Anda di halaman 1dari 2

Indikator Kesiapsiagaan

Untuk mengukur upaya yang dilakukan dalam membangun kesiapsiagaan maka perlu

ditetapkan indikator. Indikator merupakan penanda yang menunjukkan apakah standar telah

dicapai. Indikator memberikan cara mengukur dan mengkomunikasikan dampak, atau hasil

dari suatu program, sekaligus juga proses, atau metode yang digunakan. Menurut UNISDR

(2014) Indikator kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang di tujukan untuk semua

cluster di pemerintah baik dicluster kesehatan, Keamanan, evakuasi, logistik, dan lain-lain

dapat terlihat melalui langkah-langkah kesiapsiagaan berikut ini :

a. Pengkajian dan penilaian hazard, risiko, Kerentanan, dan bahaya bencana.


Kesiapsiagaan seseorang atau stalkholder tertentu tercermin dari kemampuan

melakukan penilaian ancaman di daerah sekitarnya, penilaian resiko terjadinya

bencana, serta penilaian bahaya-bahaya yang kemungkina muncul sesuai dengan

karakteristik ancaman atau bencana yang terjadi di daerah tersebut. Kemampuan

penilaian dan pengkajian ini sangat menentukan kesiapan dalam menghadapi

bencana.
b. Disaster palaning
Adanya suatu perencanaan penanggulangan bencana nmerupakan salah satau

bentuk atau tanda bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana telah

dilakukan. Dengan adanya perencanaan penanggulangan bencana, akan sangat

mempermudah semua pihak dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana,

disamping itu perencanaan penanggulangan bencana ini akan mengarahkan semua

elemen yang terkait untuk melakukan tindakan atau kegiatan yang dapat mengurangi

berbagai dampak saat bencana terjadi.


c. Program pencegahan bencana
Program-program pencegahan yang dimaksudkan adalah kegiatan- kegiatan yang

dapat dilakukan untuk menekan bahaya yang lebih besar saat terjadi bencana.

Tindakan-tindakan tersebut misalnya melakukan peringatan dini kepada masyarakat

terkait bencana yang akan terjadi, melakukan pemetaan jalur evakuasi jika terjadi

bencana, dan lain-lain


d. Sosilasi kebencanaan
Sosialisasi kebencanaan adalah suatu program pendidikan masyarakat untuk

memberikan informasi terkait manajemen bencana khususnya terkait kesiapsiagaan,

misalnya hal-hal yang dapat dilakukan secara mandiri saat terjadi bencana,

memberikan pengetahuan terkait bahaya bencana, informasi terkait kawasan-

kawasan yang rawan bencana, dan lain-lain


e. Pelatihan dan simulasi
Pelaksanaan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana merupakan cerminan

dari kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Pelatihan dan simulasi manajemen

bvencana harus dilakukan sesuai dengan karakteristik bencana yang beresiko terjadi

disuatu daerah. Pelatihan dan simulasi bencana juga harus dilakukan oleh semua

stalkholder baik secara mandiri maupun latihan dan simulasi secara gabungan.
f. Pendataan kesiapan sumberdaya
Pendataan tenaga atau personil yang siap dalam menghadapi bencana adalah salah

satu bentuk kegiatan yang mencerminkan kesiapsiagaan dalam menghadapi

bencana.
g. Manajemen informasi
Sistem informasi dalam manajemen bencan juga hal yang mencerminkan adanya

kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, pemberian informasi dari daerah di

tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi terkait informasi-informasi

kebencanaan adalah hal yang sangat penting dalam manajemen bencana,

disamping itu pemberian informasi juga akan membangun koordinya lintas sektor

sesuai dengan peran masing-masing sehingga terjadi kesinergisan pelaksanaan

penanggulangan bencana di semua sektor.


h. Evalusi komponen kesiapsiagaan
Evaluasi dan pemeriksaan ulang terkait semua elemen dalam manajemen bencana

seperti jumlah tenaga yang siap, sarana prasana, kebutuhan pelatihan dan simulasi,

dan lain-lain adalah bentuk kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana