Anda di halaman 1dari 18

BAB V.

MATRIKS RENCANA AKSI NASIONAL


PANGAN DAN GIZI 2006-2010

PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

I. AKSESIBILITAS TERHADAP PANGAN


1. Terbatasnya kapasitas Pemantapan Ketahanan Menjamin ketersediaan 1. Peningkatan produktivitas 1. Ketersediaan pangan Ketahanan Deptan,
produksi beras dan pangan Pangan pangan, terutama dari dan produksi pangan pokok pokok yang memenuhi Pangan
Dep.PU, Pemda
lokal sumber karbohidrat produksi dalam negeri, kebutuhan
2. Pengkajian dan
serta terbatasnya produksi dalam jumlah dan ragam
pengembangan teknologi 2. Meningkatnya jenis
pangan asal hewan. yang memadai
pengolahan pangan dan ketersediaan
pangan pokok yang
3. Revitalisasi penyuluhan
aman dikonsumsi
dan peningkatan
kemampuan kelembagaan
petani
4. Peningkatan ketersediaan
jenis pangan alternatif yang
murah, aman, tidak mudah
rusak, dan mudah
didistribusikan
5. Meningkatkan efektivitas
layanan prasarana irigasi
6. Meningkatkan kemudahan
petani untuk mengakses
sarana produksi bermutu

61
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

2. Ketersediaan pangan di Pemantapan Ketahanan Mengembangkan kapasitas 1. Pembelian gabah petani 1. Tercapainya Ketahanan Deptan, Perum
tingkat rumah tangga masih Pangan cadangan pangan oleh pemerintah jumlah dan mutu Pangan Bulog, Pemda
terus menjadi masalah dan pemerintah dan masyarakat cadangan pangan
2. Mendorong terbentuknya
berpengaruh pada tingkat serta kemampuan pemerintah dan
cadangan pangan daerah
kecukupan asupan gizi pengelolaannya masyarakat yang
dan masyarakat
meskipun secara nasional aman
ketersediaan pangan di 3. Mengembangkan
2. Menurunnya
pasar mencukupi. Masalah cadangan pangan non-
jumlah daerah dan
utamanya adalah beras siap konsumsi
penduduk rawan
peningkatan efektivitas dan
4. Pengembangan sarana pangan
efisiensi distribusi pangan
dan prasarana untuk
antar daerah dan antar
pengelolaan cadangan
waktu serta daya beli rumah
pangan pemerintah dan
tangga sehingga mampu
masyarakat
mengakses pangan.
Pemantapan Ketahanan Penyediaan lahan abadi 1. Penyusunan regulasi 1. Terbitnya Ketahanan Deptan, BPN,
Pangan untuk produksi pangan penetapan lahan pertanian peraturan Pangan DPR
dalam rangka menjamin abadi perundangan yang
kapasitas produksi yang menetapkan lahan
2. Pengendalian alih fungsi
dapat mencukupi kebutuhan pertanian abadi untuk
lahan pertanian produktif
pangan pokok produksi pangan
2. Menurunnya
tingkat konversi lahan
produktif

62
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

Peningkatan Kemudahan Meningkatkan efektivitas dan 1. Pengembangan 1. Kualitas sarana Pengembangan Deptan
dan Kemampuan efisiensi distribusi dan sarana dan prasarana dan prasarana Agribisnis
mengakses pangan perdagangan pangan distribusi distribusi pangan yang
meningkat
2. Pengurangan
hambatan distribusi pangan 2. Semakin
antar daerah pendeknya rantai
distribusi pangan
Peningkatan Kemudahan Pengembangan teknologi 1. Revitalisasi 1. Meningkatnya Pengembangan Deptan
dan Kemampuan serta kelembagaan kelembagaan pengolahan kualitas produk Agribisnis
mengakses pangan pengolahan dan pemasaran dan pemasaran pangan pangan
pangan
2. Inovasi teknologi 2. Peningkatan
pengolahan dan nilai tambah produk
pemasaran pangan pangan
Peningkatan Kemudahan Meningkatkan serta 1. Revitalisasi Deptan, Depdag
dan Kemampuan memperbaiki infrastruktur kelembagaan ekonomi
mengakses pangan dan kelembagaan ekonomi perdesaan untuk
perdesaan menunjang distribusi
pangan
2. Perbaikan fasilitas
distribusi pangan di
perdesaan seperti pasar,
kios beras.

