Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELANG


Kepercayaan masyarakat terhadap suatu profesi ditentukan oleh
keandalan, kecermatan, ketepatan waktu, dan mutu atau jasa pelayanan yang
diberikan oleh profesi tersebut. Kata kepercayaan demikian pentingnya
karena tanpa kepercayaan masyarakat maka jasa profesi tersebut tidak akan
diminati, yang kemudian pada gilirannya profesi tersebut akan punah. Untuk
membangun kepercayaan perilaku para profesi perlu diatur dan kualitas hasil
pekerjaanya dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu dibutuhkan penerapan
standar tertentu, sehingga masyarakat dapat meyakini kualitas pekerjaan
seorang profesional.
Salah satu karakteristik yang membedakan setiap profesi dengan
masyarakat pada umumnya adalah kode etik perilaku profesional atau etika
bagi apra anggotanya. Perilaku yang beretika memerlukan lebih dari sekedar
beberapa peraturan perilaku dan kegiatan pengaturan. Tidak ada satupun kode
etik profesional maupun kerangka kerja pengaturan yang mampu
mengantisipasi segala situasi yang memerlukan adanya pertimbangan pribadi
dalam perilaku beretika. Sesuai dengan itu, makalah ini akan dimulai dengan
suatu pembahasan singkat tentang etika umum sebelum bergerak pada topik
profesional. Kemudian baru melangkah pada Code of Profesional Conduct
AICPA (kode perilaku profesional) yang cukup rinci, makalah ini akan ditutup
dengan suatu kesimpulan desertai pembahasan tentang prosedur penegakan
etika yang digunakan oleh AICPA dan masyarakat CPA negara bagian.

1
1.2 RUMUSAN MASALAH
Makalah ini akan membahas mengenai:
1. Apa definisi auditing, tipe audit dan auditor?
2. Bagaimana jasa-jasa yang dapat diberikan oleh Kantor Akuntan Publik?
3. Bagaimana jenis organisasi yang berhubungan dengan profesi akuntan
publik?

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI, TIPE-TIPE AUDIT DAN AUDITOR


2.1.1 Definisi Auditing

Report of the Committee on Auditing Concepts of the American


Accounting Association (Accounting Review vol.47) memberikan definisi
auditing sebagai:

Suatu proses sistematis untuk memperoleh seta mengevaluasi bukti secara


objektif mengenai arsepsi-arsepsi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan
tuuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan
kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta menyampaikan hasil-
hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

2.1.2 Perbedaan Akuntansi dengan Auditing

Mungkin ada yang bingung tentang apa sih sebenarnya perbedaan antara
akuntansi dan auditing?

Akuntansi yaitu pencatatan, pengklasifikasian dan peringkasan kejadian


ekonomi yang terjadi untuk tujuan menyediakan keuangan informasi yang
digunakan dalam pengambilan keputusan. Hal ini dilakukan karena pada
dasarnya manusia mudah lupa susah ingat dan mustahil bagi kita semua
untuk mengingat apa yang sudah dilakukan 100%. Terutama jika hal ini
menyangkut masalah laporan dan keuangan.

Auditing yaitu menentukan apakah informasi yang dicatat dengan benar


mencerminkan peristiwa ekonomi yang terjadi selama periode akuntansi.

Akuntansi meliputi: Transaksi>Jurnal>Buku Besar>Laporan Keuangan

Auditing memiliki siklus kebalikan dari Akuntansi: Laporan Keuangan


>Buku Besar>Transaksi.

3
Metode akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi
yang dapat mempengaruhi perusahaan atau pemerintah. Setelah
diidentifikasi, maka bukti dan transaksi diukur, dicatat, diklasifikasikan,
serta dibuat ringkasan/ikhtisar dalam catatan-catatan akuntansi. Hasil proses
ini adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip
akuntansi berterima umum (PABU). Tujuan akhir akuntansi adalah
komunikasi data yang relevan dan andal, sehingga dapat berguna bagi
pengambilan keputusan. Para karyawan perusahaan atau pegawai
pemerintah terlibat dalam proses akuntansi ini, sedangkan tanggung jawab
akhir laporan keuangan terletak pada manajemen perusahaan atau
pemerintah.

Auditing laporan keuangan terdiri dari upaya memahami bisnis dan industri
klien serta memperoleh dan menilai bukti yang berkaitan dengan laporan
keuangan, sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada
kenyataannya laporan keuangan tersebut telah menyajikan laporan keuangan
secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU).
Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang diterima
umum (Generally Accepted Auditing Standard / GAAS) dalam
mengumpulkan dan menilai bukti, serta dalam menerbitkan laporan uang
memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam bentuk pendapat (opini)
atas laporan keuangan.

2.1.3 Jenis-Jenis Auditing

Tiga jenis Auditing yang ada pada umumnya menunjukkan karakteristik


kunci yang tercakup dalam definisi auditing yang telah disampaikan diatas.
Jenis-jenis audit tersebut adalah audit laporan keuangan, audit kepatuhan,
dan audit operasional. sifat dasar dari setiap jenis audit akan diuraikan secara
singkat berikut ini.

a. Audit Laporan keuangan

4
Audit laporan keuangan berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud
agar dapat memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut
telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum(GAAP)

Audit laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar sangat


diperlukan untuk memfungsikan pasar sekuritas nasional. secara
signifikan, audit laporan keuangan dapat menurunkan resiko investor
dan kreditor dalam membuat berbagai keputusan investasi dengan
tidak menggunakan informasi yang bermutu rendah. selain itu, auditor
logika audit yang dikembangkan untuk audit laporan keuangan
merupakan dasar dimana auditor saat mengembangkan lebih lanjut
audit kepatuhan, audit operasional serta sejumlah jasa atestasi dan
assurance service.

b. Audit Kepatuhan
Audit kepatuhan berkaitan dengan kegiatan kegiatan memperoleh dan
memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan
atau operasi atau suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan,
ketentuan atu peraturan tertentu. kriteria yang ditetapkan dalam audit
kepatuhan ini dapat berasal dari berbagai sumber, sebagai contoh,
manajemen dapat mengeluarkan kebijakan atau ketentuan yang
berkaitan kondisi kerja, partisipasi dalam program pension serta
pertentangan kepentingan. Audit kepatuhan juga harus didasarkan
pada kriteria yang ditetapkan kreditor. contohnya, perjanjian obligasi
dapat mensyaratkan untuk menjaga suatu resiko lancar tertentu.
aplikasi yang paling luas didasarkan pada ketentuan pemerintah.
sebagai contoh, perusahaan harus mematuhi sejumlah undang-undang

5
yang berkaitan dengan tenaga kerja, seperti Equal Employment
Opportunity Act dan fair Labor Standards Act.
Laporan audit kepatuhan umumnya ditijukan kepada otoritas yang
menerbitkan kriteria tersebut dan dapat terdiri dari (1) ringkasan
temuanatau (2) pernyataan keyakinan mengenai derajat kepatuhan
dengan kriteria tesebut.

c. Audit Operasional

Audit Operasional berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan


mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan
operasional entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan
tertentu,kadang-kadang jenis audit ini disebut juga sebagai audit
kinerja atau audit manajemen.dalam suatu perusahaan bisnis ,lingkup
audit ini dapat meliputi seluruh kegiatan dari (1) suatu
depertemen,cabang atau devisi,(2) suatu fungsi yang mungkin
merupakan fungsi lintas unit usaha,seperti pemasaran dan pengelolaan
data,Audit operasional pada pemerintah federal dapat dilakukan pada
seluruh kegiatan dari (1) suatu lembaga, seperti federal Emergency
Management Agency (FEMA) atau (2) Suatu Program Tertentu,seperti
distribusi kupon makanan.kriteria atau tujuan yang digunakan untuk
mengukur efisiensi dan efektivitas dapat ditentukan oleh manajemen
atau lembaga yang berwewenan.dari sisi lain auditor operasional dapat
juga dapat juga membantu menyusun kriteria yang akan digunakan
,secara khas, laporan audit operasional tidak hanya memuat
pengukuran efisiensi dan efektifitas saja namun jugam memuat
rekomendasi untuk peningkatan kinerja .apabila audit dilaksanakan
oleh kantor CPA,biasanya audit akan melibatkan pesonel dari bagian
konsultasi atau orang-orang yang memiliki keahlian industry yang luas
serta staf audit mereka.

