Anda di halaman 1dari 8

STATISTIK NON PARAMETRIK

HAL 302

e. Menentukan kesimpulan
Menyimpulkan Ho diterima atau ditolak

Catatan sampel besar (n 30), uji statistiknya adalah

2r n
CR =
n

Keterangan :

r = jumlah tanda positif


n = jumlah pasangan observasi yang releven

HAL 303
TABEL : MUTU KERJA KARYAWAN SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN
GAJI

Pegawai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Skor
Sebelum
71 91 86 60 83 70 72 65 80 72
Sesudah
72 88 82 67 88 67 75 75 90 76

Ujilah dengan taraf nyata 5%, apakah ada peningkatan mutu kerja karyawan setelah gaji
naik!

Pegawai Sebelum ( Sesudah ( x 2 x1


x1 ) x2 )
1 71 72 -
2 91 88 -
3 86 82 -
4 60 67 +
5 83 88 +
6 70 67 -
7 72 75 +
8 65 75 +
9 80 90 +
10 72 76 +
Uji Urutan bertanda Wilcoxon (the signed rank test)

HAL 305

T E (T )

T

n( n 1)
E(T) =
4

n n 1 2n 1
T =
24

Langkah-langkah pengujiannya sama dengan langkah-langkah pengujian


sebelumnya,menggunkan distribusi Z.

Contoh soal:
Delapan orang pasien yang diambil secara acak diukur kapasitas pernapasannya sebelum
dan sesudah diberikan obat tertentu. Hasilnya adalah sebagai berikut.

TABLE 8.2 KAPASITAS PERNAPASAN SEBELUM DAN SESUDA PEMBERIAN


OBAT TERTENTU DARI DELAPAN PASIEN

Pasien A B C D E F G H
Y 2.750 2.360 2.950 2.830 2.250 2.680 2.270 2.810
X 2.850 2.380 2.930 2.860 2.300 2.640 2.760 2.800

Keterangan:
X = sebelum pemberian obat
Y = sesudah pemberian obat

Dengan taraf nyata 5%, ujilah apakah obat tersebut tidak memiliki efek terhadap
kapasitas pernapasan!
Penyelesaiaan:
a. Formulasi hipotesisnya:
Ho: obat tidak memiliki efek terhadap kapasitas pernapasan (tidak ada perbedaan
antara pasangan data).
H1: obat memiliki efek terhadap kapasitas pernapasan (ada perbedaan antara pasangan
muda.

b. Taraf nyata ( ) dan nilai T tabelnya:


= 5% = 0,05 dengan n = 8
T0,05 = 4 (uji dua sisi)

c. Jriteria pengujiannya:
Ho diterima apabila To 4
Ho ditolak apabila To < 4

d. Nilai uji statistiknya:


Pasien X Y Beda Jenjang Tanda jenjang
(X-Y) + -
A 2.750 2.850 +100 8 +8
B 2.360 2.380 +20 1.5 +1.5
C 2.950 2.930 -20 1.5 -1.5
D 2.830 2.860 +30 4 +4
E 2.250 2.300 +50 7 +7
F 2.680 2.640 -40 5.5 -5.5
G 2.720 2.760 +40 5.5 +5.5
H 2.810 2.800 -10 1 -1

Jumlah +26 -8
Jadi T = 8
Kesimpulan T = 8 > T0.05 = 4, maka H0 di terima. Jadi obat tidak memiliki efek terhadap
kapasitas pernapasan. PADA HAL 306

HAL 307
3. uji kolerasi urutan spearmen (The Rank Correlation Test)

6 d 2
rs 1

n n2 1
Keterangan:
d = beda urutan dalamsuatu pasangan data
n = banyaknya pasangan data

untuk menghitung koefisien kolerasi urutan spearman dapat digunakan langkah-langkah


berikut.
1. nilai pengamatan dari ua fariabel yang akan diukur urutannya di beri
urutan. Jika ada nilai pengamatan yang sama dihitung urutan rata-
ratanya.
2. setiap pasangan urutan dihitung perbedaannya.
3. perbedaan setiappsangan urutan tersebut dikuadrtakan dandi hitung
jumlahnya, kemudian dihitung nilaib rs- nya

