Anda di halaman 1dari 37

EVALUASI DIRI

I. DESKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Serta Strategi Pencapaian


1. Visi dan Misi Akademi Teknik Pratama
Visi
Menjadi salah satu Akademi terkemuka di Indonesia Timur pada
umumnya dan Sulawesi Selatan pada khususnya dalam
pengembangan ilmu teknik bidang vokasional melalui pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Misi

Mengoptimalkan proses belajar-mengajar untuk menghasilkan


lulusan yang memiliki kompetensi yang dapat diandalkan,
memiliki kemandirian dan kemampuan beradaptasi dengan
lingkungannya.
Mengembangkan kegiatan penelitian berbasis vokasional yang
dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
berbasis pengembangan ilmu sesuai dengan kondisi obyektif dan
kebutuhan masyarakat.

2. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi Teknik Mesin


Visi

Visi program studi

Menjadi pusat pendidikan vokasional bidang Teknik Mesin


konsentrasi otomotif di Kawasan Indonesia Timur pada umumnya
dan Sulawesi Selatan pada khususnya.

1
EVALUASI DIRI

Misi program studi


Menyelenggarakan pendidikan yang erat kaitannya dengan
kemampuan untuk mengidentifikasi masalah permesinan dan
kemampuan menangani perawatan dan perbaikan pada mesin
dengan cepat waktu dan tepat ukuran. Mengembangkan dan
mengaplikasikan kemampuan tersebut, baik dalam dunia industri
maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan program studi

a. Menghasilkan tenaga terampil yang memiliki kepribadian agamis,


intelektual,dan adaptif-kreatif.
b. Mengembangkan Teknik Mesin sebagai ilmu maupun sebagai
keterampilan untuk mengidentifikasi berbagai masalah
permesinan dan menangani perawatan dan perbaikan, serta
merancang komponen otomotif melalui proses permesinan dan
penyambungan.
c. Menghasilkan tenaga ahli madya yang mampu mandiri dan
mampu bekerjasama dalam mengembangkan Teknik Mesin.
d. Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai lembaga
baik lokal maupun nasional, dalam mengembangkan Teknik
Mesin.

Sasaran dan strategi pencapaian

a. Untuk menghasilkan tenaga terampil yang memiliki kepribadian


agamis, intelektual, dan adaptif-kreatif, dilakukan dengan
membentuk Kurikulum Berbasis Kompetensi.
b. Untuk mengembangkan Teknik Mesin sebagai ilmu maupun
sebagai keterampilan dilakukan dengan menggiatkan penelitian
yang berbasis pada masalah-masalah permesinan.
c. Strategi untuk menghasilkan alumni yang memiliki kemandirian
dan kemampuan bekerjasama dilakukan dengan menerapkan

2
EVALUASI DIRI

sistem Student Centre Learning (SCL) yang akan merangsang


mahasiswa dan dosen dalam proses belajar mengajar.
d. Strategi untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah
dan pemerintah pusat untuk mengembangkan sumber daya
mereka. Serta mengembangkan berbagai penelitian dan
pengabdian masyarakat yang dibutuhkan oleh berbagai
lembaga.

B. Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem pengelolaan dan


Penjaminan Mutu.

1. Personil beserta fungsi dan tugas pokok


Personil yang menanganai PS Teknik Mesin secara garis besar
terdiri dari Ketua dan Sekretaris Program Studi, tenaga kependidikan atau
staf administrasi dan tenaga pengajar.
Fungsi dan tugas pokok masing-masing adalah sesuai dengan
pembagian tugas yang berlaku pada tingkat Akademi, yaitu Ketua
Program Studi memimpin penyelenggaraan proses yang berlangsung di
program studi. Sekretaris adalah unsur pimpinan yang mengelola
program studi bersama dengan Ketua Program Studi.
Struktur organisasi program studi terdiri dari Ketua Program Studi,
Sekertaris Program Studi dan Sekretariat. Ketua Program Studi
bertanggung jawab untuk menyusun rencana, memberi petunjuk,
mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan
dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang
dilaksanakan oleh dosen di Program Studi. Sekretaris Program Studi
bertanggungjawab untuk melaksanakan administrasi program studi,
mempersiapkan rencana dan program kerja, mengkoordinasikan
pelaksanaan kegiatan administrasi umum dan perlengkapan, akademik,
keuangan, dan kemahasiswaan serta melaksanakan tugas lain yang
diberikan oleh Ketua Program Studi.

3
EVALUASI DIRI

Penerapan sistem kepemimpinan di program studi dilakukan


dengan perspektif bahwa ketua dan sekretaris bekerjasama secara
terkoordinasi, sehingga pengalihan tugas akan lebih mudah dilakukan
setiap saat bilamana ketua program studi berhalangan.
Unsur pelayanan administrasi akademik pada tingkat program studi
dikelola oleh tenaga kependidikan atau tenaga administrasi. Selain itu
dilakukan pula pelayanan dalam hal pelayanan perpustakaan dan
pelayanan laboratorium.
Dosen menyelenggarakan proses akademik berupa perkualiahan,
kepenasehatan akademik, penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat.

2. Sistem Kepemimpinan
Sistem kepemimpinan yang berlangsung adalah sistem
kepemimpinan yang demokratis, dimana ketua dan sekretaris program
studi dipilih secara langsung oleh seluruh dosen tetap yang ada di tingkat
program studi. Selanjutnya model pengambilan keputusan adalah
musyawarah dengan menyelenggarakan rapat di tingkat program studi.
Ini berarti bahwa ketua jurusan dan sekretaris jurusan dalam mengambil
keputusan dan kebijakan akan mempertanggungjawabkannya ke Direktur
sebagai pimpinan perguruan tinggi maupun kepada dosen yang ada di
tingkat program studi.
Kepemimpinan diawali dengan adanya mekanisme pemilihan
pimpinan Program Studi Teknik Mesin. Ketua dan Sekretaris Program
Studi Teknik Mesin dipilih dari dosen tetap yang memenuhi kriteria yg
ditentukan sesuai Keputusan Direktur, dan dipilih oleh dosen tetap
sebagai calon Ketua dan Program Studi untuk selanjutnya dikirim ke
Direktur untuk diangkat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ketua dan Sekretaris Program
Studi membawa Program Studi ke masa depan lewat berbagai upaya
baik yang berkaitan dengan manajemen sumber manusia, manajemen
sumber daya material. Aktivitas seperti itu senantiasa akan dipertanggung

4
EVALUASI DIRI

jawabkan kepada segenap dosen setiap awal/akhir semester. Sehingga


mekanisme pengawasan akan selalu melekat dan menjadi indikator akan
keberhasilan kepemimpinan di Program Studi.

