Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum I Fisiologi Manusia

KESANGGUPAN/DAYA
TAHAN/ENDURANCE TUBUH
(PHYSICAL FITNES)

Oleh :

Rezky marwa ulfa


(163112620120077)

JURUSAN S1 BIOLOGI MEDIK


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA
2016
LAPORAN PRAKTIKUM 1 FISIOLOGI MANUSIA

A. Judul : Kesanggupan/Daya Tahan/Endurance Tubuh


(Physical Fitnes)

B. Tanggal : 9 september 2016

C. Tujuan :
Latihan ini bertujuan untuk menetapkan indeks kesanggupan tubuh,
baik kesanggupan otot, kesanggupan kardiovaskuler, maupun respirasi
dengan berbagai cara dan menggolongkan orang percobaan ke dalam
kategori golongan hiperreaktor atau hiporeaktor.

D. Dasar Teori :

Kesegaran jasmani sudah umum dipakai dalam bahasa Indonesia,


khususnyadalam bidang keolahragaan. Kesegaran jasmani biasa diucapkan
dengan istilah physicalfitness. Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang
kesegaran jasmani yaitu sebagaiberikut: Kesegaran jasmani ditinjau dari
sudut pandang fisiologis adalah kapasitas untukdapat menyesuaikan diri
terhadap latihan yang melelahkan dan pulih dari akibat latihantersebut (A
Novia, 2011)
Sedangkan Sajoto (1988) menyatakan kesegaran jasmani adalah
kemampuanseseorang menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa
pengeluaran energi yang cukupbesar guna memenuhi kebutuhan geraknya
dan menikmati waktu luang serta untukmemenuhi keperluan darurat bila
sewaktu-waktu diperlukan. Kesegaran jasmani ditinjaudari segi ilmu faal
(fisiologi) adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukanpenyesuian
terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja
yangdilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. (A
Novia, 2011).
Kebugaran jasmani (Physical fitness) seseorang berhubungan juga
dengan sistem peredaran darah. Dimana pada sistem peredaran darah akan
ada proses penangkapan oksigen (O2) dan pelepasan kanbondioksida (CO2).
Darah kotor dari tubuh masuk ke atrium kanan, kemudian melalui katup yang
disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. Nama trikuspid
berhubungan dengan adanya tiga daun jaringan yang terdapat pada lubang
antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Kontraksi ventrikel akan menutup
katup trikuspid, tetapi membuka katup pulmoner yang terletak pada lubang
masuk arteri pulmoner (Sibarasok, 2013).
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulasi darah yang terdiri
dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi
memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan
tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem
kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi
regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah
meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi.
Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada
organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memelihara dan
mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.

