Anda di halaman 1dari 18

Instalasi Penerangan 1 Fasa DAN DAYA

1. Tujuan

1) Peserta dapat mengetahui dan mengenal fungsi tiap komponen instalasi penerangan

2) Peserta mampu memahami pengukuran tiap komponen instalasi yang digunakan

3) Peserta mampu membaca gambar dan menerapkanya dalam pekerjaan instalasi

4) Peserta terampil dalam pemasangan instalasi dengan saklar tukar

5) Peserta dapat mengukur tahanan isolasi dalam instalasi penerangan

6 ) peserta dapat mengukur tegangan listrik

7 ) peserta dapat mengoperasikan instalasi listrik sesuai dengan fungsinya

2. Waktu

Ujian praktek uji kompetensi dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 21/11/2014, jam ke 4-7

3. Perlengkapan K3 , Alat dan Bahan

Perlengkapan K3 :

Helm kerja
Sarung tangan
Kacamata pelindung
Sepatu safety
masker

a) Tang kombinasi : 1buah

b) Obeng (+) dan (-) : 1 buah

c) Kabel NYA 2,5 mm : Secukupnya

d) Test Pen : 1 buah

e) Megger : 1 buah
f) AVO METER : 1 buah

g) Saklar tukar : 2 buah

h) Stop kontak : 1 buah

i) Fitting : 1 buah

j) Lampu : 1buah

k) Box MCB : 1 buah

l) MCB 1 fasa : 1 buah

m) Pipa PVC : Secukupnya

n) T dos : 1 buah

m) Cross dos : 1 buah

n) Klem / Sengkang : Secukupnya

o) Knie : 1 Buah

p) Paku sekrup : Secukupnya

q) lass doop : secukupnya

4. Dasar Teori

Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam suatu rangkaian instalasi
listrik. Dalam pemasangan instalasi listrik banyak macamnya, untuk memudahkan bagi siswa / instalatir
komponen tersebut dikelompokan :

1. Bahan Penghantar

2. Kotak Kontak

3. Fiting

4. Saklar

5. Pengaman

6. Peralatan Pelindung

Komponen instalasi listrik yang akan dipasang pada instalasi listrik, harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
1. Keandalan, menjamin kelangsungan kerja instalasi listrik pada kondisi normal.

2. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin keamanan system instalasi listrik.

3. Kontinuitas, komponen dapat bekerja secara terus menerus pada kondisi normal.

a. MCB 1 FASA

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah yang mempunyai peran
sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi dalam instalasi listrik bila terjadi beban
lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit ataukorsleting). Dasar pemilihan rating arus MCB yang
ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan besarnya langganan daya listrik PLN yang
terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar langganan listrik perumahan sesuai rating arus dari
MCB yang diproduksi untuk pasar dalam negeri.

Tabelnya seperti ini:


Rating Arus Miniature Circuit Breaker Daya Listrik PLN
2A
450VA
4A 900VA 6A
1300VA
10A 2200VA 16A
3300VA

MACAM - MACAM MCB

Ada dua type MCB yaitu yang 1 Phase , dan 3 Phase


Merek 2 yang beredar ada Meril Gerin,ABB dan lain lain.
Miniature Circuit Breaker (MCB) berfungsi sebagai peralatan pengaman terhadap gangguan hubung
singkat dan beban lebih yang mana akan memutuskan secara otomatis apabila melebihi dari arus
nominalnya

elemen penting MCB yaitu :


1. Terminal trip (Bimetal)
2. Elektromagnetik trip (coil)
3. Pemadam busur api
4. Mekanisme pemutusan
Sifat dari MCB adalah :

a) Arus beban dapat diputuskan bila panas yang ditimbulkan melebihi dari panas yang di Izinkan

b) Arus hubung singkat dapat diputuskan tanpa adanya perlambatan

c) Setelah dilakukan perbaikan , maka MCB dapat digunakan kembali

Beberapa kegunaan MCB :

a) Membatasi Penggunaan Listrik

b) Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )

c) Mengamankan Instalasi Listrik

d) Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi
kerusakan instalasi listrik
Keterangan :

1. Tuas aktuaror operasi On-Off

2. Mekanisme Actuator

3. Kontak penghubung

4. Terminal Input-Output

5. Batang Bimetal

6. Plat penahan & penyalur busurapi

7. Solenoid / Trip Coil

8. Kisi-kisi pemadam busur api

b. Sekering

Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen yang berfungsi sebagai
pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkat listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri
dari sebuah kawat halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang
berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik /
Elektronika. Dengan putusnya Fuse (sekering) tersebut, Arus listrik yang berlebihan tersebut tidak dapat
masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehingga tidak merusak komponen-komponen yang terdapat
dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan.

