Anda di halaman 1dari 1

2.3.1.

Pemeriksaan Visual Forklift


1. Periksa kebocoran oli hydraulic dan battery, dilakukan dengan cara
menjalankan forklift tanpa beban pada komponen tubing, pompa hydraulic, control
valve, silinder, Battery Accu,. Untuk pemeriksaan Battery Accu, lepas cicin yang
terpasang dijari karena berpotensi teraliri arus listrik sehingga jari tangan
terluka, hindari air Accu mengenai mata, kulit atau baju bila terkena maka segera
bersihkan dengan air mengalir, untuk menghindari ledakan, jangan merokok atau
menyebabkan konsleting sehingga menimbulkan percikan api didekat Accu.
2. Periksa tekanan Ban dan Rim dengan cara mengetahui apakah tekanan ban sesuai
dengan ketentuan seperti ban depan 0,78 Mpa dan ban belakang 0,69 Mpa, sedangkan
pemeriksaan Rim di tekankan pada kekencangan mur sekitar 30-50 Kgfm. Pada umumnya
kerusakan pada ban dapat dilihat dari permukaan dan kembangannya sedangkan mur
terlihat indikasi perubahan bentuk atau rusak.
3. Periksa keretakan pada Mast, Fork, Backrest, Fuel Tank lakukan dengan cara
visual namun bila ditemukan indikasi retak/cacat dan Inspektor masih ragu dalam
memutuskan tingkat bahayanya, maka Inspektor dapat meminta untuk dilakukan Non
Destructive Test (NDT) dengan Metode Penetran dan atau Magnetic Particle
Inspection.
4. Periksa klakson dan lampu Sign seperti lampu arah kanan atau kiri dan
mundur pastikan berfungsi dengan baik.
5. Pemeriksaan pemanjangan Rantai Mast, setiap forklift umum nya memiliki 17
sambungan rantai, bila tinggi Mast 3 meter maka panjang maksimum rantai 440 mm
sedangkan tinggi Mast lebih dari 3 meter maka panjang maksimum rantai 530 mm, bila
melebihi kententuan tersebut lakukan pergantian pada rantai. Untuk perawatannya
terutama untuk menghambat karat dapat diberi pelumas dengan oil hydroulic
secukupnya, hal ini juga dapat mencegah bunyi berisik.

Pengujian Forklift.
Pada saat pengujian foklift dalam buku panduan atau standard tidak diatur dengan
pasti berapa batasan beban uji yang di syaratkan namun sesuai dengan
Permenakertrans No.Per 05/MEN/1985 bahwa Pesawat Angkat dan Angkut harus di uji 125
% beban kerja aman. Dalam pengujian tersebut selalu dijumpai penurunan beban uji
3-5 mm setiap holding time 5-10 menit, Penurunan beban ini diakibatkan oleh
perubahan pada Silinder Tilt In yang bergerak maju dan silinder Mast bergerak
turun. Temuan ini umum terjadi pada saat pengujian beban, hal ini juga terjadi pada
forklift buatan terbaru sehingga penurunan tersebut dapat diabaikan, namun bila
penurunan merupakan Drop Object maka dapat di rekomendasikan untuk diperbaiki.
Adapun langkah pengujian dilakukan dengan cara titik berat beban uji diletakkan
diatas fork disesuaikan dengan load chard dimana jarak titik berat barang 600 mm
dari shank, posisi ini umumnya rated load maksimum forklift untuk mengangkat barang
lepas dari landasan 50 -100 mm dikombinasikan gerakan Lift dan Til In dengan
holding time 10-15 menit, kemudian beri tanda pada silinder Lift dan Silinder Til
In untuk mengukur terjadinya perubahan akibat gerakan silinder. Setelah beban uji
di angkat ukur tinggi angkat dan lakukan pengamatan selama holding time selain itu
lakukan juga pengamatan pada kestabilan forklift dengan pastikan roda kemudi tetap
menyatu dengan landasan, hal ini dapat dilakukan dengan mendorong ban kemudi tanpa
mempengaruhi kondisi pengujian. Setelah pengamatan dilakukan selama holding time
dan telah didapatkan hasil pengujian sehingga inspektor dapat memberikan
rekomendasi.

Pada tulisan ini penulis akan menjelaskan pengertian tentang pesawat pengangkat dan
pembahasan tentang analisa titik berat. Pada analisa titik berat diperlukan untuk
perhitungan stabilitas forklift dan juga digunakan pemberian pemberat pada
forklift.