Anda di halaman 1dari 18

PANDUAN BUDIDAYA

KOLESOM ORGANIK
(Talinum triangulare (Jacq)Willd.)
(GOOD AGRICULTURAL PRACTICES)
YANG BAIK

Sandra Arifin Aziz


DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
SOUTHEAST ASIAN FOOD AND AGRICUTURAL SCIENCE
AND TECHNOLOGY
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011
KATA PENGANTAR
Panduan ini dibuat untuk memudahkan dalam melaksanakan
budidaya Kolesom (Talinum triangulare (Jacq)Willd.) sehingga
dapat memenuhi kebutuhan Kolesom sebagai pangan
fungsional ataupun sebagai sumber bahan bioaktif yang
dihasilkan. Penjabarannya mengikuti Panduan Budidaya Buah
yang Benar (Good Agricultural Practices/GAP) Direktorat
Tanaman Buah Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura
Departemen Pertanian 2004, juga mengacu pada Draft GAP
Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Budidaya dan Pasca
Panen Sayuran yang dipakai sebagai acuan untuk produk
organik dalam rangka menindaklanjuti amanat Pasal 4 tentang
Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.

Sasaran penerapan GAP adalah mendapatkan produk


yang aman dikonsumsi, bermutu baik (memenuhi standar
dan kelas, diproduksi secara ramah lingkungan dan untuk
pelestarian sumberdaya alam, serta mempunyai daya saing
atau keunggulan kompetitif. Daya saing ini dapat ditunjukkan
dengan produktivitas tinggi dan layak ekonomi, biaya produksi
per unit rendah (efisiensi tinggi), kualitas tinggi sesuai dengan
permintaan pasar atau konsumen, dan berpenampilan menarik.