Fuse (Sekering) terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan Rangkaian Elektronika /
Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila Fuse (Sekering) tersebut terputus maka akan terjadi
Open Circuit yang memutuskan hubungan aliran listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke
dalam Rangkaian yang dilindunginya.

Berikut ini adalah Simbol Fuse (Sekring) dan posisi pemasangan Fuse secara umum:
Bentuk Fuse (Sekering) yang paling sering ditemukan adalah berbentuk tabung (silinder) dan Pisau
(Blade Type). Fuse yang berbentuk tabung atau silinder sering ditemukan di peralatan listrik Rumah
Tangga sedangkan Fuse yang berbentuk Pisau (blade) lebih sering digunakan di bidang Otomotif
(kendaraan bermotor).

Nilai Fuse biasanya tertera pada badan Fuse itu sendiri ataupun diukir pada Terminal Fuse, nilai Fuse
diantaranya terdiri dari Arus Listrik (dalam satuan Ampere (A) ataupun miliAmpere (mA) dan Tegangan
(dalam satuan Volt (V) ataupun miliVolt (mV).

Dalam Rangkaian Eletronika maupun Listrik, Fuse atau Sekering ini sering dilambangkan dengan
huruf F.

c. Saklar

Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk menghubungkan dan
memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak macam dan jenisnya
misalnya: untuk keperluan instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi tenaga dan banyak lagi
jenisnya. Sebagai pengetahuan dasar cukup mengenai beberapa macam yang dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari: di rumah, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.
Saklar ada yang dipasang di luar tembok dan ada pula yang dipasang did alam. Saklar yang dipasang di
dalam tembok harganya lebih mahal, tetapi lebih banyak yang menyukai sebab tampak lebih bersih
dindingnya karena pipanya tidak tampak, sehingga tidak mengganggu pemandangan.

SAklar yang digunakan :

1) Saklar tunggal (lihat gambar 1)Saklar Ini berfungsi untuk menghubungkan/memutuskan suatu
hantaran.

2) Saklar seri/deret (lihat gambar 2)Saklar seri ini gunanya untuk memutuskan dan menghubungkan
dua buah kelompok lampu secara bergantian.
Misalnya:
Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang terdapat pada taman dapat hidup sendiri-
sendiri atau seluruhnya dihidupkan pada waktu bersamaan.

3) Saklar tukar/hotel (lihat gambar 3)Saklar tukar/hotel ini digunkaan apabila kita menghendaki
melayani satu lampu dari dua tempat atau lampu menyala secara berurutan.
Misalnya:
Pada lorong-lorong dalam kamar yang dua pintu dan tangga pada rumah bertingkat, maka kita pakai dua
buah saklar tukar.
d. Stop kontak

Stop kontak merupakan material instalasi listrik yang berfungsi sebagai muara penghubung antara arus
listrik dengan peralatan listrik. Di bawah ini adalah gambar stop kontak out bow yang dipasang di luar
tebok (tidak ditanam di dalam tembok) dan memiliki beberapa colokan sehingga sering disebut
terminal.

Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara
hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka
diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.

Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

- Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk
menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil.
- Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng
logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya
digunakan untuk daya yang lebih besar.
Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:
- Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.
- Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada
saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