Gambar : Jantung pusat kardiovaskuler


Sumber : sunriseliaaprilia.blogspot.com
Pembagian sistem sirkulasi
Secara umum sistem sirkulasi darah dalam tubuh manusia dapat
dibagi menjadi 2 bagian:
1. Sistem sirkulasi umum (sistemik): sirkulasi darah yang mengalir dari
jantung kiri keseluruh tubuh dankembali ke jantung kanan.
2. Sistem sirkulasi paru-paru (pulmoner): sirkulasi darah yang mengalir
dari jantung kanan ke paru-paru lalukembali ke jantung kiri.
Aliran Darah Dalam Sistem Sirkulasi di Tubuh ManusiaPada orang
dewasa, jumlah volume darah yangmengalir di dalam sistem sirkulasi
mencapai 5-6 liter (4,7 - 5,7 liter). Darah terus berputar mengalir di
dalamsistem sirkulasi sistemik dan paru-paru tanpa henti. Untuk
menjelaskan alur aliran darah, kita dapat memulaidari sistem sirkulasi
sistemik kemudian sistem sirkulasi pulmoner. (Chaidar warianto, 2011)
a. Sistem sirkulasi sistemik
Sistem sirkulasi sistemik dimulai ketika darah bersih (darah
yang mengandung banyak oksigen yang berasal dari paru) dipompa
keluar oleh jantung melalui bilik (ventrikel) kiri ke pembuluh darah
Aorta lalu keseluruh bagian tubuh melalui arteri-arteri hingga mencapai
pembuluh darah yang diameternya paling kecil yang dinamakan
kapilaria. Kapilaria melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi secara
bergantian yang disebut dengan vasomotion sehingga darah
didalamnya mengalir secara terputur-putus (intermittent). Vasomotion
terjadi secara periodik dengan interval 15 detik- 3 menit sekali.
Darah mengalir secara sangat lambat di dalamkapilaria dengan
kecepatan rata-rata 0,7 mm/detik. Dengan aliran yang lambat ini
memungkinkan terjadinyapertukaran zat melalui dinding kapilaria.
Pertukaran zat ini terjadi melalui proses difusi, pinositosis dantranspor
vesikuler, serta filtrasi dan reabsorpsi. Ujung kapilaria yang membawa
darah bersih dinamakanarteriole sedangkan ujung kapilaria yang
membawa darah kotor dinamakan venule, terdapat hubungan
antaraarteriole dengan venule melalui 'capillary bed' yang berbentuk
seperti anyaman, ada juga hubungan langsung(bypass) dari arteriole
ke venule melalui 'Arteria-Vena Anastomose (A-V
Anastomosis).(Chaidar warianto, 2011)
Darah dari arteriole mengalir kedalam venule kemudian melalui
pembuluh darah balik (vena terbesaryang menuju jantung kanan yaitu
Vena Cava Inferior dan Vena Cava Superior) kembali ke jantung
kanan(serambi/atrium kanan). Darah dari atrium kanan memasuki
ventrikel kanan melalui Katup Trikuspid (katupberdaun 3).(Chaidar
warianto, 2011)
b. Sistem sirkulasi paru (pulmoner)
Sistem sirkulasi paru dimulai ketika darah kotor (darah
yangtidak mengandung Oksigen (O2) tetapi mengandung banyak CO2,
yang berasal dari Vena Cava Inferior danVena Cava Superior)
mengalir meninggalkan jantung kanan (Ventrikel/bilik kanan) melalui
Arteri Pulmonalismenuju paru-paru (paru kanan dan kiri). Kecepatan
aliran darah di dalam Arteri Pulmonalis sebesar 18cm/detik, kecepatan
ini lebih lambat daripada aliran darah di dalam Aorta. Di dalam paru kiri
dan kanan, darahmengalir ke kapilaria paru-paru dimana terjadi
pertukaran zat dan cairan melalui proses filtrasi dan reabsorbsiserta
difusi. Di kapilaria paru-paru terjadi pertukaran gas O2 dan CO2
sehingga menghasilkan darah bersih(darah yang mengandung banyak
Oksigen). Darah bersih selanjutnya keluar paru melalui Vena
Pulmonalis(Vena Pulmonalis kanan dan kiri) memasuki jantung kiri
(atrium/serambi kiri). Kecepatan aliran darah didalam kapilaria paru-
paru sangat lambat, setelah mencapai Vena Pulmonalis, kecepatan
aliran darah bertambah kembali. Seperti halnya Aorta, Arteri
Pulmonalis hingga kapilaria juga mengalami
pulsasi(berdenyut).Selanjutnya darah mengalir dari dari atrium kiri
melalui katup Mitral (katup berdaun 2) memasukiVentrikel kiri lalu
keluar jantung melalui Aorta, maka dimulailah sistem sirkulasi sistemik
(umum), danseterusnya secara berkesinambungan. (Chaidar warianto,
2011)
Dalam keadaan istirahat jantung berdetak70 kali/menit. Pada waktu
banyak pergerakankecepatan jantung bisa mencacapai 150kali/menit
dengan daya pompa 20-25liter/menit (Syaifudin 1997:57). Curah
jantung(cardial output) adalah volume darah yangdipompa oleh tiap-tiap
ventrikel permenit.Sedangkan kecepatan normal denyutjantung (jumlah
debaran setiap menit) adalah:
Pada bayi yang baru lahir : 140 per menit, usia
satu tahun : 120 per menit, usia dua tahun : 110
per menit, usia lima tahun : 96-100 per menit,
usia sepuluh tahun : 80-90 per menit, pada orang
dewasa : 60-80 per menit
Menurut Sherwood (2001:280) kecepatandenyut jantung dapat dihitung
dengan cara: Curah jantung = kecepatan denyutjantung X volume
sekuncup(Lilik Hermawan, dkk. 2012)
Curah jantung adalah jumlah darah yang dapat dipompa oleh ventrikel
setiap menitnya. Terdapat 2 faktor penting yang berpengaruh terhadap curah
jantung yaitu (Fatimah, 2010) :

1. Faktor jantung yang terdiri dari denyut jantung (heart rate) dan isi
sekuncup (stroke volume). Faktor jantung lebih banyak d pengaruhi oleh
penampilan ventrikel (kontraktilitas miokardium) dan pengisian ventrikel
(ventricular filling/distending pressure).
Denyut Jantug (heart rate)
Pengaruh denyut jantung terhadap curah jantung sangat
bergantung pada keseimbangan rangsangan antara saraf simpatis
dan parasimpatis, dengan rangsangan simpatis dapat meningkatkan
denyut jantung, sedangkan saraf parasimpatis memberi pengaruh
sebaliknya. Saraf simpatis dan parasimpatis pada dasarnya
mempengaruhi slope potensial aksi depolarisasi diastolic, sel pacu
(pacemaker) jantung, yang terdapat simpul (node) sinus. Peningkatan
dan penurunan frekuensi perubahan potensial aksi pacu jantung akan
menyebabkan perubahan irama denyut jantung.
Volume sekuncup (stroke volume)
Volume sekuncup adalah jumlah darah yang dipompa setiap
kontraksi dari ventrikel kiri dan diukur dalam ml/kontraksi. Volume
sekuncup selalu bervariasi. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan-
perubahan panjang serabut miokardium. Pada dasarnya, isi kuncup
bergantung pada 2 komponen utama yaitu :
End-diastolic volume
Volume darah yang terdapat dalam ventrikel pada saat
terakhir jantung terisi penuh darah. Volume ini ditentukan oleh
tekanan pengisian, waktu pengisian, daya regang (compliance)
ventrikel.
End systolic volume : volume darah yang masih tersisa dalam
ventrikel jantung setelah kontraksi jantung. Volume ini di tentukan
oleh preload, afterload, denyut jantung dan kontraktilitas.
2. Faktor jumlah aliran balik vena (venous return)
Aliran balik vena ditentukan oleh proses keseimbangan cairan dalam
tubuh, sebagai contoh dalam keadaan aktivitas yang tinggi, banyak cairan
yang dikeluarkan melalui keringat sehingga volume aliran balik darah juga
berkurang.
Pada hakekatnya pembuluh darah mengandung sejumlah otot yang
halusyang dapat menyempit dan melebar. Jika otot pembuluh darah
dalam keadaan santaimaka pembuluh darah melebar sehingga darah
mengalir lebih banyak. Sebaliknyajika otot pada pembuluh darah
mengadakan penyempitan, maka darah yang mengalirlebih sedikit.
Dengan adanya kontraksi pembuluh darah yang melebar danmenyempit,
pembuluh darah dapat mengendalikan tekanan darah. Tekanan
darahbergantung pada jantung sebagai pompa dan hambatan pembuluh
arteri. Jumlahdarah yang dipompa oleh jantung dinamakan cardiac
output, keluaran (output) initergantung dari kecepatan jantung berdenyut
dan darah yang dipompakan pada setiapdenyutan. Cardiac output juga
tergantung dari jumlah darah dalam peredaran,semakin banyak berarti
semakin tinggi tekanan darahnya.1Tinggi rendahnyatekanan darah
ditentukan oleh 2 faktor, yaitu curahan jantung (cardiac output)
dantekanan resistensi pembuluh darah perifer.
Tekanan darah adalah desakan darah terhadap dinding-dinding
arteri ketikadarah tersebut dipompa dari jantung ke jaringan. Tekanan
darah mirip dengantekanan dari air (darah) di dalam pipa air (arteri).
Makin kuat aliran yang keluar darikeran (jantung) makin besar tekanan
dari air terhadap dinding pipa. Jika pipatertekuk atau mengecil
diameternya (seperti pada aterosklerosis), maka tekananmeningkat.
Tekanan darah berubah-ubah sepanjang hari, sesuai dengan situasi.
ekanan darah meningkat dalam keadaan gembira, cemas, atau
sewaktu melakukanaktivitas fisik. Setelah situasi ini berlalu, tekanan
darah kembali menjadi normal.Apabila tekanan darah tetap tinggi maka
disebut sebagai hipertensi atau tekanandarah tinggi.Menurut Mackenna
dan Callender (1990), dalam Kodim (2004), determinanutama hipertensi
adalah curah jantung dan resistensi perifer yang berpengaruhlangsung
terhadap tekanan darah. Meskipun demikian, resistensi perifer
berpengaruhlebih dominan, mengingat pada penderita hipertensi
umumnya ditemukan curahjantung yang normal, tetapi resistensi perifer
meningkat. Curah jantung ditentukanoleh frekuensi dan kekuatan pompa
jantung, sedangkan resistensi perifer ditentukanoleh hambatan aliran
darah perifer akibat penyempitan pembuluh darah arteriol.(Lilyana, 2008)

