Anda di halaman 1dari 71

KETIKAN AKUNTANSI MANAJEMEN

TENTANG ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA:ALAT


PERENCANAAN MANAJERIAL

DISUSUN OLEH :

NAMA : 1. WIDYA SARI

2. YESI SUSILAWATI

3. DELTA PINOLA

KELAS : AKUNTANSI A

SEMESTER : VI

FAKULTAS : ILMU SOSIAL

MAKUL : AKUNTANSI MANAJEMEN

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI
TA. 2015/2016
BAB 16: ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA: ALAT PERENCANAAN
MANAJERIAL

Tujuan Belajar

Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan mampu:

1. Menentukan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas atau menghasilkan
target laba.
2. Menghitung jumlah pendapatan yang diperlukan untuk mencapai impas atau menghasilkan
target laba.
3. Menerapkan analisis biaya- volume- laba untuk multiproduk.
4. Membuat grafik laba- volume dan grafik biaya- volume- laba, serta menjelaskan artinya
masing-masing.
5. Menjelaskan dampak dari resiko, ketidakpastian, dan perubahan variabel terhadap analisis
biaya- volume- laba.
6. Mendiskusikan dampak dari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas terhadap analisis
biaya- volume- laba.

Skenario
Selama bertahun-tahun, teman-teman dan keluarga Janet Mcfarland mengagumi selai
dan saus buatannya Janet secara tradisional mengawetkan beberapa galon saus dalam kaleng,
mengisinya kedalam botol kecil yang dekoratif, membungkus, dan mengirimnya sebagai
hadiah, para temannya mengatakan: kau seharusnya menjual saus dan selai ini, kau akan
menghasilkan banyak uang!akhirnya, Janet memutuskan untuk mencoba melakukannya .
Pertama, ia memutuskan untuk berkonsentrsasi pada satu produk saus. Kaktus hijau
yang telah mendapat banyak pujian. Ia mencari sumber sumber pemasok botol kecil,
penutup botol, dan pembuat label. Selain itu Janet menghubungi kantor pengembang
pertanian di daerahnya. Mempelajari banyak hal mengenai peraturan yang berkaitan dengan
penjualan makanan. Satu hal yang mengejutkannya adalah bahwa ia diharuskan untuk
mendapat konfirmasi seorang ahli mengenai kandungan buatannya. Biasanya, Janet hanya
menambahkan sedikit bahan ini dan itu untuk menambahkan pembuatan sausnya sampai
menghasilkan rasa yang enak. Ia menemukan bahwa cara seperti yang dilakukannya itu tidak
akan diterima. Makanan harus diberi label yang mencantumkan nama dari setiap produknya,
sesuai dengan kandungannya. Tiba-tiba jenis ini apa yang digunakan dan beberapa bahannya
menjadi suatu hal yang penting. Janet membutuhkan resep ...untuk itu, ia menemui seorang
pakar kimia makanan professional untuk menganalisis resep dan...porsi bahan-bahan sausnya.
Janet mengunjungi sejumlah toko makanan dan toko hadiah di daerahnya.hanya Beberapa
toko bersedia kerja sama dengan sistem konsinyasi dan menempatkan beberapa botol di kasir.
Sementara beberapa toko lain menjamin tersedianya tempat memajang tetapi mengenakan
label untuk hal itu. Janet memperkirakan bahwa melakukan dengan ke toko-toko untuk
pemeriksaan penjualan dan persediaan, serta mengunjungi calon pelanggan akan memakan
waktu satu hari dalam seminggu.
Sebelum memulai produksi, Janet berkonsultasi dengan akuntan keluarganya, Bob
Ryan.
Janet: Bob, saya benar-benar bersemangat dengan peluang ini; segalanya tampak
berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Bob: saya turut gembira, Janet. Namun sebelumnya, mari kita lakukan beberapa
perencanaan. Saya perlu mempelajari perkiraanmu dalam hal biaya dan harga jualnya.
Janet: saya pikir saya bisa mengenakan harga $3,50 per botol. Ini produk baru dan
saya ingin membangun pasar untuk produk ini. Biaya-biayanya ada di lembar ini. Biayanya
tidak setinggi yang diharuskan karena saya akan mulai secara pelan-pelan dan memasak
sedikit demi sedikit saja dulu di dapur kami.
Bob: ( Setelah mempelajari angka-angkanya tersebut beberapa menit) Janet,
sadarkah anda bahwa dengan harga $3,50, dan dengan biaya variabel seperti ini, anda akan
rugi! Anda tidak boleh melakukannya.
Janet: Bagaimana jika saya menjual lebih banyak? Apakah akan membantu?
Bob : Tidak,hal tersebut malah akan membuatnya lebih buruk. Mari kita hitung
kembali dan melihat barang kali ada cara untuk menekan biaya variabel ini dan/atau
menaikkan harga. Jika tidak, lebih baik anda tidak terlibat dalam bisnis ini.

Pertanyaan
1. Jenis biaya variabel dan tetap apakah yang menurut anda akan menjadi dalam usaha Janet?
2. Dengan melihat penilaian awal Bob bahwa biaya variabel lebih tinggi daripada harga, apa
yang salah dengan pemikiran Janet bahwa menjual lebih banyak meerupakancara yang
tepat untuk terus maju?
3. Seberapa pentingkah analisi mencapai impas bagi suatu perusahan? Apakah menurut anda
perusahaan besar melakukan analisis mencari impas seperti juga perusahaan kecil ?
4. Mengapa konsep pencapaian impas penting? Bukankah Janet ingin menghasilkan laba?
5. Janet tidak tahu berapa harga yang dikenakan. Bagaimana ia dapat memperoleh pengertian
yang lebih baik?
Analisis biaya-volume-laba (cost-volume-profit analysis- CVP analysis) merupakan suatu
alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan keputusan. Oleh karena
analisis biaya-volume-laba (CVP) menekankan keterkaitan antara biaya kuantitas yang
terjual, dan harga. Maka semua informasi keuangan perusahaanterkandung di dalamnya.
Analisis CVP dapat menjadi suatu alat yang bermanfaat untuk mengidentifikasi cakupan dan
besarnya kesulitan ekonomi yang dihadapi suatu divisi dan membantu mencari
pemecahannya. Sebagai contoh, SAAB sedang berada dijurang keruntuhan pada tahun 1990
ketika General Motors membeli $50 persen saham perusahaan tersebut. Dalam kurun waktu
lima tahun, SAAB berhasil memotong biaya secara dramatis dan menurunkan titik impasnya
dari 130.000 mobil menjadi 80.000 mobil.

Analisis CVP dapat juga mengatasi banyak isu lainnya, seperti jumlah unit yang harus
dijual untuk mencapai impas, dampak pengurangan biaya tetap terhadap titik impas, dan
dampak kenaikan harga terhadap laba. Selain itu, analisis CVP. Memungkinkan para manajer
untuk melakukan analisis sensitivitas dengan menguji dampak dari berbagai tingkat harga
atau biaya terhadap laba.

Meskipun bab ini berkaitan dengan mekanika dan terminologi analisis CVP, namun anda
harus tetap ingat bahwa analisis CVP merupakan suatu bagian integral dari perencanaan
keuangan dan pengambilan keputusan. Setiap akuntan dan manajer harus mengenal seluruh
konsep-konsepnya, bukan hanya mekanikanya saja.

Tujuan 1

Menentukan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas atau menghasilkan target
laba.

Titik Impas dalam Unit

Karena kita tertarik untuk mengetahui bagaimana pendapatan, beban dan laba berperilaku
ketika volume berubah, adalah sesuatu yang lazim untuk memulai dengan menentukan titik
impas perusahaan dalam jumlah unit yang terjual. Titik impas (break- event point) adalah
titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya titik dimana laba sama dengan nol.
Untuk menemukan titik impas dalam unit kita memfokuskan pada laba operasi. Pertama kita
akan membahas cara untuk menentukan titik impas, dan kemudian melihat bagaimana
pendekatan kita dapat dikembangkan untuk menentukan jumlah unit yang harus dijual guna
menghasilkan laba yang ditargetkan.
Keputusan awal perusahaan dalam mengimplementasikan pendekatan unit yang terjual
pada analisis CVP adalah menentukan apa yang dimaksud dengan sebuah unit. Bagi
perusahaan manufaktur, jawabannya jelas. Procter & Gamble dapat mendefinisikan sebuah
unit sebagai satu batang sabun mandi merek Ivory. Di pihak lain, perusahaan jasa
menghadapi pilihan yang lebih sulit. Delta Airlines dapat mendefinisikan sebuah unit
sebagai mil penumpang atau sebagai satu kali perjalanan jacksonville Naval Supply Center,
yang menyediakan perlengkapan maritim industri, dan umum bagi kapal-kapal Angkatan
Laut Amerika Serikat yang berpangkalan di wilayah timur laut Florida dan Karibia,
mendefinisikan unit produktif untuk mengukur berbagai aktivitas yang terlibat dalam
pemberian jasa. Dengan cara tersebut, jasa yang lebih rumit dibebankan lebih banyak unit
produktif dari pada jasa yang tidak terlalu rumit, sehingga usaha jasa dapat distandardisasi.
Keputusan kedua terpusat pada pemisahan biaya menjadi komponen tetap dan variabel.
Analisis CVP memfokuskan pada berbagai faktor yang mempengaruhi perubahan dalam
komponen laba. Karena kita membahas analisis CVP dalam kerangka unit yang terjual, maka
kita perlu menentukan komponen tetap dan variabel dari biaya serta pendapatan yang
berkaitan dengan unit-unit. (Asumsi ini akan lebih longgar apabila kita menggabungkan
perhitungan biaya berdasarkan aktivitas ke dalam analisis CVP). Penting untuk disadari
bahwa kita sekarang ini memfokuskan pada perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu,
biaya-biaya yang sedang kita bicarakan adalah merupakan seluruh biaya dari perusahaan
manufaktur, pemasaran, dan administratif. Jadi, apabila kita menyebut biaya variabel, maka
yang kita maksudkan adalah semua biaya yang meningkat akibat lebih banyak unit yang
terjual, termasuk bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variabel, dan biaya
penjualan dan administratif variabel. Demikian juga, biaya tetap mencakup overhead tetap
dan beban penjualan dan administratif tetap.

Penggunaan laba operasi dalam analisis CVP


Laporan laba rugi merupakan suatu alat yang berguna untuk mengorganisasikan biaya-biaya
perusahaan kedalam kategori tetap dan variabel. Laporan laba rugi dapat dinyatakan sebagai
persamaan berikut:

Laba operasi = Pendapatan penjualan Beban variabel Beban tetap

Perhatikan bahwa kita menggunakan istilah laba operasi untuk menunjukkan laba atau
laba sebelum pajak penghasilan. Laba operasi (operating income) hanya mencakup
pendapatan dan beban dari operasional normal perusahaan. Kita akan menggunakan istilah
laba bersih (netincome) untuk menyatakan hasil dari laba operasi dikurangi pajak
penghasilan.
Setelah memiliki ukuran unit yang terjual, kita dapat mengembangkan persamaan laba
operasi dengan menyatakan pendapatan penjualan dan beban variabel dalam jumlah unit
dolar dan jumlah unit. Secara lebih spesifik, pendapatan penjualan dinyatakan sebagai harga
jual per unit dikali jumlah unit yang terjual, dan total biaya variabel adalah biaya variabel per
unit dikali jumlah unit yang terjual. Dengan demikian, persamaan laba operasi menjadi:

Laba operasi = (Harga x Jumlah unit terjual) (Biaya variabel per unit x Jumlah unit
terjual) total biaya tetap

Misalkan anda ditanya berapa jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas,atau
untuk menghasilkan laba nol. Anda dapat mnjawab pertanyaan tersebut dengan menetapkan
laba operasi sama dengan nol dan kemudian memecahkan persamaan laba operasi untuk
jumlah unit.
Sekarang mari kita gunakan contoh berikut mencari titik impas dalam unit. Anggaplah
bahwa Whittier Company memproduksi mesin pemotong rumput. Untuk tahun yang akan
datang, pengawas telah menyusun proyeksi laporan laba rugi berikut:

Penjualan (1.000 unit@$400) $400.000


Dikurangi: Beban variabel 325.000
Margin kontribusi $ 75.000
Dikurangi: Beban tetap 45.000
Laba operasi $ 30.000

Kita lihat bahwa untuk Whittier Company, harga adalah $400 per unit, dan biaya
variabel per unit adalah $325 ($325.000/1.000 unit). Biaya tetap adalah $45.000. Maka, pada
titik impas, persamaan laba operasi adalah sebagai berikut:
0 = ($400 x Unit) ($325 x Unit) - $45.000
0 = ($75 x Unit) $45.000
$75 x Unit = $45.000
Unit = 600
Dengan demikian, Whittier harus menjual 600 pemotong rumput untuk sekedar
menutupi semua beban tetap dan variabel. Suatu cara yang lebih baik untuk memeriksa
jawaban ini adalah dengan memformulasikan suatu laporan laba rugi berdasarkan 600 unit
yang terjual.

Penjualan (600 unit@ $400) $240.000


Dikurangi : Beban Variabel 195.000
Margin kontribusi $ 45.000
Dikurangi: Beban tetap 45.000
Laba operasi $ 0

Jelaslah, penjualan 600 unit menghasilkan laba nol.


Sebuah keunggulan penting dari pendekatan laba operasi adalah bahwa seluruh
persamaan CVP berikutnya diturunkan dari laporan laba rugi menurut perhitungan biaya
variabel. Akibatnya, Anda dapat memecahkan setiap persoalan CVP dengan menggunakan
pendekatan ini.

Jalan Pintas Untuk Menghitung Unit Impas


Kita dapat lebih cepat menghitung unit impas dengan menfokuskan pada margin kontribusi.
Margin kontribusi (contribution margin) adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya
variabel. Pada impas, margin kontribusi sama dengan beban tetap. Apabila kita mengganti
margin kontribusi perunit untuk harga dikurang biaya variabel per unit pada persamaan laba
operasi dan memperoleh jumlah unit, maka kita akan mendapatkan persamaan dasar impas
sebagai berikut:
Jumlah unit = Biaya Tetap/Margin Kontribusi Per Unit

Dengan menggunakan Whittier Company sebagai contoh, kita dapat melihat bahwa
margin kontribusi per unit bisa dihitung dengan salah satu dari dua cara berikut. Satu cara
adalah dengan membagi total margin kontribusi dengan unit yang terjual untuk
menghasilkan $75 per unit ($75.000/1.000). Cara kedua adalah dengan menghitung harga
dikurangi biaya variabel per unit. Dengan cara itu, hasilnya sama saja, yaitu $75 per unit
($400 - $325). Untuk menghitung jumlah unit impas Whittier Company, gunakanlah
persamaan dasar impas sebagai berikut:

Jumlah unit = $45.000/($400 - $325)


= $45.000/$75
= 600

Tentu saja, jawabannya sama persis dengan yang dihitung menggunakan laporan laba
rugi.

Penjualan dalam Unit yang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba


Meskipun titik impas merupakan informasi yang berguna, namun kebanyakan perusahaan
ingin memperoleh laba operasi lebih besar daripada nol. Analisis CVP menyediakan kita
suatu cara untuk menentukan berapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan target laba
tertentu. Target laba operasi dapat dinyatakan sebagai sebuah jumlah dolar (misalnya,
$20.000) atau sebagai suatu persentase dari pendapatan penjualan (contohnya, 15 persen dari
pendapatan). Baik pendekatan laba operasi maupun pendekatan margin kontribusi dapat
dengan mudah disesuaikan untuk mencari target laba.

Target Laba sebagai sebuah Jumlah Dolar. Anggaplah bahwa Whittier Company ingin
memperoleh laba operasi sebesar $60.000. Berapakah mesin pemotong rumput yang harus
dijual untuk mencapai hasil ini? Mari kita gunakan laporan laba rugi untuk mencari hasilnya:

$60.000 = ($400 x Unit) ($325 x Unit) - $45.000


$105.000 = $75 x Unit
Unit = 1.400

Jika kita menggunakan persamaan dasar impas, kita hanya perlu menambahkan target
laba sebesar $60.000 pada biaya tetap dan langsung menemukan jumlah unit:

Unit = ($45.000 + $60.000)/($400 - $325)


Unit = $105.000/$75
Unit = 1.400

Whittier harus menjual 1.400 mesin pemotong rumput untuk menghasilkan laba operasi
sebesar $60.000. Laporan laba rugi berikut membuktikan hasil ini:
Penjualan (1.400 unit @$400) $560.000
Dikurangi: Beban Variabel 455.000
Margin kontribusi $105.000
Dikurangi: Beban tetap 45.000
Laba operasi $ 60.000

Cara lain untuk memeriksa jumlah unit ini adalah dengan menggunakan titik impas.
Seperti yang baru saja ditunjukkan, Whittier harus menjual 1.400 mesin pemotong rumput,
atau 800 lebih banyak dari volume impas 600 unit, untuk menghasilkan laba sebesar $60.000.
Margin kontribusi per mesin pemotong rumput adalah $75. Perkalian antara $75 dengan 800
unit mesin pemotong rumput di atas impas akan menghasilkan laba sebesar $60.000 ($75 x
800). Hasil ini menunujukkan bahwa margin kontribusi per unit untuk setiap unit di atas
impas adalah sama persis dengan laba per unit. Karena titik impas telah dihitung, maka
jumlah mesin pemotong rumput yang akan dijual untuk menghasilkan laba operasi $60.000
dapat dihitung dengan membagi margin kontribusi per unit ke dalam target laba dan
menambahkan hasilnya dengan volume impas.
Secara umum, dengan mengasumsikan bahwa biaya tetap tidak berubah, dampak
terhadap laba perusahaan yang dihasilkan dari perubahan jumlah unit yang terjual dapat
dinilai dengan mengalikan margin kontribusi per unit dengan perubahan unit yang terjual.
Sebagai contoh, jika 1.500 mesin pemotong rumput, bukan 400 yang terjual, maka berapa
jumlah laba yang akan diperoleh? Perubahan dalam unit yang terjual adalah suatu kenaikan
sebanyak 100 mesin pemotong rumput, dan margin kontribusi per unit adalah $75. Dengan
demikian, laba akan meningkat sebesar $7.500 ($75 x 100).

Target Laba sebagai suatu Persentase dari Pendapatan Penjualan anggaplah bahwa
Whittier Companyingi mengetahui jumlah mesin pemotong rumput yang harus dijual untuk
menghasilkan laba yang sama dengan 15 persen dari pendapatan penjualan. Pendapatan
penjualan adalah harga dikalikan dengan kuantitas yang terjual. Jadi, target laba operasi
adalah 15 persen dari harga dikalikan dengan kuantitas. Dengan menggunakan laporan laba
rugi (yang lebih sederhana dalam kasus ini), diperoleh:

0,15 ($400) (Unit) = ($400 x Unit) ($325 x Unit) $45.000


$60 x Unit = ($400 x Unit) ($325 x Unit) $45.000
$60 x Unit = ($75 x Unit) $45.000
$15 x Unit = $45.000
Unit = 3.000

Apakah volume sebanyak 3.000 mesin pemotong rumput menghasilkan laba yang sama
dengan 15 persen dari pendapatan penjualan? Untuk 3.000 mesin pemotong rumput, total
pendapatan adalah $1,2 juta ($400 x 3.000). Disini laba dapat dihitung tanpa harus menyusun
laporan laba rugi yang formal. Ingat bahwa di atas impas, margin kontribusi per unit adalah
laba per unit. Volume impas adalah 600 mesin pemotong rumput. Jika 3.000 mesin pemotong
rumput terjual, maka ada 2.400 (3.000 600) mesin pemotong rumput diatas titik impas yang
terjual. Jadi, laba sebelum pajak adalah $180.000 ($75 x 2.400), yang merupakan 15 persen
dari penjualan ($180.000/$1.200.000).

Target Laba Setelah Pajak pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak
berperan. Ini disebabkan karena pajak yang dibayar atas laba nol adalah nol. Namun, ketika
perusahaan ingin mengetahui berapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba bersih
tertentu, maka diperlukan beberapa pertimbangan tambahan. Ingat kembali bahwa laba bersih
adalah laba operasi setelah pajak penghasilan dan bahwa angka target laba kita dinyatakan
dalam kerangka sebelum pajak. Dengan demikian, ketika target laba dinyatakan sebagai laba
bersih kita harus menambahkan kembali pajak penghasilan untuk memperoleh laba operasi.
Umumnya, pajak dihitung sebagai persentase dari laba. Laba setelah pajak dihitung
dengan mengurangkan pajak dari laba operasi (atau laba sebelum pajak).