Penghantar ialah :
- Benda logam atau bukan logam yang bersifat menyalurkan arus listrik
- Kawat/pilinan kawat yang cocok digunakan untuk menyalurkan arus
listrik .
2) Kabel ialah :
- Rakitan satu penghantar atau lebih, baik penghantar pejal atau berupa
pintalan, masing -masing dilindungi dengan isolasi, keseluruhannya
dilengkapi dengan selubung pelindung bersama.
3) Kabel instalasi ialah :
- Kabel yang dimaksudkan untuk instalasi tetap
4) Kabel fleksibel ialah :
- Kabel yang karena sifat penghantar, isolasi dan selubung yang fleksibel
dimaksudkan untuk dihubungkan dengan perlengkapan listrik yang dapat
dipindah-pindahkan dan atau bergerak.
5) Kabel Tanah ialah :
- Semua jenis penghantar berisolasi dan berselubung yang karena sifat
isolasinya dan selubungnya boleh dipasang pada atau di dalam tanah,
termasuk di dalam air.
b. Persyaratan Penghantar :
1) Bahan penghantar, isolasi dan selubung harus memenuhi syarat sesuai
dengan penggunaannya.
2) Telah diperiksa dan diuji oleh LMK.
c. Ukuran penghantar
Dinyatakan dalam ukuran luas penampang intinya dan satuannya adalah mm2, ukuran
luas penampang nominal kabel, penghantar tak berisolasi seperti pada tabel 1 di
bawah. Di PUIL tercantum pada tabel 1.
Tabel 1. Luas Penampang Nominal Kabel dan Kabel Tanah Instalasi Tetap dari
Alumunium dan Tembaga.
Bentuk Kabel Ukuran

Berbentuk Pejal Bulat 0,75 ; 1,0 ; 2,5 ; 4 ; 6 ; 10 ; 16


Berbentuk dipilin bulat 0,75 ; 1,0 ; 1,5 ; 2,5 ; 4 ; 6 ; 10 ; 16
; 25 ; 35 ; 50 ; 70 ; 95 ; 120 ; 150 ;
185 ; 240
; 300 ; 400 ; 500 ; 630 ; 800 ; 1000
Berbentuk Dipilin Bulat Dipadatkan 25 ; 35 ; 50 ; 70 ; 95 ; 120 ; 150 ;
185 ;
240 ; 300 ; 400 ; 500 ; 630
Penghantar Bulat terdiri dari ; 1000 ; 1200
Sektor- sektor

Selain ukuran luas penampang maka jenis isolasi kabel juga perlu mendapat
perhatian dalam hal pemasangan atau penggnatian kabel. Penggunaan kabel harus
sesuai dengan jenis konstruksi dan isolasi kabel baik untuk kabel instalasi dan
kabel fleksibel.
Tabel 2. Daftar Konstruksi Kabel Instalasi dan Penggunaannya
Tegangan Luas
Jenis Kabel Nominal Jumlah Inti Penampang Penggunaan
Thermo Plastik Untuk pasangan
NYFA , NYFAF 230/400 V 1 , 3 dan 4 tetap di dalam dan
NYFAZ, NYFAD 0,5 dan 0,75 pada lampu
2 dan 3

Thermo Plastik Untuk pasangan


tahan Panas sampai 230/400 V 1 , 3 dan 4 0,5 1,0 tetap di dalam dan
0 pada lampu
150 C NYFAw ,
2 dan 3 0,5 dan 0,75
NYFAFw NYFAZw ,
Dalam pipa yang
NYFADw
dipasang di atas
Kabel Rumah atau di dalam
plesteran. Atau
Thermo Plastik
Pasangan ter - buka
400/690 V 1 0,5 -- 400 pada isolator di atas
NYA dan NYAF
plesteran di atas
jangkauan tangan,
dalam alat listrik dan
lemari hubung bagi

Kabel Thermo
plastik khusus
NSYA NSYAF 400/690 V 1 1,5 -- 400 Sda
NSYAW
Hanya di dalam pipa
Kabel Lampu baja dalam udara
Tabung thermo atau di bawah
plastik plesteran. Dalam
4000 8000 1 1,5 lampu reklame dan
NYL kendaraan

Kabel thermo plastik Di dalam dan di


pipih bawah plesteran,
dalam kamar mandi
NYIF NYIFY 230/400 V 25 1,5 .. 2,5 dan di celah-celah
dinding tanpa
plesteran

Kabel gantung
thermo plasti k tahan 230/400 V 2 .. 4 0,75 Untuk lampu
panas gantung
NYPLY
Kabel Rumah Di atas, di dalam dan
Thermo Plastik di bawah plesteran
berselubung NYM 230/400 V 15 1,5 -- 3 5 dan juga pada kayu
dan NYM-O 23
Kabel thermo plastik Sda
berperisai logam
NYRAMZ 230/400 V 25 1 50