3. Partisipasi Civitas Akademika


Partisipasi Civitas Akademika Program Studi Teknik dalam
pengembangan kebijakan dianggap cukup baik, dan ini dilakukan dalam
rapat-rapat penting di Program Studi yang dihadiri oleh seluruh staf.
Namun, partisipasi di tingkat pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan
program dianggap masih kurang, Hal ini terutama tidak berimbangnya
tenaga pelayanan administrasi umum dan administrasi akademik di
tingkat program studi. Ke depan perlunya penambahan staf administrasi
atau tenaga kependidikan menjadi sesuatu yang mendesak untuk
dilakukan agar pelayanan kepada civitas academika dapat diberikan yang
pada gilirannya akan memberi peningkatan pada partisipasi seluruh
civitas academika.
4. Perencanaan program jangka panjang
Pengelolaan Program Studi Teknik Mesin mengedepankan
kepemimpinan kolektif dan kerjasama antar sivitas akademika, sehingga
efisiensi dan efektivitas kepemimpinan dapat terjaga dan terkoordinasi
dengan baik. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, di Program Studi
Teknik Mesin, nilai kebersamaan sangat dijunjung tinggi, sehingga
dengan kepemimpinan kolektif tersebut setiap tugas dan kewenangan
dapat didelegasikan kepada siapa saja dalam lingkungan program studi
berdasarkan keputusan dalam rapat.
Dengan adanya sistem kepemimpinan yang bersifat demokratis dan
periodik tersebut menyebabkan para ketua memiliki perencanaan jangka
panjang yang bersifat periodik 4 tahunan. Karena Ketua Program Studi
yang berhasil dalam menyelenggarakan model kepemimpinan dengan
perencanaan yang baik tersebut akan memperoleh peluang yang besar
untuk dapat diberi kepercayaan kembali untuk memimpin program studi.

5
EVALUASI DIRI

5. Efesiensi dan efektifitas kepemimpinan


Model kebersamaan dalam pengambilan keputusan dan pemilihan
kepemimpinan di Program Studi Teknik Mesin pada akhirnya akan
berlangsung secara efisien dan efektif. Hal ini dapat dikatakan telah bisa
dicapai di Program Studi Teknik Mesin. Efektivitas itu muncul sebagai
akibat adanya model pengawasan secara bersama dalam memberikan
evaluasi terhadap kinerja yang diperlihatkan oleh ketua dan sekretaris
program studi. Disamping itu adanya manual kepemimpinan di tingkat
prodi menyebabkan siapa pun yang menjadi pimpinan akan mengetahui
hak dan kewajibannya dalam mengembangkan amanah yang diberikan
oleh para dosen tetap di program studi ini.

6. Evaluasi Program dan Pelacakan lulusan


Evaluasi program dilakukan secara berkala dalam suatu sistem
monitoring dan evaluasi.
Metode studi pelacakan adalah survey, yaitu dengan memberi
himbauan kepada alumni khususnya dalam 3 tahun terakhir ini untuk
memberikan informasi ke program studi apakah ia sudah bekerja atau
belum. Bagi mereka yang telah bekerja memberikan data tentang
lembaga tempat bekerja baik berupa istansi pemerintah, swasta, maupun
lembaga-lembaga lainnya. Informasi ini diperoleh dari 20 informan
dijadikan alat untuk mendeteksi pengguna lulusan Program Studi Teknik
Mesin di Akademi Teknik Pratama.
Dengan diketahuinya sejumlah pengguna lulusan dapat dilakukan
pengumpulan data tentang evaluasi dari pengguna lulusan. Sekalipun
tidak semua pengguna lulusan dapat dijangkau tetapi jumlah yang
dijangkau sudah cukup representatif untuk mewakili pengguna.
Angket adalah alat yang digunakan dalam studi pelacakan. Isi
pertanyaan dari kuesioner tersebut menyangkut hard skill dan soft skill ari
lulusan selama berada dalam masa kerja di tempat kerjanya. Model
angket yang diajukan adalah model tertutup dengan menyediakan skala

6
EVALUASI DIRI

ordinal dalam bentuk lima tingkatan evaluasi, yaitu sangat baik, baik,
cukup, dan kurang.
Studi pelacakan ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan pemakai
lulusan dalam hal : (1) Integritas (etika dan moral),(sangat baik 10%, baik
60%, cukup 30%), (2) Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi
utama)(sangat baik 10%, baik 75%, cukup 15%), (3) Bahasa Inggris,(baik
10%, cukup 40%, kurang 50%), (4) Penggunaan teknologi Informasi,
(sangat baik 15%, baik 70%, cukup 15%). (5) Komunikasi,(sangat
baik15%, baik 70%, cukup 15%), (6) Kerjasama Tim,(baik 60%, cukup
40%) dan (7) Pengembangan diri, (baik 65%, cukup 35%).
Dari hasil evaluasi pengguna tersebut di bawa ke rapat program studi
untuk dibahas bersama-sama dengan seluruh dosen yang mengajar di
program studi. Dari pertemuan seperti itu dapat dirancang berbagai
pembenahan terutama dalam hal: (1) pembenaan proses pembelajaran
dan perbaikan kurikulum, (2) penggalangan dana baik yg bersumber dari
Akademi maupun sumber lainnya, (3) memberi informasi baru tentang
lapangan kerja yang dapat menyerap lulusan, (4) terbentuknya atau
terbangunnya jejaring yang aktual yang dapat dijadikan kekuatan di
dalam mengembangkan program studi.

7. Perencanaan dan pengembangan program


Perencanaan kegiatan tahunan dilakukan lewat rapat yang berkaitan
dengan kegiatan untuk tahun berikutnya. Dalam rapat seperti inilah dibuat
kegiatan apa yang akan dilakukan untuk kemudian diusulkan dalam
penetapan anggaran belanja program studi. Demikian pula mengenai
penyelenggaraan perkuliahan dilakukan setiap awal semester. Dalam
pertemua ini senantiasa dimanfaatkan hasil evaluasi secara internal dari
dosen dan pertemuan dalam dialog akademik dengan mahasiswa. Selain
itu hal yang penting juga adalah dengan membahas studi pelacakan
alumni yang akan diadakan, untuk dijadikan bahan yang akan
menentukan langkah-langkah selanjutnya.

7
EVALUASI DIRI

8. Kerjasama dan kemitraan


Kerjasama dan kemitraan yang pernah diadakan adalah dengan
memberi pendidikan dan pelatihan pemanfaatan ICT kepada guru-guru
SMP di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan. Namun demikian
kerjasama ini hingga kini belum dapat dilanjutkan karena terkendala
dengan faktor biaya. Kerjasama yang bersifat insidental telag dilakukan
namun masih terbatas pada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan saja.

9. Dampak hasil evalusi program


Dari hasil evaluasi yang melibatkan dosen, mahasiswa dan alumni,
dan stakeholders memberi dampak terhadap pengelolaan Program Studi
Teknik Mesin, sehingga telah dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Telah dilakukan pemerataan beban mengajar dosen
b. Proses belajar mengajar menggunakan LCD dan
papan Whiteboard
c. Sejak tahun 2010 telah disiapkan dana penelitian
sebesar Rp.5.000.000,- /proposal penelitian oleh pihak Akademi
d. Pembentukan HIMATEK dan pelaksanaan acara
kemahasiswaan setiap penerimaan mahasiswa baru.
e. Pembentukan Ikatan Alumni Teknik Mesin
f. Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan
persiapan penerapan Student Centre Learning (SCL) dalam proses
belajar mengajar

10. Pengelolaan mutu internal


Peningkatan mutu manajemen dilakukan dengan peningkatan
layanan baik dalam lingkup internal. Pengikutsertaan tenaga
kependidikan dalam berbagai pelatihan baik menyangkut administrasi
umum maupun administrasi akademik akan dilaksanakan untuk
meningkatkan layanan baik kepada mahasiswa maupun kepada dosen.
Upaya yang telah dilakukan adalah: (1) Mengupayakan agar semua
dosen mempunyai pangkat akademik; (2) Menyusun Kurikulum Berbasis

8
EVALUASI DIRI

Kompetensi; (3) Menerapkan sistem Student Centre Learning; (4)


Meningkatkan jenjang pendidikan dosen; dan (5) menerapkan sistem
penjaminan mutu akademik di program studi.

