Anda di halaman 1dari 16

RANGKUMAN MATERI KULIAH

BAB 8

Oleh Kelompok 11 :
Chandra Qadarullah Sy NIM : 17/MPA-XXXIVB/05
Evi Lestari : 17/MPA-XXXIVB/07
Budgeting for Planning and Control
A. Definisi Anggaran
Anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran
kuantitatif, biasanya dalam satuan uang untuk menunjukkan perolehan dan
penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya
satu tahun. Dalam proses penyusunan anggaran manajer pusat pertanggungjawaban
berperan serta dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negosiasi dengan
manajer diatasnya yang memberikan peran kepadanya. Oleh karena itu, anggaran
yang sudah disahkan merupakan kesanggupan atau komitmen manajer pusat
pertanggungjawaban untuk melaksanakan renca seperti yang tercantum dalam
anggaran tersebut, dimana anggaran tersebut digunakan sebagai alat pengendalian
kegiatan (pengendalian melalui anggaran).
B. Fungsi Anggaran
Anggaran mempunyai beberapa macam fungsi atau manfaat. Manfaat anggaran antara
lain untuk :
1. Perencanaan kegiatan organisasi atau pusat pertanggungjawaban dalam jangka
pendek
2. Membantu koordinasi rencana jangka pendek
3. Alat komunikasi rencana kepada berbagai manajer pusat pertanggungjawaban
4. Alat untuk memotivasi para manajer untuk mencapai tujuan pusat
pertanggungjawaban yang dipimpinnya
5. Alat pengendalian kegiatan dan penilaian prestasi pusat-pusat
pertanggungjawaban dan para manajernya
6. Alat pendidikan para manajer

Fungsi Perencanaan
Perencanaan adalah memilih beberapa alternatif yang memungkinkan untuk
dilaksanakan di masa depan dengan mempertimbangkan tujuan perusahaan serta
sumber-sumber ekonomi yang dimiliki dan kedala-kendala yang dihadapinya dimasa
yang akan datang.
Langkah pertama dalam perencanaan adalah pencapaian tujuan. Setelah tujuan
ditentukan maka tahap perencanaan berikutnya adalah penentuan strategi pokok yang
akan digunakan untuk mencapai tujuan. Selanjutnya penyusunan program. Tahap
terakhir perencanaan adalah penyusunan anggaran untuk setiap pusat
pertanggungjawaban. Anggaran ini berfungsi sebagai alat perencanaan jangka pendek
dan merupakan kesanggupan manjer pusat pertanggungjawaban untuk melaksanakan
program atau bagian daru program jangka pendek, umumnya satu tahun.

Fungsi Koordinasi
Anggaran berfungsi sebagai alat mengkoordinasikan rencana dan tindakan
berbagai unit atau segmen yang ada didalam organisasi agar dapat bekerjasama secara
selaras kearah pencapaian tujuan. Koordinasi memiliki peran penting karena setiap
individu dalam organisasi mempunyai kepentingan dan persepsi yang berbeda
terhadap tujuan organisasi.
Fungsi Komunikasi
Jika organisasi diinginkan berfungsi secara efisien, maka organisasi tersebut
harus menentukan saluran komunikasi melalui berbagai unit dalam organisasi
tersebut. Komunikasi meliputi penyampaian informasi yang berhubungan dengan
tujuan, strategi, kebijaksanaan, rencana, pelaksanaan dan penyimpangan yang timbul.
Fungsi Motivasi
Anggaran berfungsi pula sebagai alat motivasi para pelaksana dalam
melaksanakan tugas-tugas dan mencapai tujuan. Motivasi para pelaksana dapat
didorong dengan memberikan insentif dalam bentuk hadiah berupa uang, penghargaan
dan sebagainya kepada mereka yang mencapai prestasi.
Fungsi Pegendalian dan Evaluasi
Anggaran dapat berfungsi sebagai alat pengendalian kegiatan karena anggaran yang
sudah disetujui merupakan komitmen dari para pelaksana yang ikut berperan serta
didalam penyusunan anggaran tersebut. Peengendalian pada dasarnya adalah
membendingkan antara rencana dengan pelaksana sehingga dapat ditentukan
penyimpangan yang timbul apakah sudah menjadi tanda bahaya bagi organisasi
atau untuk-unitnya, yang digunakan sebagai dasar evaluasi atau penilaian prestasi dan
umpan balik untuk perbaikan masa yang akan datang.
Fungsi Pendidikan
Anggaran juga berfungsi sebagai alata untuk mendidik para manajer mengenai
bagaimana bekerja secaraa terinci pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya
dan sekaligus menghubungkan dengan pusat pertanggungjawaban lain didalam
organisasi yang bersangkutan.