2.1.4 Jenis-jenis Auditor

6
Para professional yang ditugaskan untuk melakukan audit atas kegiatan dan
peristiwa ekonomi bagi perorangan dan entitas resmi, pada umumnya
diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu (1) auditor independen (2)
Auditor internal (3) auditor pemerintah. Uraian singkat kelompok auditor
yang dilakukan akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Auditor Independen

Auditor Independen di amerika serikat biasanya adalah CPA yang


bertindak sebagai praktisi perorangan ataupun anggota kantor akuntan
public yang memberikan jasa auditing professional kepada klien.pada
umumnya lisensi diberikan kepada mereka yang telah lulus dalam ujian
persamaan CPA serta memiliki pengalaman praktik dalam bidang
auditing karena pendidikan dan pelatihan yang mereka peroleh serta
pengalaman yang mereka miliki,auditor independen memiliki
kualifikasi untuk melaksanakan setiap jenis audit yang telah diuraikan
sebelumnya.sedangkan klien para auditor independen tersebut dapat
berasal dari perusaaan bisnis yang berorietas laba,organisasi
nirlaba,kantor pemerintah dan perorangan.

b. Auditor Internal

Auditor internal adalah pegawai dari organisasi yang diaudit.auditor


jenis ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen
,yang dinamakan audit internal.dalam lingkungan organisasi sebagai
bentuk jasa bagi organisai,tujuan audit internal adalah untuk membantu
manajemen organisasi dalam memberikan pertanggung jawaban
berikutnya.
Lingkup fungsi audit internal meliputi semua tahap dalam kegiatan
organisasi, para auditor internal terutama melibatkan diri pada audit
kepatuhan dan operasional.akan tetapi,sebagaimana akan dijelaskan

7
kemudian.pekerja auditor internal ini juga dapat melengkapi pekerjaan
auditor independen dalam melakukan audit laporan keuangan.
Para pemegang auditor internal kebanyakan adalah adalah
pemegang sertifikat yang disebut sebagai Certified internal Auditors
(CIA), yang beberapa diantara nya juga bersertifika CPA.Assosiai
internasional untuk para auditor internal adalah institute of internal
auditors (IIA), yang menerapkan kriteria sertifikat serta mengelolah ujia
CIA.Selain itu, IIA juga telah menetapkan standar praktis untuk audit
intwrnal dengan sebuah kode atik.

c. Auditor Pemerintah
Auditor Pemerintah (Government auditors) dipekerjakan oleh berbagai
kantor pemerintah di tingkat federal, negara bagian, dan loal di A.S.
pada tingkat federal, terdapat 3 kantor utamayaitu the general
Accounting Office (GAO),Internal Revenue Service (IRS) dan
Devender Contract Audit Agency (DCAA).
Untuk melaksanakan fungsi audit bagi kepentingan kongres, para
auditor GAO bertugas pada Lingkup pada lingkungan yang luas,
termasuk melakukan audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit
operasional. Hasil audit-audit ini dilaporkan kepada kongres da public
,Para auditor GAO juga dilibatkan untuk melakukan pencarian fakta
(Facta finding) serta mengevaluasi alternative bagi kepentingan
kongres.

Organisasi nasional untuk para akuntan pemeritah di A.S. ini adalah


association of Government Accountants (AGA). Sampai saat ini AGA
belum mengembangkan program sertifikasi untuk para akuntan
pemerintah. Namun demikian, beberapa auditor pemerintah adalah
pemegang sertifikat CPA dan CIA.

8
2.2 PROFESI AKUNTAN PUBLIK: SUATU PERSPEKTIF SEJARAH
a. Akar Auditing

Menurut catatan seorang ahli sejarah akuntansi, dikatakan bahwa:

Asal-usul auditing dimulai jauh lebih awal dibanding kn dengan asal usul
akuntansi ketika kemajuan peradaban membawa pada kebutuhan akan
adanya orang yang dalam batas tertentu dipercaya untuk mengelolah harta
milik orang lain, maka dipandang patut untuk melakukan pengecekan atas
kesetiaan orang tersebut, sehingga semuannya akan menjadi jelas

Dikatakan bahwa penguasa Mesir purba melakukan pemeriksaan independen


atas catatan penerimaan pajak, orang-orang yunani kuno melakukan
pemeriksaan rekening pejabat publik, sedangkan orang romawi
membandingkan antara pengeluaran dengan otoritas pembayaran, untuk
melakukan review atas catatan akuntansi dan laporan yang disiapkan oleh para
pelayan mereka.

b. Bangkitnya Profesi Auditor di A.S.


Pada tahun 1986, negara bagian New York menjadi yang pertama dalam
pembuatan perundangan yang mengatur lisensi CPA.pada tahun 1921,48
negara bagian telah menerbitkan perundangan serupa. Pada tahun
1917,American institute of Accountants didirikan.institusi tersebut kemudian
berganti nama menjadi American institute of certified public accountants
(AICPA), yang kemudian mejadi suara profesi yang paling utama sampai
sekarang.
Selama awal tahun 1999an, permintaan audit meningkat demikian besar
sebagai akibat pertumbuhan kepemilikan public yang sangat cepat atas
sekuritas perusahaan.bersamaan dengan itu,adanya kebutuhan akan pelaporan
keuangan yang seragam menjadi semakin jelas.pada tahun 1917,para pejabat
federal reserve board dengan dibantu oleh beberapa profesi
akuntansi,mengembangan sebuah proposal untuk menyeragamkan

9
akuntansi.pada tahun berikutnya,sebuah buku kecil yang berjudul Aproved
Mhetods for the Preparation of balance sheet Statetment memberikan
pertimbangan positif untuk meningkatkan pelaporan keuangan dan untuk
menyadarkan para pengusaha akan perlunya mempekerjakan akuntan yang
memahami pelaporan yang dipersyaratkan.

c. Perkembangan Pengauditan di Indonesia


Profesi Auditorsi di Indonesia masih tergolong baru. Pada masa penjajahan
Belanda, jumlah perusahaan di Indonesia belum begitu banyak, sehingga
Auditorsi dengan sendirinya hampir tidak dikenal. Perusahaan-perusahaan
milik Belanda yang beroperasi di Indonesia pada waktu itu, mengikuti model
pembukuan seperti yang berlaku di negaranya. Situasi seperti itu berlangsung
hingga Indonesia merdeka. Auditorsi baru mulai dikenal di Indonesia setelah
tahun 1950-an, yaitu ketika semakin banyak perusahaan didirikan dan
Auditorsi sistem Amerika mulai dikenal, terutama melalui pendidikan di
perguruan tinggi.
Perkembangan Auditorsi di Indonesia terjadi pada tahun 1973, yaitu ketika
Ikatan Auditor Indonesia (IAI) menetapkan Prinsip-prinsip Auditorsi
Indonesia (PAI) dan Norma Pemeriksaan Auditor (NPA). Selain itu
perkembangan yang terjadi dalam dunia perbankan sejak tahun 1988 semakin
menuntut dilakukannya audit atas laporan keuangan bagi perusahaan-
perusahaan yang akan mengajukan permohonan kredit ke bank. Pada tahun
1995 lahir Undang-undang Perseroan Terbatas yang mewajibkan suatu
perseroan terbatas menyusun laporan keuangan dan jika perseroan merupakan
perusahaan publik, maka laporan keuangannya wajib diaudit oleh Auditor
publik. Pada tahun yang sama Undang Undang Pasar modal pun lahir juga.

Seiring perkembangan perusahaan di Indonesia, IAI telah banyak melakukan


penyempurnaan peraturan yang berlaku di Indonesia. Yang mana Indonesia
saat itu berkibalat pada peraturan yang dibuat oleh Amerika Serikat. Pada
tahun 1994 IAI melakukan penyusunan ulang prinsip Auditorsi dan standar

10
audit yang disebut Standar Auditorsi Keuangan (SAK) dan Standar
Profesional Auditor Publik (SPAP). Sejalan dengan itu Dewan Standar
Auditorsi yang dibentuk IAI secara terus menerus menerbitkan Pernyataan
Standar Auditorsi Keuangan (PSAK.

Seperti terjadi di Amerika Serikat seratus tahun lalu, fungsi pengauditan di


Indonesia memasuki abad ke-21 ini masih belum dipahami masyarakat.
Banyak kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor, karena fungsi audit
tidak dipahami dengan benar. Maka dari itu Pemerintah mulai
memperkenalakan Auditorsi mulai dari SMA dan pengenalan Audit dilakukan
di Perguruan Tinggi.

