Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Layanan kesehatan di sekolah basanya dibentuk sebuah wadah yang


bernama Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah
usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah.
Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan
untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi
kebutuhan khusus siswa di sekolah. Diantaranya meliputi: manajemen layanan
bimbingan konseling, layanan perpustakaan sekolah, layanan kesehatan,
layanan asrama, dan manajemen layanan kafetaria/kantin sekolah. Layanan-
layanan tersebut harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat
membantu memperlancar pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Kelompok kami melakukan observasi layanan khusus yang ada di SMAN
13 Surabaya untuk mengetahui bagaimana layanan itu dimanfaatkan oleh
semua warga sekolah. Makalah ini menyajikan hasil observasi kami yang
menyangkut tujuan dari pendidikan kesehatan, layanan yang diberikan, dan
perencanaan serta evaluasi program layanan kesehatan disana.

1.2.Rumusan Masalah

1. Apa tujuan dari pendidikan kesehatan di sekolah?


2. Apa saja masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat sekolah?
3. Bagaimana perencanaan program kesehatan di sekolah?
4. Apa layanan kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya?
5. Bagaimana kehidupan lingkungan yang ada di SMAN 13 Surabaya?
6. Bagaimana evaluasi program kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya?

1.3.Tujuan Penelitian

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 1


1. Untuk mengetahui tujuan pendidikan kesehatan yang ada di SMAN 13
Surabaya.
2. Untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya.
3. Untuk mengetahui perencanaan program kesehatan yang ada di SMAN 13
Surabaya.
4. Untuk mengetahui layanan kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya.
5. Untuk mengetahui kehidupan lingkungan di SMAN 13 Surabaya.
6. Untuk mengetahui evaluasi program di SMAN 13 Surabaya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kesehatan sebagai Tujuan Pendidikan

Pendidikan tidak lepas dari proses belajar, dan faktor-faktor manusia


yang berperan dalam proses belajar adalah kematangan, pengetahuan dan
motivasi. Menurut Notoadmodjo (2003), pendidikan kesehatan adalah suatu
bentuk intervensi atau upaya yang ditujukan kepada perilaku, agar perilaku
tersebut kondusif untuk kesehatan.

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 2


Menurut Azwar cit Machfoedz (2006), pendidikan kesehatan adalah
sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap
kebiasaan, sikap, dan pengetahuan yang ada hubungannya dengan kesehatan
perseorangan, masyarakat, dan bangsa. Sedangkan pendidikan kesehatan
yang ada di SMAN 13 Surabaya itu sendiri adalah suatu upaya untuk
membiasakan hidup sehat dilingkungan masyarakat atau sekolah. Yang mana
peserta didik harus memperhatikan lingkungan yang sehat agar menjadi
manusia yang sholeh, berilmu dan sehat.

Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan


perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa adalah
keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual,
emosional, dan sosial yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang
Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa
Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan
hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta
didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal
sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang
berkualitas.

Tujuan dari pendidikan kesehatan khususnya layanan Usaha


Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 13 Surabaya itu sendiri adalah
sebagai berikut :

a) Usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan


perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang
dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu
(integrative).
b) Dengan adanya layanan khusus UKS, diharapkan siswa
siswi yang ada di lingkup SMAN 13 Surabaya tumbuh

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 3


menjadi anak yang berkualitas dan berorientasi pada 4 H
(head, heart, hand dan health).

c) Membiasakan hidup sehat.

Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan


perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain.
Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child
programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk
menciptakan anak yang berkualitas.

Pendidikan kesehatan dimulai dengan cara memberikan informasi


bahwa kebiasaan hidup sehat merupakan modal utama dalam kehidupan ,
misalnya tempat tinggal yang sehat, mandi dua kali sehari, makanan
bergizi dan lain sebagainya.

Peranan guru sangat besar dalam pendidikan kesehatan. Guru harus


menegur peserta didiknya yang berpakaian dan berbada kotor, sewaktu
guru mengajak peserta didik untuk membersihkan lingkungan atau kerja
bakti. Pemerikaan kesehatan umum maupun kasus iadakan secara berkala.

Penyelenggara UKS memerlukan kerja sama antara seluruh warga


sekolah. Setiap warga sekolah hendaknya menjalankan tugasnya sebaik-
baiknya. Kepala sekolah dan para guru sebagai penanggung jawab umum,
sedangkan peserta didik membantu pelaksanaan UKS, dengan piket secara
bergiliran.