C. Mahasiswa dan Lulusan


1. Sistem Rekrutmen dan Seleksi Calon Mahasiswa
Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa diatur dalam
Peraturan Akademik Akademi Teknik Pratama. Dalam Peraturan
Akademik tersebut antara lain mengatur tentang : Penerimaan
mahasiswa baru; penerimaan mahasiswa asing; dan penerimaan
mahasiswa pindahan.
Pada prinsipnya penerimaan mahasiswa baru ditetapkan dengan
keputusan Direktur Akademi Teknik Pratama.

2. Profil Mahasiswa; Akademik, Sosio ekonomi, Pribadi


(termasuk kemandirian dan kreativitas)
Profil mahasiswa Program Studi Teknik Mesin secara akademik
berdasarkan atas IPK yang diperoleh mempelihatkan IPK minimal adalah
2.96 dan IPK maksimal adalah 3.63. Apabila dilihat dari rata-rata IPK
mahasiswa Program Studi Teknik Mesin adalah sebesar 3.32. (Data
alumni tahun 2012).
Dari aspek sosial ekonomi memperlihatkan bahwa kebanyakan dari
mahasiwa berasal dari kabupaten Tana Toraja dan sekitarnya yang ada di
Sulawesi Selatan. Dari kondisi orang tua adalah kebanyakan berasal dari
golongan ekonomi menengah dan kurang mampu.
Dari aspek kepribadian yang berkaitan dengan kemandirian dan
kreatifitas dapat dilihat dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh
kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Mesin.

3. Keterlibatan Mahasiswa dalam berbagai komisi relevan


Aktivitas kehidupan kemahasiswa di PS Teknik Mesin yang
merupakan perwujudan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi

9
EVALUASI DIRI

yang relevan dapat dilihat dalam berbagai aktivitas mereka selama ini,
yaitu antara lain :
a. Lomba Bulu Tangkis Antar Perguruan Tinggi di Tana
Toraja.
b. Lomba Sepak Bola Antar Perguruan Tinggi di Tana
Toraja.
c. Lomba Bola Volly Antara Perguruan Tinggi di Tana
Toraja.
d. Membentuk IKA Teknik Mesin Akademi Teknik
Pratama.
e. Lomba Paduan Suara Mahasiswa.
f. Kejuaraan Catur Antar Mahasiswa Se-Tana Toraja.

4. Kegiatan Ekstra Kurikuler


Ekstra Kurikuler dilaksanakan pada hari sabtu dengan jenis kegiatan
seperti; sepak bola, bulutangkis, bola volly, dan kesenian musik.
Pentingnya aktivitas ekstrakurikuler ini, sehingga kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa dinilai setara dengan satu SKS.
Penyelenggaraannya dipimpin oleh dosen sebagai penanggung jawab,
sedang instruktur sesuai dengan bidang yang dipilih diselenggarakan
oleh mahasiswa senior yang memiliki kompetensi dalam bidang-bidang
yang ditawarkan.

5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon


mahasiswa dengan kebutuhan akan lulusan)
Mengenai keberlanjuutan penerimaan mahasiwa dengan
memperhatikan minat calon mahasiswa dan jumlah yang diterima
dari tahun ketahun dapat dilihat pada data berikut.
Jumlah Calon
Jumlah Mahasiswa Jumlah Total
Mahasiswa Jumlah Lulusan
Tahun Baru Mahasiswa
Daya Reguler
Akade-
Tampung Ikut Lulus Regular Regular Regular
mik
Seleks Seleks Bukan Transfer Bukan Transfer Bukan Transfer
i i Transfer Transfer Transfer
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
TS-4 60 60 51 51 - 99 - 11 -

10
EVALUASI DIRI

TS-3 60 43 35 35 - 121 - 20 -

TS-2 60 35 30 30 - 116 - 15 -

TS-1 60 42 36 36 - 101 - 14 -

TS 60 40 38 38 - 104 - 35 -
Jumla
300 220 190 190 - - - 95 -
h

6. Pelayanan Kepada Mahasiswa


Pelayanan kepada mahasiswa yang berkaitan dengan tutorial
akademik dilakukan oleh penasehat akademik yang memberikan
bimbingan atau tutorial kepada mahasiswa yang berkaitan dengan
masalah-masalah akademik yang dialami oleh mahasiswa dan
perencanaan pengisian Kartu Rencana Studi yang menyesuaikan
kemampuan akademik mahasiswa yang bersangkutan.
Hasil kegiatan bimbingan kepada mahasiswa dapat dilihat dalam
daftar kegiatan berikut.

Jenis Pelayanan kepada Bentuk Kegiatan, Pelaksanaan dan


No
Mahasiswa Hasilnya
1 Bimbingan Pemberian bimbingan kepada mahasiswa
dalam penulisan proyek akhir.

2 Minat dan bakat (ekstra Ekstra Kurikuler dilaksanakan pada hari


kurikuler) sabtu dengan beberapa jenis kegiatan
seperti, olahraga bulutangkis, sepak bola,
bola volly, dan kesenian musik.

3 Pembinaan soft skills Pemberian kursus singkat berbahasa


Inggris setiap hari senin sabtu, Pelatihan
Tun Up Kendaraan.

4 Beasiswa Pemberian bea siswa bagi siswa yang


berprestasi dan kurang mampu.

5 Lain

6. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan

11
EVALUASI DIRI

Lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan


mengembangkan berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat di kawasan Timur Indonesia pada khususnya dan pada
umumnya, menyelenggarakan penelitian terhadap berbagai masalah
permesinan, serta melakukan pengabdian masyarakat untuk membantu
menyelesaikan masalah-masalah teknologi yang dihadapi.
Selanjutnya kompetensi lulusan yang diharapkan adalah lulusan
yang memiliki kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan
kompetensi lainnya. Adapun penjelasana dari ketiga kompetensi tersebut
adalah sebagai berikut.
Kompetensi Utama Lulusan Program Studi Teknik Mesin Akademi Teknik
Pratama, adalah:

1. Memiliki keterampilan sesuai dengan standar mutu industri.


2. Kemampuan mengidentifikasi berbagai kerusakan pada
mesin.
3. Kemampuan untuk memahami berbagai gejala sosial di
dalam berbagai tingkatan yang berbeda
4. Kemampuan untuk menangani perawatan (maintenance)
pada mesin dengan cepat waktu dan tepat ukuran.
5. Kemampuan untuk merancang komponen otomotif melalui
proses permesinan dan penyambungan.

Kompetensi Pendukung Lulusan Program Studi Teknik Mesin Akademi


Teknik Pratama.

1. Kemampuan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik


dan benar serta bahasa internasional bahasa Inggris.
2. Kemampuan bekerjasama di dalam berbagai tingkatan kehidupan
bersama, baik di lingkungan kerja maupun di dalam lingkungan sosial
kemasyarakat lainnya.
3. Kemampuan menerapkan berbagai nilai-nilai keagamaan yang
dianutnya.

12
EVALUASI DIRI

4. Kemampuan mengikuti perkembangan keilmuan Teknik Mesin


sebagai ilmu pengetahuan dan keterampilan (vokasional).

Kompetensi Lainnya/Pilihan Lulusan Program Studi Teknik Mesin


Akademi Teknik Pratama.

1. Kemampuan untuk terlibat dalam kehidupan masyarakat yang


berdasarkan atas semangat kebersamaan.
2. Kemampuan mengembangkan diri berdasarkan wawasan budaya
lokal yang pantang surut.

