Anda di halaman 1dari 6

TATA TERTIB MUSYAWARAH KWARTIR RANTING TANAH LUAS

BAB I
Kedudukan, Dasar dan Acara

Pasal I
Kedudukan

Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Luas Tahun 2017, disingkat Musran
berkedudukan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka Kwartir Ranting
Tanah Luas.

Pasal 2
D a s a r

Musran diadakan atas dasar :


1. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2013 Nomor : 11 / munas / 2013 tentang
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2. Program Kerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas.

Pasal 3
Acara Musran

Acara pokok Musran adalah :


1. Penyammpaian, pembahasan dan pengesahan Rencana Kerja Kwartir Ranting Gerakan
Pramuka Tanah Luas masa bakti 2017 2021.
2. Pemilihan Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas masa bakti 2017 2021,
3. Pemilihan anggota formatur untuk menyusun pengurus baru yang dipimpin oleh ketua
kwartir ranting terpilih.
4. Pemilihan ketua dan anggota lembaga pemeriksa keuangan, masa bhakti 2017 2021.

BAB II
Pelaksanaan Sidang Musran

Pasal 4
Kuor um
1. Musran dinyatakan sah, jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya 2/3 jumlah
Gudep/Gudep pangkalan di Kwaran Tanah Luas
2. Sidang-sidang Musran dinyatakan sah, jika dihadiri oleh utusan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah
peserta
3. Apabila peserta Musran belum memenuhi kuorum, Musran ditunda I (satu) jam
4. Apabila sampai 1 jam (penundaan tersebut) belum memenuhi kuorum, maka Musran tetap
dilaksanakan
Pasal 5
Peserta

1. Peserta Musran terdiri dari :


a. Utusan Ranting
b. Utusan Gugus Depan
c. Peninjau Musran

2. Utusan Ranting terdiri dari :


a. 1 (satu) orang dari Mabiran
b. 4 (empat) orang dari Kwartir Ranting

3. Utusan Gugus Depan terdiri dari :


a. 1 (satu) orang Ketua Gugus Depan
b. 1 (satu) orang Pembina Putra
c. 1 (satu) orang Pembina Putri

4. Musran dapat dihadiri oleh peninjau yang terdiri dari :


a. Unsur Majelis Pembimbing
b. Unsur Andalan
c. Unsur Dewan Kerja
d. Anggota Kehormatan

5. Pengesahan Peserta
Peserta Musran diyatakan syah sebagai peserta, setelah mendaftarkan diri kepada Panitia
Musran dengan menyerahkan kuasa/mandat dari Kwartir Ranting bagi utusan Ranting, dan
kuasa / mandat dari Gudep/Gudep Pangkalan bagi utusan Gudep. Untuk peserta peninjau
harus mendapatkan persetujuan tertulis dari gugus depan yang bersangkutan.

Pasal 6
Hak Suara dan Hak Bicara

1. Utusan Ranting dan utusan Gudep mempunyai hak 1 (satu) suara. Kecuali, dalam
pemungutan suara untuk menentukan Ketua Kwartir Ranting, setiap peserta Musran
mempunyai hak 1 suara (one man one vote)

2. a. Pada sidang Paripurna, hak bicara masing-masing utusan Gudep, melalui 1 ( satu ) orang
juru bicara
b. Setiap pembicaran masing-masing perutusan harus melalui prosedur pembicaraan

3. Peserta peninjau memiliki hak bicara namun tidak memiliki hak suara.
Pasal 7
Jenis Sidang

1. Sidang sidang Musran terdiri dari :


a. Sidang Pleno / Paripurna
b. Sidang Tim Formatur
2. Sidang Paripurna dihadiri oleh seluruh utusan Ranting dan utusan Gudep
3. Sidang Tim Formatur dihadiri oleh anggota Tim Formatur

Pasal 8
Cara cara Mengambil Keputusan

1. Keputusan Musran diusahakan agar dapat dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat
2. Jika tidak tercapai mufakat :
a. Musran mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara
b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir
3. Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan, kecuali menyangkut pribadi seseorang harus
dilaksanakan secara tertulis dan rahasia
4. Keputusan Musran tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Munas, dan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka

Pasal 9
Ketentuan Mengenai Sidang

1. Sidang Pleno Pendahuluan dengan acara :


a. Pengarahan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Wonogiri
b. Pembentukan Presidium Musran
c. Penyerahan Pimpinan Sidang
2. Sidang Pleno
a. Membahas dan menetapkan Agenda dan Tata Tertib Musran
b. Laporan pertanggung jawaban Kwarran Tanah Luas masa bakti 2012 2016
c. Pemaparan rancangan Rencana Kerja Kwaran Tanah Luas masa bakti 2016 2020
d. Pandangan umum Gudep/Gudep Pangkalan
e. Tanggapan Kwaran Tanah Luas tentang Pandangan Umum Gudep/Gudep Pangkalan
f. Pengesahan Rencana Kerja Kwaran Tanah Luas masa bhakti 2016-2020
g. Pengesahan laporan pertanggung jawaban Kwaran Tanah Luas 2016 2020
h. Peryataan Demisioner Kwaran
i. Pemilihan ketua Kwaran Gudo Tanah Luas masa bakti 2016 2020
j. Pemilihan Tim Formatur
k. Pemilihan Ketua BPK Kwaran Tanah Luas masa bakti 2016 2020
l. Pembentukan BPK
m. Laporan Tim Formatur
n. Pengesahan hasil Musran tahun 2016
3. Sidang tim formatur membahas dan membicarakan Rencana Kerja Tim dalam menyusun
kepengurusan Kwaran Gudo Jombang masa bakti 2016 2020
Pasal 10
Pimpinan Sidang