Laba bersih = Laba Operasi Pajak Penghasilan


= Laba Operasi (Tarif Pajak x Laba Operasi)
= Laba Operasi (1Tarif Pajak)
Atau
Laba operasi = Laba Bersih/(1 Tarif Pajak)

Jadi, untuk mengonversi laba setelah pajak menjadi laba sebelum pajak, cukup membagi laba
setelah pajak dengan (1 Tarif pajak).
Misalkan Whittier Company ingin memperoleh laba bersih sebesar $48.750 dan tarif
pajaknya adalah 35 persen. Untuk mengonversi target laba setelah pajak menjadi target laba
sebelum pajak, selesaikanlah langkah-langkah berikut:

$48.750 = Laba Operasi (0.35 x Laba operasi)


$48.750 = 0,65 (Laba operasi)
$75.000 = Laba operasi

Dengan kata lain, jika tarif pajak adalah 35 persen, maka Whittier Company harus
menghasilkan $75.000 sebelum pajak penghasilan untuk memperoleh $48.750 setelah pajak
penghasilan3. Dengan pengonversian ini, kita sekarang dapat menghitung jumlah unit yang
harus dijual.

Unit = ($45.000 + $75.000)/ $75


Unit = $120.000/$75
Unit = 1.600

Mari periksa jawaban ini dengan menyusun laporan laba rugi berdasarkan penjualan
sebanyak 1.600 mesin pemotong rumput.
Penjualan (1.600 @ $400) $640.000
Dikurangi: Beban variabel 520.000
Margin kontribusi $120.000
Dikurangi: Beban tetap 45.000
Laba operasi $ 75.000
Dikurangi: Pajak penghasilan (tarif pajak 35%) 26.250
Laba bersih $ 48.750

Titik Impas Dalam Dolar Penjualan

Tujuan 2 .
Menetukan jumlah pendapatan yang diperlukan untuk mencapai impas atau menghasilkan target laba.

Dalam beberapa kasus ketika menggunakan analisis CVP, manajer mungkin lebih suka
menggunakan pendapatan penjualan sebagai ukuran aktivitas penjualan daripada unit yang
terjual. Suatu ukuran unit yang terjual dapat dikonversikan menjadi suatu ukuran pendapatan
penjualan hanya dengan mengalikan harga jual per unit dengan unit yang terjual. Sebagai
contoh, titik impas Whittier Company dihitung pada 600 mesin pemotong rumput. Karena
harga jual per unit mesin pmotong rumput adalah $400, maka volume impas dalam
pendapatan penjualan adalah $240.000 ($400 x 600).
Setiap jawaban yang dinyatakan dalam unit yang terjual dapat secara mudah dikonversi
menjadi suatu jawaban yang dinyatakan dalam pendapatan penjualan tetapi jawaban tersebut
dihitung secara lebih langsung dengan mengembangkan rumus terpisah untuk kasus
pendapatan penjualan. Dalam kasus ini, variabel yang penting adalah dolar penjualan,
sehingga pendapatan maupun biaya variabel harus dinyatakan dalam dolar, bukan unit.
Karena pendapatan penjualan selalu dinyatakan dalam dolar, maka pengukuran variabel tidak
menjadi masalah. Selanjutnya akan dibahas secara lebih mendalam mengenai biaya variabel
dan melihat bagaimana biaya tersebut dapat dinyatakan dalam ukuran dolar penjualan.
Untuk menghitung tiitik impas dalam dolar penjualan, biaya variabel didefinisikan
sebagai suatu persentase dari penjualan bukan sebagai sebuah jumlah per unit yang terjual.
Tampilan 16- 1 mengilustrasikan pembagian pendapatan penjualan menjadi biaya variabel
dan margin kontribusi. Dalam tampilan tersebut harga adalah $10 dan biaya variabel adalah
$6. Tentu saja, sisanya adalah margin kontribusi sebesar $4 ($10 - $6). Jika yang dijual
adalah 10 unit, maka total biaya variabel adalah $60 ($6 x 10 unit). Atau, karena setiap unit
yang dijual menghasilkan pendapatan sebesar $10 dan membutuhkan biaya variabel $6, maka
kita dapat mengatakan bahwa 60% dari setiap dolar pendapatan yang dihasilkan diakibatkan
oleh biaya variabel ($6/$10). Jadi, dengan memfokuskan pada pendapatan penjualan, kita
dapat memperkirakan total biaya variabel sebesar $60 untuk pendapatan $100 (0,60 x $100).
Angka 60 persen ini adalah rasio biaya variabel (variable cost ratio). Persentase ini
merupakan bagian dari setiap dolar penjualan yang harus digunakan untuk menutup biaya
variabel. Rasio biaya variabel dapat dihitung dengan menggunakan data total maupun data
per unit. Tentu saja, persentase dari dolar penjualan yang tersisa setelah biaya variabel
tertutupi adalah merupakan rasio margin kontribusi. Rasio margin kontribusi (contribution
margin ratio) adalah bagian dari setiap dolar penjualan yang tersedia untuk menutup biaya
tetap dan menghasilkan laba. Dalam
Tampilan 16-1 .
Hubungan Antara Pendapatan, Biaya Variabel, Margin Kontribusi, Dan Biaya Tetap

Tampilan 16-1, jika rasio biaya variabel adalah 60 persen dari penjualan, maka rasio margin
kontribusi haruslah sisanya 40 persen dari penjualan. Dari sini dapat dipahami bahwa
pelengkap rasio biaya variabel adalah rasio margin kontribusi. Bagian dolar penjualan yang
tersisa setelah biaya variabel tertutupi haruslah merupakan komponen margin kontribusi.
Sama seperti rasio biaya variabel yang dapat dihitung dengan menggunakan angka total
atau per unit, rasio margin kontribusi, yang sebesar 40 persen dalam tampilan tersebut, juga
dapat dihitung dengan kedua cara tersebut. Yaitu, yang satu dapat membagi total margin
kontribusi dengan total penjualan ($40/$100), atau yang satu dapat menggunakan margin
kontribusi per unit dibagi dengan harga ($4/$10). Tentu saja, jika rasio biaya variabelnya
diketahui, rasio ini dapat dikurangkan dari 1 untuk menghasilkan rasio margin kontribusi (1-
0,60 = 0,40).
Bagaimana dengan biaya tetap? Karena margin kontribusi merupakan pendapatan yang
tersisa setelah biaya variabel tertutupi, maka margin kontribusi tersebut pastilah merupakan
pendapatan penjualan yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan menyumbang laba.
Tampilan 16-2 menggunakan data harga dan biaya variabel yang sama dengan Tampilan 16-1
untuk menunjukkan dampak biaya tetap terhadap laba. Dalam hal ini terdapat tiga
kemungkinan: biaya tetap bisa sama dengan margin kontribusi; biaya tetap bisa lebih kecil
dari margin kontribusi; atau biaya tetap bisa lebih besar dari margin kontribusi. Panel A dari
tampilan 16-2 memperlihatkan biaya tetap yang sama dengan margin kontribusi. Tentu saja,
labanya sama dengan nol (perusahaan berada dalam keadaan impas). Panel B
memperlihatkan biaya tetap yang lebih kecil dari margin kontribusi. Dalam hal ini,
perusahaan menghasilkan laba. Terakhir, Panel C memperlihatkan biaya tetap yang lebih
besar dari margin kontribusi. Disini, perusahaan mengalami rugi operasi.
Sekarang mari kita kembali ke beberapa contoh berdasarkan Whittier Company untuk
mengilustrasikan pendekatan pendapatan penjualan. Disajikan kembali berikut ini adalah
laporan laba rugi berdasarkan perhitungan biaya variabel Whittier untuk 1.000 mesin
pemotong rumput.
Dolar Persentase Penjualan

Penjualan $400.000 100,00%


Dikurangi: Biaya Variabel 325.000 85,25
Margin kontribusi $ 75.000 18,75%
Dikurangi: Biaya tetap 45.000
Laba operasi $ 30.000

Perhatikan bahwa pendapatan penjualan, biaya variabel, dan margin kontribusi telah
dinyatakan dalam bentuk persentase dari penjualan. Rasio biaya variabel adalah 0,125
($325.000/$400.000); rasio margin kontribusi adalah 0,1875 (dihitung dari 1 0,8125, atau
$75.000/$400.000). Biaya tetap adalah $45.000. Berdasarkan informasi dalam laporan laba
rugi ini, berapakah pendapatan penjualan yang harus dihasilkan Whittier untuk mencapai
impas?

Laba operasi = Penjualan Biaya variabel Biaya tetap


0 = Penjualan Rasio biaya variabel x Penjualan) Biaya tetap
0 = penjualan (1 rasio biaya variabel) biaya tetap
0 = penjualan (1 0,8125) $45.000
Penjualan (0,1875) = $45.000
Penjualan = $240.000

Tampilan 16-2 .
Hubungan Antara Margin Kontribusi, Biaya Tetap, Dan Laba

Panel A: Biaya Tetap = Margin Kontribusi

Panel B: Biaya Tetap < Margin Kontribusi


Panel C: Biaya Tetap > Margin Kontribusi

Jadi, Whittier harus menghasilkan pembayaran sejumlah $240.000 untuk mencapai


impas. (Anda mungkin ingin memeriksa jawaban ini dengan menyusun laporan laba rugi
berdasarkan pendapatan sebesar $240.000 dan membuktikan bahwa laba sama dengan nol).
Perhatikan bahwa (1 0,8125) adalah rasio margin kontribusi. Kita dapat melewati beberapa
langkah dengan mengetahui bahwa penjualan (Rasio biaya variabel x penjualan) adalah
sama dengan penjualan x Rasio margin kontribusi.
Bagaimana dengan persamaan dasar impas yang digunakan untuk menentukan titik
impas dalam unit? Kita dapat juga menggunakan pendekatan tersebut dalam kasus ini. Ingat
kembali bahwa rumus titik impas dalam unit adalah:

Unit impas = Biaya tetap/(Harga Biaya variabel per unit)

Jika kita mengalikan kedua sisi persamaan dengan harga, maka sisi kiri akan sama
dengan pendapatan penjualan pada saat impas.

Unit impas x Harga = Harga x [(Biaya tetap/(Harga Biaya variabel per unit)]
Penjualan impas = Biaya tetap x [Harga /(Harga Biaya variabel per unit)
Penjualan impas = Biaya tetap x (Harga/Margin kontribusi)
Penjualan impas = Biaya tetap/Rasio margin kontribusi

Sekali lagi, dengan menggunakan data Whittier Company, dolar penjualan impas adalah
($45.000/0,1875), atau $24.000. Hasilnya sama dengan di atas, meskipun menggunakan
pendekatan yang sedikit berbeda.

Target Laba dan Pendapatan Penjualan


Pertimbangkan pertanyaan berikut: Berapakah pendapatan penjualan yang harus dihasilkan
Whittier untuk memperoleh laba sebelum pajak sebesar $60.000? (Pertanyaan ini mirip
dengan yang ditanyakan sebelumnya dalam hal unit, tetapi pertanyaannya sekarang adalah
langsung dalam hal pendapatan penjualan). Untuk menjawab pertanyaan tersebut
tambahkanlah target laba operasi sebesar $60.000 kepada biaya tetap $45.000 dan bagilah
dengan rasio margin kontribusi.

Penjualan = ($45.000 + $60.000)/$0,1875


= $105.000/0,1875
= $560.000

Whittier harus menghasilkan pendapatan $560.000 untuk mencapai target laba sebesar
$60.000. Karena impas adalah $240.000, maka penjualan tambahan sebesar $320.000
($560.000 - $240.000) di atas impas harus dihasilkan. Perhatikan bahwa perkalian antara
rasio margin kontribusi dengan pendapatan di atas impas menghasilkan laba sebesar $60.000
(0,1875 x $320.000). Di atas impas, rasio margin kontribusi merupakan rasio laba; karena itu,
rasio tersebut menggambarkan bagian dari setiap dolar penjualan yang dapat diperuntukkan
bagi laba. Dalam contoh ini, setiap dolar penjualan yang diterima di atas impas akan
meningkatkan laba sebesar 0,1875.
Secara umum, dengan asumsi bahwa biaya tetap tidak berubah, rasio margin kontribusi
dapat digunakan untuk mengetahui dampak terhadap laba atas perubahan pendapatan
penjualan. Untuk memperoleh total perubahan dalam laba yang diakibatkan oleh perubahan
pendapatan, kalikan rasio margin kontribusi dengan perubahan dalam penjualan. Sebagai
contoh, jika pendapatan penjualan adalah $540.000, bukan $560.000, bagaimana
pengaruhnya terhadap laba yang diharapkan? Penurunan pendapatan penjualan sebesar
$20.000 akan mengakibatkan penurunan sebesar $3.750 (0,1875 x $20.000).

Membandingkan Kedua Pendekatan


Untuk pengaturan produk tunggal, pengubahan titik impas dalam unit menjadi impas dalam
pendapatan penjualan hanya merupakan masalah pengalian harga jual per unit dengan unit
yang terjual. Lalu, mengapa kita menggunakan rumus terpisah untuk pendekatan pendapatan
penjualan? Ada dua alasan untuk ini. Pertama, rumus pendapatan penjualan memungkinkan
kita untuk secara langsung mencari pendapatan dan jika hal tersebut yang dikehendaki.
Kedua, pendekatan pendapatan penjualan jauh lebih mudah untuk digunakan dalam
pengaturan multiproduk, seperti yang akan dibahas dalam bagian berikut.
Tujuan 3 .
Menerapkan analisis biaya-volume-laba untuk multiproduk.

Analisis Multiproduk

Analisis biaya-volume-laba cukup mudah ditetapkan dalam pengaturan produk tunggal.


Namun, kebanyakan perusahaan memproduksi dan menjual sejumlah produk atau jasa.
Meskipun kompleksitas konseptual dari analisis CVP lebih tinggi dalam situasi multiproduk,
namun pengoperasiannya tidak berbeda jauh. Mari kita lihat bagaimana mengatasi rumus-
rumus yang digunakan dalam pengaturan produk tunggal kedalam pengaturan multiproduk
dengan mengembangkan contoh Whittier Company.
Whittier Company telah memutuskan untuk menawarkan dua modal mesin pemotong
rumput: mesin pemotong rumput manual dengan harga jual $400 dan mesin pemotong
rumput otomatis dengan harga jual $800. Departemen pemasaran yakin bahwa sebanyak
1.200 mesin pemotong rumput manual dan 800 mesin pemotong rumput otomatis dapat dijual
selama tahun depan. Pengawasan perusahaan telah menyusun proyeksi laporan laba rugi
berikut berdasarkan ramalan penjualan.

Mesin Mesin
Manual Otomatis Total

Penjualan $480.000 $640.000 $1.120.000


Dikurangi: Beban Variabel 390.000 480.000 870.000
Margin kontribusi $ 90.000 $160.000 $ 250.000
Dikurangi: Beban tetap langsung 30.000 40.000 70.000
Margin produk $ 60.000 $120.000 $ 180.000
Dikurangi: Beban tetap umum 26.250
Laba operasi $ 153.750

Perhatikan bahwa pengawas telah memisahkan beban tetap langsung dari beban tetap umum.
Beban tetap langsung (direct fixed expenses) adalah biaya tetap yang dapat ditelusuri ke
masing-masing produk, dan akan hilang jika produk tersebut tidak ada. Beban tetap umum
adalah biaya tetap yang tidak dapat ditelusuri keproduk, dan akan tetap muncul meskipun
salah satu produk dieliminasi.

Titik impas dalam unit


Pemilik Whittier agak cemas terhadap penambahan lini produk baru dan ingin mengetahui
berapa banyak masing-masing model harus terjual untuk mencapai impas. Jika anda diberi
tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana tanggapan anda?
Salah satu tanggapan yang mungkin adalah dengan menggunakan persamaan yang telah
kita kembangkan sebelumnya di mana biaya tetap dibagi dengan margin kontribusi. Namun
persamaan ini menimbulkan beberapa masalah. Persamaan ini dikembangkan untuk analisis
produk tunggal. Untuk dua produk, terdapat dua margin kontribusi per unit. Mesin pemotong
rumput manual memiliki margin kontribusi per unit sebesar $75 ($400 - $325), dan mesin
pemotong rumput otomatis memiliki margin kontribusi sebesar $200 ($800 - $600).4
Salah satu pemecahan yang mungkin adalah dengan menerapkan analisis secara
terpisah ke masing-masing lini produk. Dengan cara itu, akan diperoleh titik impas individu
jika laba didefinisikan sebagai margin produk. Impas untuk mesin pemotong rumput manual
adalah sebagai berikut:

Unit Impas Mesin = Biaya tetap/(Harga Biaya variabel per unit)


Pemotong Rumput manual
= $30.000/$75
= 400 unit

Impas untuk mesin pemotong rumput otomatis adalah:

Unit impas mesin = Biaya tetap/(Harga Biaya variabel per unit)


Pemotong rumput otomatis = $40.000/$200
= 200 unit
Jadi, sebanyak 400 mesin pemotong rumput manual dan 200 mesin pemotong rumput
otomatis harus dijual untuk mencapai margin produk impas. Namun, margin produk impas
hanya menutup biaya tetap langsung; sementara biaya tetap umum masih belum menutupi.
Penjualan kedua mesin pemotong rumput dalam jumlah tersebut akan menimbulkan
kerugian sebesar biaya tetap umum. Belum ada titik impas perusahaan secara keseluruhan
yang di identifikasi. Bagaimanapun, biaya tetap umum masih harus diperhitungkan dalam
analisis.
Pengalokasian biaya tetap umum kemasing-masing lini produk sebelum menghitung
titik impas dapat mengatasi kesulitan ini. Permasalahan dalam pendekatan ini adalah bahwa
alokasi biaya tetap umum bersifat acak. Jadi, tidak ada volume impas yang tampak secara
langsung.
Pemecahan lainnya yang mungkin adalah dengan mengonversikan masalah
multiproduk menjadi masalah produk tunggal. Jika ini dapat dilakukan, maka seluruh
metodologi CVP produk tunggal dapat diterapkan secara langsung. Kunci dari konversi ini
adalah mengidentifikasi bauran penjualan bauran penjualan yang diharapkan, dalam unit dari
produk-produk yang dipasarkan. Bauran penjualan (sales mix) adalah kombinasi relatif dari
berbagai produk yang dijual oleh perusahaan.

Penentuan Bauran Penjualan. Bauran penjualan dapat diukur dalam unit yang terjual atau
dalam bagian dari pendapatan. Contohnya, jika Whittier berencana menjual 1.200 mesin
pemotong rumput manual dan 800 mesin pemotong rumput otomatis, maka bauran penjualan
dalam unit adalah 1.200:800. Biasanya, bauran penjualan diturunkan sampai bilangan bulat
terkecil. Jadi, bauran relatif 1.200 : 800 dapat diturunkan hingga 12:8 dan selanjutnya
menjadi 3:2. Dengan kata lain, untuk setiap tiga mesin pemotong rumput manual yang terjual,
ada dua mesin pemotong rumput otomatis yang terjual.
Alternatif lainnya,bauran penjualan juga dapat dinyatakan dalam persentase dari total
pendapatan yang dikontribusikan ole masing-masing produk. Pada kasus diatas, pendapatan
dari mesin pemotong rumput manual adalah $480.000 ($400 x 1.200), dan pendapatan dari
mesin pemotong rumput otomatis adalah $640.000($800 x 800). Mesin pemotong rumput
manual mencakup 42,86 persen dari total pendapatan dan mesin pemotong rumput otomatis
mencakup 57,14 persen sisanya mungkin hal ini terlihat seperti bahwa kedua bauran
penjualan adalah berbeda. Bauran penjualan dalam unit adalah 3:2: yaitu, dari setiap lima
mesin yang terjual 60 persen adalah mesin pemotong rumput manual dan 40 persen mesin
pemotong rumput otomatis. Namun bauran penjualan berdasarkan pendapatan adalah 42,86
persen untuk mesin pemotong rumput manual. Ada perbedaannya? Bauran penjualan dalam
pendapatan menggunakan bauran penjualan dalam unit dan memberikannya bobot menurut
harganya. Jadi, meskipun proporsi yang mendasari mesin yang terjual tetap 3:2, namun mesin
pemotong rumput manual yang harganya lebih rendah diberi bobot lebih ringan pada saat
harga dimasukkan dalam penghitungan. Untuk analisis CVP, kita harus menggunakan bauran
penjualan yang dinyatakan dalam unit.
Sejumlah bauran penjualan yang berbeda dapat digunakan untuk menetapkan volume
impas. Contohnya, bauran penjualan sebesar 2:1 akan menetapkan titik impas pada 550 mesin
pemotong rumput manual dan 275 mesin pemotong rumput otomatis. Total margin kontribusi
yang dihasilkan oleh bauran ini adalah $96.250[($75 x 550) + ($200 x 275)]. Demikian juga,
jika 350 mesin pemotong rumput manual dan 350 mesin pemotong rumput otomatis terjual
(untuk bauran penjualan 1.1), maka total margin kontribusi adalah juga $96.250 [($75 x 350)
+ ($200 x 350)]. Karena total biaya tetap adalah $96,250, maka kedua bauran penjualan
merupakan titik impas. Untunglah, setiap bauran penjualan tidak perlu dipertimbangkan.
Apakah Whittier dapat benar-benar mengharapkan bauran penjualan sebesar 2:1 atau 1:1?
untuk setiap dua mesin pemotong rumput manual yang terjual, apakah Whittier berharap
menjual satu mesin pemotong rumput otomatis? Atau untuk setiap mesin pemotong rumput
manual yang terjual, mampukah Whittier menjual satu mesin pemotong rumput otomatis?
Menurut studi pemasaran yang dilakukan Whittier, bauran penjualan sebesar 3:2 dapat
diharapkan. Inilah rasio yang harus digunakan; sementara yang lainnya dapat diabaikan.
Bauran penjualan yang diharapkan terjadilah yang seharusnya digunakan pada analisis CVP.

