Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

JARINGAN HEWAN DAN TUMBUHAN

KELOMPOK II
NAMA ANGGOTA :

CLAUDIA PUTRI MELANI


DELIMA
ILHAM BAGASKARA
LORENZA FITRIANI

JURUSAN : PENDIDIKAN MATEMATIKA


KELAS :1B

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya kami
dari kelompok II bias menyelesaikan makalah tentang JARINGAN HEWAN
DAN TUMBUHAN . Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang
sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah yang menjadi


tugas pendidikan matematika yaitu pada studi biologi umum. Disamping itu,
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu selama pembuatan makalah berlangsung sehingga dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran terhadap makalah
ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena kami sadar, makalah yang
kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya.

Sungai penuh, September 2017

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 latar belakang

Setiap makhluk hidup mempunyai organ-organ dalam tubuhnya, mulai dari


yang terkecil yaitu sel yang merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup baik
hewan maupun tumbuhan, Beberapa sel di antaranya bergabung menjadi satu
kesatuan membentuk jaringan.

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi
yang sama. Pada umumnya, dikenal dua tipe jaringan, yaitu jaringan sederhana
(tersusun dari satu tipe sel) dan jaringan kompleks (tersusun dari banyak tipe sel).
Berbagai macam jaringan dapat ditemukan pada organ tubuh makhluk hidup, baik
tumbuhan maupun hewan. Makalah ini akan membahas tentang macam jaringan
yang terdapat pada tumbuhan dan hewan.

1.2 rumusan masalah


Adapun rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut :

1) Bagaimana jaringan yang terdapat pada tumbuhan?


2) Bgaimana jaringan pada hewan ?
3) Apa peran jaringan dalam tubuh ?
4) Apa jenis jaringan yang ada dalam tubuh makhluk hidup?
5) Bagaiman jaringan berkerja di dalam tubuh?
1.3 Tujuan penulisan
1) menjelaskan jaringan pada hewan
2) menjelaskan jaringan pada tumbuhan
3) memahami peran serta fungsi jaringan
4) memahami proses kerja jaringan dalam tubuh
1.4 Manfaat penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut:

1. Menumbuhkan minat seseorang untuk mau belajar tentang jaringan


pada tumbuhan dan hewan.
2. Menumbuhkan minat seseorang untuk mau belajar tentang organ
tumbuhan dan hewan.
BAB II
PEMBAHASAN
JARINGAN TERBAGI ATAS ;
A. Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan tidak memiliki
kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana hewan. Meskipun demikian,
banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati,
yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah
atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan selalu bertambah
massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan. Jaringan yang aktif memperbanyak diri dan tidak memiliki
fungsi khusus disebut jaringan meristematik, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya
disebut jaringan tetap/permanen.

Jaringan-jaringan pada tumbuhan ada yang bersifat meristematis, yaitu jaringan muda yang
masih aktif membelah dan ada juga yang bersifat permanen, yaitu jaringan dewasa yang tidak
membelah.
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang terdiri atas sekelompok sel yang aktif
membelah. Pembelahan sel tersebut berlangsung secara mitosis. Setiap satu sel meristematik
membelah dan menghasilkan sedikitnya satu anakan sel. Setiap anakan sel dapat meneruskan
pembelahan berikutnya.
Jaringan meristem mempunyai sifat-sifat antara lain, terdiri atas sel-sel muda dalam fase
pembelahan dan pertumbuhan. Pada jaringan meristem, biasanya tidak ditemukan adanya ruang
antarsel, di antaranya sel-sel meristem. Sel-sel meristem berbentuk bulat, lonjong atau poligonal
dengan dinding sel yang tipis. Masing-masing selnya mengandung banyak sitoplasma dan
mengandung satu atau lebih inti sel. Vakuola sel pada sel-sel meristem sangat kecil dan kadang-
kadang tidak ada.
Meristem dikelompokkan berdasarkan berbagai kriteria, antara lain berdasarkan letaknya
dan terjadinya.
Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan sebagai berikut.

a. Meristem ujung (apikal)