E. Alat, Bahan dan Cara Kerja


1. Alat
Alat yang digunakan dalam beberapa test/percobaan untuk menilai
kesanggupan atau daya tahan tubuh seseorang yaitu sebagai berikut :
NO Nama Alat Jumlah
1 Spygmomanometer 1 Unit
2 Stetoskop 1 Unit
3 Ember kecil/gelas ukur 1 Unit
4 Termometer 1 Unit
5 Bangku hardvard 1 Unit
6 Pengukur waktu (stopwatch) 1 Unit
7 Metronom frekuensi 120x/menit 1 Unit
8 Timbangan 1 Unit
9 Pengukur tinggi badan 1 Unit

2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam beberapa test/percobaan untuk menilai
kesanggupan atau daya tahan tubuh seseorang yaitu sebagai berikut :
NO Nama Bahan Jumlah
1 Air Es 500 ml
2 Orang percobaan (mahasiswa 7 orang, 1 test dilakukan
biomedik) oleh setiap orang kecuali
test untuk hitung indeks
jantung dilakukan oleh 2
OP untuk
membandingkan besar
curah jantung dari orang
yang berbeda berat dan
tinggi badannya.

3. Cara kerja
Berikut deskripsi cara kerja beberapa test yang digunakan untuk
menilai daya tahan tubuh seseorang, yaitu :
a. Hardvard Step Test
1) Orang Percobaan (OP) berdiri menghadap bangku setinggi 19 inci
sambil mendengarkan detakan metronom dengan frekuensi 120 x /
menit.
2) OP tempatkan salah satu kakinya di atas bangku tepat pada suatu
detakan metronom.
3) Pada detakan berikutnya kaki lainnya dinaikkan ke bangku
sehingga orang percobaan berdiri tegak di atas bangku.
4) Pada detakan ketiga kaki yang pertama kali naik diturunkan
kembali.
5) Pada detakan keempatkaki yang masih di atas bangku diturunkan
pula sehingga OP berdiri tegak lagi didepan bangku.
6) Siklus tersebut diulang terus menerus sampai OP tidak kuat lagi,
tetapi tidak lebih dari lima menit. Catat berapa lama percobaan
tersebut dilakukan oleh OP dengan menggunakan stopwatch.
7) Segera setelah itu, OP disuruh duduk. Hitung dan catat frekuensi
denyut nadinya selama 30 sebanyak 3 kali masing-masing 1
1.30, dari 2 2.30 dan 3 3.30.
8) Hitung indeks kesanggupan OP serta berikan penilaian menurut
cara:
a) Cara Lambat:
Indeks kesanggupan badan =

Penilaian :
Kurang dari 55 = Kesanggupan kurang
55 64 = Kesanggupan sedang
65 79 = Kesanggupan cukup
80 89 = Kesanggupan baik
Lebih dari 90 = Kesanggupan sangat baik
b) Cara cepat :
Indeks kesanggupan badan =