Bauran penjualan dan analisis CVP penentuan bauran penjualan tertentu memungkinkan
kita untuk mengonversi masalah multiproduk ke dalam format CVP produk tunggal. Karena
Whittier berharap untuk menjual tiga mesin pemotong rumput manual atas setiap dua mesin
pemotong rumput otomatis, maka Whittier bisa mendefinisikan produk tunggal yang
dijualnya sebagai suatu paket yang berisi tiga mesin pemotong rumput manual dan dua mesin
pemotong rumput otomatis. Dengan menetapkan produk tersebut sebagai suatu paket,
masalah multiproduksi dikonversi menjadi masalah produk tunggal. Untuk menggunakan
pendekatan titik impas dalam unit, harga jual per paket dan biaya variabel per paket harus
diketahui. Untuk menghitung nilai-nilai paket tersebut, bauran penjualan, harga setiap
produk, dan masing-masing biaya variabel diperlukan. Menurut data produk individu yang
disajikan dalam proyeksi laporan laba rugi, nilai paket dapat dihitung sebagai berikut:

Bauran
Harga Biaya Kontribusi
Variabel Kontribusi Margin Per Unit
Produk Per Unit Per Unit Penjualan Paket Margin

Mesin manual $400 $325 $75 3 $225a


Mesin otomatis 800 600 200 2 400b
Total paket $625

Angka ini diperoleh dengan mengalikan jumlah unit dalam paket (3) dengan margin kontribusi per unit ($75)
Angka ini diperoleh dengan mengalikan jumlah unit dalam paket (2) dengan margin kontribusi per unit ($200)

Berdasarkan margin kontribusi per paket di atas, persamaan dasar impas dapat
digunakan untuk menentukan jumlah paket yang perlu dijual guna mencapai impas. Dari
proyeksi laporan laba rugi Whittier, kita mengetahui bahwa total biaya tetap perusahaan
adalah $96.950. jadi, titik impasnya adalah:
Paket impas = Biaya Tetap/Margin kontribusi per paket
= $96.250/$625
= 154 paket

Whittier harus menjual 462 mesin pemotong rumput manual (3 x 154) dan 308 mesin
pemotong rumput otomatis (2 x 154) untuk mencapai impas. Laporan laba rugi yang
memeriksa kebenaran solusi ini disajikan dalam tampilan 16-3.
Untuk bauran penjualan tertentu, analisis CVP dapat digunakan seolah-olah perusahaan
menjual produk tunggal. Namun, berbagai tindakan yang mengubah harga masing-masing
produk dapat memengaruhi bauran penjualan karena

Tampilan 16-3
Laporan Laba Rugi: Solusi impas
OTOMATIS
MESIN TOTAL
MESIN
MANUAL OTOMATIS TOTAL
TOTAL

Penjualan $184.800 $246.400 $431.200


Dikurangi: Beban Variabel 150.150 184.800 334.950
Margin Kontribusi $ 34.650 $ 61.600 $ 96.250
Dikurangi: Beban Tetap Langsung 30.000 40.000 70.000
Margin Segmen $ 4.650 $ 21.600 $ 26.250
Dikurangi: Beban Tetap Umum 26.250
Laba operasi $ 0

Pelanggan mungkin membeli relatif lebih banyak atau lebih sedikit produk tersebut. Perlu
diingat bahwa sebuah bauran penjualan yang baru akan mempengaruhi unit dari setiap
produk yang perlu dijual untuk mencapai target laba yang diinginkan. Jika bauran penjualan
untuk periode mendatang tidak pasti, maka mungkin perlu untuk dipertimbangkan beberapa
bauran yang berbeda. Dengan cara ini, manajer dapat memperoleh tambahan pengetahuan
mengenai berbagai hasil yang mungkin dicapai oleh perusahaan.
Kompleksitas pendekatan titik impas dalam unit meningkat secara dramatis ketika
jumlah produk bertambah. Bayangkan penggunaan analisis ini pada perusahaan yang
memproduksi ratusan produk. Observasi ini tampaknya berlebihan dibandingkan keadaan
sebenarnya. Komputer dapat dengan mudah menangani suatu masalah yang melibatkan
sangat banyak data. Lagipula, banyak perusahaan menyederhanakan masalah itu dengan
menganalisis kelompok produk daripada produk individu. Cara lain untuk menangani
meningkatnya kompleksitas tersebut adalah dengan beralih dari pendekatan unit yang terjual
ke pendekatan pendapatan penjualan. Pendekatan ini mampu menyelesaikan analisis CVP
multiproduk harus dengan menggunakan data ikhtisar yang terdapat dalam laporan laba rugi
perusahaan. Syarat-syarat yang diperlukan untuk perhitungan jauh lebih sederhana.

Pendekatan dolar penjualan


Untuk mengilustrasikan titik impas dalam dolar penjualan, contoh yang sama akan
digunakan. Akan tetapi, satu-satunya informasi yang diperlukan adalah proyeksi laporan laba
rugi Whittier company secara keseluruhan.

Penjualan $1.120.000
Dikurangi: Biaya variabel 870.000
Margin kontribusi $ 250.000
Dikurangi: Biaya tetap 96.250
Laba operasi $ 153.750

Perhatikan bahwa laporan laba rugi di atas sesuai dengan kolom total laporan laba rugi
yang lebih terinci yang diperiksa sebelumnya. Proyeksi laporan laba rugi bersandar pada
asumsi bahwa 1.200 mesin pemotong rumput manual dan 800 mesin pemotong rumput
otomatis akan terjual (bauran penjualan sebesar 3:2). Titik impas dalam pendapatan penjualan
juga bersandar pada bauran penjualan yang diharapkan (sama seperti pendekatan unit yang
terjual, bauran penjualan yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda).
Dengan laporan laba rugi tersebut, pertanyaan umum mengenai CVP dapat diajukan.
Misalnya, berapa pendapatan penjualan yang harus dihasilkan untuk mencapai impas? Untuk
menjawab pertanyaan ini, kita bagi total biaya tetap $96.250 dengan rasio margin kontribusi
0,2232 ($250.000/$1.120.000).3

Penjualan impas = Biaya Tetap/Rasio margin kontribusi


= $96.250/0,2232
= $431.228

Titik impas dalam dolar penjualan secara implisit menggunakan asumsi bauran
penjualan tetapi mengabaikan persyaratan penghitungan margin kontribusi per paket. Tidak
ada pengetahuan terhadap data produk individual yang diperlukan. Upaya penghitungannya
mirip dengan yang digunakan dalam pengaturan produk tunggal. Selain itu, jawabannya msih
dinyatakan dalam pendapatan penjualan. Tidak seperti titik impas dalam unit, jawaban atas
pertanyaan CVP yang menggunakan dolar penjualan tetap dinyatakan dalam ukuran ikhtisar
tunggal. Namun, pendekatan pendapatan penjualan mengorbankan informasi yang berkaitan
dengan kinerja masing-masing produk.

Tujuan 4
Membuat Grafik laba-volume dan grafik biaya-volume-laba, serta menjelaskan artinya masing-masing

Penyajian secara grafis hubungan CVP


Untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan CVP dapat dilakukan melalui
penggambaran secara visual. Penyajian secara grafis dapat membantu para manajer melihat
perbedaan antara biaya variabel dan pendapatan. Hal itu juga dapat membantu mereka
memahami dengan cepat dampak kenaikan atau penurunan penjualan terhadap titik impas.
Dua grafik dasar yang penting, grafik laba-volume dan grafik biaya-volume-laba, akan
disajikan berikut ini.

Grafik laba-volume
Grafik laba-volume (profit volume graph) menggambarkan secara visual hubungan antara
laba dan volume penjualan. Grafik laba-volume merupakan grafik dari persamaan laba
operasi (Laba operasi = (Harga x unit) (Biaya variabel per unit x Unit) Biaya tetap).
Dalam grafik ini, laba operasi merupakan variabel terikat, dan unit merupakan variabel bebas.
Biasanya, nilai variabel bebas diukur pada sumbu horizontal dan nilai variabel terikat pada
sumbu vertikal.
Agar pembahasan ini lebih nyata, seperangkat data sederhana akan digunakan.
Anggaplah bahwa Tyson Company memproduksi suatu produk tunggal dengan data biaya
dan harga sebagai berikut:
Total biaya tetap $100
Biaya variabel per unit 5
Harga jual per unit 10

Dengan menggunakan data tersebut , laba operasi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Laba operasi = ($10 x Unit) ($5 x Unit) $100


= ($5 x Unit) $100

Kita dapat membuat grafik hubungan ini dengan meletakkan unit di sepanjang sumbu
horizontal dan laba (rugi) operasi di sepanjang sumbu vertikal. Dua titik diperlukan untuk
menggambarkan suatu persamaan linier. Meskipun dua titik manapun dapat digunakan, kedua
titik yang sering dipilih adalah titik-titik yang menggambarkan volume penjualan nol dan
laba nol. Jika unit yang terjual adalah nol, maka Tyson mengalami rugi operasional sebesar
$100 (atau laba $100). Karena itu, titik yang menggambarkan volume penjualan nol adalah
(0, $100). Dengan kata lain, jika tidak ada penjualan yang dilakukan, perusahaan mengalami
kerugian sebesar total biaya tetap. Jika laba operasi adalah nol, maka unit yang terjual sama
dengan 20. Dengan demikian, titik yang menggambarkan laba nol (impas) adalah (20,$0).
Kedua titik tersebut, yang ditunjukkan dalam tampilan 16-4, membatasi grafik laba yang
diperlihatkan di sini.
Grafik dalam tampilan 16-4 dapat digunakan untuk menilai laba (rugi) Tyson pada
setiap tingkat aktivitas penjualan. Sebagai contoh, laba yang berkaitan dengan penjualan 40
unit dapat dibaca melalui grafik dengan (1) membuat garis vertikal dan sumbu horizontal ke
garis laba dan (2) membuat garis horizontal dari garis laba ke sumbu vertikal. Seperti
diilustrasikan dalam tampilan 16-4, laba dari penjualan 40 unit adalah $100. Grafik laba-
volume, meskipun mudah diinterpretasikan, gagal mengungkapkan bagaimana biaya berubah
ketika volume penjualan berubah. Terdapat sebuah pendekatan alternatif dalam membuat
grafik yang dapat menyediakan rincian ini.

Grafik Biaya-Volume-laba
Grafik biaya-volume-laba (cost-volume-profit graph) menggambarkan hubungan antara
biaya, volume, dan laba. Untuk mendapatkan gambar yang lebih rinci, perlu dibuat grafik
dengan dua garis terpisah: garis total pendapatan dan garis total biaya. Kedua garis ini
disajikan, masing-masing, dengan dua persamaan berikut:

Tampilan 16-4
Grafik laba-volume
Pendapatan = Harga x Unit
Total biaya = (Biaya variabel per unit x Unit) + Biaya tetap

Pendapatan = $ Dengan menggunakan contoh Tyson Company, persamaan pendapatan


dan biayanya adalah sebagai berikut:

Pendapatan = 10 x Unit
Total biaya = ($5 x Unit) + $100

Untuk menggambarkan kedua persamaan tersebut ke dalam grafik yang sama, sumbu vertikal
diukur dalam dolar dan sumbu horizontal dalam unit yang terjual.
Dua buah titik itu diperlukan untuk menggambarkan masing-masing persamaan. Kita
akan menggunakan koordinat x seperti pada grafik laba-volume. Untuk persamaan
pendapatan, menetapkan jumlah unit sebesar 0 menghasilkan pendapatan $0; menetapkan
jumlah unit sama dengan 20 menghasilkan pendapatan $200. Dengan demikian, kedua titik
untuk persamaan pendapatan adalah (0,$0) dan (20,$200). Untuk persamaan biaya, unit yang
terjual sebanyak 0 dan unit yang terjual sebanyak 20 menghasilkan titik-titik (0,$100) dan
20,$200). Grafik setiap persamaan tampak dalam tampilan 16-5.
Perhatikan bahwa garis total pendapatan dimulai pada titik nol dan meningkat dengan
kemiringan yang sama dengan harga jual per unit (kemiringan sebesar 10). Garis total biaya
memotong sumbu vertikal pada sebuah titik yang sama dengan total biaya tetap dan
meningkat dengan kemiringan yang sama dengan biaya variabel per unit (kemiringan sebesar
5). Jika garis total pendapatan berada di bawah garis total biaya, maka akan muncul daerah
rugi. Demikian juga, jika garis total pendapatan berada di atas garis total biaya, maka akan
muncul daerah laba. Titik dimana garis total pendapatan dan total biaya berpotongan adalah
titik impas. Untuk mencapai impas, Tyson Company harus menjual 20 unit dan dengan
demikian memperoleh total pendapatan sebesar $200.

Tampilan 16-5
Grafik Biaya-Volume-Laba

Sekarang mari kita bandingkan informasi yang tersedia dari grafik CVP yang tersedia
dari grafik laba-volume. Untuk melakukannya, pertimbangkan penjualan sebesar 40 unit.
Ingat kembali bahwa grafik laba-volume mengungkapkan bahwa penjualan 40 unit
menghasilkan laba $100. Perhatikan kembali Tampilan 16-5 grafik CVP juga
memperlihatkan laba sebesar $100, tetapi grafik itu memberikan lebih banyak informasi.
Grafik CVP mengungkapkan bahwa total pendapatan sebesar $400 dan total biaya $300
berhubungan dengan penjualan 40 unit. Selanjutnya total biaya dapat dibagi menjadi biaya
tetap sebesar $100 dan biaya variabel sebesar $200. Grafik CVP menyediakan informasi
tentang pendapatan dan biaya yang tidak disediakan oleh grafik laba-volume.Berbeda dengan
grafik laba-volume, beberapa penghitungan dibutuhkan untuk menentukan laba yang
berhubungan dengan volume penjualan tertentu .Meskipun demikian,karena mengandung
informasi lebih banyak, para manajer kemungkinan besar mendapati bahwa grafik CVP
merupakan suatu alat yang lebih berguna.

Asumsi-asumsi pada Analisis Biaya-Volume-Laba


Grafik laba-volume-biaya dan biaya-volume laba yang baru saja diilustrasikan mengandalkan
pada beberapa asumsi penting. Beberapa dari asumsi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Analisis mengamsumsikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya berbentuk linier.


2. Analisis mengamsumsikan bahwa harga, total biaya tetap,dan biaya variabel perunit
dapat diidentifikasikan secara akurat dan tetap konstan sepanjang rentang yang relevan.
3. Analisis mengamsumsikan bahwa apa yang diproduksi dapat dijual.
4. Untuk analisis multiproduk, diasumsikan bahwa bauran penjualan diketahui.
5. Diasumsikan bahwa harga jual dan biaya diketahui dengan pasti.

Fungsi Linier Asumsi yang pertama, yaitu fungsi biaya dan pendapatan linier memerlukan
pertimbangan tambahan. Mari kita lihat fungsi-fungsi pendapatan dari total biaya yang
mendasarinya, yang diidentifikasikan dalam ilmu ekonomi. Pada tampilan 16-6, panel A
menggambarkan fungsi pendapatan dan biaya yang berbentuk kurva linier.Kita melihat
bahwa pada saat kuantitas yang dijual meningkat, pendapatan juga meningkat, tetapi
kemudian peningkatannya mulai setajam bila dibandingkan sebelumnya.Ini dijelaskan,
dengan cukup mudah oleh kebutuhan untuk menurunkan harga ketika lebih banyak unit yang
terjual. Fungsi total biasanya lebih rumit, yaitu pada awalnya naik tajam, kemudian agak
mendatar (sejalan dengan terjadinya peningkatan tingkat pengembalian), dan kemudian
kembali naik secara tajam (sejalan dengan terjadinya penurunan tingkat
pengembalian).Bagaimanakah kita dapat mengatasi hubungan yang kompleks ini?

Rentang yang Relevan Beruntunglah, kita tidak perlu memperhitungkan seluruh rentang
produksi dan penjualan yang mungkin untuk sebuah perusahaan.Ingat bahwa analisis CVP
merupakan alat pengambilan keputusan jangka pendek. (Kita mengetahui bahwa analisis ini
berorientasi jangka pendek karena sebagian biaya adalah tetap). Hal yang kita perlukan
hanyalah menetapkan tentang operasi yang berjalan atau rentang yang relevan (relevant
range), yang menggambarkan hubungan biaya dan pendapatan linier yang berlaku. Dalam
tampilan 16-6, panel B mengilustrasikan rentang yang relevan dari 5.000 hingga 15.000 unit.
Perhatikan bahwa hubungan biaya dan pendapatan secara garis besarnya adalah linier dalam
rentang,

Tampilan 16-6 Panel A: Hubungan CVP Kurva Linier


Rentang yang relevan s
Unit

Panel b: Rentang yang Relevan dan Hubungan CVP Linier

Unit

Memungkinkan kita untuk menggunakan persamaan CVP Linier. Tentu saja,jika rentang
yang relevan berubah, maka biaya tetap dan variabel akan berbeda, dan harga yang berbeda
juga harus digunakan.

Asumsi kedua ini berkaitan dengan penetapan rentang yang relevan. Segera setelah
rentang yang relevan diidentifikasi, selanjutnya diasumsikan bahwa hubungan harga dan
biaya diasumsikan dan konstan.

Produksi Sama dengan Penjualan Asumsi ketiga adalah bahwa apa yang diproduksi dapat
dijual. Tidak ada perubahan persediaan selama periode tersebut. Persediaan tidak memiliki
dampak terhadap analisis impas merupakan hal yang dapat dimengerti. Analisis impas adalah
teknik pengambilan keputusan jangka pendek, sehingga kita dapat menutup seluruh biaya
pada periode waktu tertentu. Persediaan mengandung biaya-biaya dari periode sebelumnya
dan tidak dipertimbangkan.

Bauran Penjualan yang Konstan Dalam analisis produk tunggal bauran penjualannya tentu
saja konstan-100 persen dari penjualan adalah satu produk. Analisis impas multiproduk
mensyaratkan suatu bauran penjualan yang konstan. Namun, tentu saja tidak mungkin untuk
memproduksikaan dengan pasti bauran penjualannya. Biasanya, kendala ini ditangani dalam
praktiknya dengan analisis sensiivitas. Dengan menggunakan kemampuan analisis
spreadsheet, sensitivitas variabel pada berbagai bauran penjualan dapat dengan cepat dinilai.

Harga dan Biaya Diketahui dengan Pasti Dalam kenyataannya, perusahaan jarang
mengetahui harga, biaya variabel, dan biaya biaya tetap secara pasti. Suatu perubahan pada
satu variabel biasanya mempengaruhi nilai variabelnya. Seringkali terdapat suatu distribusi
probabilitas untuk diatasi. Selain itu, terdapat cara-cara formal untuk pengaturan secara
eksplisit ketidakpastian kedalam model CVP. Pembahasan atas masalah-masalah seperti ini
diperkenalkan pada bagian berikutnya.

