Anda di halaman 1dari 20

PERAN DAN ADVOKASI PERAWAT

Makalah
Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah
Ilmu Keperawatan Dasar ( IKD )

Oleh:
Bayu Permana
Yan Imam Faiszal
Trecy D
Meiditya Paramitha
Monica Pramitha
Azizah

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN LINTAS JALUR


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN AJARAN 2015/2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sistem perawatan kesehatan berubah dengan cepat. Perawat jaman

sekarang berhadapan dengan perawatan klien yang mengharapkan asuhan

keperawatan yang berkualitas dan mengharapkan perawatan profesional sebagai

penyedia perawatan kesehatan terdidik dengan baik. Pelayanan keperawatan

mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan

kesehatan secara keseluruhan. Salah satu faktor yang mendukung keyakinan

diatas adalah kenyataan yang dapat dilihat di unit pelayanan kesehatan seperti di

rumah sakit, dimana tenaga yang selama 24 jam harus berada di sisi klien

adalah tenaga perawatan. Namun sangat disayangkan bahwa pelayanan

keperawatan pada saat ini masih jauh dari apa yang diharapkan. Keadaan ini

bukan saja disebabkan oleh terbatasnya jumlah tenaga keperawatan yang kita

miliki, tetapi terutama dikarenakan oleh terbatasnya kemampuan profesional

yang dimiliki oleh sebagian besar jenis tenaga ini.

Proses keperawatan merupakan suatu jawaban untuk pemecahan

masalah dalam keperawatan, karena proses keperawatan merupakan metode

ilmiah yang digunakan secara sistematis dan menggunakan konsep dan prinsip

ilmiah yang digunakan secara sistematis dalam mencapai diagnosa masalah

kesehatan klien, merumuskan tujuan yang ingin dicapai, menentukan tindakan

dan mengevaluasi mutu serta hasil asuhan keperawatan.


Pendekatan sistem dapat didefinisikan untuk memandang sesuatu

sebagai suatu sistem yang terdiri dari unsur-unsur, komponen-komponen,

elemen-elemen atau unit-unit yang saling berhubungan, saling berinteraksi,

saling tergantung dalam mencapai tujuan. Pendekatan sistem meliputi cara

berpikir tentang fenomena secara keseluruhan, metode atau teknik dalam

memecahkan masalah atau pengambilan keputusan (kesadaran adanya masalah

karena berbagai faktor).

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah yang dimaksud dengan peran ?

2. Apakah yang dimaksud dengan konsep keperawatan ?

C. TUJUAN

1. Menjelaskan tentang peran.

2. Menjelaskan tentang konsep keperawatan.


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PERAN

1. Peran

Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain

terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran

dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat

stabil (Fadli dalam Kozier Barbara, 2008).

B. KONSEP KEPERAWATAN

1. Falsafah Keperawatan

Falsafah keperawatan merupakan pandangan dasar tentang hakikat

manusia dan esensi yang menjadikan kerangka dasar dalam praktek

keperawatan. Hakekat manusia yang dimaksud disini adalah manusia sebagai

makhluk biologis, psikologis, sosial dan spiritual, sedangkan esensinya adalah

falsafah keperawatan yang meliputi :

a. Memandang bahwa klien sebagai manusia yang utuh (holistik) yang harus

dipenuhi segala kebutuhannya baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial

dan spiritual yang diberikan secara kompeherensif dan tidak bisa

dilakukan secara sepihak atau sebagian dari kebutuhannya.

b. Bentuk pelayanan yang diberikan harus secara langsung dengan

memperhatikan aspek kemanusiaan.

c. Setiap orang berhak mendapatkan perawatan tanpa memandang perbedaan


suku, kepercayaan, status sosial, agama, dan ekonomi.

d. Pelayanan keperawatan tersebut merupakan bagian integral dari sistem

pelayanan kesehatan mengingat perawat bekerja dalam lingkup tim

kesehatan bukan sendiri-sendiri.

e. Klien adalah mitra yang selalu aktif dalam pelayanan kesehatan, bukan

seorang penerima jasa pasif (Hidayat, 2008).

2. Pengertian Keperawatan

Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan

melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang

diperoleh melalui pendidikan keperawatan (Undang-Undang Kesehatan

No.23,1992). Dalam Permenkes RI No. 1239 tahun 2001, dijelaskan bahwa

perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan, baik di

dalam maupun di luar negeri.