Meritem apikal merupakan meristem yang terdapat pada ujung ujung batang dan ujung
akar tumbuhan. Pembelahan meristem apikal menyebabkan pemanjangan pada batang dan akar
tumbuhan. Pertumbuhan yang dihasilkan oleh pembelahan meristem apikal disebut pertumbuhan
primer dan jaringan yang dihasilkannya disebut jaringan primer. Dengan adanya meristem ini,
tumbuhan dapat bertambah tinggi dan panjang
b. Meristem antara (interkalar)

Terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan
anggota suku atau famili rumput rumputan.

c. Meristem samping (lateral)

Meristem lateral merupakan meristem yang letaknya sejajar dengan keliling organ tempat
jaringan ini ditemukan. Misalnya, berupa kambium pembuluh dan kambium gabus. Pembelahan
meristem lateral menyebabkan pembesaran pda akar dan batang tumbuhan. Pertumbuhan yang
dihasilkan oleh pembelahan meristem laterak dikenal sebagai pertumbuhan sekunder dan
jaringan yang dibentuk disebut jaringan sekunder. Akibat aktivitasmeristem ini tumbuhan akan
mengalami penambahan besar ke samping.
Berdasarkan terjadinya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua;
a. Meristem primer

Meristem primer adalah meristem yang berasal langsung dari perkembangan sel sel
embrionik dan merupakan kelanjutan dari perkemabangan embrio. Meristem primer bertanggung
jawab terhadap pertumbuhan sekunder

b. Meristem sekunder

Meristem sekunder adalah meristem yang berasala dari perkembangan jaringan yang telah
mengalami diferensiasi. Meristem sekunder bertanggung jawab terhadapa pertumbuhan
sekunder. Contoh meristem sekunder adalah kambium.
2. jaringan permanen atau dewasa
a. Jaringan Pelindung (Epidermis)
Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti akar, batang
daun, bunga, buah, dan biji. Jaringan epidermis terdiri atas dereta sel tunggal yang tersusun
rapat. Jaringan epidermis memiliki beberapa modifikasi, baik yang terdapat pada akar, batang,
maupun daun.
Pada umunya, jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung untuk semua bagiandalam
tumbuhan. Namun, fungsi demikian dapat menjadi berkembang dengan ditemukannya beberapa
modifikasi dari jaringan epidermis.
Sel sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis,
misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silika, dan sel gabus.

b. Jaringan Dasar (Parenkim)


Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel sel hidup, dengan
struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dam masih melakukan proses fidiologi.
Jaringan pernkim disebut jaringan dasar karena dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan.
Di dalam tubuh tumbuhan, sel sel parenkim melakukan berbagai fungsi. Misalnya, melakukan
kegiatan fotosintesis, sebagai tempat penimbunan (makanan, air, dan pigmen), transportasi,
mengganti, menyusun, dan memperbaiki jaringan jaringan yang rusak, dan membentu generasi
baru bagi akar, batang, dan bagian lain dari tumbuhan.
3.JARINGAN PENYOKONG
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk
dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1) Jaringan Kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri dari sel sel hidup yang bagian sudut dindingnya mengalami
penebalan selulosa. Jaringan kolenkim terutama terdapat pada organ organ tumbuhan yang
masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Sel sel kolenkim dapat ditemukan di
dalam jaringan primer yang berfungsi untuk menyokong batang serta daun yang sedang tumbuh.
Pada tumbuhan tua, dinding sel kolenkim akan mengeras atau berliginin sehingga dapat berubah
menjadi sel sklerenkim.
2) Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan mekanik yang hanya terdapat pada organ tumbuhan
yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan atau organ tumbuhan yang telah
tetap. Sklerenkim berfungsi untuk menghadapi segala tekanan sehingga dapat melindungi
jaringan-jaringan yang lebih lemah. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan dasar yang terdiri
atas sel sel dengan dinding sekunder yang tebal. Dinding sekunder tersebut dapat tersusun dari
lignin sehingga lebih kuat dan keras dibandingkan kolenkim. Fungsi utama sklerenkim adalah
sebagai penyokong dan adakalanya berfungsi sebagai pelindung.