2.3 PROYEK VISI CPA

Pada tahun 1997, AICPA mensponsori Proyek Visi CPA untuk melakukan
tinjauan serius terhadap nilai, kompetensi, dan jasa inti yang akan membawa
profesi akuntansi memasuki abad mendatang. Audit laporan keuangan hanya
merupakan salah satu dari dari sekian banyak keterampilan yang dapat
dipraktikkan oleh para CPA. Pada umumnya, auditor juga dipercaya menjadi
penasihat bisnis untuk membantu perusahaan menilai risiko bisnis strategis,
merancang sistem informasi, atau membantu perencanaan pajak dan keuangan,
seiain mengaudit laporan keuangan perusahaan. Lebih jauh lagi, pengetahuan
tentang organisasi yang didapatkan melalui pemberian jasa-jasa di atas dapat
meningkatkan kemampuan auditor untuk menuai kewajaran penyajian laporan
keuangan.

Dalam banyak bidang jasa informasi, telah terjadi pergeseran kekuatan dari
penghasil informasi ke pengguna informasi. Sekarang ini, para pengambil
keputusan meminta informasi yang lebih tepat waktu pada saat dibutuhkan
daripada laporan tahunan multi-guna tradisional yang disajikan oleh laporan
keuangan pada umumnya. Industri akuntansi dan auditing harus dapat menyatakan
lingkungan perubahan yang cepat dewasa ini.

11
Proyek Visi CPA telah melibatkan diskusi akar rumput yang dilakukan oleh lebih
dari 4.000 CPA di Amerika Serikat guna menyatakan nilai, kompetensi, dan jasa
inti yang dapat diberikan oleh profesi CPA kepada publik pada tahun 2011 dan
selanjutnya. Pembahasan berikut akan meon'view aspek-aspek kunci dari
kesimpulan ini dalam konteks pekerjaan yang dilaksanakan auditor.

2.3.1 Pernyataan Visi Dan Tujuan


a. Pernyataan Visi
Selama audit berlangsung auditor mengevaluasl pengendalian intern
yang biasanya telah diotomatisasi dan dirancang untuk
mengendalikan proses ini. Penambahan nilai terjadi selama audit
ketika auditor mengesahkan komunikasi gambaran menyeluruh
dengan jelas dan objektif. Secara khusus hal ini penting bagi para
pengguna audit yang berasal dari pihak ketiga.
Jasa auditor menggerakkan rantai nilai ketika auditor mengubah
infomasi ini menjadi pengetahuan yang penting bagi manajemen atau
dewan direksi. Sebagai contoh, dengan menggunakan pengetahuan
yang dimiliki tentang bisnis, auditor dapat menemukan bahwa
perusahaan tidak menggunakan asetnya secara optimal untuk
memperoleh penghasilan, dan bahwa rasio penghasilan terhadap
asetnya berada jauh di bawah rasio perusahaan yang unggul dalam
industri. Lebih jauh lagi, auditor dapat melihat peluang untuk
meningkatkan kinerja dengan cara membuat rekomendasi tentang
bagaimana perusahaan dapat mendayagunakan dengan lebih baik
basis aset yang dimiliki, yang berarti mengantisipasi dan
menciptakan peluang. Auditor memberikan nilai terbesar dengan
cara membuat rekomendasi yang cukup spesifik untuk menunjukkan
jalur yang mengubah visi menjadi kenyataan. Sebagai contoh,
merekomendasikan untuk menjual aset-aset tertentu yang kurang
produktif, serta menggunakan dana tunai yang diperoleh untuk

12
diinvestasikan pada usaha yang dapat memberikan pengembalian
lebih tinggi atas aset yang dimiliki. CPA independen dapat
membantu klien pada setiap kegiatan, kecuali pada implementasi
tindakan yang direkomendasikan, karena hal itu merupakan
tanggung jawab manajemen.
Auditor memiliki posisi menguntungkan yang unik untuk memahami
sejumlah organisasi. dan bagaimana mereka menggunakan sumber
dayanya untuk mencapai tujuan. Dengan demikian. mereka yang
ingin mendapatkan jasa CPA sebenarnya ingin mengakses
pengetahuan itu. Tantangan bagi auditor independen adalah
membagikan perspektif mereka dengan cara yang dapat (1)
membantu klien mencapai sasarannya dan (2) menjaga independensi
auditor. Merupakan hal penting bagi auditor untuk dapat memahami
perbedaan antara membuat rekomendasi dan mengimplementasikan
keputusan.
b. Tujuan Inti
Tujuan inti CPA adalah untuk menjadikan perubahan dunia yang
kompleks menjadi sesuatu yang masuk akal. Sementara hal ini dapat
diterima oleh profesional lainnya, CPA menempatkan dirinya
terpisah dari profesional lain dalam proses ini melalui nilai,
kompetensi, dan jasa inti yang dapat diberikan pada situasi ini. Setiap
unsur di atas akan dibahas lebih lanjut berikut ini.

2.3.2 Nilal Inti


Nilai inti yang terdapat dalam Proyek Visi CPA mencerminkan
penghargaan publik yang sangat tinggi pada apa yang telah dicapai oleh
CPA. Nilai-nilai ini kebanyakan dikembangkan dari keterkaitan para CPA
dengan audit laporan keuangan. Dewasa ini CPA memiliki reputasi yang
kuat tentang prinsip-prinsip etika. dalam hal integritas dan objektivitas.

13
Selain itu, CPA adalah pihak yang lebih dahulu melihat pentingnya
pendidikan berkelanjutan dan pembelajaran seumur hidup. Sebagian besar
CPA menghabiskan waktu antara 40-60 jam per tahun untuk mengikuti
pendidikan berkelanjutan, dengan harapan dapat tetap memiliki wawasan
yang tajam tentang standar pelaporan keuangan, standar auditing, serta
peraturan pajak yang baru, termasuk praktik bisnis baru dan penggunaan
teknologi baru. CPA juga secara sukarela meningkatkan derajat
kompetensi profesional yang tinggi melalui persetujuannya atas standar
review mutu yang dilakukan dalam praktik review sejawat (peer review).
Akhirnya, CPA juga mengembangkan sikap untuk menyesuaikan diri
dengan isu-isu bisnis yang luas. Keahlian untuk memahami kinerja bisnis
dan organisasi ini ternyata dapat memberikan nilai tambah pada audit.
Kemampuan CPA untuk menginterpretasi informasi kunci tentang kinerja
bisnis serta rekomendasi berupa alternatif langkah tindak lanjut yang dapat
mempertahankan pertumbuhan dan kemakmuran klien telah mendapat
penghargaan yang sangat tinggi. Setiap nilai inti ini penting bagi auditor
dan akan tetap ditekankan pada bab-bab berikutnya.
2.3.3 Kompetensi Inti
Dewasa ini, auditor seringkali mendapatkan kritikan yang tajam tentang
komunikasi yang kaku berdasarkan standar, laporan bentuk tunggal yang
multiguna, lebih berperan sebagai pelapor daripada sebagai penyelesaian
masalah, terlampau mementingkan standar serta lebih berfokus pada
angka-angka dan ukuran. Para CPA yang tergabung dalam Proyek Visi
CPA menyadari adanya isu-isu tersebut dan sampai pada konsensus atas
serangkaian kompetensi yang akan membekali para CPA dan auditor
memasuki tahun 2011 dan selanjutnya. Setiap kompetensi ini berlaku pada
fungsi audit, sama seperti jasa CPA lainnya, serta akan dibahas lebih
mendalam pada bab berikutnya. Pembahasan berikut akan terfokus pada
relevansi kompetensi dan assurance services. Para auditor memerlukan
kemampuan berkomunikasi yang unggul agar dapat meminta keterangan