1 a. Musran dipimpin oleh Presidium Musran


b. Presidium terdiri atas satu orang unsur utusan Ranting dan dua orang unsur utusan
Gudep/Gudep Pangkalan
c. Sebelum terbentuk presidium, sidang dipimpin oleh Pimpinan Kwaran yang bertugas memilih
Presidium Musran
2. a. Sidang sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium
b. Presidium berwenang memimpin dan mengatur jalannya Sidang Paripurna, dengan tidak
menyimpang dari ketentuan peraturan tata tertib.

BAB III
Tata Cara Pemilihan

Pasal 11
Tata Cara Pemilihan Ketua Kwartir Ranting

1. Ketua Kwartir Ranting dipilih secara langsung di dalam Musyawarah Ranting


2. Pemilihan Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas masa bakti 2016 2020
diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan pendekatan bakal calon Ketua Kwartir
Ranting
b. Bakal calon Ketua Kwartir Ranting, diajukan oleh utusan Ranting dan utusan Gudep
dengan ketentuan masing-masing berhak mengajukan 1 (satu) nama
c. Terhadap nama-nama bakal calon yang diajukan diadakan perhitungan skornya, bagi
yang memperoleh skor dukungan terbanyak ke satu dan ke dua, berhak ditetapkan
sebagai calon Ketua Kwartir Ranting
d. Apabila dalam bakal calon hanya terdapat 1 (satu) nama, maka proses pemilihannya
dinyatakan terpilih secara aklamasi.
e. Pemilihan terhadap 2 (dua) calon Ketua Kwartir Ranting melalui pemungutan suara
secara rahasia dengan ketentuan setiap peserta Musran mendapat hak 1 (satu) suara.
f. Ketua Kwartir Ranting terpilih adalah calon Ketua Kwartir Ranting yang memperoleh
suara terbanyak
g. Apabila 2 (dua) calon tersebut memperoleh jumlah suara yang sama, maka pemilihan
selanjutnya dengan cara diulang sampai mendapatkan selisih diantara keduanya.

Pasal 12
Tata Cara Pemilihan Tim Formatur

1. Tim formatur dipilih secara langsung oleh Musyawarah Ranting dalam Sidang Paripurna
2. Tim formatur 5 (lima) orang terdiri atas satu orang unsur Mabiran, satu orang unsur Kwartir
Ranting, dan tiga orang unsur Gudep, dan diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih
3. Pemilihan tim formatur Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas masa bakti 2016 2020
diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan penjaringan bakal calon tim formatur.
b. Penjaringan bakal calon Tim Formatur unsur Kwaran dan Mabiran, diajukan oleh utusan
Ranting
c. Utusan Gudep/Gudep Pangkalan diajukan oleh utusan Gudep/Gudep Pangkalan
d. Utusan Gudep/Gudep Pangkalan yang mendapatkan skor terbanyak pertama, kedua dan ketiga
ditetapkan sebagai anggota tim formatur
4. Tim Formatur bertugas membentuk pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas
masa bakti 2012 2015.
5. Tim formatur melaksanakan tugasnya paling lama 7 (tujuh) hari setelah Musran
6. Hasil Tim Formatur diajukan ke Kwarcab untuk disyahkan

Pasal 13
Tata Cara Pemilihan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) dipilih secara langsung didalam musyawarah Ranting
2. Pemilihan Ketua BPK Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas masa bakti 2016 2020
diatur dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Sebelum diadakan pemilihan, didahului dengan penjaringan bakal calon ketua BPK
b. Penjaringan bakal calon ketua BPK, diajukan oleh utusan Ranting dan utusan Gudep/ Gudep
Pangkalan dengan ketentuan masing-masing berhak mengajukan 1 ( satu ) nama
c. Terhadap nama-nama bakal calon yang diajukan diadakan perhitungan skornya, bagi yang
memperoleh skor dukungan terbanyak kesatu dan kedua berhak ditetapkan sebagai calon Ketua
BPK
d. Apabila dalam penjaringan bakal calon hanya terdapat 1(satu) nama , maka proses
pemilihannya diyatakan terpilih secara aklamasi .
e. Ketua BPK terpilih adalah calon ketua BPK yang memperoleh suara terbanyak.

Pasal 14
Pembentukan dan Pemilihan Badan Pemeriksa Keuangan

1. Badan Pemeriksa Keuangan dipilih secara langsung oleh Musyawarah Ranting dalam Sidang
Paripurna
2. Badan Pemeriksa Keuangan terdiri dari 3 ( tiga ) orang, 1 (satu ) orang unsur Mabiran, 1 (satu )
orang unsur Gudep/Gudep Pangkalan, dan dibantu 1 (satu ) orang Akuntan .

BAB IV
Lain lain

Pasal 15

Segala ketentuan yang belum diatur dalam peraturan tata tertib ini, akan ditetapkan oleh
Musyawarah Ranting.

Ditetapkan di : Tanah Luas


Pada tanggal : 10 Pebruari 2016
Pukul : 10.00 WIB.

Presidium Sidang
Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Tanah Luas
Tahun 2016
Ketua,

SUKATNO, S.Pd, MM