Jenis Kabel Tegangan Jumlah Inti Luas Penggunaan


Nominal Penampang

Kabel thermo plastik Sda


berperisai logam
berselubung thermo 300/500 2 51 1,5 25
plastik
NYRUZY
Kabel NYRUYr
tanah Kabel tenaga di
berisolasi dan dalam ruang,saluran
berselubung thermo 14 1,5 400 kabel, dan dio alam
plastik terbuka dan di
NYY NAYY 600/1200 V dalam tanah dengan
perlindungan

Kabel tanah Di dalm ruang,


berisolasi dan saluran kabel dan di
berselubung 600/1200 V 24 4 .. 400 bawah tanah untuk
thermoplastic 3 dan 4 25 400 instalasi industri dan
dengan perisai pita lemari penghubung
baja NYBY , NAYBY
Kabel tanah Di dalm ruang,
berisolasi dan saluran kabel dan di
berselubung bawah tanah untuk
thermoplastic instalasi ind ustri dan
dengan penghantar lemari penghubung
konsentrik
NYCY NYCWY
600/1200 V 2 .. 4 1,5 . 40

Kabel tanah
berisolasi dan Di atas, di dalam dan
berselubung di bawah plesteran
thermoplastic 14 1,5 -- 400 dan juga pada kayu
dengan perisai pita 600/1200V 25
baja NYFGbY 34
NYRGbY

Bentuk dari berbagai macam penghantar yang sering digunakan dan kegunaannya
yang lengkap lihat PUIL daftar 700-3 dan 700-4.

Tabel 3 Macam-macam penghantar dan kegunaannya


Kabel Instalasi Jenis Penggunaan
Untuk instalasi ruangan
kering :
NYA
Di dalam pipa dan
dipasang diatas atau
di bawah plesteran.
Dengan
NYAF menggunakan rol
NGA isolator dipasang
diatas plafon .
Untuk pemasangan di
dalam alat-alat listrik dan
lemari hubung bagi.
Tidak boleh digunakan :
Menempel langsung
pada plesteran, kayu
dan di dalam
plesteran.
Pada pemasangan
instalasi ruang
lembab, basah, di
alam terbuka, ruangan
dengan bahaya
kebakaran dan
ledakan.
Untuk instalasi ruangan
kering, lembab, basah,
dengan bahaya
NYM kebakaran yang dipasang
di atas, di dalam
plesteran dan di atas
kayu.
Pemasangan pada
ruangan dengan bahaya
ledakan harus
memperhatikan pengaruh
kimia & termis.
Kabel Fleksibel Jenis Penggunaan
Untuk alat tangan ringan
seperti pesawat radio,
NYZ
alat cukur dll yang
dipasang hanya pada
ruangan kering dengan
NYD
tekanan mekanis rendah.
Tidak digunakan untuk
peralatan listrik thermis.
untuk alat listrik domestik
seperti mesin cuci, lemari
NYMHY
es dll yang dipasang
didalam ruangan kering,
lembab sementara
dengan tekanan mekanis
sedang.
Tidak boleh untuk
perlengkapan listrik
thermis.
Untuk alat listrik dapur,
bengkel pertanian (
misalnya pemanas air
yang besar, lampu tangan
) dan alat - alat listrik
NMH
tangan, dengan tekanan
mekanis sedang dan
dipasang di ruang kering,
lembab.
Boleh dipasang ditempat
kerja dengan bahaya
kebakaran ( untuk
maksud pertanian, alam
terbuka ) menggunakan
penghantar dengan
penampang mulai
1,5mm2.
Tidak boleh
direnggangkan seperti
penghantar udara.
Untuk alat listrik ringan ini
misalnya setrika dengan
NSA
tekanan mekanis sedikit
dan dipasang diruang
kering.
Kabel Tanah Jenis Penggunaan
Untuk instalasi mesin
tenaga, lemari hubung
bagi dan instalasi industri
NYY yang dipasang di dalam
ruangan, saluran kabel,
NAYY
alam terbuka . Bila
diperkirakan tidak akan
terjadi kerusakan
mekanis.
Untuk pemasangan
dalam tanah yang
kemungkinan terjadi
kerusakan harus diberi
perlindungan .
Kabel Tanah Jenis Penggunaan
NYFGbY Untuk instalasi msin
tenaga, industri, lemari
NAYFGbY
hubung bagi yang
dipasang di dalam
ruangan, saluran kabel,
alam terbuka, dalam
tanah dengan gangguan
mekanis sedang.
Boleh dipasang di dalam
air/sungai bila tidak akan
terjadi gangguan gaya
tarik mekanis.
NYRGbY Untuk pemasangan
dalam tanah, di dalam
NAYRGbY
ruangan, saluran kabel
dan alam terbuka, bila
diisyaratkan
perlinduangan mekanis
yang lebih tinggi atau
tekanan tarik yang lebih
besar pada waktu
montase dan pada waktu
pembebanan.
Boleh dipasang didalam
air dan sungai, bila tidak
akan terjadi gangguan
gaya tarik mekanis.

