Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

PRAKTIKUM VI
PENANAMAN DAN ISOLASI MIKROBA

OLEH

NAMA : ALFIAWIN
STAMBUK : F1D516004
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN PEMBIMBING : NUR RAYANI L.

PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIFERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bakteri merupakan kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti

sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil

(mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa

kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan

kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan

industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel,

dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi

dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.

Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan

menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan atau pemurnian

dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis,

misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang

hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba

adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari

campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan

menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni

sel yang tetap pada tempatnya (Krisno, 2011).

Dalam kegiatan mikrobiologi pembuatan isolat dilakukan dengan cara

mengambil sampel mikrobiologi dari lingkungan yang ingin diteliti. Dari sampel
tersebut kemudian dibiakkan dengan menggunakan media universal atau media

selektif, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Jika menggunakan media universal

akan diperoleh biakan mikroba campuran. Untuk proses identifikasi maupun isolasi

jenis tertentu saja, dilakukan proses pembuatan isolat tunggal dari isolat campuran

tersebut. Isolat tunggal atau biakan murni merupakan biakan yang asalnya dari

pembelahan satu sel tunggal. Ada beberapa metode untuk memperoleh biakan murni

dari isolat campuran. Dua di antaranya yang sering digunakan adalah teknik cawan

gores dan teknik cawan tuang. Prinsip dari kedua teknik tersebut sama, yaitu

mengencerkan biakan campuran hingga setiap individu spesies dapat dipisahkan,

sehingga setiap koloni yang terbentuk merupakan hasil dari pembelahan satu sel.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini sebagai berikut

1. Bagaimana metode yang digunakan dalam isolasi mikroba?

2. Bagaimana cara mengetahui Karakteristik mikroba yang tumbuh pada kultur

murni?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum penanaman dan isolasi bakteri adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa dapat mengetahui metode-metode untuk memisahkan mikroba

tertentu dari populasi campurannya untuk mendapatkan kultur murni.


2. Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik mikroba yang tumbuh pada kultur

murni.

D. Manfaat Praktikum

Manfaat yang di harapkan dari hasil praktikum ini iyalah sebagai berikut :

1. Diharapkan dari hasil praktikum ini mahasiswa mampu mengetahui metode dan

tata cara memisahkan mikroba tertentu dari populasi campurannya.

2. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan berbagai macam karakteristik mikroba

yang dikultur.
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Mikroba

Mikroorganisme adalah suatu mahluk hidup yang tidak dapat dilihat oleh

manusia secara kasat mata tantidak berwarna sehingga sukar dilihat atau diketahui

keberadaanya. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan hidup mikroorganisme

dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan lingkundannya. Bahan nutrisi yang tersedia dapat

berupa bahaan alami dan dapat pula berupa bahan sintetis. Bahan nutrisi yang

digunakan mikroorganisme biasanya berupa senyawa sederhana yang tersedia secara

langsung atau berasal dari senyawa yang kompleks yang kemudia dipecah oleh

mikroorganisme menjadi senyawa yang sederhana melalui proses enzimatik. Bahan

nutrisis ini dapat berupa cairan atau padatan setengaah padat (semi solid) (Lay1998).

B. Isolasi Mikroban

Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan

mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat

dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat, sel-sel mikroba akan

membentuk koloni sel yang tetap pada tempatnya (Anonim, 2012). Dikenal beberapa

cara atau metode untuk memperoleh biakan murni dari suatubiakan campuran. Dua

diantaranya yang paling sering digunakan adalah metode cawan gores dan metode

cawan tuang. Yang didasarkan pada prinsip pengenceran dengan maksud untuk
memperoleh spesies individu. Dengan anggapan bahwa setiap koloni dapat terpisah

dari satu jenis sel yang dapat diamati (Afrianto, 2004).

Kultur murni adalah suatu biakan yang terdiri dari sel-sel dari satu spesies

atau satu galur. Proses untuk mendapatkan biakan murni disebut isolasi, pada

dasarnya metode-metode pemisahan menjadi satu spesies mempunyai prinsip yang

sama yaitu mengencerkan mikroba tersebut sehingga diperoleh jumlah koloni yang

dapat dihitung, dimana jumlah yang terbaik adalah 30-300 koloni. Metode yang

biasa dilakukan untuk memperoleh biakan murni adalah metode cawan gores (streak

plate), agar sebar/permukaan (spread/surface plate), cawan tuang (pour plate), metode

saring dan metode cair (Zul, 2009).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini di laksanakan hari Jumat, 21 April 2017 pukul 13:30 WITA,

dan bertempat di Laboratorium Unit Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Bahan dan Kegunaan