63
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

Peningkatan Kemudahan Meningkatkan efisiensi dan Distribusi beras bersubsidi bagi 1. Distribusi Program Perum Bulog,
dan Kemampuan efektivitas intervensi rakyat miskin (Raskin) yang pangan bersubsidi Peningkatan Dep.
mengakses pangan bantuan/subsidi pangan lebih efisien dan efektif yang efisien dan tepat Ketahanan Perdagangan,
kepada kelompok sasaran Pangan Dep. Sosial,
Operasi Pasar dalam rangka
masyarakat tertentu Pemda,
stabilisasi harga pangan 2. Harga pangan
stabil dan terjangkau
Bantuan pangan untuk kondisi
darurat/bencana. Distribusi bantuan pangan
tepat sasaran dan
tepat waktu

3. Pola konsumsi pangan Peningkatan kuantitas dan Mempertahankan pola 1. Sosialisasi keragaman 1. Tingginya pemahaman Deptan, Depkes
masih didominasi oleh kualitas konsumsi pangan konsumsi pangan lokal dan bahan pangan yang masyarakat akan
kelompok padi-padian menuju gizi seimbang kelompok masyarakat berkualitas dan bergizi pentingnya konsumsi
terutama beras, konsumsi tertentu yang telah beragam seimbang pangan yang beragam
sayuran dan buah sebagai terutama untuk makanan
2. Peningkatan pemahaman 2. Tetap terjaganya
sumber vitamin dan mineral pokok
pentingnya pangan yang keragaman konsumsi
serta protein hewani masih
beragam pangan yang
rendah.
seimbang
3. Pengembangan aspek
kuliner dan daya terima
pangan lokal

II. PENINGKATAN STATUS GIZI MASYARAKAT


1. Masih tingginya Peningkatan status gizi Pengutamaan sasaran 1. Revitalisasi Posyandu dan 1. Meningkatnya jumlah Upaya Depkes,
prevalensi kurang gizi dan kesehatan program gizi kepada revitalisasi Puskesmas posyandu yang aktif Kesehatan
Depdiknas
pada balita yang erat masyarakat. kelompok sangat rentan Masyarakat
2. Memberikan penyuluhan 2. Tersedianya data
hubungannya dengan yaitu: remaja putri usia Depdagri
ASI eksklusif untuk bayi 0- capaian kegiatan
masalah KEK pada WUS subur, ibu hamil, ibu

64
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

dan rendahnya kebiasaan menyusui, dan bayi sampai 6 bulan (SKDN, BGM, Perbaikan gizi Deptan
pemberian ASI eksklusif. usia 2 tahun Imunisasi) masyarakat
3. Pemantauan pertumbuhan Deprin
3. Terlaksananya
4. Pengembangan Pos Gizi Depdag
mekanisme insentif
Pendidikan anak
untuk kader Posyandu Meneg PP
usia dini
4. Meningkatnya jumlah PKK
petugas puskesmas
Pemda
dan kader posyandu
yang dilatih
5. Meningkatnya
penggunaan ASI
eksklusif
6. Peningkatan
pelayanan antenatal di
Puskesmas

