OMA lebih sering pada Anak
Mengapa ?
Kondisi Anatomi Tuba
Eustachius (TE) anak
yang lebih pendek,
lebar dan lurus
Infeksi dari Nasofaring /
hidung, sinus, tenggorok
mudah meluas ke TELINGA
TENGAH
OMA lebih sering pada Anak
Penyebab lain
Sistem imunitas belum sempurna
berkembang sering ISPA
Terlambat memberi
pengobatan/penyembuhan ISPA
Kurangnya Gizi dan Higiena Anak
Kondisi sosial ekonomi kurang baik
Kurangnya pengetahuan / perhatian
orang tua terhdap ISPA
Pengobatan kurang tepat / adekuat
Otitis Media Akut

Penyebab
Virus atau Bakteri :
Strep. Pneumoniae
Hemophyllus influenza
Beta hemolytic Streptococcus
ASAL infeksi :
Komplikasi ISPA (Common cold), masuk telinga tengah melalui
Tuba Eustachius / aliran darah
Faktor PREDISPOSISI : Rinitis Alergi, Hipertrofi Adenoid, Tonsilitis,
Sinusitis mempermudah terjadinya OMA
Hipertrofi Adenoid
Muara TE
cenderung
menutup akibat
Hipertrofi Adenoid,
Tonsilitis, Sinusitis,
Rinitis Alergi
Sinusitis
STADIUM OMA
Dibagi 5 Stadium :
1. Stadium OKLUSI TUBA
* MT suram, reflex cahaya memendek/ hilang
2. Stadium HIPEREMIS
* MT hiperemis, udem, reflex cahaya hilang
3. Stadium SUPURASI
* MT bulging, ada bagian yg pucat
kekuningan, keluhan dan gejala makin hebat
4. Stadium Perforasi
* Ada cairan, MT perforasi. Demam turun, anak
lebih tenang
5. Stadium Resolusi
* Kering, tidak ada secret. MT berangsur
menutup
Umumnya orang tua membawa anaknya berobat
pada stadium hiperemi / supuratif / perforasi
Fase Awal Gejala OMA
Nyeri hebat, anak menangis
(memegang telinga yang sakit) Fase Lanjut
Demam tinggi sp 40 Terjadi Perforasi MT :
Didahului batuk pilek Keluar cairan
Pd anak kecil, bisa muntah, diare,
awalnya jernih kmd.
kejang
bernanah)
PEMERIKSAAN otoskop / lampu
Nyeri menghilang
kepala
Tampak MT : Pemeriksaan :
MT perforasi
Cairan (+)
PERBEDAAN

Berisi Cairan mukopurulen yg


menekan MT menjadi Bulging
Terapi OMA
Antibiotika selama 10 hari
- Lini pertama gol. Ampicillin, Amoxycillin
eritromisin 40mg/kgbb/hari
- Lini kedua sefalosporin golongan 1 atau 2
Analgesik / Antipiretik
Dekongestan : Tetes / semprot hidung dan oral
Antihistamin bila diperlukan
Bila ada perforasi :
- Toilet telinga
- Tetes telinga Antibiotik
- Jika banyak sekret bersihkan dg H2O2 3%
Hilangkan faktor Predisposisi
Jika :
MT menonjol (bulging)
Nyeri hebat / menetap, demam,
muntah / diare
Jika dibiarkan,akan terjadi perforasi
MT, bisa berlanjut menjadi OMSK +
Gangguan Pendengaran
Dicegah dg MIRINGOTOMI
Rujuk ke Dr. THT-KL yg akan membuat
lubang kecil di MT untuk drenase
mengeluarkan cairan telinga tengah.
- Lubang menutup dalam 3 hari
Terapi dini OMA PENTING!!
karena bila tidak, akan menyebabkan
Otitis Media Supuratif Kronis
OMSK : MT berlubang

Sebabkan
Sering infeksi
mengeluarkan cairan

Gangguan PENDENGARAN dan KETULIAN


Dokter umum harus mampu mencegah perkembangan OMA stadium
Hiperemi dan supuratif berlanjut menjadi stadium PERFORASI
Tugas Dokter Puskesmas / Dokter Umum

