Anda di halaman 1dari 18

1.

JENIS JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang dapat digunakan untuk penelitian dalam bidang

administrasi dan manajemen, baik penelitian yang bersifat akademik

(mahasiswa) , profesional ( pengembangan ilmu, teknologi dan seni) dan

Institusional ( penelitian untuk pemuasan kebijakan atau pengambilan

keputusan)

Penelitian akademik merupakan penelitian yang dilakukan oleh para

mahasiswa dalam membuat skirpsi, tesis dan disertasi. Penelitian ini lebih

mementingkan validitas internal, variable penelitian terbatas, serta

kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Penelitian professional merupakan penelitian yang dilakukan oleh

orang yang profesi sebagai peneliti, misalnya para Dosen Perguruan Tinggi,

Peneliti di LIPI, Litbang Lembaga Pemerintah dan Swasta. Tujuan dari

penelitian professional adalah untuk mendapatkan pengetahuan penelitian

lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan untuk kepentingan masyarakat

ilmiah.

Penelitian institusional merupakan penelitian yang bertujuan untuk

mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan

kelembagaan. Hasil penelitian sangat berguna untuk bagi pemimpin, manajer,

direktur untuk pengambilan keputusan.

1
Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokan menurut , Tujuan,

pendekatan, tingkat eksplansi dan analisis & jenis data. Dengan mengetahui

jenis-jenis penelitian, maka peneliti pada bidang administrasi atau manajemen

diharapkan dapat memilih metode yang paling efektif dan efisien untuk

mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk pengembangan ilmu,

teknologi dan seni serta untuk memecahkan masalah-masalah di bidang

administrasi atau manajemen.

2
1.1 Penelitian Menurut Tujuan

Penelitian menurut tujuan dapat dikelompokan menjadi 2 yakni;


penelitian murni dan penelitian terapan (pure research & applied research).
Penelitian murni merupakan penilitian yang dilakukan diarahkan sekedar
untuk memahami masalah organisasi secara mendalam ( tanpa ingin
menerapkan hasilnya ) sedangkan penelitian terapan merupakan penelitian
yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah Uma Sekaran (1994).

Gsy (1997) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan


Antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah, karena keduanya
terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk
mengembangkanteori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung
bersifat praktis. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan ,
menguji, dan mengevaluasi kemapuan suatu teori yang diterapkan dalam
memecahkan masalah-masalh praktis.

Jujun S. Suariasumantri (1985) menyatakn bahwa penelitian dasar atau


murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian terapan adalah
bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

1.2 Penelitian Menurut Metode

Penelitian menurut metode, dapat dikelompokkan menjadi metode


penelitian survey, ex post facto, eksperimen, naturalistik, policy research

3
(penelitian kebijakan), action research (penelitian tindakan), evaluasi, dan
sejarah.

1.2.1 Penelitian Survey


Kerlinger (1973) mengemukakan bahwa, penelitian survey adalah
penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data
yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-
hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.
Penelitian survey pada umumnya dilakukan untuk mengambil suatu
generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Walaupun metode
survey ini tidak memerlukan kelompok control seperti halnya pada metode
eksperimen, namun generalisasi yang dilakukan bias lebih akurat bila
digunakan sampel yang representatif (David Kline : 1980). Contoh
misalnya : penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat
dalam memilih pemimpin nasional, dan daerah; kualitas SDM masyarakat
Indonesia; sikap masyarakat terhadap amandemen undang-undang dasar,
pengaruh anggaran pendidikan terhadap kualitas SDM negara, dll.

1.2.2 Penelitian Ex Post Facto


Penelitian Ex Post Facto adalah suatu penelitian yang dilakukan
untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke
belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat yang menyebabkan
timbulnya kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan logika dasar yang
sama dengan penelitian eksperimen yaitu jika x maka y, hanya saja dalam
penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variabel independen.
Contoh misalnya : penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab

4
terjadinya kerusuhan di suatu daerah, penelitian untuk mengungkapkan
sebab-sebab si A atau B terpilih menjadi Gubernur, Bupati dll.
1.2.3 Penelitian Eksperimen
Penelitian dengan pendekatan eksperimen, adalah suatu penelitian
yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variabel yang
lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk
metode eksperimen yaitu: pre experimental, true experiental, factorial, dan
quasi experimental. (Tuckman 1982: 128 156). Penelitian eksperimen ini
pada umumnya dilakukan pada laboratorium. Contoh misalnya: penelitian
penerapan metode kerja baru terhadap produktivitas kerja, penelitian
pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas,
pengaruh gaya kepemimpinan tertentu terhdap disiplin kerja pegawai, dan
lain-lain.

