Anda di halaman 1dari 6

AGORA Vol. 3, No.

2, (2015) 504

ANALISIS TAHAPAN SUKSESI KEPEMIMPINAN PADA PT DELTA


DIESELINDO UTAMA

Albert Leonard Gejali


Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: albert27leonard@gmail.com

Abstrak-Suksesi merupakan salah satu isu penting yang pertumbuhan perusahaan keluarga di Indonesia. Munculnya
berperan dalam keberlanjutan dan kesuksesan dari sebuah perusahaan keluarga yang terbilang baru tersebut juga
perusahaan atau bisnis keluarga. Tanpa adanya perencanaan menunjukkan adanya perbaikan dari sisi manajemen keluarga
suksesi yang baik, maka akan sulit bagi generasi senior untuk yang memungkinkan untuk tumbuh lebih cepat.
menyerahkan kepemimpinannya di perusahaan pada generasi Perusahaan keluarga merupakan representasi dari sebuah
berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
tahapan perencanaan suksesi kepemimpinan dan mengidentifikasi
model bisnis yang memiliki kemampuan bertahan paling lama.
suksesor yang lebih tepat untuk meneruskan kepemimpinan pada Kesuksesan akan keberlanjutan perusahaan keluarga dari
PT. Delta Dieselindo Utama. Metode penelitian yang digunakan generasi ke generasi berikutnya sangat bergantung pada
dalam penilitian adalah metode kualitatif dengan wawancara anggota keluarga dari generasi berikutnya yang akan
sebagai metode dalam pengumpulan datanya. Penetapan diserahkan tongkat estafet kepemimpinan dan keberaniannya
narasumber dilakukan dengan teknik purposive sampling dan untuk menerima tantangan serta dapat menyeimbangkan antara
untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi kebutuhan keluarga dengan kebutuhan bisnis (Warburton,
sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu suksesi pada PT. Delta 2009).
Dieselindo telah terencana dengan dan suksesor yang lebih tepat
Ward (2004) mengatakan, ada perubahan drastis pada
untuk menjadi pemimpin perusahaan di masa depan juga telah
teridentifikasi.
perusahaan keluarga di dunia ekonomi saat ini. Di Amerika
Utara dan Eropa Barat, sebanyak dua dari lima perusahaan
keluarga di sana terdapat dua generasi dari anggota keluarga
Kata Kunci-Perusahaan Keluarga, Tahapan Suksesi,
Kepemimpinan
lintas generasi yang bekerja bersama. Proporsi jumlah
keterlibatan dua anggota keluarga atau lebih lintas generasi
I. PENDAHULUAN lebih banyak lagi terjadi pada negara-negara yang berada di
Sebagian besar bisnis yang ada dimulai oleh seseorang dari Amerika Selatan, Asia Selatan, dan timur tengah. Dari data-
berwirausaha. Memulai dan mengelola bisnis dengan tujuan data tersebut dapat terlihat bahwa sekitar 40% perusahaan
untuk memperoleh penghasilan, berkembang, dan keluarga di dunia sedang melakukan antisipasi proses suksesi,
mendapatkan kepuasan diri. Kewirausahaan memiliki meneruskan kepemimpinan dan kepemilikan bisnis dari
kontribusi yang sangat penting pada employment, inovasi, dan generasi yang lebih senior kepada generasi berikutnya.
pertumbuhan ekonomi pada suatu negara, baik negara maju Perencanaan pada perusahaan keluarga lebih kompleks dari
maupun negara yang sedang berkembang (Higginson, 2010). perencanaan pada model bisnis lainnya. Perencanaan
Menurut Poza (2010), banyak unit usaha kewirausahaan keberlanjutan perusahaan memiliki empat tahapan yang
berasal dari milik keluarga. Transisi dari kewirausahaan bersifat sekaligus dan saling tergantung. Empat tahap tersebut
menjadi perusahaan keluarga atau family business terjadi antar lain adalah membuat perencanaan suksesi bisnis,
ketika anak atau generasi berikutnya dari pemilik unit usaha perencanaan suksesi kepemimpinan dan kepemilikan,
kewirausahaan bergabung dan terlibat dalam aktivitas atau perencanaan keuangan untuk anggota keluarga, serta
proses bisnis. Ketika generasi berikutnya tersebut bergabung, perencanaan keberlanjutan keluarga.
maka iklim perusahaan akan berubah beserta dengan Suksesi merupakan kriteria penting dalam keberhasilan
tantangannya. Di Amerika, perusahaan yang dimiliki oleh pengaturan perusahaan keluarga. Sebagai bisnis yang sudah
keluarga dan dikontrol oleh keluarga jumlahnya mencapai besar, owner akan mempertahankan perusahaannya agar tetap
90% dari seluruh bisnis yang ada, yaitu sekitar 17 juta dimiliki atau dikelola oleh anggota keluarganya setelah masa
perusahaan keluarga. Tidak hanya di Amerika, negara-negara jabatannya berakhir atau pensiun (Astrachan, Allen, &
di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol, sebanyak 80% Spinelli, 2002). Perusahaan keluarga lebih memprioritaskan
bisnis di sana merupakan perusahaan keluarga. Sedangkan di pada keberlanjutan dan kemampuan bertahan jangka panjang
Italia, India, dan Amerika Latin 90% hingga 98% bisnis di daripada fokus memperoleh profit jangka pendek yang
sana merupakan perusahaan keluarga. menyebabkan tingginya kebutuhan perusahaan keluarga akan
Menurut Kodrat (2008), perusahaan keluarga di Indonesia suksesi kepemipinan (Higginson, 2010). Suksesi juga adalah
masih didominasi oleh perusahaan keluarga yang terbilang faktor dominan yang paling menentukan bagi pemilihan karir
baru, usianya tidak lebih dari 30 tahun. Dalam satu dekade yang dihadapi oleh anggota keluarga dari generasi ke generasi.
terakhir terlihat secara positif bahwa adanya kegairahan Suksesi juga memberikan keberlangsungan perusahaan ke
depan ketika adanya persaingan yang semakin ketat.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 505