4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tubuh tumbuhan terdiri atas xilem dan floem. Jaringan ini
merupakan jaringan khusus. Kegunaannya bagi tumbuhtumbuhan, yaitu sebagai jaringan untuk
mengangkut zat-zat mineral yang diserap oleh akar dari tanah atau zat-zat makanan yang telah
dihasilkan pada daun untuk disalurkan ke bagian-bagian lainnya yang semuanya memungkinkan
tumbuhan untuk hidup dan berkembang. Jaringan pengangkut hanya terdapat pada tumbuhan
tingkat tinggi,
sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah tidak ditemui jaringan ini. Berdasarkan struktur dan
fungsinya, jaringan ini dibedakan atas xilem ( pembuluh kayu ) dan floem ( pembuluh tapis ).
Fungsi xilem adalah sebagai tempat pengangkutan air dan zat-zat mineral dari akar ke
bagian daun. Susunan xilem ini merupakan suatu jaringan pengangkut yang kompleks, terdiri
atas berbagai bentuk sel. Selain itu, sel-selnya ternyata ada yang telah mati dan ada pula yang
masih hidup, tetapi pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan membran selnya
yang tebal dan mengandung lignin sehingga fungsi xilem juga sebagai jaringan penguat.
Floem berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan
hasil fotosintesis dari bagianbagian lain yang ada di bawahnya. Floem mempunyai susunan
jaringan yang sifatnya demikian kompleks, terdiri atas beberapa macam bentuk sel dan di
antaranya terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau aktif dan sel-sel yang telah mati.

5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilanganbanyak
air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringangabus dibentuk
oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus kearah dalam berupa sel-
sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-selmati yang disebut felem.
2.Jaringan Hewan (Termasuk Manusia)
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk
manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium,
jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
Jaringan epitelium.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti
permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai
organ sekresi dan penyerapan.
1. Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium adalah jaringan pembatas dan pelapis yang menyelubungi atau melapisi
permukaan organ, rongga, dan saluran, baik di luar maupun di dalam tubuh. Jaringan epitel
dibangun oleh sel sel yang tersusun rapat, tanpa ruang antarsel.
Jaringan epitel memiliki banyak fungsi. Kebanyakan berfungsi sebagai proteksi ( misalnya,
kulit yang melindungi lapisan di bawahnya terhadap luka luka mekanis, bahan bahan kimia,
mikrob, dan kekeringan ). Jaringan epitel lainnya berfungsi untuk absorpsi ( misalnya, lapisan
dalam usus halus ), transportasi ( misalnya, tubulus ginjal ), ekskresi ( misalnya, kelenjar
keringat ), sekresi ( misalnya, berupa lendir pada kelenjar buntu ), dan merespons rangsangan(
misalnya, kuncup pengecap pada lidah ).
a. Macam jaringan epitel berdasarkan struktur dan fungsinya
1) Epitel penutup

Jaringan ini disebut jaringan epitelium penutup karena berfungsi melapisi


permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan
tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan di sebelah dalam
saluran yang ada pada tubuh (misalnya saluran pencernaan dan pembuluh darah). Pada
dasarnya, jaringan epitelium mempunyai beberapa fungsi berikut.

1. Pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya, misalnya jaringan
epitelium kulit dan selaput rongga mulut.
2. Sebagai kelenjar, yaitu jaringan yang menghasilkan sekret. Ada dua macam kelenjar
yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
3. Penerima rangsang (reseptor) disebut epitelium sensori atau neuroepitelium.
Epitelium sensori kebanyakan berada di sekitar alat indra.
4. Pintu gerbang lalu lintas zat, berfungsi melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan
untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh, misalnya:

pada alveolus paru-paru, untuk keluar masuknya O2 dan CO2,


pada jonjot usus, untuk penyerapan zat makanan, dan
pada nefron, untuk lewatnya urine.
2) Epitel kelenjar

Epitel kelenjar adalah jenis jaringan epitelium yang bertanggung jawab untuk
pembentukan kelenjar. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut .. Jaringan epitel menutupi
seluruh permukaan tubuh manusia. Selain itu juga meliputi organ-organ internal.