Penghantar Telanjang Jenis Penggunaan

BCC

Digunakan untuk saluran


udara tegangan rendah,
menengah maupun tinggi.
AAC
AAAC
ACSR
5. Gambar Kerja

Gambar pengawatan tunggal

6. Langkah Kerja

1) Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu berdoa dengan keyakinan masing masing.

2) Pahami gambar yang akan dipraktikan.

3) Siapkan perlengkpan K3 dansemua alat dan bahan yang akan digunakan.

4) Pasang box sekering pada dinding/papan yang digunakan untuk praktikum.

5) Rangkailah / pasang pipa sesuai dngan gambar/instalasi yang sudah digambar.

6) Rangkailah dan masukkan kabel fasa dan netral kedalam pipa yang sudah dirangkai sesuai gambar.

7) Pada saat sambungan kabel dikotak percabangan, sambungkan kabel dengan sambungan pigtail
atau lass doop yang ada ulir bagian dalamnya.

Cara penyambungan kabel dengan cara sambungan pigtail:

a. Kupas kedua ujung kabel 10mm.

b. Letakkan kedua ujug kabel dalam posisi silang.


c. Putar kedua ujung kabel dengan menggunakan tang kombinasi agar mendapatkan sambungan
yang sempurna.

d. Potong dan rapikan ujung puntiran kabel dengan menggunakan tang potong

e. Sambungan pigtail dililitkan/dilapisi dengan benang wol.

f. Setelah dilapisi benang wol, sambungan pigtail ditutupi dengan lasdop agar sambungan tidak
terkena air atau sejenisnya.

8) pasang saklar tukar sesuai dengan gambar.

9 ) pasangkan kotak kontak sesuai gambar

10) Sambungkan kabel fasa dan netral pada fitting lampu yang telah dipasang.

11 ) uji tahanan isolasi kabelnya dengan menggnakan megger.

12 ) Laporkan hasil praktek ke dosen pembimbing

13 ) Beri tegangan pada MCB, dan siap dicoba/dicek pada kondisi saklar dan lampu yang terpasang di
fitting.

14) Setelah semuanya selesai, rapikan alat dan sisa bahan yang tidak digunakan.

7. Analisis Data.

lampu dapat dinyalakan oleh saklar tukar 1 dan dapat dimatikam oleh saklar 2,begitu pula
sebaliknya
penggunaan saklar tukar cocok untuk penggunaan saklar tangga

1. 7. TABEL DATA HASIL PERCOBAAN

A. Pengukuran Tanpa Tegangan

No. Hubungan Instalasi Hasil Pengukuran

Semua MCB OFF

1 L1 terhadap N 0

2 L1 terhadap PE 0

3 N terhadap PE 0
Semua MCB ON

1 L1 terhadap N 0

2 L1 terhadap PE 0

3 N terhadap PE 0

Keterangan :

0 = Tidak ada hubungan 1 = ada hubungan

B. Pengukuran Dengan Tegangan

No. Hubungan Instalasi Hasil Pengukuran

1 L1 terhadap N 230 VOLT AC

4 L1 terhadap PE 25 VOLT AC

7 N terhadap PE 0

5) Pengukuran tahanan isolasi menggunakan megger:

NO Kabel Nilai

a. Fasa + Netral Diatas 220 M

b. Fasa + Ground Diatas 220 M

c. Netral + Ground Diatas 220 M

8. Kesimpulan

a) Pada pemasangan MCB harap di perhatikan kabel input dan output

b) Penggunaan saklar tukar adalah untuk memudahkan menyalakan dan memadamkan lampu dari
tempat yang berbeda.

c)semakin besar tahanan isolasi pada sebuah penghantar maka tegangan tembusnya akan semakin kecil.