Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TERNAK

DARAH II DAN DARAH V


HEMOLISA DARAH, TEKANAN OSMOTIK, ERITROSIT,
BERAT JENIS DARAH DAN GOLONGAN DARAH, TEKANAN
DARAH DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT

OLEH

NAMA : FADILLAH AHMAD AGASI


NIM : I 111 15 538
KELOMPOK : II (DUA)
GELOMBANG : V (LIMA)
ASISTEN : MARWAH

LABORATORIUM FISIOLOGI TERNAK


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANIDDIN
2016
DARAH 1I DAN DARAH V
HEMOLISA DARAH, TEKANAN OSMOTIK, ERITROSIT,
BERAT JENIS DARAH DAN GOLONGAN DARAH, TEKANAN
DARAH DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT

Fadillah Ahmad Agasi1 Marwah2


1
Praktikan Laboratorium Fisiologi Ternak
2
Asisten Laboratorium Fisiologi Ternak

Laboratorium Fisiologi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin


Jln. Perintis Kemerdekaan Km 10, memMakassar, Sulawesi Selatan
Telp. Kode Pos 085394994639, 90245
Email: achmadfadhillah02@gmail.com

ABSTRAK

Sel darah merah (eritrosit) mempunyai membran sel yang bersifat semi permea ble terhadap
lingkungan sekelilingnya yang berada terhadap lingkungan sekelilingnya yang berada
diluar eritrosit, dan mempunya batas-batas fisiologi terhadap tekanan dari luar
eritrosit. Tekanan membran eritrosit dikenal dengan tonisitas yang berhubungan
dengan tekanan osmosis membran itu sendiri. Kekuatan maksimun membran eritrosit
menahan tekanan dari luar sampai terjadinya hemolisis dikenl dengan kerapuhan atau
fragilita. Metode praktikum yaitu pada Hemolisa dan Krenasi, mengisi tiga gelas
arloji dengan NaCl 0,9%, 0,5%, dan 3%, menambah isi tabung dengan 5 tetes darah,
mengamati warna darah secara makroskopis pada gelas arloji dan secara mikroskopis
dengan objek glass dan diamati menggunakan mikroskop. Tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mengetahui beberapa larutan yang menyebabkan terjadinya hemolisa,
krenasi dan berat jenis darah secara makroskopis dan mikroskopis. Kesimpulan dari
praktikum yaitu pada hemolisa darah, larutan NaCl 0,5% bersifat hipotonis yaitu
dapat menyebabkan pecahnya sel darah merah karena konsentrasi larutan NaCl 0,5%
lebih rendah dari pada konsentrsi cairan dalam sel darah merah dan larutan NaCl 3%
bersifat hipertonis yang dapat menyebabkan sel darah merah menjadi berkerut karena
konsentrasi larutan NaCl 3% lebih tinggi dari pada konsentrasi cairan dalam sel darah
merah. Pada percobaan jenis darah dapat diketahui bahwa berat jenis darah ayam
pedaging 1.060.

Kata kunci : Hemolisa dan Krenasi Darah, Berat Jenis Darah.


PENDAHULUAN bakteri atau virus yang mencoba
masuk ke dalam tubuh ( Mallo, 2012).
Darah manusia adalah cairan
jaringan tubuh. Fungsi utamanya Hemolisis adalah peristiwa
adalah mengangkut oksigen yang pecahnya membran eritrosit, sehingga
diperlukan oleh sel sel di seluruh hemoglobin bebas ke dalam medium
tubuh. Darah juga menyuplai tubuh sekelilingnya (plasma). hemoglobin
dengan nutrisi, mengangkut zat zat merupakan proteinyang ada pada
sisa metabolisme, dan mengandung darah. Kerusakan membrane eritrosit
berbagai bahan penyusun sistem dapat disebabkan oleh anata lain
imun yang bertujuan mempertahankan penambahan larutan hipotonis,
tubuh dari berbagai penyakit ( Mallo, hipertonis dalam darah, penurunan
2012). tekanan permukaan membrane
Komposisi darah dibagi menjadi eritrosit, zat atau unsure kimia tertentu
dua bagian besar, yaitu: Korpuskula pemanasan dan pendinginan, rapuh
45% dan Plasma darah 55% . Di dalam karena ketuaan dalam sirkulasi darah

korpuskula terdapat, eritrosit (Sel dan lain-lain (.