Perusahaan dengan suksesi yang baik akan dapat pengumpul data (Sugiyono, 2012). Data primer yang
memenangkan persaingan (Poza, 2010). Dari beberapa hal diperoleh dalam penelitian ini berasal dari hasil
yang telah diungkapkan oleh peneliti terdahulu dapat dilihat wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti kepada
bahwa suksesi merupakan faktor yang sangat penting dan beberapa narasumber daari PT. Delta Dieselindo
menentukan dalam keberlanjutan sebuah perusahaan keluarga. Utama yang telah ditentukan.
Perusahaan keluarga yang digunakan oleh peneliti adalah 2. Data Sekunder
PT. Delta Dieselindo Utama yang merupakan cabang resmi Data sekunder menurut Sugiyono (2012) adalah
dari PT. Dieselindo Utama Nusa yang berpusat di Jakarta. PT. sumber yang secara tidak langsung memberikan data
Delta Dieselindo Utama merupakan perusahaan importir yang kepada pengumpul data. Data sekunder yang
juga bergerak di bidang perdagangan barang-barang genuine. digunakan dalam penelitian ini berasal dari dokumen
Barang genuine digunakan sebagai bahan baku mesin-mesin tertulis yang berupa jurnal-jurnal dan buku-buku yang
seperti mesin kapal, mesin industri atau pabrik, mesin heavy terkait dengan tema penelitian ini.
equipment seperti kendaraan yang digunakan di pertambangan, Dalam menetapkan siapa saja yang akan menjadi
dan kendaraan-kendaraan transportasi lainnya. narasumber dalam penelitian perencanaan suksesi pada PT.
PT. Delta Dieselindo Utama perlu meneruskan Delta Dieselindo Utama ini, peneliti menggunakan teknik non
kepemimpinan selanjutnya kepada anggota keluarga dari probability sampling. Teknik ini adalah teknik pengambilan
generasi berikutnya agar PT. Delta Dieselindo Utama tetap sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang
dipercaya untuk menjalankan dan membuka cabang resminya sama bagi anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik non
di Surabaya. Selain itu suksesi juga perlu dilakukan agar PT. probability sampling yang digunakan berjenis purposive
Delta Dieselindo Utama dapat tetap bertahan dalam persaingan sampling, yaitu teknik yang dalam menentukan sampel sumber
dan menjaga keberlangsungannya. datanya berdasarkan pada pertimbangan tertentu.
PT. Delta Dieselindo Utama memiliki dua calon suksesor Untuk menguji keabsahan data yang telah diperoleh dan
dan keduanya adalah laki-laki. Untuk mendapatkan pemimpin diolah, peneliti menggunakan triangulasi untuk memastikan
yang akan meneruskan keberlanjutannya, PT. Delta Dieselindo penelitian ini benar-benar alamiah. Wierisma (dalam
Utama perlu menetapkan salah satu dari kedua calon Sugiyono, 2012) mengungkapkan triangulasi adalah
suksesornya yang akan menjadi pemimpin. Dari kedua calon pemeriksaan data yang berasal dari berbagai sumber dengan
suksesor tersebut akan ditentukan mana yang lebih tepat untuk berbagai cara dan waktu. Untuk menguji keabsahan data dalam
menjadi pemimpin dan mana yang lebih tepat untuk mengisi penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber.
posisi kunci di perusahaan kelak. Triangulasi sumber yang dilakukan berupa pembandingan
Rumusan Masalah hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti kepada
1. Bagaimana tahapan suksesi kepemimpinan pada PT. Delta beberapa narasumber dari PT. Delta Dieselindo Utama yang
Dieselindo Utama? telah ditentukan.
2. Siapakah suksesor yang lebih tepat untuk meneruskan
kepemimpinan pada PT. Delta Dieselindo Utama?
Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan tahapan-tahapan suksesi kepemimpinan
pada PT. Delta Dieselindo Utama.
2. Mengidentifikasi suksesor yang lebih tepat untuk
meneruskan kepemimpinan pada PT. Delta Dieselindo
Utama.