Mencegah perkembangan OMA


stadium hiperemi dan supuratif berlanjut
menjadi stadium PERFORASI
- Jika terjadi perforasi, kondisi akan
sering berulang, lanjut menjadi OMSK +
Gangguan Pendengaran

Mencegah OMSK yg terjadi pada bayi /


anak agar tidak menetap saat remaja
atau dewasa
Pencegahan OMA pada bayi
SIKAP BADAN KETIKA IBU MENYUSUI
Pada saat menyusui atau
memberi susu botol pada bayi,
usahakan posisi badan ibu dan
bayi yang tepat untuk
menghindari regurgitasi susu
kedalam telinga tengah
melalui Tuba Eustachius
Epidemiologi OMSK
Merupakan Masalah kesehatan Masyarakat
OMSK : 1 dari 5 penyakit yang dicanangkan
WHO sebagai penyebab ketulian yg dapat
dicegah
Penyakit lainnya : Tuli akibat bising, Tuli
Congek, Kopok, Curek
kongenital, Presbikusis, Serumen

SURVAI NASIONAL 3,1% atau 7,861.600 penduduk menderita OMSK


Terutama kenai anak2 dgn sosio ekonomi rendah
25% pasien operasi tipe bahaya didapati pd anak-anak (data
RS Cipto Mangunkusumo,2000)
OMSK adalah Penyebab KETULIAN tertinggi harus ditanggulangi
secara intensif
Otitis Media Supuratif Kronis ( OMSK)
Definisi : Peradangan mukosa telinga tengah
disertai keluar cairan melalui perforasi
membran timpani
- Cairan dapat encer, kental, bening, nanah.
- Cairan dapat keluar terus menerus atau
hilang timbul
Dapat menyebabkan GANGGUAN
PENDENGARAN
Bila tidak diobati, dapat sebabkan
KOMPLIKASI BERBAHAYA
Terdiri 2 tipe, tipe AMAN dan tipe BAHAYA
PERJALANAN PENYAKIT OMA & OMSK
MT Normal
Resolusi

Sembuh

Infeksi Sal. Nafas


Atas (ISPA)
Perforasi Penyakit
Hiperemis Supurasi berlanjut

Dengan MT berlubang
RISIKO TULI cairan keluar terus
OMA berlanjut pembentukan MT Pecah & NANAH menerus / hilang
NANAH dirongga telinga tengah keluar timbul
FAKTOR PENYULIT OMSK
Faktor mempengaruhi kesembuhan /
Sering berulang :

USIA : Bayi & Anak


GIZI KURANG
KEMISKINAN
BATUK PILEK BERULANG (Alergi,
Sinusitis)
HIPERTROFI ADENOID, TONSILITIS
GANGGUAN KEKEBALAN TUBUH :
Belum berkembang sempurna atau
adanya penyakit TBC, HIV-AIDS
Gejala / Tanda Klinis Anamnesis OMSK
Ada riwayat otorea kronis lebih dari 2
bulan
- Cairan keluar terus menerus / hilang
timbul
Mungkin ada keluhan penyerta
- Rasa gatal ditelinga
- Gangguan pendengaran, tinnitus, vertigo
- Mulut mencong
Ada faktor predisposisi
-ISNA (hidung, sinus, tenggorokan)
Gejala / Tanda Klinis Pemeriksaan OMSK
OTOSKOPI (dg otoskop / lampu
kepala
- Ada sekret di liang telinga,
Perforasi
setelah dibersihkan tampak
Perforasi membran timpani
- Perhatikan letak perforasi
ditengah / pinggir
- Adakah jaringan Granulasi,
Polip, Kolesteatom
Pemeriksaan pendengaran dg
Garpu tala / Audiometer
umumnya Tuli KONDUKTIF, tetapi bias
juga Tuli campur atau Tuli saraf
Terapi OMSK
Usahakan telinga selalu
Kering agar lubang
perforasi bias menutup
Tetes telinga Antibiotika
sendiri
Antibiotika sistemis (bila ada
Cuci telinga dengan super infeksi akut)
larutan H2O2 3% jangan beri antibiotika
Keringkan dengan berulang kali
kapas / tisyu
Bila telinga telah kering dan jenis OMSK Benigna
/aman RUJUK untuk OPERASI
Instruksi untuk Pasien dengan OMSK
Telinga harus kering, tutup dengan kapas
saat mandi
Jangan berenang kecuali pakai earplug
khusus
Cara toilet telinga
- Tanpa cairan pencuci : lipat tissue,
gulung, masukkan ujungnya untuk
menghisap cairan didalam, keluarkan,
ulangi beberapa kali
- Cuci dg tetes telinga (H2O2 3% ) :
miringkan kepala, tetes telinga, tekan2
tragus, biarkan 5 menit, kemudian
keringkan
Tipe OMSK
TIPE BAHAYA /
TIPE AMAN / Maligna
Benigna Perforasi
marginal, biasa
di attic
(pinggir atas MT)

