Anda di halaman 1dari 10

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

STUDI KASUS GLOBAL INVESTORS, INC.

Dosen Pengampu : Alfiati Silfi, SE, M.Si, Ak, CA

Disusun Oleh :

KELOMPOK 4

Rifki 1402118748

Veven Artadila 1402117920

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS RIAU

TA. 2016/2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua.
Dunia globalisasi telah masuk kesemua Negara tak heran globalisasi
membawa hal yang baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang
merambat kedunia perekonomian biasanya berupa penanaman modal pada
suatu sektor industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi,
karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas
basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa
depannya. Seseorang sering tidak menyadari dirinya telah melakukan
investasi, misalnya dengan menabung dan sebagainya. Agar tak terjebak
melakukan investasi ke dalam portofolio sampah, atau bahkan ditipu oleh
pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming menarik, Anda harus
mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-resiko yang
dihadapi dalam berinvestasi. Karena banyak sekali jenis dari investasi
tersebut .Jangan sampai terbuai dengan iming-iming menarik yang tinggi,
tapi uang Anda habis sia-sia. Invejstasi pun banyak jenis dan macamnya jadi
harus pandai melihat ke sektor mana kita akan menanamkan saham kita.
Peran penting sekali dari beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap
individu. peran individu sangatlah penting dalam berperan aktif karena dapat
mencegahnya harga barang yang tak terkontrol. Pemerintah sebaiknya
mengatur beberapa aturan tentang peraturan penanaman modal, karena, sejak
pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kepres
khusus mengenai penanaman modal karena banyaknya kendala yang
dihadapi oleh para investor yang ingin membuka usaha di daerah, khususnya
yang berkaitan dengan proses pengurusan izin usaha. Investor seringkali
dibebani oleh urusan birokrasi yang berbelit-belit sehingga membutuhkan
waktu yang cukup lama dan disertai dengan biaya tambahan yang cukup
besar.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana latar belakang perusahaan Global Investors?

2. Apa kasus yang terjadi pada perusahaan Global Investors?

3. Bagaimana penyelesaiaan kasus pada perusahaan Global Investors?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui latar belakang pada perusahaan Global Investors

2. Untuk mengetahui kasus yang terjadi pada perusahaan Global

Investors

3. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi kasus pada perusahaan

Global Investors

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 KEUNGGULAN SISTEM PENGENDALIAN HASIL KEUANGAN

Banyak organisasi mengatur perilaku karyawan mereka, khususnya

manajer melalui sistem pengendalian hasil keuangan. Dalam sistem pengendalian

hasil keuangan, hasil didefinisikan laba atau return. Pengukuran keuangan

mengingatkan karyawan bahwa berbagai inisiatif operasi yang mereka lakukan

hanya bermanfaat bagi organisasi apabila hasilnya mampu memperbaiki kinerja

keuangan.

Pengukuran keuangan adalah pengukuran komprehensif ringkasan kinerja,

mereka meberikan sesuatu relatif mudah, terstandarisasi, dan murah bagi

oraganisasi untuk mengevaluasi hasil dari berbagai inisiatif operasional tanpa

perlu memperoleh dan mengevaluasi secara rumit dan mendetail dari tiap-tia

inisiatif. Jadi, biaya implementasi pengendalian hasil keuangna sering kali relatif

sedikit dibandingkan dengan bentuk pengendalian manajemen lainnya.

2.2 TIPE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

Tipe pusat pertanggungjawaban keuangan sebagai berikut:

PUSAT INVESTASI

Yaitu pusat pertanggungjawaban yang kinerja pimpinannya dinilai dari

prestasinya memanfaatkan asset perusahaan, sehingga menghasilkan pendapatan

atau laba yang maksimal bagi perusahaan.

Kewenangan pusat investasi menyangkut pengelolaan laba (yang terdiri

atas pendapatan dan biaya) serta mengelola asset yang dipergunakan untuk

3
memperoleh laba. Pusat investasi prestasinya diukur berdasarkan perbandingan

antara laba yang diperoleh dengan asset (investasi) yang dipergunakan

PUSAT LABA

Merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur

dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba

merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak

manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif

dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator.

Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan

pengendalian laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari

pusat laba yang bersangkutan

PUSAT PENDAPATAN

Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi

manajernya diukur berdasarkan output (pendapatan) yang diukur secara moneter,

akan tetapi tidak dihubungkan dengan input-nya (beban).

