Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Golongan darah adalah ilmu pengklasifikasian darah dari suatu kelompok berdasarkan ada
atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini
disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran
sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah
penggolongan ABO dan Rhensus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis
antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari
golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat
anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi
dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
Jan Janskdi pada tahun 1907 mengklasifikasikan darah manusia ke dalam empat grup, yang
hingga kini masih digunakan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara membedakan jenis golongan darah?
2. Bagaimana cara melakukan tes golongan darah?
3. Apa saja peranan golongan darah?

1.3 Tujuan

1. Agar mahasiswa dapat membedakan jenis gologan darah


2. Agar mahasiswa mengerti cara melakukan tes golongan darah
3. Agar mahasiswa mampu mengetahui peranan golongan darah
BAB II

ISI

2.1 Jenis Golongan Darah

Golongan darah merupakan pengelompokan (klasifikasi) yang didasarkan pada ada


tidaknya antigen pada permukaan membran sel darah merah dan antibodi yang terdapat dalam
plasma darah. Pada sistem penggolongan darah ABO, Golongan darah terbagi menjadi 4
golongan yaitu Golongan Darah A, B, AB, dan O.

Golongan darah A memiliki antigen A (aglutinogen A) pada sel-sel darah merah dengan
antibodi anti-B (aglutinin B) dalam plasma.
Golongan darah B memiliki antigen B (aglutinogen B) dengan antibodi anti-A dalam
plasma.
Golongan darah O tidak memiliki antigen (aglutinogen) tetapi memiliki antibodi
(aglutinin) anti-A dan anti-B dalam plasma.
Golongan darah AB memiliki kedua antigen A dan Antigen B tetapi tidak memiliki
antibodi (aglutinin).

Selain golongan darah ABO, perlu diperhatikan juga golongan Rhesusnya atau faktor Rh.
Nama Rhesus ini ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1940 dia menemukan Faktor ini
pada darah monyet jenis Rhesus. Penggolongan darah rhesus ada dua yaitu Rhesus positif (Rh+)
dan Rhesus negatif (Rh-).

Rhesus positif (Rh+) = memiliki faktor Rhesus pada permukaan sel darah merahnya.
Rhesus negatif (Rh-) = tidak memiliki faktor Rhesus pada permukaan sel darah
merahnya.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan darah akan
berakibat fatal. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh- dapat menyebabkan
produksi antibodi terhadap antigen Rh yang mengakibatkan pecahnya sel-sel darah merah
(hemolisis). Jadi, walaupun penerima dan donor sama-sama bergolongan A, sama-sama
bergolongan B, sama-sama bergolongan O, sama-sama bergolongan AB, tapi penerima
bergolongan Rh- tidak boleh menerima donor yang bergolongan Rh+, hanya boleh menerima
donor yang juga bergolongan Rh-. Sedangkan penerima yang bergolongan Rh+ boleh menerima
donor bergolongan Rh-.
2.2 Tes Golongan Darah

Uji golongan darah atau tes darah dilakukan untuk mengetahui golongan darah
seseorang. Cara melakukan tes darah adalah dengan mengambil sampel darah orang yang akan
di tes golongan darahnya, kemudian sampel darah tersebut ,masing- masing akan ditetesi oleh
serum anti A, anti B dan anti AB. Serum tersebut identik dengan aglutinin sehingga serum
tersebut dapat menggumpalkan darah apabila bercampur dengan darah yang memiliki
aglutinogen yang sesuai.
Contohnya seseorang dengan golongan darah A jika ditetesi dengan serum anti A maka
darahnya akan menggumpal, karena aglutinogen pada darah orang tersebut bercampur dengan
serum anti A yang identik dengan aglutinin a. Sedangkan ketika ditetesi serum anti B darahnya
tidak menggumpal karena orang tersebut tidak memiliki aglutinogen B sehingga serum anti B
tidak menggumpalkan darah.
Tes golongan darah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan
mengunakan kit uji golongan darah. Metode ini adalah cara yang bagus untuk menentukan
golongan darah Anda sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
Langkah melakukan tes menggunakan kit adalah sebagai berikut:

Kebanyakan kit memiliki tusukan jari dan kartu tes. Keluarkan satu tetes darah untuk
masing-masing bidang pada kartu tes.
Jika kit Anda tidak memiliki tusukan, gunakan jarum steril untuk menusuk jari.
Bidang pada kartu tes mengandung antibodi, yang akan memicu reaksi dengan antigen
pada sel darah merah.
Gunakan tusuk gigi baru untuk masing-masing bidang untuk mencampur darah dengan
impregnasi, yang menciptakan noda kecil.
o Jika Anda memiliki golongan darah A, gumpalan akan muncul pada bidang
berikut: anti-A
o Jika Anda memiliki golongan darah B, gumpalan akan muncul pada bidang
berikut: anti-B
o Jika Anda memiliki golongan darah AB, gumpalan akan muncul pada bidang anti-
A dan anti-B
o Jika Anda memiliki golongan darah O, tidak ada gumpalan yang muncul.
2.3 Peranan Golongan Darah

Bila terjadi pendarahan, sel merah dengan hemoglobinnya sebagai pembawa oksigen
hilang. Pada pendarahan sedang, sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya.
Tetapi bila kadar hemoglobinnya turun sampai 40% atau dibawahnya, diperlukan transfusi
darah. Apabila darah dari golongan yang bertentangan ditransfusikan akan mengakibatkan
bahan dalam plasma yang bernama aglutinin menggumpal dan juga terjadi hemolysis
(memecahnya) sel darah merah. Penentuan golongan darah dan tes tentang kecocokannya
dilakukan sebelum pemberian transfusi untuk meyakini keamanannya.

Dipandang dari donor darah :

Golongan AB dapat memberi darah pada AB

Golongan A kepada A dan AB

Golongan B kepada B dan AB

Golongan O adalah donor umum untuk semua golongan.

Resipien :

Golongan AB adalah resipien umum

Golongan A dapat menerima dari golongan A dan O

Golongan B dapat menerima dari golongan B dan O

Golongan O dari O

Sebaiknya transfuse dilakukan dengan golongan darah yang sama, dan hanya dalam keadaan
terpaksa dapat diberikan darah dari donor universal.