Perubahan dalam Variabel CVP

Karena perusahaan beroperasi dalam dunia yang dinamis, mereka harus memperhatikan
perubahan-perubahan yangterjadi dalam harga, biaya variabel dan biaya tetap. Perusahaan
juga memperhitungkan pengaruh risiko dan kepastian. Kita akan membahas pengaruh dari
perubahan harga margin kontribusi perunit, dan biaya tetap terhadap titik impas. Kita juga
akan membahas cara-cara yang dapat ditempuh oleh para manajer menangani risiko
membahas dan ketidakpastian dalam kerangka CVP.
Misalkan bahwa Whittier Company baru-baru ini melakukan studi pasar tentang
mesin pemotong rumput manual yang mengungkapkan 3 alternatif berbeda:

1. Alternatif 1: Jika pengeluaran iklan meningkat $8.000,penjualan akan naik dari 1.600
unit menjadi 1.725 unit.
2. Alternatif 2: Penurunan harga dari $400 menjadi $375 permesin pemotong rambut
manual akan meningkatkan penjualan dari 1.600 unit menjadi 1.900 unit.
3. Alternatif 3: Menurunkan harga menjadi $375 meningkatkan penjualan dari 1.600 unit
menjadi 2.600 unit.

Haruskah Whittier mempertahankan kebijakan harga dan iklannya saat ini, atau
haruskah ia memilih dari salah satu dari ketiga alternatif yang digambarkan oleh studi
pemasaran tersebut?
Pertimbangkan alternatif pertama. Apa pengaruhnya terhadap laba jika biaya iklan naik
sebesar $8.000 dan penjualan naik sebanyak 125 unit? Pertanyaan ini dapat dijawab tanpa
menggunakan persamaan-persamaan diatas tetapi dengan menerapkan margin kontribusi
perunit. Kita mengetahui bahwa margin kontribusi perunit adalh $75. Karena unit yang
terjual naik sebanyak 125 unit, maka kenaikan tambahan total margin kontribusi adalah
$9.375 ($75125 unit). Akan tetapi, karena biaya tetap meningkat sebesar $8.000, maka
kenaikan laba tambahan hanya sebesar $1.375 ($9.375-$8.000).
Perhatikan bahwa kita hanya perlu melihat kenaikan tambahan dalam total margin kontribusi
dan beban tetap untuk menghitung kenaikan total laba.

Pada alternatif kedua, beban tetap tidak mengalami kenaikan. Dengan demikian,
pertanyaan diatas dapat dijawab dengan hanya melihat pengaruhnya terhadap total margin
kontribusi. Untuk harga saat ini sebesar $400, margin kontribusi perunit adalah $75. Jika
1.600 unit terjual, maka total margin kontribusi dalah$120.000 ($751.600). jika harga turun
menjadi $375, maka margin kontribusi turun menjadi $50 perunit ($375-$325). Jika 1.900
unit terjual dengan harga baru tersebut, maka total margin kontribusi yang baru adalah
$95.000 ($501.900). penurunan harga ini mengakibatkan penurunan laba sebesar $25.000
($120.000-$95.000). Pengaruh-pengaruh dari alternatif kedua diikhtisarkan dalam Tampilan
16-8

Alternatif ketiga memperlihatkan penurunan harga jual perunit dan kenaikan biaya
iklan. Seperti pada alternatif pertama, dampak laba dapat diinilai engan memperhatikan
pengaruh-pengaruh tambahan terhadap margin kontribusi dan beban tetap. Perubahan laba
tambahan dapat diketahui dengan (1) menghitung perubahan tambahan dalam total margin
kontribusi, (2) menghitung perubahan tambahan dalam beban tetap, dan (3) menjumlahkan
kedua hasil penghitungan tersebut.

Tampilan 16.7

Besar Pengaruh alternatif I

SEBELUM SETELAH
KENAIKAN IKLAN KENAIKAN IKLAN
Unityang terjual 1.600 1.725
Margin kontribusi per unit.. X 575 X 575
Total margin Kontribusi.. $ 120.000 $ 129.375
Dikurangi Beban tetap. 45000 53.000
Laba $ 75.000 $ 76.375

SELISIH LABA
Perubahan volume penjualan.. 125
Margin kontbusi per unit. X $75
Perubahan margi kontirbusi $9.375
Dikurangi perubahan beban tetap.. 8.000
Kenaikan laba............................................ $ 1.375

Tampilan 16.8

Besar Pengaruh alternative II

SEBELUM DENGAN
PENURUNAN PENURUNAN
HARGA YANG HARGA YANG
DISUSULKAN DISUSULKAN
Unityang terjual 1.600 1.900
Margin kontribusi per unit.. X 575 X $50
Total margin Kontribusi.. $ 120.000 $ 95.000
Dikurangi Beban tetap. 45000 45.000
Laba $ 75.000 $ 50.000

SELISIH LABA
Perubahan margin kontribusi ($95.000-$120.000) $(25.000)
Dikurangi: Perubahan Beban tetap
Penurunan laba ................................................... $(25.000)
Seperti yang telah diperlihatkan, total margin kontribusi saat ini (untuk unit yang
terjual) adalah $120.000. Karena margin kontribusi per unit yang baru adalah 550, maka total
margin kontribusi adalah $130.000 ($502.600 unit). Dengan demikian, kenaikan tambahan
total margin kontribusi adalah $ 10.000 ($130.000-$120.000). namun, untuk mencapai
kenaikan margin kontribusi diperlukan kenaikan tambahan biaya tetap sebesar $8.000.
pengaruh bersihnya adalah kenaikan tambahan pada laba sebesar $ 2.000. pengaruh-pengaruh
dari alternatif dari ketiga diikhtisarkan dalam tampilan 16-8.

Dari ketiga alterntif yang diidentifikasi oleh studi pemasaran tersebut, alterntif yang
menjanjikan keuntungan paling besar adalah alternatif ketiga.Alternatif 3 meningkatkan total
laba sebesar $2.000.Alternatif 1 meningkatkan total laba sebesar $1.375,sedangkan alternatif
3 mala menurunkan laba sebesar $25.000

Semua contoh diatas didasarkan pada pendekatan unit yang terjual. Namun kita juga
dapat dengan mudah menerapkan pendapatan penjualan. Hasilnya akan tetap sama.

Memperkenalkan Risiko dan Ketidakpastian


Asumsi penting dari analisis CVP adalah bahwa harga dan biaya diketahui dengan
pasti.Namun hal tersebut jarang terjadi. Resiko dan ketidakpastian adalah bagian dari
pengambilan keputusan bisnis dan bagaimana pun hal tersebut harus ditangani secara formal,
risiko berbeda dari ketidakpastian. Untuk risiko, distribusi probabilitas variabelnya tidak
diketahui. Akan tetapi, untuk tujuan pembahasan kita, kedua istilah tersebut akan digunakan
secara bergantian.

Bagaimana para manajer berurusan dengan risiko dan ketidakpastian akan berbagai
metode yang dapat digunakan. Pertama tentu saja, bahwa manajemen harus menyadari sifat
ketidak pastian dari harga, biaya, dan kuantita dimasa depan.Selanjutnya, manajer bergerak
dari pertimbangan titik impas ke pertimbangan yang biasa disebut Kisaran titik impas.
Dengan kata lain, karena sifat data yang tidak pasti, mungkin suatu perusahaan mencapai titik
impas kebijakan 1.800 sampai 2.000 unit yang dijual. Jadi, titik impas diestimasi pada satu
titik tertentu, misalnya 1.900 unit. Selain itu, manajer dapat menggunakan analisis sensitivitas
atau analisi bagaimana-jika. Dalam hal ini penggunaaan Spreadsheet

Tampilan 16.9

Ikhtisar Pengaruh alternatif 3

SEBELUM DENGAN
PENURUNAN PENURUNAN
HARGA YANG HARGA YANG
DISUSULKAN DISUSULKAN
Unityang terjual 1.600 2.600
Margin kontribusi per unit.. X 575 X $50
Total margin Kontribusi.. $ 120.000 $ 130.000
Dikurangi Beban tetap. 45000 53.000
Laba $ 75.000 $ 77.000

SELISIH LABA
Perubahan margin kontribusi ($95.000 - $120.000) $10.000
Dikurangi: Perubahan Beban tetap ($53.000-$45.000) 8.000
Kenaikan laba .................................................... $2.000

Komputer akan membantu manajer dalam menentukan titk impas (atau target laba) dan
kemudian memeriksanya untuk melihat dampak harga dan biaya yang bervariasi terhadap
kuantitas yang terjual. Dua konsep yang bermanfaat bagi manajemen adalah margin
pengaman dan pengungkit operasi. kedua konsep ini dapat dipertimbangkan untuk mengukur
risiko. Masing-masing konsep mensyaratkan pengetahuan mengenai biaya tetapdan biaya
variabel.

Margin Pengaman Margin Pengaman (margin of safety) adalah unit yang terjual atau
diharapkan untuk terjual atau pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan untuk dihasilkan
yang melebihi volume impas.sebagai contoh, jika volume impas perusahaan adalah 200 unit
dann perusahaan menjual 500 unit, maka margin pengamannya adalah 300 unit (500-200).
Margin pengaman dapat juga dinyatakan dalam pendapatan penjualan. Jika volume impas
adalah $200.000 dan pendapatan saat ini adalah $350.000, naka margin pengamannya adalah
$150.000.

Margin pengaman dapat dipandang sebagai ukuran kasar risiko. Dalam kenyaataannya
selalu muncul peristiwa,yang tidak diketahui ketika rencana disusun, yang dapat menurunkan
penjualan dibawah yang diharapkan. Jika margin pengaman perusahaan adalah besar atas
penjualan tertentu yang diharapkan ditahun depan, maka risiko menderita kerugian apabila
penjualan mengalami penurunan akan lebih kecil daripada jika margin pengamannya kecil.
Manajer yang menghadapi margin pengaman yang rendah mungkin ingin
mempertimbangkan berbagai tindakan untuk meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya.
Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan margin pengaman dan mengurangi risiko
menderita kerugian.

Pengungkit operasi Dalam ilmu fisika, alat pengungkit adalah sebuah mesin sederhana yang
digunakan untuk melipat gandakan kekuatan. Pada dasarnya, pengungkit tersebut
melipatgandakan kekuatan tenaga kerja yang dikeluarkan untuk menghasilkan lebih banyak
pekerjaan. Semakin besar beban yang digerakkan oleh sejumlah tertentu tenaga, semakin
besar keunggulan mekanis dari alat tersebut. Dalam bidang keuangan, pengungkit operasi
berkaitan dengan bauran relatif biaya tetap dan biaya variabel dalam suatu organisasi.
Kadangkala pengukuran biaya tetap dan biaya variabel adalah suatu hal yang mungkin untuk
dilakukan. Pada saat biaya variabel turun, maka kontribusi per unit meningkat, yang
membuat kontribusi setiap unit yang dijual menjadi lebih tinggi sebesar itu. Dalam kasus
demikian, fluktuasi memiliki pengaruh yang meningkat atas probabilitas. Jadi, perusahaan
yang merealisasikan biaya variabel yang lebih rendah karena meningkatkan proporsi biaya
tetapnya, akan menikmati kenaikan laba yang lebih besar ketika penjualan meningkat
dibandingkan dengan perusahaan dengan proporsi biaya tetap yang lebih rendah. Biaya tetap
digunakan sebagai pengungkit untuk meningkatkan laba. Sayangnya, perusahaan dengan
penungkit operasi yang lebih tinggi juga akan mengalami pengurangan laba yang lebih besar
ketika penjualan turun. Oleh karena itu, pengungkit operasi (operating lavarage) merupakan
penggunaan biaya tetap untuk menciptakan perubahan persentase laba yang lebih tinggi
ketika aktivitas penjualan berubah.

Semakin besar tingkat pengungkit operasi, semakin banyak perubahan dalam aktivitas
penjualan yang akan mempengaruhi laba. Karena fenomena ini, bauran biaya yang dipilih
organisasi memilikii pengaruh yang berarti terhadap risiko operasi dan tingkat laba.

Tingkat pengungkit operasi (degree of operating laverageI-DOL) untuk penjualan


tertentu dapat diukur dengan menggunakan rasio magin kontribusi terhadap laba, sebagai
berikut:

Tingkat pengungkit operasi = Margin kontibusi/Laba

Jika biaya tetap digunakan untuk mengurangi biaya variabel sedemikian rupa sehingga
margin kontribusi meningkat dan laba menurun, maka tingkat pengukuran operasinya naik
yang menandakan adanya peningkatan risiko.

Untuk mengilustrasikan pemanfaatan konsep ini, pertimbangkan perusahaan yang sedang


merencanakan untuk menambah sebuah lini produk baru. Untuk itu perusahaan dapat
memilih apakah akan mengandalkan lebih berat pada otomatisasi daripada tenaga kerja. Jika
perusahaan memilih untuk menekankan pada otomatisasi daripada tenaga kerja, maka biaya
tetap akan lebih tinggi, dan biaya variabel per unit akan lebih rendah. Data yang relevan
untuk tingkat penjualan sebesar 10.000 unit adalah sebagai berikut.

Sistem Otomatis Sistem Manual


Penjualan $1.000.000 $1.000.000
Dikurangi Biaya Variabel 500.000 800.000
Margin Kontribusi $ 500.000 $ 200.000
Dikurangi Biaya Tetap 375.000 100.000
Laba Operasi $ 125.000 $100.000
Harga Jual Per unit $ 100 $ 100
Beban Variabel Per unit 50 80
Margin Kontribusi perunit 50 20

Tingkat pengungkit operasi untuk sistem otomatis adalah 4,0


($500.000$125.000).Tingkat pengungkit operasi untuk sistem manual adalah 2,0
($200.000$100.000).Apa yang akan terjadi dengan laba pada masing-masing sistem jika
penjualan naik sebesar 40 persen.Kita dapat menyusun laporan laba rugi berikut untuk
mengetahuinya.
Sistem Otomatis Sistem Manual
Penjualan $1.400.000 $1.400.000
Dikurangi Biaya Variabel 700.000 1.120.000
Margin Kontribusi $ 700.000 $ 280.000
Dikurangi Biaya Tetap 375.000 100.000
Laba Operasi $ 325.000 $ 180.000

Laba untuk sistem otomatis akan naik sebesar $200.000 ($325.000-$125.000) untuk kenaikan
sebesar 160 persen. Pada sistem manual, laba meningkat hanya sebesar $80.000 ($180.000-
$100.000) atas kenaikan sebesar 80 persen. Sistem otomatis menghasilkan persentase
kenaikan yang lebih besar karena memiliki tingkat pengungkit operasi yang lebih tinggi.

Dalam memilih diantara kedua sistem ini, pengaruh pengungkit operasi merupakan
suatu informasi yang berharga. Ketika penjualan naik 40 persen, pengaruh ini dapat member
manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Namun, pengaruh tersebut merupakan dua sisi dari
mata pedang. Ketika penjualan turun, sistem otomatis juga akan menunjukkan penurunan
persentase yang lebih tinggi. Selain itu, kenaikan pengungkit operasi yang terjadi pada sistem
otomatis disebabkan oleh adanya kenaikan biaya tetap. Titik impas untuk sistem otomatis
adalah 7.500 unit ($375.000/$50), sedangkan titik impas untuk sistem manual adalah 5.000
unit ($100.000/$20). Jadi, sistem otomatis memiliki risiko operasi yang lebih besar. Tentu
saja, risiko yang bertambah itu akan menyediakan potensi laba yang lebih tinggi (selama unit
yang terjual melebihi 9.167).

Dalam memilih diantara sistem yang otomatis dan sistem yang manual, manajer harus
menilai kemungkinan terjadinya penjualan akan melebihi 9.167 unit. Jika, setelah diteliti,
terdapat keyakinan yang kuat bahwa penjualan akan dengan mudah melebihi jumlah tersebut,
pilihannya jelas sistem otomatis. Dilain pihak, jika penjualan dikhawatirkan kurang dari
9.167 unit ,maka sistem manual lebih menguntungkan. Tampilan 16-10 mengikhtisarkan
perbedaan relatif antara sistem manual dan otomatis yang terkait dengan konsep CVP.

Analisis Sensitivitas dan CVP

Meluasnya penggunaan komputer dan spreadsheet telah memudahkan para manajer


melakukan analisis sensitivitas. Merupakan sebuah alat yang penting, analisis sensitivitas
(sensitivity analysis) adalah sebuah teknik bagaimana jika yang menguji dampak dari
perubahan asumsi-asumsi yang mendasarinya terhadap suatu jawaban. Analisis ini relative
mudah dengan memasukkan data mengenai harga, biaya variabel, biaya tetap, bauran
penjualan, serta dengan menggunakan rumus untuk menghitung titik impas dan laba yang
diharapkan. Selanjutnya data dapat diubah-ubah sebagaimana diinginkan untuk mengetahui
dampak perubahan-perubahan terhadap laba yang diharapkan.

Dalam contoh sebelumnya mengenai pengungkit operasi, perusahaan menganalisis


dampak pilihan penggunaan sistem otomatis dan manual terhadap laba. Perhitungan tersebut
pada dasarnya dilakukan secara manual, dan jika variasinya terlalu banyak, maka cara manual
menjadi tidak praktis. Dengan menggunakan komputer, akan merupakan hal yang mudah
untuk mengubah harga jual dalam pertambahan $1 antara $75 atau $125, dengan asumsi yang
berkaitan.

Tampilan 16.9

Perbedaan antara sistem manual dan otomatis

Sistem Manual Sistem Otomatis


Harga Sama Sama

Biaya variabel Relatif Lebih Tinggi Relatif Lebih Rendah

Margin kontribusi Relatif Lebih Rendah Relatif Lebih Tinggi

Titik impas Relatif Lebih Rendah Relatif Lebih Tinggi

Margin pengaman Relatif Lebih Tinggi Relatif Lebih Rendah

Tingkat pengungkit operasi Relatif Lebih Rendah Relatif Lebih Tinggi

Risiko Penurunan Relatif Lebih Rendah Relatif Lebih Tinggi

Potensi Kenaikan Relatif Lebih Rendah Relatif Lebih Tinggi

Tentang kuantitas yang terjual. Pada saat yang sama, biaya variabel dan tetap disesuaikan.
Sebagai contoh, misalkan suatu sistem otomatis memiliki biaya sebesar $375.000 tetapi biaya
tersebut mungkin dengan mudah naik sampai 2 kali lipat dalam tahun pertama, dan kembali
turun dalam tahun kedua serta ketika kerusakan pada sistem telah diperbaiki dan pekerja telah
terampil menggunakan mesin tersebut. Sekali lagi, spreadsheet dapat dengan mudah
menangani berbagai perhitungan tersebut.

Akhirnya, kita harus memperhatikan bahwa spredsheet, meskipun sangat benar dalam
menghasilkan jawaban numerik, tidak mampu melakukan pekerjaan terampil dalam analisis
CVP. Pekerjaan tersebut adalah menentukan data pertama kali harus dimasukkan. Akuntan
harus mengetahui distribusi biaya dan harga dalam perusahaan, serta dampak perubahan
kondisi ekonomi terhadap variabel-variabel tersebut. Kenyataan bahwa variabel-variabel
tersebut secara pasti, bukanlah menjadi alasan untuk mengabaikan dampak ketidakpastian
dalam analisis CVP. Untunglah, analisis sensitivitas juga dapat melatih intuisi manajer untuk
mengetahui sampai sejauh mana sebuah variabel yang diramalkan secara buruk akan
mempengaruhi suatu jawaban.Ini juga merupakan suatu keunggulan.

Analisis CVP dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas


Analisis CVP konvensional mengamsumsikan bahwa semua biaya perusahaan dapat
dikelompokkan dalam dua kategori: biaya yang berubah sejalan dengan volume penjualan
(biaya variabel) dan biaya yang tidak berubah (biaya tetap). Selanjunya, biaya diasumsikan
sebagai fungsi linier dari volume penjualan. Namun, banyak perusahaan sekarang sadar
bahwa pembedaan antara biaya tetap dan variabel terlalu menyederhanakan masalah. Sebagai
contoh, apakah menurut anda biaya, sekoci penyelamat yang terdapat dipesawat udara
termasuk biaya tetap atau variabel?