II. METODE PENELITIAN


Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Menurut
Moleong (2013), metode penelitian kualitatif adalah prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif secara tertulis
atau lisan yang berasal dari orang-orang dan perilaku yang
diamati. Metode penelitian kualitatif merupakan metode
penelitian yang deskriptif dengan melihat secara langsung dan
menganalisa kejadian yang terjadi melalui proses interaksi. Gambar 1. Kerangka Kerja Penelitian
Metode penelitian ini digunakan karena peneliti ingin Sumber: Carlock & Ward (2001)
mendeskripsikan perencanaan suksesi pada PT. Delta
Dieselindo Utama melalui proses pengamatan, analisa, dan III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
interaksi secara langsung. 1. Kebutuhan Masa Depan
Ada dua sumber data yang digunakan peneliti dalam Keahlian Manajerial
penelitian ini. Sumber-sumber data tersebut antara lain: Dari kebutuhan akan kemampuan menjalankan
1. Data Primer interpersonal PT. Delta Dieselindo Utama cenderung
Sumber data primer adalah sumber data yang secara membutuhkan pemimpin yang dapat menjalin dan
langsung memberikan data kepada peneliti atau memiliki relasi yang baik dengan para pekerja lainnya.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 506

Dengan demikian, pemimpin dengan para pekerjanya para pekerjanya. Dengan menjadi contoh atau teladan
memiliki komunikasi yang sangat baik dan terbuka dengan menunujukkan profesionalisme dalam bekerja
sehingga mereka mampu saling berbagi visi atau tujuan, akan membuat para pekerja meniru perilaku profesional
ide-ide, dan saran. Hal tersebut akan membuat hard pemimpinnya tersebut. Apabila hal tersebut dapat
skill maupun soft skill yang mereka miliki dapat terwujud, maka perusahaan pun akan menjadi lebih
berkembang sehingga membuat perusahaan menjadi baik lagi kinerjanya.
lebih baik dari segi iklim dan juga output. Calon suksesor pada PT. Delta Dieselindo
Dari peran informasional yang dibutuhkan, PT. diwajibkan untuk menempuh pendidikan formalnya
Delta Dieselindo Utama butuh pemimpin dengan relasi hingga jenjang Sarjana Satu. Memang kedua calon
yang baik dengan pihak eksternal perusahaan dan juga suksesor tidak diwajibkan untuk memilih bidang ilmu
memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang berkaitan dengan ekonomi, tetapi kedua calon
mengenai lingkungan perusahaan. Kemampuan tersebut suksesor tersebut dengan sendirinya memilih bidang
dibutuhkan oleh PT. Delta Diselindo Utama agar ilmu ekonomi. Dengan pendidikan formal hingga S1
pemimpin berikutnya memiliki competitive advantage tersebut, calon suksesor akan pengetahuan yang lebih
agar mampu bertahan menghadapi persaingan pasar luas dan spesifik mengenai dunia bisnis melalui teori-
yang akan berubah seiring dengan berjalannya waktu di teori yang dipelajarinya. Dari situ calon suksesor akan
masa depan kelak. Selain itu perusahaan juga ingin agar memiliki komptensi secara intelektual dalam mengelola
pemimpin berikutnya memiliki wawasan yang luas. perusahaan. Selain memperoleh kompetensi secara
Dengan demikian pemimpin berikutnya dapat intelektual, calon suksesor juga dapat memiliki relasi
mengetahui apa strenght dan weakness yang dimiliki yang lebih luas lagi. Kedua hal tersebut akan memiliki
oleh perushaan sehingga dapat mengetahui kesempatan dampak yang positif bagi perusahaan yang akan
yang bisa dicapai oleh perusahaan dan menghindari dipimpinnya kelak. Calon suksesor akan dapat