Jaringan
Perforasi di tengah Granulasi
OMSK tipe BAHAYA
Ada KOLESTEATOM

Kolesteatom sebabkan erosi tulang


Mempercepat proses kerusakan
organ telinga tengah
Mempercepat timbul ketulian
berat
Mempercepat komplikasi
(labirintitis, parase nervus facialis
Tanda Klinis OMSK maligna
PERFORASI DI ATTIC ( bagian atas Kolesteatom
MT)
Tampak KOLESTEATOM dalam
kavum timpani
Tanda diatas sulit dilihat dokter
umum
Panduan untuk dokter Umum :
Nanah / lendir yg keluar dari
telinga berbau khas menyengat
(bau kolesteatom)
Ada jaringan GRANULASI
Abses / fistula dibelakang telinga
Gangguan pendengaran ringan/
sedang / berat
TUJUAN OPERASI pada OMSK

STOP infeksi secara


permanen
Memperbaiki membran
timpani yang perforasi
Mencegah ketulian lebih
berat
Mencegah komplikasi
Memperbaiki pendengaran
Komplikasi Serius
Mastoiditis. Infeksi tulang
disekitar telinga tengah
TULI
Labirintitis (infeksi kanalis
semisirkuler) sebabkan
Mastoiditis
VERTIGO
Kelumpuhan wajah (parese
facialis) MUKA MENCONG
Peradangan selaput otak
(meningitis) KEJANG
ABSES OTAK KOMA
Tanda-tanda terjadinya KOMPLIKASI OMSK
Sakit kepala, demam dan menggigil,
nausea, muntah
Tuli mendadak
Vertigo
Kejang
Tidak sadarkan diri

SEGERA RUJUK ( sambil diberi


ANTIBIOTIKA yg menembus sawar otak,
yg broaspectrum dan dosis tinggi
Rujukan OMSK
Jika setelah terapi selama 7-10 hari, tidak ada
perbaikan, rujuk ke RS / spesialis THT untuk :
- Pemeriksaan pendengaran (Audiometri)
- Tindakan pembedahan
- Miringoplasti
- Timpanomastoidektomi
Jika menemukan komplikasi
OMSK
OMA ALGORITMA PENATALAKSANAAN

Stadium Hiperemis / Supurasi

SEMBUH OMA Stadium Perforasi

SEMBUH OMSK

OMSK Tipe Jinak OMSK Tipe Bahaya

Pada ANAK 8-10 thn Remaja & Dewasa Operasi


Pengobatan Medikamentosa Bila terapi 6 bln- 1 tahun
Perforasi MT menetap
Dokter umum / Puskesmas
harus MAMPU
Melaksanakan upaya PROMOSI /
PENCEGAHAN terhadap OMA &
OMSK
- Meningkatkan Higiene individu
- Kondisi hidup sehat
- Penatalaksanaan tepat ISNA
- Nutrisi lebih baik
- Pemberian ASI
Melaksanakan :
- Diagnosis dini & akurat OMA & OMSK
- Menentukan tipe OMSK ( Aman / Bahaya)
- Menentukan adanya komplikasi OMSK
Dokter Umum / PUSKESMAS
Harus MAMPU
Menanggulangi OMA agar tidak menjadi OMSK
dg efek Gangguan Pendengaran terutama
pada anak usia belajar bicara
Mampu menanggulangi OMSK ( edukasi &
pengobatan)
Mampu melaksanakan rujukan untuk tindakan
lanjut atau pada kondisi gawat darurat
komplikasi OMSK
Mengintegrasikan kegiatan ini sebagai
program pelayanan kesehatan yang
berkesinambungan di Puskesmas
T
E R I
M A S I H
K A