7. Hasil pembelajaran
Kompetensi yang dicapai selama ini dibandingkan dengan yang
diharapkan oleh pengelola Program Studi Teknik Mesin masih berlum
optimal. Hal ini berkaitan dengan tuntutan kompetensi yang semakin
tinggi dari kalangan pengguna atau masyarakat dan kesesuaian
kompetensi dengan pemanfaatan lulusan oleh pengguna.
Hal yang berkaitan dengan kemajuan, keberhasilan dan kurun waktu
penyelesaian studi mahasiswa termasuk IPK dan yudisium lulusan dapat
dilihat pada tabel berikut.

IPK Persentase Lulusan Reguler


Jumlah Lulusan
Tahun Lulusan Reguler Dengan IPK
Akade- Regular
mik Bukan Transfer Min Rat Mak <2,75 2,753,50 > 3,50
Transfer
(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
TS-4 11 - 2,99 2,92 3,57 - 100,00 -

TS-3 20 - 3,01 3.30 3,73 - 100,00 -

TS-2 15 - 2,87 3,22 3,77 - 86,67 13,33

TS-1 14 - 2,97 3,22 3,66 - 92,86 7,14

TS 35 - 2,91 3,43 3,75 - 80,00 20,00


Jumlah 95 -

Hal yang menyangkut kepuasan alumni menurut penelusuran dan


komunikasi informal yang selama ini dijalin, baik dengan alumni secara
perseorangan maupun melalui ikatan alumni (IKA-Teknik Mesin Akademi

13
EVALUASI DIRI

Teknik Pratama) memperlihatkan bahwa mereka belum secara optimal


merasakan kepuasan dengan materi perkualihan dan praktikum yang telah
diterima dalam perkuliahan selama menjadi mahasiswa di Program Studi
Teknik Mesin Akademi Teknik Pratama.

D. Sumber Daya Manusia.


1. Sistem Rekrutmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga
Pendukung
Sistem rekrutmen dosen dan tenaga pendukung adalah
kewenangan Direktur. Untuk mengatur kewenangan tersebut Akademi
Teknik Pratama menerbitkan manual mutu akademik tentang rekrutmen
dosen untuk diusulkan ke Direktur setiap ada lowongan penerimaan
dosen baru.
Sistem tersebut menyangkut dua hal, yaitu (1) Seleksi Penerimaan
Dosen, dan (2) Sistem Penempatan.

Pasal 1
Seleksi Penerimaan Dosen
a. Penerimaan Dosen Program Studi di Teknik Mesin dilakukan atas
dasar Keputusan Direktur.
b. Tim Seleksi Penerimaan dosen ditingkat program studi terdiri dari
ketua program studi, ditambah dengan wakil program studi yang
memiliki kompetensi sesuai dengan tenaga dosen yg akan direkrut
atau diterima.
c. Materi seleksi di tingkat program studi adalah berkenaan dengan
kompetensi jabatan dosen yang akan diterima.
d. Calon dosen yang akan diseleksi memenuhi syarat sebagai berikut:
(1) Berijazah serendah-rendahnya S1.
(2) Memiliki bidang keahlian pada jenjang S1 sesuai dengan
lowongan jabatan dosen yg tersedia.
(3) Berusia setinggi-tingginya 35 tahun.

14
EVALUASI DIRI

Pasal 2
Sistem Penempatan Dosen
a. Penempatan dosen yang diterima dalam mengampuh mata kuliah
disesuaikan dengan bidang keahlian pada jenjang S1 dimiliki.
b. Dosen yg baru diterima ditugaskan sebagai asisten mendampingi
dosen pengampuh mata kuliah yg telah ada sebelumnya.
c. Penugasan sebagai asisten mata kuliah dilakukan hingga dosen
tersebut telah dapat diangkat sebagai penanggungjawab mata kuliah.
d. Penanggung jawab mata kuliah serendah-rendahnya telah memiliki
pangkat akademik.
e. Penugasan dosen sebagai penguji ujian proyek akhir serendah-
rendahnya telah memiliki pangkat akademik.
f. Penugasan dosen sebagai pembimbing proyek akhir serendah-
rendahnya telah memiliki pangkat akademik.
Dalam kaitan dengan rekrutmen dan seleksi tenaga pendukung juga
menjadi kewenangan Direktur, untuk selanjutnya penempatannya diatur
menurut surat keputusan Direktur.

2. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung


Pengelolaan Dosen dan tenaga pendukung yang ada di Program
Studi Teknik Mesin mengikuti struktur yaitu penugasan dari Ketua
Program Studi, dan penugasan dari Direktur.
Untuk pengelolaan yang berhubungan dengan kepegawaian
menjadi kewenangan pimpinan perguruan tinggi.

3. Profil Dosen dan Tenaga Pendukung, mutu, kualifikasi,


pengalaman, ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio
dosen-mahasiswa).

Profil dosen yang berkaitan dengan Jabatan Akademik, Gelar


Akademik, Jenjang Pendidikan, dan Bidang keahlian untuk setiap jenjang
pendidikan dapat dilihat dalam tabel berikut.

15
EVALUASI DIRI

Bidang
Gelar Pendidikan S1, S2, Keahlian
Nama Dosen Jabatan
No Akademi S3 dan Asal untuk etiap
Tetap Akademik
k Univertsitas jenjang
Pendidikan
(1) (2) (5) (6) (7) (8)
ST S1. UKI Paulus MKS Teknik Mesin
1 Effendi Tolla -
Asisten Ahli S.Sos S1.Univ.Hasanuddin Sosiologi
2 Patta Hindi Azis
MA S2.Univ Gadjah Mada Sosiologi
Drs. S1.UNM Makassar Teknik
3 Mustamin -
Otomotif
Asisten Ahli S.Sos S1.Univ.Hasanuddin Sosiologi
4 Hariashari
ST S1.STITEK Darmayadi Teknik
5 Yulianus Bidangan -
Industri
Ir. S1.UMI Makassar Teknik Mesin
6 Istarjo Ismail -
ST S1. UKI Toraja
7 Yohanis Parinding -
Teknik Mesin
SH S1.Univ.Hasanuddin Hukum
8 Ros Gala -
Asisten Ahli ST S1.Univ.Hasanuddin Teknik Mesin
9 Muhammad Fajar
S.IP S1.Univ.Hasanuddin Hubungan
10 Tamrin -
Internasional
E.Z. Muttaqin ST S1.Univ.Hasanuddin Teknik Sipil
11 Asisten Ahli
Yunus
Artho Buntu ST S1.Univ.Hasanuddin Teknik Mesin
12 -
Pongseba
Hironimus Ir. S1.Univ.Hasanuddin Teknik Mesin
13 -
Turupadang
ST S1. UKI Toraja Teknik Mesin
14 Antonius Tato -
ST S1.Univ.Hasanuddin Teknik Mesin
15 Hendry Indra -
Harry Marissangan Asisten Ahli ST S1.Univ.Hasanuddin Teknik
16
Hasbi Industri
A. Sri Astika Asisten Ahli S.Pd S1. UNM Makassar Fisika
17
Wahyuni

Adapun tenaga pendukung diatur oleh Akademi, dan juga terdapat


beberapa orang tenaga pendukung yang ditempatkan di Program Studi
Teknik Mesin. Tenaga pendukung tersebut seperti dalam tabel berikut :

Tenaga Pendukung yang ada di Program Studi Teknik Mesin yang


melayani mahasiswa

Jenis Tenaga SMA/


No D3 Unit Kerja
Pendukung SMK
(1) (2) (3) (4) (5

16
EVALUASI DIRI

1 Pustakawan 1 Perpustakaan Teknik


Mesin
2 Laboran/Teknisi/Analisis/ 1 Laboratorium Teknik
Operator/Programmer Mesin
3 Administrasi 1 Sekretariat Program
Studi Teknik Mesin
4 Lainnya: .............
Total 2 1

4. Karya Akademik Dosen (Hasil Penelitian dan Lainnya).


Karya Akademik dosen Program Studi Teknik Mesin dalam tiga
tahun terakhir ini memperlihatkan kondisi yang belum memadai. Hal ini
disebabkan karena masih terbatasnya dana yang tersedia untuk biaya
penelitian dari Akademi maupun kompetisi untuk mendapatkan dana
penelitian dari Dikti.