Berdasarkan tipenya,jarinagna epitel kelenjar dapat dibedakan sebagai berikut:

a) kelenjar tubular sederhana, contoh: kelenjar liberkhunpada dinding usus


vertebrata.
b) Kelenjar tubular melingkar sederhana, contoh:kelenjar keringat.
c) Kelenjar tubular majemuk, contoh: kelenjar ludah dan kelenjar brunner pada
usus mamalia.
d) Kelenjar tubular bercabang, contoh: kelenjar fundus pada dinding lambung
e) Kelenjar alveolar sederhana, contoh: kelenjar mucus pada kulit katak
f) Kelenjar alveolar bercabang, contoh: kelenjar sebasea (minyak)
g) Kelenjar alveolar majemuk, contoh kelenjar susu
h) Kelenjar alveolar dan Kelenjar tubular majemuk, contoh: kelenjar ludah pada
bagian rahang atas (submaksilaris).

b.macam jaringan epitel berdasarkan bentuk dan susunanya

1. Epitel pipih selapis (epitel skuamosa), terdiri atas satu lapis sel berbentuk pipih. Contoh:
permukaan kulit, epitel pembuluh darah, kapsul Bowman (ginjal), lapisan dalam alveolus
(paru-paru), epitel peritonium.
2. Epitel pipih berlapis banyak, terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk pipih. Contoh:
esofagus, laring, rongga mulut, rongga hidung, vagina, dan kulit telapak kaki.
3. Epitel batang (silindris) selapis, terdiri dari satu lapis sel berbentuk silindris. Contoh:
saluran pencernaan makanan (sefagus, lambung, usus), kantong empedu, dan uterus.
4. Epitel batang berlapis banyak, terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk silindris. Contoh:
permukaan uretra pria.
5. Epitel kubus (kuboid) selapis, terdiri dari satu lapis sel berbentuk kubus. Contoh: retina,
tiroid, permukaan ovarium, dan nefron ginjal.
6. Epitel kubus berlapis banyak, terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk kubus. Contoh:
kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar ludah.
7. Epitel lapis semu. Contoh: trakea.
8. Epitel lapis bersilia. Contoh: saluran respirasi (rongga hidung, bronkus, trakea) dan
saluran kelamin.
9. Epitel transisional. Contoh: epitel pada kandung kemih, kelenjar pencernaan, jonjot usus,
laring, faring, dan trakea.

2.jaringan ikat

jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat, menyokong, dan menambat
jaringan-jaringan maupun organ-organ penyusun tubuh manusia dan hewan. Jaringan ikat berkembang
dari mesenkim yang berasal dari lapisan tengah embrio (mesoderm) pada saat proses pembuahan. Oleh
karena itu, tak heran jika jaringan ini terdapat hampir di seluruh organ tubuh.

a)Komponen Penyusun Jaringan Ikat

Jaringan ikat disusun oleh 2 komponen dasar, yaitu matriks dan sel-sel jaringan ikat.
Matriks adalah materi dasar yang terdapat dalam jaringan ikat yang berfungsi untuk melekatkan
atau mengikat jaringan-jaringan lain. Matriks tersusun dari 4 bahan utama, yaitu serat kolagen,
serat elastis, serat retikuler, dan bahan dasar.
b)macam-macam jaringan ikat

1.jaringan ikat biasa

a)jaringan ikat longgar

Sesuai namanya, ciri dan struktur jaringan ikat longgar tersusun oleh sel-sel yang longgar
(jarang). Jaringan ini lebih banyak disusun oleh matriks berupa lendir (mukus) dengan serat kolagen dan
serat elastin. Sementara sel penyusunnya terdiri dari sel makrofag, sel tiang, sel plasma, dan sel lemak.

Ada 2 fungsi jaringan ikat longgar, yaitu

(1) untuk membentuk organ dalam, seperti yang terdapat pada kelenjar limfa, hati, dan sumsum
tulang.

(2) untuk menyokong, mengelilingi, membungkus, dan mengubungkan elemen dari jaringan lain,
seperti yang terdapat pada serat otot, jaringan di bawah kulit, membran pembantas jantung dan
rongga perut, serta membran mesenteris.

b.Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat adalah jaringan ikat yang dicirikan oleh susunan sel-sel dan matriks yang
padat dan teratur. Matriks yang terdapat di jaringan ini didominasi oleh serat kolagen yang bersifat
fleksibel tapi tidak elastis. Sedangkan sel penyusunnya didominasi oleh sel fibroblas.