ancaman yang dapat membahayakan perusahaan. mengetahui apa kekurangan yang ada di perusahaannya
PT. Delta Dieselindo Utama membutuhkan selama ini dari hasil perbandingan praktik nyata dengan
pemimpin yang berhati-hati dalam mengambil teori yang dipelajarinya. Relasi yang lebih luas juga
keputusan tetapi juga cepat dan tegas. Dengan melihat dapat memberikan kesempatan baginya untuk menjalin
permasalah dari berbagai sudut pandang, maka kerjasama bisnis. Dengan demikian, maka perusahaan
pemimpin dapat mempertimbangkan dampak dari akan menjadi lebih baik dan menjadi lebih terbuka
berbagai pilihan keputusan yang dapat diambil. Dengan kepada mitra bisnis yang baru.
demikian, keputusan yang dipilih oleh pemimpin Memperkenalkan Bisnis Keluarga
nantinya lebih akurat sehingga dapat menjadi solusi Untuk dapat menguasai cara mengelola perusahaan,
yang tepat bagi permasalahan yang sedang terjadi. calon suksesor yang ada saat ini didorong untuk
Peran Pemimpin Keluarga melakukan kunjungan ke perusahaan. Hal tersebut
PT. Delta Dieselindo Utama membutuhkan dilakukan oleh PT. Delta Dieselindo Utama kepada
pemimpin yang tidak hanya baik bagi perusahaan tetapi calon suksesornya agar mereka dapat secara bertahap
juga baik untuk keluarga. Pemimpin nantinya dituntut mempelajari cara bagaimana menjalankan dan
untuk dapat membawa keluarga agar menjadi lebih mengelola perusahaan ketika salah satu dari mereka
harmonis lagi. Untuk mewujudkan keharmonisan akan memimpin perusahaan kelak menggantikan
tersebut, pemimpin kelak harus mampu untuk ayahnya. Dimulai dengan perkenalan aktivitas
berkomunikasi dengan baik dan juga mampu perusahaan sehari-hari, para calon suksesor diajak
meyampaikan pemikiran dari anggota keluarga satu ke untuk berkunjung ke perusahaan dan mengetahui apa
anggota keluarga yang lain agar dapat terhindar dari saja kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Setelah
kesalahpahaman antar anggota keluarga. Selain itu mengetahui aktivitas tersebut, kemudian calon suksesor
pemimpin nantinya juga mampu jadi penegah konflik secara tidak langsung akan diminta untuk mempelajari
sehingga mampu menstabilkan kondisi emosi keluarga. setiap aktivitas di perusahaan dari hal yang paling
Pemimpin kelak juga dituntut untuk mampu sederhana. Dengan memberikan tugas-tugas, secara
merencanakan aktivitas hiburan bagi keluarga seperti tidak langsung, calon suksesor akan mempelajari
liburan agar anggota keluarga dapat menjadi lebih sendiri bagaimana cara mengelola perusahaan. Pada
dekat lagi dari sebelumnya. Pemimpin juga perlu untuk akhirnya, calon suksesor akan dapat menguasai setiap
menjaga nilai-nilai keluarga yang positif sebagai hal dengan baik dan memimpin perusahaan ke arah
prioritas utama dalam penyelesaian konflik atau yang lebih baik dari sebelumnya.
masalah yang ada. Perjanjian Kerja Keluarga
2. Bisnis Keluarga Sebagai Karir Tanpa adanya perjanjian keluarga baik secara
Pembentukan Karakter & Pendidikan Formal tertulis maupun lisan, para calon suksesor hanya
Transfer value dilakukan agar calon suksesor dapat didorong untuk masuk dan bergabung dengan
menjadi pemimpin yang lebih baik dari pemimpin perusahaan secepatnya setelah mereka lulus dari
sebelumnya. Hal tersebut juga dapat membuat calon pendidikan formalnya. Hal tersebut dapat memang
suksesor kelak akan menjadi contoh yang baik bagi dapat mendorong para suksesor agar sesegera mungkin
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 507