TABLE 8.3 NILAI MATEMATIKA DAN STATISTIKA DARI SEPULUH


MAHASISWA.
Nilai matematika (M) 82 75 85 70 77 60 63 66 80 89
Nilai statistika (S) 79 80 89 65 67 62 61 68 81 84

Penyelesaiaan: HAL 308

Mahasiswa Nilai M Nilai S d d2


(X-Y)
1 82 8 79 6 +2 4
2 75 5 80 7 -2 4
3 85 9 89 10 -1 1
4 70 4 65 3 +1 1
5 77 6 67 4 +2 4
6 60 1 62 2 -1 1
7 63 2 61 1 +1 1
8 66 3 68 5 -2 4
9 80 7 81 8 -1 1
10 89 10 84 9 +1 1

Jumlah 22

6 22
rs = 1 -

10 10 2 1
= 0.867

Apabila nilai-nilai dari tiap variable (X dan Y) ada yang sama maka lebih dahulu dicari
nilai tengah urutan nilai-nilai yang sama tersebut. Rumus rs nya menjadi:

r r d
2
x
2
y
2

rs =
2 r . r2
x
2
y

n3 n t 3x t x
r 2x
n
n
n3 n t y3 t y
r 2y
n n

Keterangan:
tx = jumlah variable X yang urutannya sama
ty = jumlah variable Y yang urutannya sama

HAL 311

D. Menentukan nilai uji statistik


Nilai uji statistik di tentukan dengan tahap-tahap berikut;
1. menggabungkan kedua sampel dan memberi urutan tiap-tiap anggota,
dimulai dari pengamatan terkecil sampai terbesar.
2. menjumlahkan urutan masing-masing sampel (R1 dan R2)
3. menghitung statistic U dengan rumus.

n1 n1 1
U 1 n1 . n 2 R1
2

atau

n 2 n 2 1
U 1 n1 . n 2 R2
2

Nilai U yang di ambil adaqlah nilai U yang terkecil. Untuk memeriksa ketelitian
perhitungan di gunakan rumus:

Uterkecil = n1.n2 Uterbesar

e. Membuat kesimpulan
Untuk pasangan data lebih besar dari 20 (n >20), pengujisnnya menggunakan nilai Z
(nilai uji statistiknya), yaitu:

U E (U )
Z = U

n1 .n 2 HAL 312
E(U) =
2

n1 .n2 (n1 n2 1
u
12

HAL 314
2
12 R
H= k 3 ( N 1)
N ( N 1) nk
Keterangan:
k = banyaknya sampel
N = jumlah ukuran sampel (n1 + n2 + n3 + + nk)
nk = ukuran sampel
R = jumlah urutan

HAL 315
Merek A Merek B Merek C
Umur Urutan Umur Urutan Umur Urutan

82 16 73 7 80 14
79 12,5 64 2 84 18
71 6 67 3 81 15
75 9,5 62 1 77 11
70 5 74 8 83 17
68 4 79 12,5
75 9,5

49 34,5 87,5

UJI RANDOMNES
HAL 317

r r
Z =
r

2 n1 .n 2
r = 1
n1 n 2

2 n1 . n2 ( 2 n1 . n2 n1 n 2 )
r =
( n1 n 2 ) 2 ( n1 . n 2 1)
UJI MEDIAN
HAL 319

Jumlah Nilai Kelompok I Kelompok II Kelomok III

Di atas median a b a+b


Kombinasi
Di bawah median c d c+d
Kombinasi

Total a + c = n1 b + d = n2 n1 + n2 = n

Rumus o :
2

n((ad bc ) 1 n) 2
o
2
2
(a b) (c d ) (a c) (b d )