C. Keunggulan, Keterbatasan, dan Syarat-syarat Anggaran


Anggaran dihasilkan oleh proses penyusunan anggaran. Pemakaian anggaran
memberikan keunggulan pada organisasi yang memakainya, sebagai berikut :
1. Menyediakan suatu pendekatan disiplin untuk menyelesaikan masalah
2. Membantu manajemen membuat studi awal terhadap masalah-masalah yang
dihadapi oleh suatu organisasi dan membiasakan manajemen untuk mempelajari
dengan seksama suatu masalah sebelum diputuskan
3. Menyediakan cara-cara untuk memformalisasi usaha perencanaan.
4. Mengembangkan iklim sadar laba dalam perusahaan, mendorong sikap
kesadaran terhadap pentingnya biaya dan memaksimalkan pemanfaatan sumber-
sumber perusahaan.
5. Membantu mengkoordinasi dan mengintegrasikan penyusunan rencana operasi
berbagai bagian yang ada pada organisasi sehingga keputusan akhir dan rencana-
rencana tersebut dapat terintegrasi dan komprehensif.
6. Memberikan kesempatan pada organisasi untuk meninjau kembali secara
sistematis terhadap kebijaksanaan dan pedoman dasar yang sudah ditentukan.
7. Mengkoordinasikan, menghubungkan, dan membantu megarahkan investasi tan
semua usaha-usaha organisasi ke saluran yang paling menguntungkan
8. Mendorong suatu standar prestasi yang tinggi dengan membangkitkan semangat
bersaing yang sehat
9. Menyediakan tujuan atau sasaran yang merupakan alat pengukur atau standar
untuk mengukur prestasi dan ukuran pertimbangan manajemen dan sikap
eksekutif secara individual.

Meskipun anggaran memiliki banyak keunggulan, namun anggaran juga memiliki


beberapa keterbatasan sebagai berikut :

1. Perencanaan dan anggaran didasarkan pada estimasi atau proyeksi yang


ketepatannya tergantung kepada kemampuan pengestimasi atau pemroyeksi.
2. Perencanaan dan anggaran didasarkan pada kondisi dan asumsi tertentu. Jika
kondid dan asumsi yang mendasarinya berubah maka perencanaan dan anggaran
harus di koreksi.
3. Anggaran berfungsi sebagai alat manajemen hanya jika semua pihak terus bekerja
sama secara terkoordinasi dan berusaha mencapai tujuan.
4. Perencanaan dan anggaran tidak dapat menggantikan fungsi manajamen dan
pertimbangan manajemen.

Agar anggaran dapat memanfaatkan keunggulannya sebaik mungkin dan menekan


keterbatasan menjadi sekecil mungkin maka anggaran yang baik memerlukan syarat-
syarat yang hharus dipenuhi sebagai berikut :

1. Adanya organisasi perusahaan yang sehat, yaitu organisasi yang membagi tugas
fungsional dengan jelas dan menentukan garis wewenang dan tanggung jawab
yang tegas.
2. Adanya sistem akuntansi yang memadai, yaitu (a) penggolongan rekening yang
sama para anggaran dan realisasinya sehingga dapat dibandingkan dan dihitung
penyimpangannya, (b) pecatatan akuntansi memberian informasi mengenai
realisasi anggaran, (c) laporan didasarkan kepada akuntansi pertanggung jawaban.
3. Adanya penelitian dan analisis yang diperlukan untuk menetapkan alat untuk
mengukur prestasi sehingga anggaran dapat dipakai untuk menganalisa prestasi.
4. Adanya dukungan para pelaksana dari tingkat atas maupun bawah.