No Nama Bahan Satua Kegunaan
n
1 2 3 4
1. Jerawat, Kotoran - Sebagai sumber isolate yang akan diamati
ketiak, Kotoran jari
kaki, Es dawet, Bakso,
Sambel gorengan
8. Tisu - Untuk membersihkan meja Laminar air flow
7. Media PCA g Area kerja
9. Media PDA g Sebagai media untuk menumbuhkan fungi
10. Alkohol 70% mL Untuk mensterilkan tangan
11. Aluminium foil - Untuk melapisi penutup kapas elenmeyer
12. Kapas - Untuk menutup permukaan
13. Media NA g Sebagai media padat untuk menumbuhkan
bakteri
14. Kertas label - Untuk menandai pada tabung reaksi dan cawan
petri
15. Wrapping plastion - Untuk menutup seluruh pinggir cawan petri
16. Cotton bud - Untuk mengambil sampel pengamatan jerawat,
kotoran ketiak, kotoran jari kaki, bakso, es
dawet, sampel gorengan.
17. Aquades mL Sebagai pelarut
C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Alat dan Kegunaan


No Nama Alat Jumlah Kegunaan
1 2 3 4
1. Lampu spirtus - Untuk sterilisasi secara fisik dan untuk
memijarkan ose
2. Jarum inokulasi - Untuk mengambil media yang tumbuh pada
medium dan untuk menggores pada media
3. Cawan petri - Untuk menumbuhkan mikroba
4. Tabung reaksi - Sebagai wadah untuk menumbuhkan mikroba
5. Inkubator - Untuk menginkubasi mikroba
6. Mikro pipet dan tip m Untuk memindahkan larutan dengan volume
tertetu
7. Botol ampul mL Sebagai wadah pengenceran sampel
8. Kamera - Untuk mengambil gambar hasil pengamatan
9. Alat tulis - Untuk menuliskan hasil pengamatan
10. Laminar Air Flow - Sebagai tempat kerja secara aseptis
11. Autoclove - Untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan
12. Colony counter - Untuk menghitung jumlah koloni mikroba
13. Hot plate - Untuk melarutkan media padat
14. Botol gelap mL Sebagai wadah pengencer
15. Drigal sky - Sebagai alat meratakan sampel pada
permukaan media
16. Timbangan g Menimbang berat sampel padatan
17. Pen marker - Menandai koloni mikroorganisme pada cawan
petri
18. Spatula - Untuk mengambil sampel
19. Pisau - Untuk memotong-motong bakso
20. Cotton bud - Untuk mengambil sampel pada tahi ketiak,
jerawat dan kotoran jari kaki
21. Jangka sorong mm Untuk menghitung diameter mikroba
D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada pratikum ini adalah sebagai berikut :

1. Isolasi mikroorganisme

a. Menghancurkan sampel di dalam plastik dan dibuat pengenceran

b. Membuat pengenceran dengan cara menimbang sebanyak 10 g sampel yang

telah dihancurkan lalu di masukan ke dalam botol gelap yang berisi aquades

steril sebanyak 90 ml.

c. Mengencerkan sampel dengan aquades steril sebanyak 9 ml sehingga

diperoleh pengenceran 10-1.

d. Mengambil 1 ml dari pengenceran 10-1, kemudian dimasukan kedalam botol

ampul berisi 9 ml aquades steril untuk memperoleh pengenceran 10-2 dan

sterusnya hingga memperoleh pengenceran 10-6.

e. Mengisolasi mikroorganisme mengunakan bakteri mengunakan medium NA

(Nutrient Agar), fungi mengunakan medium PDA (Potato Dekstrose Agar),

dengan metode sebar.

f. Menginkubasikannya ke dalam inkubator selama 24 jam.

g. Menghitung jumlah koloni yang tumbuh di dalam cawan petri dengan

mengunakan SPC (Standar Plate Count).

2. Teknik pemurnian kultur dan pengenceran suspensi

1. Metode tuang (pour plate)

a. Mencairkan 10 ml medium agar nutrisi


b. Mengencerkan sampel yang akan diisolasi, dengan cara melarutkannya hingga

beberapa kali lipat (pengenceran berseri secara desimal) yaitu 1:10, 1:100 dan

seterusnya.

c. Mengambil 1 ml larutan dari pengenceran akhir dan menuangnya ke dalam

cawan petri steril.

c. Menuang agar nutrisi yang telah dicairkan ke dalam cawan petri tersebut,

kemudian mengerakkan cawan petri seperti angka delapan untuk

menyebarkan sel-sel mikroorganisme secara merata.

d. Mengikubasi media NA ke dalam inkubator selama 24 jam dengan posisi

terbalik.

e. Mengamati dan menghitung jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh pada

media dan bandingkan satu sama lain.