Dalam satuan mil penumpang, biaya sekoci tersebut ($5.400 per unit, masing masing
penumpang) adalah tetap. Namun, dalam hal banyaknya pesawat jet, sekoci adalah biaya
variabel. Dan akhirnya, konsumsi bahan bakar ditentukan oleh bobot pesawat serta jarak mil
penerbangan. Karena berat setiap sekoci antara 300 sampai 400 pon, maka setiap pesawat
akan terkena biaya tambahan sekitar $19.000 pertahun untuk bahan bakar. Akibatnya,
sejumlah perusahaan penerbangan telah mengurangi jumlah pesawat yang dilengkapi dengan
sekoci penyelamat, yang diantaranya adalah Debt Continental, Northwest, dan America
Airlines.

Pada sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, biaya dibagi dalam kategori
berdasarkan unit dan nonunit, Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas mengakui
bahwa beberapa biaya berubah tergantung pada jumlah unit yanag diproduksi sedangkan
beberapa lainnya tidak. Namun, meskipun sistem perhutungan biaya berdasarkan nonunit
lebih berkenaan dengan perubahan volume produksi, namun sistem perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas juga memperlihatkan bahwa banyak biaya berdasarkan non unit
berubah berkenaan dengan penggerak aktivitas lainnya.

Penggunaan sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas tidak berarti bahwa analisis
CVP kurang bermanfaat. Dalam kenyataannya,analisis CVP menjadi lebih bermanfaat karena
ia memberikan wawasan yang lebih akurat mengenai perilaku biaya. Wawasan tersebut
menghasilkan keputusan yang lebih baik. Namun, analisis CVP dalam kerangka berdasarkan
aktivitas harus dimodifikasi. Sebagai ilustrasi, anggaplah bahwa biaya perusahaan dapat
dijelaskan dalam tiga variabel:penggerak aktivitas tingkat batch, yaitu jumlah pengaturan;
dan penggerak tingkat produk, yaitu jam rekayasa (enginering hours). Persamaan biaya ABC
selanjutnya dapat dinyatakan sebagai berikut:

Total biaya = Biaya tetap + (Biaya variabel perunit Jumlah unit)

+ (Biaya pengaturan Jumlah pengaturan)

+ (Biaya rekayasa jumlah jam rekayasa)

Laba operasi, seperti sebelumnya ,adalah total pendapatan dikurangi total biaya. Hal ini
dinyatakan sebagai berikut:

Laba operasi = Total pendapatan - [(Biaya tetap + Biaya variabel perunit Jumlah
unit) + (Biaya pengaturan Jumlah pengaturan) + (Biaya rekayasa
jumlah jam rekayasa)]

Mari kita gunakan pendekatan margin kontribusi untuk menghitung titik impas dalam
unit. Pada impas, laba operasi adalah nol, dan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai
titak impas adalah sebagai berikut:

Unit impas = [(Biaya tetap - (Biaya pengaturan Jumlah pengaturan)


(Biaya rekayasa Jumlah jam rekayasa)] / (Harga -

Biaya variabel per unit).

Perbandingan antara titik impas ABC dengan titik impas konvensioner mengungkapkan
dua perbedaan yang signifikan. Pertama, biaya tetapnya berbeda. Beberapa biaya yang
sebelumnya diidentifikasi sebagai biaya tetap dapat berbeda dengan biaya penggerak nonunit,
yang dalam hal ini adalah pengaturan dan biaya rekayasa. Kedua, pembilang pada persamaan
impas. ABC memiliki dua istilah variabel nonunit: satu untuk aktivitas yang berkaitan dengan
batch dan satu untuk aktivitas yang berkaitan dengan kelanjutan produk.

Contoh Pembandingan AnalisisKonvensional dan ABC


Untuk membuat pembahasan ini menjadi lebih jelas, suatu pembandingan analisis biaya-
volume-laba konvensional dengan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas akan berguna.
Mari kita asumsikan bahwa suatu perusahaan ingin menghitung jumlah unit yang harus
dijual untuk menghasilkan laba sebelum pajak sebesar $20.000. Analisis ini didasarkan pada
data berikut:

Biaya Variabel Tingkat Penggerak


Penggerak aktivitas Per Unit Aktivitas
Unit yang terjual $ 10 -
Pengaturan 1.000 20
Jam rekayasa 30 1.000
Data lainnya:
Total biaya tetap (Konvensional) $100.000
Total biaya tetap (ABC) 50.000
Harga jual per Unit 20
Dengan menggunakan analisis CVP ,jumlah unit yang harus terjual untuk menghasilkan
laba sebelum pajak sebesar $20.000 dihitung sebagai berikut:

Jumlah unit = (Target Laba + Biaya tetap) / (Harga Biaya variabel per unit)

= ($20.000 + $100.000)/($20-$10)

= $120.000/$10

= 12.000 unit

Dengan menggunakan persamaan ABC, jumlah unit yang harus terjual untuk
menghasilkan laba operasi sebesar $20.000 dihitung sebagai berikut:

Jumlah unit= [$20.000 $50.000 ($1.000 20) ($30 1.000)]/($20 $10)

= 12.000 unit

Jumlah unit yang harus dijual adalah sama menurut kedua pendekatan. Alasannya sederhana.
Kelompok total biaya tetap menurut perhitungan biaya konvensional terdiri dari biaya
variabel berdasarkan nonunit ditambah biaya tetap tanpa memperhatikan penggerak aktivitas.
Sistem perhitungan berdasarkan aktivitas memilah-milah berbagai biaya variabel berdasarkan
nonunit.

Biaya-biaya ini berhubungan dengan tingkat tertentu dari setiap penggerak aktivitas. Untuk
penggerak aktivitas tingkat batch. Tingkatnya adalah 20 pengaturan. Untuk variabel tingkat
produk, tingkatannya adalah 1.000 jam rekayasa. Selama tingkat aktivitas penggerak biaya
berdasarkan nonunit tetap sama, maka hasil perhitungan konvensional dan ABC akan sama.
Namun tingkat-tingkat tersebut dapat berubah, dan karenanya informasi yang disediakan oleh
keduan pendekatan dapat sangat berbeda. Persamaan ABC untuk analisis CVP merupakan
representasi yang lebih lengkap mengenai perilaku biaya yang mendasari dan dapat
memberikan pemahaman strategis yang penting.untuk melihat hal ini, mari gunakan data
yang sama dan kita lihat pada suatu aplikasi yang berbeda.

Implikasi Strategis: Analisis CVP Konvensional versus Analisis ABC


Misalkan bahwa setelah dilakukan analisis CVP konvensional, departemen pemasaran
menyatakan bahwa penjualan 12.000 unit mustahil dicapai. Hanya 10.000 unit yang mungkin
dapat terjual. Presiden direktur perusahaan kemudian memerintahkan para insinyur perancang
produk mencari suatu cara mengurangi biaya pembuatan produk. Para insinyur juga diminta
untuk mempertahankan persamaan biaya konvensional, yaitu biaya tetap sebesar $100.000
dan biaya variabel perunit $10. Biaya variabel perunit sebesar $10 terdiri atas: tenaga kerja
langsung, $4, bahan baku langsung, $5; dan overhead variabel. $1. Guna memenuhi
permintaan untuk mengurangi titik impas, departemen teknik memproduksi suatu rancangan
baru yang membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja. Rancangan baru baru tersebut
mengurangi biaya tenaga kerja langsung sebesar $2 per unit. Rancangan tersebut tidak akan
mempengaruhi bahan baku atau overhead variabel. dengan demikian, biaya variabel yang
baru adalah $5 per unit, dan titik impas adalah sebagai berikut:

Jumlah unit = Biaya tetap/(Harga-Biaya variabel per unit)

= $100.000/($20-$5)

= 8.333 unit

Proyeksi laba jika 10.000 unit terjual dihitung sebagai berikut:

Penjualan ($20 10.000) $200.000

Dikurangi: Beban variabel ($8 10.000) 80.000

Margin kontribusi $120.000

Dikurangi:Beban tetap 100.000

Laba operasi $ 20.000


Merasa senang, presiden direktur menyetujui rancangan baru tersebut. Satu tahun kemudian,
presiden direktur mendapati bahwa peningkatan laba yang diharapkan tidak terjadi.
Sebaliknya,perusahaan mengalami kerugian. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh
pendekatan ABC pada analisis CVP.

Hubungan biaya ABC awal pada contoh tersebut adalah sebagai berikut:

Total biaya = $50.000 + ($10 Unit) + ($1.000 pengaturan) +

($30 jam rekayasa)

Misalkan bahwa rancangan baru tersebut membutuhkan pengaturan yang lebih


rumit,sehingga meningkatkan biaya pengaturan dari $1.000 menjadi $1.400. Juga misalkan
rancangan baru itu,karena peningkatan kandungan teknik membutuhkan teknik tambahan
sebesar 40 persen (dari 1.000 jam menjadi 1.400 jam). Persamaan biaya yang baru, termasuk
pengurangan biaya variabel tingkat unit, adalah sebagai berikut:

Total biaya = $50.000 + ($8 Unit) + ($1.600 Pengaturan) +

($32 Jam rekayasa)

Titik impas, dengan laba operasi nol dan menggunakan persamaan ABC dihitung
sebagai berikut (anggap bahwa 20 pengaturan masih dilakukan).

Jumlah unit = [$50.000 + ($1.600 20) + ($30 1.400)]/($20 -$8)

= $124.000/$12

= 10.333 unit

Dan laba operasi untuk 10.000 unit dihitung sebagai berikut (ingat kembali bahwa jumlah
maksimal yang dapat terjual adalah 10.000 unit):

Penjualan ($20 10.000) $200.000


Dikurangi: Beban variabel berdasarkan unit ($8 10.000) 80.000
Margin kontribusi $120.000
Dikurangi: Beban variabel berdasarkan nonunit:
Pengaturan ($1.600 20) $32.000
Dukungan teknik ($30 1.400) 42.000 74.000
Margin yang dapat ditelusuri 46.000
Dikurangi: Beban tetap 50.000
Rugi operasional $ (4.000)
Mengapa para insinyur tersebut melakukan kesalahan sedemikian rupa? Apakah mereka
tidak mengetahui bahwa rancangan yang baru akan menaikkan biaya pengaturan dan
dukungan teknik? Jawabannya ya dan tidak. Mereka mungkin menyadari kenaikan pada
kedua variabel tersebut, tetapi persamaan biaya konvensional mengalihkan perhatian dari
perhitungan besarnya dampak perubahan pada kedua variabel tersebut. Informasi yang
diberikan oleh persamaan konvensional kepada para insinyur memberikan kesan bahwa
setiap pengurangan biaya tenaga kerja, yang dalam hal ini tidak mempengaruhi bahan baku
atau overhead variabel akan mengurangi total biaya, karena perubahan dalam tingkat aktivitas
tenaga kerja tidak akan mempengaruhi biaya tetap. Namun, persamaan ABC menunjukkan
bahwa pengurangan input tenaga kerja yang secara berlawanan mempengaruhi aktivitas
pengaturan atau dukungan teknik mungkin tidak menguntungkan. Dengan memberikan
pengertian yang lebih dalam, keputusan rancangan yang lebih baik dapat dibuat. Pemberian
informasi biaya ABC kepada para insinyur tersebut mungkin membuat mereka memilih jalur
yang berbeda, yaitu jalur yang akan lebih menguntungkan perusahaan.

Jika suatu perusahaan menganut sistem JIT, maka biaya variabel per unit yang dijual
berkurang,dan biaya tetap bertambah. Sebagai contoh, tenaga kerja langsung sekarang
dianggap sebagai tetap dan bukan variabel. Bahan baku langsung, dilain pihak, masih
dianggap sebagai biaya variabel berdasarkan unit. sebenarnya penekanan pada mutu total dan
pembelian jangka panjang membuat asumsi bahwa biaya baku langsung benar-benar
proporsional dengan unit yang diproduksi menjadi semakin terbukti (karena limbah, sisa
bahan, dan diskon kuantitas dieliminasi). Biaya variabel berdasarkan unit lainnya seperti
listrik dan komisi penjualan yang berlaku. selain itu, variabel tingkat batch menjadi hilang
(pada sistem JIT, batch-nya adalah satu unit). Dengan demikian, persamaan biaya pada JIT
dapat dinyatakan sebgai berikut:

Total biaya = Biaya tetap - (Biaya variabel perunit Jumlah unit) +

(Biaya rekayasa Jumlah jam rekayasa)

Oleh karena aplikasi JIT merupakan kasus khusus dari persamaan ABC, maka tidak ada
contoh yang akan diberikan.

Ringkasan Tujuan Belajar


1. Menentukan jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai impas atau
menghasilkan target laba.
Pada pengaturan, produk tunggal,titik impas dapat dihitung dalam unit dengan membagi
biaya tetap dengan margin kontribusi per unit. Pada intinya, jumlah unit yang cukup harus
dijual hanya untuk menutupi seluruh biaya tetap dan variabel perusahaan.
2. Menghitung jumlah pendapatan yang diperlukan untuk mencapai impas atau
menghasilkan target laba.
Pendapatan impas dihitung dengan membagi total biaya tetap dengan rasio margin
kontribusi.Laba yang ditargetkan ditambahkan pada biaya tetap dalam menentukan jumlahh
pendapatan yang diperlukan untuk menghasilkan target laba.

3. Menerapkan analisis biaya-volume-laba untuk multiproduk.


Analisis multiproduk mensyaratkan dibuatnya suatu asumsi sehubungan dengan bauran
penjualan yang diharapkan. Pada bauran penjualan tertentu, masalah multiproduk dapat
dialihkan ke dalam analisis produk tunggal. Namun, harus diingat bahwa hasilnya akan
berubah jika bauran penjualannya berubah. Jika bauran penjualan berubah pada perusahaan
multiproduk, maka titik impas juga akan berubah. Umumnya, kenaikan penjualan poduk yang
memiliki margin kontribusi tinggi akan memperkecil titik impas, sementara kenaikan
penjualan produk dengan margin kontribusi rendah akan memperbesar titik impas.

4. Membuat grafik laba-volume dan grafik biaya-volume-laba, serta menjelaskan


artinya masing-masing.
CVP didasarkan pada beberapa asumsi yang harus dipertimbangkan dalam menerapkannya
pada masalah-masalah bisnis. Analisis tersebut mengamsumsikan

Fungsi biaya dan pendapatan linier, tidak persediaan akhir barang jadi untuk bauran
penjualan yang konstan. Analisis CVP juga mengasumsikan bahwa biaya jual serta biaya
tetap dan variabel diketahui dengan pasti. Asumsi-asumsi terjadi membentuk landasan bagi
analisis grafis sederhana yang menggunakan grafik grafik laba-volume dan grafik biaya-
volume-laba.

5. Menjelaskan dampak dari risiko, ketidakpastian, dan perubahan variabel


terhadap analisis biaya-volume-laba.
Ukuran-ukuran risiko dan ketidakpastian, seperti margin pengaman dan penggunaan operasi,
dapat digunakan untuk memberikan manajer pemahaman yang mendalam atas hasil analisis
CVP. Analisis sensitivitas memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengaruh
perubahan pada variabel yang mendasari hubungan CVP.

6. Mendiskusikan dampak dari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas terhadap


analisis biaya-volume-laba.
CVP dapat digunakan dengan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, tetapi analisisnya
harus dimodifikasi. Akibatnya, menurut ABC, suatu jenis analisis sensitivitas digunakan.
Biaya tetap dipisahkan dari berbagai jenis biaya yang berubah-ubah dengan penggerak biaya
tertentu. Dalam tahap ini, yang paling mudah adalah dengan mengelompokkan biaya variabel
sebagai tingkat unit, tingkat batch, dan tingkat produk. Selanjutnya dampak keputusan
terhadap batch dan produk dapat diuji dalam kerangka kerja CVP.
Subjek dari biaya-volume-laba tentu saja dapat digunakan pada banyak persamaan.
Beberapa persamaan yang paling sering digunakan dalam bab ini diikhtisarkan dalam
tampilan 16-11.
Tampilan 16-11

Ikhtisar persamaan-persamaan penting

1. Pendapatan penjualan = Harga Unit


2. Laba operasi = (Harga Unit) - (Biaya variabel per unit unit) - Biaya tetap
3. Titik impas dalam unit = Biaya tetap / (Harga Biaya variabel per unit)
4. Rasio margin kontribusi = Margin kontribusi / Penjualan
atau
= (Harga - Biaya variabel per unit) / Harga
5. Rasio biaya variabel = Total biaya variabel / penjualan
atau
= Biaya variabel per unit / Harga
6. Titik impas dalam dolar penjualan = Biaya tetap /Rasio margin kontribusi
atau
= biaya tetap / (1 Rasio biaya variabel)
7. Margin pengaman = Penjualan Penjualan impas
8. Tingkat pengungkit operasi = Total margin kontribusi / Laba
9. Persentase perubahan laba = Tingkat pengungkit operasi
Persentase perubahan penjualan
10. Pajak penghasilan =Tarif pajak penghasilan Laba operasi
11. Laba setelah pajak = Laba operasi (Tarif pajak penghasilan Laba operasi)
12. Laba sebelum pajak = Laba setelah pajak / (I Tarif pajak penghasilan)
13. Total biaya ABC = Biaya tetap + ( Biaya variabel per unit Jumlah unit) +
(Biaya tingkat batch penggerak batch) + (Biaya tingkat produk
Penggerak produk)
14. Unit impas ABC = [Biaya tetap + (Biaya tingkat batch Penggerak batch) +
(Biaya tingkat produk Penggerak produk)] / (Harga
Biaya variabel per unit)

Istilah-istilah Penting

Titik impas (break-event point) Margin pengaman (margin of safety)


Margin kontribusi (contribution margin) Laba bersih (net income)
Rasio marin kontribusi (contribution Laba operasi (operating income)
margin ratio) Pengungkit operasional (operating leverege)
Grafik biaya-volume-laba (cost-volume- Grafik laba-volume ( profit-volume graph)
profit graph) Rentang yang relevan (relevant range)
Tingkat pengungkit operasi (degree of Bauran penjualan (sales mix)
operating laverage DOL) Analisis sensitivitas (sensitivity analysis)
Beban tetap langsung (direct fixed ex- Rasio biaya variabel (variable cost ratio)
penses)
Soal-soal Tinjauan
1. Analisis impas
Proyeksi Laba Cutlas Company untuk tahun yang akan datang adalah sebagai
berikut:

Total Per Unit


Penjualan $200.000 $20
Dikurangi: beban variabel 120.000 12
Margin kontribusi $ 80.000 $8
Dikurangi: Beban tetap 64.000
Laba operasi $ 16.000

Diminta:
1. Hitunglah titik impas dalam unit.
2. Berapa unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba sebesar $ 30.000?
3. Hitunglah rasio margin kontribusi. Dengan menggunakan rasio tersebut,
hitunglah tambahan laba yang akan diperoleh Cutlass jika penjualan lebih
tinggi $ 25.000 dari yang diperkirakan.
4. Misalkan Cutlass ingin menghasilkan laba operasi yang sama dengan 20 persen
dari pendapatan penjualan. Berapa unit yang harus dijual untuk mencapai
sasaran tersebut? Susunlah laporan laba rugi untuk membuktikan jawaban
Anda.
5. Untuk proyeksi tingkat penjualan diatas, hitunglah margin pengamannya.

Penyelesaian:
1. Titik impas dihitung sebagai berikut:

Unit = Biaya tetap / (Harga Biaya variabel per unit)


= $64.000/ ($20 - $12)
= 8.000 unit
2. Jumlah unit yang harus dijual untuk menghasilkan laba sebesar $ 30.000
Dihitung sebagai berikut:
Unit = ($64.000 + $30.000) $8
= ($94.000/$8
= 11.750 unit
3. Rasio margin kontribusinya adalah $8/$20 = 0,40. Dengan tambahan penjualan
sebesar $25.000,laba tambahan akan menjadi 0,40 $25.000 =
$10.000
4. Untuk mengetahui jumlah unityang dijual agar memperoleh laba 20 persen
dari penjualan,anggaplah target laba sama dengan (0,20)(Harga Unit) dan
hitunglah jumlah unitnya.
Laba operasi = (Harga Unit) (Biaya variabel per unit Unit)

- Biaya tetap

(0,20)($20) Unit = $20 (Unit) $12 (Unit) - $64.000

$4 (Unit) = $64.000

Unit = 16.000

Laporan laba ruginya adalah sebagai berikut:

Penjualan (16.000 $20) $320.000


Dikurangi : Beban variabel (16.000 $12 192.000
Margin kontribusi $128.000
Dikurangi: Beban tetap 64.000
Laba operasi 64.000

Laba operasi/penjualan = $64.000/$320.000 = 0,20 atau 20%

5. Margin pengamannya adalah 10.000 -8.000 = 2.000 unit, atau $40.000


Dalam pendapatan penjualan.