Peningkatan status gizi Peningkatan program 1. Pemasaran sosial sumber 1. Meningkatnya Peningkatan Depkes
dan kesehatan pencegahan dan vitamin A konsumsi tablet besi kesejahteraan
Deptan
masyarakat. penanggulangan masalah dan ketepatan dan
2. Peningkatan konsumsi
kurang gizi mikro. konsumsi perlindungan Deprin
garam beryodium untuk
anak
semua (KGBS) 2. Tercapainya Depdagri
pemberian kapsul Vit.
3. Fortifikasi minyak sayur
A bagi setiap semua
dengan vitamin A
bayi/anak 6-59 bulan
4. Pendataan data sasaran
3. Menurunnya
bayi, balita, bumil, busui
prevalensi
melalui RT/RW secara
xeropthalmia (X1b <
berkala.
0,33%)

65
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

5. Peningkatan pemberian 4. Menurunnya


suplementasi tablet besi prevalensi anemia
pada remaja putri, calon pada Ibu hamil, ibu
pengantin dan tenaga kerja nifas, balita dan wanita
wanita usia subur (WUS)
6. Pemberian MP-ASI kepada 5. Meningkatnya
balita gakin dengan resiko konsumsi garam
kekurangan gizi beryodium
7. Pemberian kapsul vitamin 6. Jumlah kasus
A setiap bulan Februari gizi buruk yang
dan Agustus berhasil ditangani
8. Pemberian tablet besi
kepada ibu hamil
9. Promosi dan pemantauan
konsumsi garam
beryodium
10. Penanganan kasus gizi
buruk
11. Pemanfaatan pekarangan
untuk memenuhi
kebutuhan pangan
keluarga

2. Masih kurangnya Peningkatan status gizi Peningkatan keluarga dan 1. Peningkatan pendidikan 1. Meningkatnya Promosi Depkes
kesadaran terhadap dan kesehatan masyarakat sadar gizi. dan penyetaraan gender persentase keluarga Kesehatan dan
Meneg PP
masalah gizi karena masyarakat. guna meningkatkan sadar gizi (kadarzi) Pemberdayaan
rendahnya tingkat kualitas perawatan Masyarakat BKKBN
2. Meningkatnya
pendidikan dan masih kehamilan dan perawatan

66
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

maraknya perilaku yang bayi dan anak kesadaran masyarakat Pemda


menghambat upaya tentang pangan
2. Pembentukan kelompok Peningkatan PKK
perbaikan gizi. bermutu sejak usia dini
pendidik sebaya (peer kualitas hidup
educator) diantara remaja 3. Meningkatnya dan
di sekolah dan luar sekolah pengetahuan dan perlindungan
konsumsi penduduk perempuan
3. Pendidikan gizi melalui
tentang pangan
kampanye, penyebaran
sumber Vitamin A
komunikasi, informasi dan
Ketahanan dan
edukasi 4. Meningkatnya cakupan
Pemberdayaan
rumah tangga dengan
4. Pemberian muatan pangan Keluarga
konsumsi garam
dan gizi pada kurikulum
beryodium cukup
pendidikan di sekolah
dasar dan kejuruan 5. Terlaksananya
pedoman tata laksana
5. Menyebarkan informasi
gizi buruk
melalui media cetak dan
elektronik. 6. Tersedianya informasi
tentang gizi di semua
6. Menyebarkan informasi
media untuk seluruh
melalui kelompok
lapisan masyarakat
pengajian, arisan, karang
taruna, PKK, Pramuka, 7. Meningkatnya jumlah
LSM, dll. kelompok yang
dibentuk dan
7. Menyebarkan informasi di
melakukan kegiatan
sekolah, tempat kerja,
diskusi tentang pangan
tempat umum lain
dan gizi
8. Menyelenggarakan
8. Meningkatnya jumlah
kegiatan peningkatan
keluarga yang
pendapatan keluarga
memanfaatkan
(KUB, industri kecil, dll)
pekarangan untuk

67
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

memenuhi kebutuhan
pangan keluarga.

