Anda di halaman 1dari 4

RESUME

VIDEO PROSES TERBENTUKNYA BAYI

Nama : Muhammad Iqbal Anand

NPM : 113170051

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

CIREBON

2013
Terbentuknya Bayi

Ratusan juta sel sperma dikeluarkan saat kopulasi berusaha berenang


untuk mencapai ovum di tuba fallopii. Sel sperma berenang dengan menggunakan
ekornya meskipun gerkan tersebut juga mungkin dibantu oleh gerakan cairan yang
tercipta oleh silia uterus. Untuk dapat membuahi ovum, spermatozoa harus
menjalani kapasitasi dan reaksi akrosom. Kapasitasi adalah periode pengondisian
di saluran reproduksi wanita yang pada manusia berlangsung sekitar 7 jam.
Sedangkan reaksi akrosom adalah pelepasan enzim-enzim yang diperlukan untuk
menembus zona pelusida. Pelepasan enzim akrosom (akrosin) memungkinkan
sperma menembus zona pelusida dan berkontak dengan permukaan oosit. Dari
ratusan juta sperma hanya 300 sampai 500 yang mencapai tempat pembuahan dan
hanya satu yang dapat membuahi ovum.

Segera setelah spermatozoa masuk ke oosit, membran oosit menjadi tidak


dapat ditembus oleh spermatozoa lain karena zona pelusida mengubah struktur
dan komposisinya sehingga spermatozoa lain tidak dapat masuk. Spermatozoa
sementara itu, bergerak maju hingga terletak berdekatan dengan pronukleus
wanita. Nukleus spermatozoa membengkak dan membentuk pronukleus pria.
Masing-masing pronukleus harus mereplikasi DNAnya. Segera setelah sintesis
DNA, kromosom tertata pada gelendong sebagai persiapan untuk pembelahan
mitotik normal. Zigot akan melalui serangkaian pembelahan mitotik sehingga
jumlah selnya bertambah. Sel-sel ini, yang semakin kecil pada setiap kali
pembelahan dikenal sebagai blastomer. Setelah pembelahan ketiga, blastomer
memadat dan kembali membelah untuk membentuk morula. Sel dibagian dalam
morula membentuk massa sel dalam dan sel-sel disekitarnya membentuk massa
sel luar. Massa sel dalam menghasilkan jaringan mudigah yang sebenarnya, dan
massa sel luar membentuk trofoblas yang kemudian berkembang menjadi
plasenta.
Salah satu perubahan paling mencolok yang terjadi selama kehidupan
janin adalah perlambatan relatif pertumbuhan kepala dibandingkan dengan bagian
tubuh lainnya. Selama bulan ketiga, wajah menjadi semakin mendekati wajah
manusia. Mata yang pada awalnya mengarah ke lateral, kini bergerak ke aspek
ventral wajah dan telinga mejadi berada disamping kepala.

Anggota badan telah mencapai panjang relatifnya dibandingkan dengan


bagian tubuh lain, meskipun ekstremitas bawah masih sedikit lebih pendek dan
kurang berkembang dibandingkan dengan ekstremitas atas. Pusat-pusat osifikasi
primer terbentuk ditulang panjang dan tengkorak pada minggu ke 12. Juga pada
minggu ke-12, genitalia eksterna terbentuk hingga ke tahap ketika jenis kelamin
janin dapat ditentukan dari pemeriksaan luar (ultrasonografi). Selama minggu ke
6, lengkung usus menyebabkan pembengkakan besar (herniasi) di tali pusat, tetapi
pada minggu ke-12, lengkung usus telah kembali kedalam rongga abdomen. Pada
akhir bulan ketiga, gerakan refleks sudah dapat ditimbulkan pada janin yang
menunjukkan adanya aktivitas otot.

Selama bulan keempat dan kelima, janin cepat memanjang. Berat janin
sedikit meningkat selama periode ini dan pada akhir bulan kelima beratnya masih
kurang dari 500g. Janin ditutupi oleh rambut halus, yang disebut rambut lanugo.
Alis dan rambut kepala juga tampak. Selama bulan kelima gerakan janin mulai
dapat dirasakan oleh ibunya. Selama paruh kedua kehidupan intrauterus, berat
janin meningkat secara bermakna, terutama selama 2,5 bulan terakhir. Selama
bulan keenam, kulit janin tampak kemerahan dan berkeriput karena tidak ada
jaringan ikat dibawahnya. Janin yang lahir pada awal bulan keenam sulit bertahan
hidup. Pada bulan 6,5 sampai 7 janin masih memiliki panjang sekitar 25 cm dan
berat 1.100 gram. Selama 2 bulan terakhir, janin memiliki kontur cukup bulat
akibat pengendapan lemak subkutis. Pada akhir bulan kesembilan, tengkorak
memiliki lingkar terbesar dibandingkan dengan semua bagian tubuh lainnya.
Karakteristik seksual tampak menonjol, dan testis seharusnya sudah berada
didalam skrotum. Dan pada bulan kesembilan juga bayi sudah siap untuk
dilahirkan.
Pada video itu juga dijelaskan tentang tahap-tahap pembelahan sel.
Diawali fase interfase, dalam fase ini sel mereplikasi DNAnya dan
mengumpulkan energi untuk dapat melakukan pembelahan. Fase ini adalah fase
terlama dalam siklus pembelahan sel. Fase ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu fase
G1, Sintesis, dan G2. Lalu fase profase, dalam fase ini selubung nukleus dan inti
sel mulai hilang dan sentriol menuju kearah kedua kutub. Masuk ke fase metafase,
dalam fase ini kromosom berkumpul pada bidang ekuatornya dan sudah siap
untuk membelah. Fase anafase, dalam fase ini kromatid terpisah dan menuju
kearah kutubnya masing-masing. Dan fase terakhir adalah fase telofase, pada fase
ini selubung nukleus mulai terbentuk lagi dan terjadi pembelahan sitoplasma atau
disebut juga sitokinesis.

Dari kedua video itu subhanallah seperti itulah manusia diciptakan. Jika
saja tidak ada kehendak dari-Nya kita tidak akan bisa ada didunia ini. Maka dari
itu kita sebagai manusia janganlah sombong.

DAFTAR PUSTAKA:

Sadler, T.W. 2006. Langmans Medical Embryology 10th ed. EGC. Jakarta