1. Analisis Titik impas dengan ABC


Dory Manufacturing Company memproduksi kaos dengan logo berbagai tim
olahraga. Setiap kaos dikenakan harga $10. Biaya-biayanya adalah sebagai berikut:

Biaya Variabel Tingkat


Penggerak Biaya Per Unit Penggerak Biaya
Unit yang terjual $ 5 -
pengaturan 450 80
Jam rekayasa 20 500
Data lainnya:
Total biaya tetap (konvensional) $96.000
Total biaya tetap (ABC) 50.000

Diminta:
1. Hitunglah titik impas dalam unit dengan menggunakan analisis
Konvensional.
2. Hitunglah titk impas dalam unit dengan menggunakan analisis ABC.
3. Misalkan Dory mampu mengurangi biaya pengaturan sebesar $150 per
pengaturan dan jumlah jam rekayasa menjadi 425.Berapa banyak unit yang
harus dijual untuk mencapai impas dalam kasus ini?
Penyelesaian:

1. Unit impas = Biaya tetap / (Harga Biaya variabel perunit)


= $96.000/($10 -$5)
= 19.200 unit
2. Unit impas = [Biaya tetap + (Pengaturan Biaya pengaturan)
+ (Jam rekayasa Biaya rekayasa)]/(Harga Biaya variabel
Per unit)
= [$50.000 + ($450 80) + ($20 500)]/($10 - $5)
= $96.000/$5
= 19.200 unit
3. Unit impas = [$50.000 + ($300 80) + ($20 425)]/($10-$5)
= $82.500/$5
= 16.500 unit

Pertanyaan Esai dan Diskusi


1. Jelaskanlah bagaimana analisis CVP dapat digunakan pada perencanaa manajerial.
2. Deskripsikanlah perbedaan antara pendekatan unit yang terjual pada analisis CVP
dengan pendekatan pendapatan penjualan.
3. Sebutkan definisi titk impas.
4. Jelaskan mengapa margin kontribusi per unit menjadi laba per unit diatas titik impas.
5. Jika margin kontribusi per unit adalah $7 dan titik impas adalah 10.000 unit,berapa laba
yang akan dihasilkan perusahaan jika penjualan mencapai 15.000.
6. Apakah yang dimaksud dengan rasio biaya variabel?Rasio margin
kontribusi?Bagaimana hubungan diantara keduanya?
7. Misalkan suatu perusahaan memiliki biaya tetap sebesar $20.000 dan rasio margin
kontribusi 0,4. Berapa pendapatan penjualan yang harus dihasilkan perusahaan untuk
mencapai impas?
8. Misalkan suatu perusahaan dengan rasio margin kontribusi sebesar 0,3 meningkatkan
beban iklannya sebesar $10.00 dan menemukan penjualannya naik sebesar $30.000.
Apakah langkah untuk meningkatkan beban iklan tersebut merupakan keputusan yang
tepat?
9. Sebutkanlah definisi bauran penjualan dan berilah sebuah contoh untuk mendukung
definisi Anda.
10. Jelaskanlah bagaimana analisis CVP yang dikembangkan untuk produk tunggal dapat
digunakan dalam pengaturan multiproduk.
11. Anggaplah suatu perusahaan memiliki dua produk: A dan B Pada tahun lalu, telah
terjual 2.000 unit produk A dan 1.000 unit produk B. Bauran penjualan yang serupa
diharapkan untuk tahun berikutnya. Total beban tetap adalah $30.000, dan margin
kontribusi per unit adalah $10 untuk A dan $5 untuk B.
Berapa unit produk A dan berapa unit produk B yang harus dijual untuk mencapai titik
impas.

12. Wilson Company memiliki rasio margin kontribusi sebesar 0,6. Titik impasnya adalah
sebesar $100.000. Selama tahun berjalan, Wilson menghasilkan total pendapatan
sebesar $200.000. Berpakah laba Wilson?
13. Jelaskanlah bagaimana perubahan dalam bauran penjualan dapat mengubah titik impas
perusahaan.
14. Sebutkanlah definisi dari margin pengaman. Jelaskanlah bagaimana ia dapat digunakan
sebagi ukuran kasar dari risiko operasi.
15. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan istilah pengungkit operasi. Apakah dampak
peningkatan pengungkit terhadap risiko?
16. Bagaimanakah analisis sensitivitas dapat digunakan dalam hubungannya dengan
analisis CVP?
17. Mengapa pendekatan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas pada analisis CVP
menawarkan pengertian yang lebih mendalam daripada pendekatan konvensional?
18. Bagaiman JIT mempengaruhi persamaan biaya perusahaan? Analisis CVP

Latihan
Tampilan 16-1

Terminologi Impas TB1

Pasangkanlah istilah diKolom A dengan definisi yang tepat diKolom B

Kolom A Kolom B
1. Margin kontribusi a. Penjualan dikurangi total biaya
2. Rasio margin kontribusi variabel dikurangi total biaya tetap
3. Rasio biaya variabel b. Total biaya tetap dibagi margin
4. Unit impas kontribusi per unit
5. Laba operasi c. Margin kontribusi per unit dibagi
harga
d. Total biaya variabel dibagi total
pendapatan
e. Harga dikurangi biaya variabel per
Unit
Tampilan 16-2

Memasangkan Terminologi Impas dengan Angka-angka TB1

Anggap bahwa Adams Company menjual suatu produk seharga $16. Biaya per unit adalah
sebagai berikut:

Bahan baku langsung $3,90


Tenaga kerja langsung 1,40
Overhead variabel 2,10
Beban variabel penjualan 1,60

Total overhead tetap adalah $52.000 pertahun, dan total beban tetap penjualan dan
adminstratif adalah $37.950. produksi normal adalah 13.000 unit pertahun.

Pasangkanlah istilah diKolom A dengan angka yang tepat di Kolom B. Berdasarkan


informasi diatas mengenai Adams Company.
Tampilan 16-3

Impas dalam unit

Pengawas Kerissk Company menyiapkan proyeksi Laporan Laba rugi sebagai berikut:

Penjualan(5.000 unit @$15 $75.000


Dikurangi: Biaya Variabel 62.000
Margin kontribusi $15.000
Dikurangi: Biaya tetap 10.350
Laba Operasi $ 4.650
Diminta:

1. Hitunglah jumlah impas dalam unit.


2. Buatlah laporan laba rugi untuk Kerissk pada impas.
3. Berapa banyak unit yang harus kerrisk jual untuk mendapatkan laba
operasi $9.900
Tampilan 16-4

Rasio margin kontribusi, rasio biaya variabel, impas dalam pendapatan penjualan TB2

Mengacu pada data dilatihan 16-3

Diminta:

1. Berapakah margin kontribusi per unit bagi Kerrisk Company?


Berapakah rasio margin kontribusinya?
2. Berapakah rasio biaya variabel bagi Kerrisk Company?
3. Hitunglah pendapatan impasnya.
3. Berapa banyak pendapatan yang harus didapatkan oleh Kerrisk untuk
memperoleh Laba operasi $9.900?

Tampilan 16-5 Mengacu pada data dilatihan 16-3

Laba sebagai fungsi penjualan TB1 Diminta:


1. Berapa unit yang harus Kerrisk jual untuk mendapatkan laba operasi
sebesar 15 persen dari pendapatan?
2. Buatlah laporan laba rugi berdasarkan jumlah unit yang Anda hitung
dalam pertanyaan 1 untuk membuktikan jawaban Anda.

Tampilan 16-3 Mengacu pada data dilatihan 16-3

Impas setelah pajak TB1 Diminta:

1. Anggaplah bahwa tarif pajak pendapatan adalah 40 persen,berapakah


laba sebelum pajak yang Kerrisk harus hasilkan untuk memperoleh
laba setelah pajak sebesar $6.000? Berapa banyak unit yang kerrisk
harus jual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $6.000?
2. Anggaplah bahwa tarif pajak pendapatan adalah 50 persen, berapakah
laba sebelum pajak yang Kerrisk harus hasilkan untuk memperoleh
laba setelah pajak sebesar $6.000? berapa banyak unit yang Kerrisk
harus jual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $6.000?
3. Anggaplah bahwa tarif pajak pendapatan adalah 30 persen, berpakah
laba sebelum pajak yang Kerrisk harus hasilkan untuk memperoleh
laba setelah pajak sebesar $6.000? berapa banyak unit yang Kerrisk
harus jual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $6.000?

Prachi Company memproduksi dan menjual panggangan sekali pakai pada para penjual
eceran seharga $2,45 per panggangan. Biaya variabel per panggangan adalah sebagai
berikut:

Bahan baku langsung $0,27


Tenaga kerja langsung 0,58
Overhead variabel 0,63
Penjualan 0,17

16-7

Unit yang Terjual untuk Impas dan untuk Mencapai Target Laba TB1

Total biaya tetap manufaktur adalah $131.650 per tahun. Total biaya administratif (semuanya
tetap) $18.350.

Diminta

1. Hitunglah jumlah panggangan yang harus terjual agar Prachi mencapai impas?
2. Berapa banyak panggangan yang harus terjual agar Prachi memperoleh laba sebelum
pajak sebesar $12.600?
3. Berapakah biaya variabel per unit? Berapakah biaya variabel manufaktur per unit?
Yang manakah yang digunakan dalam analisis biaya volumen laba, dan mengapa?

Mengacu pada Latihan 16-7.

16-8

Laba Setelah Pajak; Margin Pengaman TB1, TB5

Diminta

1. Anggaplah bahwa tarif pajak adalah 40 persen, berapa banyak penggangan yang harus
terjual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $25.200?
2. Sekarang, anggaplah bahwa tarif pajak adalah 30 persen, berapa banyak penggangan
harus terjual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $25.200?
3. Sekarang, anggaplah bahwa tarif pajak adalah 50 persen, berapa banyak penggangan
harus terjual untuk memperoleh laba setelah pajak sebesar $25.200?
4. Misalkanlah bahwa Prachi berharap untuk menjual 215.000 penggangan. Berapakah
margin pengaman dalam jumlah unit penggangan? Berapakah margin pengaman
dalam dolar?

Informasi dari empat perusahaan yang tidak saling berhubungan adalah sebagai berikut.
Hitunglah jumlah yang tepat untuk setiap tanda tanya.

A B C D

Penjualan $5.000 $ ? $ ? $9.000

Biaya variabel 4.000 11.700 9.750 ?

Margin kontribusi $1.000 $ 3.900 $ ? $ ?

Biaya tetap ? 4.000 ? 750

Laba (rugi) operasi $ 500 $ ? $ 400 $2.850

Unit yang terjual ? 1.300 125 ?

Harga/unit $ 5 ? $ 130 ?

Biaya variabel/unit ? $ 9 ? ?

Margin kontribusi/unit ? $ 3 ? ?
Rasio margin kontribusi ? ? 40% ?

Titik impas dalam unit ? ? ? ?

16-9

Margin Kontribusi; Jumlah Unit TB1, TB2

Aeveen Company memiliki pendapatan $930.000 tahun lalu dengan total biaya variabel
$339.900 dan biaya tetap $307.800.

16-10

CVP, Margin Pengaman TB2, TB2

Diminta

1. Berapakah rasio biaya variabel bagi Aeveen? Berapakah rasio margin kontribusinya?
2. Berapakah titik impas dalam pendapatan penjualan?
3. Berapakah margin pengaman bagi Aeveen tahun lalu?
4. Aeveen sedang mempertimbangkan untuk memulai suatu kampanye iklan multimedia
yang seharusnya meningkatkan penjualan sebesar $7.500 per tahun. Kampanye akan
memakan biaya sebesar $5.000. apakah kampanye iklan tersebut merupakan suatu ide
yang harus bagus? Jelaskan.

Selesaikanlah problem-problem terpisah berikut ini.

16-11

CVP, TB1, TB2

Diminta

1. Titik impas Sarah Company adalah 1.500 unit. Biaya variabel per unit adalah $300;
total biaya tetap adalah $120.000 per tahun. Berapakah harga yang dibebankan oleh
Sarah?
2. Jesper Company menghargai produknya senilai $3,50; total biaya tetap $160.000 per
tahun; dan titik impas adalah 128.000 unit. Berapakah biaya variabel per unit?
Candyland, Inc., memproduksi rich praline fudge (sejenis kue coklat). Masing-masing
kotak seberat 10 ons dijual seharga $5,60. Biaya variabel per unit adalah sebagai berikut:

Kacang Pecan $,070

Gula 0,35

Mentega 1,85

Bahan-bahan lain 0,34

Kotak, bahan pengepakan 0,76

Komisi penjualan 0,20

16-12

Margin, Kontribusi; CVP; Margin Pengaman TB1, TB2, TB5

Biaya overhead tetap adalah $32.300 per tahun. Biaya penjualan dan administrasi
tetap adalah $12.500 per tahun. Candyland telah menjual 35.000 kotak tahun lalu.

Diminta

1. Berapakah margin kontribusi per unit untuk tiap kotak rich praline fudge? Berapakah
rasio margin kontribusinya?
2. Berapa banyak kotakkah yang harus dijual untuk mencapai impas? Berapakah impas
pendapatan penjualannya?
3. Berapakah laba operasi Candyland tahun lalu?
4. Berapakah margin pengamannya?
5. Anggap bahwa Candyland, Inc., meningkatkan harga menjadi $6,20 per kotak namun
telah mengantisipasi penurunan penjualan hingga 31.500 kotak. Berapakah titik impas
yang baru dalam unit? Seharusnyakah Candyland menaikkan harga? Jelaskan.

Pengwas Skelly Company telah mempersiapkan laporan laba rugi yang dianggarkan
berikut untuk tahun mendatang:

Penjualan $315.000

Dikurangi: Beban variabel 126.000

Margin kontribusi $189.000

Dikurangi: Beban tetap 63.000

Laba sebelum pajak $126.000


Dikurangi: Pajak 37.800

Laba setelah pajak $ 88.200

16-13

Pendekatan Pendapatan Penjualan; Rasio Biaya Variabel; Rasio Margin Kontribusi; Margin
Pengaman TB2, TB5

Diminta

1. Berapakah rasio biaya variabel Skelly? Berapakah rasio margin kontribusinya?


2. Anggaplah bahwa pendapatan aktual Skelly adalah $46.000 lebih besar dan yang
dianggarkan. Berapa banyakka laba sebelum pajak akan meningkat? Berilah jawaban
tanpa membuat laporan laba rugi yang baru.
3. Berapa banyakkah pendapatan penjualan yang harus Skelly peroleh untuk mencapai
impas? Berapakah margin pengaman yang diharapkan?
4. Berapa banyakkah pendapatan penjualan yang harus Skelly peroleh untuk
mendapatkan laba sebelum pajak sebesar $90.000?
5. Berapa banyakkah pendapatan penjualan yang harus Skelly dapatkan untuk
memperoleh laba setelah pajak sebesar $56.000? siapakanlah suatu laporan laba rugi
kontribusi untuk memverifikasi keakuratan jawaban Anda.

Tom Flannery telah mengembangkan suatu resep baru ayam goreng dan merencanakan
untuk membuka restoran take-out (beli bwa pulang) di Oklahoona City. Ayah mertuanya
telah setuju untuk menginvestasikan $500.000 dalam pengoperasiannya sebagaimana Tom
dapat meyakinkannya bahwa laba paling sedikit akan sebesar 20 persen dari pendapatan
penjualan. Tom memperkirakan bahwa total beban tetap akan sebesar $24.000 per tahun
dan beban variabel akan kurang lebiih 40 persen dari pendapatan penjualan.

16-14

Analisis CVP dengan Target Laba TB1, TB2

Diminta

1. Berapa banyakkah pendapatan penjualan yang harus diperoleh untuk menghasilkan


laba yang sebanding dengan 20 persen dari pendapatan penjualan? Siapkanlah suatu
laporan laba rugi kontribusi untuk memeriksa kebenaran jawab Anda
2. Jika Tom merencanakan untuk menjual satu kemasan isi 12 ayam seharga masing-
masing $10, berapa banyak kemasan yang harus ia jual untuk memperoleh laba
sebanding dengan 20 persen dari penjualan? Dua puluh lima persen dari penjualan?
Siapkanlah laporan laba rugi kontribusi untuk memeriksa kebenaran jawaban kedua.
3. Anggaplah bahwa ayah mertua Tom menginginkan laba setelah pajak harus sebesar
20 persen dari pendapatan penjualan. Dengan asumsi ini, berapa banyakkah
pendapatan penjualan yang harus dihasilkan oleh bisnis ayam Tom? (Anggaplah
bahwa tarif pajak adalah 40 persen.)

Laporan laba rugi untuk dua perusahaan yang berbeda dalam industri yang sama adalah
sebagai berikut:

Perusahaan A Perusahaan B

Penjualan $500.000 $500.000

Dikurangi: Biaya variabel 400.000 200.000

Margin kontribusi $100.000 $300.000

Dikurangi: Biaya tetap 50.000 250.000

Laba operasi $ 50.000 $ 50.000

16-15

Pengungkit Operasi TB5

Diminta

1. Hitunglah tingkat pengungkit operasi untuk tiap perusahaan.


2. Hitunglah titik impas tiap perusahaan. Jelaskanlah mengapa titik impas bagi
Perusahaan B lebih tinggi.
3. Anggaplah bahwa kedua perusahaan mengalami peningkatan 50 persen dalam
perolehan pendapatan. Hitunglah persentase perubahan laba untuk tiap perusahaan.
Jelaskan mengapa persentase peningkatan laba Perusahaan B jauh lebih besar dari
pada di Perusahaan A.

Gernon Company memproduksi kalkulator ilmiah dan kalkulator bisnis. Untuk tahun
mendatang, Gemon berharap untuk menjual 20.000 kalkulator ilmiah dan 100.000
kalkulator bisnis. Laporan laba rugi segmen untuk kedua produk tersebut adalah sebagai
berikut:

Ilmiah Bisnis Total

Penjualan $500.000 $ 200.000 $ 500.000

Dikurangi: Biaya variabel 240.000 900.000 1.140.000

Margin kontribusi $260.000 $1.100.000 $1.360.000


Dikurangi: Biaya tetap langsung 120.000 960.000 1.080.000

Margin segmen $140.000 $ 140.000 $ 280.000

Dikurangi: Biaya tetap umum 145.000

Laba operasi $ 135.000

16-16

Analisis CVP dengan Multiproduk TB5

Diminta

1. Hitunglah jumlah kalkulator ilmiah dan jumlah kalkulator bisnis yang harus dijual
untuk mencapai impas.
2. Dengan menggunakan informasi hanya dari kolom Total dari laporan laba rugi di
atas, hitunglah pendapatan penjualan yang harus diperoleh bagi perusahaan untuk
mencapai impas.

Switzer Company memproduksi dan menjual dua jenis produk latihan yoga: kaset tentang
bagaimana melakukan yoga dan satu set peralatan dasar (blok, pengikat, dan bantal kecil).
Tahun lalu, Switzer menjual 10.000 video dan 5.000 set peralatan. Informasi atas kedua
produk tersebut adalah sebagai berikut:

Video Set Peralatan

Harga $12,00 $15,00

Biaya variabel per unit 4,00 6,00

Total biaya tetap adalah $70.000.

16-17

Impas Multiproduk; Pendapatan Penjualan Impas; Margin Pengaman TB2, TB3, TB5

Diminta
1. Berapakah bauran penjualan dari video dan set peralatan?
2. Hitunglah jumlah impas masing-masing produk.
3. Siapkanlah suatu laporan laba rugi bagi Switzer untuk tahun lalu. Berapakah rasio
margin kontribusi keseluruhan? Pendapatan penjualan impas keseluruhan?
4. Hitunglah margin pengaman untuk tahun lalu.

Mengacu pada Latihan 16-17. Anggaplah bahwa di tahun mendatang, Switzer


merencanakan untuk memproduksi alas yoga ekstra tebal untuk penjualan ke pusat-pusat
kebugaran. Perusahaan memperkirakan bahwa 20.000 alas akan terjual seharga $18 dan
biaya variabel per unit adalah $13. Biaya tetap harus dinaikkan sebesar $48.350
(menjadikan total biaya tetap $118.350). anggaplah bahwa penjualan produk lain tetap
sama, begitu juga harga-harga serta biaya variabelnya.