14
yang tepat dari manajemen dan menyampaikan temuan-temuan kepada
manajemen, dewan direksi, dan pihak ketiga. Oleh karena teknologi
mempengaruhi cara auditor berkomunikasi, maka auditor kurang
menekankan penggunaan laporan-laporan standar, namun harus lebih
mampu mengkomunikasikan dengan jelas lingkup kerja, temuan, dan
kesimpulan. Keterampilan berpikir strategis dan kritis menjadi penting
bagi seorang auditor. Sebagai contoh, seorang auditor harus mampu
menilai dan mengevaluasi rencana strategis klien serta mampu
mengevaluasi apakah transaksi dapat mendukung kesimpulan bahwa bisnis
mencapai tujuannya. Auditor harus meningkatkan keterampilannya
melampaui standar yang ada serta berfokus pada pelanggan, klien, dan
pasar. Sebagaimana dapat dilihat dalam Gambar 1-3, auditor independen
dapat melaksanakan jasa dalam lingkup yang luas yang mampu membantu
para pengambil keputusan, namun tanpa melibatkan diri dalam kegiatan
manajemen untuk menerapkan keputusan tersebut. Auditor harus mampu
menginterpretasi kumpulan informasi. Keterampilan analitis kunci yang
digunakan dalam keseluruhan audit adalah kemampuan untuk
mengevaluasi informasi keuangan dan nonkeuangan serta kemampuan
menentukan apakah laporan keuangan telah disajikan dengan wajar.
Akhirnya auditor harus berwawasan teknologi. Auditor harus mampu
mengevaluasi sistem informasi dan pengendalian intern yang secara luas
menggunakan teknologi baru. Oleh karena klien banyak yang memasuki
aliansi strategis dan terlibat dalam perniagaan secara elektronik (electronic
commerce) serta pertukaran data secara elektronik (electronic data
interchange), maka auditor harus memiliki kemampuan untuk
mengevaluasi penggunaan teknologi saat ini dan merekomendasikan
peningkatannya.
2.3.4 Jasa Inti
Jasa inti yang ditunjukkan dalam Proyek Visi CPA adalah assurance,
teknologi, konsultasi manajemen, perencanaan keuangan, dan jasa

15
internasional. Di masa yang akan datang, para auditor akan terlibat pada
setiap jasa tersebut dalam derajat tertentu. Setiap jasa tersebut di atas akan
dibahas secara singkat pada bagian berikut tentang pemberian jasa yang
dilaksanakan oleh kantor-kantor CPA. Jasa inti yang ingin ditekankan
auditor adalah assurance services dan jasa teknologi.
2.4 JASA YANG DlLAKSANAKAN KANTOR CPA

Staf profesional kantor-kantor CPA adalah staf yang memenuhi syarat untuk
memberikan jasa-jasa tersebut. Bagian berikut akan menjelaskan secara singkat
tentang jasa-jasa tersebut dengan penekanan pada assurance services dan iasa
atestasi yang berkaitan erat dengan fungsi audit.

2.4.1 Assurance services

Beberapa contoh assurance services adalah sebagai berikut:


a. Jasa penilaian resiko, di mana CPA dapat meningkatkan mutu
informasi resiko untuk para pengambil keputuaan internal melalui
penilaian independen mengenai kemungkinan suatu peristiwa atau
tindakan akan berpengaruh buruk pada kemampuan (mutual untuk
mencapai tujuan bisnis kerta melaksanakan strateginya dengan
berhasil.
b. Jasa penilaian kinerja, berfokus pada pemberian keyakinan
berkenaan dengan penggunaan ukuran-ukuran keuangan dan
nonkeuangan oleh organisasi untuk mengevaluasi elektivitas dan
efisiensi kegiatan.
c. Assurance perawatan lansia, merupakan jasa potensial di mana para
CPA dapat menyediakan jasa yang bernilai bagi anggota keluarga
dengan cara memberikan keyakinan bahwa tujuan pemeliharaan
dapat tercapai untuk para anggota keluarga berusia lanjut yang tidak
lagi dapat mandiri sepenuhnya. Tujuan jasa ini adalah untuk
memberikan keyakinan secara profesional, independen, dan objektif

16
kepada pihak ketiga (anak, anggota keluarga, atau pihak lain yang
berkepentingan) bahwa kebutuhan para lansia dapat terpenuhi.

Jasa-jasa ini dibangun berdasarkan kepercayaan dan reputasi integritas


dan objektivitas yang diperoleh CPA, yang telah memperluas jasa
tradisional menjadi jasa yang sama sekali baru.

2.4.2 Jasa Atestasi


Jasa atestasi (attest services) merupakan salah suatu jasa di mana kantor
CPA mengeluarkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu
kesimpulan tentang keandalan asersi tertulis yang menjadi tanggung
jawab pihak lain. Tumbuhnya pengakuan atas keahlian dan pengalaman
CPA dalam beberapa tahun belakangan ini telah meningkatkan
permintaan jasa atestasi yang beragam oleh para klien, kantor pemerintah,
dan lain-lain. Selanjutnya jjasa atestasi ini dapat dibagi menjadi empat
jenis, yaitu audit, pemeriksaan, review, dan prosedur, seperti berikut ini.
a. Audit
Contoh utama dari jasa audit (audit services) adalah audit laporan
keuangan. Jenis audit ini meliputi upaya memperoleh dan
mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang
memuat asersi yang dibuat oleh manajemen entitas. Berdasarkan audit
tersebut, CPA memberikan pernyataan pendapat "positif tentang
apakah laporan tersebut telah menyajikan secara wajar sesuai dengan
kriteria yang telah ditetapkan. Biasanya kriteria yang digunakan
adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).
Perhatikan bahwa istilah "positif" berarti pasti atau yakin, termasuk
juga untuk keadaan yang kurang menguntungkan, yaitu ketika bukti-
bukti yang diperoleh dalam audit telah membawa CPA pada suatu
kesimpulan yang positif (pasti) bahwa laporan tidak sesuai dengan
GAAP.

17
Dewasa ini, fokus utama dari audit adalah menyajikan satu berkas
laporan keuangan tahunan yang menyertai suatu laporan audit
tahunan kepada investor dan pengguna lain. Namun demikian,
paradigma ini sedang berubah pada saat ini. Teknologi informasi telah
mengubah cara pengambil keputusan mendapatkan informasi.
Sebagai contoh, dewasa ini terdapat demikian banyak peluang untuk
memperoleh akses pada internet dan dengan segera dapat
memperoleh berita-berita baru yang telah disesuaikan dengan topik-
topik yang paling diminati. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi
audit di masa depan? Banyak yang berpendapat bahwa kemungkinan
besar fokus audit akan bergeser dari laporan keuangan tahunan
menjadi bagaimana investor dapat memperoleh akses database
infomasi keuangan dan nonkeuangan real time dengan disertai suatu
bentuk keyakinan yang berkesinambungan. Agar dapat memberikan
keyakinan atas infomasi real time, tim audit masa depan perlu
memiliki pengalaman luas dalam memahami bisnis dan industri klien,
pada teknologi informasi, dan dalam mengevaluasi bukti-bukti real
time.

b. Pemeriksaan
Istilah pemeriksaan (examination) digunakan untuk menguraikan jasa
lain yang muncul dalam pernyataan positif suatu pendapat tentang
kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak lain dengan kriteria yang
telah ditetapkan. Contoh pemeriksaan meliputi pemeriksaan (1)
laporan keuangan prospektif (bukan historis), (2) asersi manajemen
tentang efektivitas struktur pengendalian intern entitas, dan (3)
kepatuhan entitas terhadap perundangan dan peraturan tertentu.
Contoh-contoh pemeriksaan berikut yang dibuat oleh kantor-kantor
akuntan besar tentang asersi yang dibuat oleh pihak lain nampak

18
sedikit mengejutkan, yaitu (1) kecermatan penyajian penulis tentang
materi dalam suatu buku teks akuntansi, (2) kemampuan perangkat
lunak komputer untuk melakukan tugas sebagaimana yang
dipromosikan oleh pengembangnya, (3) jumlah rata-rata bola golf
buatan pabrik tertentu yang dipukul oleh pemain golf amatir jauh
meninggalkan para pesaingnya, dan (4) ketepatan metodologi yang
digunakan jasa telepon sambungan langsung jarak jauh untuk
menghitung penghematan biaya yang telah disebarkan kepada para
pelanggannya dibandingkan dengan harga pesaing.
c. Review
Jasa review (review services) terutama terdiri dari permintaan
keterangan dari manajemen entitas serta analisis komparatif atas
informasi keuangan. Lingkup jasa ini kurang signifikan apabila
dibandingkan dengan jasa audit atau jasa pemeriksaan. Tujuan review
adalah untuk memberikan keyakinan negatif sebagai lawan dari
pernyataan positif yang diberikan pada suatu audit. Dengan demikian,
daripada menyatakan telah menyajikan secara wajar sesuai GAAP.
Suatu laporan yang dibuat berdasarkan review laporan keuangan akan
menyatakan bahwa pe-review "tidak mendapatkan adanya modifikasi
material yang harus dibuat dalam laporan keuangan agar sesuai
dengan GAAP. Kadang-kadang jasa ini dilakukan atas laporan intern
perusahaan publik dan laporan tahunan perusahaan nonpublik.
d. Prosedur yang Disepakati
Lingkup kerja dalam melaksanakan prosedur yang disepakati
(agreed-upon procedures) juga lebih sempit dibandingkan dengan
jasa audit dan jasa pemeriksaan. Sebagai contoh, klien dan kantor
CPA dapat membuat kesepakatan bahwa prosedur-prosedur tertentu
hanya akan dilaksanakan pada elemen dan akun tertentu dalam
laporan keuangan sebagai lawan dari laporan keuangan secara

