Anda di halaman 1dari 2

Mengenal Brugada Syndrome

Brugada Syndrome merupakan penyakit yang belakangan ini menjadi highlight di beberapa
media cetak maupun elektronik. Penyakit ini mencuat karena disinyalir menjadi penyebab
kematian salah satu dokter spesialis anestesi yang sedang bertugas selama hari libur Idul Fitri.
Brugada Syndrome menurut dokterpost.com merupakan abnormalitas listrik jantung, bersifat
bawaan dan dapat menyebabkan cardiac sudden death saat pasien terlelap tidur. Menurut
Medscape.com merupakan kelainan yang ditandai oleh kematian mendadak yang ditandai
dengan satu atau beberapa pola EKG (rekam jantung) yang ditandai oleh incomplete right
bundle-branch block dan elevasi segmen ST pada sadapan prekordial anterior
Brugada Syndrome sering terjadi pada pasien laki-laki muda usia dibawah 50 tahun, pasien
biasanya sehat dengan keadaan medis yang normal dan hasil pemeriksaan fisik jantung normal.
Dikatakan oleh kepustakaan bahwa Brugada Syndrome disebabkan oleh keturunan atau
genetik, telah diteliti terdapat sedikitnya 300 mutasi gen yang terjadi untuk menjelaskan
penyebab dari Brugada Syndrome.
Angka kejadian Brugada Syndrome tertinggi ada di Asia meskipun alasan yang lebih jelas belum
dapat dijelaskan, Brugada Syndrome 8 hingga 10 kali lebih sering terjadi pada laki-laki daripada
pada perempuan.
Brugada Syndrome dinamai dari ahli jantung Spanyol yaitu Pedro Brugada, Josep Brugada dan
Ramon Brugada. Meskipun kelainan pada EKG Brugada Syndrome telah dilaporkan sejak tahun
1989 namun baru pada tahun 1992 Brugada bersaudara mengenalinya sebagai suatu kelainan
klinis yang menyebabkan kematian mendadak dengan menyebabkan fibrilasi ventrikel pada
jantung.
Beberapa tanda dan gejala dari Brugada Syndrome yang sering antara lain sering pingsan,
mimpi buruk saat tidur malam hari, demam, hingga henti jantung mendadak. Namun semua
gejala ini tidak langsung merujuk kepada Brugada Syndrome, masih banyak penyakit lain yang
memiliki gejala yang mirip yang lebih sering terjadi daripada Brugada Syndrome, untuk
menegakan diagnosis dari Brugada Syndrome diperlukan pemeriksaan rekam jantung oleh
dokter ahli jantung atau dokter ahli penyakit dalam.
Selain pemeriksaan rekam jantung juga mungkin diperlukan beberapa pemeriksaan pencitraan
dan laboratorium lain untuk menyingkirkan diagnosis lainnya, pastinya semua pemeriksaan ini
akan dilakukan jika terdapat indikasinya yang ditentukan oleh dokter.
Komplikasi dari Brugada Syndrome yang ditakutkan adalah takikardi ventrikular dan fibrilasi
ventrikular yang mana dapat menyebabkan henti jantung mendadak. Saat ini pengobatan
Brugada Syndrome yang diketahui yang telah terbukti efektivitasnya adalah dengan
pemasangan Implantable Cardiac Defibrillator (ICD), alat ini ditanamkan kedalam tubuh pasien
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya takikardi ventrikular atau fibrilasi ventrikular yang
disebabkan oleh Brugada Syndrome. Belum ada obat yang terbukti sebagai terapi Brugada
Syndrome.
Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti sering pingsan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter
untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti, tentunya tidak semua penyebab pingsan adalah
Brugada Syndrome, terdapat banyak penyakit yang dapat menyebabkan pingsan yang mana
dokter Anda dapat membantu Anda untuk mencari penyebabnya dan membantu
mengatasinya.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang Brugada Syndrome akan lebih bijaksana untuk Anda
langsung berkonsultasi ke dokter ahlinya, pemeriksaan yang teliti yang ditunjang oleh
pemeriksaan penunjang yang memadai dapat membantu Anda untuk menentukan kondisi
kesehatan Anda.