1.2.4 Penelitian Naturalistik

Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif.


Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan
untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. (sebagai lawannya adalah
eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
dari pada generalisasi. Contoh : penelitian untuk mengungkapkan makna
upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk
mengungkapkan makna sebenarnya dari kegiatan demntrasi berbagai
kelompok masyarakat, penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), penelitian
untuk menentukan metode mengajar yang paling efektif untuk anak yang
berasal dari daerah terpencil.

5
1.2.5 Policy Research (Penelitian Kebijaksanaan)
Policy research (metoda penelitian kebijaksanaan) dimulai karena
adanya masalah, dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para
administrator/manajer atau para pengambil keputusan pasa suatu
organisasi. Majchrzak (1984) mendefinisikan policy research adalah suatu
proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-
masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat
direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara
praktis dalam menyelesaikan masalah. Policy research ini sangat relevan
bagi perencana dan perencanaan. Contoh : penelitian untuk membuat
undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk mendapatkan
informasi guna menentukan sistem penggajian karyawan, penelitian untuk
mendapatkan informasi guna menentukan jenis pendidikan yang perlu
dikembangkan di suatu daerah, penelitian untuk mengembangkan struktur
organisasi, dll.

1.2.6 Action Research (Penelitian Tindakan)


Penelitian tindakan merupakan penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi
dapat ditekan dan prduktivitas lembaga dapat meningkat. Penelitian
melibatkan peneliti dan karyawan untuk mengkaji bersama-sama tentang
kelemahan dan kebaikan prosedur kerja, metode kerja, dan alat-alat kerja
yang digunakan selama ini dan selanjutnya mendapatkan metode kerja baru
yang dipandang paling efisien. Metode kerja baru tersebut selanjutnya
dicobakan, dievaluasi secara terus-menerus dalam pelaksanaannya,
sehingga sampai ditemukan metode yang paling efisien untuk
dilaksanakan. Contoh : penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode

6
kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar
yang paling baik, dll.
Jadi dapat dinyatakan di sini bahwa, penelitian tindakan adalah suatu
proses yang dilalui oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki
perubahan dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang diperkirakan
akan menghasilkan perubahan tersebut dan kemudia, setelah sampai pada
tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, melaksanakan
prosedur ini. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah (1) situasi, (2)
perilaku, (3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan
pranata.

1.2.7 Penelitian Evaluasi

Dalam hal yang khusus, penelitian evaluasi dapat dinyatakan sebagai


evaluasi dapat dinyatakan sebagai evaluasi, tetapi dalam hal lain juga dapat
dinyatakan sebagai penelitian. Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan
bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan
suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah
ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk
menjelaskan fenomena. Terdapat dua jenis dalam penelitian evaluasi yaitu:
penelitian evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan evaluasi
sumatif yang menekankan pada produk (Kidder 1981 : 84).
Evaluasi formatif digunakan untuk mendapatkan feedback dari suatu
aktivitas dalam bentuk proses, sehingga dapat digunakan untuk
meningkatkan kualitas program atau produk yang berupa barang atau jasa.
Evaluasi sumatif menekankan pada efektivitas pencapaian program yang
berupa produk tertentu. Contoh : penelitian evaluasi formatif : penelitian
untuk mengevaluasi proses pelaksanaan pelayanan Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB), proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan

7
proses belajar mengajar. Contoh penelitian evaluasi sumatif, penelitian
hasil dari suatu kebijakan, misalnya efektivitas program IDT, Jaring
Pengaman Sosial, Keluarga Berencana, kebijakan mobil berpenumpang
tiga, kebijakan pendidikan Link and Match, hasil proses belajar mengajar
dengan metode tertentu,dll.

1.2.8 Penelitian Sejarah


Penelitian sejarah berkenaan dengar, analisis yang logis terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung dimasa lalu. Jadi penelitian tidak
mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti. Walaupun demikian
sumber datanya bias primer, yaitu orang terlibat langsung dalam kejadian
itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu.
Tujuan penelitian sejarah menurut Isaac (1981) adalah untuk
merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan
obyektif, melalui pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data
diperoleh, sehingga dapat ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu
kesimpulan. Namun demikian kesimpulan yang diperoleh sifatnya masih
hipotesis.
Penelitian sejarah terutama dapat digunakan untuk menjawab
pertanyaan tentang : kapan kejadian itu berlangsung, siapa pelaku-
pelakunya, dan bagaimana prosesnya. Contoh : penelitian untuk
mengetahui kapan berdirinya kota tertentu sehingga dapat digunakan untuk
menentukan hari ulang tahun; penelitian untuk mengetahui bagaimana
manajemen pembuatan candi Borobudur atau Prambanan; penelitian untuk
mengetahui perkembangan peradapan kelompok masyarakat tertentu, dan
lain-lain.

1.3. Penelitian Menurut Ekplansinya

8
Tingkat ekspalanasi menurut David Kline (level of explanation) adalah
tingkatan enjelasan. Jadi penelitian eksplanasi adalah penelitian yang
bermaksud menjelaskan kedudukan variable-variabel yang diteliti serta
hubungan antara satu variable dengan variable lain. Berdasarkan hal ini,
penelitian dapat dikelompokkan menjadi, deskriptif, komparatif, dan
asosiatif

1.3.1 Penelitian Deskriptif

Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable


mandiri, baik satu variable atau lebih (independen) tanpa membuat
perbandingan, atau menghubungkan antara variable satu dengan variable
yang lain. Suatu penelitian yang berusaha menjawab pertanyaan seperti,
bagaimanakah profil Presiden di Indonesia, seberapa besar produktifitas
kerja Pegawai Negeri, seberapa besar keuntungan BUMN dan BUMD
tahun ini; bagaimanakah etos kerja, dan prestasi kerja para karyawan
didepartemen X, bagaimanakah kualitas SDM Indonesia, adalah suatu
bentuk penelitian deskritif. Yang dicetak miring adalah variable yang
diteliti, yang bersifat mandiri.

1.3.2 Penelitian Komparatif

Penelitian komporatif, adalah suatu penelitian yang bersifat


membandingkan. Di sini variabelnya masih sama dengan penelitian
variable mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu, atau dalam
waktu yang berbeda. Contoh : adakah perbedaan profil Presiden
Indonesia dari waktu ke waktu, adakah, adakah keuntungan BUMN
dengan Perusahaan Swasta, adakah perbedaan kemampuan kerja antara

9
lulusan SMK dengan SMU, adalah perbedaan efektivitas antara Undang-
Undang Dasar yang lama dengan yang baru.

1.3.3 Penelitian Asosiatif/ Hubungan

Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk


mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Penelitian ini
mempunyai tingkatan yang tertinggi bila dibandingkan dengan penelitian
deskritif dan komparatif. Dengan penelitian ini maka akan dibangun suatu
teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan
mengontrol suatu gejala.

Pada penelitian ini minimal terdapat dua variable yang dihubungkan.


Bentuk hubungan antara variable ada tiga hal yaitu : Simetris, kausal dan
interaktif/reciprocal.

Hubungan simetris adalah suatu bentuk hubungan karena munculnya


bersama-sama, misalnya ada hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan

10
tamu. Kalau ada kupu-kupu masuk rumah diramalkan aka nada tamu, yang
menyebabkan datangnya tamu bukan kupu-kupu. Hubungan kausal adalah
hubungan sebab akibat, bila X maka Y. contoh bila pelayanana kepada
masyarakat baik, akan terjadi demonstrasi. Jadi yang menyebabkan
masyarakat tidak demo jadalah karena pelayanan kepada masyarakat baik.
Pengaruh panas terhadap muai panjang, dalam hal ini yang menyebabkan
terjadinya pemuaian adalah paans. Dalam hal ini pelayanan dan panas adalah
variable independen, dan demonstrasi dan muai panjang adalah variable
dependen.