19
keseluruhan. Untuk jenis jasa ini, kantor CPA dapat menerbitkan
suatu ringkasan temuan.
Standar profesional yang meliputi kinerja seluruh jasa atestasi yang
baru diuraikan di atas diterbitkan oleh AICPA dalam bentuk
Statements on Standards for Attestation Engagement (SSAE).
Standar-standar ini dikembangkan oleh tiga komite teknis senior dari
AICPA, yaitu Auditing Standards Board, Accounting and Review
Services Committee, dan Management Consulting Services
Executives Committee. Selain standar-standar tersebut, AICPA telah
menerbitkan standar-standar yang lebih rinci tentang jasa audit dan
jasa review dalam bentuk Statements on Auditing Standards (SAS)
yang diterbitkan oleh Auditing Standards Board serta Statements on
Standards for Accounting and Review Services (SSAR) yang
diterbitkan oleh Accounting and Review Services Committee.
2.4.3 Jasa-Jasa Lain
Jenis utama jasa-jasa lain yang diberikan oleh kantor CPA adalah jasa
teknologi, konsultasi manajemen, perencanaan keuangan, serta jasa
internasional. Ciri umum dari jasa-jasa ini adalah bahwa jasa ini tidak
memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau
bentuk lain dari keyakinan. Namun demikian, jasa-jasa ini dapat diberikan
oleh kantor CPA yang sama yang sedang melaksanakan audit. Dewasa ini.
semakin banyak kantor CPA yang mengorganisasikan dirinya agar mampu
melaksanakan berbagal jasa bagi para klien dalam industri yang sama,
daripada hanya mengkhususkan diri pada jasa audit, perpajakan, atau
konsultasi saja.
a. Jasa Teknologi
CPA memberikan jasa teknologi (technology services) dalam bentuk
analisis sistem, manajemen infomasi, serta pengamanan sistem. Para
CPA adalah tenaga yang ahli dalam mengevaluasi pengendalian
intern entitas serta telah mengembangkan keahliannya dalam

20
membantu klien untuk merancang sistem informasi dan pengendalian,
sistem untuk mendukung perencanaan keuangan, sistem untuk
mendukung kebutuhan pengambilan keputusan lainnya, serta
membuat rekomendasi untuk meningkatkan pengamanan sistem.
Dewasa ini, banyak perusahaan berjuang untuk menentukan
bagaimana memaksimumkan pengembalian atas investasi mereka
dalam teknologi, dan CPA memiliki keahlian penting untuk
membantu mereka dalam proses ini. Beberapa jasa teknologi memang
tumpang tindih dengan proses reengineering (rekayasa ulang),
sehingga dalam lingkungan teknologi yang berubah dengan cepat
seperti dewasa ini, seringkali jasa-jasa ini tumpang tindih dengan jasa
lain yang disediakan oleh para CPA. Sebagai contoh, suatu assurance
services baru-CPA Webtrust-menyediakan keyakinan tentang praktik
bisnis serta teknologi yang digunakan dalam berbisnis melalui
Internet. Selain itu, setiap audit meliputi juga suatu evaluasi tentang
pengendalian intern perusahan serta laporan kepada manajemen
tentang kelemahan sistem pengendalian intern.
b. Konsultasi Manajemen
Dalam melaksanakan jasa konsultasi manajemen (management
consulting services), para praktisi mendayagunakan keahlian teknis,
pendidikan, dan pengalaman mereka untuk memberikan nasihat dan
bantuan teknis kepada klien. Jasa ini dapat membantu klien untuk
meningkatkan penggunaan kemampuan dan sumberdaya mereka
dalam mencapai tujuan. Proses konsultasi meliputi perumusan
masalah atau peluang, mencari fakta, mengevaluasi alternatif,
merumuskan rencana tindakan, mengkomunikasikan hasil,
menerapkan rencana tindakan, serta tindak lanjut. Namun konsultan
CPA independen harus berhenti sesaat sebelum manajemen membuat
keputusan. Dewasa ini, jasa konsultasi mengambil proporsi signifikan
dan menunjukkan pertumbuhan pesat dalam total tagihan kantor CPA.

21
c. Perencanaan Keuangan
CPA menyediakan beragam jasa yang dapat memberi arti dan nilai
tambah dalam lingkup yang luas bagi infomasi keuangan. Jasa
perencanaan keuangan (financial planning services) meliputi segala
sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan pajak dan analisis laporan
keuangan untuk menyusun struktur portofolio investasi serta transaksi
keuangan yang kompleks untuk bisnis. Secara teratur, beberapa CPA
membantu klien untuk mengembangkan rencana bisnis. Selain itu,
baik perorangan maupun perusahaan bisnis diharuskan menyimpan
berkas dan membayar berbagai macam pajak. Jasa perpajakan
meliputi bantuan untuk mengarsipkan formulir pajak, perencanaan
pajak, perencanaan pajak warisan, serta mewakili klien dalam
pengurusan pajak di kantor pajak. Aspek perpajakan dari perencanaan
keuangan merupakan bagian yang signifikan dari praktik sebagian
besar kantor CPA.
d. Internasional
Belum lama ini, hanya perusahaan-perusahaan publik yang terbesar
saja yang melakukan transaksi signifikan. Dewasa ini, hampir semua
usaha melakukan kegiatan (1) membeli produk atau jasa dari
perusahaan asing, (2) menjual produk atau jasa kepada perusahaan
asing, atau (3) memiliki pesaing penting dari perusahaan asing.
Dengan bertumbuhnya perniagaan secara elektronik (ecommerce),
banyak perusahaan yang berurusan dengan aspek internasional dari
bisnis mereka yang beberapa tahun sebelumnya tak pernah
terbayangkan. CPA menyediakan beragam jasa internasional
(international services) seperti perencanaan pajak lintas batas, atau
bantuan dalam penyusunan merger maupun kerja sama multinasional.
AICPA menerbitkan standar-standar profesional untuk kinerja dari
beberapa jasa-jasa lain yang baru diuraikan tadi. Federal Taxation
Executive Committee AlCPA menerbitkan Statements on

22
Responsibilities in Tax Practice (SRTP), yang menyediakan pedoman
bagi para CPA yang melaksanakan aspek pajak dalam perencanaan
keuangan. Kemudian AlCPA melalui Management Consulting
Services Executive menerbitkan Statements on Standards for
Consulting Services.

2.5 ORGANISASI YANG BERKAITAN DENGAN PROFES AKUNTAN PUBLIK


DI AMERIKA SERIKAT

Profesi akuntan public modern dipengaruhi oleh sejumlah organisasi professional


dan badan pengatur yang memiliki fungsi di dalam organisasi itu sendiri maupun
yang secara langsung dapat mempengaruhi profesi itu sendiri melalui kegiatan
penetapan standar dan pengaturan.

2.5.1 Organisasi Sektor Swasta


Penjelasan tentang sifat dan kegiatan pokok dari setiap organisasi sector
swasta dikelompokkan sebagai berikut.
a. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
Organisasi profesi nasional untuk profesi akuntan public di
Amerika Serikat adalah AICPA. Sebagaimana dinyatakan dalam
laporan tahunan, misi AICPA adalah bertindak atas nama anggota
serta menyediakan dukungan yang perlu untuk menyakinkan bahwa
para CPA telah melayani kepentingan publik dalam melaksanakan jasa
professional yang bermutu.
AICPA memberikan lingkup layanan yang luas kepada para
anggotanya. Misalnya melaui komite-komite teknis senior, para
anggota dapat berpartisipasi untuk menetapkan standar-standar yang
akan digunakan sebagai pedoman kinerja jasa professional, termaksud
standar yang berkaitan dengan pengendalian mutu, review mutu, dan
etika perilaku.

23
AICPA beroperasi melalui sejumlah tim dan divisi. Pertama,
empat tim di antarannya berdampak langsung atas kegiatan auditing.
Kedua, dua divisi diantaranya, yaitu Division for CPA Firms (Divisi
Kantor CPA) dan Quality Review Divison (Divisi Review Mutu).
Ketiga, Auditing and Attest Standards Team (Tim Standar Auditing
dan Atestasi).
b. State Societies of Certified Public Accountanst (Masyarakat CPA
Negara Bagian)
Para CPA yang ada setiap negara bagian telah mendirikan
perkumpulan masyarakat atau sosialisasi para CPA pada setiap negara
bagian. Seperti halnya organisasi yang berskala nasional, keanggotaan
dalam masyarakat negara bagian ini juga bersifat sukarela. Sebagian
besar CPA adalah anggota AICPA dan sekaligus juga anggota
masyarakat CPA negara bagian. Masyarakat CPA negara bagian
menjalankan fungsinya melaui sejumlah kecil staf yang bekerja penuh
waktu serta melalui berbagai komite yang terdiri dari para anggota
sendiri. Masyarakat negara bagian ini memiliki kode etik
profesionalisme sendiri yang sejalan dengan Kode Etik Professional
AICPA (AICPA Code of Profesional Conduct). Meskipun organisasi
ini bersifat otonom, biasanya masyarakat CPA negara bagian lainnya
dan juga dengan AICPA dalam bidang kepentingan yang saling
menguntungkan, misalnya kepentingan pendidikan berkelanjutan dan
etika.
c. Unit-unit Kerja (Kantor CPA)
Seorang CPA dapat berperaktik sendiri atau menjadi anggota
sebuah kantor akuntan publik (KAP). Sebuah KAP adapat berbentuk
perusahaan perorangan, firma, perseroan terbatas, perusaaan
professional, atau bentuk perusahaan lainnya ayng diizinkan oleh
hukum negra bagian atau peraturan. Kantor-kantor tersebut seringkali
digolongkan mejadi empat kelompok, yaitu kelompok Lima Besar

24
(The Big Five), kelompok kategori kedua (Second-Tier), kelompok
regional. Dan kelompok lokal.
Kantor CPA lokal memiliki satu atau beberapa kantor di dalam
suatu negara bagian. Kantor CPA lokal merupakan bentuk yang paling
umum dari unit kerja. Beberapa kantor CPA lokal melayani juga
perusahaan publik, namun klien utama mereka adalah usaha-usaha
kecil dan perorangan. Kegiatan audit yang dilakukan beberapa kantor
CPA lokal yang paling kecil cenderung menurun, karena tingginya
biaya untuk mempertahakankan kompetensi serta meningkatnya
pengungkapan kewajiban hukum.
Agar tetap kompetitif, banyak kantor CPA yang berskala lebih
kecil dan menengah bergabung dalam suatu asosiasi kantor-kantor
CPA. Terdapat lebih dari dua lusin asosiasi di Amerika Serikat dengan
anggota setidaknya 6 sampai sebanyak-banyaknya 60 anggota unit
kerja. Asosiasi tersebut berbeda satu sama lain dalam hal layanan yang
diberikan kepada anggota, namun kebanyakan menawarkan program
pelatihan untuk para staf, petunjuk keahlian yang tersedia pada setiap
kantor CPA sebagai anggota sehingga dapat saling berkonsultasi
dengan anggota kantor CPA lain tentang bidang keahlian, bantuan
dalam penerimaan pegawai baru, dan jasa referensi bagi klien.
d. Badan-badan yang Menetapkan Standar Akuntansi
Financial Accounting Standards Board (FASB Dewan
Standar Akuntansi Keuangan) serta Govermental Accounting
Standards Board (GASB Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan)
adalah badan-badan independen yang menetapkan standar sector
swasta. Fungsi utamanya adalah mengembangkan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum (GAAP) bagi setiap entitas bisnis dan
nirlaba, entitas pemerintahan negara bagian dan lokal. Pernyataan dan
interprestasi yang diterbitkan oleh kedua badan tersebut telah diakui
secara resmi oleh AICPA dalam mengembangkan GAAP.

25
FASB terdiri dari tujuh anggota penuh waktu yang staf peneliti dan
suatu dewan pensihat. Sebelum Statement of Financial Accounting
Standards (SFAS Peryataan Standar Akuntansi Keuangan)
2.5.2 Organisasi Sektor Publik
Beberapa organisasi sector public, baik yang berada pada tingkat negara
bagian maupun federal, secara langsung akan mempengaruhi profesi
akuntan publik. Sifat dan kegiatan organisasi ini akan dijelaskan dalam
bagian-bagian berikut ini.
a. State Boards of Accountancy (Badan Akuntansi Negara Bagian)
Pada umumnya, badan negara bagian terdiri dari lima sampai tujuh
CPA dan setidaknya satu anggota akuntan publik yang umumnya
ditunjuk oleh pemerintah. Juga pada umumnya masih ada sekertaris
eksekutif yang bekerja penuh waktu dengan disertai oleh beberapa
(tiga sampai lima) staf administrasi. Setiap badan mengurus
perundangan negara bagian, yang menjelaskan syarat perizinan CPA,
kode etik professional berkelanjutan. Badan-badan negara bagian ini
secara positif juga menjadi lebih aktif dalam mendorong program-
program untuk mempertahankan praktik audit yang bermutu tinggi.
Fungsi utama badan-badan ini adalah menerbitkan izin untuk
berpraktik sebagai seorang CPA, memperbarui ini, manangguhkan
atau membatalkan izin praktik.
Badan-badan negara bagian ini berada di bawah National
Association of State Boards of Accountancy (NASBA Asosiasi
Nasional Badan-BadannNegara Bagian). NASBA mengidentifikasi,
meneliti, dan menganalisis isu-isu yang sedang muncul dan
berkembang serta mempengaruhi badan-badan akuntansi negara
bagian, memperkuat dan memelihara komunikasi dengan anggota
badan, serta memelihara hubungan dengan organisasi-organisasi yang
dapat mempengaruhi peraturan tentang akuntansi publik. Kedudukan

26
badan negara bagian dan NASBA adalah independen terhadap AICPA
dan masyarakat negara bagian.
b. Securities and Exchange Commission (Otoritas Pasar Modal di
Amerika Serikat)
Securities and Exchange Commission (SEC) adalah suatu badan
pemerintah federal yang didirikan pada tahun 1934 sesuai dengan
undang-undang Securities Exchange Act untuk mengatur peredaran
peredaran saham yang ditawarkan untuk dijual kepada publik dan
selanjurnya mengatur perdagangan surat-surat berharga melalui bursa
efek tidak resmi (over the-counter markets). Menurut undang-undang
ini, SEC memiliki kewenangan untuk menetapkan GAAP bagi
perusahaan-perusahaan yang berada dibawah yurisdiksinya.
c. U.S. General Accounting Office (Kantor Akuntansi Umum A.S.)
U.S. General Accounting Office (GAO) adalah suatu badan
nonpartisan yang bertindak sebagai badan audit federal bagi Kongres
A.S. Badan ini diketahui oleh Comptoller General of the United States,
dan memiliki wewenang untuk menerbitkan standar berkenaan dengan
organisasi, program, kegiatan, dan fungsi audit pemerintahan. Standar-
standar tersebut diterbitkan dalam suatu bentuk buku kecil yang
berjudul Government Auditing Standards, yang juga dikenal sebagai
buku kuning sesuai dengan warna sampulnya. Standar-standar ini
tidak hanya berlaku bagi para auditor pemerintah, namun juga bagi
para CPA yang melakukan audit atas entitas pemerintah federal atau
kegatan lain yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah
federal, termaksud pemerintah negara bagian dan lokal, lembaga
Pendidikan tinggi, serta organisasi dan kontraktor nirlaba.
d. Internal Revenue Service (Kanto Pajak A.S.)
Internal Revenue Service (IRS) merupakan salah satu divisi dari U.S.
Treasury (Departemen Keuangan A.S.) yang bertanggung jawab untuk
mengelola dan menegakkan perundangan pajak federal. Sebuah