Petunjuk :
Cari baris yang berhubungan dengan lamanya percobaan
Cari lajur yang berhubungan dengan banyaknya denyut
nadi selama 30 pertama
Indeks kesanggupan badan terdapat dipersilangan baris
dan lajur
Penilaian baik dengan rumus maupun daftar :
Kurang dari 50 = Kesanggupan kurang
50 80 = Kesanggupan sedang
Lebih dari 80 = Kesanggupan baik
b. Percobaan Menahan Nafas
1) OP inspirasi dan ekspirasi sedalam-dalamnya sebanyak 2 kali.
2) Kemudian OP lakukan inspirasi dan dilanjutkan dengan menahan
nafas selama mungkin.
3) Tentukan lamanya OP dapat menahan nafas.
4) Ulangi percobaan sebanyak 3 x, hitung rata-ratanya.
Penilaian :
Kurang dari 50 = Kesanggupan kurang
Lebuh dari 50 = Kesanggupan baik
c. Percobaan Lorenz
1) Tentukan denyut nadi OP setelah duduk selama 5 menit (keadaan
basal)
2) OP lakukan kegiatan jongkok berdiri 20 kali dengan lutut
membuka keluar selama 20 detik.
3) Setelah duduk kembali tentukan frekuensi nadi setelah menit
pertama, kedua, ketiga dan seterusnya (cukup dihitung tiap 30 )
sampai kembali pada frekuensi denyut nadi semula.
Penilaian
Pemulihan setelah 2 menit = Kesanggupan baik
2 3 menit = Kesanggupan sedang
Lebih dari 3 menit = Kesanggupan kurang
d. Test Lari 1,5 Mile Cooper
1) OP lari secepat-cepatnya dalam jarak 1,5 mile.
2) Catat waktu yang ditempuh dalam menit.
3) Penilaian kesanggupan badan dilakukan dengan menggunakan
daftar.
e. Test Peninggian Tekanan Darah Dengan Pendinginan (Cold
Pressor Test)
1) OP berbaring telentang dengan tenang selama 20 menit untuk
mendapatkan keadaan basal.
2) Selama menunggu pasanglah manset sphygmomanometer pada
lengan atas OP.
3) Setelah OP berbaring selama 20 menit ditetapkan tekanan
darahnya setiap 5 menit sampai terdapat hasil yang sama 3 kali
berturut-turut (= tekanan basa).
4) Tanpa membuka manset, OP memasukkan tangannya ke dalam
air es (kurang lebih 4 C) sampai pergelangan tangan.
5) Pada detik ke 30 dan detik 60 pendinginan, tetapkanlah tekanan
sistolik dan diastoliknya.
6) Catat hasil pengukuran tekanan darah OP selama pendinginan.
Bila pada pendinginan tekanan sistolik naik lebih besar dari 20
mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 15 mmHg dari tekanan
basal, maka OP termasuk golongan hiperreaktor. Bila kenaikan
tekanan darah OP masih di bawah angka-angka tersebut di atas,
maka OP termasuk golongan hiporeaktor.
Kenyataan statistik menunjukkan bahwa golongan hiperreaktor
besar kemungkinan untuk menjadi penderita hipertenasi di
kemudian hari daripada golongan hiporeaktor.
f. Hitung Luas Permukaan Tubuh Untuk Mengetahui Indeks Jantung
1) Ukur tinggi badan dan berat badan OP.
2) Dintukan luas permukaan tubuhnya dengan nomogram atau
dengan rumus.
3) Hitung indeks jantung, bila diketahui rata-rata curah jantung orang
dewasa 4,5 Liter.
Rumus LP = BB x TB x 71,84 cm
Ket : BB dalam Kg
TB dalam cm
1 Hasil Percobaan (Data)
Terlampir

2 Pembahasan
Pada tanggal 9 September 2016 dilakukan beberapa percobaan untuk
menilai daya tahan tubuh seseorang terhadap kesanggupan otot maupun
kesanggupan vaskulernya. Berdasarkan hasil dari beberapa tes kesanggupan
/ daya tahan / endurance (physical fitness) yang telah dilakukan yaitu sebagai
berikut:
1. Harvard Step Test
Tes Harvard merupakan tes ketahanan terhadap kardiovaskuler.
Dalam praktikum kali ini, Orang percobaan (OP) melangkah naik dan turun
pada bangku hardvard setinggi 19 inci. OP dalam test ini hanya mampu
naik turun bangku selama 144 detik dengan irama yang konstan.
Berdasarkan lama waktu yang bisa ditempuh OP maka penilaiannya
diperoleh hasil Kesanggupan Kurang. Frekuensi nadi/denyut nadi OP
pada 1 130 adalah 55 kali, 2 230 adalah 42 kali dan 3 330
adalah 35 kali dan rata-rata denyut nadi OP adalah 54,3 kali.Dengan
demikian, kesanggupan tubuh sangat bergantung dari waktu yang
dibutuhkan seseorang untuk terus-menerus naik-turun bangku. Semakin
lama OP mampu bertahan naik-turun bangku dan semakin cepat frekuensi
denyut jantungnya pulih ke frekuensi normal maka semakin baik pula
kesanggupannya. Kesanggupan kardiovaskular seseorang di pengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya usia, berat badan, pola makan dan beban
latihan yang diberikan tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu dan
sebagainya.
2. Percobaan Menahan Nafas
Pada percobaan menahan nafas, OP harus menahan nafas selama
mungkin. Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali dan diperoleh nilai rata-
rata yaitu 38,6 menit. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh, dapat
disimpulkan kesanggupan OP untuk menahan nafas yaitu Kesanggupan
Kurang.
3. Percobaan Lorenz
Pada percobaan Lorenz, OP melakukan tes dengan cara jongkok-
berdiri sebanyak 20 kali dalam 20 detik. Denyut nadi OP setelah duduk 5
adalah 37 kali sedangkan setelah melakukan percobaan denyut nadi
semakin cepat yaitu 35 kali dengan waktu pemulihan yang dibutuhkan
selama 3 menit untuk kembali ke denyut nadi basal. Berdasarkan hasil
tersebut disimpulkan bahwa OPtermasuk Kesanggupan sedang.
4. Test Lari 1,5 Mile Cooper