Contoh: departemen pemasaran (penjualan). Departemen pemasaran tidak

berwenang untuk menentukan harga pokok ataupun harga jual produk yang

dihasilkan. Akan tetapi, ukuran utama kinerjanya adalah pendapatan yang

diperoleh dari pemasaran produk tersebut.

PUSAT BIAYA

Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur

berdasarkan input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur

4
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 PROFIL PERUSAHAAN

Global Investors, Inc. (GI) didirikan pada 1965 dan berpusat di New York.

Sejumlah direktur dan eksekutif yang ditempatkan di New York, Spencer salah

satunya memiliki kepemilikan mayoritas terhadap saham beredar. GI berfokus

pada 2 aktivitas yaitu Manajemen investasi (meliputi penelitian, manajemen

portofolio, dan perdagangan) dan layanan klien (jasa pemberian saran investor dan

broker).

Filosofi investasi GI merupakan hal pembeda antara GI dan kompetitornya.

Semua strateigi investasi GI berdasarkan pada teori pasar keuangan yang muncul

dari riset akademis. Sejak insepsinya, GI melandaskan seluruh strategi

investasinya pada teori pasar keuangan yang berasal dari penelitian akademis.

Filosofi investasi GI berkisar pada teori bahwa pasar dipengaruhi oleh

penilaian/prasangka dari partisipan pasar.

GI tidak hanya berfokus pada investasi ekuitas di negara-negara yang terlibat

dalam pasar bebas dan dengan pasar modal yang berjalan baik, tetapi GI juga

berinvestasi dalam sekuritas dan komoditas tetap. Selama bertahun-tahun, GI

telah memperluas kegiatannya di Asia, Eropa, dan Amerika. Cabang Tokyo

(CEO: Paul Hashi) dan London (CEO: Alistair Hoskins) merupakan dua cabang

terbesar.

5
3.2 KASUS DALAM PERUSAHAAN GLOBAL INVESTORS

Hoskins tidak setuju dengan perlakuan cabang GI sebagai cost-focused profit

centers, Hoskins mengatakan bahwa profit yang dihasilkan tidak menggambarkan

gambar yang sebenarnya dari performa cabang Profit yang tidak akurat juga dapat

dipandang negative oleh badan keuangan dan pajak di Negara di mana cabang

berada Gary Spencer (CEO GI) meminta Bob Mascola (CFO GI) untuk

membentuk komite. Tim mengadakan meeting unuk mengevaluasi beberapa

alternative transfer-pricing yang berbeda. Hoskins mengajukan bahwa pendapatan

GI seharusnya dialokasikan ke cabang menggunakan asset di bawah manajemen

sebagai dasar pengalokasian dan cabang membayar royalty sebesar 50% ke pusat

(dengan metode ini, pendapatan GI London: 61.944.900.

Davis & Freeman tidak setuju. Sebagian besar asset yang ada di cabang adalah

dari klien pusat (cabang hanya mengikuti instruksi pusat). Danis mengajukan

alokasi pendapatan berdasarkan asal klien (dengan metode ini, pendapatan GI

London yang diakui 8.500.000; pendapatan GI London actual 26.500.000.

Hoskins memutuskan untuk mempelajari cara competitor GI mengalokasikan

pendapatan ke cabang. Hoskins menemukan bahwa standar industry membagi

pendapatan menjadi dua bagian, client services dan investment management

dengan skala 50:50, Hoskins Mengajukan metode ini dan tetap membayar royalty

ke pusat (dengan metode ini pendapatan GI London: 35.259.600) Hampir semua

anggota tim tidak setuju, namun hamper semua tim setuju dengan konsep

pendapatan dibagi menjadi dua bagian dengan skala 50:50.

6
3.3 PENYELESAIAN MASALAH

Mengikuti metode Hoskins yaitu Negosiasi transfer-pricing, agar tidak

kehilangan klien dan tetap mematuhi regulasi pajak. Tetap menerapkan beberapa

poin yang sudah disetujui sebagian besar tim, seperti pembagian pendapatan dan

memperhatikan regulasi pajak yang berlaku

7
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

a) Setiap pendapat yang diajukan oleh Davis & Freeman dan Hoskins

memiliki dampak positif dan negatif bagi perusahaan Global Investors.

b) Metode yang diajukan Hoskins cenderung diikuti oleh perusahan Global

Investors karena metode yang diajukan Hoskins untuk mnecegah

kehilangan klien dan tetap mematuhi regulasi pajak.

8
DAFTAR PUSTAKA

Merchant, Kenneth A dan Van der Stede, Wim A. (2014) Edisi 3. Sistem

Pengendalian Manajemen. Jakarta Selatan: Salemba Empat