Anda di halaman 1dari 14

REFLEKSI KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK J DENGAN IBU RESIKO TINGGI


PADA KEHAMILAN

RAHMADANI, S.Kep

&

ANIFAH, AM. Keb

PUSKESMAS PUGAAN
PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

TAHUN 2013
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK J DENGAN IBU RESIKO TINGGI
PADA KEHAMILAN

I. IDENTITAS UMUM KELUARGA


a. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Bapak J Pendidikan : SD
Umur : 45 tahun Pekerjaan : Pedagang
Agama : Islam No.Telepon :-
Suku : Banjar Alamat : Des Sei. Rukam.II

b. Komposisi Keluarga
Ket.
Umur
No Nama L/P Hub Pekerjaan Polio DPT HB
(Th) BCG Campak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1. J L KK 45 Pedagang Hidup
2. M P Istri 40 IRT Hamil
3. N p Anak 21 Mahasiswa Hidup
4. JM L Anak 16 Pelajar Hidup
5. HM P Anak 14 Pelajar Hidup
6. MA L Anak 10 Pelajar Hidup

c. Genogram

Ket :
= Laki-laki
= Perempuan
X = Meninggal
= Hubungan Perkawinan
= Hubungan Persaudaraan
= Hamil
=Tinggal Serumah
= Point Of Entry

1
d. Tipe Keluarga
Keluarga bapak J merupakan tipe keluarga besar yang anggota keluarganya terdiri
dari istri dan 4 orang anak kandung.
e. Suku Bangsa
Bapak J mengatakan keluarganya adalah asli suku Banjar yang berkebangsaan
Indonesia serta tidak ada kebudayaan yang bertentangan dengan kesehatan.
f. Agama
Bapak J mengatakan seluruh anggota keluarganya beragama Islam dan tidak
menganut aliran atau kepercayaan lain yang bertentangan dengan kesehatan, keluarga biasa
mengikuti kegiatan keagamaan seperti sholat 5 waktu ataupun pada hari-hari besar agama Islam.
g. Status Sosial Ekonomi Keluarga
1. Anggota keluarga yang mencari nafkah: Menurut Bapak J sumber penghasilan keluarga
berasal dari Bapak J , dimana Bapak J bekerja sebagai pedagang Ikan,
2. Penghasilan : berkisar antara Rp. 30.000,- , Dan penghasilan tersebut digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
3. Upaya lain ; Bertani
4. Harta benda yang dimiliki: Kendaraan Roda 2 satu buah, Tv
5. Kebutuhan yang dikeluarkan tipa bulan
h. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Bapak J mengatakan tidak pernah berekreasi dan keluarga jarang pergi ke tempat
hiburan atau ke tempat rekreasi, keluarga biasanya kumpul pada sore hari dan malam hari sambil
menonton TV.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga bapak J berada pada tahap perkembangan keluarga anak yang pertama berusia 21
tahun yagang masih sekolah/ kuliah.
b. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Keluarga Bapak J saat ini sudah memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan tahap
perkembangan keluarga saat ini.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Bapak J mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keturunan ataupun penyakit menular
seperti kencing manis, TBC, jantung, hepatitis, hipertensi. Apabila anggota keluarga sakit,
keluarga biasanya berobat ke bidan desa atau puskesmas.
d. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Bapak J mengatakan, keluarga bapak J ataupun ibu M tidak mempunyai riwayat penyakit
yang berbahaya seperti kencing manis, TBC, Jantung, hipertensi, hepatitis. Tetapi ibu M
keempat persalinannya ditolong oleh DK

2
III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
a. Karakteristik Rumah
1. Luas rumah : luas 45 m 2
2. Type rumah : Semi permanen
3. Kepemilikan : milik sendiri,
4. Jumlah dan ratio kamar/ruangan : terdapat 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang tamu/ keluarga.
5. Ventilasi/jendela : tiap ruangan dimanfaatkan setiap hari, sehingga cahaya dapat masuk ke
ruangan pada siang hari
6. Pemanfaatan ruangan : dimanfaatkan
7. Septic tank : -
8. Sumber air minum : Air Galon.
9. Kamar mandi/WC : rumah tdk mempunyai kamar mandi dan WC.
10. Sampah : dibuang di belakang rumah
11. Kebersihan lingkungan : Kondisi rumah secara keseruhan kurang bersih
12. Denah rumah : terlampir

b. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RT


1. Kebiasaan : dalam melakukan suatu kegiatan dilakukan dengan gotong royong
2. Aturan/kesepakatan : hubungan seluruh anggota keluarga dengan masyarakat lainnya cukup
harmonis
3. Budaya : tidak ada budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
c. Mobilitas Geografi Keluarga
Bapak J mengatakan bahwa keluarga tidak mempunyai kebiasaan berpindah tempat
karena keluarga memiliki rumah tetap.
d. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Bapak J mengatakan sering berkumpul dan berinteraksi pada malam hari setelah makan
malam sambil menonton TV. Dalam keluarga tidak ada mengalami masalah serta konflik dalam
berinteraksi.
e. Sistem Pendukung Keluarga
Bapak J mengatakan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat, istri bapak J
sedang hamil. Fasilitas kesehatan yang ada di wilayahnya berupa Puskesdes dan Posyandu
dimana Posyandu biasanya diadakan di Puskesdes.

IV. STRUKTUR KELUARGA


a. Pola komunikasi Keluarga
Bapak J mengatakan bahwa anggota keluarga berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa Banjar /Kelua. Komunikasi berlangsung dengan baik dan keluarga
menyelesaikan masalah dengan membicarakan terlebih dahulu dengan angota keluarga dan
pengambilan keputusan oleh kepala keluarga yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya.
b. Struktur Kekuatan Keluarga
Bapak J mengatakan apabila ada masalah maka akan dirundingkan dengan sang
istri.

3
c. Struktur Peran
Bapak J mempunyai peran dalam rumah tangga sebagai pencari nafkah dan ikut
membantu mengasuh anak. Ibu M sebagai ibu rumah tangga, mengasuh anak dan juga sebagai
anggota masyarakat.
h. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga mengatakan tidak ada adat istiadat/tradisi tertentu yang memiliki serta
dipercayai, keluarga mengikuti adat secara umum di desanya baik dalam upacara agama yang
berlaku serta tidak ada kepercayaan yang bertentangan dengan kesehatan.

V. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi Afektif
Setiap anggota keluarga menghargai dirinya sendiri dan mereka saling membutuhkan
satu sama lain, serta saling memberikan dukungan satu sama lain. Setiap anggota keluarga selalu
membina kehangatan dalam rumah tangganya dan setiap malam selalu menyempatkan waktu
untuk berkumpul dengan anggota keluarga.
b. Fungsi Sosialisasi
1. Kerukunan hidup : Keluarga sangat rukun
2. Interaksi dan hubungan dalam keluarga : Bapak J mengatakan bahwa hubungan semua
anggota keluarga baik,
3. Anggota keluarga yang dominant mengambil keputusan : Bapak J
4. Kegiatan keluarga waktu senggang : menonton TV
5. Partisipasi dalam kegiatan sosial : mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan di mesjid dan
ikut gotong royong.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
1. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan keluarganya :
Keluarga mengatakan tdk mengerti tentang masalah yang dihadapi. Tetapi ibu M sedang
hamil dengan jarak antara anak terakhir dengan kehamilan sekarang 10 tahun dengan usia
ibu 40 tahun.
2. Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat.:
Keluarga mengatakan setiap masalah kesehatan yang ada masih belum mampu ditangani
dengan segera dan apabila ada salah satu dari anggota keluarga yang sakit keluarga
memutuskan untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti bidan atau puskesmas kalau
tidak bisa ditangani dirumah.
3. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit ;
Keluarga mengatakan selama ini sudah cukup mampu merawat anggota keluarga yang sakit
dengan membuatkan ramuan apotik hidup kalau ada salah satu anggota keluarganya yang
sakit. Kalau tidak berhasil baru kemudian mengajak berobat ke bidan atau puskesmas.

4
4. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat :
Keluarga mengatakan jika salah satu dari anggota keluarga yang sakit diusahakan dibawa ke
fasilitas kesehatan, yang dapat dijangkau oleh keluarga seperti bidan desa atau puskesmas.
Ibu M memeriksa kehamilan ke Puskesdes.