27
publikasi yang berpengaruh besar pada para CPA yang melaksanakan
jasa perpajakan adalah surat edaran IRSnomor 230 tentang Rules
Governing the Practice of Attorneys and Agents Before the Internal
Rvenue Service (Peraturan yang Mengatur Praktik Kuasa Hukum dan
Agen di Hadapan IRS). Berdasarkan peraturan ini, para CPA menjadi
subjek denda dan hukuman lainnya yang dapat dikenakan oleh IRS.
e. Pengadilan Negara Bagian dan Federal
Terkadang, kantor CPA dapat digugat dengan tuduhan telah
melakukan pekerjaan di bawah standar dalam pelaksanaan audit atau
jasa lainnya. Guna mencapai putusan hukum dalam kasus semacam
ini, pada umumnya pengadilan telah memperhatikan standar kinerja
yang dibuat oleh profesi itu sendiri. Namun kadang-kadang pengadilan
harus menetapkan bahwa standar profesi tersebut dianggap tidak
cukup melindungi publik. Setelah adanya sejumlah putusan
pengadilan yang demikian, maka profesi menanggapinya dengan
memperjelas standar praktik yang telah ada atau bahkan menerbitkan
standar-standar baru. Sebagai contoh, adanya perintah penggunaan
prosedur auditing tertentu yang berkaitan dengan piutang usaha,
pengadilan, transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan
istimewa, serta ditemukannya peristiwa-peristiwa penting yang terjadi
antara tanggal neraca klien dan tanggal penerbitan laporan auditor.
f. Kongres A.S.
Kenyataan bahwa AICPA membuka dan mempertahankan adanya
kantor serta sejumlah staf di Washington D.C. merupakan bukti
tentang besarnya perhatian kepada dampak keputusan kongres
terhadap profesi. Sudah tentu, pengaturan tentang pajak yang
ditangguhkan merupakan salah satu bidang yang senantiasa dipantau
dan diupayakan oleh profesi untuk dapat turut mempengaruhi. Namun
setelah adanya sejumlah kegagalan audit yang dipublikasikan secara
luas, maka komite-komite kongres giat mekakukan beberapa

28
investigasi tentang profesi akuntan selama dua dekade belakangan ini.
Investigasi difokuskan pada masalah indenpedensi kantor CPA,
efektifitas pelaksanaan auidit atas perusahaan-perusahaan yang
dimiliki publik, tanggung jawab untuk mendeteksi dan melaporkan
tindak kecurangan dan melawan hukum yang dilakukan klien, serta
apakah system pengaturan profesi telah cukup melindungi publik.
Setiap investasi yang dilakukan akan menghantui profesi akuntan
tentang adanya peningkatan pengaturan pemerintah. Namun ketakutan
ini dapat ditepis dengan adanya tanggapan yang cepat dari pihak
profesi dalam bentuk peningkatan standar profesi serta memperkuat
upaya pengaturan sendiri oleh profesi.

2.6 KERANGKA KERJA PENGATURAN UNTUK MENYAKINKAN MUTU


JASA

Setiap profesi menekankan perhatian pada mutu jasa yang diberikan, tidak
terkecuali profesi akuntan politik. Mutu jasa merupakan hal yang penting untuk
meyakinkan bahwa profesi telah memenuhitanggung jawabnya kepada klien,
masyarakat umum, serta pemerintah.

Untuk membantu meyakinkan mutu kinerja audit serta jasa jasa professional
lainnya, profesi telah mengembangkan kerangka kerja pengaturan berjenjang.
Kerangka kinerja ini mencakup banyak kegiatan dari organisasi sektor swasta dan
publik yang berkaitan profesi yang telah diuraikan di bagian sebelumnya dalam
bab ini. Untuk memperjelas uraian tentang kerangka kerja berjenjang tersebut,
maka kegiatan kegiatan tersebut akan dikelompokkan dalam empat komponen
sebagai berikut:

Penetapan standar (standard setting). Sektor swasta menetapkan standar


akuntansi, jasa-jasa professional, etika, dan pengendalian mutu untuk
mengatur para CPA serta kantor kantor CPA.

29
Pengaturan oleh kantor CPA (firm regulation). Setiap kantor CPA
membuat kebijakan dan prosedur untuk meyakinkan bahwa praktik
akuntan sesuai dengan standar professional.
Pengaturan sendiri atau sejawat (self or peer regulation). AICPA telah
menerapkan suatu program komprehensif tentang pengaturan sendiri
termasuk kewajiban untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan, review
sejawat (peer review), permintaan keterangan tentang kegagalan audit,
serta pandangan publik.
Pengaturan oleh pemerintah (government regulation). Hanya profesional
yang layak dan mampu saja yang akan diberi izin untuk berpraktik,
sementara perilaku auditor senantiasa dipantau oleh dewan akuntansi
negara bagian, SEF, dan pengadilan.

Setiap komponen akan dibahas lebih lanjut dalam bagian bagian berikut ini.

2.6.1 Penetapan Standar (standard setting)


Peran sektor swasta dalam FASB dan GASB dalam menetapkan standar
akuntansi, serta peran AICPA dalam menetapkan standar auditing yang
berlaku umum (GAAS) serta standar lainnya untuk berbagai jenis jasa
atestasi dan akuntansi. Semua standar tersebut memberikan pedoman bagi
praktisi perorangan yang mendambakan pekerjaan bermutu tinggi.
Namun upaya pencapaian mutu praktik ini, harus dilakukan baik pada
tingkat kantor CPA maupun perorangan. Untuk membantu kantor kantor
CPA mencapai sasaran ini, maka pada tahun 1979 AICPA menetapkan
standar pengendalian mutu (quality control standards) bagi kantor
kantor CPA.
a. Standar Pengendalian Mutu
Statement on Quality Control Standards (SQCS) No.1, System of
Quality Control for a CPA Firm, mewajibkan kantor CPA memiliki
sistem pengendalian mutu. SQCS No.2 menunjukkan bahwa adanya
lima elemen pengendalian mutu (quality control elements) yang harus

30
dipertimbangkan oleh kantor CPA dalam membuat kebijakan
pengendalian mutu erikut prosedur untuk memberikan keyakinan yang
memadai tentang kesesuaian dengan standar professional dalam
melakukan jasa auditing, akuntansi, dan review.
Apabila suatu perusahaan mempertimbangkan bagaimana akan
menegelola sistem pengendalian mutu, maka terlebih dahulu harus
mempertimbangkan tiga hal pokok. Pertama, perusahaan harus
memberikan tanggung jawab dalam perusahaan kepada orang orang
yang tepat untuk merancang dan memelihara kebijakan pengendalian
mutu. Kedua, perusahaan harus mengkomunikasikan secara berkala
kebijakan pengendalian mutu dan prosedurnya kepada para personel,
sehingga dapat diperoleh keyakinan yang media bahwa mereka telah
memahami dan mentaatinya. Akhirnya, perusahaan harus
mendokumentasikan keputusan pada kebijakan dan prosedur
pengendalian mutu tersebut. Bentuk da isi dokumentasi tersebut
merupakan masalah pertimbangan professional dan kantor, tingkat
wewenang,yang dimiliki personel dan kantor, sifat dan kompleksitas
praktik akuntansi dan atestasi, organisasi perusahaan, serta
pertimbangan biaya manfaat.
2.6.2 Pengaturan oleh Kantor (firm regulation)
Pengaturan oleh kantor (firm regulation) dilakukan dalam kantor CPA
sendiri. Contohnya adalah bagaimana mengimplementasikan sistem
penegndalian mutu sebagaimana diwajibkan oleh standar pengendalian
mutu yang dibahas pada bagian sebelumnya. Hal ini berarti bahwa tindakan
perusahaan dari hari ke hari akan sejalan dengan kebijakan dan prosedur
yang berkaitan dengan elemen pengendalian mutu sebagai contoh, untuk
membantu staf dalam memenuhi standar professional, perusahaan
menyediakan pelatihan magang dan menharuskan para profesionalnya
berpartisipasi dalam kasus kasus pendidikan professional berkelanjutan.
Personel yang mematuhi standar jasa professional akan menerima kenaikan