Fungsi jaringan ikat padat adalah untuk menghubungkan satu organ dengan organ lainnya. Letak
jaringan ikat ini misalnya terdapat pada ligamen (penghubung tulang dengan tulang), tendon
(penghubung tulang dengan otot), dan lapisan dermis pada bagian kulit.

Jaringan ikat longgar jaringan lemak


2.jaringan ikat dengan sifat khusus

a)jaringan tulang rawan

Jaringan tulang rawan (kartilago) adalah jaringan ikat yang mengalami spesialisasi dari jaringan
ikat berserat dan matriks elastis. Matriks elastis tulang rawan tersusun dari campuran polisakarida dan
protein yang disebut kondrin. Oleh sebab itu, sel tulang rawan disebut juga kondrosit. Kondrosit ini
dibentuk oleh kondroblas dan terletak di lakuna dalam selaput tulang rawan (perikondrium).

Berdasarkan komponen penyusun, fungsi, dan strukturnya, jaringan tulang rawan dapat dibedakan
menjadi 3, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis.

Tulang rawan hialin adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan kekuatan,
membantu pergerakan, dan menyokong rangka embrionik. Jenis tulang rawan ini mengandung
kondroblas dan kolagen, sehingga warna dasarnya terlihat putih kebiruan dan transparan.
Tulang rawan hialin merupakan jenis tulang rawan terbanyak yang ada di dalam kerangka tubuh
hewan dan manusia. Beberapa di antaranya terdapat di trakea, laring, ujung tulang rusuk, dan
tulang dada.
Tulang rawan elastis adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dan
sokongan pada organ. Sesuai fungsinya, jenis tulang rawan ini tersusun oleh serat elastin
berwarna kuning dan perikondrium. Tulang ini terdapat pada embrio, daun telinga, epiglotis,
laring, dan bagian luar telingga.
Tulang rawan fibrosa adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan
(proteksi) dan sokongan pada organ. Tulang rawan ini memiliki struktur lebih kokoh dan fleksibel
karena disusun oleh serabut kolagen kasar yang tidak teratur, sehingga warnanya cenderung
lebih gelap dan keruh. Tulang rawan fibrosa terdapat di perlekaan ligamen, sambungan tulang
belakang, dan simfisis pubis.
b.jaringan tulang(osteon)

Tulang adalah jaringan ikat yang mengandung banyak mineral. Jaringan tulang tersusun oleh
sel-sel tulang yang disebut osteosit. Osteosit ini terdapat pada lakuna dan dibentuk oleh osteoblas.

Matriks penyusun jaringan tulang mengandung kolagen dan kalsium fosfat sehingga membuat struktur
jaringan ini menjadi sangat keras. Jika dilihat dengan mikroskop, jaringan tulang tersusun atas unit-unir
yang memiliki pembuluh darah. Pembuluh darah inilah yang menjadi penyupai zat makanan bagi
pertumbuhan tulang dan saraf.

Jaringan tulang berfungsi untuk menyokong tubuh, alat gerak, dan pelindung organ dalam tubuh.

c.jaringan darah

Jaringan darah adalah jaringan ikat yang wujudnya berupa cairan. Jaringan darah dikatakan
termasuk jaringan ikat karena ia mempunyai matriks ekstraseluler yang bernama plasma darah. Matriks
tersebut merupakan kriteria yang membedakan jaringan ikat dengan jaringan penyusun tubuh lainnya.

Secara umum, jaringan darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping
darah (trombosit), dan plasma darah. Sementara, fungsi jaringan ini bagi tubuh di antaranya sebagai
media untuk membawa sari-sari makanan, oksigen, hormon, sisa-sisa hasil metabolisme, serta
mencegah infeksi.
d.jaringan limfa

Jaringan limfa (getah bening) adalah jaringan ikat yang tersusun oleh serat retikuler dan
makrofag dan berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dan mengangkut cairan jaringan, lemak,
protein,garam mineral, dan zat-zat lain ke pembuluh darah. Jaringan ini terdapat pada beberapa organ,
seperti timus, tonsil, kelenjar limfa, dan limfa.