2. Metode sebar (Spread Plate)

a. Menuang NA ke dalam cawan petri steril dan membiarkannya memadat.

b. Mengores sampel kedalam cawan petri yang telah berisi media padat.

c. Mencelupkan drygalsky ke dalam alkohol 70% dan pijarkan sebentar dengan

lampu spirtus.

d. Menyebar suspensi sampel tersebut dengan drygalsky yang telah disterilkan

terlebih dahulu hingga mendapatkan sebaran yang merata.

e. Mengikubasikannya ke dalam inkubator selama 24 jam.

f. Mengamati koloni mikroorganisme yang terbentuk dan menghitung koloni

yang tumbuh.
g. Masukan ke dalam tabel pengamatan.

1. Pemindahan mikroorganisme ke dalam berbagai jenis medium

a. Medium agar miring

a. Menuang medium NA ke dalam tabung reaksi dengan posisi miring dan

membiarkannya hingga memadat.

b. Menginokulasikan sampel yang telah didapat dari teknik isolasi

mikroorganisme, dengan ose ujung bulat yang sebelumnya telah dipijarkan ke

atas lampu spirtus dengan kedalaman 3/4 bagian tinggi medium. Semua proses

ini dilakukan secara aseptis pada laminar air flow.

c. Menyumbat bagian atas tabung reaksi dengan kapas dan megikubasikannya

kedalam inkubator selama 24 jam.

d. Mengamati mikroorganisme yang tumbuh dari jumlah koloni, warna koloni,

mendokumentasikan dan memasukan kedalam tabel hasil pengamatan.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Perhitungan Jumlah Koloni


No. Nama Sampel Nama Media Gambar Jumlah SPC
1 2 3 4 5 6
1. Jerawat NA 161 1,6 106 CFU/mL

PDA - TBUD

2. Kotoran NA 105 1,1 106 CFU/mL


Ketiak

PDA - TBUD
Tabel 2. Lanjutan
1 2 3 4 5 6
5
3. Sela Jari Kaki NA 58 5,8 10 CFU/mL

PDA - TBUD

4. Bakso NA 137 1,4 106 CFU/mL

PDA - TBUD

5. Es Dawet NA 42 4,2 105 CFU/mL

PDA - TBUD
Tabel 3. Lanjutan
1 2 3 4 5 6
5
6. Sambal Goreng NA 44 4,4 10 CFU/mL

PDA - TBUD

Analisis sampel kotoron ketiak

1
SPC NA = Koloni FP

(kotoran ketiak)

1
= 105
10-4 . 1

= 105 104

= 1,1 106 CFU/mL


1
SPC NA = 161
10-4 . 1

(jerawat) = 161 104

= 2 106 CFU/mL
1
SPC NA = 58
10-4 . 1

(sela ketiak) = 5,8 105

= 6 105 CFU/mL
1
SPC NA = 137
10-4 . 1

(bakso) = 137 104

= 1,37x 106

= 1,4 106 CFU/mL


1
SPC NA = 58
10-4 . 1

(es dawet) = 42 104

= 4,2 105 CFU/mL


1
SPC NA = 44 -4
10 . 1

(sambal goreng) = 44 104

= 4,4 105 CFU/mL

Tabel 4. Pengamatan Karakteristik Koloni pada Medium Nutrien Agar (NA)


Ciri-ciri Koloni
No Sampel Ukuran Struktur
Gambar Bentuk Tepi Elevasi Warna
(mm) Dalam
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1. Jerawat Circulair 3,5 mm Undulate Effuse Putih Opaque
susu

2. Kotora Iregulair 4,3 mm Undulate Low Putih Transparent


n ketiak conver susu

3. Sela Circulair 4,9 mm Entire Conver Putih Transparent


jari susu
kaki

4. Bakso Circulair 3,025 Entire Low Putih Transparent


mm conver susu

5. Es Circulair 3,75 mm Entire Effuse Putih Transparent


dawet susu

6. Sambal Circulair 6,05 mm Entire Effuse Cream Smooth


goreng

A. Pembahasan
Pembiakan mikroba pada media yang berisi zat hara serta lingkungan

pertumbuhan yang sesuai bagi mikroba. Media merupakan suatu bahan yang

digunakan untuk menumbuhkan mikroba yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat

makanan dan sebagai tempat isolasi mikroba, memperbanyak, pengujian sifat

fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba.