3. Peran Perawat Kesehatan

a. Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan

Dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang

dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan

menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis

keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat

sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dievaluasi

tingkat perkembangannya.
b. Peran sebagai advokasi klien

Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga

dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan

atau informasi khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan

keperawatan yang diberikan kepada klien, juga dapat berperan

mempertahankan dan melindungi hak - hak klien.

c. Peran edukator

Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan

tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang

diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan

pendidikan kesehatan.

d. Peran koordinator

Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta

mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga

pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan

kebutuhan klien.

e. Peran kolaborator

Peran perawat disini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim

kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain

dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang

diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk

pelayanan selanjutnya.
f. Peran konsultan

Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah

atau tindakan keperawatan yang tempat untuk diberikan. Peran ini

dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan

pelayanan keperawatan yang diberikan.

g. Peran pembaharu

Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan

perencanaan, kerja sama, perbaruan yang sistematis dan terarah sesuai

dengan metode pemberian pelayanan keperawatan (Azis, 2008).

4. Tanggung Jawab Profesi Keperawatan

a. Perawat harus menempatkan kebutuhan klien diatas kepentingan sendiri.

b. Perawat harus melindungi hak klien untuk memperoleh keamanan dan

pelayanan yang berkualitas.

c. Perawat harus selalu meningkatkan pengetahuan, keahlian, serta menjaga

perilaku dalam melaksanakan tugasnya.

5. Hak dan Kewajiban Perawat

a. Hak perawat adalah sebagai berikut:

1) Perawat berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam

melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.

2) Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui kemampuan

spesialisasi sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

3) Perawat berhak menolak keinginan klien yang bertentangan dengan


perundang-undangan serta standar dan kode etik keperawatan.

4) Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap dari klien atau

keluarganya tentang keluhan kesehatan dan ketidakpuasan terhadap

pelayanan kesehatan yang diberikan.

5) Perawat berhak untuk mendapatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang

keperawatan/kesehatan secara terus menerus.

6) Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil dan jujur baik oleh

institusi pelayanan maupun oleh klien.

7) Perawat berhak mendapat jaminan perlindungan terhadap risiko kerja

yang dapat menimbulkan bahaya baik secara fisik maupun stres

emosional.

8) Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan

kebijaksanaan pelayanan kesehatan.

9) Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila nama

baiknya dicemarkan oleh klien/keluarganya serta tenaga kesehatan

lainnya.

b. Kewajiban Perawat

1) Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.

2) Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai

dengan standar profesi dan batas kegunaannya.

3) Perawat wajib menghormati hak klien.


4) Perawat wajib merujuk klien kepada perawat atau tenaga kesehatan

lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik bila

yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya.

5) Perawat wajib memberikan kesempatan kepada klien untuk

berhubungan dengan keluarganya, selama tidak bertentangan dengan

standar profesi yang ada.

6) Perawat wajib memberikan kesempatan pada klien untuk menjalankan

ibadahnya sesuai dengan agama atau kepercayaannya masing-masing

selama tidak mengganggu klien lainnya.

7) Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga

kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan

keperawatan kepada klien.

8) Perawat wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan

keperawatan yang diberikan kepada klien atau keluarganya sesuai

dengan kemampuannya.

9) Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatn secara akurat

dan berkesinambungan.

10) Perawat wajib mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi keperawatan atau kesehatan secara terus-menerus.

11) Perawat wajib melakukan pelayanan darurat sebagai tugas

kemanusiaan sesuai dengan batas kewenangannya.

12) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang


klien, kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang.

13) Perawat wajib memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian

yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja

(Suhaemi, 2002 ).

6. Peran Advokasi Perawat

a. Pengertian advokasi

Advokasi adalah proses pembelaan yang dilakukan untuk

mendukung atau memberikan argumentasi bagi kebutuhan orang

lain/bertindak sebagai pembela klien dalam praktik keperawatan (Brooker,

2001). Advokat adalah seseorang yang membela perkara orang lain

(Kozier Erb, 2004). Advokat klien adalah seorang advokat yang membela

hak-hak klien. Defenisi lain menekankan advokat sebagai pendukung dan

pelindung dari hal-hal yang merugikan klien, sumber informasi tentang

status kesehatan klien, penolong dalam mengidentifikasi kebutuhan

pilihan-pilihan, keinginan dan penolong klien dalam membuat keputusan

yang dibutuhkan dalam pengobatan klien. Oleh karena itu, advokasi

merupakan konsep yang penting dalam praktek keperawatan, peran

perawat sebagai advokat disini harus bertanggung jawab untuk melindungi

hak klien mereka dari adanya penipuan atau penyimpangan (Purba &

Pujiastuti, 2009).

Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan

kinerja yang ditampilkan untuk memperoleh hasil pelayanan yang


berkualitas tinggi dengan memahami uraian tugas dan spesifikasinya serta

berdasarkan standar yang berlaku. Perawat yang bertanggung jawab

berarti menunjukkan kewajibannya sebagai seorang profesional dengan

komitmen menempatkan kebutuhan klien di atas kepentingan sendiri

(Putri & Fanani, 2010).

Creasia dan Parker (2001) menjelaskan bahwa konsep advokasi

memiliki tiga pengertian, yaitu :

1) Model perlindungan terhadap hak

Model ini menekankan pada perawat untuk melindungi hak

klien agar tidak ada tindakan tenaga kesehatan yang akan merugikan

klien selama dirawat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara

menginformasikan kepada klien tentang semua hak yang dimilikinya,

memastikan klien memahami hak yang dimilikinya, melaporkan

pelanggaran terhadap hak klien dan mencegah pelanggaran hak klien.

2) Model pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai yang dianut

klien

Model ini menekankan pada perawat untuk menyerahkan

segala keputusan tentang perawatan yang akan dijalankan oleh klien

kepada klien itu sendiri, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut klien.

Perawat tidak diperbolehkan memaksakan nilai-nilai pribadinya untuk

membuat keputusan pada klien, melainkan hanya membantu klien

mengeksplorasi keuntungan dan kerugian dari semua alternatif pilihan


atau keputusan.

3) Model penghargaan terhadap orang lain

Model ini menekankan pada perawat untuk menghargai klien

sebagai manusia yang unik. Perawat harus menyadari bahwa sebagai

manusia yang unik, klien memiliki kebutuhan yang berbeda-beda satu

sama lain. Perawat harus mempunyai semua yang terbaik bagi klien

sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Dewasa ini, banyak definisi umum advokat yang menekankan

pentingnya hak-hak klien dalam mengambil keputusan. Dalam hal ini,

perawat advokat menolong klien sebagai makhluk yang memiliki

otonomi untuk mengambil keputusan sendiri, yang sesuai dengan

keinginan klien dan bukan karena pengaruh dari perawat atau tenaga

kesehatan lainnya. Pendidikan dan dukungan kepada klien diberikan

sesuai kebutuhan dan pilihannya. Perawat diharapkan mampu

mengidentifikasi dan mengerti keinginan klien dan memastikan bahwa

keinginan tersebut merupakan keputusan yang terbaik dari klien. Jadi,

dapat disimpulkan bahwa peran advokat klien adalah dasar dari semua

peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan dan dukungan

terhadap klien, dengan melindungi hak klien dan bertindak atas nama

klien.

7. Tanggung jawab perawat dalam menjalankan peran advokat klien

Nelson (1988) dalam Creasia & Parker (2001) menjelaskan bahwa


tanggung jawab perawat dalam menjalankan peran advokat klien adalah :

a. Sebagai pendukung klien dalam proses pembuatan keputusan, dengan cara

: memastikan informasi yang diberikan pada klien dipahami dan berguna

bagi klien dalam pengambilan keputusan, memberikan berbagai alternatif

pilihan disertai penjelasan keuntungan dan kerugian dari setiap keputusan,

dan menerima semua keputusan klien.

b. Sebagai mediator (penghubung) antara klien dan orang-orang disekeliling

klien, dengan cara : mengatur pelayanan keperawatan yang dibutuhkan

klien dengan tenaga kesehatan lain, mengklarifikasi komunikasi antara

klien, keluarga, dan tenaga kesehatan lain agar setiap individu memiliki

pemahaman yang sama, dan menjelaskan kepada klien tentang peran

tenaga kesehatan.

c. Sebagai orang yang bertindak atas nama klien dengan cara : memberikan

lingkungan yang sesuai dengan kondisi klien, melindungi klien dari

tindakan yang dapat merugikan klien, dan memenuhi semua kebutuhan

klien selama dalam perawatan.

8. Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh perawat advokat

Menurut Kozier & Erb (2004) untuk menjalankan perannya sebagai

advokasi klien, perawat harus memiliki nilai-nilai dasar, yaitu :

a. Klien adalah makhluk holistik dan otonom yang mempunyai hak untuk

menentukan pilihan dan mengambil keputusan.

b. Klien berhak untuk mempunyai hubungan perawat klien yang didasarkan


atas dasar saling menghargai, percaya, bekerja sama dalam menyelesaikan

masalah yang berhubungan dengan masalah kesehatan dan kebutuhan

perawatan kesehatan, dan saling bebas dalam berpikir dan berperasaan.

c. Perawat bertanggung jawab untuk memastikan bahwa klien telah

mengetahui cara memelihara kesehatannya.

Selain harus memiliki nilai-nilai dasar di atas, perawat harus memiliki

sikap yang baik agar perannya sebagai advokat klien lebih efektif. Beberapa

sikap yang harus dimiliki perawat, adalah :

a. Bersikap asertif

Bersikap asertif berarti mampu memandang masalah klien dari sudut

pandang yang positif. Asertif meliputi komunikasi yang jelas dan

langsung berhadapan dengan klien.

b. Mengakui bahwa hak-hak dan kepentingan klien dan keluarga lebih utama

walaupun ada konflik dengan tenaga kesehatan yang lain.

c. Sadar bahwa konflik dapat terjadi sehingga membutuhkan konsultasi,

konfrontasi atau negosiasi antara perawat dan bagian administrasi atau

antara perawat dan dokter.

d. Dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain

Perawat tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perawatan yang

berkualitas bagi klien. Perawat harus mampu berkolaborasi dengan tenaga

kesehatan lain yang ikut serta dalam perawatan klien.

e. Tahu bahwa peran advokat membutuhkan tindakan yang politis, seperti


melaporkan kebutuhan perawatan kesehatan klien kepada pemerintah atau

pejabat terkait yang memiliki wewenang/otoritas.

9. Tujuan dan hasil yang diharapkan dari peran advokat klien

Tujuan dari peran advokat berhubungan dengan pemberdayaan

kemampuan klien dan keluarga dalam mengambil keputusan. Saat berperan

sebagai advokat bagi klien, perawat perlu meninjau kembali tujuan peran

tersebut untuk menentukan hasil yang diharapkan bagi klien. Menurut Ellis &

Hartley (2000), tujuan peran advokat adalah :

a. Menjamin bahwa klien, keluarga dan tenaga kesehatan lain adalah partner

dalam perawatan klien

Klien bukanlah objek tetapi partner perawat dalam meningkatkan derajat

kesehatannya. Sebagai partner, klien diharapkan akan bekerja sama

dengan perawat dalam perawatannya.

b. Melibatkan klien dalam pengambilan keputusan

Klien adalah makhluk yang memiliki otonomi dan berhak untuk

menentukan pilihan dalam pengobatannya. Namun, perawat berkewajiban

untuk menjelaskan semua kerugian dan keuntungan dari pilihan-pilihan

klien.

c. Memiliki saran untuk alternatif pilihan

Saat klien tidak memiliki pilihan, perawat perlu untuk memberikan

alternatif pilihan pada klien dan tetap memberi kesempatan pada klien

untuk memilih sesuai keinginannya.


d. Menerima keputusan klien walaupun keputusan tersebut bertentangan

dengan pengobatannya

Perawat berkewajiban menghargai semua nilai-nilai dan kepercayaan

klien.

e. Membantu klien melakukan yang mereka ingin lakukan

Saat berada di rumah sakit, klien memiliki banyak keterbatasan dalam

melakukan berbagai hal. Perawat berperan sebagai advokat untuk

membantu dan memenuhi kebutuhan klien selama dirawat di rumah sakit.

f. Melindungi nilai-nilai dan kepentingan klien

Setiap individu memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang berbeda - beda.