d. Fungsi Reproduksi
1. Perencanaan jumlah anak : 4 anak yaitu dua orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-
laki, anak pertama berumur 21 tahun sedangkan anak terakhir berumur 10 tahun.
2. Akseptor : ya, ibu M menggunakan KB pil setelah anaknya lahir
3. Keterangan lain : -

e. Fungsi Ekonomi
1. Upaya pemenuhan sandang pangan : Bapak J mengatakan dari penghasilan setiap bulan
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan dan
papan.
2. Pemanfaatan sumber di masyarakt : Keluarga bapak J memiliki tabungan atau simpanan
uang tapi kadang-kadang simpanan tersebut bisa habis digunakan untuk keperluan
mendadak seperti : apabila ada anggota keuarga yang sakit.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor Jangka Pendek dan Panjang
Bapak J mengatakan bahwa keluarganya tidak pernah menghadapi masalah yang
berkepanjangan, sehingga membuat keluarganya menjadi khawatir, bingung dan cemas. Bila
ada masalah keluarga, mereka menyelesaikan secara kekeluargaan.
b. Respon Keluarga Terhadap Stressor
Bapak J mengatakan bila ada masalah dalam keluarga, maka segera dibicarakan
dengan anggota keluarga untuk mencari pemecahan masalah.
c. Strategi Koping
Bapak J mengatakan bahwa keluarga tidak pernah melakukan hal-hal yang
menyimpang dalam menghadapi segala masalah yang ada seperti menyelesaikan masalah
dengan menggunakan kekerasan dengan bersama-sama dan berusaha menyelesaikan masalah
secara kekeluargaan.
d. Strategi Adaptasi Disfungsional
Bapak J mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menggunakan cara-cara
diluar cara umum seperti kekerasan dalam menghadapi masalahnya.

5
VII. KEADAAN GIZI KELUARGA
Pemenuhan Gizi : kebutuhan makan sehari-hari dan keluarga hanya mampu menyajikan
makanan seadanya seperti : nasi putih, sayur-sayuran, , telor, ikan kering , kadang-kadang
daging ayam/itik.
Upaya lain : -

VIII. HARAPAN KELUARGA


a. Terhadap masalah kesehatannya : Keluarga berharap apabila mengalami gangguan
kesehatnnya semoga cepat sembuh
b. Terhadap petugas kesehatannya: Keluarga mengatakan suka bila ada petugas kesehatan
yang melakukan kunjungan rumah, keluarga sangat berharap masalah yang berhubungan
dengan kesehatan yang dialami keluarga dapat teratasi dengan diberikannya informasi yang
dibutuhkan oleh keluarganya serta keluarga juga berharap agar ibu M bisa melahirkan
dengan selamat.

IX. PEMERIKSAAN FISIK


Nama Anggota Keluarga
No Variabel
Tn. J An.JM Ny. M An.HM An.MA
1. Riwayat penyakit saat Sehat Sehat Ibu hamil resiko Sehat Sehat
ini tinggi
2. Keluhan yang Tidak ada Tidak Ada Sering pusing Tidak ada Tidak ada
dirasakan dan cepat lelah
3 Tanda & gejala Tidak ada tanda Tidak ada konjungtiva Tidak ada tanda Tidak ada
& gejala yang tanda & gejala pucat, sklera & gejala yang tanda &
membuat Tn.R yang membuat putih. membuat sakit gejala yang
sakit sakit membuat
sakit
4 Riwayat Peny. Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Sebelumnya
5 Tanda-tanda vital TTV : TTV: TTV : TTV: TTV
TD: 120/80 S :36,3C, TD: 100/70 S: 36,2C, S: 36,5c,
mmHg, BB: 31 kg, TB mmHg, BB: 28 kg, BB: 25 kg,
N: 72x/menit, : 153 cm. N : 80x/menit, TB : 142 cm. TB : 120
R:20x/menit, S: R: 18x/menit, S: cm.
S: 36,5c, 36,5 c,
BB: 60 kg. BB : 45 kg,
LILA: 24 cm
TB : 148 cm.

6 Sis.Kardiovaskular Suara jantung Suara jantung Suara jantung Suara jantung Suara
normal, tidak ada normal, tidak normal, tidak normal, tidak jantung
bunyi tambahan ada bunyi ada bunyi ada bunyi normal,

6
tambahan tambahan tambahan tidak ada
bunyi
tambahan
7 Sis.Respirasi Normal Normal Normal Normal Normal
8 Sis.Gastro intestinal Bising usus Bising usus Bising usus Bising usus Bising usus
normal normal normal normal normal
9 Sis.Persyarafan Ada respon Ada respon Ada respon Ada respon Ada respon
terhadap terhadap terhadap terhadap terhadap
rangsangan rangsangan rangsangan rangsangan rangsangan
10 Sis.muskuloskletal Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan kelainan
11 Sis.Genitalia Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji Tidak dikaji

