Anda di halaman 1dari 3

Business Ethics - Mahfud Sholihin, Prof., M.Acc., Ph.D.

Muhammad Fikriansyah Mabrur Ramadhani Zulqudsie - 170088

Intels Rebates and Other Ways it Helped Customers

1. Menurut saya Intel merupakan perusahaan yang tergolong monopoli, meskipun Intel
bukan satu-satunya perusahaan yang memproduksi mikro prosesor. Intel merupakan
perusahaan yang menjadi penentu harga pasaran prosesor dan memiliki kontrol
terhadap berlangsungnya industri tersebut.
Terdapat beberapa bukti yang mengindikasikan hal tersebut, seperti (a) Intel
mengembangkan dan mematenkan teknologi mikro prosesor baru yang menghalangi
AMD, pesaingnya, mengembangkan teknologi serupa, (b) Intel melakukan perjanjian
dagang ekslusif bersama Dell untuk hanya membeli mikro prosesor ke Intel, dan
menghentikan pembelian produk serupa ke AMD. Sebagai insentif, Intel memberikan
rebate kepada Dell. Hal ini menyebabkan penurunan penjualan AMD secara
signifikan. Menurut Tom McCoy, wakil direktur eksekutif AMD, rebate adalah
pembayaran yang berbasis pada jumlah produk yang dibeli oleh customer dan diskon
yang diberikan setelah pembeli melakukan pembelian.
Selain itu, terdapat cara lain yang dilakukan Intel untuk meraih monopoly-like power,
yaitu ketika mereka membuat perangkat lunak yang akan berjalan lambat ketika
menggunakan prosesor AMD, dan tidak dengan prosesor Intel. Hal ini menyebabkan
stigma masyarakat terbentuk bahwa prosesor AMD merupakan prosesor defektif.
2. Tanpa keraguan, Intel tidak beroperasi secara etis dengan menawarkan rebate kepada
pelanggannya. Hal tersebut merupakan tindakan yang tidak jujur dan sewajarnya
dihindari. Padahal, AMD mencoba untuk berkompetisi secara jujur dan berusaha
membangun bisnisnya secara layak. Rencana bisnis sangat monopolistik tanpa standar
moral yang layak dalam menghadapi persaingan bisnis.
Salah satu perilaku Intel yang tidak berdasar pada standar moral adalah ketika Intel
mengancam perusahaan lain yang menggunakan AMD. Hal ini termasuk hal yang tidak
etis, karena manipulasi kurva permintaan dan penawaran merupakan hal yang tidak etis
dilakukan pada persaingan pasar bebas. Banyak hal yang dilakukan Intel yang
melanggar hak AMD untuk beroperasi secara normal. Bahkan, pemberian rebate
kepada pelanggan Intel sebenarnya tidak memberikan manfaat apapun kepada
pelanggan, namun justru digunakan untuk melumpuhkan value & reputasi dari produk
AMD. Perbuatan tidak etis seperti ini justru bisa menciderai masa depan perusahaan
karena justu menanamkan hal-hal negatif pada strategi perusahaan di masa mendatang.

1
Business Ethics - Mahfud Sholihin, Prof., M.Acc., Ph.D.
Muhammad Fikriansyah Mabrur Ramadhani Zulqudsie - 170088

Dalam persaingan yang ideal, seharusnya Intel melakukan operasinya dengan membuat
mikro prosesor yang baik, atau melakukan efisiensi sehingga dapat menjual dengan
harga lebih murah. Harapannya, teori invisible hand dapat berfungi dengan baik,
sehingga kemurnian pasar persaingan bebas tidak terganggu.
3. Hal yang dilakukan Intel terhadap software code tersebut tidaklah etis. Apabila merujuk
kepada tiga moral values pada pasar bebas, maka jawabannya jelas: perbuatan Intel
unethical. Pada pasar persaingan bebas, pembeli dan penjual bertransaksi dengan adil
dan sama rata. Setiap perusahaan seharusnya memaksimalkan utilitas masing-masing,
sehingga nantinya pembeli maupun penjual memiliki hak untuk memilik setiap produk
secara bebas.
Dalam persaingannya, Intel memang menjual produknya dengan harga yang kompetitif.
Selain itu, mereka memiliki sumber daya yang efisien. Di titik inilah posisi moralitas
Intel berada di grey area. Di satu sisi, Intel memproduksi produk pada pasar di mana
demand terhadap mikro prosesor tinggi. Namun di sisi lain, mereka tidak bertindak etis
ketika memproduksi software yang seharusnya dapat bekerja dengan prosesor AMD
secara optimal, namun diubah, sehingga tampak sekilas performa produk AMD
menjadi dipertanyakan.
Dicantumkan pada moral value pasar persaingan bebas, disampaikan bahwa setiap
pembeli & penjual seharusnya menghargai hak untuk melakukan sesuatu secara bebas.
Dengan adanya rebate yang dilakukan Intel, perusahaan tentunya memilih produsen
yang mampu memberikan cost effectiveness, sehingga bisa saja perusahaan seperti Dell
tidak mampu maksimal dalam melayani pembeli akhir dikarenakan hanya mampu
memilih satu supplier mikro prosesor.
4. Untuk menjawab pertanyaan ini, dapat diambil dua perspektif yang bertolak belakang.
Intel rebate adalah etis, karena:
- Mereka berusaha untuk melindungi pasar mereka dengan strategi ini.
- Rebate akan menguntungkan pelanggan Intel karena terdapat potongan harga yang
nantinya mampu memberikan efisiensi biaya hingga ke konsumen akhir.
Implikasinya, tiap produsen yang bekerja sama dengan Intel akan dapat menuai
tingkat penjualan yang tinggi.
- Potongan harga yang mereka berikan sesungguhnya didapatkan dari economies of
scale dari produksi Intel. Sebagai gantinya, konsumen mendapatkan potongan
harga sesuai ketentuan Intel.

2
Business Ethics - Mahfud Sholihin, Prof., M.Acc., Ph.D.
Muhammad Fikriansyah Mabrur Ramadhani Zulqudsie - 170088

Hal yang dilakukan Intel bisa dikatakan tidak etis, karena:


- Rebate yang diberikan Intel merupakan strategi untuk mengeliminasi AMD dari
pasar mikro prosesor.
- European Union mengatakan bahwa Intel rebate adalah sebuah strategi yang anti-
competitive.
- Rebate yang dilakukan oleh Intel dapat ditafsirkan sebagai insentif kepada
pelanggan dalam proses memboikot produk AMD.
- Karena Intel menguasai pasar mikro prosesor dengan strategi rebate, pilihan
pelanggan menjadi terbatas. Hal ini tidak etis, mengingat secara teori sebenarnya
Intel bukanlah perusahaan monopoli.
5. Ya, Intel melanggan kedua bab Sherman Antitrust Act.
- Intel melakukan boikot terhadap produk AMD dengan strategi rebate-nya. Menurut
bab pertama dari Sherman Antitrust Act, adalah ilegal ketika sebuah perusahaan
memberikan halangan kepada perusahaan lain untuk ikut melakukan perdagangan
di sebuah negara.
- Sherman Antitrust Act melarang monopolisasi, bahkan percobaan untuk
monopolisasi. Dengan melihat apa yang dilakukan Intel, mereka dapat
didekralasikan bersalah karena melakukan percobaan monopolisasi dengan strategi
di atas.