Anda di halaman 1dari 10

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Suksesnya organisasi di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan
kepemimpinan dalam memaksimumkan peluang-peluang yang sangat terbuka pada masa-
masa yang tidak menentu, maka disitulah letak profesionalisme kepemimpinan yang
mampu mendorong bawahannya untuk berpikir ke depan dengan menumbuh kembangkan
inovasi.
Bila dilihat dari sudut pandang menggali kemampuan emas yang ada pada setiap
individu sebagai potensi (bakat) pikiran, maka kreatifitas merupakan kemampuan individu
dalam mengintegrasikan otak dan hati menjadi kemampuan berpikir menggerakkan
wawasan dan imajinasi menjadi kemampuan berfikir menggerakkan wawasan dan
imajinasi sehingga terbentuklah seluruh kisaran proses mental yang sadar. Selanjutnya bila
dilihat sebagai daya dorong gagasan/ ide individu dikembangkan ke dalam kelompok maka
terbentuklah kreatifitas kelompok. Kreatifitas individu dan kelompok barulah bermakna
bila dilihat dari sudut proses dan produk yang kita sebut inovasi dari perilau organisasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kreatif dan bagaimana ciri pribadi yang kreatif?
2. Apa saja faktor pembentuk kreatifitas?
3. Apa sajakah hambatan dan pendorong kreatifitas?
4. Teknik seperti apa yang dapat meningkatkan kreatifitas?
2

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Ciri Pribadi Kreatif


Dalam kamus Bahasa Indonesia, kreatif merupakan sebuah hasil daya hayal yang
diwujudkan. Kreatif muncul disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah situasi yang
mendukung atau dengan Bahasa lain kreatif itu sering muncul apabila seseorang berada
pada kondisi terjepit, sulit, dan penuh problem. Dengan demikian, sumber dari lahirnya
kreatif adalah akal pikiran, yaitu saat akal pikiran merasa terjepit maka mulut berbicara,
tangan bekerja, kaki melangkah Sehingga muncul kreasi dan usaha baru. Memunculkan
pekerjaan baru dari yang tidak mendukung inilah yang dimaksud dengan kreatif. Selain itu
kreatif juga bisa muncul dari rasa ingin tahu yang sangat besar tentang sesuatu dan rasa
ingin tahu kemudian berfikir, berbuat dan berkreasi.

Sedangkan inovatif artinya pemunculan baru dalam suatu produk, usaha atau
pekerjaan dan mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan produk, usaha atau pekerjaan
yang sebelumnya bahkan berbeda dengan produk lain yang telah ada dan beredar di tengah-
tengah masyarakat. Inovasi dalam suatu usaha menjadi suatu keharusan, tanpa inovasi
maka usaha akan sulit mencapai kemajuan karen pasar atau konsumen cepat atau lambat
merasa jenuh. Seorang entrepreneur harus berani menciptakan produk spesifik, unik, sulit
ditemui yang menjadi bagian dari inovasi dalam memenuhi permintaan pasar. 1
Orang kreatif adalah orang yang selalu berfikir tentang kebaruan (novelty),
perbedaan( different), kegunaan (utility), dan dapat dimengerti (understable). Untuk
menghasilkan kebaruan, perbedaan, kegunaan, dan kemudahan, seorang wirausahawan
selalu berpikir, merenung, mengkhayal, sehingga melahirkan ide-ide bagaimana membuat
barang dan jasa baru dan berbeda, bagaimana menambah kegunaan suatu barang dan jasa
baru, bagaimana menambah manfaat terhadap suatu barang dan jasa baru, bagaimana
menambah kemudahan-kemudahan baru terhadap barang dan jasa yang sudah ada sehingga
penambahan keguanaan, kemudahan, dan kebaruan tersebut untuk memunculkan nilai

