Anda di halaman 1dari 20

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) BEKAM

BAHAN RUJUKAN MENGIKUTI UJIAN SERTIFIKASI KEANGGOTANN ABI

TUJUAN :

1. Meningkatkan Pelayanan Kepada Pasien


2. Meminimalisir kejadian kejadian yang tidak di inginkan
3. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi pembekam dan pasien
4. Meningkatkan derajat terapi bekam agar dapat di terima oleh seluruh lapisan masyarakat

3 PRINSIP YANG HARUS DIMILKI OLEH PEMBEKAM :

a. Baik hati dan tidak mencari kekayaan pribadi


b. Tulus dan ikhlas dalam menolong
c. Mempunya keberanian dan keyakinan yang tinggi
ADAB / KRITERIA SEORANG PEMBEKAM :

a. Niat karena Allah dan ikut Sunnah Rasullah SAW.

b. Selalu menjaga amalan wajib dan sunnah

c. Dapat membaca Al quran dengan benar dan selalu ikhtiar mengamalkannya

d. Ikhlas membantu atas dasar persaudaraan

e. Hendaknya dalam keadaan berwudhu

f. Ramah dan bersahabat

g. Berdialog dan sampaikan pesan-pesan hikmah kepada pasien


Niatkan menjalankan sunnah
Berdoa dan mohon kesembuhan pada Allah
dll
h. Bentengi diri Doa doa dan dengan Ayat-ayat Allah
Baca Taawwuz dan basmallah

Baca Ayat-ayat Allah seperti yang termaktup dalam zikir masyur dari Rasulullah

i. Berpakaian rapih, bersih tidak merokok


j. Menjaga rahasia riwayat penyakit pasien
k. Tidak membuka aurat/ daerah tempat yang mau di bekam secara berlebihan
l. Tidak membekam lawan jenis, kecuali muhrimnya
m. Tidak mempromosikan diri dan menentukan tarif secara berlebihan
n. Menjaga pola hidup dan pola makan sesuai At Thibbun Nabawy
o. Senantiasa menjaga kebersihan diri, klinik/ rumah dan lingkungan sekitar tempat praktek
p. Saling menghargai sesama praktisi bekam / tidak saling menjatuhkan nama baik
q. Tawakal pada Allah
Adapun syarat dasar profesionalisme penterapi bekam adalah sebagai berikut :
1. Memahami berbagai jenis penyakit kronik dan ringan
2. Perlu mengetahui fungsi obatan dari sumber alamiah dan juga obatan modern yang mengandungi dadah/racun terkawal dan terjadual.
3. Harus mengetahui dan mahir melihat penyakit dari tanda-tanda fisik penyakit dan kaedah Naturopathy, Iridologi, Tradisioal dan lain-lain.
4. Harus bijak mestabilkan dan menjaga emosi, mental dan memahami kondisi jiwa Pasiennya.
5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota keluarga pasien dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.
6. Mau berkorban dan tidak mengenal lelah dalam merawat pasien.
7. Ketelitian dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum pasien dibekam, guna menghindari hal yang tidak
diinginkan.
8. Pentrapi bekam harus mengikuti pelatihan - pelatihan formal dan praktikal yang yang diadakan oleh Asossiasi Bekam Indonesia.
9. Janganlah sekali-kali membekam, jika diri sendiri belum pernah dibekam
10. Bagi Pemula jangan sekali-kali melakukan bekam tanpa pengawasan dari seorang yang telah ahli.
11. Sebelum melakukan bekam diupayakan untuk pemeriksaan awal untuk mengukur kadar gula darah, tekanan darah, serta denyut nadi pasien, juga
selepas dibekam.
12. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsumsi oleh pasien kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dibekam.
13. Kemahiran menggunakan peralatan kedokteran modern.
TITIK BEKAM DASAR ABI

01. Puncak Kepala / Ummu Mughits :

( : )

Sesungguhnya Nabi SAW telah berbekam di kepala dalam keadaan ihram kerana sakit kepala (HR. Bukhari)

