Anda di halaman 1dari 2

Kajian LSM Internasional (Kelas A)

Fitri Adi Setyorini (20150510098)

Amalia Purnama Sari (20150510140)

Imroatush Sholihah (20150510145)

Muhammad Anshari Mahfudz (20150510147)

Rinaldy Midyan K (20150510150)

Bagoes Fajar P. Ali (20150510164)

Analisis Hipotesis Jurang Samuel P. Huntington

Kudeta Militer Mesir pada tahun 2013 yang telah berhasil menurunkan Presiden
Mohammed Morsi ini akan coba kami analisis menggunakan hipotesa Jurang Samuel P.
Huntington. Menurut hipotesa jurang Samuel P. Huntington, mobilisasi sosial yang terjadi
di Mesir ditandai dengan seiring berjalannya gelombang demokrasi di Timur Tengah yang
mengarahkan terwujudnya demokrasi. Mobilisasi sosial yang terjadi di Mesir ditandai dengan
terpilihnya Mohammed Morsi melalui pemilu pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan
keinginan besar masyarakat Mesir untuk menerapkan nilai-nilai demokrasi. Namun,
pemerintahan Mohammed Morsi yang menerapkan nilai-nilai demokrasi tidak dibarengi oleh
pertumbuhan ekonomi. Masyarakat Mesir menjadi frustasi dan memiliki banyak tuntutan
kepada Pemerintahan Mohammed Morsi karena mereka merasa bahwa pertumbuhan
ekonomi sebelum dan sesudah demokrasi cenderung stagnan (tidak ada perubahan yang
berarti). Bahkan harga bahan makanan, bahan bakar dan komoditas lain semakin meroket.
Bahkan listrik sering padam di kala itu. Kemerosotan ekonomi inilah yang menyebabkan
kemarahan rakyat Mesir. Skema ini menjelaskan bagaimana hipotesa Huntington dimana
social mobilization yang tidak diimbangi oleh economic development menjadikan adanya
clash di masyarakat berupa munculnya social frustration.

Tingkat frustasi masyarakat Mesir yang tinggi menempatkan mereka pada posisi yang
sulit. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang sah
semakin menurun karena tidak adanya kesempatan yang diberikan oleh pemerintahan yang
sah untuk menampung mobilisasi yang dituntutkan oleh masyarakat. Hal ini membuat
sebagian besar masyarakat Mesir menjadi anti terhadap segala kebijakan pemerintah. Dari
titik itulah, masyarakat Mesir memulai pergolakan antar kelompok untuk menuntut
pertanggungjawaban secara jelas dari Presiden Mohammad Morsi. Skema ini membuktikan
bahwa tidak adanya pergerakan atau mobilitas yang luas dalam masyarakat ditambah dengan
adanya tingkat frustasi atas kondisi sosial-ekonomi menjadikan rakyat secara langsung terjun
untuk melakukan demo terbuka.

Demo yang terus-menerus terjadi dalam masyarakat pada saat itu ternyata tidak
dibarengi dengan adanya institusi atau badan dari pemerintahan yang menampung aspirasi
mereka menjadikan suasana politik Mesir semakin memanas. Demo di dalam Mesir sendiri
seringkali dibantu oleh berbagai media yang pada saat itu terbuka secara luas di Mesir. Media
sebagai salah satu rekan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi kepada pemerintah ternyata
menjadi sasaran atau target Morsi. Tercatat lebih dari 200 wartawan diinterogasi jaksa
setempat, bahkan kantor kepresidenan mengajukan 100 gugatan kepada wartawan dan
pimpinan media. Bahkan pemerintah juga menolak kritik dengan alasan bahwa langkah itu
ditujukan pada laporan media yang dinilai menghasut dan menghina presiden. Peristiwa ini
membuat rakyat semakin geram hingga akhirnya muncullah perlawanan yang kuat dari
masyarakat.

Perlawanan yang kuat dari masyarakat mengakibatkan lengsernya Presiden


Mohammed morsi pada tahun 2013 silam. Kudeta ini dibantu oleh militer secara langsung.
Militer Mesir yang secara parsial masih dibawah pengaruh kepemimpinan presiden
sebelumnya, Husni Mubarak, secara mudah beralih haluan melawan pemerintahan Morsi.
Ditambah lagi pasca insiden Morsi yang mendepak Jenderal Mohammed Tantawy yang
pernah menjabat menteri pertahanan semasa Hosni Mubarak. Tantawy merupakan salah satu
pejabat yang meminta Mubarak meninggalkan kursi presiden dalam revolusi sebelumnya.
Hal lain karena adanya pengaruh kuat Ikhwanul Muslimin pada pmerintahan Morsi yang
mengakibatkan ketidakpercayaan semakin besar terhadap Morsi sehigga menimbulkan kudeta.
Peristiwa ini sesuai dengan hipotesa Jurang Huntington dimana apabila political participation
(dalam hal ini demo oleh masyarakat Mesir) tidak ditampung secara benar oleh badan atau
institusi tertentu dalam pemerintahan akan menimbulkan political instability yang dalam
kasus ini berupa kudeta secara besar-besaran untuk menggulingkan presiden.