16-18

Impas Multiproduk; Pendapatan Penjualan Impas; Margin Pengaman TB2, TB3, TB5

Diminta

1. Berapakah bauran penjualan video, serta peralatan, dan alas yoga?


2. Hitunglah jumlah impas untuk masing-masing produk.
3. Siapkanlah laporan laba rugi yang dianggarkan untuk Switzer di tahun mendatang.
Berapakah rasio margin kontribusi keseluruhan? Berapakah pendapatan penjualan
impas keseluruhan?
4. Hitunglah margin pengaman untuk tahun mendatang.

Laporan laba rugi untuk Fellows, Inc., adalah sebagai berikut:

Penjualan $650.000

Dikurangi: Beban variabel 240.000

Margin kontribusi $410.000

Dikurangi: Beban tetap 295.200

Laba operasi $114.800

16-19

Perubahan dalam Titik impas dengan Perubahan dalam Harga per Unit TB1, TB2
Fellows memproduksi dan menjual suatu produk tunggal. Laporan laba rugi adalah
berdasarkan pada penjualan 100.000 unit.

Diminta

1. Hitunglah titik impas dalam unit dan dalam pendapatan.


2. Anggaplah bahwa harga jual meningkat 10 persen. Apakah titik impas akan
meningkat atau menurun? Hitung ulanglah.
3. Abaikan Pertanyaan no. 2, anggaplah bahwa biaya variabel per unit menigkat sebesar
$0,35. Apakah titik impas akan meningkatkan atau menurun? Hitung ulanglah.
4. Dapatkah Anda memprediksikan apakah titik impas akan meningkat atau menurun
jika harga penjualan dan biaya variabel per unit meningkat? Hitung ulang titik impas
jika perubahan dalam Pertanyaan no. 2 dan 3 sama-sama diberlakukan.
5. Anggaplah bahwa total biaya tetap meningkat sebesar $50.000. (Anggaplah bahwa
tidak ada perubahan lain dari data asli). Apakah titik impas akan meningkat atau
menurun? Hitung ulanglah.

Lotts Company memproduksi dan menjual satu produk. Harga jual adalah $10, dan biaya
variabel per unit adalah $6. Total biaya tetap adalah $10.000.

16-20

CVP dan Grafik Laba Volume TB4

Diminta

1. Buatlah grafik CVP dengan Unit yang Terjual sebagai sumbu horizontal dan
Dolar sebagai sumbu vertikal. Tandailah titik impas pada sumbu horizontal.
2. Buatlah grafik CVP untuk tiap skenario terpisah berikut:
a. Biaya tetap meningkat sebesar $5.000.
b. Biaya variabel per unit meningkat menjadi $7.
c. Harga jual per unit meningkat menjadi $12.
d. Anggaplah bahwa biaya tetap meningkat sebesar $5.000 dan biaya variabel per unit
adalah $7.
3. Siapkanlah suatu grafik laba volume dengan menggunakan data awal. Ulanglah
dengan mengikuti skenario-skenario dalam Pertanyaan no. 2.
4. Yang manakah dari kedua grafik yang menurut Anda menyediakan hampir semua
informasi? Mengapa?

Zacarello Company memproduksi suatu produk tunggal. Laporan laba rugi yang
diproyeksikan untuk tahun mendatang adalah sebagai berikut:

Penjualan (50.000 unit @ $50) $2.500.000

Dikurangi: Biaya variabel 1.440.000


Margin kontribusi $1.060.000

Dikurangi: Biaya tetap 816.412

Laba operasi $ 243.588

16-21

Konsep Dasar CVP TB1, TB2, TB5

Diminta

1. Hitunglah margin kontribusi per unit dan unit yang harus terjual untuk mencapai
impas. Anggaplah bahwa 30.000 unit terjual di atas titik impas. Berapakah labanya?
2. Hitunglah rasio margin kontribusi dan titik impas dalam dolar. Anggaplah bahwa
pendapatan adalah $200.000 lebih banyak dari yang diharapkan. Berapakah total laba
jadinya?
3. Hitunglah margin pengamannya.
4. Hitunglah pengungkit operasinya. Hitunglah tingkat laba yang baru jika penjualan
adalah 20 persen lebih tinggi dari yang diharapkan.
5. Berapa banyak unitkah yang harus terjual untuk memperoleh laba yang sebanding
dengan 10 persen dari penjualan?
6. Anggaplah bahwa tingkat pajak adalah 40 persen. Berapa banyakkah unit yang harus
terjual untuk memperoleh suatu laba setelah pajak sebesar $180.000?

Pada Pottery memproduksi suatu lini vas dan suatu lini boneka keramik. Masing-masing
lini menggunakan peralatan dan tenaga kerja yang sama; sehingga tidak terdapat biaya
tetap yang dapat ditelusuri. Biaya tetap umum sebesar $30.000. Akuntan Parker telah
memulai untuk menilai profitabilitas kedua lini dan telah mengumpulkan data tahun lalu
sebagai berikut:

Vas Boneka

Harga $40 $70

Biaya variabel 30 42

Margin kontribusi $10 $28

Jumlah unit 1.000 500

16-22

Impas Multiproduk TB3


Diminta

1. Hitunglah jumlah vas dan jumlah boneka yang harus terjual oleh perusahaan untuk
mencapai impas.
2. Parker Pottery mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas pabriknya untuk
memperbaiki kualitas produk-produknya. Peningkatan akan memakan biaya sebesar
$5.260, dan jika berhasil, penjualan vas yang diproyeksikan akan sebesar 1.500 dan
penjualan boneka akan meningkat hingga 1.000 unit. Berapakah titik impas yang baru
dalam unit bagi tiap produk?

Pilihlah jawaban terbaik untuk tiap pertanyaan pilihan ganda berikut:

16-23

Pertanyaan Pilihan Ganda TB1, TB2, TB3, TB4, TB5, TB6

Diminta

1. Jika biaya variabel per unit naik,


Margin kontribusi Titik impas
a. naik naik
b. naik turun
c. turun turun
d. turun naik
e. turun tetap tidak berubah
2. Untuk menentukan jumlah pendapatan yang dibutuhkan untuk memperoleh suatu
target laba,
a. biaya tetap harus dibagi dengan margin kontribusi.
b. biaya tetap harus dibagi dengan rasio margin kontribusi.
c. total biaya tetap ditambah laba yang ditargetkan harus dibagi dengan rasio margin
kontribusi.
d. laba yang ditargetkan harus dibagi dengan rasio margin kontribusi.
e. laba yang ditargetkan harus dibagi dengan rasio biaya variabel.
3. Pendapatan impas untuk perusahaan dengan multiproduk dapat dihitung dengan,
a. membagi total biaya tetap dengan rasio margin kontribusi keseluruhan.
b. membagi biaya tetap segmen dengan rasio margin kontribusi keseluruhan.
c. membagi total biaya tetap dengan paket margin kontribusi.
d. mengalikan total biaya tetap dengan rasio margin kontribusi.
e. pendapatan impas hanya dapat dihitung untuk perusahaan dengan produk tunggal.
4. Dalam grafik biaya volume laba,
a. titik impas ditemukan di mana kurva total pendapatan memotong sumbu x.
b. area laba di sebelah kiri titik impas.
c. area rugi tidak dapat ditentukan dari grafik ini.
d. Kedua kurva total pendapatan dan kurva total biaya muncul di grafik ini.
e. Baik kurva total pendapatan maupun kurva total biaya tidak muncul pada grafik
ini.
5. Satu asumsi penting dari analisis biaya volume laba adalah bahwa,
a. kedua biaya dan pendapatan adalah fungsi linier.
b. semua hubungan biaya dan pendapatan terlihat dalam rentang relevan.
c. tidak terdapat perubahan dalam persediaan.
d. bauran penjualan tetap konstan.
e. semua jawaban di atas besar.
6. Penggunaan biaya tetap untuk mengurangi persentanse yang lebih tinggi mengubah
laba sebagaimana aktivitas penjualan berubah adalah mengacu sebagai,
a. margin pengaman.
b. pengungkit operasi.
c. tingkat pengungkit operasi.
d. analisis sensitivitas.
e. penurunan biaya variabel.
7. Ketika perhitungan biaya berdasarkan aktivitas diterapkan untuk analisis biaya volum
laba,
a. margin kontribusi menjadi harga dikurangi biaya variabel per unit, per batch, dan
per produk.
b. unit yang dibutuhkan untuk mencapai suatu laba yang ditargetkan tidak dapat
dihitung.
c. biaya tetap termasuk biaya batch, biaya tingkat produk, dan biaya tingkat fasilitas.
d. penyebut termasuk biaya batch, biaya tingkat produk, dan biaya tingkat fasilitas.
e. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas tidak pernah digunakan dalam analisis
biaya volume laba.

Soal-soal

16-24

Konsep Dasar CVP TB1, TB2, TB5

Graham Company memproduksi berbagai produk kimia. Satu divisi membuat reagent
untuk laboratorium. Proyeksi laporan laba rugi divisi untuk tahun mendatang adalah
sebagai berikut:

Penjualan (110.000 unit @ $25) $2.750.000

Dikurangi: Beban variabel 1.925.000

Margin kontribusi $ 825.000

Dikurangi: Beban tetap 495.000

Laba operasi $ 330.000


Diminta

1. Hitunglah margin kontribusi per unit, dan hitunglah titik impas dalam unit. (bulatkan
ke jumlah unit terdekat). Hitunglah rasio margin kontribusi dan pendapatan penjualan
impas.
2. Manajer divisional telah memutuskan untuk meningkatkan anggaran iklan. Sebesar
$40.000. Ini akan meningkatkan pendapatan penjualan sebesar $400.000. Berapa
banyakkah laba operasi akan meningkat atau menurun sebagai hasil dari tindakan ini?
3. Anggaplah bahwa pendapatan penjualan melebihi jumlah yang diperkirakan pada
laporan laba rugi sebesar $315.000. Tanpa mempersiapkan suatu laporan laba rugi
yang baru, seberapa banyakkah laba telah diperkirakan terlalurendah?
4. Mengacu pada data awal. Berapa banyak unit harus terjual untuk memperoleh laba
setelah pajak sebesar $360.000? Anggaplah bahwa tingkat pajak adalah 40 persen.
5. Hitunglah margin pengaman berdasarkan laporan laba rugi awal.
6. Hitunglah pengungkit operasi berdasarkan pada laporan laba rugi awal. Jika
pendapatan penjualan adalah 20 persen lebih besar dari pada yang giharapkan, berapa
persenkah kenaikan laba?

Gosnell Company memproduksi dua produk. bujur sangkar dan lingkaran. Proyeksi
laporan laba rugi untuk tahun mendatang, dibagi dalam segmen lini produk, sebagai
berikut:

Bujur Sangkar Lingkaran Total

Penjualan $300.000 $2.500.000 $2.800.000

Dikurangi: Beban variabel 100.000 500.000 600.000

Margin kontribusi $200.000 $2.000.000 $2.200.000

Dikurangi: Beban tetap langsung 28.000 1.500.000 1.528.000

Margin produk $172.000 $ 500.000 $ 672.000

Dikurangi: Beban tetap umum 100.000

Laba operasi $ 572.000

16-25

Analisis Multiproduk; Perubahan Bauran Penjualan TB3

Harga jual adalah $30 untuk bujur sangkar dan $50 untuk lingkaran.
Diminta

1. Hitunglah jumlah unit tiap produk yang harus dijual oleh Gosnell Company untuk
mencapai titik impas.
2. Hitunglah pendapatan yang harus diperoleh untuk menghasilkan laba operasi 10
persen dari pendapatan penjualan.
3. Anggaplah bahwa manajer pemasaran mengubah bauran penjualan kedua produk
sehingga rasionya adalah tiga bujur sangkar sebanding dengan lima lingkaran.
Ulangilah Pertanyaan 1 dan 2.
4. Mengacu pada data awal. Anggaplah bahwa Gosnell dapat meningkatkan penjualan
bujur sangkar dengan meningkatkan iklan. Iklan tambahan akan memerlukan biaya
tambahan sebesar $45.000, dan beberapa pembeli potensial produk lingkaran akan
beralih ke bujur sangkar. Secara total, penjualan bujur sangkar akan meningkat
sebesar 15.000 unit, dan penjualan lingkaran akan turun sebesar 5.000 unit. Apakah
Gonsell akan menjadi lebih baik dengan melaksanakan strategi ini?

Tressa Company memproduksi kombinasi shampo dan pelambab dalam botol-botol


terpisah ke hotel-hotel. Masing-masing botol dijual seharga $0,36. Total biaya variabel
tiap botol (bahan baku, tenaga kerja, dan overhead) $0,27. Total biaya tetap adalah
$54.000. Selama tahun berjalan, 830.000 botol telah terjual. Presiden direktur Tressa tidak
sepenuhnya puas dengan kinerja laba shampo. Ia kemudian mempertimbangkan beberapa
pilihan berikut untuk meningkatkan profitabilitas: (1) meningkatkan pembelanjaan
promisi; (2) meningkatkan kualitas kandungan dan, secara simultan, menaikkan harga
jual; (3) meningkatkan harga jual; dan (4) kombinasi dari ketiga-tiganya.

16-26

Persamaan CVP; Konsep Dasar; Penyelesaian untuk yang Tidak Diketahui TB1, TB2

Diminta

1. Manajer penjualan yakin bahwa kampanye iklan dapat meningkatkan volume


penjualan sebesar 50 persen. Jika tujuan presiden direktur perusahaan adalah untuk
meningkatkan laba tahun ini sebesar 50 persen dari tahun lalu, berapakah jumlah
maksimum yang dapat dihabiskan untuk iklan?
2. Anggaplah bahwa perusahaan memiliki suatu rencana untuk mencetak nama hotel
pembelo di tiap botol. Ini akan meningkatkan biaya variabel hingga $0,30. Berapa
banyakkah harga jual harus dinaikkan untuk mempertahankan titik impas yang sama?
3. Perusahaan telah memutuskan untuk meningkatkan harga jualnya hingga $0,40.
Volume penjualan turun dari 830.000 menjadi 700.000 botol. Apakah keputusan
untuk meningkatkan harga adalah baik? Hitunglah volume penjualan yang akan
dibutuhkan dengan harga yang baru, agar perusahaan dapat memperoleh laba yang
sama dengan tahun lalu.

We Care Lawn Service adalah suatu perusahaan jasa perawatan taman yang beroperasi di
area metropolitan bagian utara. We Care menawarkan pupuk kimia, pengendalian
serangga,dan pengendalian rumput liar bagi taman pelanggan dan yayasan. Empat
aplikasi kimia diberikan untuk tiap periode pertumbuhan, yang dapat bertahan dari April
hingga Oktober. Empat kimia digunakan dalam bahan kimia pengaplikasiannya: dacthal
untuk mengendalikan rumput liar, RoundupTM untuk mengendalikan tanaman liar, pupuk
urea, dan insektisida Dursban. Dalam pengaplikasian pertama, dacthal mencakup 75
persen dari biaya kimia diikuti dengan pengaplikasian pertama, dacthal mencakup 75
persen dari biaya kimia diikuti dengan 10 persen RoundupO, 10 persen urea, dan 5 persen
Dursban; dalam tiga pengaplikasian lainnya, dacthal tidak digunakan zat kimia ini tidak
efektif setelah 31 Mei.
We Care menawarkan dua jasa pelanyanan: perumahan dan komersial. Harga yang
dibebankan untuk aplikasi per perumahan adalah $13,50. Area rata-rata perumahan adalah
0,1 hektar. Aplikasi komersial adalah untuk semua area yang lebih besar dari satu hektar dan
biayanya $40 per hektar per aplikasi.

Biaya variabel We Care terdiri dari biaya bahan kimia, tenaga kerja langsung, bahan
operasional truk, dan suplai operasional. Untuk aplikasi pertama, biaya bahan kimia adalah
$40 per hektar; untuk aplikasi lainnya, biaya kimia sebesar $10 per aplikasi per hektar. We
Care memiliki satu pegawai yang diklasifikasikan sebagai tenaga kerja langsung. Ia dibayar
$6 per jam. Taman di perumahan seharusnya disemprot dengan tarif tiga taman per jam
(termasuk waktu perjalanan). Aplikasi komersial desemprot dengan tarif 45 menit per hektar.
Beban operasional untuk truk rata-rata $13,78 per hektar per aplikasi taman perumahan dan
$5 per hektar per aplikasi komersial. Suplai operasional rata-rata adalah $4,13 per hektar per
aplikasi, untuk setiap tipe pelayanannya. Biaya tetap untuk tahun berjalan adalah:

Sewa truk $12.337

Depresiasi peralatan 1.747

Asuransi truk 1.339

Telepon 1.200

Pajak dan lisensi 1.085

Iklan 10.000

Gaji penyelia 12.000

Total $39.708

16-27

Analisis CVP dengan Pelayanan Ganda TB3


Berdasarkan pengalaman tahun lalu, We Care melayani dua hektar properti
perumahan untuk tiap hektar properti komersial. Pemilik berharap bauran penjualan yang
sama untuk tahun mendatang.

Diminta

1. Anggaplah bahwa tipe pelanggan menggunakan keempat aplikasi. Hitunglah jumlah


hektar aplikasi perumahan dan hektar aplikasi komersial yang harus dilayani We Care
agar impas. Dari jumlah hektar perumahan yang dilayani, hitunglah jumlah rata-rata
pelanggan perumahan.
2. Dari titik impas yang dihitung dalam Pertanyaan 1, tentukanlah jam tenaga kerja yang
diperlukan untuk melayani volume impas. Apakah satu karyawan mencukupi?
Anggaplah bahwa pegawai bekerja delapan jam sehari dari total 140 hari selama tujuh
bulan musim tumbuh. Berapa volume yang dibutuhkan sebelum pegawai kedua
direktur? Diskusikanlah dampak analisis CVP jika tambahan pegawai diperlukan.
3. Anggaplah bahwa 60 persen dari semua pelanggan perumahan hanya menggunakan
keempat aplikasi. Seluruh pelanggan komersial menggunakan keempat aplikasi.
Ulangilah analisis impasnya. (Petunjuk: Sekarang terdapat dua tipe pelanggan
perumahan, yang menghasilkan bauran dari tiga jenis pelayanan.)

Fitzgibbons Company memproduksi kotak surat plastik. Proyeksi laporan laba rugi untuk
tahun mendatang adalah sebagai berikut:

Penjualan $840.000

Dikurangi: Biaya variabel 353.052

Margin kontribusi $487.548

Dikurangi: Biaya tetap 250.000

Laba operasi $237.548

16-28

Dasar dari Pendekatan Pendapatan Penjualan TB2, TB5

Diminta

1. Hitunglah rasio margin kontribusi untuk kotak surat.


2. Berapakah pendapatan yang harus dihasilkan oleh Fitzgibbons untuk mencapai
impas?
3. Berapakah volume penjualan yang harus diperoleh jika Fitzgibbons ingin
menghasilkan laba setelah pajak sebanding dengan 8 persen penjualan? Anggaplah
bahwa tarif pajak adalah 34 persen.
4. Apakah pengaruh pada rasio margin kontribusi jika harga jual per unit dan biaya
variabel per unit masing-masing naik sebesar 10 persen?
5. Anggaplah bahwa manajemen telah memutuskan untuk memberikan 3 persen komisi
atas semua penjualan. Hitung ulanglah rasio margin kontribusi dengan
mengasumsikan bahwa komisi akan dibayarkan. Apakah pengaruhnya pada titik
impas?
6. Jika komisi dibayarkan sebagaimana dijelaskan dalam Pertanyaan 5, manajemen
berharap pendapatan penjualan meningkat sebesar $80.000. apakah ini adalah
keputusan yang tepat untuk mengimplementasikan komisi? Dukunglah jawaban Anda
dengan perhitungan yang sesuai.