3. Belum optimalnya Pemenuhan hak dasar Pengutamaan sasaran 1. Menyediak 1. Meningkatnya Promosi Depkes
program penanganan gizi masyarakat miskin atas program gizi kepada an pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan Kesehatan dan
Depdagri
bagi penduduk miskin. layanan kesehatan masyarakat miskin. yang bermutu dan bagi keluarga miskin Pemberdayaan
dasaryang bermutu terjangkau bagi Masyarakat
2. Berkurangnya kejadian
masyarakat miskin
gizi buruk pada
terutama penanganan gizi
keluarga miskin
kurang Perbaikan gizi
masyarakat
2. Pemberian
suplemen zat gizi mikro,
khususnya zat besi, vitamin
A dan yodium
3. Pemberian
kartu miskin untuk
keperluan berobat dan
membeli makanan dengan
harga subsidi seperi beras
untuk orang miskin
(Raskin) dan MP-ASI
untuk balita keluarga
miskin
4. Bantuan
langsung tunai bersyarat
bagi penduduk miskin
5. Meningkat
kan partisipasi masyarakat
dalam pemgembangan

68
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

pelayanan kesehatan dan


gizi bagi masyarakat miskin

4. Meningkatnya Pencegahan Peningkatan kualitas 1. Pelaksanakan pemantauan Menurunkan prevalensi Perbaikan gizi Depkes
kecenderungan masalah penanggulangan gizi lebih pelayanan pada penderita secara berkala BB dan TB kegemukan masyarakat
Depdiknas
gizi lebih. gizi lebih
2. Melaksanakan manajemen
terpadu penanganan kasus
gizi lebih dan penyakit
degeneratif dan penyakit
lainnya
3. Peningkatan promosi
tentang pencegahan
kegemukan dan obesitas

5. Masih tingginya angka Peningkatan pengetahaun Peningkatan upaya 1. Pencegahan dan Menurunnya angka Perbaikan gizi Depkes
penyakit infeksi pada masyarakat tentang penanggulangan penyakit penanggulangan faktor penyakit infeksi pada masyarakat
balita yang berkaitan penyakit, lingkungan infeksi khususnya pada resiko balita.
Pencegahan
dengan sanitasi, sehat, kelangsungan dan balita.
2. Peningkatan surveilen dan dan
lingkungan, dan perkembangan anak, gizi
epidemiologi dan Pemberantasan
pelayanan kesehatan keluarga dan perilaku
penaggulangan wabah Penyakit
yang tidak memadai. hidup sehat
3. Peningkatan cakupan
imunisasi
4. Peningkatan KIE tentang
pencegahan dan
pemberantasan penyakit

69
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

III. MUTU DAN KEAMANAN PANGAN


1. Kesadaran Peningkatan Mutu dan Peningkatan kesadaran 1. Meningkatkan sosialisasi 1. Meningkatnya Pengawasan BPOM
keamanan pangan baik Keamanan Pangan keamanan pangan pada peraturan dan standar kesadaran masyarakat dan keamanan
Deprin
pada produsen dan masyarakat produsen dan keamanan pangan akan keamanan pangan
konsumen masih perlu konsumen pangan Deptan
2. Meningkatkan efektivitas
ditingkatkan karena
karantina pertanian 2. Tercegahnya Depdagri
kesadaran akan
pemasukan bahan
keamanan pangan, Depdag
pangan impor yang
merupakan awal dari
tidak memenuhi syarat
upaya menciptakan
keamanan pangan
produk pangan yang
aman untuk dikonsumsi. 3. Pemahaman produsen
terhadap CPMB

2. Ketersediaan Peningkatan Mutu dan Meningkatkan pengawasan 1. Peningkatan jumlah dan 1. Memadainya jumlah Badan POM
tenaga pengawas yang Keamanan Pangan keamanan pangan kompetensi petugas serta pengawas,
Depdiknas
masih terbatas, kesadaran laboratorium pengawasan laboratorium
produsen dan konsumen pengawasan makanan, Men-PAN
2. Peningkatan cakupan
yang masih rendah, serta Meningkatkan perlindungan jumlah produk pangan
wilayah dan jenis produk
ketersediaan bahan- kepada konsumen dan cakupan wilayah
pangan yang diawasi
bahan uji pangan yang yang diawasi
masih terbatas masih
menjadi kendala dalam
penerapan standar
keamanan pangan secara
konsisten.