bergabung dengan perusahaan dan mempelajari cara Para calon suksesor akan dibimbing dengan cara
mengelola perusahaan sedini mungkin sehingga mereka mentoring ganda ketika bergabung dan mempelajari
juga lebih cepat menguasai segala hal yang diperlukan cara mengelola perusahaan. Mentoring ganda kepada
untuk memimpin perusahaan kelak. Dampak negatif calon suksesor akan dilakukan oleh owner sendiri
dari tidak adanya perjanjian keluarga ini akan secara langsung dan juga manajernya yang telah
menimbulkan ketidak jelasan akan tanggung jawab dari bekerjasama dengannya selama kurang lebih 20 tahun.
masing-masing anggota keluarga saat bekerja di Dengan adanya proses mentoring ganda ini, suksesor
perusahaan. Hal tersebut juga dapat menimbulkan secara tidak langsung akan mendapatkan pelajaran,
pandangan nepotisme dari pekerja kepada anggota pengetahuan, dan pengalaman yang lebih banyak.
keluarga. Selain itu juga ada kesenjangan atau keraguan Selain itu proses mentoring ganda juga lebih efektif dan
dari para anggota keluarga baru nantinya apabila ingin efisien baik dari segi transfer ilmu dan juga dari segi
turut berkontribusi dalam perusahaan. waktu seperti apabila salah satu mentor berhalangan
3. Berkarir di Bisnis Keluarga untuk memberi bimbingan kepada calon suksesor, maka
Pengalaman Bekerja mentor yang lain dapat memberi bimbingan yang
Calon suksesor PT. Delta Dieselindo Utama tidak seharusnya diterima oleh calon suksesor.
diwajibkan dan didorong untuk memiliki pengalaman Pengembangan Diri
bekerja terlebih dahulu sebelum bergabung dengan Untuk mengembangkan kemampuan calon suksesor
perusahaan keluarga. Tetapi apabila mereka ingin dalam mengelola perusahaan sebelum menjadi
memiliki pengalaman terlebih dahulu, maka para pemimpin diperlukan adanya target prestasi selama
icumbent tetap akan memberikan persetujuan. Tidak calon suksesor bekarir di perusahaan keluarga. Dengan
adanya pengalaman bekerja di luar perusahaan keluarga adanya target prestasi, calon suksesor akan didorong
sebelum bergabung dengan perusahaan keluarga akan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
membuat calon suksesor minim pengalaman dan Kemampuan yang dapat dikembangkan tersebut dapat
pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas. berupa keterampilan dalam mengelola perusahaan
Pengalaman bekerja tentunya memiliki manfaat ataupun kompetensi untuk menghadapi persaingan.
tersendiri ketika calon suksesor telah bergabung dengan Target prestasi bagi calon suksesor pada PT. Delta
perusahaan keluarga. Dengan adanya pengalaman Dieselindo Utama adalah membuka cabang baru.
bekerja, calon suksesor akan memiliki kemampuan Apabila target prestasi tersebut telah mampu dipenuhi,
yang lebih banyak dan juga pengetahuan yang lebih calon suksesor akan diberi kekuasaan untuk mengelola
banyak. Kemampuan dan pengetahuan tersebut yang cabang yang baru tersebut. Dengan demikian, calon
dapat bermanfaat dalam penyelesaian konflik ataupun suksesor akan memiliki peran dan tanggung jawab yang
pengambilan keputusan saat ia bekerja di perusahaan lebih besar dari sebelumnya. Calon suksesor juga akan
keluarganya. berkembang kemampuannya dalam mengambil
Memulai Dengan Posisi yang Tepat keputusan untuk menentukan kebijakan perusahaan.
Tidak ada kriteria khusus atau program pelatihan Calon suksesor juga tentunya akan lebih siap lagi untuk
khusus yang akan diterima oleh para calon suksesor menjadi pemimpin perusahaan kelak.
baik dari dalam maupun luar perusahaan ketika akan 4. Perencanaan Karir yang Baik
bergabung dengan perusahaan keluarga. Calon suksesor Pengujian dan evaluasi terhadap perubahan yang dibawa
akan bergabung dengan perusahaan keluarga dimulai calon suksesor dapat menjadi feedback agar dapat lebih
dari posisi atau jabatan terendah dalam perusahaan meningkatkan kemampuan kepemimpinan. Pada PT. Delta
yaitu marketing. Dengan dimulainya posisi calon Dieselindo Utama, generasi senior berencana tidak akan
suksesor ketika bergabung dengan perusahaan keluarga menguji perubahan yang dibawa oleh suksesor agar suksesor
sebagai marketing, calon suksesor akan mempelajari dapat dengan bebas mencoba hal-hal baru dan membawa
cara mengelola perusahaan dari hal yang paling perusahaan ke arah yang lebih baik. Tetapi perubahan tersebut
sederhana. Calon suksesor akan mempelajari setiap hal akan dievaluasi apabila membawa dampak negatif atau
dengan detai sehingga mampu untuk menguasai dan kemunduran bagi perusahaan. Baik atau buruknya perubahan
memahami seluruh cara dan operasional dalam tersebut akan dilihat dari segi kinerja perusahaan, keuangan
mengelola perusahaan. Calon suksesor juga tidak perusahaan, dan kesejahteraan para pekerja. Dengan begitu,
menerima pelatihan khusus tetapi akan dibimbing perusahaan akan tetap berjalan dengan baik dan suksesor akan
secara langsung oleh owner dalam proses mempelajari berkembang kemampuannya sehingga menjadi lebih baik dari
mengelola perusahaan. Hal tersebut dapat membuat sebelumnya.
calon suksesor mampu untuk lebih memahami hal yang 5. Identifikasi Suksesor
perlu dikuasainya. Tetapi pelatihan khusus sendiri juga Untuk menentukan salah satu calon suksesor yang lebih
diperlukan untuk meningkatkan skill maupun tepat untuk menjadi pemimpin perusahaan kelak, ada tujuh
knowledge yang mungkin tidak dimiliki oleh generasi karakteristik peimimpin yang perlu diidentifikasi dari tiap
senior. pribadi calon suksesor. Ketujuh karakteristik tersebut antara
Mentoring Ganda lain conscience, credibility, coaching, capability,
commitment, competence, dan communication.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 508