2.2 Masalah Kesehatan yang dihadapi Sekolah

Pada era globalisasi ini banyak tantangan bagi peserta didik yang
dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. Tidak sedikit anak yang
menunjukkan perilaku tidak sehat, seperti lebih suka mengkonsumsi
makanan tidak sehat yang tinggi lemak, gula, garam, rendah serat,

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 4


meningkatkan risiko hipertensi, diabetes melitus dan obesitas, dan
sebagainya.

Apalagi sebelum makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu,


sehingga memungkinkan memasukkan bibit penyakit ke dalam tubuh.
Selain itu meningkatnya perokok pemula, usia muda, atau usia peserta
didik sekolah sehingga risikonya akan mengakibatkan penyakit
degeneratif. Perilaku tidak sehat lainnya yang mengkhawatirkan adalah
melakukan pergaulan bebas, sehingga terjerumus ke dalam penyakit
masyarakat seperti penggunaan narkoba atau tindakan kriminal.

Apalagi perilaku tidak sehat ini, disebabkan lingkungan yang tidak


sehat, seperti kurang bersihnya rumah, sekolah, atau lingkungan
masyarakatnya.

Di SMAN 13 Surabaya berdasarkan hasil observasi kami penyakit


yang sering diderita para peserta didik ketika di sekolah yaitu demam,sakit
perut/mag,pusing/sakit kepala,pingsan mendadak.

Untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam


kesehatan fisik dan jiwanya tersebut sekolah memiliki peran yang penting
untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatan peserta didik. Upaya
yang dilakukan SMAN 13 Surabaya antara lain dengan menciptakan
lingkungan Sekolah Sehat (Health Promoting School/HPS) melalui
UKS. Dimana di dalam UKS tersebut disediakan obat-obatan untuk
mengatasi atau mengobati penyakit yang sering diderita oleh peserta didik.
Untuk mencegah penyakit yang timbul dari dalam diri siswa,
SMAN 13 Surabaya mempunyai solusi pencegahannya diantaranya
adalah:
a) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan
membedakan antara sampah organic, anorganik,
b) Disediakannya wastafle untuk peserta didik mencuci tangan
sebelum atau sesudah makan.
c) Mengadakan promosi kesehatan. Promosi kesehatan yang
dilakukan anak-anak PMR SMAN 13 Surabaya biasanya

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 5


membahas suatu permasalahan kesehatan yang sedang
marak di era modern, seperti narkoba, free sex. Kegiatan
tersebut juga adanya peran aktif pembina UKS di SMAN
13 Surabaya.
Untuk itu Program UKS ini hendaknya dilaksanakan dengan baik.
Sehingga sekolah menjadi tempat yang dapat meningkatkan atau
mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya. Sesuai dengan ikrar
UKS yang ada, bahwa peserta didik harus bisa menjaga lingkungan
sekolahnya secara sehat.

2.3 Perencanaan Program Kesehatan


Perencanaan, adalah suatu hal yang amat penting menyangkut
sukses tidaknya suatu langkah kegiatan sangat tergantung bagus dan
tidaknya program yang dibuat.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program
kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia
6 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi
menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19
tahun).
Salah satu program yang dilakukan SMAN 13 Surabaya adalah
adanya sekolah sehat. Upaya mengembangkan Sekolah Sehat (Health
Promoting School/HPS) melalui program UKS ini disosialisasikan dan
dilakukan dengan baik kepada seluruh warga sekolah melalui pelayanan
kesehatan (yankes) yang didukung secara mantap dan memadai oleh sektor
terkait lainnya, seperti partisipasi masyarakat, instansi kesehatan setempat
yang terkait yaitu Puskesmas, dan media massa. Di SMAN 13 Surabaya
sendiri bekerjasama dengan puskesmas Lidah Kulon yang lokasinya
bersebelahan sehingga memudahkan keduanya untuk saling berkontribusi
untuk mengatasi permasalahan kesehatan siswa siswi SMAN 13 Surabaya.
Upaya lain yang dilakukan dalam pembinaan lingkungan sekolah
sehat dan promosi gaya hidup sehat melalui pendekatan life skills
education atau pendidikan kecakapan hidup. Setiap individu akan
mengalami kehidupan yang sehat fisik dan mentalnya apabila dapat
menuntaskan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usianya. Implikasi
tugas perkembangan ini terhadap pendidikan adalah bahwa dalam

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 6


penyelenggaraan pendidikan perlu disusun struktur kurikulum yang
muatannya dapat memfasilitasi perkembangan kesehatan sebagai suatu
kecakapan hidup (life skills). Selain itu pihak sekolah juga mengadakan
pelatihan dan diklat kepada petugas UKS yaitu PMR untuk
mengembangkan kemampuan mengenai UKS serta berbagai penyakit
yang saat ini sedang banyak merebak serta sekolah juga mengikutkan
sekolah ini untuk mengikuti lomba UKS tingkat kota.

