Anda di halaman 1dari 4

EVRILLYA RACHMATIKA (041711323072)

INAS RAHMAWATI (041711323084)


LAORA OKTOVIANI TAMBUNAN (041711323085)

PEMROSESAN TRANSAKSI DAN PROSES PENGENDALIAN INTERNAL

RINGKASAN
Pengendalian diperlukan untuk mengurangi eksposur-eksposur. Suatu organisasi
dipengaruhi oleh eksposur yang dapat memberi akibat buruk bagi operasinya, bahkan sekalipun
organisasi itu berjalan dengan baik. Banyak aspek dari pemrosesan komputer cenderung secara
signifikan meningkatkan eksposur terjadinya kejadian yang tidak menyenangkan .analisis
eksposur dalam organisasi sering dikaitkan dengan konsep siklus transaksi harus mengembangkan
tujuan pengendalian yang rinci untuk setiap siklus transaksi.
Struktur pengendalian intern suatu pihak mencakup kebijakaan dan prosedur-prosedur
yang ditetapkan untuk menjamin bahwa tujuan tertentu dari pihak dapat dicapai. Struktur
pengendalian intern mencakup tiga elemen ; lingkungan pengendalian, akutansi dan prosedur
pengendalian. Pengendalian dapat diklasifikasikan baik sebagai pengendalian umum maupun
pengendalian aplikasi. Metode standar untuk mengklasifikasikan pengendalian aplikasi adalah
dengan memperhatikan apakah pengendalian tertentu telah diaplikasikan kepada masukan,
pemrosesan , atau keluaran.
Pertimbangan etika harus diperhatikan dalam perancangan struktur pengendalian intern.
Manusia merupakan elemen penting dalam stiap struktur pengendalian intern. Penting untuk
mengkomunikasikan dan memahami tujuan tujuan dari pengendalian intern. Tujuan tujuan
pengendalian intern harus dipandang sebagai suatu yang relevan bagi individu individu yang akan
terlibat dalam perngendalian sistem.
Analisis atas struktur pengendalian intern membutuhkan pemahaman atas struktur baik
dalam masa perancangan maupun pada saat dioperasikan. Teknik analitis yang paling umum yang
digunakan dalam analisis pengendalian intern adalah kuesioner pengendalian intern. Bagan arus
analistis juga bermanfaat dalam analisis pengendalian intern. Prinsip prinsip dasar dari teori yang
memadai telah dibahas karena analisis manfaat dan biaya dari sistem pengendalian intern
memerlukan beberapa penilaian kelayakan sistem.

a. Pengendalian dan Eksposur


Pengendalian sangat erat hubungannya dengan eksposur, Eksposur terdiri dari dampak keuangan
potensial yang berlipat ganda karena probabilitas kemunculannya. Jadi eksposur adalah risiko
dikalikan dengan konsekuensi keuangannya. Eksposur tidak timbul dari kurangnya pengendalian.
Pengendalian cenderung untuk mengurangi eksposur, tetapi kurangnya pengendalian jarang
menyebabkan eksposur. Eksposur melekat dalam operasi setiap organisasi dan dapat timbul karena
berbagai sebab.

Eksposur-eksposur Umum
Eksposur-eksposur yang sering terjadi dalam lingkungan bisnis yang umum, antara lain:
1. Biaya-biaya berlebihan
2. Pendapatan menurun
3. Kehilangan Aktiva
4. Akuntansi yang tidak akurat
5. Interupsi bisnis ( gangguan usaha atau bisnis )
6. Sanksi wajib/ Sanksi perundang-undangan
7. Kerugian kompetitif
8. Penipuan dan penggelapan, seperti:
Kejahatan kerah putih
Penipuan Manajemen
Pelaporan keuangan yang keliru
Kejahatan perusahaan

