Anda di halaman 1dari 6

PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKN/PM/6

Edisi / Revisi 1/0

6. PROSES SERTIFIKASI Berlaku sejak


Halaman
1 Mei 2013
1 dari 4

PROSES SERTIFIKASI

6.1. PERMOHONAN

1. USTK Nasional, berdasarkan permintaan dari pemohon harus memberikan


uraian dan biaya secara terinci mengenai proses sertifikasi untuk setiap skema
sertifikasi. Di samping itu USTK Nasional memberikan dokumen yang memuat
persyaratan sertifikasi, hak pemohon, serta kewajiban personel yang disertifikasi
termasuk kode etik profesi.

2. USTK Nasional mensyaratkan kelengkapan permohonan, yang ditandatangani


oleh pemohon yang meminta sertifikasi dan mencakup :
a. Lingkup sertifikasi yang diajukan;
b. Pernyataan bahwa personel yang bersangkutan setuju memenuhi
persyaratan sertifikasi dan memberikan setiap informasi yang diperlukan
untuk evaluasi;
c. Rincian kualifikasi yang relevan, didukung dengan bukti yang sah; dan
d. Informasi umum pemohon, seperti nama, alamat dan informasi lain yang
disyaratkan untuk identifikasi personel.

6.2. EVALUASI

1. USTK Nasional, berdasarkan permintaan dari pemohon harus memberikan


uraian dan biaya secara terinci mengenai proses sertifikasi untuk setiap skema
sertifikasi. Di samping itu USTK Nasional memberikan dokumen yang memuat
persyaratan sertifikasi, hak pemohon, serta kewajiban personel yang disertifikasi
termasuk kode etik profesi.

2. USTK Nasional harus mengkaji ulang permohonan sertifikasi untuk menjamin


bahwa :
a. USTK Nasional mempunyai kemampuan untuk memberikan sertifikasi sesuai
ruang lingkup yang diajukan;
b. USTK Nasional menyadari kemungkinan adanya kekhususan kondisi
pemohon dan dengan alasan yang tepat dapat mengakomodasikan
keperluan khusus pemohon seperti bahasa dan/atau ketidakmampuan
(disabilities) lainnya; dan
c. Pemohon mempunyai pendidikan, pengalaman dan pelatihan yang
disyaratkan dalam skema sertifikasi.

28
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKN/PM/6
Edisi / Revisi 1/0

6. PROSES SERTIFIKASI Berlaku sejak


Halaman
1 Mei 2013
2 dari 4

3. USTK Nasional menguji kompetensi personel berdasarkan persyaratan skema


sertifikasi melalui satu atau lebih metode seperti tertulis, lisan, praktek,
pengamatan atau cara lain.

4. Ujian direncanakan dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat menjamin


bahwa semua persyaratan skema sertifikasi dapat diverifikasi secara obyektif
dan sistematis dengan bukti terdokumentasi sehingga memadai untuk
menegaskan kompetensi calon.

5. USTK Nasional membuat prosedur pelaporan yang menjamin kinerja dan hasil
evaluasi, termasuk kinerja dan hasil ujian yang didokumentasikan secara tepat
dan dimengerti.

6.3 KEPUTUSAN SERTIFIKASI

1. Keputusan sertifikasi terhadap seorang calon diputuskan oleh Pengurus LPJK


Nasional berdasarkan rekomendasi hasil penilaian klasifikasi dan kualifikasi yang
disampaikan USTK Nasional melalui Bapel LPJK Nasional berdasarkan hasil
penilaian klasifikasi dan kualifikasi yang dilakukan oleh asesor dalam proses
sertifikasi.

2. Bapel LPJK Nasional mencetak data permohonan pada blanko SKA berdasarkan
data dari SIKI LPJK dan buku registrasi kemudian ditandatangani oleh Direktur
Registrasi dan Hukum LPJK Nasional.