Calon suksesor pertama, Willy Nardo, dinilai memiliki marketing agar bisa mempelajari setiap hal yang harus
karakteristik conscience. Hal tersebut dilihat dari perilaku dikuasai dan perlahan mengalami promosi jabatan serta
yang ditunjukkan oleh Willy saat berada di rumah maupun mempelajari hal yang lebih besar juga. Para calon suksesor
di perusahaan. Willy juga memiliki karakteristik credibility akan melalui proses mentoring ganda agar proses
dari segi kinerjanya di perusahaan karena saat ini dia sudah penguasaan materi maupun praktik dalam mengelola
terlibat dalam aktivitas perusahaan dan mulai mampu perusahaan keluarga menjadi lebih efektif dan efisien. Para
menguasai banyak hal yang diperlukan untuk menjalankan calon suksesor juga diberi target prestasi dan tanggung jawab
bisnis keluarga. Karakter capability juga dimiliki oleh yang lebih besar agar mampu mengembangkan
Willy. Willy dinilai memiliki kemampuan intelektual dalam kemampuannya dalam mengelola dan memimpin perusahaan
mengelola perusahaan. Competence juga dimiliki oleh Willy kelak. Pada tahap berikutnya, merencankan karir yang baik,
karena dia memiliki pengalaman bekerja di luar perusahaan suksesor akan menerima evaluasi terhadap perubahan-
sehingga dinilai lebih berpengalaman dalam mengelola perubahan yang dibawanya ke perusahaan jika
perusahaan. mengakibatkan kemunduran pada kinerja perusahaan.
Calon suksesor kedua, Stenly Deantoro juga memiliki 2. Dari identifikasi karakteristik yang harus dimiliki oleh
karakteristik conscience dengan menunjukkan sikap yang pemimpin, Willy Nardo memiliki karakteristik conscience,
baik selama berada di rumah atau perusahaan. Stenly juga credibility dari segi kinerjanya, capability dari segi
memiliki karakteristik credibility dari segi kepribadiannya. intelektual, dan juga competence. Sedangkan adiknya, Stenly
Stenly disegani dari segi kepribadiannya terutama saat di Deantoro, memiliki karakteristik conscience, credibility dari
perusahaan karena dia sangat akrab dengan para pekerja di segi kepribadiannya, coaching, capability dari segi
perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena Stenly memiliki emosional, commitment, dan communication. Dari jumlah
karakteristik communication yang baik. Dengan kemampuan karakteristik yang dimiliki oleh setiap calon suksesor, Stenly
berkomunikasinya yang baik, Stenly juga dapat Deantoro lebih banyak memiliki karakteristik sebagai
menyampaikan pesan ataupun saran dari kinerja para pemimpin dan dinilai lebih layak untuk menjadi pemimpin
pekerja di perusahaan sehingga dia lebih mampu untuk pada perusahaan keluarganya di masa depan.
mengembangkan kemampuan para pekerja. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa Stenly juga memiliki karakteristik Saran
coaching dalam dirinya, Karakteristik capability yang 1. Disarankan agar PT. Delta Dieselindo mempertimbangkan
dimiliki oleh Stenly lebih mengarah kepada segi agar para calon suksesor memiliki pengalaman bekerja
emosionalnya. Stenly dinilai lebih sabar dalam menghadapi terlebih dahulu sebelum bergabung dengan perusahaan.