D. Jenis-Jenis Angggaran
Anggaran induk (master budget) adalah suatu jaringan kerja yang berisi berbagai
macam anggaran yang terisah namun saling berhubungan dan saling bergantung satu
sama lain. Anggaran induk terdiri atas 4 bagian penting sebagai berikut :
1. Anggaran operasi, anggaran ini menunjukkan rencana operasi atau kegiatan tahun
yang akan datang. Elemen anggaran operasi, meliputi anggaran pendapatan, biaya
dan laba.
2. Anggaran kas, anggaran ini menunjukkan perkiraan sumber dan penggunaan kas
dalam tahun anggaran.
3. Anggaran pengeluaran modal, anggaran ini menunjukkan rencana inverstasi
dalam tahun anggaran.
4. Anggaran neraca, anggaran ini menunjukkan rencana aset, utang, dan modal
perusahaan.
E. Organisasi Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran dalam suatu organisasi biasanya di koordinasi oleh komite
anggaran dan departemen anggaran. Komite anggaran anggotanya terdiri atas manajer
divisi dan manajer lainnya yang melaksanakan fungsi-fungsi pokok kegiatan suatu
organisasi atau unit organisasi. Misalnya manajer departemen pemasaran, manajer
departemen produksi, manajer departemen keuangan, dan akuntan manajemen.
Prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis informasi masalalu, lingkungan luar yang diantisipasi, dan swot.
2. Menyusun perencanaan strategik dan program.
3. Mengkomunikasikan tujuan, strategik pokok, dan program.
4. Memilih taktik, mengkoordinasi dan mengawasi operasi.
5. Menyusun usulan anggaran.
6. Menyarankan revisi usulan anggaran.
7. Menyetujui revisi usulan anggaran dan merakit menjadi anggaran perusahaan.
8. Revisi dan pengesahan

F. Hubungan Antara Anggaran dan Akuntansi Pertanggung Jawaban


Ide pokok akuntansi pertanggung jawaban adalah bahwa setiap manajer pusat
pertanggungjawaban harus bertanggung jawab terhadap elemen-elemen yang secara
langsung berada dibawah pengendaliannya. Sesuai dengan ide pokok akuntansi
pertanggungjawaban tersebut, anggaran harus disusun untuk setiap jenjang
manajemen yang dibebani tanggung jawab atas pendapatan dan biaya tersebut.
Secara ringkas, ide akuntansi pertanggung jawaban didasarkan 3 pokok pikiran
sebagai berikut :
1. Bahwa pendapatan dan biaya dapat disusun dalam ukuran pertanggungjawaban
jenjang manajemen.
2. Bahwa biaya atau pendapatan yang dibebankan pada suatu jenjang manajer
tertentu dapat dikendalikan oleh manajer yang bersangkutan.
3. Bahwa data anggaran yang efektif dapat dihasilkan sebagai dasar untuk menilai
prestasi sesungguhnya.