3)jaringan otot

Jaringan otot adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel otot (serat otot) dan miofibril (serabut
halus). Penyusun jaringan otot mengandung filamen aktin dan miosin, dua jenis protein kontraktil yang
memungkinkan jaringan otot menjalankan fungsinya sebagai jaringan yang dapat berkontraksi,
memanjang dan memendek

a.jaringan otot polos

jaringan otot polos adalah jaringan otot bersifat involunter yang terletak di dinding organ-organ
dalam tubuh, seperti saluran organ pencernaan manusia, organ pernapasan, reproduksi, pembuluh
darah, dan saluran ekskresi. Gerakan otot polos tidak dapat dikendalikan oleh kesadaran karena hanya
dipersyarafi oleh sistem syaraf otonom. Karena bekerja di luar kesadaran, aktivitas gerak otot ini tidak
akan menimbulkan rasa lelas, sekalipun dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Jaringan otot polos memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri
ciri jaringan otot polos tersebut yaitu:

1. Sel pada jaringan berbentuk gelendong dan melancip di kedua ujungnya.


2. Memiliki sebuah nukleus di bagian tengah selnya.
3. Serabut halus yang melintang pada jaringan tidak terlihat.
4. Bekerja secara tidak sadar sehingga termasuk jenis otot involunter.
5. Bereaksi lambat, namun bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.
b)jaringan otot lurik

Jaringan otot lurik adalah jaringan otot bersifat volunter yang terletak melekat di bagian rangka.
Oleh karena itu, jenis jaringan otot ini juga kerap disebut jaringan otot rangka. Otot lurik bekerja di
bawah pengaruh kesadaran, oleh karena itu ia tidak mampu bekerja lama karena akan menimbulkan
rasa lelah. Selain untuk menggerakan tulang dan sistem rangka, fungsi otot lurik juga terkait dengan
sarana pelindung rangka dari benturan luar dan tempat melekarnya jaringan lemak.

Jaringan otot lurik memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri
ciri jaringan otot lurik tersebut yaitu:

1. Sel pada jaringan berbentuk silindris memanjang dan kedua ujungnya tidak bercabang.
2. Memiliki banyak nukleus di bagian sisi tepi selnya.
3. Serabut halus yang melintang pada jaringan terlihat, tapi tidak jelas.
4. Bekerja secara sadar sehingga termasuk jenis otot volunter.
5. Bereaksi cepat, namun dapat menimbulkan rasa lelah.

c)jaringan otot jantung

jaringan otot jantung adalah jaringan otot bersifat involunter yang hanya dapat ditemukan di
jantung. Jaringan otot jantung memiliki struktur yang mirip dengan otot lurik, tapi memiliki mekanisme
kerja seperti otot polos. Jaringan otot ini bekerja di luar kesadaran karena gerakannya dipengaruhi oleh
sel syaraf otonom, oleh karena itu jantung kita tidak pernah lelah, meski berpuluh-puluh tahun terus
bergerak memompa darah ke seluruh tubuh.

Jaringan otot jantung memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain.
Ciri ciri jaringan otot jantung tersebut yaitu:

1. Sel pada jaringan berbentuk silindris memanjang dengan kedua ujungnya bercabang.
2. Memiliki satu nukleus di bagian tengah selnya.
3. Serabut halus yang melintang pada jaringan terlihat jelas.
4. Bekerja secara tidak sadar sehingga termasuk jenis otot involunter.
5. Bereaksi sedang, namun bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.
4.jaringan saraf

Jaringan saraf adalah jaringan yang hanya terdapat pada manusia dan hewan. Jaringan ini
berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan) yang diterima sistem syaraf tepi menuju
sistem syaraf pusat, dan sebaliknya.

sistem saraf pada hewan tingkat tinggi dan manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sistem
saraf pusat yang terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak; serta sistem saraf tepi yang
terdiri dari sistem saraf somatik (sistem indra) dan sistem saraf otonom (sistem saraf di luar
kesadaran).

Keduanya saling terhubung untuk dapat berfungsi sebagai sebuah sistem koordinasi, mulai dari
menerima informasi dalam bentuk rangsangan (stimulus), memproses informasi yang diterima,
dan memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.

Struktur Sel Saraf

Sistem saraf, baik yang berupa sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi, tersusun atas
jaringan-jaringan saraf. Jaringan saraf tersebut tersusun lagi oleh jutaan sel saraf dengan struktur
yang sama. Sel saraf inilah yang dinamakan neuron.