Hubungan interaktif atau reciprocal atau timbal balik adalah hubungan


yang saling mempengaruhi. Bila pengeluaran untuk iklan naik, maka nilai
penjualan juga akan naik, dan bila nilai penjualan naik, maka biaya untuk iklan
akan naik juga. Jenis penelitian menurut tingkat eksplanasi digunakan sebag i
dasar untuk merumuskan judul penelitian. Contoh :

Judul Penelitian Deskriptif :

1) Disiplin Kerja Pegawai Negeri Setelah Otonomi Daerah


2) Profil Guru Yang Professional
3) Kesiapan Sekolah Melaksanakan Manajemen Berbasis
Sekolah

Judul Penelitian Komparatif :

1) Perbandingan Disiplin Kerja Pegawai Negeri dan Swasta


2) Perbandingan Profil Guru Yang Professional dan Tidak
Professional
3) Perbandingan Tingkat Kesiapan Sekolah Negeri dan
Swasta Dalam Melaksanakan Manajemen Berbasis
Sekolah.

11
Judul Asosiatif :

1) Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja


Pegawai.
2) Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Kerukunan
Masyarakat di Daerah Tertentu.
3) Pengaruh Insentif Terhadap Prestasi Kerja Pegawai.
4) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Merebaknya KKN Di
Instansi Pemerintah.

1.4. Penelitian Menurut Jenis Data & Analisis

Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokan

menjadi tiga hal utama yaitu data kualitatif, kuantitatif dan gabungan dari

keduanya. Dalam analisis data juga terdapat tiga macam , yaitu analisis data

kuantitatif dengan satistik dan kualitatif ( tidak mengutamakan statistic) atau

gabungan keduannya

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan

gambar. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif

yang diangkakan. Data kualitatif yang diangkakan (skoring) misalnya terdapat

dalam sekala pengukuran. Contoh suatu pernyataan/ pertanyaan yang

memerlukan alternative jawaban, sangat setuju, stuju, kurang stuju, tidak

setuju dimana masing-masing pilihan jawaban diberi skor misalnya: sangat

setuju diberi angka 4, setuju 3, kurang setuju 2, dan tidak setuju 1.

12
Penelitian dengan pendekatan naturalistic/kuantitatif kebanyakan

datanya adalah data kualitatif, walaupun tidak menolak data dan analisis

secara kuantitatif.

1.5 Macam-macam Data Penelitian

Dengan adanya penelitian, maka memudahkan peneliti untuk


mendapatkan data yang valid. Untuk mendapatkan data yang valid, seorang
peneliti harus mengtahui macam-macam data peneliti terlebih dahulu.
Macam-macam data yang dapat diperoleh yaitu diperoleh dengan
menggunakan instrument dengan menggunakan skala nominal, kontinum,
ordinal, interval dan ratio. Di bawah ini merupakan bagan dari macam data
dalam penelitian.

Kualitatif

Macam Data Diskrit

Kuantitatif
Ordinal

Kontinum Interval

Ratio

Macam-macam data dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu data kualitatif


dan data kuantitaif. Data kualitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam

13
bentuk kata, kalimat serta gambar. Sedangkan, data kuantitatif adalah data
yang dinyatakan dalam bentuk angka atau dapat dengan data kualitatif yang
diangkakan. Misalnya, (scoring : baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik = 2,
dan tidak baik = 1).

Data kuantitatif dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu diskrit/nominal dan


data kontinum. Data diskrit/nominal adalah data yang dapat digolong-
golongkan secara terpisah, secara diskrit atau kategori. Data ini didapat dari
hasil menjumlahkan. Contohnya, di dalam suatu kelas terdapat 60 mahasiswa,
yang terdiri dari 40 pria dan 20 wanita, contoh lainnya di dalam suatu
perkumpulan terdapat 100 orang yang berasal dari Jawa dan 150 orang yang
berasal dari Bali, dan masih banyak contoh lainnya.

Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan data ini
diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum dapat dibagi menjadi 3 (tiga),
yaitu data ordinal, data interval dan data ratio. Data ordinal adalah data yang
bentuknya seperti peringkat atau rangking. Contohnya peringkat I, II, dan III.
Jika data ini dinyatakan dalam skala, maka jarak satu data dengan data yang
lainnya tidak sama.

I II III IV V

90 87 75 70 60

Data Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak memiliki nilai nol
(0) atau dapat disebut absolute atau mutlak. Contohnya skala dalam
thermometer, terdapat angka 00C, nilai tersebut tetap ada nilainya. Data

14
interval dapat diubah menjadi data ordinal (peringkat). Jika data interval
terdapat nilai minus (-) tetap ada nilainya.