02. Leher kiri dan kanan/ Akhdain dan 03. punuk/ Al Kahil:

) - - ( - -

Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam di Akhdain dan Kahil (HR. Tirmidzi,Ahmad, Ibnu Majah))

04. Bahu / Al Katifain

) - - ( - -

Rasulullah SAW telah berbekam di Akhdain dan di antara dua bahunya (HR. Ahmad)

05. .Di Pinggang / Ala warik

) - - ( - -

" Nabi SAW telah berbekam pada pinggangnya kerana sakit yang ditanggung.. (HR. Abu Dawud)
06. Di Kaki / Ala dzohril qadami

() ) - - - -

Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam di Malal (antara mekah dan madinah) pada kaki Baginda (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

Bagian tubuh yang tidak boleh dibekam


a. Bagian perut wanita yang sedang hamil
b. Tepat dibagian varises
c. Lubang tubuh alami seperti : bagian kelamin, mata, telinga, anus, hidung, mulut, puting susu
d. Bagian leher depan ( kerongkongan )
e. Pada daerah lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan.
f. Tepat dibagian tumor & luka.
g. Tepat di urat nadi
h. Pada lipatan sendi.

ORANG YANG TIDAK BOLEH DIBEKAM

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian setiap para pembekam diantaranya :

1. Penderita diabetes mellitus (kecing manis) kronis, kecuali juru bekam yang benar benar ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit seperti
ini.
2. Pasien yang fisiknya sangat lemah

3. Infeksi kulit yang merata

4. Orang tua yang sudah lemah

5. Anak-anak penderita dehidrasi ( kekurangan cairan)


6. Penderita penyakit kanker darah ( kondisi pasien dalam keadaan lemah )

7. Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan (pada saat kondisi hamil)

8. penderita penyakit gila, kesurupan, terkena sihir, dan sebagainya kecuali juru bekam yang telah mampu menghadapi kasus-kasus semacam ini.

9. Penderita penyakit hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi akut (kronis)

10. Penderita penyakit kuning (akut) karena hepatitis kecuali dalam pengawasan dokter. Atau orang berpengalaman dalam menangani penyakit seperti
ini.

11. Pasien setelah mengalami muntah sehingga kondisinya kembali stabil.

12. Pasien yang sedang melakukan cuci darah ( gagal ginjal ). Kecuali pembekam yang berpengalaman.

13. Pasien yang mengalami kelainan klep jatung, kecuali dibawah pengawasan dokter dan orang benar-benar ahli bekam.

14. Orang yang sedang menderita kedinginan, sementara suhu badannya sangat tinggi.

15. Wanita yang sedang menstruasi sementara kondisinya dalam keadaan lemah dan mengalami pendarahan cukup banyak.

16. Orang yang kondisinya tidak stabil karena menerita tekanan darah rendah.

17. Tidak dianjurkan meletakkan gelas bekam diatas urat sendi yang robek bagi pasien yang mengalami robek urat persendian

18. Pada penderita dengan kelainan cairan sendi, dalam pembekaman jangan sampai gelas bekam diletakkan pada daerah yang sakit, melainkan
diletakkan disekitarnya

19. Tidak dianjurkan melakukan bekam tepat pada varises, tetapi dilakukan pada bagian kanan atau kiri di sekitarnya, dan sebaiknya dilakukan secara
hati-hati.

20. Jangan dilakukan langsung sesudah makan, tapi 1.5 - 2 jam sesudah makan.

21. Wanita hamil terutama didaerah sekitar perut


22. Orang yang baru saja memberikan donor darah, kecuali setelah berlalu dua atau tiga hari, tergantung pada kondisi kesehatannya

23. Penderita vertigo (pusing tujuh keliling) sampai keadaannya rileks.

24. Orang yang mengalami ketakutan sampai jiwanya tenang.

25. Orang yang sedang kelelahan

26. Orang yang sedang kekenyangan atau orang yang sedang dalam keadaan kelaparan

27. Tidak dianjurkan melakukan mandi air dingin sesudah berbekam, tetapi boleh mandi dengan menggunakan air hangat minimal setengah jam sesudah
bekam.