70
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

3. Masih maraknya Peningkatan Mutu dan Peningkatan pengawasan 1. Melengkapi 1. Menurunnya BPOM
pengunaan bahan Keamanan Pangan keamanan pangan perangkat peraturan peredaran produk
Deptan
tambahan makanan perundang-undangan di pangan TMS
berbahaya, terutama pada bidang mutu dan
2. Tersusunnya
industri pangan menengah keamanan pangan
standar keamanan dan
kecil dan rumah tangga.
2. Penetapan standard mutu pangan
pangan yang aman
3. Tersedia dan
dikonsumsi
terjangkaunya
3. Penyediaan produk pengawet dan
pengawet, pewarna, dan pewarna makanan
tambahan fungsional produsen makanan
pengolahan makanan yang dan jajanan
aman
4. Belum Peningkatan Mutu dan Peningkatan pengembangan 1. Pengembangan teknologi Tersedianya alternatisf BPOM
berkembangnya alternatif Keamanan Pangan dan penelitian bahan pengolahan makanan bahan tambahan
LIPI
produk bahan tambahan tambahan makanan yang makanan yang aman dan
2. Pelaksanaan penelitian
makanan yang aman dan aman. terjangkau
untuk mencari alternatif
terjangkau.
produk bahan tambahan
makanan

IV. PERBAIKAN POLA HIDUP SEHAT


1. Rendahny Perbaikan pola hidup Peningkatan aktivitas fisik 1. Peningkatan promosi 1. Meningkatn Promosi Depkes
a aktifitas fisik yang sehat. masyarakat. tentang aktivitas fisik ya pemahaman Kesehatan dan
Deptan
berakibat pada masyarakt tentang pemberdayaan
2. Peningkatan promosi
meningkatnya penderita manfaat aktifitas fisik masyarakat Menpora
tentang manfaat aktifitas
penyakit degeneratif
fisik untuk kesehatan, 2. Meningkatn Pembinaan dan BPOM
pencegahan penyakit ya sarana dan Pemasyarakata
Depdiknas
degeneratif. prasarana olahraga n olahraga

71
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

serta ruang terbuka Peningkatan Pemda


untuk aktifitas Sarana dan
masyarakat Prasarana olah
raga
2. Masih Perbaikan pola hidup Peningkatan promosi untuk Peningkatan sosialisasi dan Meningkatnya rata-rata Promosi Deptan
rendahnya konsumsi sehat. konsumsi sayur dan buah advokasi untuk konsumsi konsumsi sayur dan buah Kesehatan dan
Depdiknas
sayur dan buah sayur dan buah. per kapita per hari pemberdayaan
masyarakat Depkes

