Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN FIELDTRIP

MK. DASAR-DASAR BISNIS

Agribusiness Development Station Institut Pertanian Bogor

Nama Dosen :

Dr. Ir. Anna Fariyanti, M. Si

Disusun Oleh :

Weli Budi Santoso Nasution (H34160104)

Departemen Agribisnis

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

2017
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... 1

DAFTAR ISI ................................................................................................ 2

A. Profil Agribusiness Development Centre University Farm Institut


Pertanian Bogor .......................................................................................... 2

B. PEMBAHASAN
B.1 Potensi dan Peluang Bisnis ........................................................ 5
B.2 Lingkungan Bisnis Usaha .......................................................... 6
B.3 Kendala dan Strategi Pemecahan Masalah ................................ 6
B.4 Pengelolaan Produksi ................................................................. 7
B.5 Pengelolaan Pemasaran .............................................................. 8
B.6 Pengelolaan Sumber Daya Manusia........................................... 8
B.7 Pengelolaan Keuangan ............................................................... 9
B.8 Informasi dan Teknologi ............................................................ 9

C. Kesimpulan. ........................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 11

DOKUMENTASI ........................................................................................ 12

2
A. Profil Agribusiness Development Centre University Farm Institut
Pertanian Bogor

Agribusiness Development Station Institut Pertanian Bogor (ADS IPB)


merupakan institusi dibawah koordinasi Pusat Kajian Hortikultura Tropika
Institut Pertanian Bogor (PKHT IPB) yang melakukan diseminasi inovasi
IPTEKS di bidang agribisnis hortikultura sesuai Keputusan Kepala Pusat Kajian
Hortikultura Tropika Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Institut Pertanian Bogor Nomor 005/IT3.11.21/TU/2015.

Sejarah ADS

Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Taiwan Technical


Mission (Misi Teknik Taiwan) membangun sebuah proyek agribisnis
hortikultura bernama Agribusiness Development Center (ADC). Fasilitas ADC
tersebut dibangun di lahan seluas 6 ha pada tahun 2006 . Lahan tersebut
merupakan lahan milik IPB dibawah pengelolaan University Farm IPB. Pada
tahun 2007 ADC mulai melakukan berbagai aktivitas.

Misi Teknik Taiwan menugaskan 4 orang tenaga ahli (expert) di bidang


budidaya jambu kristal, budidaya sayuran organik, budidaya sayuran
konvensional, dan pemasaran untuk menjalankan keseluruhan kegiatan ADC.
Sedangkan IPB menunjuk Kepala University Farm (UF) untuk mendampingi
pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satu program Misi Teknik Taiwan dalam
proyek ADC adalah dikenalkannya tanaman jambu kristal yang kini buahnya
banyak dicari oleh konsumen.

Pada tahun 2011 dalam rangka peningkatan kapasitas sumberdaya manusia


dan alih kontrol ADC ke IPB, maka IPB menugaskan 4 orang sebagai tim
counterpart untuk belajar mengenai proses pengembangan agribisnis
hortikultura di ADC. Akhirnya pada tahun 2014 proyek ADC di serahkan ke
IPB, dikelola oleh 4 orang counterpart dan tim khusus yang dibentuk oleh
Kepala UF. Misi Teknik Taiwan beralih fungsi sebagai tim konsultan, dan

3
keseluruhan proyek ADC dipertanggungjawabkan kepada Wakil Rektor Bidang
Riset dan Kerjasama IPB. Proyek ADC berakhir pada Desember 2014.

Awal tahun 2015, IPB mentransformasi proyek ADC menjadi institusi


bernama Agribusiness Development Station (ADS) yang bersifat otonom di
bawah koordinasi Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB.

Visi dan misi

VISI

Menjadi extension service station yang mandiri dan mampu


mendukung diseminasi hasil penelitian perguruan tinggi berbasis riset
bertaraf internasional dan penggerak prima pengarusutamaan pertanian

MISI

1 Menyelenggarakan diseminasi inovasi IPTEK melalui pendampingan


masyarakat yang komprehensif dalam rangka meningkatkan daya saing
bangsa.
2 Mengembangkan model pendampingan masyarakat yang sesuai dengan
spesifik lokal.
3 Memfasilitasi kegiatan pendidikan dan penelitian dalam bidang
hortikultura.
4 Membangun sistem manajemen unit yang bersumber kewirausahaan,
efektif, efisien, transparan, dan akuntabel

Fungsi dan Sasaran

FUNGSI

1 Sebagai unit kerja yang melayani kegiatan pendidikan dan kaji terap
teknologi hortikultura tepat guna
2 Sebagai unit kerja yang mengelola kegiatan pendampingan pemangku
kepentingan dalam pemanfaatan teknologi hortikultura tepat guna

4
3 Sebagai unit kerja yang mengelola kegiatan packing house untuk
mendukung kegiatan pendampingan pemasaran
4 Sebagai unit kerja yang melaksanakan berbagai macam pelayanan
dalam bidang agribisnis hortikultura kepada masyarakat umum
5 Sebagai unit kerja yang memberikan informasi kepada masyarakat
dalam bidang hortikultura

SASARAN

Meningkatkan pendapatan petani hortikultura dengan membangun sistem


yang bersinergi antara produksi dan pemasaran.

B.Pembahasan

B.1. Potensi dan peluang bisnis


Dalam pengembangannya, ADS diseting untuk menjadi tempat
training petani, untuk memperbaiki income petani yang masih rendah .
Dengan penelitian-penelitian proyek pengembangan yang terpilih serta
didukung dengan fasilitas, teknologi dan lahan ini memang tidak hanya
dipersiapkan pelatihan petani, tapi akan menjadi lahan bisnis bagi petani.
Di ADS ini yang dikembangkan adalah tanaman sayur dan buah
yang masih langka dipasaran, bahkan tanaman yang tidak komersial diubah
menjadi komersial yang jelas berbeda dengan yang berlaku di pasar
sehingga harga produk di pasaran tidak akan jatuh dan jelas akan mampu
bersaing di pasaran. Delapan produk unggulan tersebut yakni jambu biji
varietas kristal, pepaya, pare putih, asparagus, tomat cherry, timun kecil,
jujube, dan sayur-sayuran organik.
Dengan luas lahan yang mencukupi University Farm melakukan
ekspor ke Taiwan guna memenuhi kebutuhan sayur dan buah disana karena
keterbatasan lahan yang dimiliki Taiwan . Dengan adanya "University
Farm" IPB akan terjadi kerjasama yang saling melengkapi antara kedua
belah pihak dimana Taiwan akan terpenuhi kebutuhannya serta Indonesia
tentu akan mendapat sumber pendapatan dari hal tersebut.

5
Selain ke Taiwan University Farm IPB mempunyai potensi besar
untuk mengekspor produk buah dan sayuran ke Amerika Serikat dan
negara-negara Eropa kaena dengan pengelolaan yang baik diharapkan
produk yang dihasilkan nanti, akan bisa sesuai dengan standar internasional
atau standar UNESCO sehingga mampu bersaing secara internasional.

B.2. Lingkungan Bisnis usaha


Lingkungan terdekat yang mendukung berjalannya bisnis ini adalah
Misi Teknik Taiwan, yang diutus Pemerintah Taiwan melalui International
Cooperation Development Foundation (ICDF) yang memberikan
pendanaan pembangunan fisik, pendanaan operasional,serta penyuluhan
karena pada umumnya teknik pertanian Taiwan lebih maju jika
dibandingkan dengan Indonesia. Selain itu IPB yang melakukan penerapan
riset-riset terbaik yang menudukung pencapaian produk terbaik.
Untuk Lingkungan persaingan, komitmen dalam pemenuhan
kebutuhan karyawan yakni petani amat ditekankan karena mereka
merupakan aset yang mendukung berjalannya bisnis ini.Kemudian jaminan
akan mutu juga dangat ditekankan. Bisnis ini mampu bersaing dengan
dengan pebisnis lainnya karena produk yang dihasilkan cukup langka dan
tidak beredar secara luas di pasaran.