28. Pasien yang menderita anemia (kurang darah) kronis.

29. Pasien yang memiliki riwayat penyakit hemovilia.

Waktu Berbekam
Dari Ibnu Abbas r a. Rasulullah SAW :
Sebaik-baik kalian melakukan bekam adalah pada hari ke 17, 19 dan 21. (HR.Tirmidzi)
Dari Anas r.a. Rasulullah SAW bersabda :
Bahwasannya Rasulullah SAW melakukan bekam di akhdaain dan di kahilnya pada hari ke 17, 19, dan 21. (H.R. Ahmad, Tirmidzi)
Dari Abu huroiroh Rasulullah bersabda :
Barangsiapa melakukan bekam pada hari ke 17, 19, atau 21 maka akan menyembuhkan berbagai penyakit. .
Dalam kitab Qonun fith Thibb, bahwa waktu untuk melakukanbekam itu jam dua atau jam tiga siang dan dilakukan setelah mandi.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:
Nabi Muhammad SAW berbekam, sedangkan pada saat itu beliau berpuasa ( H.R. Bukhari (1939).
Nabi Muhammad SAW berbekam sedangkan pada saat itu beliau berihrom. (H.R. Bukhari (1835)
Dari Anas RA. Apabila panas memuncak, maka gunakanlah bekam. Darah pada diri salah seorang dari kalian tidak kacau hingga
mengeluarkannya (HR. Hakim)

Ibnu Sina dalam kitab beliau menyebutkan tentang waktu yang paling baik untuk berbekam ialah pada waktu tengah hari (Pukul 14 atau 15) karena pada
waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah-darah toksid sedang dikeluarkan. Jadi mengikuti prinsip yang sama kita boleh menhangatkan pesakit
selama jam, istirahat selama 15 menit dan mulai dibekam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a Nabi Saw bersabda : Barang siapa berbekam pada 17, 19
dan 21 hari bulan Hijriyah maka itu adalah hari hari yang menyembuhkan penyakit.

TAHAPAN BERBEKAM
Ada beberapa tahapan dalam berbekam yang harus diketahui oleh setiap pembekam agar apa yang dilakukannya didasari dengan pengetahuan. Bekam tidak
semudah mengatakannya, hal ini perlu adanya tekhnik dan perlakukan (manipulasi) bekam yang lebih serius sehingga proses pembekaman dapat berjalan
dengan sempurna. Beberapa hal langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam berbekam diantaranya :

1. Pra Bekam
Pertanyaan dasar sebelum melakukan proses pengobatan bekam
a. Tanyakan apa yang menjadi keluhan utamanya
b. Tanyakan apakah pasien ada keluhan tambahan atau tidak
c. Tanyakan sejak kapan perjalanan penyakit mulai diderita
d. Tanyakan pada pasien ada riwayat penyakit diabetes atau tidak, kalau ya apakah pernah melaukan pengecekkan kadar gula darahnya
e. Tanyakan pada pasien berapa tekanan darahnya atau juru bekam mengukur tekanan darah si pasien jika data tekanan darah belum ada
f. Tanyakan apakah pasien dalam keadaan kekenyangan atau tidak
g. Tanyakan apakah pasien semalaman cukup istirahat atau tidak
h. Tanyakan apakah pasien dalam keadaan fit atau tidak
i. Tanyakan pada pasien apa telah menggunakan Narkoba bila juru bekam mengetahui adanya indikasi/gejala pengguna Narkoba. Seperti:
Pasien terlihat lemas dan menggigil, mual dan muntah, adanya jamur dan luka-luka pada lidahnya dsb.
j. Khusus untuk pasien wanita tanyakan apakah dalam keadaan hamil, sedang menstruasi atau tidak.
k. Dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
Mencatat keadaan pasien dalam Rekam medik yang meliputi Nama, tgl lahir, alamat, jenis kelamin, pekerjaan dan keluhan penyakit serta Kondisi organ
pasien dan sebagainya.