b. Tujuan-tujuan Pengendalian dan Siklus-siklus Transaksi

- Siklus Pendapatan: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan


jasa kepada pihak lain dan penagihan pembayaran. Tujuan pengendaliannya: Pelanggan
diotorisasi sesuai dengan kriteria manajemen, harga dan syarat barang dan jasa yang
disediakan diotorisasi sesuai dengan kriteria manajemen.
- Siklus Pengeluaran: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa
dari pihak lain dan penetapan kewajiban yang berkaitan. Tujuan pengendaliannya: Pemasok
harus diotorisasi sesuuai dengan kriteria manajemen dan jumlah yang disampaikan kepada
pemasok harus diklasifikasikan,diikhtisarkan,dan dilaporkan secara akurat.
- Siklus Produksi: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan transformasi sumber daya
menjadi barang dan jasa. Tujuan pengendaliannya: Rencana produksi harus diotorisasi
sesuai dengan kriteria.
- Siklus Keuangan: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan dan manajemen dana
modal termasuk kas. Tujuan pengendaliannya: Akses ke kas dan efek-efek hanya
diperbolehkan sesuai dengan kriteria manajemen. Tujuan-tujuan pengendalian ini di ambil
dari konsep struktur pengendalian intern. Pertama, manajemen harus mengembangkan
struktur pengendalian intern. Struktur ini kemudian dapat di aplikasikan ke siklus-siklus
transaksi dengan mengembangkan tujuan-tujuan pengendalian spesifik untuk setiap siklus.

4.2 Elemen-elemen Struktur Pengendalian Intern


a. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian suatu organisasi merupakan dampak kolektif dari berbagai faktor
dalam menetapkan, meningkatkan, atau memperbaiki efektifitas kebijakan dan prosedur-
prosedur tertentu. Faktor-faktor itu mencangkup :

- Filosofi dan gaya operasional manajemen


- Struktur organisasi
- Fungsi dewan komisaris dan anggota-anggotanya
- Metode-metode membebankan otoritas dan tanggung jawab
- Metode-metode pengendalian manajemen
- Fungsi audit intern
- Kebijakan dan praktik-praktik kepegawaian
- Pengaruh dari luar yang berkaitan dengan perusahaan

b. Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang di buat untuk
mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi-
transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktifadan kewajiban
yang berkaitan

c. Prosedur-prosedur pengendalian
Prosedur-prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur-prosedur yang
tercangkup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus di tetapkan oleh
manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat di
capai. Pengendalian akuntansi intern meliputi rencana organisasi dan prosedur-prosedur dan
pencatatan-pencatatan yang berhubungan dengan penjagaan aktiva dan kelayakan laporan
keuangan. Pengendalian akuntansi intern di rancang untuk memberikan jaminan memadai
bahwa tujuan-tujuan tertentu telah sesuai dengan setiap sistem aplikasi yang signifikan di
dalam organisasi.
4.3 Pengendalian Proses Transaksi
Alat pengendalian pemrosesan transaksi merupakan prosedur-prosedur yang di rancang untuk
meyakinkan bahwa elemen-elemen struktur pengendalian intern di implementasikan dalam
sistem aplikasi khusus yang terdapat di dalam setiap siklus transaksi organisasi. Alat
pengendalian pemrosesan transaksi terdiri dari pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.
Pengendalian umum mempengaruhi seluruh pmrosesan transaksi. Pengendalian aplikasi
berpengaruh khusus terhadap aplikasi-aplikasi individual.
a. Pengendalian Umum

Pengendalian umum memperhatikan keseluruhan lingkungan pemrosesan transaksi. Pengendalian


umum mencangkup hal-hal berikut ini :
- Rencana pengorganisasian pemrosesan transaksi
- Prosedur-prosedur oprasi umum
- Masalah pengendalian peralatan
- Pengendalian peralatan dan akses data

b.Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi di khususkan untuk aplikasi individual. Pengendalian-pengendalian
aplikasi di kategorikan menjadi pengendalian masukan, pemrosesan, dan keluaran. Kategori-
kategori ini berkaitan dengan langkah-langkah dasar dalam silus pengolahan data.
c. Pengendalian Preventif, Detektif, Dan Korektif
Pengendalian Preventif di lakukan untuk mencegah kekeliruan dan penipuan sebelum keduanya
terjadi, terutama pada masukkan dan pemrosesan pada pemrosesan transaksi. Pengandalian
Detektif di lakukan untuk mengatasi kekeliruan dan penipuan setelah keduanya terjadi.
Pengendalian Korektif digunakan untuk mengoreksi kekeliruan.