B.3. Kendala dan Strategi Pemecahan Masalah


Salah satu kendala yang dihadapi oleh bisnis ini adalah pengelolaan
sumber daya manusianya karena para petani umumnya tertutup. Mereka
tidak bisa menerima begitu saja pendapat orang lain. Maka, tahap awal yang
paling sulit adalah bagaimana mereka bisa menerima cara kerja, teknologi ,
pengetahuan, dan cara budi daya sebagai contoh tidak dilakukannya
penggunaan pupuk padahal petani terbiasa melakukannya sesuai denga
aturan yang ditetapkan Departemen Pertanian membuat petani bingung
tetapi setelah mendapatkan penjelasan secara bertahap bahwa tanah subur
tidak memerlukan pupuk dan melihat sendiri hasilnya,para petani mau
mengerti. Para petani juga menganggap hal ini menguntungkan karena

6
dapat menekan biaya produksi.Strategi tepat yang harus dilakukan adalah
dengan mengubah pola pikir para petani melalui pendekatan secara
bertahap, praktik langsung dan melihat hasil akhir bukan berupa penyuluhan
secara lisan saja. Terbukti berbagai keberhasilan dapat dipetik.
Pengembangan luas lahan sayur-sayuran dan buah-buahan sudah mencapai
154 hektare. Sebanyak 256 petani berhasil dibina dalam kerja sama ini.
Hasil produk binaan mencapai 280 ton dengan total penjualan mencapai
US$ 320.000.

B.4. Pengelolaan Produksi


Bisnis ini tentu meiliki sistem produksi mulai dari proses
penanaman, pemanenan, penyimpanan, hingga sampai pada proses
pengemasan. Hal ini didukung dengan tata ruang dan tempat yang ada
seperti cold storage room, packaging storage, pembangkit listrik,
prossesing, packing.
Untuk pengumpulan sumber produk, selain dari trail penanaman
yang tersedia pada tempat ini0, ADS bekerjasama dengan kelompok-
kelompok tani yang beranggotakan minimal 15-20 orang. Kelompok tani
tersebut merupakan kelompok tani yang sudah mendapatkan pelatihan dari
tempat ini. Jenis dan kuota yang akan dihasilkan oleh para petani ditentukan
oleh pihak university farm dan para petani harus berjanji melakukan teknik
dan cara budidaya yang sama persis dengan yang diajarkan waktu pelatihan.
Untuk jumlah produk yang akan dihasilkan harus disesuaikan
dengan permintaan dari masing-masing tempat tujuan akhir atau tempat
produk itu akan dijual sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan tiap
harinya yang tercatat pada papan tulis di ruang packaging storage.
Pengawasan dalam bisnis ini tergolong ketat karena jaminan mutu
merupakan hal terpenting dalam bisnis ini.Produk akan disortir kemudian
akan dikemas berdasarkan kualitasnya yaitu kualitas A, kualitas B, dan
kualitas C.tentunya kualitas ini akan menetukan harga jual dari masing-
masing produk.

7
B.5. Pengelolaan Pemasaran
Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi;
penerapan harga; promosi dan distribusi dari gagasan, barang, dan jasa
untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan perseorangan dan
organisasi. Di dalam dunia pertanian di Indonesia, salah satu kendala yang
dihadapi oleh para petani yaitu kesulitan dalam memasarkan produk.
Melihat permasalahan ini ADS membantu petani untuk memasarkan
produknya. ADS sendiri memasarkan produknya melalui beberapa cara
yaitu menjual ke pasar modern, melalui reseller, penjualan langsung,
membuka lapak di kampus IPB, dan mengikuti beberapa bazar.
Pasar modern merupakan sasaran utama penjualan produk-produk
ADS. Hal ini dikarenakan beberapa produk ADS lebih digemari di pasar
modern, harga jual produk relatif lebih tinggi dan stabil. Selain pasar
modern, reseller juga dinilai cukup menjanjikan untuk memperluas
pengenalan produk. Penetapan harga di ADS meliputi harga jual terutama
ke pasar modern dan harga beli ke petani mitra ADS. Untuk penetapan harga
jual, ADS mempertimbangkan beberapa hal meliputi cost (tenaga kerja,
material, transportasi, dll) dan survey harga produk yang dijual kompetitor.
Sedangkan penetapan harga beli dari petani mitra ADS mempertimbangkan
biaya (cost) yang dikeluarkan petani dengan sistem sharing profit.
Untuk sistem pembayaran, berbeda antara ke petani dengan ke
pembeli (dalam hal ini pasar modern). Pembayaran ke petani dilakukan
setiap mengririm produk ke ADS, namun kebanyakan petani mitra
mengambil uang pembayaran setiap seminggu sekali. Sedangkan
pembayaran ke pasar modern tidak dilakukan setiap kali mengirim barang
tetapi beberapa bulan setelah pengiriman barang. Sistem yang digunakan
yaitu tukar faktur dengan mencocokan nota penerimaan barang dengan data
yang dimiliki oleh pasar modern. Tukar faktur ini dilakukan oleh bagian
pemasaran ADS.
Strategi pemasaran 4P-Price-Product-Place-Promotion pada bisnis
ini masih sangat dibatasi dan ditentukan oleh pihak ADS sendiri.