Ada 3 hal yang harus dipersiapkan dalam berbekam agar mendapatkan hasil yang optimal , sebagai berikut :
a) Persipan peralatan bekam :
Gelas Kop/kaca pastikan sudah dalam keadaan Steril
Jarum atau surgical blade hanya satu kali pakai/satu orang satu
Sarung tangan dan masker sekali pakai
Kapas/ kasa steril
Gunting dan Alat cukur.
Tempat sampah/Limbah cair & Kering
Minyak Zaitun / Antiseptik
b) Persiapan untuk pasien :
Pasien dalam keadaan rileks, nyaman dan jangan terlalu tegang atau takut.
Pasien dalam keadaan tidak terlalu kenyang
Pastikan bahwa pasien tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah.
Pasien harus menceritakan keadaan penyakit yang dideritanya
Pasien hendaknya selalu membaca doa kesembuhan dirinya
c) Persiapan untuk pembekam :
Pembekam harus dalam keadaan sehat, sebaiknya dalam keadaan berwudhu.
Awali pembekaman dengan Doa , minimal sbb :
- Al baqarah ayat 1 5
- Al Baqarah 255 257
- Al Baqarah 285-286
- Doa kesembuhan seperti :

Allohumma robbanas adzhibil batsa isyfi wa antasy syafii laa syifa a illa syifaa uka syifaa al layughodiru saqomaa
Jelaskan kepada pasen segala sesuatu tentang bekam dan pastikan pasien sudah mengisi lembar persetujuan tindakan
Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien.
Lakukan pemeriksaan / diagnosa tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar pemeriksaan.
Perhatikan Suhu Udara pasien dan lingkungan / ruangan,
Penentuan titik bekam disesuaikan dengan keluhan pasien.
Tentukan titik yang akan di bekam, bersihkan dan disinfeksi daerah tersebut.
Sebaiknya lakukan pembekaman di titik titik bekam yang disunnahkan.
Buat pasien yang baru pertama kali, titik bekam perlu dibatasi.
Setelah titik bekam ditentukan, lakukanlah relaksasi ringan pada daerah yang akan di bekam, dengan jalan di pijat atau di dikop luncur.
Pasang alat bekam atau gelas sesui dengan ukuran, kemudian divacum
Kekuatan pemvakuman disesuaikan dengan kondisi pasien
Setelah 3 5 menit gelas vacuum dibuka, kemudian ditusuk atau disayat.
Jumlah penusukan disesuaikan dengan besarnya kop dengan jarak antara tusukan kurang lebih 0.5 - 1 cm dengan arah melingkar, horizontal

atau vertical dan melintang .


Bagi yang menggunakan sayatan, arah sayatan adalah mengikuti arah anatomi kulit / langerhans dengan hanya satukali proses pengulangan.
Pasang kembali gelas divacuum pada titik tersebut
Setelah 3 5 menit, gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas atau kasa steril
Pembekaman dengan menggunakan penusukan jarum dapat diulang kurang lebih 2 3 kali pengulangan.
Setelah proses vakum selesai, bekas penusukan atau sayatan dibersihkan dengan antiseptic, kemudian di beri zaitun/habasauda oil dan
dilakukan pemijatan ringan.
2. Pada Saat Bekam

- Maksimal Jumlah titik : sesuai titik sunah


- Lamanya pengulangan : 2 3 kali
- Jumlah darah maksimal 250 cc

Titik titik pembekaman wajib di awasi oleh pembekam sejak awal hingga akhir selama proses pembekaman.
Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama pembekaman, seperti kenyamanan dan keadaan fisik.
Bila pasien mengalami ketidak nyamanan misalnya mual, muntah atau mukanya pucat, maka segera lepaskan pembekaman.
Bila pasien pingsan, lepaskan alat bekam, bersihkan luka bekamnya kemudian pasien dibaringkan.
Lakukanlah penekanan (akupresur) pada titik dibawah hidung
Berikan minuman manis hangat seperti madu, jahe, atau jus kurma.
3. Paska Bekam