3. Sertifikat tersebut minimal harus memuat informasi berikut :


a. Nama personel yang disertifikasi dan nomor unit sertifikat;
b. Nama LPJK Nasional;
c. Acuan persyaratan kompetensi atau dokumen relevan lain, termasuk hal-hal
yang menjadi dasar dalam sertifikasi;
d. Ruang lingkup sertifikasi termasuk kondisi dan batasan yang sah;
e. Tanggal efektif sertifikasi dan masa berlaku.

6.4 SURVAILEN

1. USTK Nasional menetapkan proses survailen yang proaktif untuk memantau


pemenuhan personel yang disertifikasi dengan persyaratan skema sertifikasi
yang relevan.

2. USTK Nasional memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikasi


kegiatan survailen harus disahkan oleh komite skema. Aturan tersebut harus

29
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKN/PM/6
Edisi / Revisi 1/0

6. PROSES SERTIFIKASI Berlaku sejak


Halaman
1 Mei 2013
3 dari 4

cukup menjamin adanya evaluasi yang tidak berpihak untuk mengkonfirmasikan


kompetensi personel yang disertifikasi.

6.5 SERTIFIKASI ULANG

1. USTK Nasional menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sesuai dengan


persyaratan kompetensi dan dokumen relevan lain untuk menjamin bahwa
personel yang disertifikasi selalu memenuhi persyaratan sertifikasi mutakhir.

2. USTK Nasional menetapkan proses survailen yang proaktif untuk memantau


kinerja personel yang disertifikasi sesuai dengan persyaratan skema sertifikasi
yang relevan.

3. USTK Nasional memiliki prosedur dan aturan untuk pemeliharaan sertifikasi


sesuai dengan skema sertifikasi. Aturan tersebut termasuk bentuk, metode
penilaian CPD, frekuensi dan cakupan kegiatan sertifikasi ulang yang disahkan
oleh komite skema. Aturan tersebut cukup menjamin adanya evaluasi yang tidak
berpihak untuk mengkonfirmasikan kompetensi personel yang disertifikasi.

6.6 PENGGUNAAN SERTIFIKAT DAN LOGO/TANDA

1. USTK Nasional yang memberikan tanda atau logo sertifikasi


mendokumentasikan aturan penggunaan dan harus mengatur hak penggunaan
dan penyajian dengan tepat.

2. USTK Nasional mensyaratkan bahwa personel yang disertifikasi


menandatangani persetujuan untuk :
a. Memenuhi ketentuan skema sertifikasi yang relevan;
b. Membuat pernyataan terkait sertifikasi hanya berkenaan dengan ruang
lingkup sertifikasi yang diberikan;
c. Tidak menggunakan sertifikasi sedemikian rupa sehingga dapat merugikan
lembaga sertifikasi dan tidak memberikan pernyataan yang berkaitan
dengan sertifikasi yang menurut lembaga sertifikasi dianggap dapat
menyesatkan atau tidak sah;
d. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan
sertifikasi yang memuat acuan lembaga sertifikasi setelah dibekukan atau
dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat kepada lembaga
sertifikasi yang menerbitkannya; dan
e. Tidak menyalahgunakan sertifikat.

30
PANDUAN MUTU Nomor Bagian USTKN/PM/6
Edisi / Revisi 1/0

6. PROSES SERTIFIKASI Berlaku sejak


Halaman
1 Mei 2013
4 dari 4

3. Acuan sertifikasi yang tidak sesuai atau penyalahgunaan sertifikat dan tanda
atau logo dalam publikasi, katalog, dan lain-lain, harus ditangani oleh lembaga
sertifikasi dengan tindakan perbaikan seperti pembekuan atau pencabutan
sertifikasi, pengumuman pelanggaran dan jika perlu tindakan hukum lainnya.

Dibuat oleh : Diperiksa Oleh : Disahkan Oleh :


P. J. Manajemen Mutu Ketua Unsur Pelaksana Ketua Unsur Pengarah

Nike Eseria Siregar, SE Budhi Asyanto, SE Ir. Panani Kesai, M.Sc


01 Mei 2013 20 Mei 2013 24 Mei 2013

31