B.6. Pengelolaan Sumber Daya Manusia


Pengelolaan Sumber Daya Manusia merupakan tahap awal yang
mendukung berdirinya bisnis ini karena pada awalnya kegiatan ini ditujukan
untuk melakukan pemberdayaan pada para petani.
Sumber Daya Manusia yang bekerja pada bisnis ini adalah
kelompok-kelompok tani yang berjumlah 15- 20 per kelompok yang sudah
mendapatkan teknik pelatihan Work-based programs sesuai dengat riset

8
yang sudah pasti dapat dibuktikan. Banyaknya jumlah sumber daya manusia
disesuaikan dengan kuota permintaan produk dari tempat yang akan
disuplai.
Sistem Gaji dibayarkan per kelompok tani sesuai dengan jenis dan
kuota produk yang dapat dihasilkan.

B.7. Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan bertujuan untuk pengambilan keputusan-keputusan


keuangan yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu penting
sekali adanya pengelolaan keuangan, di ADS sendiri memiliki manajer
keuangan yang bertugas mengelola keuangan di ADS. Keuangan ADS
otonom dengan kata lain ADS mengelola keuangannya sendiri walaupun
dibawa naungan PKHT IPB. Kegiatan operasional di ADS dibiayai dari
hasil usaha ADS sendiri. Untuk sistem pembukuan dan sebagainya tidak
dijelaskan lebih lanjut oleh pihak ADS.

B.8. Informasi dan Teknologi

Penggunaan informasi dan teknologi (IT) tidak dapat dipisahkan dari


kehidupan modern ini. Hal ini juga didukung dengan semakin berkembang
pesatnya teknologi informasi. Dalam bidang bisnis, perkembangan IT yang
pesat ini sangat bermanfaat untuk mendukung kemajuan perusahaan. ADS
sendiri menggunakan IT di beberapa aktivitas usahanya seperti pemesanan
produk dari pasar modern ke ADS via email. Selain itu ADS juga
membuatkan akun untuk para petani mitra guna memudahkan pembayaran
yang biasanya dilakukan oleh ADS via transfer. Serta teknologi pendinginan
produk yang digunakan ADS untuk menjaga produk agar tetap segar hingga
sampai di tangan konsumen.

C. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan melalui fieltrip di Agribusiness


Development Centre University Farm Institut Pertanian Bogor dapat
disimpulkan bahwa tempat ini termasuk ke dalam suatu unit bisnis karena
mengacu pada profit oriented selain sebagai pusat penegembangan dan
penerapan riset. Di dalam university farm terdapat sistem agribisnis mulai
dari budidaya, pengadaan sarana produksi benih, pengemasan hingga ke

9
pemasaran melalui jaringan yang sudah dimiliki pihak Taiwan. Usaha ini
memiliki sistem pengelolaan produksi,pemasaran,keuangan,sumber daya
manusia dan strateginya sendiri.Usaha ini membantu para petani untu
mendapatkan keterampilan dan membuka lahan usaha serta meningkatkan
pendapatan para petani

10
DAFTAR PUSTAKA

Elly Burhaini Faizal.2007. IPB-Taiwan Buka "University Farm" di Bogor.


http://m.antaranews.com [diunduh 9 Juli 2017]

Aktivitas ADS IPB. Agribusiness Developmnet Station.


http://www.adsipb.com/aktivitas.html [diunduh 9 Juli 2017]

Fungsi dan sasaran. Agribusiness Developmnet Station.


http://www.adsipb.com/fungsi-dan-sasaran.html[diunduh 9 Juli 2017]

Manajemen. Agribusiness Developmnet Station.


http://www.adsipb.com/manajemen.html[diunduh 2017 Jun 21].

Tentang kami. Agribusiness Developmnet Station.


http://www.adsipb.com/tentang-kami.html [diunduh 9 Juli 2017]

11
DOKUMENTASI

12
13