G. Aspek Manusia Dalam Anggaran


Anggaran disusun untuk membantu manajemen mengkomunikasikan tujuan
organisasi pada semua manajer pada unit organisasi dibawahnya, untuk
mengkoordinasi kegiatan, dan untuk mengevaluasi prestasi manajer-manajer tersebut
agar tujuan tersebut dapat dicapai, penyususnan anggaran tidak boleh hanya dilakukan
oleh manajer puncak tetapi harus didukung dengan peran serta secara aktif para
manajer tingkat menengah dan bahwa sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Agar dapat memotivasi para pelaksana, didalam penyusunan anggaran perlu
diperhatikan :
1. Tingkat kesulitan
2. Partisipasi manajemen puncak
3. Kewajaran dan keadilan
4. Laporan yang diteliti dan tepat waktu

H. Menyusun Anggaran Induk


Anggaran induk dapat disusun untuk satu perusahaan sebagai suatu kesatuan dan
dapat disusun untuk devisi laba. Pada organisasi fungsional anggaran induk disusun
untuk perusahaan sebagai satu kesatuan. Pada organisasi devisional anggaran induk
disusun untuk setiap devisi.
Anggaran induk biasanya disusun untuk jangka waktu satu tahun. Berbagai macam
anggaran yang membentuk anggaran induk terdiri atas :
1. Anggaran penjualan
Anggaran penjualan adalah titik awal didalam penyusunan anggaran master/induk,
berbagai anggaran lainnya biasanya tergantung pada penjualan jika anggaran
penjualan jelek maka anggaran induk tidak bermanfaat dan memborosakan waktu
serta usaha.
Contoh :
PT. Prabowo
Anggaran Penjualan Tahun 19X1
Keterangan Triwulan 1 tahun

1 2 3 4
Unit dijual 2000 unit 3000 unit 4000 unit 3000 unit 12000 unit
Harga jual per Rp 150 Rp 150 Rp 150 Rp 150 Rp 150
unit
Total Rp 300.000 Rp 450.000 Rp 600.000 Rp 450.000 Rp 1.800.000
penjualan
Skedul penerimaan kas dari penjualan (dalam rupiah)
Tahun lalu
(piutang 96.000 96.000
awal)
Triwulan 1
(Rp 300.000) 120.000 180.000 300.000
Triwulan 2
(Rp 450.000) 180.000 270.000 450.000
Triwulan 3
(Rp 600.000) 240.000 360.000 600.000
Triwulan 4
(Rp 450.000) 180.000 180.000
Jumlah 216.000 360.000 510.000 540.000 1.626.000
Anggaran penjualan dan penerimaan kas dari penjualan
Anggaran penjualan PT. Prabowo dan penerimaan kasnya yang dirinci untuk
setiap triwulan tampak pada tabel diatas. Telah dikemukakan dimuka, perusahaan
ini menjual satu jenis produk yaitu produk Y. Hasil penjualan pada perusahaan
tersebut diterima pada triwulan penjualan sebanyak 40% dan sisanya sebanyak
60% diterima pada triwulan berikutnya.
2. Anggaran persediaan
Anggaran persediaan merupakan jembatan yang menghubungkan antara penjualan
dengan anggaran produksi, anggaran biaya bahan baku dengan anggaran
pembelian bahan baku, serta anggaran harga pokok produksi dengan harga pokok
penjualan.
3. Anggaran produksi
Produksi yang diperlukan pada tahun anggaran yang akan datang dapat ditentukan
dan disusun melalui anggaran produksi. Besarnya anggaran produksi dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Anggaran Penjualan dalam Unit XXX
Unit Persediaan Akhir Produk Selesai yang di Inginkan XXX