72
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

3. Meningkatnya Perbaikan pola hidup Peningkatan promosi pola 1. Peningkatan 1. Meningkatn Promosi Depkes
konsumsi gula, garam, sehat. makan rendah lemak, garam promosi tentang ya kesadaran tentang Kesehatan dan
Depdiknas
lemak dan gula terutama pada pengurangan konsumsi kebiasaan makan yang pemberdayaan
kelompok-kelompok tertentu lemak, gula dan garam. sehat masyarakat BPOM
yang beresiko tinggi
2. Pengembangan 2. Meningkatn
metode penyampaian ya pemahaman
pesan-pesan Pedoman masyarakat tentang
Umum Gizi Seimbang pesan-pesan PUGS
(PUGS) yang mudah
3. Meningkatn
dipahami oleh masyarakat.
ya frekuensi
penayangan informasi
tentang pola hidup
sehat dan gizi
seimbang di media
masa.
4. Meningkatn
ya pengetahuan dan
kemampuan keluarga
untuk menerapkan
pola hidup sehat
5. Meningkatn
ya jumlah Sekolah
sehat
1. Belum optimalnya Perbaikan pola hidup Peningkatan promosi 4. Peningkatan promosi 1. Menurunnya Promosi Depkes
pencegahan kebiasaan sehat. tentang bahaya merokok tentang bahaya merokok pengeluaran rumah Kesehatan dan
Menpora
merokok bagi kesehatan. tangga untuk rokok pemberdayaan
masyarakat Depdag
5. Peningkatan upaya 2. Meningkatnya tempat-
regulasi dalam rangka tempat umum yang Pemda
menurunkan dilarang merokok

73
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

ketersediaan rokok di 1. Dilaksanakan


pasaran. nya regulasi tentang
pemasaran rokok
6. Penegakan hukum
dalam hal pelarangan
merokok di tempat
umum.

V. PEMANTAPAN DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN


1. Masalah pangan dan gizi Pemantapan dan Peningkatan kerjasama Advokasi pangan dan gizi 1. Kebijakan Pangan dan Perbaikan Gizi Bappenas
yang bersifat multi Pengembangan lintas sektor melalui pada para pengambil Gizi terakomodasi Masyarakat
Bappeda
dimensi, multi sektoral Kelembagaan Pangan dan penyusunan program- keputusan perencanaan di secara jelas dalam
dan multi disiplin belum Gizi program pangan dan gizi tingkat pemerintah dan dokumen perencanaan Depkes
tertangani secara terpadu yang terkoordinasi dalam parlemen. tingkat nasional dan
Deptan
dan terkoordinasi rangka pembangunan di daerah seperti RPJP-
bidang pangan dan gizi. RPJPD, RPJM- Organisasi
RPJMD dan Renstra- profesi
Renstrada
Menpan
2. Meningkatnya program
dan pembiayaan
pangan dan gizi
3. Terciptanya kerjasama
sinergis antara
lembaga pemerintah,
swasta, dan
masyarakat yang
peduli pada mutu
pangan dan gizi

74
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

2. Masih terbatasnya Pemantapan dan Revitalisasi SKPG 1. Pengembangan dan 1. Dimanfaatkanny Ketahanan Depkes
penggunaan data-data Pengembangan analisis data pangan dan a sistem pelaporan Pangan
Deptan
pangan dan gizi sebagai Kelembagaan Pangan dan gizi dan informasi untuk
indikator untuk menilai Gizi penyusunan kebijakan BKKBN
2. Pengumpulan,
ketahanan pangan dan Perbaikan Gizi
pengolahan dan analisa 2. Semua Bulog
gizi pada tingkat lokal Masyarakat
data untuk pemantapan kabupaten/kota sudah
yang sesuai dan tepat Depdagri
Sistem Kewaspadaan melaksanakan Perbaikan Gizi
waktu untuk pengambilan
Pangan dan Gizi (SKPG) pemetaan, Masyarakat BPS
keputusan.
keterampilan Tim
3. Advokasi hasil
SKPG dalam
analisis SKPG kepada
menanggulangi
pengambil keputusan
masalah pangan dan
(pejabat berwenang)
gizi
3. Sudah
dimanfaatkannya
informasi SKPG untuk
pengambilan
keputusan, perumusan
kebijakan,
perencanaan program
dan evaluasi
4. Tersedianya
peta rawan pangan
dan gizi

