Anda di halaman 1dari 5

5.

Bidang Lingkungan

a. Program non fisik

1) Sosialisasi Komoditas Potensial di Pekarangan Rumah

Ketersediaan bahan pangan di Indonesia dapat dibilang cukup rendah meski

kenyataanya Indonesia adalah negara agraris dimana sebagian besar

masyarakatnya bekerja di sektor pertanian. Kurangnya pemahaman

masyarakat dalam memanfaatan lahan untuk menanam komoditas pangan

dapat dijadikan salah satu alasan mengapa Indonesia masih melakukan impor

bahan pangan. Sosialisasi diperlukan untuk menambah wawasan masyarakat

dalam memanfaatkan tanah sebagai faktor produksi dalam hal menambah

pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sosialisasi pemanfaatan lahan

dirasa perlu bagi wilayah pedesaan dimana masyarakatnya rata rata adalah

petani dan memiliki pekarangan yang luas.

Waktu Pelaksanaan, Tempat dan Sasaran

Penyuluhan komoditas potensial di pekarangan rumah pada hari Rabu,

23 Agustus 2017 pukul 19:30 WIB di Gereja Bapak Sayono Desa

Mergosono yang dihadiri XXX orang.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dilaksanakannya penyuluhan tanaman Azolla adalah untuk

memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Mergosono

penambahan pendapatan melalui penanaman tanaman pangan di

pekarangan rumah.

Manfaat dilaksanakannya sosialisasi komoditas potensial yaitu agar warga

Desa Mergosono dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk

meningkatkan pendapatan sampingan.


Uraian Capaian

Sosialisasi Komoditas Potensial di Pekarangan Rumah dilaksanakan di

Gereja Bapak Sayono Desa Mergosono yang dihadiri oleh warga Desa

Mergosono sebanyak XXX orang. Kegiatan ini mengikutsertakan Balai

Penyuluh Pertanian Kecamatan Buayan sebagai narasumber. Penyuluhan

yang dilakukan membahas berbagai macam tanaman pangan yang dapat

ditanam pada pekarangan rumah, cara penanaman, cara pemeliharaan,

rintangan dan tantangan dalam budidaya termasuk penanganan terhadap

hama dan penyakit.

Faktor Pendorong

Warga Desa Mergosono sebagian besar bekerja sebagai petani maka

pengenalan komoditas potensial mudah untuk diterima oleh masyarakat.

Hal ini juga meningkatkan minat masyarakat Dusun I Desa Mergosono

untuk menambah pendapatan sampingan.

Faktor Penghambat

Warga Dusun I Desa Mergosono banyak yang tidak dapat menghadiri

acara sosialisasi dikarenakan letak kegiatan jauh dari area Dusun I.

Rekomendasi Perbaikan Program

Sosialisasi sebaiknya dilakukan di sekitar Dusun I agar target yang ingin

dicapai dapat terealisasi.

Penanggung Jawab : Luthfi Adi

Realisasi : Terealisasi

Biaya : Rp 188.300
Dokumentasi Kegiatan :
a. Program Fisik

1) Pembagian Bibit Tanaman Cabai

Pengetahuan dan ilmu yang dimiliki masyarakat pedesaan akan terhambat

pelaksanaanya jika tidak ada modal untuk mendapatkan input produksi. Tanah

dan bibit adalah input utama dalam melakukan produksi. Dalam hal ini tanah

sudah dimiliki oleh masyarakat Desa Mergosono, sehingga mahasiswa berniat

untuk memberikan bibit tanaman agar masyarakat desa hanya melakukan

penanaman dan pemeliharaanya saja.

Waktu Pelaksanaan, Tempat dan Sasaran

Pembagian bibit tanaman cabai dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus

2017 di Gereja Bapak Sayono Desa Mergosono dengan sasaran warga

minimal XXX orang.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dilaksanakannya pembagian bibit adalah untuk memberikan

input produksi agar warga Desa Mergosono tidak perlu mengeluarkan biaya

untuk merealisasikan penanaman komoditas potensial di pekarangan rumah.

Manfaat dilaksanakannya pembagian bibit tanaman cabai adalah agar

warga dapat langsung mempraktikkan secara mandiri penanaman komoditas

potensial di pekarangan rumah.

Uraian Capaian

Pembagian bibit tanaman caiabi dilaksanakan di Desa Mergosono yang

dihadiri oleh XXX orang. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari sosialisasi

komoditas potensial di pekarangan rumah yang sebelumnya sudah

dilaksanakan. Pada kegiatan ini, mahasiswa memberikan 120 bibit tanaman

kepada peserta sosialisasi komoditas potensial di pekarangan rumah.


Faktor Pendorong

Warga desa sangat antusias terhadap kegiatan yan tidak berbayar tetapi

memberikan sesuatu hal kepada mereka, sehingga pada pembagian bibit ini

warga memberikan respon positif.

Faktor Penghambat

Absensi pada kegiatan ini mengikuti absensi dari kegiatan sosialisasi

komoditas potensial di pekarangan rumah, sedangkan terdapat bibit yang

dibagikan untuk warga yang tidak terdaftar pada absensi sosialisasi.

Rekomendasi Perbaikan Program

Sebaiknya pada setiap proker diadakan absensi agar pertanggung jawaban

kegiatan dapat terlihat jelas.

Penanggung Jawab : Adi Nugroho

Realisasi : Terealisasi

Biaya : Rp 45.000

Dokumentasi Kegiatan :