Unit Produk yang di Perlukan XXX


Unit Persediaan Awal Produk Selesai XXX

Anggaran Produksi dalam Unit XXX

Sebagai contoh :
Anggaran produksi pada PT. Prabowo yang dirinci untuk setiap triwulan dapat
dilihat pada tabel berikut ini :
PT. Prabowo
Anggaran Penjualan, Tahun 19X1 (dalam unit)
Keterangan Triwulan 1 Tahun
1 2 3 4
Taksiran 2000 3000 4000 3000 12.000
penjualan
persediaan 300 400 300 ^ 220 220
akhir*
Keperluan 2.300 3.400 4.300 3.220 12.220
total
Persediaan 200 300 400 300 200
awal**
Anggaran 2.100 3.100 3.900 2.920 12.020
produksi
Keterangan :
* : persediaan akhir produksi selesai sebesar 10% dari unit yang dijual triwulan
berikutnya.
^ : taksiran penjualan triwulan 1. Tahun 19X2 sebesar 2.200 unit.
** : sama dengan persediaan akhir triwulan sebelumnya
Anggaran Produksi
4. Anggaran biaya bahan baku (BBB)
Anggaran biaya bahan baku menunjukkan besarnya biaya bahan baku yang
diperlukan untuk mengolah produk yang dianggarkan. Besarnya anggaran biaya
bahan baku ditentukan dengan dua langkah yaitu (1) menuntukan kuantitas bahan
baku yang dipakai untuk proses produksi, (2) mengalikan kuantitas bahan baku
dipakai dengan harga bahan baku per unit yang dianggarkan. Rumusnya :

Kebutuhan Bahan Baku untuk Produksi XXX


Persediaan Akhir Bahan Baku yang di Inginkan XXX
+
Total Kebutuhan Bahan Baku XXX
Persediaan Awal Bahan Baku XXX
-
Anggaran Pembelian Bahan Baku XXX

5. Anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL)


Untuk menyusun biaya tenaga kerja langsung, perusahaan harus mengetahui jam
kerja yang diperlukan untuk mengolah satu unit produk dan tarif upah setiap jam
kerja. Baiya tenaga kerja langsung umumnya memerlukan kas pada periode
anggaran yang bersangkutan sehingga anggaran biaya tenaga kerja langsung
sekaligus mendukung penyususnan anggaran kas.
PT. Prabowo
Anggaran Biaya Bahan Baku
Tahun 19X1
Keterangan Triwulan 1 tahun
1 2 3 4
Unit 2.100 3.100 3.900 2.920 12.020
diproduksi
Kebetuhan 2 2 2 2 2
bahan perunit
(kg)
Kebutuhan 4.200 6.200 7.800 5.840 24.040
produksi (kg)

Harga per kg Rp 10 Rp 10 Rp 10 Rp 10 Rp 10
Biaya bahan Rp 42.000 Rp 62.000 Rp 75.000 Rp 58.400 Rp 240.400
baku
Anggaran Pembeliaan
Kebutuhan 4.200 6.200 7.800 5.840 24.040
produksi (kg)
Persediaan 1.240 1.560 1.168 ^ 920 290
akhir bahan
baku (kg)*
Kebutuhan 5.440 7.760 8.968 6.760 24.960
total (kg)
Persediaan 840 1.240 1.560 1.168 840
awal bahan
baku (kg)**
Anggaran 4.600 6.520 7.408 5.592 24.120
pembeliaan
(kg)
Harga per kg Rp 10 Rp 10 Rp 10 Rp 10 Rp 10
Anggaran Rp 46.000 Rp 65.200 Rp 74.080 Rp 55.920 Rp 241.200
pembelian
Anggaran Pengeluaran Kas untuk Pembelian
Tahun lalu Rp 24.000 Rp 24.000
(utang awal)
Triwulan 1 23.000 Rp 23.000 Rp 46.000
(Rp 46.000)
Triwulan 2 32.600 Rp 32.600 Rp 65.200
(Rp 65.200)
Triwulan 3 37.040 Rp 37.040 Rp 74.080
(Rp 74.080)
Triwulan 4 27.960 Rp 27.960
(Rp 55.920)
Total Rp 47.000 Rp 55.600 Rp 69.640 Rp 65.000 Rp 237.240
Pengeluaran
kas
Anggaran Biaya Bahan Baku
Keterangan :
* : persediaan akhir sebesar 20% dari kebutuhan bahan baku untuk produksi triwulan berikutnya.
Misalnya triwulan 1 sebesar 20% kebutuhan bahan baku triwulan 2 = 20% x 6.200 kg = 1.240kg
^ : ditentukan dari taksiran kebutuhan bahan baku untuk produksi triwulan 1 periode anggaran
berikutnya (19 x 2) sebesar = 20% x 4.600kg = 920 kg
** : persediaan awal berasal dari persediaan akhir periode sebelumnya.
Rumusnya:
Anggaran Produksi dalam Unit XXX
Jam Kerja Langsung Perunit XXX
x
Total Jam Kerja Langsung yang di Perlukan XXX
Tarif Upah per Jam Kerja Langsung XXX
x
Anggaran Total Biaya Tenaga Kerja Langsung XXX