Program Usaha Kesehatan Sekolah yang ada di SMAN 13


Surabaya adalah sebagai berikut:
1. Mencapai lingkungan hidup yang sehat
Lingkungan yang terbebas dari penyakit dan semua aspek yang
bisa merusak moral dan terbentuknya prilaku sehat pada individu.
2. Pendidikan kesehatan
Membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat,
serta peran aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal. Kebiasaan, sikap, dan pengetahuan yang ada hubungannya
dengan kesehatan perseorangan, masyarakat, dan bangsa. Agar dapat
merubah pola pikir hidup menjadi sehat
3. Pemeliharaan kesehatan disekolah
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan
pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan/atau perawatan. Membiasakan diri dengan membuang
sampah pada tempatnya, melakukan penghijauan diarea sekolah atau
melakukan pengecekan kesehatan yang sudah diprogramkan sekolah.

Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta


peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Perencanaan program
UKS sangat didukung oleh kepala sekolah, Pembina UKS, serta petugas
PMR yang ada disana dan semua warga sekolah.

2.4 Layanan Kesehatan

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 7


Layanan kesehatan yang ada di sekolah merupakan sebuah bentuk
pemberian layanan kesehatan guna menciptakan kehidupan yang sehat
bagi seluruh warga sekolah.
Layanan kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya yaitu:
1. Pemberian layanan di UKS berupa perawatan dan pemberian obat
yang sesuai dengan penyakit yang diderita siswa oleh petugas
UKS yaitu siswa siswi yang mengikuti ektrakulikuler PMR.
2. Pelaksanaan screening kesehatan yang dilakukan setiap 6 bulan
sekali.
3. Pelaksanaan donor darah yang dilakukan setiap 1 tahun sekali.
Tidak lupa, layanan kesehatan yang diberikan oleh Tim UKS
SMAN 13 Surabaya melalui promosi kesehatan (health promotion). Dalam
tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dengan peningkatan
gizi, kebiasaan hidup sehat dan sebagainya.

2.5 Lingkungan kehidupan sekolah


Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih, indah, rapi,
sejuk, asri dan nyaman untuk ditempati sehingga tidak menimbulkan
penyakit bagi para penghuni di dalamnya. Lingkungan yang sehat dapat
tercipta jika semua komponen yang terkait dapat saling terjaga dengan
baik. Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di SMAN 13
Surabaya kami dapat melihat jika lingkungan sekolah disana tergolong
lingkungan yang sehat. Karena SMAN 13 Surabaya merupakan sekolah
Adiwiyata dan dapat dilihat bahwa seluruh sudut ruangan terlihat bersih,
kemudian ada pembedaan antara sampah basah dan sampah kering, setiap
paginya disana ada petugas kebersihan yang selalu membersihkan seluruh
ruangan baik dalam maupun luar dan di SMAN 13 Surabaya ini juga
selalu diadakan bakti sosial pada setiap hari jumat.
Di SMAN 13 Surabaya juga menerapkan sistem penghijauan
dimana setiap sudut halaman yang kosong dipenuhi tanaman agar terlihat
rindang. Kehidupan lingkungan di SMAN 13 Surabaya tergolong sudah
cukup baik, yang mana peserta didik, guru, kepala sekolah atau staff
lainnya mampu membiasakan hidup sehat seperti membuang sampah
ditempatnya, mencucui tangan sebelum atau sesudah makan.