1
Cholil Umam, Modul Kewirausahaan Unbtuk Mahasiswa dan Umum (Surabaya: IAIN SA Press, 2011),
150-151.
3

tambah baru.bagi wirausahawan, ide, mimpi-mimpi, dan gagasan saja tidak cukup tetapi
harus ada tindak lanjut atau usaha untuk menambah nilai-nilai tambah baru. Jadi, tidak
hanya berfikir tetapi juga bertindak. 2
Beberapa ciri dari orang yang memiliki kreativitas sebagai berikut:
1. Kuatnya motivasi untuk berprestasi, indikatornya:
a. Sangat bersemangat untuk meningkatkan dan memenuhi standar keunggulan,
b. Suka tantangan,
c. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan,
d. Selalu mencari informasi optimal untuk mengurangi ketidakpastian dengan cara
mencari alternative terbaik dan tekunn belajar untuk meningkatkan kinerja.
2. Penuh komitmen, indikatornya setia pada visi, misi, dan sasaran yang ingin dicapai
bukan loyal pada orang-orang tertentu.
3. Memiliki inisiatif dan optimisme yang unggul.
4. Berpikir divergen, yaitu selalu melihat sesuatu dibalik yang tampak, tidak mudah
hanyut atau terpengaruh oleh keadaan dan mampu berpikir abstrak.
5. Selalu membiasakan diri untuk mencari alternative-alternatif.3
6. Mempunyai banyak impian dan obsesi
7. Pola hidupnya dinamis
8. Bisa menemukan peluang dalam kesulitan
9. Berfikir positif4

Dunia kewirausahaan terus mengalami perkembangan. Tantangan dalam


kewirausahaan semakin hari tidak semakin kecil tetapi justru semakin besar. Tantangan
berwirausaha sebanyak peluang dalam berwirausaha itu sendiri. Sebagai contoh ketika ada
orang lain berhasil berwirausaha menjual bakso maka yang lain ikut menjual bakso,
sehingga muncul berbagai macam jenis bakso. Ketika orang lain berhasil berwirausaha
mendirikan supermarket maka yang lain ikut mendirikan supermarket. Ketika orang lain
berbisnis jasa laundry maka yang lain pun ikut berbisnis jasa laundry, dan lain sebagainya.

2
Suryana, kwu
3
Suryana, Ekonomi Kreatif ( Jakarta: Salemba Empat, 2013), 119.
4
Cholil Umam, Modul Kewirausahaan Unbtuk Mahasiswa dan Umum (Surabaya: IAIN SA Press, 2011),
160-163
4

Realita di atas menjadi kelaziman dan pasti terjadi dalam dunia kewirausahaan. Jika
banyaknya jenis usaha dan bisnis yang sama dengan tantangan maka yang terpenting bagi
seorang entrepreneur adalah cara menyikapi dari adanya tantangan tersebut. Seorang
entrepreneur harus cerdas dalam menghadapi tantangan dan harus mampu menjadikan
tantangan menjadi peluang serta menjadikan problem sebagai awal lahirnya kreatifitas.
Kreatif dan inovatif merupakan modal dan jawaban dalam mengatasi tantangan
dan persaingan dunia kewirausahaan. Bisnis dengan modal kreatif dan inovatif akan tetap
eksis sepanjang waktu karena paada dasarnya jiwa manusia itu senang dengan perbedaan,
sesuatu yang baru dan unik. Jika orang pada umumnya membuka toko pada jam 08.00WIB
dan tutup pada jam 16.00 WIB, maka orang yang kreatif akan berani membuka toko pada
jam 06.00 WIB dan menutup tokonya pada jam 21.00 WIB. Bahkan ada yang berani
membuka 24 jam. Gambaran tersebut merupakan bukti bahwa kreatif dan inovatif dalam
kewirausahaan. Tanpa kreatif dan inovatif usaha pasti akan mengalami kemandegan dan
stagnasi, pada akhirnya pasti akan digulung oleh bisnis-bisnis baru yang penuh dengan
kreasi dan inovasi.
Orang yang kreatif dalam berbisnis mempunyai kemampuan dalam berfikir lain
dari kebanyakan orang. Kreatif dan inovatif merupakan karakteristik personal yang terpatri
kuat dalam diri seorang wirausaha sejati. Bisnis yang tida dilandasi dengan upaya kreatif
dan inovatif dari sang wirausaha biasanya tidak berkembang abadi. Lingkungan bisnis
yang begitu dinamis menuntut wirausaha untuk selalu adaptif dalam mencari terbosan
terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama saja membawa bisnis ke
arah kematian. Kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana, kuncinya adalah
kepekaan dalam mencium peluang dan kemampuan membaca pasar.5