75
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

3. Masih belum Pemantapan dan Memantapkan kerjasama 1. Peningkatan Meningkatnya jumlah LSM Ketahanan Deptan
optimalnya upaya untuk Pengembangan antara pemerintah dan kerjasama dengan dan swasta yang berperan Pangan
Depdiknas
meningkatkan kepedulian Kelembagaan Pangan dan masyarakat dalam lembaga non-pemerintah serta dalam
Penelitian dan
masyarakat dalam Gizi pelaksanaan program dan kelompok masyarakat penanggulangan pangan Depkes
Pengembangan
memerangi masalah pangan dan gizi lain yang peduli terhadap dan gizi
kerawanan pangan dan peningkatan sumberdaya Perbaikan Gizi
kekurangan gizi manusia (SDM) Masyarakat
Menggali dan memanfaatkan
2. Menggerakaan LSM
potensi sumber daya dari
dan swasta untuk berperan
masyarakat untuk
serta dalam
menanggulangi masalah
penanggulangan masalah
pangan dan gizi
pangan dan gizi
3. Pengembangan
sistem penanggulangan
masalah kerawanana
pangan melalui kerjasama
pemerintah, swasta, dan
mastyarakat.

4. Masih terbatasnya Pemantapan dan Peningkatan kemampuan 1. Penyusunan Meningkatnya peran Ketahanan Deptan
ketersediaan tenaga Pengembangan dan kualitas penelitian dan kebijakan pembangunan di lembaga penelitian, Pangan
Depdiknas
terampil di bidang Kelembagaan Pangan dan pengembangan pangan dan bidang pangan dan gizi perguruan tinggi dan
Penelitian dan
pangan dan gizi. Gizi gizi melalui lembaga masyarakat dalam Depkes
2. Peningkatan Pengembangan
penelitian, perguruan tinggi, menghasilkan data yang
kerjasama institusi
dan masyarakat, dalam dapat dipercaya. Perbaikan Gizi
pendidikan, lembaga
rangka menghasilkan data Masyarakat
penelitian dan pengelola
dan informasi yang lebih
program.
dapat di percaya.

76
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

Pemantapan dan Peningkatan kemampuan 1. Penyusunan Tersedianya tenaga Ketahanan Deptan


Pengembangan tenaga administrasi dan rencana kebutuhan tenaga pangan dan gizi yang Pangan
Depdiknas
Kelembagaan Pangan profesional melalui pangan dan gizi memadai
Pendidikan
dan Gizi koordinasi perencanaan dan Depkes
2. Menggali potensi Kedinasan
pengelolaan program
sumber daya (tenaga,
pangan dan gizi dalam Perbaikan Gizi
sarana dan dana) yang ada
rangka memaksimalkan Masyarakat
pada LSM dan swasta.
efektivitas program
perbaikan gizi masyarakat.

Pemantapan dan Peningkatan pendidikan dan 1. Pengembangan kurikulum Jumlah tenaga pangan Ketahanan Deptan
Pengembangan pemanfaatan tenaga dan Pengembangan dan gizi yang dilatih Pangan
Depdiknas
Kelembagaan Pangan profesional di bidang gizi di pendidikan tenaga gizi
Prndidikan Non
dan Gizi berbagai tingkat Depkes
2. Pengembangan sertifikasi Formal
pemerintahan pusat dan
profesi
daerah, serta di masyarakat, Pendidikan
guna memaksimalkan peran 3. Pengembangan profesi Kedinasan
tenaga profesional dalam tenaga pangan dan gizi
program gizi. melalui kerja sama institusi
pendidikan dengan
organisasi profesi

Pengendalian pertambahan 6. Pengembangan Keserasian BKKBN


penduduk kebijakan dan program Kebijakan
pembangunan yang Kependudukan
berwawasan
kependudukan meliputi
aspek kuantitas, kualitas

77
PENANGGUN
NO ISU STRATEGIS KEBIJAKAN STRATEGI KEGIATAN INDIKATOR PROGRAM
GJAWAB

dan mobilitas
7. Pengintegrasian faktor
kependudukan ke dalam
pembangunan sektoral
dan daerah

78