Data di bawah ini menunjukkan kondisi mengenai hasil penelitian


dosen Program Studi Teknik Mesin menurut tahun dan sumber dana yang
digunakan.

No Sumber Pembiayaan TS-2 TS-1 TS


(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pembiayaan sendiri oleh
2 2 2
Peneliti
2 PT. yang bersangkutan
1 1 1
(Akademi Teknik Pratama)
3 Institusi dalam negeri di luar
Depdiknas
4 Institusi Luar Negeri

Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa terbanyak karya


penelitian dosen adalah dilakukan dengan biaya sendiri. Hal ini
disebabkan oleh minimnya dana yang disediakan oleh pihak Akademi
yang dialokasikan ke Program Studi Teknik Mesin sehingga perlu
dilakukan upaya-upaya untuk mendorong aktivitas penelitian walaupun
dengan menggunakan dana sendiri.

5. Pengembangan Staf.

17
EVALUASI DIRI

Pengembangan staf di Program Studi Teknik Mesin tidak terlepas


dari pengembangan staf di Akademi. Hal ini terkait dengan kebijakan
pengembangan sumber daya manusia di Akademi Teknik Pratama.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Program Studi Teknik


Mesin adalah :

1. Mengirimkan tenaga kependidikan dan laboran ke Politeknik Negeri


Makassar untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan peralatan
laboratorium teknik mesin dan laboratorium otomotif.

2. Mengirimkan tenaga kependidikan ke Kopertis Wilayah IX untuk


mengikuti bimbingan penyusunan bahan-bahan pengusulan pangkat
akademik.

3. Mengirimkan tenaga administrasi dan tenaga perpustakaan ke


Universitas Hasanuddin untuk mengikuti bimbingan pengelolaan
administrasi dan perpustakaan.

E. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik.

1. Kesesuaian dengan visi, misi, sasaran dan tujuan.

Keharusan terjadinya kesesuaian antara visi, misi, sasaran dan tujuan


penyelenggaraan pendidikan Program Studi Teknik Mesin senantiasa
terjaga sebagai bagian penting dari sistem penjaminan mutu akademik
yang diterapkan baik ditingkat Akademi, maupun ditingkat Program Studi
Teknik Mesin.

2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.

Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan pihak stakeholders dalam


penyusunan kurikulum di Program Studi Teknik Mesin mendapat perhatian
yang utama. Hal ini disebabkan karena mulai diberlakukan Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK) yang melahirkan produk dari kurikulum, tidak
hanya adanya alumni tetapi dengan mempertimbangkan kebutuhan ril dari
pasar kerja yang ingin ditujukan.

18
EVALUASI DIRI

3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi,


penataan/organisasi).

Kurikulum Program Studi Teknik Mesin disusun berdasarkan


Kurikulum Berbasis Kompetensi. Organisasi kurikulum tersebut terdiri atas
Kompetensi Utama, Kompetensi Pendukung, dan Kompetensi Lainnya.
Keluasan, kedalaman, koherensi dan penataan organisasi senantiasa
diarahkan kearah pencapaian berbagai kompetensi kurikulum tersebut.

4. Integrasi Materi Pembelajaran.

Untuk implementasi kompetensi yang menjadi pedoman dari


kurikulum, maka pengajuan mata kuliah terdiri atas mata kuliah yang
menjadi dasar dari tingkat nasional melalui Mata Kuliah Umum MKU).
Mata kuliah untuk penciri Akademi Teknik Pratama yaitu Mata Kuliah
Dasar Keahlian (MKDK). Untuk mata kuliah penciri Program Studi yaitu
Mata Kuliah Keahlian (MKK).

5. Kurikulum Lokal.

Untuk memenuhi kebutuhan lokal maka diprogramkan mata kulian


pilihan yang mencerminkan kondisi masyarakat Sulawesi Selatan,
khususnya masyarakat Tana Toraja untuk mengangkat semangat
kebersamaan. Mata kuliah tersebut yaitu Mata Kuliah Muatan Lokal
(MKML).

6. Mata Kuliah Pilihan.

Program Studi Teknik Mesin di Akademi Teknik Pratama pada awalnya


adalah Program Studi Teknik Otomotif sesuai dengan ijin
penyelenggaraan dari Dikti Nomor : 170/D/O/1998. Sesuai dengan ciri
awal Program Studi tersebut maka disusunlah kurikulum yang muatan
mata kuliahnya lebih menekankan pada teknik otomotif. Dengan demikian
maka mata kuliah pilihan pada Program Studi Teknik Otomotif adalah
pilihan secara paket, yaitu mata kuliah keteknikan otomotif.

7. Peluang Bagi Mahasiswa.

19
EVALUASI DIRI

Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, Program Studi Teknik Mesin


Akademi Teknik Pratama berusaha mendorong pengembangan diri
alumni, baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S1 maupun dalam
pengembangan karier sebagai instruktur atau sebagai guru.

8. Misi Pembelajaran.

Dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis kompetensi, maka


diupayakan menggunakan sistem pembelajaran SCL (Student Centre
Learning), sebagai wujud dari kebijakan sistem penjaminan mutu
akademik baik ditingkat Akademi, maupun ditingkat Program Studi Teknik
Mesin. Hal ini dilakukan untuk pencapaian profil dan kompetensi yang
harus dimiliki oleh setiap alumni yang dihasilkan oleh Program Studi
Teknik Mesin Akademi Teknik Pratama.

9. Mengajar.

Dengan upaya diberlakukannya sistem SCL, maka dalam proses


belajar mengajar setiap mata kuliah harus dilengkapi dengan adanya
Garis Besar Rancangan Pembelajaran (GBRP). GBRP menjadi acuan
dalam setiap pertemuan dengan mahasiswa yang berisi strategi dan
metode serta tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, produktivitas,
struktur rentang mengajar dan media yang digunakan. Kendala yang
dihadapi adalah masih terbatasnya dosen Program Studi Teknik Mesin
Akademi Teknik Pratama yang telah menyusun GBRP sesuai dengan
mata kuliah yang diampuh.

10. Belajar.

Keterlibatan mahasiswa mengharuskan keaktifan yang tinggi. Dalam


Peraturan Akademik Akademi Teknik Pratama, mahasiswa diwajibkan
mengikuti 80% kegiatan yang dilakukan dalam setiap mata kuliah yang
diikuti.

20
EVALUASI DIRI

Dalam proses penulisan proyek akhir, mahasiswa dibimbing oleh dua


orang pembimbing yaitu Pembimbing 1 dan Pembimbing 2. Penetapan
nama pembimbing menjadi kewenangan Ketua Program Studi dan
ditetapkan sesuai dengan kompetensi pembimbing dengan judul proyek
akhir yang akan ditulis mahasiswa. Mekanisme proyek akhir dimulai dari
persetujuan judul proyek akhir oleh Penasehat Akademik, Ketua Program
Studi dan disetujui oleh Asisten Direktur I kemudian diseminarkan.