5
Ibid, 153-154
5

B. Faktor Pembentuk Kreatifitas

INPUT
EKSTERNAL

Lingkungan, Keluarga,
Pendidikan,
Pengalaman,
Organisasi, Kelompok KREATIF

(Think new Keunggulan Kompetitif


things) (DAYA SAING)
INOVATIF Keunggulan Komparatif
(PELUANG)
INPUT (doing new
INTERNAL things)

Bakat Pengetahuan
Kemampuan, Sikap
Motivasi, Jiwa, Perilaku,
Locus of Control
(pengendalian diri)

Faktor individu, seperti bakat, pengetahuan, kemampuan, sikap, motivasi, perilaku,


dan pengendalian diri (locus of control) yang dimiliki seseorang menentukan perilaku
kreatif dan inovatif. Sementara itu, faktor eksternal yang mempengaruhi kreatifitas dan
keinovasian adalah lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman, kelompok dan
organisasi. Kemampuan kreatif dan berinovasi sangat bergantung pada lingkungan di mana
ia berada, pendidikan, pengalaman, kelompok, dan organisasi. Namun, perlu diingat bahwa
bakat, pengetahuan, kemampuan, sikap dan motivasi serta pengendalian diri dapat
dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman.6

6
Suryana, Ekonomi Kreatif (Jakarta: Salemba Empat, 2013), 138-139.
6

C. Hambatan dan Pendorong Kreatifitas


Kesalahan besar yang dilakukan banyak sarjana dalam berkarir adalah
ketidaktahuan dan keengganan dalam menggali dan memahami keunikan diri sendiri, dan
ketidakmampuan dalam mengatasi hambatan berkreasi. Akibatnya mereka memilih hidup
yang biasa-biasa saja dan datar. Mereka terbelenggu oleh apa yag mereka dapatkan dengan
sult daripada mengenali potensi dirinya sendiri.
Banyak orang merasa tidak kreatif dan menyalahkan pekerjaannya tidak sesuai
denan bakatnya. Ada juga yang mengacaukan keadaan yang tidak mendukung untuk
melakuakan kreatifitas, atau selalu menyalahkan Si Bos yang tidak memeberikan ruang
gerak baginya. Apapun alasannya, manusia yang tidak kreatif selalu melakukan hal yang
sama berulang-ulang, cenderung menghindari risiko.
James L. Adam dalam bukunya Conceputual Blockbusting telah mengidentifikasi
hambatan kreatifitas tersebut dalam bentuk klasifikasi sebagai berikut.
Jenis Hambatan Contoh
Hambatan Persepsi Pola pikir stereotip
Membatasi masalah secara
berlebihan
Terlalu banyak atau terlalu sedikit
informasi
Hambatan Emosi Takut mengambil resiko
Tidak menyukai ketidakpastian
Lebih suka menilai daripada
menghasilkan gagasan
Menganggap remeh suatau masalah
Hambatan Kultural Kultur menghambat
pengakumulasian gagasan
Hambatan Lingkungan Kurangnya dukungan sarana,
prasarana kerja7

7
Team Dosen Kewirausahaan, Modul Kewirausahaan untuk program strata 1(Indonesia: Yayasan Rumah
Perubahan, 2010),40.
7

Hambatan Intelektual Terlalu mengandalkan logika


Enggan menggunakan intuisi
Menggunakana pengalaman atau
cara lama yang terbukti efektif
hasilnya. 8