1. Pemeriksaan Fisik data fokus pada Ibu M


Umur kehamilan ibu M 16 minggu
Keadaan umum : baik, postur: normal, TTV : TD: 100/70 mmHg, N : 80x/menit, R: 18x/menit,
S: 36,5 c, BB : 45 kg, LILA: 24 cm TB : 148 cm.
Wajah: tidak ada edema, tidak pucat.
Mata: konjungtiva pucat, sklera putih.
Mulut dan gigi : bibir lembab, ada karies pada gigi.
Leher: tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada pelebaran vena jugularis.
Payudara dan aksila: bentuk simetris, puting susu menonjol, bersih, tidak ada retraksi, belum ada
pengeluaran kolostrom, tidak ada pembesaran kelenjar limfe di aksila.
Abdomen: arah pembesaran perut membujur searah sumbu perut ibu. TFU: setengah pusat-
simfisis (16 mgg). Terdapat linea nigra dan striae
Anogenital: tidak diperiksa.
Ekstremitas: tidak ada edema di tangan dan kaki, warna kuku kemerahan, tidak ada varises pada
kaki, reflek patella +/+.
Pemeriksaan penunjang: Hb : 10 gr%.

X. TIPOLOGI MASALAH
No. Daftar masalah kesehatan
1. Ancaman Ny.M mengatakan kehamilannya yg Kelima dan
keempat persalinan ditolong oleh DK
Ibu M mengatakan sering capek dan pusing
konjungtiva pucat, sklera putih.

2. Kurang/tidak sehat -
3. Deficit Kurangnya pengetahuan keluarga terhadap kehamilan
yang dialami ibu M

7
XI. ANALISA DATA
No. Data Subyektif Data Obyektif Etiologi Masalah
1. - Ibu mengeluh cepat lelah. - Score Puji Rochyati: 6 Ketidakmampuan Resiko terjadinya
- Ibu mengatakan ini kehamilan - Ibu hamil : 2 keluarga dalam penyulit pada saat
yang kelima. - Jarak kehamilan terlalu mengenal masalah persalinan
- HPHT : 12-10- 2012 Jauh : 4 kesehatan pada ibu
- TP : 19-7-2013 - KRT (kehamilan resiko hamil resik tinggi.
- Ibu mengatakan selama hamil tinggi)
pernah periksa ANC di bidan
sebanyak 3 x.

- Ibu M sebelumnya
menggunakan metode
kontrasepsi pil KB, namun
berhenti krn ingin hamil lagi

2. Ibu mengeluh sering pusing dan - Konjungtiva pucat, bibir Ketidakmampuan Anemia ringan pada
cepat lelah krn mengurus agak pucat, warna kuku keluarga dalam kehamilan
rumah tangga dan 3 orang anak jari tangan dan kaki agak merawat masalah
sehingga hal tersebut membuat pucat. kesehatan yang
ibu capek. - Hb = 10 gr% dialami ibu.

XII. PERUMUSAN MASALAH

1. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan


2. Anemia ringan pada kehamilan

XIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga

a. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
b. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam
merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

2. Skala Prioritas Diagnosa

a. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.

8
No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran
1 Sifat masalah : Masalah sudah terjadi,
Kurang sehat 2/3 tetapi tidak dianggap
2/3 x 1 sebagai sesuatu yang
mengancam kesehatan
2 Kemungkinan 1/2 x 2 Keluarga memiliki
masalah dapat 1 keinginan untuk mencegah
diubah : hal tersebut, tapi kehamilan
sebagian sudah terjadi.
3 Potensi masalah 3/3 x 1 Apabila ibu melahirkan dg
untuk dicegah : 1 Nakes maka kemungkinan
tinggi resiko melahirkan bisa
dicegah
4 Menonjolnya Ibu hamil dengan jarak
masalah : ada x1 1/2 kehamilan lebih dari 10
masalah tapi tahun
tidak perlu ,riwayat melahirkan dengan
ditangani DK.

SKORING TOTAL 3 1/6

b. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam


merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah : Masalah sudah terjadi dan apabila tidak segera
Ancaman kesehatan 2/3 x1 2/3 ditangani akan menimbulkan komplikasi pada
kehamilan dan persalinan.
2 Kemungkinan masalah 1 Keluarga memiliki keinginan untuk mengatasi
dapat diubah : 1 /2 x 2 hal tersebut tetapi tidak tahu cara mengubah hal
sebagian tersebut.
3 Potensi masalah untuk 2/3 Apabila ibu lebih mengontrol kesehatannya dan
dicegah : cukup 2/3x1 melahirkan dg Nakes maka masalah tidak akan
terjadi
4 Menonjolnya masalah : 1/2 Ibu sudah biasa merasakan hal seperti ini dan
ada masalah tapi tidak ibu hanya menganggap ini sebagai akibat dari
perlu ditangani 1/2x1 kehamilannya.