5. Test Cold Pressor Test


Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah OP termasuk golongan
hiporeaktor atau hiperreaktor. Pada percobaan yang telah dilakukan oleh
OP, didapatkan tekanan darah basal 120/90 mmHg sedangkan tekanan
darah pada saat pendinginan 30 adalah 140/110 mmHg Kenaikan tekanan
darah sistole naik 20 mmHg,. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan OP
termasuk golongan Hipereaktor.
6. Indeks Jantung
Indeks jantung adalah salah satu indikator fungsi jantung yang dapat
dihitung dengan cara membagi curah jantung dengan luas permukaan
tubuh..Pada hasil percobaan dengan OP wanita dengan tinggi badan 152
cm, berat badan 45 kg dengan luas permukaan tubuh 1,4 sehingga indeks
jantungnya3,2 liter. Sedangkan, pada OP laki-laki dengan tinggi badan 163
cm dan berat badan 59 kg dengan luas permukaan tubuh 1,382 sehingga
diperoleh indeks jantung 3,26 liter. Nilai normal cardiac index adalah 2.5
4.2 L/menit/m2. Dari kedua OP tersebut, indeks jantungnya dalam batas
normal.
3 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan, dapat dsimpulkan
bahwa setiap orang memiliki kesanggupan/daya tahan/ Endurance Tubuh
(Physical Fitnes) tubuh yang berbeda-beda. Perbedaan itu dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu Jenis kelamin, umur, berat badan dan tinggi badan, pola
makan dan pola hidup, lingkungan, pekerjaan atau aktivitas dan sebagainya.
Saran
Dengan melakukan latihan-latihan Physical fitness seperti harvard
steptest, percobaan Lorentz, Percobaan menahan nafas, Berlari 1,5 mile
Cooper, Cold Pressure Test, serta Indeks jantung secara rutin maka
kesanggupan otot dan jantung akan terlatih dan tubuh akan sehat dengan
diiringi dengan pola makan teratur dan gizi yang cukup.

4 Daftar Pustaka
Chaidar warianto, 2011. Sistem sirkulasi darah dalam tubuh manusia.
Universitas Airlangga. http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-
Indonesia/sistemsirkulasidar_ChaidarWarianto_43.pdf. Diakses pada
tanggal 3 Oktober 2015.
Fatimah, Sari, 2010, Fisiologi Kardiovaskular : Berbasis Masalah
Keperawatan, Jakarta : EGC
Hermawan, Lilik. dkk, 2012. Pengaruh pemberian asupan cairan (air)
terhadap profildenyut jantung pada aktivitas aerobik. Jurusan Ilmu
Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri
Semarang,http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jssf/article/download/1
528/1478.. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015.
Lilyana, 2008. Faktor-faktor penyebab hipertensi. FKMUI.
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122840-S-5426-Faktor-faktor-
Tinjauan%20pustaka.pdf.Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015.
Novia,A. 2011. Universitas sumatera utara
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21605/4/Chapter%20II.p
df.. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015.
Materi anfis jantung, Stikes kusuma husada.
http://www.stikeskusumahusada.ac.id/images/file/36.pdf. Diakses pada
tanggal 3 Oktober 2015.

Anda mungkin juga menyukai