Anda di halaman 1dari 15

BEKASI ISLAMIC CENTER

Islamic center kota Bekasi berada di pusat kawasan bisnis kota Bekasi. Sejarah pembangunan
Islamic center ini tak lepas dari nama KH Nur Ali, Pahlawan Nasional yang merupakan putra daerah
Bekasi. Dibangun dimasa kota Bekasi masih merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bekasi. Kini
ketika Kota Bekasi sudah menjadi salah satu kota mandiri salah satu kota penyanggah Ibukota negara,
Islamic Center kota Bekasi seakan menjadi oase ditengah belantara kota bekasi yang pelan tapi pasti
bergerak menjadi bagian dari perkembangan megapolitan Jakarta.

Alamat dan Lokasi Islamic Center Bekasi

Jln. Ahmad Yani No. 22 Kota Bekasi

Provinsi Jawa Barat

Situs resmi : http://www.islamiccenterbekasi.com

Ide Pendirian

Gagasan mendirikan Islamic Centre Bekasi datang dari KH. Noe Alie(Pahlawan Nasional) ketika
dalam suatu kesempatan beliau mengatakan kepada Bupati Bekasi H. Suko Martono sebagai berikut
: Saudara Bupati kita belum mempunyai sesuatu yang seperti Islamic Centre. Mumpung saudara jadi
Bupati, coba dipikirkan bagaimana cara mewujudkannya. Pada kesempatan ini sebelum mengutarakan
keinginannya kepada Bupati Bekasi, KH. Noer Alie menyampaikan pula pesan yang sama kepada Ketua
DPRD II Kabupaten Bekasi yang pada waktu itu dijabat oleh H.M. Roesmin.

Persisnya pesan KH. Noer Alie berbunyi sebagai berikut : Mumpung ente punya wewenang untuk
kenang-kenangan ummat islam Bekasi, tolong wujudkan Islamic Centre, mudah-mudahan apabila saya
meninggalkan Bekasi ini, mata saya merem. Dan gagasan tersebut mendapat sambuatan baik dari berbagai
pihak baik dari para tokoh Ulama dan Umaro termasuk dari kalangan tokoh masyarakat, para anggota
DPRD, Alim Ulama, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi dan Persaudaraan Haji Bekasi dan
masyarakat lainnya.
Foto panorama Islamic Center Kota Bekasi, klik pada foto untuk memperbesar

Sejarah Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi

Panitia Pembangunan
Panitia pembangunan Islamic Center Bekasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati
Kepala Daerah TK II Bekasi Nomor: 451.i/SK.394A/Kesratertanggal 10 Juli 1990 tentang
Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten daerah Tingkat II Bekasi. Surat
Keputusan Bupati itu berisi dua hal pokok, yaitu: Pertama, mengenai susunan panitia Pelaksana
Pembangunan secara terpadu. Kedua, mengenai pedoman Pelaksana Pembangunan Islamic Centre
Bekasi.
Kepanitiaan terdiri dari Pelindung, Penasehat, Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Pelindung
terdiri dari para pejabat teras pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sedangkan penasehat diisi oleh selain
para pejabat, juga melibatkan ulama dan para pemuka masyarakat. Komposisi Pengurus harian dan
Pengurus Pleno juga merupakan perpaduan unsur aparat pemerintah, ulama dan pemuka masyarakat.
Duduk sebagai Ketua Umum Harian, H. Roesmin (Ketua DPRD), Ketua I dijabat oleh Drs. H. Dede
Satibi (Sekwilda), Ketua II dipercayakan kepada H.. Saady Muchsin (tokoh masyarakat), Ketua III
dipegang oleh dr. H. SubkiAbdul Kadir (Cendekiawan/Ulama) dan Ketua IV H. Abdul Manan (Ketua
DPD Golkar).
Menara Ir. Widiyanto