11. Penilaian Belajar.

Penilaian belajar mengajar mahasiswa diawali dengan keharusan


mahasiswa menghadiri aktivitas perkuliahan minimal 80 % kehadiran.
Kehadiran mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan dilakukan monitoring
oleh staf administrasi yang ditugaskan.

Penilaian prestasi belajar mahasiswa dinilai dengan huruf A, B, C, D.


Bagi mahasiswa yang memperoleh nilai E dinyatakan tidak lulus dan
mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki nilai melalui remedial.

12. Sarana yang tersedia.

Untuk keberlangsungan interaksi mahasiswa dan dosen, telah


disiapkan ruangan kepada dosen untuk menerima mahasiswa, baik
sebagai peserta kuliah maupun sebagai mahasiswa yang menjadi
penasehat akademiknya. Juga disiapkan ruangan untuk mahasiswa
melalui organisasi kemahasiswaan.

13. Mutu Interaksi Akademik.

Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen dan


mahasiswa dapat berlangsung dengan baik dengan diterapkannya sistem
pembelajaran yang berbasis SCL. Adapun mutu dan kuantitas interaksi
dengan sivitas akademika lainnya dapat berlangsung dengan adanya
organisasi alumni yaitu Ikatan Alumni (IKA) Teknik Mesin Akademi Teknik
Pratama.

14. Rancangan.

21
EVALUASI DIRI

Rancangan kegiatan untuk pengembangan suasana akademik untuk


pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selama ini
belum banyak dilakukan terutama menyangkut kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat di Program Studi Teknik Mesin. Hal ini
karena keterbatasan dana, baik dari Akademi maupun keterbatasan dalam
kompetisi mempeoleh dana penelitian dari DIKTI.

15. Keikutsertaan Civitas Akademika.

Keikutsertaan civitas akademika dalam berbagai kegiatan seperti


rapat dan diskusi yang dilaksanakan oleh program studi memperlihatkan
keadaan yang cukup intens. Hal ini dimungkinkan karena suasana atau
atmosfir akademik berlangsung dengan baik sehingga memungkinkan
dosen dan mahasiswa dapat secara mudah mengikuti kegiatan tersebut.

16. Pengembangan Kepribadian Ilmiah.

Pengembangan kepribadian ilmiah ditunjukkan oleh semakin


tumbuhnya sikap dan pandangan yang mengutamakan kebenaran ilmiah,
profesionalisme, kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik.

Dialog akademik dilakukan setiap awal atau akhir semester yang


berguna untuk mengetahui berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan akademik yang dialami mahasiswa. Dari dialog akademik seperti
ini dapatlah diketahui masalah, penyebab masalah, dan akhirnya solusi
dari masalah yang dihadapi.

17. Hasil Pembelajaran.

Hasil pembelajaran yang berlangsung di Program Studi Teknik Mesin


diarahkan untuk tercapainya : pencapaian kompetensi dari kurikulum,
kesesuaiaan kompetensi dengan kebutuhan stakeholders, peningkatan
kualitas lulusan, dan kepuasan lulusan.

Program Studi Teknik Mesin berupaya melakukan kegiatan tersebut


dengan cara memperbaiki proses belajar mengajar dengan pembuatan

22
EVALUASI DIRI

GBRP dan melakukan monitoring perkuliahan. Selain itu untuk


meningkatkan kepuasan alumni dan kesesuaian kurikulum dengan
kebutuhan stakeholders, Program Studi mengadakan peninjauan
kurikulum dengan mengupayakan menggunakan Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) dan berupaya melakukan penelusuran data alumni.

18. Kepuasan Pemanfaatan Lulusan.

Dalam kegiatan penelusuran alumni dilakukan pendataan dan


penyerapan aspirasi dan sumbangan pemikiran alumni. Hal ini dilakukan
dengan melibatkan organisasi alumni (IKA Teknik Mesin), termasuk dalam
proses perencanaan yang berkaitan dengan kurikulum maupun yang
berkaitan dengan aspek manajemen.

F. Pembiayaan, Sarana, dan Prasarana.

1. Sistem Alokasi Dana.

Perolehan dana berasal dari SPP mahasiswa dan dikelola ditingkat


Akademi. Dana tersebut digunakan sebagai dana operasional untuk
membiayai kegiatan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian
kepada masyarakat, dan manajemen. Pembiayaan yang terkait dengan
pengadaan sarana pendidikan diatur oleh pihak Yayasan.

2. Pengeloaan dan Akuntabilitas Penggunaan Dana.

Penggunaan alokasi dana ke Program Studi Teknik Mesin dilakukan


dengan menyusun perencanaan kegiatan oleh Ketua Program Studi.
Implementasi dari perencanaan itu menjadi tanggung jawab Ketua
Program Studi untuk dibahas dalam laporan setiap akhir semester di
Program Studi Teknik Mesin.

3. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya.

23
EVALUASI DIRI

Oleh karena pengelolaan pembiyaan dilakukan ditingkat Akademi,


maka pengadaan dilakukan dengan mengawali permintaan dari Program
Studi ke pimpinan Akademi. Hal-hal yang menyangkut standar
pembiayaan masih diatur oleh pihak Akademi dan pihak Program Studi
hanya menunggu cairnya anggaran yang telah diajukan.

4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada di


Program Studi Teknik Mesin menjadi tanggung jawab Program Studi
Teknik Mesin. Berkaitan dengan biaya pemeliharaan disiapkan oleh pihak
Akademi dan pihak Yayasan.

5. Ketersediaan dan kualitas gedung, ruang kuliah, perpustakaan, dan


lain-lain.

Ketersediaan dan kualitas gedung cukup memadai, baik dari jumlah


maupun kualitas ruangan. Sebagian ruangan kuliah adalah gedung
permanen dengan fasilitas perkuliahan seperti LCD. Perpustakaan
dengan koleksi buku-buku teknik mesin, teknik otomotif dan buku-buku
umum.

6. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian

Program Studi Teknik Mesin telah memiliki fasilitas komputer dan


internet yang berada dalam pengelolaan laboratorium komputer,
menyiapkan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen, baik untuk bahan
perkuliahan maupun untuk bahan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat.

7. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.

Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana di atas belum


tercapai, oleh karena itu pengadaan sarana dan prasarana yang sesuai
dengan kebutuhan masih terus diupayakan. Hal ini dilakukan untuk dapat
memberikan pelayanan yang memadai kepada pengguna.

24
EVALUASI DIRI

8. Keberlanjutan pengadaan, pendanaan, pemeliharaan dan


pemanfaatannya.

Pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada di


Program Studi Teknik Mesin menjadi tanggung jawab Program Studi
Teknik Mesin, sedang yang berkaitan dengan pengadaan dan pendanaan
untuk biaya pemeliharaan menjadi tanggung jawab pihak Akademi.

9. Rancangan pengembangan sistem informasi.

Rancangan pengembangan sistem informasi belum dilakukan dengan


memanfaatkan jaringan internet. Kedepan diupayakan agar sistem
informasi melalui jaringan internet dapat dimanfaatkan oleh dosen dan
mahasiswa dalam kegiatan proses belajar mengajar, sistem Kartu
Rencana Studi, laporan hasil pembelajaran, dan pembayararan SPP
mahasiswa secara on-line.

10. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana


pendukung untuk pengembangan sistem informasi.