Setelah pembekaman selesai berikan pijatan ringan disekitar titik bekam,


Bersihkan atau sterilkan peralatan dan rapikan
Menganjurkan pasien untuk mengkonsumsi supplement/obat-obatan herba
Untuk menunjang kesehatannya
4. Penanganan Limbah
Sampah bekam berupa tissue/ kassa steril/ kapas, sarung tangan, dan masker sebaiknya dimusnahkan dengan cara dibakar.
Darah bekam di pisahkan atau ditempatkan dalam baskom/ ember kecil, lalu buang didalam kloset/ sepiteng.
Sampah bekam berupa jarum sebaiknya di tanam atau bekerjasama dengan dinas kesehatan atau puskesmas setempat dalam pembuangan limbah.
5. Penangan khusus penyakit kronik
Khusus untuk pasien yang terinveksi HIV AIDS dan hepatitis sebaiknya memiliki alat bekam sendiri.
KONDISI DARURAT PADA KASUS PEMBEKAMAN.
Untuk pasien yang mengalami pusing dan muntah atau mual pada saat dibekam hendaknya proses bekam di hentikan, alat kop di lepas, kemudian bersihkan
dan pasien diberi minuman manis lagi hangat. Pasien di baringkan kemudian dilakukan relaksasi pada daerah sekitar kepala, lengan dan kaki.

STERILISASI PERALATAN BEKAM

Alat/Material yang dipakai untuk melakukan sterilisasi diantaranya


Clorin
Alkohol
H2O2
PERALATAN BEKAM

Maraknya para pengamal methode pengobatan ini, maka perlu dilakukan standar alat dan penggunaan alat-alat dalam melakukan
tindakan bekam. Peralatan Bekam yang digunakan dalam pengobatan yang sangat digandrungi masyarakat ini tergolong cukup unik,
sebab sejak dari zaman Rasulullah SAW, dengan menggunakan gelas-gelas kaca yang berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada
zaman China kuno mereka menyebut bekam
sebagai PERAWATAN TANDUK karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke 18 orang-orang
di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk berbekam. Pada satu masa, 40 Juta lintah diimpor ke
negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa diberi makan sehingga apabila diletakkan pada anggota
tubuh manusia dia akan menghisap darah hingga lintah itu kenyang dan dia tidak berupaya lagi bergerak dan akhirnya jatuh untuk
mengakhiri upacara berbekamnya.
Hari ini peralatan yang digunakan telah berubah seiring dengan perubahan zaman dan IPTEK, bahkan peralatan ini juga telah diakui dan di gunakan oleh
para Dokter di rumah sakit meskipun belum secara resmi peralatan dan methode ini diberlakukan.

Dengan berdirinya Assosiasi Bekam Indonesia (ABI), standarisasi dalam penggunaan alat-alat bekam, proses pembersihan dan
sterilisasi menjadi keharusan agar para penterapi mendapatkan panduan dalam penggunaan alat-alat, maka dengan kesungguhan
Asosiasi Bekam Indonesia berupaya mengakomodir dari berbagai pengalaman para penterapi dalam menggunakan alat-alat bekam
dengan melihat segi banyaknya manfaat, kemudahan, kenyamanan dan higienitas. Penggunaan alat tersebut tentunya juga perlu
dijelaskan fungsi dan caranya untuk memudahkan dalam penggunaannya, perlatan peralatan yang dibutuhkan dalam proses
berbekam adalah :

No Nama Alat Fungsinya Caranya Keterangan


1. Cupping Set atau Untuk menarik kulit 1. Tentukan tempat /lokasi yang akan dibekam. tentukan ukuran gelas vakum sesuai dengan lokasi
Gelas Bekam & Pompa dan darah dari tubuh 2. Setod 3 hingga 5 kali atau disesuaikan dengan pembekaman.
Penyedot pasien daya tahan tubuh sipasien Tanyakan pada pasien apakah terlalu sakit atau terasa
pusing. Dsb
Tawarkan agar memilki alat sendiri.
Penyakit menular harus menggunakan alat sendiri.