Biaya Pembangunan Islamic Center Kota Bekasi


Di dalam salah satu diktum SK Bupati Tanggal 10 Juli 1990 itu disebut bahwa, Segala biaya
yang diakibatkan oleh penetapan surat keputusan ini dibebankan kepada usaha swadaya panitia dan
bantuan dari APBD Tingkat II Bekasi.
Dalam Pedoman Pelaksanaan Pembangunan, digariskan pula petunjuk pentahapan pelaksanaan
dan pengawasannya yang meliputi: pertama, Tahapan Pembangunan yang terdiri dari bangunan
Auditorium, Kantor Pengelola, Perpustakaan, Mesjid, Bangunan Asrama, Bangunan selasar dan Plaza
serta lapangan parkir. Kedua, Pelaksanaan Pembangunan selain diawasi Direktur Teknis juga
dilakukan pengawasan berkala oleh Konsultan Perencana PT. Arsy Wastuady.
Pemilihan Lokasi
Berdasarkan peninjauan dan pembahasan panitia yang dipimpin oleh Drs. H. Dede Satibi (waktu
itu Sekwilda Bekasi, sekarang Bupati Garut), H. Roesmin dan H. Saady Muchin, lokasi dimana Islamic
Centre berdiri sekarang ini adalah lokasi paling tepat.
Lahan seluas 3,6 hektar tempat Islamic Centre Bekasi yang kini berdiri dahulunya merupakan
rawa rawa yang memiliki kedalaman hingga empat meter. Lahan tersebut merupakan tanah Hak
Pengelola/sebagian dari sertifikat HPL No.I/Marga jaya atas nama PERUM PERUMNAS dengan surat
izin penggunaan tanah No. 593.3/1898/Perkot.
Masjid Nurul Islam

Atas dasar perizinan penggunaan tanah yang ditertibkan Pemerintah Daerah, maka
dibuatlah Site Plan Islamic Centre Bekasi dengan penandatanganan Ketua Panitia dan para pejabat
Kepala Dinas PUK Kab. Bekasi yang waktu itu dijabat Bambang Supardi, Kabag Pemerintah Umum
DT II Bekasi Drs. S. Sihotang, kabag Kesra DT II Bekasi (H.M. Syaiin Sahid), Kepala Kantor
Pertanahan Kab. Bekasi (Ir. Widiana Ces), diketahui Ketua Bappeda TK II Bekasi yang kala itu dijabat
oleh Drs H. Nonon Sonthanie (saat ini Wali Kota Bekasi) dan disetujui Bupati Daerah Tingkat II
Bekasi (H. Suko Martono).

Bertindak sebagai Konsultan Perencanaan PT. ARSYWASTUADY pimpinan Ir. Winarto yang
selaku Pengawas Berkala. Pelaksanaan pembangunannya diawasi Direktur Teknis. Pelaksana
pembangunan fisik gedung digarap oleh PT. Sadari Putra pimpinan Ir. Winarto dengan pelaksana
hariannya Tjetjep Kadaruddin. Khusus mengenai pembangunan mesjid Nurul Islam, Pelaksanaannya
ditangani oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Sumber Sumber dana


Kupon sumbangan Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah). Partisipasi anggota DPRD Bekasi
sebesar Rp 2.500.000,- Dana bantuan suka rela dari para calon jemaah haji tahun 1990 dan 1991
sebesar Rp 450.000.000,-(empat ratus lima puluh juta rupiah). Dana-dana tersebut itulah merupakan
yang merupakan modal awal pendirian gedung Islamic Centre Bekasi. Para aghniya (orang-orang
kaya) yang dermawan. dari berbagi sumber yang halal dan tidak mengikat panitia Pembangunan
Gedung Islamic Centre Bekasi secara berangsur-angsur berhasil menghimpun dana sejumlah sekitar
Rp. 8.3 milyar.
Masjid Nurul Islam dari pelataran tengah

Tahapan pembangunan
Pembangunan tahap I yang dilaksanakan pada akhir tahun 1990 meliputi pembangunan Gedung
Perpustakaan, gedung Serba Guna dan ruang-ruang kantor, Ruang rapat dll.
Sedangkan Pembangunan Tahap II dilaksanakan tahun 1991 yang meliputi pembangunan
Gedung Asrama dan Ruang Makan. Bangunan Islamic Centre Bekasi didominasi Gedung Asrama,
Ruang makan dan gedung serba guna serta areal parkir yang luas serta miniatur Kabah yang berada
di plaza Mesjid.
Miniatur Kabah sengaja dibuat karena erat kaitannya dengan tujuan didirikannya Islamic
Center Bekasi sebagai aktifitas ummat islam. Lagi pula Islamic Centre ingin pula berkhidmah kepada
jamaah haji Bekasi terutama untuk transit pemberangkatan dan pemulangan mereka menuju dan dari
Tanah Air Suci. Jumlah jamaah haji di bekasi di era 1990an menempati peringkat teratas dari seluruh
Daerah Tk. II (Kabupaten dan Kotamdya) di Propinsi Jawa Barat.
Islamic Center Bekasi juga dilengkapi dengan bangunan Masjid, Mesjid Nurul Islam
sumbangan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila baru dimulai pembangunannya pada
pertengahannya tahun 1992. Dan pembangunannya dirampungkan pada bulan Juli 1993. Prasasti
peresmiannya ditandatangani oleh Presiden Soeharto.
Pembangunan tahap III dilaksanakan awal tahun 1993. fokus pembangunan menggarap taman,
pelataran parkir, jalan, gapura dan selasar. Antara tahap II dan tahap III dibangun pula menara yang
dirancang bangun oleh Ir. Widianto. Nama Arsitek dari PT. ARSYWASTUADY yang telah kembali
kerahmatullah pada bulan Agustus 1993 ini diabadikan sebagai nama menara Masjid Nurul Islam atas
persetujuan keluarga dan ahli warisnya. Kebijaksanaan ini diambil untuk mengenang jasa almarhum.