darah merah), kandungannya sebesar


METODOLOGI PRAKTIKUM
90% dan memilki fungsi : Eritrosit
Waktu Dan Tempat Praktikum
mengandung hemoglobin yang
Praktikum hemolisa darah,
berfungsi mengedarkan oksigen.
tekanan osmotik eritrosit, dan berat
Trombosit (Keping keping darah)
jenis darah dilaksanakan pada hari
Kandungannya : 0,6% - 1,0%, dan
Sabtu tanggal 17 September 2016
memilik fungsi untuk membantu
pukul 13:00 WITA sampai selesai,
dalam proses pembekuan darah. Dan
di Laboratorium Fisiologi Ternak,
Leukosit (Sel darah putih),
Fakultas Peternakan, Universitas
Kandungannya kira kira 0,25% dan
Hasanuddin.
memilik fungsi untuk menjaga sistem
kekebalan tubuh dan membunuh
Alat dan Bahan HASIL DAN PEMBAHASAN
Hemolisa dan Krenasi Darah
Alat yang digunakan yaitu gelas
a. Hemolisa dan Krenasi Darah
objek, cover glass, gelas arloji, tabung Secara Makroskopis

reaksi dan raknya, spuit atau pipet, Secara makroskopis hemolisa dan
krenasi darah dapat dilihat pada tabel
kapas, mikroskop dan vaccinostyle.
berikut:
Bahan yang digunakan yaitu Table 5. hemolisa dan krenasi darah
larutan NaCl 5%, 0,9%, 0,3%, citra secara makroskopis
No Gambar Keterangan
natricus 3,8%, alcohol, darah hewan + NaCl
atau manusia, larutan ureum 1,8% 1 0,5%
(larutan
dalam NaCl, dan sabun. hipotonik)

Metodologi Praktikum 2 + NaCLl


0,9%
Metode yang digunakan pada (larutan
isotonic)
praktikum hemolisa darah dan krenasi
darah ada dua yaitu secara 3 + NaCl 3%
(larutan
makroskopis dan secara mikroskopis. hipertonik)
Metode secara makroskopis Sumber: Data Hasil Praktikum
menggunakan gelas arloji, larutan Laboratorium Fisiologi
Ternak, 2016.
NaCl 05%, 0,9%, 3% setelah itu amati
perubahan yang terjadi. Sedangkan Berdasarkan tabel diatas dapat

pada cara mikroskopis menggunakan dilihat bahwa hemolisa pada sel darah
objek glass, cover glass, mikroskop, merah ditandai dengan keluarnya

darah, dan larutan NaCl 0,5%, hemoglobin hal ini ditandai dengan
0,9%,3%. Setelah itu amati darah yang adanya larutan berwarna merah pada

telah di campur dengan larutan NaCl media ini diakibatkan pecahnya sel
di mikroskop. darah merah. Hal ini terjadi pada
larutan NaCl 0,5% yang bersifat
hipotonis. Pada larutan larutan 0,9%
eritrosit masih seperti biasanya atau mengalami krenasi pada selnya. Hal
tidak ada perubahan, hal ini ini sesuai dengan pendapat (Rachmat,
dikarenakan NaCl 0,9% bersifat Dkk, 2009) yang menyatakan bahwa
isotonis atau netral, pada NaCl 3% sel yang menyerupai amuba terjadi
terlihat sedikit eritrosit agak kerusakan yang lebih parah dimana
menggumpal dan sedikit keruh dan membran tidak dapat lagi menampung
terjadi krenasi. Krenasi terjadi karena air yang masuk ke dalam sitosol dan
lingkungan hipertonik, (sel memiliki menyebebkan sel menjadi pecah.
larutan dengan konsentrasi yang lebih Pecahnya sel ini menciptakan
rendah dibandingkan larutan di sekitar morfologi sel yang demikian tersebut
luar sel), osmosis (difusi air)
b. Hemolisa dan Krenasi Darah
menyebabkan pergerakan air keluar Secara Mikroskopis
dari sel, menyebabkan sitoplasma
Secara mikroskopis hemolisa
berkurang volumenya. Sebagai
dan krenasi darah dapat dilihat pada
akibatnya, sel mengecil. karena larutan
tabel berikut:
NaCl 3% bersifat hipertonis.
Sel darah merah dalam berbagai Table 6. hemolisa dan krenasi darah
secara mikroskopis
kondisi larutan memiliki karakteristik No Darah Keterangan
yang berbeda pada kondisi larutan
1 NaCl 0.5%
yang berbeda. Kondisi yang berbeda (larutan
Hipotonik)
bergantung pada permeabilitas
membran sel terhadap lingkungannya.
2 NaCl 0,9%
Pada kondisi larutan yang hipotonis (larutan
isotonik)
seperti larutan NaCl dengan
konsentrasi NaCl 0.5% sel umumnya
3 NaCl 0,3%
akan mengalami lisis. Pada kondisi (larutan
larutan NaCl 0.9%, larutan dikatakan hipertonik)