2. Lancing divice & Untuk tusukan 1. Setting ukuran kedalam pada lancing divece Setiap pasien harus menggunakan Jarum atau pisau
Jarum/ Bisturi atau Pentorehan/ sayatan/ /pen lancet. bedah yang baru.
pisau bedah pada area bekam 2. Tekan pemantik pen lancet agar terjadi luka
kecil pada kulit.
3. Sayat/ torehkan permukaan kulit dengan ujung
pisau bedah, dengan sayatan kecil.

3. Sarung tangan karet Melindungi kontak Masukkan kedua tangan kita dalam sarung tangan Gunakan sarung tangan plastic sesuai dengan ukuran
(gloves). langsung dengan kulit pelastik (gloves) sebelum melakukan kontak lansung tangan kita.
pasien dan benda lain dengan tubuh pasien Ganti sarung tangan dengan yang baru setiap terapi
pasien lain.
4. Stethescope dan tensi Untuk mendengar Balut kain yang berisi karet udara pada lengan Systolic = tekanan darah atas yang detak jantung
meter. kondisi jantung serta Pasien, letakkan bandul penyadap dibawah lipatan pertama kali tertengar.
mengetahui kain, pasien diminta mengepal jarinya, lalu pompa Diastolic= tekanan darah bawah yang terakhir detak
dan mengukur sambil melihat skala naiknya air raksa. jantung terdengar
tekanan darah
pasien.
5. Kapas Steril Membersihkan lokasi Berikan cairan antiseptic pada kapas yang akan Gunakan kapas halus/khusus, buatlah bulat-bulat lalu
pembekaman pada digunakan, kemudian usapkan dengan lembut pada masukkan kedalam toples.
permukaan kulit tubuh pasien
pasien, baik sebelum
atau sesudah
pembekaman.

6. Kasa Steril Penutup luka bekas Buat kotak segi empat sesuai dengan lokasi Digunakan ketika terjadi abses pada kulit (melepuh) dan
bekaman, agar luka pembekaman lalu tempelkan seluruh bagian yang keluarnya cairan yang dirasakan perih oleh pasien.
terbuka tidak luka.
terinfeksi. dan
tidak mengotori
baju pasien

7. Antiseptic Membersihkan Semprotkan /basuh antiseptic ke permukaan kulit Gunakanlah secukupnya


peralatan bekam dan atau alat yang akan dan telah digunakan untuk
lokasi kulit yang akan membekam
dibekam untuk
menghindari adanya
kuman/bakteri yang
berbahaya.
8. Tissue halus Untuk membantu agar Letakkan tissue pada sisi bawah gelas bekam, tarik Gunakanlah secukupnya
tidak terjadi penutup gelas bekam, lalu miringkan gelasnya
penumpahan darah hingga darah masuk kedalam gelas kemudian angkat
pada saat pencopotan bersamaan dengan tissue tersebut
alat vakum yang telah
terkumpulnya darah.
Dan membersihkan
sisa darah yang
menempel pada alat
vakum

9. Baskom & Mankok Baskom untuk gelas-gelas bekam yang telah dipakai di letakan pada Gunakan secukupnya
Stanless menampung gelas baskom kemudian dicuci
bekam yang telah Darah yang ada pada gelas bekam ditampung pada
dipakai, Mangkok mangkok, kemudian darah tersebut dimasukkan pada
untuk menampung bak sampah Basah.
darah smentara.