6. Anggaran biaya overhead pabrik (BOP)


Anggaran BOP meliputi anggaran biaya produksi selain biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung. Untuk tujjuan perencanaan, pembuatan keputusan,
dan pengendalian BOP maka anggaran BOP digolongkan menurut :
a. Perilaku BOP yaitu kedalam biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead
pabrik variabel.
b. Biaya kas dan biaya bukan kas. Penggolongan BOP ke dalam biaya kas dan
biaya bukan kas bermanfaat untuk mempermudah penyusunan anggaran kas
dan untuk pembuatan keputusan. BOP variabel pada umunya merupakan biaya
kas sedangkan BOP tetap sebagian merupakan biaya kas (misalnya gaji
manajer dan pengawas) dan sebagian lagi merupakan biaya bukan kas (biaya
depresiasi).

PT. Prabowo
Anggaran biaya tenaga kerja langsung
Tahun 19X1
Keterangan Triwulan 1 Tahun
1 2 3 4
Unit 2.100 3.100 3.900 2.920 12.020
diproduksi
JKL per 5 5 5 5 5
unit
Jumlah 10.500 15.500 19.500 14.600 60.100
JKL
Tarif upah Rp 8 Rp 8 Rp 8 Rp 8 Rp 8
per JKL
Anggaran Rp 84.000 Rp 124.000 Rp 156.000 Rp 116.800 Rp 480.800
BTKL
Anggaran biaya tenaga kerja langsung
Keterangan :
JKL : jam kerja langsung
BTKL : biaya tenaga kerja tidak langsung
Contoh :

Anggaran BOP PT. Prabowo tampak pada tabel diatas yang dimana besarnya tarif
overhead pabrik variabel sebesar Rp 4/jam kerja langsung, besarnya biaya tetap
Rp 60.000 terdiri atas biaya kas Rp 45.000 dan biaya bukan kas Rp 15.000.

7. Anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan (HPPr dan HPP)
Setelah selesai disusun anggaran biaya produksi yang terdiri atas biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan BOP selanjutnya dapat disusun angggaran
harga pokok produksi dan harga pokok penjualan. Untuk tujuan perencanaan,
pembuatan keputusan, dan pengendalian jangka pendek sebaiknya digunakan
pendekatan laba kontribusi. Oleh karena itu, biaya produksi yang dibebankan pada
harga pokok produk hanyalah biaya produksi variabel.
PT. Prabowo
Anggaran biaya overhead pabrik
Tahun 19x1
keterangan Triwulan 1 Tahun
1 2 3 4
Anggaran 10.500 15.500 19.500 14.600 60.100
JKL
Tarif BOP Rp 4 Rp 4 Rp 4 Rp 4 Rp 4
variabel
Total BOP Rp 42.000 Rp 62.000 Rp 78.000 Rp 58.400 Rp 240.400
variabel
Total BOP 60.000 60.000 60.000 60.000 240.000
tetap
Total Rp 102.000 Rp 122.000 Rp 138.000 Rp 118.400 Rp 480.400
anggaran
BOP
BOP tetap 15.000 15.000 15.000 15.000 60.000
bukan kas
Total BOP Rp 87.000 Rp 107.000 Rp 123.000 Rp 103.400 Rp 420.400
kas
Anggaran BOP

