Anda di halaman 1dari 4

Proyek Cable Car Bandung Sky Bridge

1. Tujuan Proyek Cable Car


a) Solusi permasalahan transportasi, kemacetan khususnya, di Kota Bandung.
b) Menyediakan alat transportasi yang ramah lingkungan, aman, nyaman, cepat,
tepat waktu, terjangkau, tingkat keselamatan tinggi, dan memiliki kapasitas
angkut yang cukup besar.
c) Sarana wisata Kota Bandung

2. Deskripsi Singkat Proyek Cable Car

Cable car atau kereta gantung merupakan sebuah proyek yang dapat menjadi salah
satu solusi kemacetan karena penggunaannya akan mengurangi pemakaian ruas
jalan oleh warga dan wisatawan. Selain itu, cable car dalam pengoperasiannya
cukup ramah lingkungan karena menggunakan listrik sehingga tidak menghasilkan
emisi, aman, nyaman, cepat, tepat waktu, dan memiliki kapasitas angkut yang
besar. Kereta gantung juga cukup layak karena dapat menghubungkan titik-titik
lokasi pusat aktivitas di Kota Bandung serta dapat berintegrasi dengan sistem
transportasi yang telah ada.
Berikut dibawah ini disajikan deskripsi teknis cable car yang akan dibangun dalam
tabel dan denah trase awal cable car.
3. Perkiraan Biaya Proyek Cable Car
Dalam perencanaan awal, pembangunan proyek cable car akan mengeluarkan
biaya sebagai berikut:

Dengan perkiraan investasi untuk cable car yang sebesar $US 8 10 juta atau
setara dengan Rp 88 110 milliar per kilometer, diharapkan investasi akan kembali
dengan tingkat pengembalian investasi sekitar 10 tahun.
4. Jadwal Proyek Cable Car
Pada awalnya proyek ini direncanakan sekitar tahun 2011-2014. Pembuatan
prototipe direncanakan pada akhir 2015 oleh PT Aditya Dharmaputra Persada,
namun gagal dilaksanakan karena adanya perubahan metode pengadaan.
Kemudian dilakukan lelang pertama pada Mei 2016, namun gagal karena tidak ada
peserta lelang yang mengirimkan penawara. Kemudian lelang kedua direncakan
pada Oktober 2016 dan konstruksinya pada akhir tahun 2016. Tapi karena masalah
perizinan proyek ini sempat terhenti. Kemudian pemerintah kota menunjuk
langsung PT. Aditya Dharmaputra Persada sebagai pemegang proyek karena
menurut Peraturan Presiden pemerintah dapat menunjuk langsung pemegang
proyek selama proyek mendapat investasi penuh dari pemegang proyek. Kemudian
pada bulan Juli 2017, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan proyek sudah
mulai bisa dilakukan groundbreaking dan proyek ini direncanakan akan selesai
dalam 9 bulan.

5. Kajian dan Analisis PDM terhadap Proyek Cable Car


Berdasarkan data BUMP (Bandung Urban Mobilty Project), proyek dilaksanakan
dengan PDM Design Build dengan skema PPP (Public Private Partnership)
dengan model BOOT (Build, Own, Operate, Transfer) yang mana pemerintah
mengundang pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pengadaan infrastruktut
untuk public. Dalam hal ini pihak swastalah yang akan membiayai, membangun,
mengoperasikan, memlihara, mengelola, dan menghimpun pembayaran dari
pengguna cable car, dan pada akhir hak guna pakai, infrastruktur ini akan menjadi
hak milik pemerintah Kota Bandung.

6. Kajian dan Analisis AMDAL terhadap Proyek Cable Car


Dalam membangunan infrastrukur cable car, AMDAL (Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup) harus dikaji dan ditinjau guna memperhitungkan
segala kemungkinan dampak dan resiko pembangunan terhadap lingkungan
sekitar.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang izin lingkungan
hidup, aspek-aspek yang harus ditinjau dalam membangun infrastruktur yang
berwawasan lingkungan adalah aspek biogeofisik dan kimia, aspek ekonomi, aspek
sosial, dan aspek kesehatan masyarakat.
a) Aspek biogeofisik dan kimia
Cable car merupakan moda transportasi yang ramah lingkungan karena
menggunakan listrik sehingga tidak mengeluarkan emisi gas buangan.
Dalam pengadaan stasiun, tiang-tiang, dan alat-alat lain yang menunjang
kinerja sistem cable car, dibutuhkan lahan yang sangat luas, Namun lahan
yang digunakan kemungkinan bukanlah lahan hijau sehingga tidak terlalu
merusak lingkungan.
b) Aspek ekonomi
Dalam proses kontruksinya dan pengoperasiannya, dibutuhkan banyak
tenaga kerja sehingga membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Dengan digunakannya cable car sebagai wahana wisata, maka diharapkan
dapat menarik minat wisatawan yang akan menunjang perekonomian Kota
Bandung
c) Aspek sosial
Terdapat peralihan budaya menggunakan kendaraan pribadi menjadi cable
car sehingga macet dapat teratasi dan alasan keterlambatan karena macet
dapat dihilang.
Mengubah sudut pandang masyarakat tentang transportasi umum yang
awalnya mengira transportasi umum itu kurang nyaman menjadi sebaliknya.
d) Aspek kesehatan masyarakat
Dapat mengurangi polusi udara maupun polusi suara karena cable car
menggunakan listrik sehingga masyarakat Kota Bandung sudah mulai
terbebas dari asap (polusi udara) yang dapat menyebabkan sakit.

7. Sumber Referensi
Dinas Perhubungan Kota Bandung.2016.BUMP (Bandung Urban Mobilty
Project), [pdf], (https://ppid.bandung.go.id/wp-content/uploads/2016/08/bump-
indo-full.pdf, diakses pada 12 September, 20:07 WIB).

Republik Indonesia. 2012. Undang-Undang No. 27 Tahun 2012 tentang Izin


Lingkungan Hidup. Sekretariat Negara. Jakarta.
Rosadi, Dian. (5 Juli 2017). LRT dan Cable Car di Bandung Akan Mulai
Dibangun Agustus 2017. Diperoleh dari https://www.merdeka.com/peristiwa/
lrt-dan-cable-car-di-bandung-akan-mulai-dibangun-agustus-2017.html
(diakses pada 12 September 2017, 20:07 WIB).