Artistic Woordcrafting, Inc., dimulai pada tahun 2002 sebagai suatu operasi pembuat
lemari yang dikerjakan oleh satu orang. Para pegawai ditambahkan sejalan dengan
berkembangnya bisnis. Pada tahun 2005, total volume penjualan adalah $850.000. Total
volume untuk lima bulan pertama pada tahun 2006 adalah $600.000, dan penjualan yang
diharapkan adalah $1,6 juta untuk tahun tersebut. Sayangnya, bisnis lemari dalam area di
mana Aritstic Woodcrafting terletak sangat tinggi persaingannya. Lebih dari 200 toko
lemari semua bersaing untuk bisnis yang sama.
Artistic saat ini menawarkan lemari dengan dua kelas kualitas yang berbeda: Kelas I
dan Kelas II; Kelas I untuk kualitas yang lebih tinggi. Harga jual per unit rata-rata, biaya
variabel per unit, dan biaya tetap langsung adalah sebagai berikut:

Harga Biaya Variabel Biaya Tetap

per unit per Unit Langsung

Kelas I $3.400 $2.686 $95.000

Kelas II 1.600 1.328 95.000

Biaya tetap umum (biaya tetap tidak dapat ditelusuri pada kedua lemari) adalah $35.000. Saat
ini, untuk tiap tiga lemari Kelas I yang terjual, ada tujuan lemari Kelas II yang terjual.

16-29

CVP dengan Multiproduk; Perubahan Bauran Perjualan; Perubahan Biaya tetap dan Variabel
TB3

Diminta

1. Hitunglah jumlah lemari Kelas I dan Kelas II yang diharapkan terjual selama tahun
2006.
2. Hitunglah jumlah lemari Kelas I dan Kelas II yang harus dijual agar perusahaan
mencapai impas.
3. Artistic Woodcrafting dapat membeli mesin yang terkomputerisasi untuk membuat
pintu, lemari laci dan bingkai. Jika mesin tersebut dibeli, maka biaya variabel untuk
tiap jenis lemari akan turun sebesar 9 persen, tetapi biaya tetap umum akan naik
sebesar $44.000. hitunglah pengaruhnya terhadap laba bersih tahun 2006, dan
hitunglah juga titik impas barunya. Anggaplah mesin tersebut dibeli pada awal bulan
keenam. Biaya tetap perusahaan terjadi secara merata sepanjang tahun.
4. Mengacu pada data awal. Artistic Woodcrafting sedang mempertimbangkan
penambahan toko. Rencana ini akan meningkatkan biaya tetap umum sebesar $70.000
per tahun. Akibat dari penambahan toko, publisitas tambahan dan penekanan pada
mutu akan memungkinkan perusahaan untuk mengubah bauran penjualan menjadi
1:1. Toko baru itu juga diharapkan akan meningkatkan penjualansebesar 30 persen.
Anggaplah bahwa toko tersebut dibuka pada awal bulan keenam. Hitunglah
prngaruhnya terhadap laba yang diharapkan perusahaan selama tahun 2006, dan
hitunglah titik impas yang baru. Anggaplah biaya tetap terjadi secara merata
sepanjang tahun.

Carlyle Lighting Products memproduksi dua jenis lampu, yaitu lampu lantai dan lampu
meja. Lampu lantai dijual dengan harga $30, sementara lampu meja dijual dengan harga
$20. Proyeksi laporan laba rugi untuk tahun yang akan datang adalah sebagai berikut:

Penjualan $600.000

Dikurangi: Biaya variabel 400.000

Margin kontribusi $200.000

Dikurangi: Biaya tetap 150.000

Laba operasi $ 50.000

16-30

Multiproduk; Analisis Impas; Pengungkit Operasi TB3, TB5

Pemilik Carlyle memperkirakan 60 persen dari pendapatan penjualan akan dihasilkan


oleh meja lantai dan sisanya yang 40 persen dihasilkan oleh lampu meja. Lampu lantai juga
bertanggung jawab atas 60 persen dari beban variabel. Dari beban tetap, sepertiganya
merupakan biaya umum bagi kedua produk itu, dan setengahnya dapat langsung ditelusuri ke
lini produk lampu lantai.

Diminta
1. Hitunglah pendapatan penjualan yang harus dihasilkan Carlyle untuk mencapai.
2. Hitunglah jumlah lampu lantai dan lampu meja yang harus dijual untuk Carlylu
mencapai impas.
3. Hitunglah tingkat pengungkit operasi untuk Carlyle Lighting Products. Sekarang
anggaplah bahwa pendapatan aktual akan 40 persen lebih tinggi dari yang
diproyeksikan. Berapa persenkah laba akan naik dengan perubahan dalam volume
penjualan ini?

Polaris, Inc., memproduksi dua jenis cetakan logam untuk kebutuhan industri otomotif:
pengangan pintu dan hiasan mobil (trim kit). Biaya tetap adalah $146.000. setiap
pengangan pintu dijual dengan harga $12 dan memerlukan biaya variabel sebesar $9;
sedangkan setiap hiasan mobil dijual dengan harga $8 dan memerlukan biaya variabel
sebesar $5.

16-31

Impas Multiproduk TB3

Diminta

1. Berapakah margin kontribusi per unit dan rasio margin kontribusi untuk pengangan
pintu dan hiasan mobil?
2. Jika Polaris menjual 20.000 pengangan pintu dan 40.000 hiasan mobil, berapakah laba
operasinya?
3. Berapa banyak pegangan pintu dan berapa banyak hiasan mobil yang harus dijual agar
Polaris mencapai impas?
4. Anggaplah bahwa Polaris berkesempatan menata ulang pabriknya untuk
memproduksi hanya hiasan mobil. Jika ini dilakukan, biaya tetap akan turun sebesar
$35.000 dan sejumlah 70.000 hiasan mobil dapat diproduksi dan dijual. Apakah ini
merupakan gagasan yang baik? Jelaskan.

Victoria Company memproduksi satu jenis produk. Laporan laba rugi tahun lalu adalah
sebagai berikut:

Penjualan $1.218.000

Dikurangi: Beban variabel 812.000

Margin kontribusi $ 406.000

Dikurangi: Beban tetap 300.000

Laba operasi $ 106.000

16-32
CVP, Margin Pengaman TB1, TB2, TB5

Diminta

1. Hitunglah titik impas dalam unit dan dolar penjualan.


2. Berapakah margin pengaman Victoria Company selama tahun lalu?
3. Misalkan Victoria Company sedang mempertimbangkan suatu investasi dalam
teknologi baru yang akan meningkatkan biaya tetap sebesar $250.000 per tahun tetapi
tetapi menurunkan biaya variabel menjadi 45 persen dari penjualan. Jumlah unit yang
terjual tidak berubah. Susunlah laporan laba rugi yang dianggarkan dengan asumsi
bhawa Victoria memutuskan untuk melakukan investasi ini. Dengan investasi tersbut,
berapakah titik impas baru dalam unit dan dolar penjualan?

Devisi PTO dari Galva Manufacturing Company memproduksi unit pembangkit daya
untuk kebutuhan bisnis peralatan pertanian. Divisi PTO, yang berkantor pusat di Peoria,
memiliki sebuah pabrik yang baru direnovasi di Peoria dan sebuah pabrik lama, yang
kurang terotomatisasi di Moline. Kedua pabrik memproduksi unit penghasil daya yang
sama untuk kebutuhan traktor pertanian yang dijual ke sebagian besar pasar domestik dan
produsen traktor di luar negeri.
Divisi PTO berharap memproduksi dan menjual 192.000 unit pembangkit daya
selama tahun depan. Manajer produksi divisi memiliki data berikut yang berkaitan dengan
biaya per unit, harga per unit, dan kapasitas produksi kedua pabrik.

Peoria Moline

Harga jual $150,00 $150,00

Biaya manufaktur variabel $72,00 $88,00

Biaya manufaktur tetap 30,00 15,00

Komisi (5 persen) 7,50 7,50

Beban umum dan administratif 25,50 21,00

Total biaya per unit 135,00 131,50

Laba per unit $ 15,00 $18,50

Tingkat produksi per hari 400 unit 320 Unit

16-33

Impas Multipabrik TB3


Semua biaya tetap didasarkan pada tahun normal selama 240 hari kerja. Jika jumlah
hari kerja melebihi 240 hari, maka biaya manufaktur variabel bertambah sebesar $3 per unit
di Peoria dan $8 per unit di Peoria dan $8 per unit di Moline. Kapasitas masing-masing
pabrik adalah 300 hari kerja.

Galva Manufacturing membebankan masing-masing pabriknya ongkos per unit untuk


jasa administratif seperti pembayaran gaji, akuntansi umum, dan pembelian krena Galva
menganggap ketiga jasa tersebut sebagai fungsi dari pekerjaan yang dilakukan di pabrik. Bagi
masing-masing pabrik, ongkos sebesar $6,50 menjadi bagian variabel dari beban umum dan
administratif.

Karena ingin memaksimalkan laba per unit yang lebih tinggi di Moline, manajer
produksi PTO telah memutuskan untuk memproduksi 96.000 unit di setiap pabrik. Rencana
tersebut menjadikan Moline beroperasi dalam kapasitas penuh dan Peoria beroperasi dalam
volume normal. Pengawas Galva keberatan dengan rencana ini; ia ingin mengetahui apakah
akan lebih baik memproduksi lebih banyak di pabrik terotomastisasi di Peoria.

Diminta

1. Tentukanlah unit impas tahunan untuk masing-masing pabrik PTO.


2. Hitunglah laba operasi yang akan dihasilkan dari rencana manajer produksi divisi
untuk memproduksi 96.000 unit di setiap pabrik.
3. Hitunglah laba operasi yang akan dihasilkan dari penjualan 192.000 unit pembangkit
daya tersebut jika 120.000 nya diproduksi di pabrik Peoria dan sisanya di pabrik
Moline. (Diadaptasi dari CMA)
Marston Corporation memproduksi produk-produk farmasi yang dijual melalui jaringan
agen penjualan yang berlokasi di Amerika Serikat dan Kanada. Agen-agen tersebut saat ini
menerima komisi atas penjualan sebesar 18 persen; persentase ini digunakan ketika
Marston sedang menyusun laporan laba rugi pro forma berikut untuk tahun fiskal yang
berakhir tanggal 30 juni 2006.

Marston Corporation

Laporan Laba Rugi Pro Forma

Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2006

(dalam ribuan)

Penjualan $26.000

Harga pokok penjualan:

Variabel $11.700
Tetap 2.870 14.570

Margin kotor $11.430

Beban penjualan dan administratif:

Komisi $ 4.680

Biaya iklan tetap 750

Biaya administratif tetap 1.850 7.280

Laba operasi $ 4.150

Biaya bunga tetap 650

Laba sebelum pajak penghasilan $ 3.500

Pajak penghasilan (40%) 1.400

Laba bersih $ 2.100

16-34

Analisis CVP dan Asumsi-asumsi TB2, TB5

Sejak pembuatan laporan ini selesai, Marston telah mempelajari bahwa agen-agen
mereka sedang menuntut kenaikan tingkat komisi menjadi 23 persen untuk tahun yang akan
datang. Akibatnya, presiden direktur Marston telah memutuskan untuk menyelidiki
kemungkinan untuk menyewa staf penjualan sendiri yang ditempatkan dilokasi di mana
jaringan agen penjualan berada. Ia telah meminta Tom Ross, pengawas Marston, untuk
mengumpulkan informasi mengenai biaya yang berkaitan denga perubahan ini.

Tom memperkirakan bahwa Marston harus menyewa tenaga delapan orang penjualan
untuk menutupi semua wilayah yang ada sekarang, dan biaya gaji tahunan setiap tenaga
penjualan rata-rata $80.000, termasuk berbagai beban tunjangan. Beban perjalanan dan
jamuan diperkirakan mencapai $600.000 setahun, dan biaya tahunan dari menyewa seorang
manajer penjualan dan seorang sekretaris penjualan adalah $150.000. Selain gaji, setiap
tenaga penjual akan menerima komisi 10 persen untuk penjualan $2 juta pertama dan 15
persen untuk penjualan di atas $2 juta. Untuk keperluan perencanaan, Tom berharap bahwa
semua tenaga penjual akan menghasilkan penjualan di atas $2 juta dan penjualan akan sesuai
dengan tingkat yang telah diproyeksikan sebelumnya. Tom yakin bahwa Marston juga harus
menaikkan anggaran iklannya sebesar $500.000.
Diminta

1. Hitunglah titik impas Marston Corporation dalam dolar penjualan untuk tahun fiskal
yang berakhir 30 Juni 2006, jika perusahaan mempekerjakan tenaga penjualan sendiri
dan meningkatkan biaya iklannya.
2. Jika Marston Corporation tetap menjual melalui jaringan agen penjualannya dan
membayar komisi yang lebih tinggi, tentukan estimasi volume dalam dolar penjualan
untuk tahun fiskal yang berkhir 30 Juni 2006, yang diperlukan guna menghasilkan
laba bersih yang sama seperti yang diproyeksikan dalam laporan laba rugi pro forma
yang telah disajikan.
3. Uraikanlah asumsi umum yang mendasari analisis impas yang mungkin membatasi
penggunaannya dalam kasus ini. (Diadaptasi dari CMA)

Kasus-kasus Keputusan Manajerial

Danna Lumus, manajer pemasaran sebuah divisi yang memproduksi berbagai produk
kertas, sedang mempertimbangkan permintaan manajer divisi mengenai prakiraan
penjualan untuk lini serbet kertas yang baru. Manajer divisi sedang mengumpulkan data
agar ia dapat memilih salah satu dari dua proses produksi yang berbeda. Proses pertama
akan memerlukan biaya variabel sebesar $10 per kotak dan biaya tetap $100.000. Proses
kedua akan memerlukan biaya variabel sebesar $6 per kotak dan biaya tetap $200.000.
harga jual adalah $30 per kotak. Danna baru saja menyelesaikan analisis pemasaran yang
memproyeksikan penjualan tahunan sebanyak 30.000 kotak.
Danna merasa enggan untuk melaporkan prakiraan penjualan sebanyak 30.000 kotak
kepada manajer divisi. Ia tahu bahwa proses pertama merupakan proses padat karya,
sedangkan proses kedua merupakan proses otomatisasi dengan kebutuhan tenaga kerja yang
sedikit dan tidak membutuhkan pengawas produksi tambahan. Jika proses pertama di[ilih,
Jerry Johnson, seorang teman baiknya, akan ditunjuk sebagai pengawas lini baru tersebut.
Juka proses kedua yang dipilih, maka Jerry dan semua karyawan lini akan terkena PHK.
Setelah mempertimbangkan situasi tersebut, Danna merevisi proyeksi penjualan turun
menjadi 22.000 kotak.

Danna percaya bahwa revisi penurunan tersebut dapat dibenarkan. Karena hal itu akan
mendorong manajer divisi untuk memilih sistem manual, maka rivisi tersebut
mamperlihatkan sensitivitas bagi kebutuhan karyawan yang ada saat ini sensitivitas yang ia
khawatirkan tidak dimiliki oleh manajer divisinya. Manajer divisi terlalu memperlihatkan
faktor-faktor kuantitatif pada saat mengambil keputusan dan biasanya mengabaikan aspek-
aspek kualitatif.

16-35

Etika dan Penerapan CVP TB1

Diminta
1. Hitunglah titik impas untuk masing-masing proses.
2. Hitunglah volume penjualan di mana kedua proses manual lebih sama besar.
Identifikasikanklah rentang penjualan di mana proses manual lebih menguntungkan
dari pada proses otomatis. Identifikasikanlah rentang penjualan di mana proses
otomatis lebih menguntungkan dari pada proses manual. Mengapa manajer divisi
menginginkan prakiraan penjualan?
3. Diskusikanlah keputusan Danna untuk mengubah prakiraan penjualan. Apakah Anda
setuju dengan pilihan tersebut? Apakah ia berperilaku secara etis? Apakah
keputusannya dapat dibenarkan karena ia membantu sejumlah karyawan
mempertahankan pekerjaan mereka? Haruskah dampaknya terhadap karyawan
tersebut dipertimbangkan dalam keputusan? Sesungguhnya, apakah tidak etis jika
tidak mempertimbangkan dampak dari keputusan tersebut terhadap karyawan?
4. Meskipun Danna bukan seorang akuntan manajemen, namun apakah ada dari standar
etika akuntan manajemen yang disajikan dalam Bab 1 yang dilanggarnya? Jelaskan.
Utah Metropolitan Ballet berlokasi di Salt Lake City. Perusahaan itu berkantor di Capitol
Theater, yaitu salah satu dari tiga gedung yang disebut Bicentennialarts Center di tengah
kota Salt Lake City. Perusahaan hiburan tersebut mempertujukkan lima tarian baler per
tahun. Untuk musim yang akan datang, lima tarian balet yang akan dipertunjukkan: The
Dream, Petrushka, The Nutcracker, sleeping Beauty dan Bugaku.
Presiden direktur dan manajer umum telah menyusun jadwal sementara untuk
sejumlah pertunjukan berikut untuk masing-masing tarian balet selama musim yang akan
datang.

Dream 5

Petrushka 5

Nutcracker 20

Sleeping Beauty 10

Bugaku 5

16-36

Organisasi Jasa; Multiproduk; Impas; Keputusan Penetapan Harga dan Penjadwalan TB1,
TB2, TB3

Untuk setiap pertunjukan dari setiap tarian, biaya yang harus dikeluarkan adalah
untuk seragam, peralatan panggung, latihan, royalti, honor artis tamu, koreo grafi, gaji staf
produksi, musik dan kostum. Biaya-biaya tersebut adalah tetap untuk tarian tertentu tanpa
memperhatikan jumlah pertunjukkanny biaya tetap langsung untuk setiap tarian adalah
sebagai berikut:
Dream Petrushka Nutcracker Sleeping Beauty Bugaku

$275.500 $145.500 $70.500 $345.000 $155.500

Biaya tetap lainnya yang terjadi adalah sebagai berikut:

Iklan $ 80.000

Asuransi 15.000

Gaji administratif 222.000

Sewa kantor, telepon, dan sebagainya 84.000

Total $401.000

Untuk setiap pertunjukan masing-masing tarian, juga terdapat biaya berikut:

Simfoni Utah $3.800

Sewa auditorium 700

Gaji penari 4.000

Total $8.500

Auditorium tempat tarian dipertunjukkan memiliki 1.854 kursi, yang dapat


diklasifikasikan sebagai A, B, dan C. Sudut pandang terbaik berbeda mulai dari kursi A
sampai kursi C. Informasi yang berkaitan dengan jenis kursi yang berbeda adalah sebagai
berikut:

Kursi A Kursi B Kursi C

Jumlah 114 756 984


Harga $35 $25 $15

Persentase yang terjual untuk setiap pertunjukan;*

Nutcracker 100 100 100

Lainnya 100 80 75

* Berdasarkan pengalaman yang lalu, persentase serupa diharapkan berlaku untuk musim pertunjukan yang akan datang.

Diminta

1. Hitunglah pendapatan yang diharapkan dari pertunjukan yang telah dijadwalkan


sementara. Susunlah laporan laba rugi menurut perhitungan biaya variabel untuk
setiap tarian.
2. Hitunglah jumlah pertunjukan dari setiap tarian yang dibutuhkan untuk menghasilkan
pendapatan guna menutupi beban tetap langsung setiap tarian.
3. Hitunglah jumlah pertunjukan dari setiap tarian yang dibutuhkan agar perusahaan
secara keseluruhan untuk mencapai impas. Jika Anda adalah presiden direktur dan
manajer umum, bagaimana Anda akan merubahan jadwal pertunjukan sementara
tersebut?
4. Misalkan dimungkinkan untuk menawarkan pertunjukan siang hari (matinne) untuk
tarian Nutcracker. Harga tiket akan lebih murah $5 dari hari harga tiket pertunjukan
malam hari, dan sewa auditorium lebih murah $200. Presiden direktur dan manajer
umum percaya bahan lima pertunjukan siang adalah mungkin untuk dilakukan dan
bahwa 80 persendari tiket setiap jenis kursi akan terjual. Pengaruh apakah yang
diberikan oleh pertunjukan siang terhadap profitabilitas perusahaan? Terhadap titik
impas keseluruhan?
5. Misalkan tidak ada pertunjukan malam tambahan yang dapat ditawarkan. Anggaplah
bahwa perusahaan akan menawarkan lima kalipertunjukkan siang hari atas tarian The
Nutcracker. Juga, perusahaan berharap menerima $60.000 hibah dari pemerintah dan
sumbangan dari donatur seni. Apakah perusahaan akan mencapai impas? Bila tidak,
tindakan apa yang akan Anda ambil agar pendapatan sesuai dengan biaya? Anggaplah
bahwa tidak ada pertunjukan tambahan untuk tarian The Nutcracker yang mungkin
untuk dilakukan.