Pembangunan tahap terakhir selesai pada awal Agustus 1993 atau beberapa hari menjelang acara
peresmian Gedung Islamic Centre Bekasi oleh Gubernur Propinsi Jawa Barat H.R. Nuriana tanggal 15
Agustus 1993.

Aktivitas Islamic Center Kota Bekasi

Islamic Center Bekasi saat ini menyelenggarakan berbagai kegiatan diataranya, pertama kegiatan
yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam yang merupakan pengelola Islamic Center, kedua kegiatan
rutin yang langsung ditangani oleh badan pengelolah, ketiga kegiatan bersama yang melibatkan institusi
lain seperti ICMI, MUI, BKMT dll, dan keempat Islamic Center menjadi fasilitator kegiatan yang diadakan
oleh organisaasi lain sperti Depag, KAHMI, MUI, pengajian Almanar dll.
Interior Masjid Nurul Islam ICB

Disamping menyelenggarakan kegiatan bersifat keagamaan dan sosial, Islamic Center Bekasi juga
memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk disewakan kepada pihak lain. Hasil sewa fasilitas inilah yang
digunakan oleh Islamic Center untuk membiayai operasionalnya,elain ruang masjid dan perkantoran, di
Islamic Center Bekasi juga tersedia perpustakaan yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

Dalam Bidang penelitian, pengkajian dan pengembangan, Islamic Center mengadakan kegiatan
berupa Mudzakaroh Ulama, remaja dan wanita, studi Islamika, Konsultasi keluarga Muslim, kepustakaan
dan penerbitan buku "Data Dakwah" Bekasi.Bidang lainnya seperti pendidikan, penerangan dan Dakwah
menyelenggarakan kegiatan berupa pengajian rutin, kursus dan pelatihan serta menyelenggarakan kegiatan
dalam rangka hari besar islam.

Tak kalah menariknya di Lokasi Islamic Center juga terdapat Islamic Preschool Centre yang
merupakan program taman kanak-kanak dan play grup. Islamic Preeschool Centre ini melakukan
kegiatannya dengan pendekatan student centered development dengan berupaya mengoptimalkan
perkembangan pada dimensi kognitif, afektif dan psikomotorik anak dalam bingkai spritual.
(bekasinews.com).*

Fasilitas & Kegiatan Islamic Centre Bekasi


Di dalam komplek Islamic Center Bekasi tersedia prasarana terdiri dari :

1. Mesjid Nurul Islam seluas 860 m2. Tempat ibadah ini mampu menampung kurang lebih 900 jamaah.
Pada Shalat Jumat, Idul Fitri, dan Idul Adha mesjid ini dikunjungi oleh ribuan ummat. Bahkan Plaza,
gedung serbaguna dan halaman parkir serta tamanpun dipadati jemaah
2. Gedung Serbagun Aula KH. Noer Alie 2 (dua) lantai seluas kurang lebih 1330 m2. Gedung ini
menampung sekitar 1.100 orang.
3. Gedung Asrama A (Arafah) dua lantai seluas 1.971 m2. Gedung Arafah ini terdiri dari 32 kamar dan
8 di antaranya berpredikat kamar utama.
4. Gedung Asrama B (Mina) dua lantai seluas 954 m2. Bangunan ini terdiri dari 14 kamar biasa dan 8
kamar utama serta sebut saja kamar khusus yang berjumlah keseluruhannya 38 kamar biasa dan 8
kamar utama. Keseluruhan kamar tersebut di lengkapi tempat tidur dengan kapasitas 500 orang.
Penyediaan gedung dengan banyak tempat tidur ini dimaksudkan untuk menampung keberangkatan
dan pemulangan jemaah haji Bekasi.
5. Ruangan Makan --dua lantai seluas 1.675 m2. Gedung ini dilengkapi dengan kursi dan meja makan
berkapasitas kurang lebih 500 orang, ruangan dapur kering, meja pelayanan dan meja kecil. Sejak
bulan Juli tahun 2000 untuk sementara waktu- lantai atas gedung ini digunakan untuk Kantoe
Departemen Agama Kota Bekasi.
6. Gedung Perpustakaan Darul Ulum --2 lantai seluas 620 m2. Gedung ini dilengkapi dengan lemari
buku, ruang pelayanan, ruang baca dan ruang perempuan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang.
7. Gedung Muka --yang 2 lantai seluas 1.548 m2 ini lantai atasnya digunakan untuksekretariat yayasan,
badan pengelola, Ruang pertemuan Multazam, MUI, BANAS. Sedang ruangruang pada lantai bawah
digunakan untuk, Kantor ICMI, Sekretariat Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI), Kantin, dan beberapa
lembaga lain yang menjalin kerja sama dengan Islamic Centre.
8. Selasar atau Koridor penghubung antar banguna seluas 697 m2, Plaza dan lahan parkir 7.731
m2. Taman dan lahan kosong yang akan direncanakan akan dibangun Gedung Poliklinik. Menara
Mesjid yang diberi nama Menara Ir. Widianto. Bangunan Taman kanak-kanak (Islamic Preschool) dan
taman bermainnya.