Neuron atau sel saraf adalah sel yang berbeda dengan sel-sel pada jaringan penyusun
tubuh lainnya. Terdapat ciri spesifik yang dimilikinya yaitu adanya penjuluran sitoplasma yang
panjang, serta adanya komponen penyusun lain seperti dendrit dan akson.

1. Badan Sel
Badan sel adalah komponen sel syaraf yang berukuran paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus (inti
sel) dan sitoplasma yang memanjang dan bercabang. Badan sel berfungsi sebagai penerima impuls
(rangsangan) dari cabang sitoplasma yang bercabang (dendri) menuju ke akson.

2. Inti Sel (Nukleus)


Inti sel adalah inti dari sel saraf yang berfungsi sebagai regulator segala kegiatan yang terjadi di sel saraf.
Intisel berada di tengah badan sel, mengambang di antara sitoplasma.

3. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan sel yang mengandung protein tinggi. Sitoplasma dibungkus atau diselubungi
oleh sel neurologia yang juga membantu sel dalam memperoleh suplai makanan.

4. Dendrit
Dendrit adalah sekumpulan serabut sel saraf pendek yang bercabang-cabang halus dan merupakan
perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi sebagai penerima impuls dan menyampaikan impuls yang
diterimanya menuju badan sel.
5. Neurit (Akson)
Neurit atau akson adalah sebuah serabut sel saraf panjang yang merupakan perluasan dari badan sel.
Akson berfungsi untuk mengirimkan impuls yang telah diolah badan sel menuju sel saraf lainnya melalui
sinapsis. Akson dilindung oleh selubung meilin. Selubung ini berupa selaput berbahan lemak yang
berfungsi melindungi akson dari kerusakan.

6. Sel Schwann
Pada beberapa vertebrata, akson pada sel sarafnya diselubungi oleh sel schwann. Sel schwann adalah
sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai makanan bagi metabolisme akson dan
membantu regenerasi akson. Antara satu sel schwan satu dengan sel schwann lainnya terdapat
pengubung yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman (transmisi) impuls menuju sinapsis.
Penghubung ini bernama nodus rainver.

7. Sinapsis
Sinapsis adalah ujung dari akson yang berfungsi untuk meneruskan impuls menuju ke neuron lainnya.
Sinapsis dari satu neuron akan terhubung dengan dendrit dari neuron lainnya. Transmisi impuls
dilakukan dengan mengeluarkan bahan kimia yang bernama neurotransmitter sebagai impuls baru bagi
dendrit di neuron lainnya.

Neurotransmitter dihasilkan oleh kantong yang terdapat di ujung akson, bernama bulbus akson.
Neurotransimitter sendiri berupa campuran asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam
penyampaian impuls saraf dari sinapsis.

Jenis Jenis Sel Saraf

Berdasarkan cara kerjanya dalam mengirim impuls dan posisinya dari sel lain, sel saraf dapat diberdakan
menjadi 3 jenis. Jenis-jenis sel saraf tersebut yaitu sel saraf sensorik (neuron sensori), sel saraf
penghubung (neuron intermediat), dan sel saraf motorik (neuron motor).

1. Sel Saraf Sensorik (Neuron Sensori)


Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang berfungsi menyampaikan impuls (rangsangan) dari reseptor
(penerima rangsangan) menuju ke sel saraf penghubung atau sistem saraf pusat (sumsum tulang
belakang dan otak). Sel saraf ini memiliki badan sel yang saling bergerombol membentuk ganglion dan
sambung menyambung menuju sumsum tulang belakang.

2. Sel Saraf Penghubung (Neuron Intermediat)


Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang membentuk rantai penghubung antara sel saraf sensorik dan
sistem saraf pusat, atau antara saraf pusat dengan sel saraf motorik. Sel saraf penghubung terdapat
hampir di seluruh bagian tubuh dan menjadi lintasan impuls bagi koordinasi saraf. (Baca selengkapnya :
Bagian Bagian Otak dan Fungsinya)
3. Sel Saraf Motorik (Neuron Motor)

Sel saraf motorik adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan impuls berupa perintah dari
sistem saraf pusat menuju ke jaringan otot dan kelenjar untuk melakukan respon