Anda di halaman 1dari 4

Sistem Dapar Kimiawi :

Sitem dapar kimiawi adalah campuran larutan larutan dua senyawa kimia
yang meminimalkan perubahan pH ketika asam atau basa ditambahkan atau
dikeluarkan dari larutan tersebut. Tubuh memilik 4 sistem dapar yaitu :

1. Sistem dapar H2 CO3 : HCO


3

2. Sistem dapar protein


3. Sistem dapar hemoglobin
4. Sistem dapar fosfat

1. Sistem dapar H2 CO3 : HCO


3

Pasangan dapar H2 CO3 : HCO


3 adalah sistem dapar terpenting di CES untuk

menyangga perubahan pH yang ditimbulkan oleh penyebab diluar fluktuasi


H2 CO3 penghasil CO2 . Ini adalah sistem penyangga CES yang paling efektif
karena dua sebab. Pertama H2 CO3 dan HCO3 banyak ditemukan di CES sehingga
sistem ini cepat menahan perubahan pH. Kedua, dan yang lebih penting,
komponen dari pasangan dapar ini diatur secara ketat. Ginjal mengatur HCO3 ,
dan sistem pernapasan mengatur CO2 yang menghasilkan H2 CO3 . Dengan
demikian, di tubuh sistem dapar H2 CO3 : HCO
3 mencakup keterlibatan CO2

melalui reaksi berikut :

CO2 + H2 O H2 CO3 H + + HCO


3

Ketika H + baru ditambahkan ke plasma dari sumber maupun diluar CO2 ,


reaksi diatas akan terdorong ke sisi kiri persamaan. Karena berikatan dengan
HCO +
3 maka H ekstra tersebut tidak akan lagi berkontribusi dalam keasaman

cairan tubuh sehingga tidak terjadi peningkatan [H + ]. Dalam situasi sebaliknya,


ketika [H + ] plasma kadang-kadang turun dibawah normal oleh sebab diluar
perubahan CO2 (misalnya hilangnya HCl yang berasal dari plasma di getah
lambung sewaktu muntah), reaksi terdorong ke sisi kanan persamaan. CO2 yang
larut dan H2 O di plasma membentuk H2 CO3 , yang menghasilkan H + untuk
menambah kekurangan H + . Maka sistem dapar H2 CO3 : HCO
3 menahan

turunnya [H + ]. (Sherwood, 2013)


Sistem ini tidak dapat menyangga perubahan pH yang ditimbulkan oleh
fluktuasi H2 CO3 . Sistem dapar tidak dapat menyangga dirinya sendiri sebagai
contoh situasi dimana [H + ] plasma meningkat akibat retensi CO2 karena
gangguan pernapasan. Peningkatan CO2 mendorong reaksi ke kanan sesuai
hukum aksi masa, meningkatkan [H + ] terjadi akibat reaksi yang terdorong ke
kanan akibat peningkatan CO2 , sehingga peningkatan [H + ] tidak dapat
mendorong reaksi ke arah kiri untuk menyangga peningkatan [H + ]. (Sherwood,
2013)

2. Sistem dapar protein :

Penyangga yang paling banyak terdapat di cairan tubuh adalah protein,


termasuk protein intrasel dan protein plasma. Protein adalah penyangga yang baik
karena mengandung gugus asam dan basa yang dapat menyerahkan atau
menyerap H + . Secara kuantitatif, sistem protein sangat penting dalam menyangga
perubahan [H + ] di CIS, karena besarnya jumlah protein intrasel. Protein plasma
yang jumlahnya lebih terbatas bersifat memperkuat sistem H2 CO3 : HCO3 dalam
pendaparan ekstrasel. (Sherwood, 2013)

3. Sistem dapar hemoglobin

Hemoglobin (Hb) menyangga H + yang dihasilkan dari CO2 yang diproduksi


secara metabolis secara metabolis dalam transit antara jaringan dan paru. Di
tingkat kapiler sistemik, CO2 secara terus menerus berdifusi ke dalam darah dari
sel-sel jaringan tempat gas ini dihasilkan. Sebagian besar CO2 ini membentuk
H2 CO3 , yang secara parsial terurai menjadi H + dan H2 CO3 . Sebagian besar H +
yang dihasilkan dari CO2 di tingkat jaringan akan akan terikat ke Hb tereduksi dan
tidak lagi berkontribusi untuk keasaman cairan tubuh. Jika tidak terdapat Hb maka
darah akan menjadi terla;lu asam setelah menyerap CO2 di jaringan. Dengan
kemampuan sistem Hb yang sangat besar untuk mendapar, darah vena hanya
sedikit lebih asam dari pada darah arteri meskipun terdapat CO2 penghasil H +
dalam jumlah besar di darah vena. Di paru reaksi berbalik dan CO2 yang
terbentuk dihembuskan keluar. (Sherwood, 2013)

4. Sistem dapar fosfat

Sistem dapar fosfat terdiri dari garam fosfat (NaH2 PO4 ) yang asam yang dapat
mendonasikan H + bebas ketika [H + ] turun dan garam fosfat basa (NaH2 PO4 )
yang dapat menerima H + bebas ketika [H + ] meningkat. Pada dasarnya pasangan
ini dapat mengganti H + untuk Na+ sesuai [H + ] :

Na2 HPO4 + H + NaH2 PO4 + Na+

Meskipun pasangan fosfat adalah dapar yang baik namun konsentrasinya di


CES agak rendh sehingga kurang penting sebagai penyangga CES. Karena fosfat
paling banyak di dalam sel maka sistem ini berperan secara signifikan dalam
pendaparan intrasel, hanya disaingi oleh protein intrasel yang jumlahnya lebih
banyak. (Sherwood, 2013)
Yang lebih penting, sistem fosfat berfungsi sebagai penyangga urin yang baik.
Manusia normalnya mengonsumsi lebih banyak fosfat daripada yang dibutuhkan.
Kelebihan fosfat yang difiltrasi melalui ginjal tidak direabsorpsi tetapi tetap
berada di cairan tubulus untuk diekskresikan. Fosfat yang di ekskresikan ini
mendapar urin selagi terbentuk dengan mengeluarkan dari larutan H + yang
disekskresikan ke dalam cairan tubulus. Tidak ada sistem penyangga cairan tubuh
lainnya yang ada di cairan tubulus untuk melakukan pendaparan urin selama
pembentukannya. Sebagian besar atau semua HCO
3 dan CO2 (alias H2 CO3 ) yang

difiltrasi direabsorpsi, sementara Hb dan protein plasma bahkan tidak difiltrasi.


(Sherwood, 2013)

Sherwood,Lauralee.2013.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi


6.Jakarta,EGC