Kecukupan sarana dan prasarana pendukung untuk sistem informasi


belum memadai dan menjadi kewajiban pihak Akademi. Program Studi
Teknik Mesin hanya memanfaatkan sistem yang telah tersedia, baik untuk
kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan tenaga kependidikan maupun
terhadap dosen dan mahasiswa sebagai pengguna sistem informasi
tersebut.

11. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.

Pelaksanaan dan penggunaan sistem informasi akan memberi


kemudahan dan efisiensi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di
program studi. Terutama dalam hal proses pelayanan akademik kepada
mahasiswa dalam pelaksanaan tugas-tugas akademik mahasiswa.

12. Keberadaan dan pemanfaatan internet

Keberadaan dan pemanfaatan internet di Program Studi Teknik Mesin


pada umumnya telah menyebar ke hampir semua mahasiswa. Hal ini

25
EVALUASI DIRI

disebabkan untuk mengakses internet di kampus tidak dipungut bayaran,


atau dapat diakses secara gratis disemua tempat di kampus.

G. Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama.

1. Kualitas, Produktivitas relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan


dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal yang menyangkut kualitas, produktivitas relevansi sasaran belum


memperlihatkan pencapaian yang maksimal yang dilaksanakan oleh
dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Hal ini terutama
karena adanya sistem pengalokasiaan anggaran penelitian yang diatur
secara terpusat oleh pihak Akademi. Pemanfaatan dana penelitian
tergantung dari sumber dana yang digunakan. Ada penelitian yang
dibiayai sendiri oleh pihak dosen sehingga monitoring besarnya biaya sulit
untuk ditelusuri.

2. Agenda, Keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian


kepada Masyarakat.

Agenda keberlanjutan penelitian belum dapat terlaksana secara


optimal. Hal ini terutama disebabkan oleh kewenangan pengalokasian
dana berada di luar kewenangan program studi. Namun secara optimal
program studi tetap melakukan upaya untuk mendorong dosen dan
mahasiswa untuk ikut bersaing dalam pengajuan proposal penelitian ke
tingkat Akademi maupun ke DIKTI.

3. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama


dosen dan mahasiswa.

Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama


dosen dan mahasiswa telah berlangsung namun belum maksimal. Bentuk
keterlibatan mahasiswa adalah dalam bentuk

Sebagai pendamping dosen yang menjadi pelaksana dari


pengabdian masyarakat

26
EVALUASI DIRI

Sebagai inumerator dan pewawancara dalam kegiatan


pengumpulan data

Membantu analisis data dan pelaporan

Sebagai instruktur dalam memberikan pelayanan kepada


masyarakat

Sebagai tenaga pelaksana dalam bentuk bakti sosial

4. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada


masyarakat.

Jumlah kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat


dalam tiga tahun terakhir belum menggembirakan. Hal ini terkait dengan
pengalokasian dana, disamping belum meningkatnya daya saing rencana
penelitian yang bersumber dari dosen program studi teknik mesin, namun
dalam hal kegiatan penelitian ada yang didanai sendiri oleh dosen. Hal ini
memperlihatkan adanya minat para dosen untuk melaksanakan kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

5. Hubungan antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada


masyarakat.

Akibat dari hal-hal diatas, maka relevansi hubungan antara


pengajaran dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat belum
dapat termonitor dengan baik dan terukur. Hal ini karena lebih banyak
dilakukan sendiri oleh dosen dalam memperkaya materi mata kuliah.

6. Jumlah dan kualitas kegitan penelitian dan pengabdian kepada


masyarakat serta publikasi dosen.

Publikasi hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dipandang belum


banyak dilakukan. Hanya saja dari publikasi itu dilakukan dijurnal
JUPITER sebagai jurnal yang diterbitkan oleh UPT Perpustakaan
Universitas Hasanuddin.

27
EVALUASI DIRI

7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dan pengabdian


kepada masyarakat dengan lembaga dalam negeri sudah mulai dirintis.
Dengan lembaga dalam negeri misalnya dengan Pemerintah Kabupaten
Tana Toraja dan Politeknik Negeri Makassar. Adapun kerjasama dan
kemitraan dengan lembaga luar negeri belum ada.

8. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian proyek akhir.

Kualitas penulisan proyek akhir dapat dikatakan cukup tercapai dari


aspek beban dosen untuk membimbing mahasiswa yang rata-rata setiap
dosen membimbing 3 orang. Dengan rata-rata kuantitas 6 9 kali
pertemuan mulai dari awal hingga akhir ujian proyek akhir.

II. ANALISIS SWOT

A. Analisis Antar Komponen.

1. Kelemahan dan Ancaman yang ada di Program Studi Teknik Mesin.

a) Kelemahan :

a. Masih kurangnya dosen yang memiliki pangkat akademik dan kualifikasi


S2.

b. Penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi belum sepenuhnya


dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa.

c. Pengelolaan dana masih dikelola secara terpusat oleh pihak Akademi.

d. Masih rendahnya jumlah penelitian yang dilakukan sebagai akibat


terbatasnya alokasi dana penelitian dari pihak Akademi dan
keterbatasan berkompetisi untuk mendapatkan dana penelitian dari
DIKTI.

e. Kerjasama dengan lembaga-lembaga dalam negeri masih kurang,


apalagi kerjasama dengan lembaga-lembaga luar negeri belum ada.

f. Publikasi karya dosen masih kurang karena belum adanya jurnal yang
dimiliki sendiri oleh Akademi Teknik Pratama.

b). Ancaman.

28
EVALUASI DIRI

a. Permintaan pasar terhadap tenaga yang memiliki kompetensi kuat


semakin meningkat.

b.Terdapatnya beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan


Program Studi Teknik Mesin sehingga dapat terjadi persaingan yang
kuat dalam menarik mahasiswa baru.

2. Kekuatan dan Peluang Program Studi Teknik Mesin.

a) Kekuatan.

a. Jumlah dosen mata kuliah keahlian cukup memadai, selebihnya adalah


dosen dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda tetapi dibutuhkan
untuk Mata Kuliah Umum, Mata Kuliah Dasar Keahlian dan Mata Kuliah
Muatan Lokal.

b. Penggunaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mulai dilakukan


dengan mempertimbangkan kondisi program studi dan perkembangan
perguruan tinggi.

c. Penganggaran yang terencana sehingga meminimalkan terjadinya


inevisiensi penggunaannya dan memprioritaskan pembiayaan yang paling
mendesak dibutuhkan.

d. Pemanfaatan dana Akademi untuk kegiatan penelitian dan kesiapan


dosen menyiapkan dana pribadin dalam upaya melakukan karya ilmiah.

e. Rintisan kerjasama dengan Perpustakaan Universitas Hasanuddin dan


Perpustakaan Kopertis Wil.IX yang telah memiliki Jurnal terakreditasi
untuk memuat hasil penelitian dan karya ilmiah dosen.

b). Peluang.

a. Semakin terbukanya kesempatan kerja sebagai akibat dari otonomi


daerah yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang teknik
mesin atau otomotif dan sebagai instruktur atau guru di SMK.

29
EVALUASI DIRI

b. Jumlah alumni Program Studi Teknik Mesin yang telah bekerja cukup
banyak, dapat menjadi mitra dalam mengembangkan Program Studi
Teknik Mesin untuk masa-masa yang akan datang.

3. Analisis SWOT Antar Komponen.

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

1. Jumlah dosen tetap sesuai 1. Masih kurangnya dosen yang


bidang PS, di luar bidang PS dan memiliki pangkat akademik dan
dosen tidak tetap cukup memadai. kualifikasi S2.