pegawai. Stenly juga memiliki commitment untuk 2. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait
meneruskan keberlanjutan atau keberlangsungan hidup perjanjian kerja keluarga bagi para calon suksesor.
perusahaan keluarganya. 3. Disarankan juga untuk melakukan penelitian lebih lanjut
mengenai pengujian terhadap perubahan yang dibawa oleh
IV. KESIMPULAN DAN SARAN suksesor ketika bekerja atau memimpin di perusahaan.
Kesimpulan
1. Di masa depan, perusahaan membutuhkan pemimpin yang DAFTAR PUSTAKA
mampu menjalankan peran interpersonal seperti mampu Astrachan, J. H., Allen, I. E., Spinelli, S., & Wittmeyer, C.B.
bekerjasama dalam organisasi, memotivasi dan (2002). American Family Business Survey. Alfred, NY:
mengembangkan kemampuan pekerja. Peran informasional George and Robin Raymond Family Business Institue.
yang dibutuhkan antara lain memiliki relasi yang luas dengan Carlock, Randel S & Ward, John L. (2001). Strategic
pemasok dan pelaggan, mengetahui kondisi pasar, dan Planning for the Family Business, Parallel Planning
memiliki informasi yang akurat. Peran pengambilan to Unify the Family and Business. USA: Palgrave
keputusan yang dibutuhkan yaitu mampu melihat masalah MacMillan.
dari berbagai sudut pandang, mempertimbangkan dahulu Drake, Andrew, & Warburton, Jonathan. (2009).
dampak keputusan yang akan diambil, dan mampu Understanding Family Business: A Practical Guide for
mengambil keputusan dengan cepat, tegas, serta tepat. the Next Generation. UK: IBF Research Foundation.
Sedangkan dari segi keluarga, keluarga membutuhkan Higginson, Nancy. (2010). Preparing the Next Generation for
pemimpin di masa depan yang dapat menjalankan peran the Family Business: Relational Factors &
communicator, harmonizer, socializer, facilitator, steward, Knowledge Transfer in Mother-to- Daughter
dan convener dengan baik pula. Pada tahap memperkenalkan Succession. Journal of Management and Marketing
bisnis keluarga sebagai karir, para calon suksesor dibentuk Research.
karakternya oleh keluarga sejak dini dan harus menempuh Kodrat, D. S. (2008). Siklus Hidup Perusahaan keluarga di
pendidikan formal hingga minimal S1. Para calon suksesor Indonesia (Studi pada PT. Nyonya Meneer).
juga dibawa berkunjung ke perusahaan untuk mengenali Usahawan, no. 06 Th. XXXVII.
aktivitas perusahaan serta mempelajari bagaimana mengelola Moleong, L.J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif.
perusahaan dimulai dari hal yang paling sederhana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kemudian pada tahap berkarir dalam bisnis keluarga, para Poza, Ernesto J. (2010). Family Business, Third Edition. USA:
calon suksesor akan ditempatkan di posisi atau jabatan South-Western, a part of Cengage Learning.
AGORA Vol. 3, No. 2, (2015) 509

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Lessons Learned from Long-Lasting, Successful
Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfa Beta. Families in Business. USA: Palgrave MacMillan.
Ward, John L. (2004). Perpetuating the Family Business, 50