SKORING TOTAL 2 5/6

9
3. Prioritas Masalah

a. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
b. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam
merawat masalah kesehatan yang dialami ibu (bumil).

10
XIV. 5. PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Rencana Keperawatan Keluarga
Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
1 Resiko terjadinya Setelah diberikan Setelah diberikan Kognitif Keluarga mampu 1. - Gali pengetahuan keluarga
penyulit selama asuhan keperawatan asuhan selama 30 mengenal tentang kehamilan resiko tinggi.
persalinan selama 2 minggu menit diharapkan : pengertian, tanda 2. - Jelaskan pada keluarga tentang
berhubungan dengan diharapkan keluarga 1. keluarga bahaya, gejala dan pengertian, tanda bahaya, gejala
ketidakmampuan dapat mencegah mengenal faktor faktor yang dapat dan faktor-faktor yang
keluarga dalam terjadinya penyulit resiko kehamilan mempengaruhi mempengaruhi kehamilan resiko
mengenal masalah pada saat persalinan resiko tinggi kehamilan resiko tinggi.
kesehatan pada ibu tinggi 3. -Jelaskan kembali hal-hal yang
hamil resiko tinggi. belum dimengerti
1. - Sarankan KK untuk tetap
2. - Keluarga dapat memeriksakan kehamilan istrinya
mengambil dengan teratur ke tempat
keputusan yang Afektif Keluarga dapat pelayanan kesehatan.
tepat untuk mengambil
perawatan keputusan yang
kehamilan tepat
istrinya. 1. Sarankan kepada KK untuk
3. - Keluarga mampu memberikan perhatian yang lebih
merawat ibu hamil kepada ibu.
yang beresiko Keluarga dapat 2. Beri KIE kepada ibu untuk tenang
memberikan dalam menghadapi masalah.
Afektif perawatan ibu 3. Anjurkan ibu untuk mengurangi
hamil resiko aktivitas yang berlebihan.
tinggi 4. Motivasi keluarga untuk datang
ke tempat pelayanan kesehatan
bila ibu mengalami keluhan
2. Anemia ringan pada Setelah diberikan Setelah diberikan Kognitif Keluarga mampu Gali pengetahuan keluarga
kehamilan b/d asuhan keperawatan asuhan selama 30 mengenal faktor tentang anemia ringan yang
ketidakmampuan selama 2 minggu menit diharapkan : penyebab, gejala dialami ibu.
keurga dalam diharapkan keluarga 1. keluarga dan dampak dari 2. Jelaskan pada keluarga tentang
merawat masalah dapat mencegah mengenal faktor anemia pada ibu pengertian, gejala dan dampak
kesehatan yg terjadinya penyulit penyebab, gejala hamil. buruk akibat anemia ringan pada
dialami bumil pada saat kehamilan dan dampak dari ibu.
dan persalinan anemia pada ibu 3. Jelaskan kembali hal-hal yang
hamil. belum dimengerti
2. Keluarga dapat Afektif Keluarga dapat 1. Sarankan KK untuk tetap
mengambil mengambil memeriksakan kehamilan istrinya
keputusan yang keputusan yang dengan teratur ke tempat
tepat untuk tepat. pelayanan kesehatan.
perawatan
kehamilan
istrinya.
3. Keluarga mampu Afektif Keluarga mampu 1. Sarankan pada KK untuk

11
merawat ibu hamil merawat dan memberii perhatian yang lebih
dengan anemia memperbaiki pada ibu.
ringan. kondisi ibu hamil 2. Anjurkan ibu untuk mengurangi
dengan anemia aktivitas yang berlebihan.
ringan. 3. Anjurkan ibu untuk makan
makanan yang sehat dan bergizi.
4. Anjurkan ibu untuk selalu
memeriksakan kehamilannya dan
memeriksakan kadar hemoglobin
darahnya di pelayanan kesehatan.

Kesimpulan :

Keluarga Ini termasuk dalam kategori tingkat kemandirian II dengan kriteria

1. Menerima petugas perawatan kesehatan masyarakat.


2. Menerima pelayanan yg diberikan sesuai rencana keperawatan
3. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar .
4. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai anjuran.
5. Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan.

Lampiran:

Denah Rumah

Teras belakang dapur

B T
Kamar
Tidur
U

Ruang keluarga Kamar


Tidur

Kamar tidur

Teras depan

12
13