Anda di halaman 1dari 2

PLBN Motaain Jadi Objek Wisata Baru di Perbatasan Belu-Timor Leste

04/01/2017 alex 0 Comment

Laporan Yansen Bau

Atambua, NTTOnlinenow.com Memiliki bangunan yang megah, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu
Motaain yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Desember 2016 lalu, tidak saja
digunakan para pelintas batas antar kedua Negara, tapi juga dijadikan warga sebagai objek wisata baru di
daerah Belu, Timor Barat wilayah Negara Indonesia yang berbatasan langsung Republica Democratica de
Timor Leste (RDTL) itu.

Disaksikan media, Selasa (3/1/2017) siang para pengujung mulai dari anak-anak bahkan hingga orang
dewasa memadati kompleks PLBN di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur itu. Nampak para
pengunjung berkerumun di beberapa titik PLBN Motaain seperti di pintu gerbang utama pelintas yang
bertuliskan Indonesia, taman bunga bertuliskan Motaain-Indonesia juga Monumen Pancasila yang
terletak di tengah lokasi tersebut.

Nampak para pengunjung pun berantrian untuk mengabadikan moment PLBN dengan foto bersama dan
selfie di tiga titik pintu masuk utama, taman bunga dan tugu garuda. Selain ketiga titik tersebut, para
pengunjung juga mengabadikan diri dengan berfoto di lorong-lorong dalam kompleks PLBN,terminal dan
dua jalur atau ladscape.

Informasi yang diperoleh dari beberapa petugas menyebutkan, para pengunjung mulai membludak
berdatangan ke lokasi PLBN Motaain sejak hari Minggu 1 Januari kemarin. Para pengunjung yang
memadati lokasi PLBN tersebut mengakibatkan para petugas lintas sektor baik itu Satgas Pamtas,
Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina sulit untuk mengatur keluar-masuk para pelintas batas. Bahkan ada
petugas yang terpaksa mengawal para pengunjung yang hendak melewati jembatan pelintas batas
wilayah Negara Indonesia dan Timor Leste itu.

Selain itu, para pengunjung yang berdatangan di PLBN Motaain tidak saja berasal dari wilayah Kota
Atambua, tapi juga ada pengunjung yang berdatangan dari luar kota seperti Halilulik, Nurobo, Kefa
bahkan ada yang berasa dari Kupang dan Alor yang sedang berlibur natal dan tahun baru di Kota
Atambua.

Baca : Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Gratis Kepada 1144 Warga Enam Kabupaten di Perbatasan RI-
Timor Leste

Rio Manek salah seorang pengunjung menuturkan, dirinya sangat bangga dengan keadaan PLBN
Motaain yang telah berubah menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Oleh karena kondisi yang sangat
menarik itu membuat dia bersama teman-teman datang untuk refresing dan foto-foto.

Kami senang karena masuk ke PLBN Motaain ini tanpa dipungut biaya. Para petugasnya sangat baik dan
ramah, dan hanya jaga ketertiban supaya suasana nyaman tidak menggangu aktivitas para petugas dan
warga yang melintas, ujar dia.
Sementara beberapa pemilik kios yang terletak di garis batas pintu Motaian itu mengaku, maraknya
warga yang berkunjung ke PLBN Motaain selama tiga hari membawa keberuntungan bagi para pemilik
kios. Pasalnya sejumlah barang dagangan seperti makan dan minuman milik yang didagangkan di kios di
pintu batas tersebut laris terjual tidak seperti hari biasa.

Terpisah Kepala Desa Silawan Ferdi Mones Bili mengatakan, sejak diresmikan Presiden beberapa waktu
lalu PLBN Motaain menjadi ramai dikunjungi warga baik dari Kota Atambua maupun luar kota untuk
berfoto-foto dan rekreasi bersama kerabat dan keluarga. Saya merasa bangga PLBN Motaian menjadi
tempat objek wisata dan saya prediksi pengujung akan berlangsung hingga pekan depan, ucap dia.

Dituturkan, pihaknya telah ada koordinasi dengan pihak Imigrasi dalam kaitan dengan regulasi untuk
mengatur keluar-masuk para pengunjung dan pelintas batas, tapi belum bisa menerbitkan peraturan
desa untuk mengatur aktkvitas PLBN karena merupakan kewenangan ada pada Pemerintah Pusat bukan
Pemerintah Desa.

Kami akan konsultasikan supaya ada aturan, biar ada ketertiban dan keamanan supaya aktivitas di PLBN
tidak terganggu. Intinya ada dua hal yang kami janjikan ke Pak Presiden Jokowi untuk tindaklanjut yakni
berdayakan anak-anak daerah batas untuk kerja di PLBN dan masalah banjir,

Gedung Pos lintas batas di Motaain memang sangat megah. Gedung tersebut dibangun dengan dana Rp
82 miliar. Para wisatawan berkumppul di beberapa titik, seperti di gerbang utama Indonesia- Timor
Leste, taman bunga serta monumen Pancasila yang berada ditengah kompleks tersebut.

Pos lintas batas di Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang diresmikan Presiden Joko
Widodo pada 27 Desember 2016 lalu, kini dimanfaatkan warga sebagai tempat berwisata.

Wisatawan yang berkunjung ke pos lintas batas itu bukan hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari
Timor Leste. Sehingga setiap hari libur atau Minggu pos perbatasan itu ramia dikunjungi warga untuk
berfoto dan ajang kumpul bersama keluarga.