isotonis dengan eritrosit. Sedangkan


Sumber: Data Hasil Praktikum
pada larutan dengan kondisi hipertonik Laboratorium Fisiologi
Ternak, 2016.
seperti pada NaCl 3%, eritrosit akan
Berdasarkan praktikum yang telah pembengkakan dan kemudian sel
di laksanakan, maka diperoleh hasil darah merah akan mengalami hemolisa
bahwa objek glass yang dilihat dengan (Rachman, 2009).
cara makroskopis terlihat bahwa darah
Berat Jenis Darah
yang ditambahkan dengan NaCl 0,5 %
dan 0,9 % mengalami perubahan hal Berdasarkan hasil praktikum maka
ini terjadi karena larutan NaCl 0,5 % didapat data seperti pada tabel berikut:
dan 0,9% termasuk larutan isotonis Table 7. Berat Jenis Darah
yaitu Bila sel dimasukkan kedalam No Jenis Darah Berat Jenis
1 Sapi 1,036
suatu larutan tanpa menyebabkan sel 2 Ayam Petelur 1,048
membengkak atau mengkerut. Hal ini 3 Ayam Pedaging 1,060
4 Ayam Kampung 1,050
sesuai dengan pendapat Debiariyan Sumber: Data Hasil Praktikum
(2012) yang menyatakan bahwa Laboratorium Fisiologi
Ternak, 2016.
Larutan isotonik adalah larutan yang
memiliki osmolalitas total sebesar Berdasarkan hasil praktikum

280 310 mOsm/L, larutan yang diperoleh berat jenis darah hewan

memliki osmolalitas kurang dari itu ternak berbeda-beda, yaitu sapi 1.036,

disebut hipotonik, sedangkan yang ayam petelur 1.048, ayam kampong

mele bihi disebut larutan hipertonik. 1.048, dan ayam pedaging 1.060.

sedangkan pada darah yang di Faktor-faktor yang menjadi

tambahkan dengan NaCl terlihat keruh penyebab perbedaaan berat jenis darah

dan keriput. NaCl 3 % merupakan ternak disebabkan oleh ini disebabkan

larutan Hipertonis yang mempunyai karena perbedaan gizi, berat dan

konsentrasi tinggi sehingga spesies setiap ternak dan juga

menyebabkan sel darah mengalami perbedaan aktivitas setiap makhluk

krenasi).Larutan yang berkonsentrasi hidup yang mempengaruhi banyak

tinggi akan menyebabkan sel kandungan sel darah dalam tubuh. Hal

darah akan mengalami krenasi ini sesuai dengan pendapat Frandson

sedengkan air yang masuk ke dalam (1992), bahwa darah memiliki

sel darah akan menyebabkan gravitasi jenis sedikit lebih tinggi


dibandingkan air terutama disebabkan memberikan pemahaman yang lebih
oleh adanya sel-sel darah, sel darah dan mudah dimengerti
merah lebih berat dari sel darah putih, Untuk praktikan agar selalu
dan kedua jenis sel itu lebih baik di mentaati peraturan tata tertib yang ada
banding plasma. agar terhindar dari hal-hal yang tidak
diinginkan dan saling membantu antar
PENUTUP
sesama praktikan.
Kesimpulan
Berdarakan pembahasan praktikum DAFTAR PUSTAKA
mengenai darah II yaitu hemolisa Debiariyan, 2012. Phebilitis. Unimus.
darah, tekanan osmotik eritrosit dan Hal. 7-8.

berat jenis darah, dapat ditarik Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan
Fisiologi Ternak Edisi ke-4.
kesimpulan, bahwa : Yogyakarta : Gadjah Mada
Darah yang ditambahkan NaCl University Press.
0,5%, terjadi hemolisa, NaCl Mallo, 2012. Rancang Bangun Alat Ukur
Kadar Hemoglobin Dan Oksigen
0,9% tidak terjadi hemolisa sel
Dalam Darah Dengan Sensor
darah tetap normal, dan NaCl Oximeter Secara Non-Invasive.
hal, 1-2. Fakultas tehnik
3% mengalami krenasi.
UNSRAT.
Berat jenis darah setiap hewan
Rachman, E.A.G., Adhitya, I., Ajeng,
berbeda-berbeda hal ini R., Saputra, T.A., Hafilah,
dipengaruhi karena perbedaan N.N., Kriswantoro, J.A., Zahra,
M. 2009. Respon Sel Darah
spesies, jenis kelamin, dan Merah Terhadap Perubahan
aktivitas hewan. Kondisi Osmotik Lingkungan
Dan Penambahan Larutan
Saran Deterjen. Institut Teknologi
Untuk praktikum selanjutnya alat Bandung. Volume 2 No 4.
Bandung
dan bahan praktikum dilengkapi agar
proses praktikum lebih lancer.
Untuk asisten laboratorium agar
selalu membimbing praktikan,