2. Kurikulum Berbasis Kompetensi 2. Penggunaan KBK belum


mulai digunakan. sepenuhnya dilaksanakan.

3. Penggunaan anggaran secara 3. Pengelolaan dana masih


terencana dan sesuai prioritas. dikelola secara terpusat oleh pihak

4. Pemanfaatan dana Akademi dan Akademi.


dana pribadi dosen untuk kegiatan 4. Karya penelitian dosen masih
penelitian. rendah

5. Rintisan kerjasama dengan 5. Kerjasama masih kurang


penerbit perpustakaan Unhas dan dengan lembaga dalam negeri.
penerbit Kopertis Wil.IX 6. Publikasi karya dosen masih
kurang.

PELUANG (C) ANCAMAN (T)

1. Otonomi daerah memberi 1. Permintaan pasar terhadap


peluang terbukanya lapangan tenaga yang memiliki kompetensi
kerja. kuat semakin meningkat.

2. Jumlah alumni teknik mesin 2. Terdapatnya beberapa


yang telah bekerja cukup banyak perguruan tinggi yang
dapat menjadi mitra untuk meyelenggarakan Program Studi
pengembangan PS Teknik Mesin Teknik Mesin.

30
EVALUASI DIRI

B. Strategi dan Pengembangan.

Internal Eksternal KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

1. Jumlah dosen tetap 1. Masih kurangnya


sesuai bidang PS, di dosen yang memiliki
luar bidang PS dan pangkat akademik dan
dosen tidak tetap kualifikasi S2.
cukup memadai. 2. Penggunaan KBK
2. Kurikulum Berbasis belum sepenuhnya
Kompetensi mulai dilaksanakan.
digunakan. 3. Pengelolaan dana
3. Penggunaan masih dikelola secara
anggaran secara terpusat oleh pihak
terencana dan sesuai Akademi.
prioritas. 4. Karya penelitian
4. Pemanfaatan dana dosen masih rendah
Akademi dan dana 5. Kerjasama masih
pribadi dosen untuk kurang dengan
kegiatan penelitian. lembaga dalam negeri.
5. Rintisan kerjasama 6. Publikasi karya
dengan penerbit dosen masih kurang.
perpustakaan Unhas
dan penerbit Kopertis
Wil.IX

PELUANG (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)

1. Otonomi daerah 1. Memanfaatkan 1. Peningkatan kualitas


memberi peluang kemampuan dosen dosen PS Teknik
terbukanya lapangan untuk merancang Mesin.
kerja. kompetensi lulusan. 2. Penambahan dana
2. Memanfaatkan mitra kepada Akademi untuk

31
EVALUASI DIRI

2. Jumlah alumni Akademi Teknik pengembangan


teknik mesin yang Pratama untuk sumber daya PS Teknik
telah bekerja cukup promosi. Mesin.
banyak dapat 3. Meningkatkan peran 3. Pemanfaatan alumni
menjadi mitra untuk Alumni (IKA Teknik dalam memberikan
pengembangan PS Mesin). input terhadap
Teknik Mesin. kebutuhan pasar kerja.

ANCAMAN (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)

1. Permintaan pasar 1. Perbaikan mutu dan 1. Penggunaan dana


terhadap tenaga peningkatan yang lebih efisien dan
yang memiliki implementasi KBK. menurut prioritas.
kompetensi kuat 2. Meningkatkan 2. Mengembangkan
semakin meningkat. sistem informasi dan pola penerimaan dan
2.Terdapatnya promosi serta pengelolaan
beberapa perguruan manajemen akademik. mahasiswa yang lebih
tinggi yang baik.
meyelenggarakan 3. Meningkatkan
Program Studi Teknik kapasitas dan
Mesin. kompetensi dosen.

C. Strategi Pemecahan Masalah, Perbaikan dan Pengembangan.

Internal Eksternal KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

1. Jumlah dosen tetap 1. Masih kurangnya


sesuai bidang PS, di dosen yang memiliki
luar bidang PS dan pangkat akademik dan
dosen tidak tetap kualifikasi S2.
cukup memadai. 2. Penggunaan KBK
2. Kurikulum Berbasis belum sepenuhnya

32
EVALUASI DIRI

Kompetensi mulai dilaksanakan.


digunakan. 3. Pengelolaan dana
3. Penggunaan masih dikelola secara
anggaran secara terpusat oleh pihak
terencana dan sesuai Akademi.
prioritas. 4. Karya penelitian
4. Pemanfaatan dana dosen masih rendah.
Akademi dan dana 5. Kerjasama masih
pribadi dosen untuk kurang dengan
kegiatan penelitian. lembaga dalam negeri.
5. Rintisan kerjasama 6. Publikasi karya
dengan penerbit dosen masih kurang.
perpustakaan Unhas
dan penerbit Kopertis
Wil.IX.

PELUANG (O) STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)

1. Otonomi daerah 1. Meningkatkan 1. Memperjuangkan ke


memberi peluang sosialisasi dan Akademi untuk
terbukanya lapangan kerjasama dengan penambahan dosen
kerja. Pemda. yang studi lanjut S2.

2. Jumlah alumni 2. Meningkatkan 2.Penambahan dana


teknik mesin yang promosi dalam wilayah untuk pengembangan
telah bekerja cukup Tana Toraja dan sumber daya PS.
banyak dapat sekitarnya. 3. Pemanfaatan alumni
menjadi mitra untuk 3. Meningkatkan peran dalam memberikan
pengembangan PS serta IKA PS Teknik input terhadap
Teknik Mesin. Mesin. kebutuhan pasar kerja.

ANCAMAN (T) STRATEGI (ST) STRATEGI (WT)

1. Kebutuhan pasar 1. Perbaikan mutu dan 1. Penggunaan dana

33
EVALUASI DIRI

kerja semakin selektif peningkatan yang lebih efisien dan


dan lebih mentingkan implementasi KBK. menurut prioritas.
kompetensi. 2. Meningkatkan 2. Mengembangkan
2. Ada beberapa sistem informasi dan pola penerimaan dan
lembaga pendidikan promosi serta pengelolaan
tinggi yang telah manajemen akademik. mahasiswa yang lebih
membuka program baik.
studi teknik mesin. 3. Meningkatkan
kapasitas dan
kompetensi dosen.

34
EVALUASI DIRI

III. REFERENSI

1. Borang Akreditasi Program Studi Diploma Teknik Mesin, Akademi Teknik


Pratama Makale, Makassar, 2013.
2. Borang Unit Pengelola Program Studi Akademi Teknik Pratama Makale,
Makassar, 2013.
3. Hasil Studi Pelacakan Alumni Program Studi Teknik Mesin, Akademi
Teknik Pratama, Tana Toraja, 2012.
4. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Program Studi Teknik Mesin, Akademi
Teknik Pratama Makale, Tana Toraja, 2010.
5. Pedoman Evaluasi Diri, untuk Akreditasi Program Studi Diploma, Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Jakarta, Edisi 7 Januari 2010.
6. Peraturan Akademik, Akademi Teknik Pratama Makale, Tana Toraja, 2010.
7. Rencana Strategis, Akademi Teknik Pratama Makale 2010-2014, Tana
Toraja, 2010.

35
EVALUASI DIRI

BAN-PT

JENJANG DIPLOMA TIGA

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


AKADEMI TEKNIK PRATAMA MAKALE
TANA TORAJA

36
EVALUASI DIRI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI
JAKARTA
2013

37