Sebagai advokat bagi klien, perawat diharapkan melindungi nilai-nilai

yang dianut klien dengan cara memberikan perawatan dan pengobatan

yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

g. Membantu klien beradaptasi dengan sistem pelayanan kesehatan

Saat klien memasuki lingkungan rumah sakit, klien akan merasa asing

dengan lingkungan sekitarnya. Perawat bertanggung jawab untuk

mengorientasikan klien dengan lingkungan rumah sakit dan menjelaskan

semua peraturan-peraturan dan hak-haknya selama di rumah sakit,

sehingga klien dapat beradaptasi dengan baik.

h. Memberikan perawatan yang berkualitas kepada klien

Dalam memberikan asuhan keperawatan harus sesuai dengan protap

sehingga pelayanan lebih maksimal hasilnya.


i. Mendukung klien dalam perawatan

Sebagai advokat bagi klien, perawat menjadi pendamping klien selama

dalam perawatan dan mengidentifikasi setiap kebutuhan-kebutuhan serta

mendukung setiap keputusan klien.

j. Meningkatkan rasa nyaman pada klien dengan sakit terminal

Perawat akan membantu pasien melewati rasa tidak nyaman dengan

mendampinginya dan bila perlu bertindak atas nama klien menganjurkan

dokter untuk memberikan obat penghilang nyeri.

k. Menghargai klien

Saat perawat berperan sebagai advokat bagi klien, perawat akan lebih

mengerti dan menghargai klien dan hak-haknya sebagai klien.

l. Mencegah terjadinya pelanggaran terhadap hak hak klien

Perawat sebagai advokat bagi klien berperan melindungi hak-hak klien

sehingga klien terhindar dari tindakan-tindakan yang merugikan dan

membahayakan klien.

m. Memberi kekuatan pada klien

Perawat yang berperan sebagai advokat merupakan sumber kekuatan bagi

klien yang mendukung dan membantunya dalam mengekspresikan

ketakutan, kecemasan dan harapan-harapannya.

Hasil yang diharapkan dari klien saat melakukan peran advokat (Ellis

& Hartley, 2000), adalah klien akan :

a. Mengerti hak-haknya sebagai klien.


b. Mendapatkan informasi tentang diagnosa, pengobatan, prognosis, dan

pilihan-pilihannya.

c. Bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya.

d. Memiliki otonomi, kekuatan, dan kemampuan memutuskan sendiri.

e. Perasaan cemas, frustrasi, dan marah akan berkurang.

f. Mendapatkan pengobatan yang optimal.

g. Memiliki kesempatan yang sama dengan klien lain.

h. Mendapatkan perawatan yang berkesinambungan.

i. Mendapatkan perawatan yang efektif dan efisien.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang

lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Konsep

keperawatan terdiri dari falsafah keperawatan, pengertian keperawatan, peran

perawat kesehatan, tanggung jawab profesi keperawatan, hak dan kewajiban

perawat, peran advokasi perawat, tanggung jawab perawat dalam menjalankan

peran advokat klien, nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh perawat

advokat, tujuan dan hasil yang diharapkan dari peran advokat klien.

B. SARAN

Sebagai perawat harus memahami suatu penyakit dari sudut medik

maupun keperawatan adalah hal yang mutlak sebelum berhadapan dengan

berbagai macam kasus. Oleh sebab itu, baik sekali apabila perawat

menumbuhkan minat baca untuk menambah wawasan. Perawat juga harus

mampu menemukan masalah-masalah yang sungguh-sungguh terjadi pada

klien untuk menegakkan suatu diagnosa keperawatan yang memerlukan

penanganan segera.
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Alimul Aziz, H. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2. Jakarta:


Salemba Medika.
Brooker, C. (2001). Kamus Keperawatan. Edisi 31. Jakarta: EGC

Creasia & Parker (2001), kamus saku keperawatan. (edisi 31). EGC, Jakarta

Ellis, J.R. & Hartley, C.L. (2000). Managing and collaborating nursing care. (3rd ed). USA:
Lippincott Williams & Wilknis.

Hidayat, A. Aziz Alimul, 2008, Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Jakarta: Salemba
Medika.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A. & Snyder S.J. (2004). Fundamentals of Nursing. Seventh
Edition. New Jersey : Prentice Hall Inc.

Kozier, Barbara, Fundamentals of nursing: concepts, process and practice, (Pearson


Education, 2008)
Purba. J. M. & Pujiastuti. S. E. (2009). Dilema etik & pengambilan keputusan etis. Jakarta.
EGC.

Putri. H. T. & Fanani. A. (2010). Etika profesi keperawatan. Yogyakarta. Citra pustaka.

Suhaemi, Mimin Emi. 2002. Etika Keperawatan. Jakarta: Kedokteran EGC.

Nelson. J.S. 1988, Fisher of the World. 2 nd Edition, Jhon Willey and Sons,

NewYork, 11-37.