PT. Prabowo
Anggaran harga pokok per unit
(pendekatan laba kontribusi)
Tahun 19x1
Elemen kuantitas Harga pokok Total
Biaya bahan baku 2kg Rp 10/kg Rp 20
Biaya tenaga kerja 5 jam Rp 8/jam Rp 40
langsung
BOP 5 jam Rp 4/jam Rp 20
Jumlah harga pokok variabel per unit produk Rp 80
Anggaran harga pokok per unit

PT. Prabowo
Anggaran biaya pokok produksi variabel
Dan harga pokok penjualan variabel
Tahun 19x1
Keterangan Triwulan 1 Tahun
1 2 3 4
Bahan baku Rp 42.000 Rp 62.000 Rp 78.000 Rp 58.400 Rp 240.400
BTKL 84.000 124.000 156.000 116.800 480.800
BOP 42.000 62.000 78.000 58.400 240.400
variabel
Total harga Rp 168.000 Rp 248.000 Rp 312.000 Rp 233.600 Rp 961.600
pokok
produksi^
Pers. 16.000 24.000 32.000 24.000 16.000
Awal*
Harga Rp 184.000 Rp 272.000 Rp 344.000 Rp 257.600 Rp 977.600
pokok
produk siap
dijual
Per. 24.000 32.000 24.000 17.600 17.600
Akhir**
Harga Rp 160.000 Rp 240.000 Rp 320.000 Rp 240.000 Rp 960.000
pokok
penjualan
Keterangan :
^ : dapat pula dihitung dari anggaran produksi dikalikan anggaran harga per unit
misalnya triwulan 1 = 2.100 x Rp 80 = Rp 168.000
* : persediaan awal dikalikan anggaran harga pokok per unit misalnya triwulan 1
= 200 x Rp 80 = Rp 16.000
** : persediaan akhir dikalikan anggaran harga pokok per unit misalnya triwulan 1
= 300 x Rp 80 = Rp 24.000
Anggaran harga pokok produksi dan harga pokok penjualan

8. Anggaran biaya non produksi


Anggaran biaya non produksi memuat suatu daftar biaya non produksi yang
diantisipasikan akan terjadi selama periode anggaran. Dalam penyusunan
anggaran biaya non produksi, berbagai peringkat manajemen yang bertanggung
jawab terhadap biaya non produksi diminta mengajukan usulan anggaran untuk
diolah oleh komite anggaran menjadi anggaran perusahaan. Anggaran biaya non
produksi digolongkan menjadi (1) Anggaran biaya pemasaran, (2) anggaran biaya
administrasi dan umum, (3) anggaran biaya bunga.

9. Anggaran rugi laba


Anggaran rugi laba dapat disusun dari anggaran penjualan, anggaran harga produk
penjualan, dan anggaran biaya non produksi. Anggaran rugi laba adalah salah satu
skedule kunci proses anggaran, anggaran ini merupakan dokumen yang
menginformasikan mengenai bagaimana kegiatan pencapaian laba diantisipasikan
pada periode anggaran yang akan datang.
10. Anggaran kas
Anggaran kas disusun menjadi 4 bagian yaitu :
a. Anggaran penerimaan kas, berisi kas yang ditaksir akan diterima selama
periode anggaran. Umumnya sumber utama penerimaan kas berasal dari
penjualann sebagaimana telah dibahas pada anggaran penjualan.
b. Anggaran pengeluaran kas, berisi semua pengeluaran kas yang
direncanakan untuk periode anggaran. Pengeluaran tersebut meliputi
pengeluaran untuk membayar utang yang timbul dari pembelian bahan
baku, pembayaran biaya tenaga kerja langsung, pembayaran BOP kas,
biaya non produksi kas, serta untuk pengeluaran lain-lain seperti pajak
penghasilan, pembeliaan aset tetap, pembayaran deviden dan sebagainnya.
11. Anggaran neraca
Anggaran neraca disusun atas dasar neraca awal periode (dari akhir periode
sebelumnya) disesuaikan dengan data yang termuat pada berbagai anggaran
periode yang bersangkutan.