Anda di halaman 1dari 2

TITISARI SHIVA A

21020115130090

Pondasi Basement

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau
sebagian terletak di bawah tanah. Basement dibuat sebagai usaha untuk mengoptimalkan
penggunaan lahan yang semakin padat dan mahal.
Dalam pelaksanaan konstruksi basement, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni metode
konstruksi, retaining wall dan dewatering.

Struktur basement gedung bertingkat, secara garis besar terdiri dari :


1. Kolom
SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas
utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling
tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh
bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang
memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat
bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban
hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh.

Gambar1 : Kolom

Sumber:
http://konstruksimania.blogspot.co.id/
2012/12/retaining-wall-pada-
pembuatan-basement.html

2. Dinding Basement
Dinding pada basement harus dirancang agar kokoh dan kuat, mengingat fungsinya sebagai
retaining wall (penahan beban tekanan tanah dan air). Ketebalan dinding betonnya berkisar
antara 15-17.5 cm, bergantung pada kedalaman lantai basement-nya. Sementara untuk
mengantisipasi adanya rembesan air, dinding mutlak diberi lapisan waterproofing.

Gambar 2 : Dinding basement

Sumber:
http://konstruksimania.blogspot.co.id/
2012/12/retaining-wall-pada-
pembuatan-basement.html
TITISARI SHIVA A
21020115130090

3. Balok dan Plat Lantai


Balok dan pelat adalah elemen dari sebuah bangunan. Kegagalan dalam merencanakan dimensi
dan penulangan dapat menyebabkan keruntuhan dari bangunan tersebut.

Selain ketiga struktur di atas, terdapat pula struktur utama dalam pembuatan basement yang
perlu diperhatikan, yaitu struktur pondasi. Untuk basement, jenis pondasi yang diterapkan adalah;
Pondasi Rakit/Mat Foundation/Raft Foundation
Pondasi Rakit merupakan plat beton tebal kedap air, yang kadang-kadang diperkuat dengan balok-
balok beton, berada dibawah seluruh luas bangunan, biasanya plat beton pondasi rakit ini sebagai
lantai basement, dengan merangkai menjadi satu kesatuan dengan dinding basement dengan
sambungan kedap air.
Pondasi rakit adalah salah satu tipe pondasi bangunan gedung bertingkat. Jika pada umumnya,
pondasi gedung merupakan gabungan antara tiang pancang/ bored pile, pile cap/ poor dan tie beam,
maka sistem pondasi rakit menghilangkan pile cap dan tie beam diganti dengan sebuah pondasi masif
yang menyatukan seluruh pile cap atau bored pile yang ada. Jika disederhanakan, pondasi rakit bisa
juga disebut sebagai pile cap raksasa, yang menggabungkan bukan hanya 4/5 tiang pancang/ bored
pile, melainkan semua bagian gedung.
Pondasi Rakit digunakan dalam kondisi sebagai berikut :
a. Apabila 50% luas bangunan terdiri dari pondasi plat setempat, sehingga terjadi overlaping,
biasanya pada bangunan 10 lantai
b. Apabila Daya dukung tanah lebih kecil dari 3 Kpa
c. Apabila dibutuhkan basement sebagai tempat parkir, ruang instalasi pengolahan air limbah,
dan sebagainya

Gambar : Pondasi Rakit

Sumber :
http://tukangbata.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-basement-dan-tipe-tipenya.html, diakses pada 3 September 2017
http://ainlahay.blogspot.co.id/2013/12/pekerjaan-pondasi.html, diakses pada 3 September 2017
https://jefrihutagalung.wordpress.com/2014/03/03/metode-pelaksanaan-mat-foundation-pondasi-rakit/,
diakses pada 3 September 2017
http://www.academia.edu/5543253/Diafragma_Wall_and_Basement, diakses pada 3 September 2017