31
gaji dan promosi. Sedangkan personel yang pekerjaannya dibawah standar
harus dipecat apabila tidak dapat memperoleh peningkatan dengan cepat.
Bagi sebuah kantor CPA, terdapat sejumlah insentif untuk melakukan
pekerjaan dengan baik. Termasuk didalamnya berupa kebanggaan,
profesionalisme, dan keinginan untuk bersaing dengan kantor akuntan lain.
Motivasi tambahan dapat berasal dari keinginan untuk menghindari beban
biaya serta hal-hal yang dapat merusak reputasi kantor yang berkaitan
dengan litigasi serta tindakan lain yang tidak sesuai dengan kantor dan
patut diduga mengandung ketidakpatuhan terhadap standar profesional.
2.6.3 Pengaturan Sendiri atau Sejawat (self-or peer regulation)
Pengaturan sendiri yang juga disebut pengaturan sejawat (peer regulation),
berkaitan dengan kegiatan entitas profesional di luar perusahaan guna,
meningkatkan kualitas praktik. Divisi Kantor CPA dan Divisi Review Mutu
dari AICPA memainkan peran kunci dalam komponen kerangka kerja
pengaturan ini. Sejak tahun 1988, para GTA yang berpraktik publik hanya
dapat tetap mempertahankan keanggotaannya dalam AICPA, bila mereka
bekerja dalam kantor akuntan publik yang berpartisipasi dalam salah satu
program pemantauan praktik dari kedua divisi tersebut.
a. Divisi Kantor CPA
Divisi kantor cpa memiliki dua sisi yaitu sec practice section dan
private company practice section. AICPA tidak dapat memaksa suatu
kantor cpa untuk mendaftarkan diri pada salahsatu seksi tersebut
Namun pada tahun 1990 dilakukan perubahan atas ketentuan
keanggotaan AICPA ini, Dimana kantor cpa yang melakukan audit
atas client sec telah bergabung dalam seksi ini.
Setiap seksi memiliki tujuan persyaratan keanggotaan dan review
sejawat serta pengaturan sendiri-sendiri pada umumnya tujuan dan
persyaratan dari seksi prediksi Sec lebih luas daripada yang ada pada
seksi praktik perusahaan swasta tujuan umum dari tersebut adalah
sebagai berikut:

32
1) Tujuan
Meningkatkan mutu jasa dari kantor cpa melalui
penetapan persyaratan praktik bagi kantor kantor
anggota;
Menetapkan dan menjaga sistem pengaturan sendiri
yang efektif bagi kantor-kantor anggota dengan cara
mewajibkan di laksanakannya reviews sejawat,
perlunya mempertahankan pengendalian mutu yang
tepat, memberikan sanksi bagi kantor kantor anggota
yang ternyata gagal dalam memenuhi persyaratan
keanggotaan.
2) Persyaratan Keanggotaan
Mematuhi standar pengendalian mutu yang ditetapkan
oleh AICPA.
Menyerahkan review sejawat tentang praktik akuntansi
dan Auditing setiap 3 tahun sekali atau lebih
sebagaimana ditetapkan oleh komite eksekutif. Review
harus dilaksanakan sesuai dengan standar review yang
ditetapkan oleh komite review sejawat.
Memastikan bahwa semua profesional dalam kantor
cpa yang berdomisili di Amerika Serikat termasuk para
cpa maupun non cpa setiap 3 tahun.

Persyaratan tambahan untuk anggotaan dalam seksi praktik


SEC meliputi: (1) Secara periodik melakukan rotasi partner
audit pada perikatan SEC. (2) Meliputi periodik selain dari
partner yang ada dalam perikatan SEC, review dan (3) tidak
melaksanakan jasa konsultasi manajemen yang tidak sesuai
dengan ketentuan bagi klien audit SEC

33
Tujuan utama proses review sejawat adalah untuk
meningkatkan praktik di masa yang akan datang.
Bagaimanapun juga, apabila suatu kantor CPA ternyata
gagal untuk melaksanakan langkah perbaikan yang
dianggap perlu oleh seksi, maka seksi akan menerapkan
sanksi seperti, (1) persyaratan pendidikan profesional
berkelanjutan tambahan, (2) percepatan frekuensi review
sejawat atletis sejawat secara khusus, (3) Memberi teguran,
kritikan, dan celaan, (4) denda uang, (5) persen dari
keanggotaan, atau (6) pemecatan dari keanggotaan seksi.

b. Divisi Review Mutu


Pada tahun 1988, AICPA mendirikan Quality Review Division.
Kegiatan utama divisi ini adalah melakukan kerjasama dengan
masyarakat CPA negara bagian untuk menetapkan dan melakukan
program review mutu bagian organ toronton lokal yang melakukan
praktik akuntan publik namun tidak terdaftar pada salahsatu seksi
manapun dari Devisi Kantor CPA. Komite pelaksana dari divisi
menerbitkan Standard for Performing and Reporting Quality Reviews
untuk diterapkan pada review yang dilaksanakan oleh perorangan atau
kantor yang memberikan jasa review dengan mendapatkan imbalan
atau oleh tim review yang dibentuk oleh divisi itu sendiri masyarakat
negara bagian atau asosiasi kantor-kantor CPA.
Program ini menyediakan beragam variasi review berdasarkan jenis
jasa yang diberikan. Sebagai contoh, kantor yang melaksanakan audit
laporan keuangan harus melakukan review mutu di lapangan.
Sementara kantor yang tidak melakukan audit dapat melanjutkan pada
review lapangan secara terbatas saja. Kantor-kantor yang
berpartisipasi akan review setiap tiga tahun sekali.

34
BAB III

PENUTUP

1.1 KESIMPULAN
Auditing menawarkan beragam peluang karir dalam akuntan publik,
industri, dan pemerintahan. Pada abad yang lampau, iasa auditing yang
disediakan oleh profesi akuntan publik telah meningkat sebagai salah satu
komponen penting dalam pasar bebas ekonomi A.S. Peran profesi akuntan
publik di A.S. dalam pelaporan keuangan berlanjut sebagai pemberi jasa yang
digunakan sebagai model pengembangan profesi auditor di seluruh negara di
atas muka bumi ini. Selain itu, tidak ada profesi sebaik profesi auditor dalam
memahami sasaran dan tujuan organisasi. sistem informasinya. serta
kecakapannya. Masyarakat luas mengakui kelebihan pengetahuan dan
keterampilan auditor yang telah menjadikan profesi auditor demikian tanggap
pada permintaan yang kuat atas beragam jasa atestasi lain dan jasa nonatestasi.
Selanjutnya sisa buku ini akan berfokus pada rincian keterampilan auditor yang
demikian dihargai oleh publik.

Peluang profesional yang memiliki keterampilan auditing dan atestasi


meningkat secara pesat dengan adanya teknologi infomasi yang berdampak
sangat luas terhadap sistem laporan keuangan. Di masa depan, auditor dapat
memberikan keyakinan yang terus menerus atas sekumpul an infomasi
keuangan maupun nonkeuangan secara tepat waktu (real time). Secara khusus,
Proyek Visi CPA menjadi penting dalam pembahasan tentang nilai-nilai inti
clan kompetensi yang akan menunjang profesi auditor serta CPA dan lainnya
di masa depan. Kompetensi ini membuka peluang bagi lingkup luas assurance
services seiring dengan pertumbuhan permintaan.

Profesi modem dipengaruhi oleh sejumlah profesional dan


organisasiorganisasi pengatur yang berasal dari sektor swasta maupun publik

35
yang menaruh perhatian pada mutu kerja profesional. Penetapan standar
kolektif serta kegiatan pengaturan dari organisasivorganisasi ini terdiri dari
kerangka kerja yang dapat membantu meyakinkan bahwa profesi telah
memberikan jasa yang bermutu dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada
klien, masyarakat umum, serta pihak yang mengatur.

36
DAFTAR PUSTAKA

Boynton, William C., Raymond N Jhonson., and Water G Kell. Modern Auditing.
Edisi Ketujuh, Terjemahan: Paul A. rajoe. Jakarta: Gramedia, 2003.

Nordiawan, Deddi., Ayuningtyas Hertianti. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta


Selatan: Salemba Empat, 2010.

Binus University. 2017. Perbedaan Akuntansi dan Auditing.


(http://accounting.binus.ac.id/2017/06/20/perbedaan-akuntansi-dan-
auditing/) diakses tanggal 2 September 2017)

37