-1 0 1 2 3 4 5 6 7 8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Data ratio adalah data yang jaraknya sama dan memiliki nilai nol (0) mutlak.
Contoh data rati adalah berat, panjang, lebar dan volume. Misalkan berat 0 kg
berarti tidak ada bobotnya dan jika panjang 0 m berarti tidak ada panjangnya.
Dalam hal ini data ratio dapat diubah menjadi data interval dan ordinal. Data
ini juga dapat dijumlahkan atau dibuat perkalian secara aljabar. Penjumlahan
dalam data interval berbeda dengan data ratio.

1 2 3 4 5 6 7 8 9
10

1.6 Penelitian Dan Pengambilan Keputusan

Penelitian bisnis merupakan suatu proses pengumpulan, pencatatan,


dan analisis data yang sistematis untuk pengambilan kesimpulan yang objektif
dalam rangka membantu dalam pembuatan keputusan-keputusan bisnis.
Perhatian utama dalam penelitian bisnis adalah proses perubahan pembuatan
keputusan yang selama ini dilakukan berdasarkan intuisi menjadi pengambilan
keputusan yang berdasarkan pada proses investigasi yang dilakukan secara
sistematis dan objektif.

15
1.6.1 Proses Berpikir
Penelitian digambarkan sebagai suatu kegiatan untuk menyelesaikan
suatu teka-teki. Bagi seorang peneliti, teka-teki merupakan masalah-masalah
yang dapat diatasi atau diselesaikan melalui penalaran. Setiap saat kita
melakukan penalaran dengan tingkat keberhasilan yang berbeda dan
mengkomunikasikan pengertian itu dalam bahasa sehari-hari, atau dalam
kasus-kasus khusus, dalam bentuk logis dan simbolis. Penyampaian
pengertian itu melalui dua cara yaitu eksposisi atau argumentasi. Eksposisi
terdiri dari pernyataan-pernyataan deskriptif yang sekadarnya saja dan
mempunyai alasan-alasan. Argumentasi memungkinkan kita untuk
menjelaskan, mengartikan, membela, menantang, dan menjajaki pengertian
yang disampaikan. Hasil penelitian harus dijelaskan dengan argumen yang
dapat diterima. Ada dua jenis bentuk argumen yang sangat penting dalam
penelitian yaitu deduksi (deduction) dan induksi (induction).

1.6.2 Deduksi
Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat
dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses
pengambilan kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan
yang benar dan valid. Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan
alasanalasan yang valid atau dengan menguji hipotesis dengan menggunakan
data empiris disebut proses deduksi (deduction) dan metodenya disebut
metode deduktif (deductive method) dan penelitiannya disebut penelitian
deduktif (deductive research). Proses deduksi selalu digunakan pada
penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific). Deduksi
dikatakan tepat jika premis (alasan) dan konklusi benar dan sahih, hal ini
berarti:

16
1. Alasan (premis) yang diberikan untuk kesimpulan harus sesuai dengan
kenyataan (benar).
2. Kesimpulan harus diambil dari alasan-alasannya (sahih).

1.6.3 Induksi
Induksi didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan (atau
pembentukan hipotesis) yang didasarkan pada satu atau dua fakta atau bukti-
bukti. Pendekatan induksi sangat berbeda dengan deduksi. Tidak ada
hubungan yang kuat antara alasan dan konklusi. Proses pembentukan hipotesis
dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan
dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process) dan
metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan penelitiannya
disebut penellitian induktif (inductive research). Dengan demikian
pendekatan induksi mengumpulkan data terlebih dahulu baru hipotesis dibuat
jika diinginkan atau konklusi langsung diambil jika hipotesis tidak digunakan.
Proses induksi selalu digunakan pada penelitian dengan pendekatan kualitatif
(naturalis). Penalaran induksi merupakan proses berpikir yang berdasarkan
kesimpulan umum pada kondisi khusus. Kesimpulan menjelaskan fakta
sedangkan faktanya mendukung kesimpulan.

17
REFRENSI

Sugiyono,2014. Metodologi Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, CV

http://henrich27.blogspot.co.id/2013/09/jenis-jenis-metode-penelitian.html (
Diakses pada tanggal 18 september 2017 pukul 12.39 WITA)

18