Anda di halaman 1dari 4

2.1.

1 Indikasi Pencabutan Gigi Sulung

Dalam pertimbangan ekstraksi gigi sulung, harus selalu ditekankan bahwa umur bukanlah

kriteria untuk menentukan apakah gigi sulung harus diekstraksi atau tidak. Oklusi,

perkembangan lengkung rahang, ukuran gigi, jumlah akar, termasuk resorpsi akar pada gigi

sulung, tingkat perkembangan dari gigi suksesor dan gigi tetangga, serta ada atau tidaknya

infeksi merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan kapan dan

bagaimana gigi sulung harus diekstraksi.

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, indikasi ekstraksi untuk gigi sulung adalah

sebagai berikut:

1. Natal tooth (gigi yang sudah saat bayi lahir) dan neonatal tooth (gigi yang erupsi 1 30

hari kehidupan). Gigi ini dicabut bila :

- Mobiliti

- Bila mengiritasi : menyebabkan ulserasi pada lidah

- Mengganggu untuk menyusui

2. Gigi dengan karies luas, karies mencapai bifurkasi dan tidak dapat direstorasi sebaiknya

dilakukan pencabutan. Kemudian dibuatkan space maintainer.

3. Infeksi di periapikal atau di interradikular dan tidak dapat disembuhkan kecuali dengan

pencabutan.

4. Gigi yang sudah waktunya tanggal dengan catatan bahwa penggantinya sudah akan

erupsi.

5. Gigi sulung yang persistensi

6. Gigi sulung yang mengalami impacted, karena dapat menghalangi pertumbuhan gigi

tetap.
7. Gigi yang mengalami ulkus decubitus

8. Untuk perawatan ortodonsi

9. Supernumerary tooth.

10. Gigi penyebab abses dentoalveolar akut dengan selulitis.

Dalam mempertimbangkan perawatan konservatif untuk gigi sulung dengan infeksi pulpa

atau jaringan periapikal, kondisi sistemik pasien juga sama pentingnya dengan kondisi local gigi.

Prosedur konservatif juga merupakan kontraindikasi pada penyakit jantung congenital, pada

gangguan ginjal, dan pada kasus-kasus yang dicurigai terdapat fokal infeksi. Fokal infeksi primer

dan penanganannya dapat menyebabkan terjadinya bakterimia singkat yang dapat diikuti dengan

endokarditis bakteri subakut pada pasien dengan rheumatic disease dan penyakit jantung

congenital serta dapat menyebabkan flare-up pada organ lain.

Ekstraksi relatif dapat menghilangkan bahaya dengan penggunaan antibiotic secara bijak

sebelum dan sesudah operasi.

2.1.2 Kontraindikasi Pencabutan Gigi Sulung

Kontraindikasi untuk ekstraksi, terkecuali untuk pertimbangan yang akan dijelaskan

dibawah, kurang lebih sama dengan orang dewasa. Kebanyakan dari kontraindikasi ini bersifat

relatif dan dapat diatasi dengan tindakan pencegahan dan premedikasi khusus.

1. Infeksi stomatitis akut, infeksi Vincent akut atau herpetic stomatitis, dan lesi sejenis

seharusnya dihilangkan sebelum pertimbangan untuk tindakan ekstraksi. Pengecualian

untuk kondisi seperti abses dentoalveolar akut dengan cellulitis, yang memerlukan

ekstraksi segera.
2. Blood dyscrasias membuat pasien rentan terhadap infeksi postoperative dan hemorrhage.

Ekstraksi dapat dilakukan hanya sesudah dilakukan konsultasi yang adekuat dengan

hematologist dan persiapan yang baik dari pasien.

3. Acute atau chronic rheumatic heart disease, kelainan jantung congenital, dan penyakit

ginjal membutuhkan antibiotik yang tepat.

4. Acute pericementitis, abses dentoalveolar, dan cellulitis seharusnya dirawat sebagaimana

yang akan dijelaskan selanjutnya, ketika dan jika diindikasikan, dengan pemberian

antibiotik preoperative dan postoperative.

5. Infeksi sistemik akut pada masa kanak-kanak merupakan kontraindikasi pemilihan

tindakan ekstraksi pada anak-anak karena resistensi rendah dari tubuh dan kemungkinan

terjadinya infeksi sekunder.

6. Malignancy, jika dicurigai, merupakan kontraindikasi dari ekstraksi gigi. Trauma dari

ekstraksi memiliki kecenderungan untuk mempertinggi laju pertumbuhan dan penjalaran

tumor. Pada situasi lain, ekstraksi secara kuat diindikasikan jika rahang atau jaringan

disekitarnya menerima terapi radiasi untuk keganasan; hal ini dibenarkan untuk

menghindari resiko dari infeksi pada tulang yang telah terpapar radiasi.

7. Gigi yang tersisa pada tulang yang terpapar sinar dapat diekstraksi hanya sebagai usaha

terakhir dan hanya setelah seluruh konsekuensinya dijelaskan kepada orang tuanya. Jika

gigi harus di cabut, konsultasi dengan radiologist yang menanganinya merupakan pilihan

yang bijak. Infeksi tulang akan mengikuti ekstraksi pada kebanyakan kasus walaupun

setelah terapi antibiotic, dikarenakan avascularity yang mengikuti radiasi. Infeksi terjadi

mengikuti perkembangan osteomyelistis secara lambat yang sangat menyakitkan dan


tidak dapat dikontrol terkecuali dengan reseksi besar dari tulang yang terpapar. Oleh

karena itu, sangat berbahaya untuk mencabut gigi setelah paparan radiasi.

8. Diabetes mellitus merupakan kontraindikasi relatif. Konsultasi dengan dokter merupakan

tindakan pencegahan yang bijak untuk memastikan bahwa anak tersebut dibawah kontrol.

Pada kasus diabetes terkontrol, satu hal yang tidak teramati infeksi lebih dari anak normal

dan oleh karena itu antibiotik bukan prasyarat untuk ekstraksi. Hal ini penting untuk anak

dengan diabetes untuk menjaga diet dengan komposisi kualitas dan kuantitas yang sama

setelah operasi. Perubahan pada hal ini dapat merubah metabolisme gula dan lemak pada

anak.