Fogler dan LeBlanc menambahkan satu faktor hambatan lagi berupa hambatan
ekspresif, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengkomunikasikan gagasan baik
secara lisan maupun tertulis. 9 Sebenarnya, mutu gagasan tidak harus selalu dikemukakan
secara lisan. Bila kita kurang lancar berbicara, kekurangan tersebut bisa diatasi dengan
membuat gambar, ilustrasi, bagan, atau memanfaatkan Bahasa tubuh untuk lebih ekspresif.
Kita tidak perlu ragu menghabiskan waktu untuk menyampaikan gagasan.
Carol Kinsey Goman mengidentifikasi hambatan kreatifitas berikut pendorong
untuk keluar dari hambatan tersebut, sebagai berikut:
Penghambat Kreatifitas Pendorong Kreatifitas
Sikap negative Sikap positif
Taat pada aturan Melanggar aturan
Membuat asumsi Memeriksa asumsi
Stress yang berlebihan Mampu menyalirkan stress
Takut gagal Teknik mengambil resiko
Berkeyakinan bahwa diri Lakukan Perubahan Yakin bahwa anda kreatif
sendiri tidak kreatif Dengan

Terlalu mengandalkan Menggunakan imajinasi dan


logika intuisi

8
Ibid, 40.
9
Ibid,43
8

D. Teknik Meningkatkan Kreatifitas


Selain menggunakan latihan memfokuskan fikiran yang bersifat soft skill, maka
pola pikir kreatif dapat ditingkatkan dengan teknik CREATE dan teknik VISUAL. Teknik
CREATE adalah:
Combination : membuat ombinasi baru
Random : menggunakan input yang random
Elimination : membuat eliminasi
Alternative : menggunakan alternatif
Turn Around : mencoba cara pikir terbalik
Extreme : ekstrim kasus
Adapun teknik VISUAL berhubungan dengan seeing, imagining, drawing.10

10
Ibid, 43-49.
9

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kreatif merupakan sebuah hasil daya hayal yang diwujudkan. Kreatif muncul
disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah situasi yang mendukung atau dengan
Bahasa lain kreatif itu sering muncul apabila seseorang berada pada kondisi terjepit, sulit,
dan penuh problem. Orang kreatif adalah orang yang selalu berfikir tentang kebaruan
(novelty), perbedaan( different), kegunaan (utility), dan dapat dimengerti (understable).
Untuk menghasilkan kebaruan, perbedaan, kegunaan, dan kemudahan, seorang
wirausahawan selalu berpikir, merenung, mengkhayal, sehingga melahirkan ide-ide.
Menurut Zimmerer ada tujuh langkah proses kreatif yaitu: Persiapan, Penyelidikan,
Transformasi, PenetasanPenerangan, Pengujian, Implementasi.
Bisnis dengan modal kreatif dan inovatif akan tetap eksis sepanjang waktu karena
paada dasarnya jiwa manusia itu senang dengan perbedaan, sesuatu yang baru dan unik.
Tanpa kreatif dan inovatif usaha pasti akan mengalami kemandegan dan stagnasi, pada
akhirnya pasti akan digulung oleh bisnis-bisnis baru yang penuh dengan kreasi dan inovasi.
Terdapat beberapa hambatan kreatifitas sebagai berikut;
Penghambat Kreatifitas
a. Sikap negative
b. Taat pada aturan
c. Membuat asumsi
d. Stress yang berlebihan
e. Takut gagal
f. Berkeyakinan bahwa diri
sendiri tidak kreatif
g. Terlalu mengandalkan logika

Meningkatkan kreatifitas selain menggunakan latihan memfokuskan fikiran yang


bersifat soft skill, maka pola pikir kreatif dapat ditingkatkan dengan teknik CREATE dan
teknik VISUAL.
10

DAFTAR PUSTAKA

Umam, Cholil. Modul Kewirausahaan Unbtuk Mahasiswa dan Umum. Surabaya: IAIN

SA Press. 2011.

Team Dosen Kewirausahaan. Modul Kewirausahaan untuk program strata 1. Indonesia:

Yayasan Rumah Perubahan. 2010.

Suryana. Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. 2013.

Suryana. Ekonomi Kreatif. Jakarta: Salemba Empat. 2013.

Anda mungkin juga menyukai