10. Masker Sebagai penutup Sangkutkan karet yang berada dikedua sisi masker Gunakan secukupnya
hidung penterapi pada ke dua telinga kita

Gunting & Menggunting rambut Gunting rambut yang panjang setelah pendek baru Pada bulu-bulu halus cukup menggunakan pisau cukur.
11. Pisau Cukur atau bulu-bulu pada dikerok dengan pisau cukur
permukaan kulit yang
dapat mengganggu
proses pembekamam

12. Stenless Box Sebagai tempat Sediakan secukupnya


peralatan bekam
khususnya benda
benda tajam

13. Tempat Tidur Tempat untuk Pasien diminta untuk berbaring, telungkup atau Untuk bekam pada bagian kepala, leher, dan bahu pasien
dilakukannya tindakan telentang sesuai bagian mana yang akan dibekam diminta untuk duduk
Bekam
14. Kursi dan meja periksa Tempat pemeriksaan Pasien dipersilakan duduk dan menceritakan Sediakan secukupnya
pasien sebelum keluhannya, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan
melakukan tindakan
bekam

15. Bak sampah Tempat menampung Pisahkan bekas material/sisa peralatan yang kering Sediakan secukupnya
Basah & Kering bekas material selama dan yang basah
15eruses pembekaman

16. Pakaian & Kain sarung Untuk menutup tubuh Pasien diminta untuk menanggalkan pakaiannya Sediakan secukupnya
pasien agar pakaian untuk menggunakan pakaian khusus pasien atau kain
yang digunakan tidak sarung
terkena darah

17. Pakaian penterapi Untuk menutup tubuh Gunakan setiap melakukan pembekaman Sediakan secukupnya
penterapi agar
pakaian yang
digunakan
menunjukan
profesionalisme

18 Kaca Mata Untuk menutup mata Dipakai saat melakukan bekam Sediakan beberapa buah sesuai dengan jumlah
agar terhindar kontak penterapi. Bentuknya sama seperti kaca mata yang biasa
langsung dengan udara dipakai oleh bidan.
ruangan bekam
Proses Pembersihan & sterilisasi Peralatan Bekam

No. Nama Material Fungsi Caranya Keterangan


1. Air kran & Deterjen Membersihkan sisa sisa Ambil alat bekam satu persatu lalu Gunakan air dan deterjen secukupnya
darah yang menempel pada bersihkan dibawa curahnya air dengan
gelas bekam dibasuh bersama deterjen hingga bersih

2. Container Box Untuk merendam gelas Masukkan gelas-gelas bekam yang Sediakan secukupnya
Dan Keranjang plastic. gelas bekam yang telah telah dibersihkan darahnya kedalamnya
dibersihkan agar kuman/bakteri yang
membahayakan mati.

3. Desinfectant Untuk mematikan Gunakan pada semua perlengkapan Sediakan secukupnya


kuman/bakteri yang bekam yang di anggap perlu
membahayakan

4 Keranjang susun Untuk mentiriskan air sisa Susun dan rapihkan alat bekam yang Sediakan secukupnya
pembersihan dan perendaman sudah di bersihkan/ sterilkan
dengan Desinfectant

5. Sterilisator Untuk memgeringkan dengan Masukan alat bekam yang sudah di Sediakan secukupnya
suhu panas dan mematikan bersihkan
kuman/bakteri

Peralatan penunjang

No. Nama Material Fungsi Caranya Keterangan


1. Gluco dan Uric Acit Meter Untuk mengetahui Kadar Ambil strip yang sesuai dengan kadar apa yang ingin Sediakan secukupnya
gula darah dan kada Asam diketahui, lukai ujung jari dengan lancing device
urat kemudian tempelkan darah yang keluar pada ujung
strip maka alat digital akan menunjukkan tingkat
kadar Asam atau gula darah pasien

2. Infraphil Untuk Fisiotraphy sebagai Colokkan kabel ke listrik dan Putar On untuk Pemanasan tidak lebih dari 1 -2 menit.
pelancar peredaran darah menyalakan, lalu arahkan kebagian tubuh pasien.