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 8


2.6 Evaluasi Program Layanan Kesehatan
Kesehatan merupakan salah satu hal sangat dibutuhkan dalam
kehidupan manusia, sehat merupakan modal utama untuk meningkatkan
sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan mempunyai etos
kerja yang tinggi. Salah satu upaya pemerintah adalah memasukkan
pendidikan kesehatan di sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat
lanjutan dengan membentuk kebiasaan hidup sehat para siswa melalui
kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). UKS yang baik diawali dengan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Jika salah satu
program tidak terlaksana maka akan mempengaruhi program yang lainnya.
Program kerja UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan
dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Evaluasi program sendiri adalah suatu kegiatan untuk menilai
sejauh mana program kegiatan tersebut dapat berjalan apakah sudah sesuai
dengan tujuan atau belum. Evaluasi program layanan kesehatan adalah
suatu kegiatan untuk menilai sejauh mana program layanan kesehatan itu
berjalan. Di SMAN 13 Surabaya evaluasi program layanan kesehatan
dilakukan pada akhir tahun melalui rapat antara pembina UKS dan
pengurus UKS yaitu para anak PMR. Kegiatan evaluasi program ini
membahas yang berkaitan dengan kepengurusan UKS,penanganan atau
pelayanan petugas UKS terhadap siswa yang sedang sakit di sekolah serta
untuk membuat perencanaan program yang lebih baik untuk peningkatan
pelayanan UKS di kemudian hari dan pembentukan struktur anggota
kepengurusan yang baru.

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 9


BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Pendidikan kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya adalah
suatu upaya untuk membiasakan hidup sehat dilingkungan masyarakat
atau sekolah. Yang mana peserta didik harus memperhatikan lingkungan
yang sehat agar menjadi manusia yang sholeh, berilmu dan sehat.
Tujuan pendidikan kesehatana adalah
1. Membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup
sehat.
2. Tumbuh menjadi anak yang bekualitas dan memiliki prinsip 4H
(head, heart, hand dan health) dan membiasakan hidup sehat.
Berdasarkan hasil observasi, penyakit yang sering diderita para
peserta didik ketika di sekolah yaitu demam,sakit perut/mag,pusing/sakit
kepala,pingsan mendadak. Namun, ada suatu solusi yaitu menciptakan
lingkungan Sekolah Sehat (Health Promoting School/HPS) melalui
UKS. Dimana di dalam UKS tersebut disediakan obat-obatan untuk
mengatasi atau mengobati penyakit yang sering diderita oleh peserta didik.
Program Usaha Kesehatan Sekolah yang ada di SMAN 13
Surabaya adalah sebagai berikut:
1. Mencapai lingkungan hidup yang sehat
2. Pendidikan kesehatan
3. Pemeliharaan kesehatan disekolah
Layanan kesehatan yang ada di SMAN 13 Surabaya yaitu berupa
perawatan dan pemberian obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita
siswa oleh petugas UKS ,pelaksanaan screening kesehatan yang dilakukan
setiap 6 bulan sekali dan pelaksanaan donor darah yang dilakukan setiap 1
tahun sekali.
Di SMAN 13 Surabaya, lingkungan sekolah disana tergolong
lingkungan yang sehat. Karena SMAN 13 Surabaya merupakan sekolah

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 10


Adiwiyata dan dapat dilihat bahwa seluruh sudut ruangan terlihat bersih
dan terbebas dari sampah.
Di SMAN 13 Surabaya evaluasi program layanan kesehatan
dilakukan pada akhir tahun melalui rapat antara pembina UKS dan
pengurus UKS yaitu para anak PMR. Kegiatan evaluasi program ini
membahas yang berkaitan dengan kepengurusan UKS,penanganan atau
pelayanan petugas UKS terhadap siswa yang sedang sakit di sekolah.

3.2 Saran
Agar suatu program perencanaan kesehatan yang ada disekolah
berjalan dengan lancar perlu adanya suatu kerjasama antara kepala
sekolah, Pembina UKS, PMR dan seluruh warga sekolah untuk
menciptakan sekolah sehat.
Untuk meningkatkan suatu pelayanan kesehatan disekolah, pihak
sekolah tidak harus melakukan promosi kegiatan saja melainkan juga
memenuhi setiap kebutuhan yang ada di UKS, sehingga tidak ada sifat
sukarelawan siswa yang membawa peralatan obat-obatan.

DAFTAR PUSTAKA

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 11


Kusmintardjo.1992.Pengelolaan Layanan Khusus di sekolah.Malang:Proyek OPF
IKIP Malang.

Pelayanan Masyarakat Pendidikan Kesehatan.htm

Tujuan pendidikan kesehatan _ PSYCHOLOGYMANIA.htm

Manajemen Layanan Khusus (UKS) Studi Observasi di SMAN 13 Surabaya 12