Praktikum penanaman isolasi mikroba digunakan beberapa tahap atau

beberapa tehnik yang dilakukan salah-satu teknik yang digunakan adalah teknik tuang

dan tekin sebar. Teknik tuang ini dilakukan dengan cara, menyiapkan 10 mL media

agar nutrisi, lalu mengencerkan sampel yang akan diisolasi, dengan caram melarutkan

sebanyak beberaapa kali lipat, 1:10, 1:100, selanjutnya menuang agar nutrisi yang

sudah dicairkan kedlam cawan petri tersebut, lalu cawan petri diputar-putar

diatasmeja dengan gerakan eperti angka delapan untuk menyebarkan sel-sel mikroba

secara merat, selanjutnya didiamkan dulu setelah agar agak memadat, cawan-cawan

tersebut diikubasi dengan posisi terbalik, setelah selesai diinkubasi dilanjutkan

dengan pengamatan jumlah koloni yang terbentuk pada media agar, selanjutnya

dilakukan tahap pengamatan pada bentuk dan struktur mikroba. Teknik sebar media

dituang pada cawan petri kemudian didiamkan, selanjutnya digores menggunakan

jarum inokulum yang berbentuk bulat. Kemudia di inkubasi dengan suhu selama 24-

48 jam, setelah itu dilanjutkan dengan tahap pengamatan mikroba yang terbentuk dan

membandingkan bentuk dan struktur mikrobanya.

Hasil prehitungan jumlah koloni yang ada pada jerawat dapat dihitung pada

media NA yang berjumlah 161, sedangkan pada PDA (TBUD) dan memiliki bentuk
Cilculair ukurannya sekitar 3,5 mm, tepinya Undulate, jenis elevasinya dan

berwarna putih susu, bentuk dalam selnya transparan. Kotoran ketiak nilai NA dapat

dihitung jumlah koloninya yaitu 105, sedangkan pada PDA tidak dapat dihitung

jumlah koloninya (TBUD), memiliki bentuk Iregulair, ukurannya 4,3 mm, jenis

tepinya Undulate, elevasi Low conver, warnanya putih susu, bentuk sel dalamnya

transparan. Selah jari kaki nilai yang diperoleh dari NA dapat dihitung jumlah

kolonimya yaitu 58, sedangkan nilai pada PDA tidak dapat dihitung jumlah koloninya

atau (TBUD), memiliki bentuk Circulair, dan ukurannya 4,9 mm, bentuk tepinya

Etire, elevasinya Effuse,warnanya putih susu, bentuk sel dalamnya transparan. Bakso

nilai NA 137, sedangkan nilai PDA tidak dapat dihitung jumlah koloninya (TBUD),

memiliki bentuk Circulair, ukurannya 3,025 mm, bentuk tepinya entire, bentuk

elevasinya Low conver, warnanya putih susu, bentuk dalam sel transparan. Es Dawat

nilai NA 42, sedangkan nilai PDA tidak dapat dihitung jumlah koloninya (TBUD),

Bentuknya Circulair, ukurannya 3,75 mm, bentuk tepinya Entire, elevasinya Effuse,

bentuk warnanya putih susu, bentuk dalam selnya transparan. Sedangkan sampel pada

sambal goreng nilai NA 44, sedangkan nilai pada PDA tidak dapat dihitung nialai

jumlah koloninya atau (TBUD), bentuknya Circulair,bentuk ukurannya 6,05 mm,

bentuk tepinya Entire, elevasinya Effus,warnanya cream, dentuk dalam selnya

smooth.
V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada praktikum Penanaman Dan Isolasi

Mikroba dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Metode yang digunakan pada praktikum ini yaitu metode tuang dan metode sebar

2. Karakteristik mikroba pada kultur murni. Sampel jerawat, bentuknya Cilculair,

Undulate, Effuse, putih susu, Opaque. Bakso bentuknya Circulair, Entire, Low

Kolver, putih susu, Transpatant. Es dawet bentuknya, Circulair, Entire, putih susu,

Transpatant. Kotoran ketiak Iregulair, Undulate, Low Kolver, putih susuh,

transparant. Kotoran selah jari bentuknya Circulair, Entire, Conver, putih susu,

Teransparant. Sambal goreng bentuknya Circulair, Entire, Effuse, Cream, smooth.

B. Saran

Saran pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Sebaiknya laboratorium di harapkan ke depannya agar laboratorium tetap terjaga

kebersihannya.

2. Sebaiaknya asisten di harapkan agar lebih teliti dalam memeriksa laporan


3. Sebaiknya ketika praktikum di harapkan tertib dan tenang

DAFTAR PUSTAKA

Afrianto, L, 2004, Isolasi Mikroba dan Teknik Penanaman Mikroba, Jurnal


Teknologi Pertanian, 2(3), :Yogyakarta
,
Ari, W, 2010, metode penggoresan mikroorganisme dan teknik
perkembangbiakannya, jurnal kimia ilmi teknologi pangan, 3(4),:
Yogyakarta

Hadioetomo, 2013 Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Teknik dan Prosedur Dasar
Laboratorium. PT Gramedia. Jakarta

Krisno, W. 2015, Mikrobiologi Dasar , Jurnal Kependidikan. Yogyakarta


Zul, D. Ratni., 2006. Mikrobiologi Dasar. PT. Gramedia. Jakarta.
.