3. Tabung Oxygen Untuk membantu pasien Gunakan pada pasien yang mendadak pingsang atau Sediakan secukupnya
yang membutuhkan udara pusing
segar/yang sesak nafas

4 Tempat pembakaran sampah Untuk memusnahkan Tisu atau kasa steril di bakar dengan bensin atau Dibuat sedekian rupa agar memenuhi
bekam berupa tisu atau kasa kuman/ bakteri , minyak tanah, usahakan asapnya tidak menggangu standar kebersihan dan keamanan bagi
steril mencegah penularan lingkungan sekitarnya lingkungan sekitarnya.
penyakit. Atau bekerjasam dengan puskesmas atau
rumah sakit terdekat

STANDAR RUANGAN PRAKTEK dan PRALATAN


Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada pasien dalam berobat maka dalam operasionalnya perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan
Tempat dan ruangan praktek serta pralatannya yang hygiene dan sanitasi, sebagai berikut :
No. Prasarana Jumlah Keterangan
1. Plang Nama 1 bh Ukuran minimal 60 x 90 cm
2. Perijinan dari instansi setempat 1 set Sesuai kebutuhan/Harus ada
3. Ruangan tamu /tunggu 1 lks Minimal ( 2 x 2.5 M2)
4. Meja dan kursi tamu 1 set Minimal 5 kursi + 1 meja
5. Ruang Konsultasi + Meja & Kursi 1 set disesuaikan kebutuhan
6. Ruang tindakan/bekam 1 lks Ruang pria dipisah dengan ruang wanita
7. Kamar mandi /WC pasien 1 lks Terpisah dengan ruang tindakan
8. Daftar/Buku tamu/ pasien 1 bh Harus ada
9. Tempat tidur pasien 1 bh Sesuai kebutuhan/harus ada
10. Perlak 2 bh Sesuai kebutuhan
11. Penerangan/ lampu Set Disesuaikan dengan ruangan
12. Lemari obat 1 bh sesuai kebutuhan/harus ada
13. Lemari pralatan medis 1 bh sesuai kebutuhan/harus ada
14. Lembar Rekam Medic dan persetujuan tindakan, Nota Set Sesuai kebutuhan/harus ada
resep
15. Telephon / hand phone 1 bh Harus ada
16. Komputer 1 set Sesuai kebutuhan
17. Peralatan Bekam ( Vakum ) Set Sesuai kebutuhan dan harus ada cadangan
18. Lancing divice & Jarum/ Bisturi atau pisau bedah dan Set Disesuaikan dengan kebutuhan dan harus steril, setiap pasien satu alat.
sarung tangan
Kasa & kapas dll
19. Antiseftic Set Sesuai kebutuhan/harus ada
20. Box rendaman alat bekam Set Sesuai kebutuhan/harus ada
21. Stetoskop 1 bh Harus ada
22. Tensi meter 1 bh Harus ada
23. Termometer 1 bh Harus ada
24. Ruang pembersihan dan sterilisasi 1 lks Sesuai kebutuhan/harus ada
25. Box stainless 1 bh Sesuai kebutuhan/harus ada
26. Baskom besar dan kecil Set Sesuai kebutuhan/harus ada
27. Sarung atau baju pasien Set Sesuai kebutuhan/harus ada
28. Baju penterapi Set Sesuai kebutuhan/harus ada
29. Diterjen dan desinfectan Set Sesuai kebutuhan/harus ada
30. Tempat sampah basah & kering Set Sesuai kebutuhan/harus ada
31. Sterilisator 1 bh Sesuai kebutuhan
32. Infraphil 1 bh Sesuai kebutuhan
33. Tabung Oxygent 1bh Sesuai kebutuhan

SYARAT SYARAT MENJADI ANGGOTA ABI :

1. Memilki aqidah yang lurus


2. Dapat membaca Al Quran dengan benar
3. Tidak melakukan terapi terapi pengobatan yang bertentangan dengan syariah
4. Telah mengikuti Pelatihan Bekam yang menggunakan SOP bekam dari ABI Pusat
5. Mengikuti Ujian Sertifikasi Keanggotaan yang di selanggarakan oleh ABI Pusat di daerah atau cabang masing- masing
6. Menyerahkan foto copy Sertifikat pelatihan Bekam yang pernah di ikuti
7. Mengumpulkan data pasien minimal 30 orang dan dijilid rapi
8. Membayar biaya keanggotaan sesuai dengan AD/ART ABI
9. Taat dan patuh kepada AD/ ART

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BEKAM


ASOSIASI BEKAM INDONESIA (ABI)