Penggunaan Fasilitas

Secara tetap fasilitas Islamic Centre Bekasi digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, seperti
shalat wajib lima waktu, shalat Jumat, shalat Tarawih, Shalat Idul Fitri, dan Idul Adha. Termasuk kegiatan
lainnya seperti : Resepsi Pernikahan, Rapat, pertemuan, dan diklat instansi pemerintah, Seminar, diskusi ,
ceramah umum, Rapat kerja parpol, Kegiatan lembaga semi pemerintah seperti PKK tingkat regional
maupun nasional. Rapat kerja organisasi kemasyarakatan. Penyelenggaraan testing calon karyawan
perusahaan. Penampungan atlet olah raga tingkat daerah bahkan persiapan ke tingkat nasional. Tempat
transit dan penginapan para siswa dan mahasiswa yang berwisata. Tempat transit menginap para tenaga
kerja Indonesia yang baru pulang dari luar negeri, misalnya dari Jepang. Acara Nikah dan Walimatul arusy
(resepsi Perkawinan). Dan lain lain.

Pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi


Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : C -
740.HT.01.02.Th2007 pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi terdiri dari :

Dewan Pendiri
1. H. Suko Martono
2. H. Roesmin
3. KH. Amien Noer, Lc.
4. Drs. H. Dede Satibi
5. Ir. H. Muhammad Imron Zubaidi
6. H. Saady Muchsin
7. Hj. Yayah Zakiyah.

Dewan Penasihat
1. Walikota Bekasi
2. Ketua DPRD Kota Bekasi
3. Kepala Kantor Departemen Agama Kota Bekasi
4. Ketua MUI Kota Bekasi
PEMBINA
1. H. Roesmin (Ketua)
2. KH. Amin Noer, Lc
3. Drs. H. Dede Satibi
4. Drs. H. Nur Kamal, MZ, SH
5. H. Saady Muksin
6. Hj. Yayah Zakiyah

PENGAWAS
1. Ir. H. Masri Asyik (Ketua)
2. Ir. HM. Imron Zubaidy (Anggota)
3. KH. Nurul Anwar, Lc (Anggota)

Badan Pengurus

Ketua : H. Suko Martono

Wakil Ketua : Drs. H. Muchtadi Muchtar

Sekretaris : Drs. H. Paray Said, MM, MBA

Wakil Sekretaris : Hj. Ida Solihat

Bendahara : Drs. HR. Herry Koesaeri Sulaiman, MM, MBA

Kabid. Pendidikan Dakwah dan Humas : Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA

Kabid. Kesejahteraan Sosial : Hj. Atifah Hasan, Lc

Kabid. Usaha : H. Heri Budi Susetyo, SE, MBA

Kabid. Pemberdayaan Potensi Umat : Ir. H. Siswadi, MM, MBA

Badan Pengelola

Kepala : H.A. Zaini Arief

Sekretaris : Drs. Muhammad Khozin


Bidang Sarana dan Prasarana : H. Atjun Suandani

Bidang Perpustakaan : H.E. Priyasuganda

Bidang Kebersihan dan Pertamanan : H. Abdul Rouf Bahrum Hamidi

Kaur Personalia : Iing Nafiuddin

Kaur Umum : Acih Suhaenah

Kaur Keuangan : Henny Widyastuty, S. Ag

Kaur Perlengkapan : Dewi Herdwiyana

Bendahara : Aini Nursyafaah, S. Ag

Foto foto Islamic Center Kota Bekasi