Pedoman umum untuk pelaksanaan atau praktek produksi


tanaman meliputi kegiatan pra tanam sampai penanganan
pasca panen. Tujuan penulisan GAP ini adalah untuk:
(1) Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman,
(2) Meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi,
(3) Meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi,
(4) Meningkatkan optimalisasi pengelolaan sumberdaya alam,
(5) Mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan
dan system produksi yang berkelanjutan, (6) Mendorong
petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang DAFTAR ISI
bertanggungjawab terhadap produk, kesehatan dan keamanan
Apa yang Dimaksud dengan Tanaman Kolesom?............... 6
diri dan lingkungan, (7) Meningkatkan daya saing dan peluang
Kolesom Sama dengan Som Jawa?....................................... 8
penerimaan produk oleh pasar internasional maupun domestik,
Komponen Titik Kendali.......................................................... 9
(8) Memberi jaminan keamanan pangan terhadap konsumen,
(9) Meningkatkan kesejahteraan petani. Registrasi dan Sertifikasi........................................................ 10
Bagaimana Cara Memilih Lahan?.......................................... 10
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada peneliti dan Penggunaan Bibit dan Varietas Kolesom.............................. 14
mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Perlakuan benih atau bibit..................................................... 16
Pertanian Bogor yang telah membantu dalam penelitian Bagaimana Cara Menanam Kolesom?.................................. 17
Kolesom, sehingga penyusunan Standar Operasional Bagaimana Tata Cara Pemakaian Pupuk?............................ 18
Prosedur (SOP) dapat dibuat, yang kemudian menjadi bahan Perlindungan Tanaman........................................................... 20
dari penyusunan Panduan ini, dan SEAFAST Center yang Apa Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam
memfasilitasi penyusunan Panduan ini. Pemberian Pengairan.............................................................. 24
Anjuran Penanganan Panen dan Pasca Panen..................... 25
Alat dan Mesin Pertanian........................................................ 27
Pelestarian Lingkungan.......................................................... 27
Pekerja...................................................................................... 27
Bogor, September 2011 Fasilitas Kebersihan dan Kesehatan Pekerja........................ 29
Anjuran Kesejahteraan Pekerja.............................................. 30
Penulis Tempat Pembuangan.............................................................. 30
Pengawasan, Pencatatan dan Penelusuran Balik................. 30
Anjuran Pengaduan................................................................. 31
Anjuran Evaluasi Internal........................................................ 31
Daftar Pustaka.......................................................................... 32
Apa yang Dimaksud dengan
Tanaman Kolesom?
Kolesom adalah jenis tanaman yang tersebar luas di daerah
tropis, mempunyai sistem metabolisme CAM (Crassulacean
Acid Metabolism) inducible (Pieters et al. 2003). Berasal dari
Amerika Tengah, diimpor ke Jawa lewat Suriname tahun 1915
(Heyne 1987). Menurut Santa dan Prajogo (1999), kolesom Mualim et al. (2009) menyatakan bahwa daun
mengandung kalsium oksalat dan kelenjar minyak atsiri di kolesom mengandung antosianin yang dapat
parenkim daun (jaringan bunga karang). berfungsi sebagai antioksidan. Ofusori et
al. (2008) menyatakan bahwa kandungan
Daun kolesom memiliki potensi sebagai sayuran berkhasiat antioksidan dari ekstrak daun kolesom dapat
obat karena memiliki nutrisi dan antioksidan yang penting. memberikan pengaruh baik terhadap persyarafan
Kandungan dari setiap 100 g bahan kering daun kolesom otak dan meningkatkan kemampuan kognitif pada
mengandung 4.4 g karbohidrat, 4.6 g protein, 1.0 g serat, dan tikus albino Swiss. Hasil penelitian Odukoya et al.
280 mg asam askorbat; sedangkan kandungan mineralnya (2007) menunjukkan bahwa nilai aktivitas antioksidan dari
adalah 2.44 mg kalsium (Ca), 6.10 mg K, 2.22 mg magnesium ekstrak daun kolesom adalah 19.76% dengan kandungan fenol
(Mg), 0.28 mg Na, dan 0.43 mg Fe (Mensah et al. 2008). total dan asam askorbat masing-masing sebesar 21.83 dan
Penduduk Kalimantan Selatan menggunakan daun kolesom 11.35 mg/100 g bobot kering.
sebagai campuran bedak wajah (Susanti et al. 2008).
Klasifikasi Kolesom
(Hutapea 1994)

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Caryophyllales
Suku : Portulacaceae
Marga : Talinum

Sinonim Talinum racemosum


Rohrbach

6 7
Apakah Kolesom Sama dengan Komponen Titik Kendali
Som Jawa? Untuk melaksanakan budidaya yang baik, maka beberapa hal
haru dipenuhi yang disebut dengan Titik kendali, yaitu: Titik
Banyak orang menyangka Kolesom sama dengan Som Jawa, kendali wajib, Titik kendali sangat dianjurkan, danTitik kendali
tetapi sebenarnya ke dua jenis tanaman ini merupakan spesies anjuran
yang berbeda, tetapi berasal dari marga yang sama.
Kolesom mempunyai bentuk dan tinggi tanaman yang lebih Titik Kendali Wajib
besar dari Som Jawa, sehingga Som Jawa terlihat lebih 1. Lahan bebas dari cemaran limbah bahan berbahaya dan
roset. Rangkaian bunga Kolesom keluar dari ketiak-ketiak beracun
daun dengan bunga berwarna merah muda yang ukuran 2. Kemiringan lahan < 30%
diameternya 2-2.5 cm, buah 0.75 cm. 3. Media tanam tidak mengandung cemaran bahan berbahaya
dan beracun (B3)
Som Jawa mempunyai rangkaian bunga terminal atau di bagian 4. Tindakan konservasi dilakukan pada lahan miring
ujung batang dengan tangkai rangkaian bunga memanjang, 5. Pupuk disimpan terpisah dari produk pertanian
bunga berwarna merah muda yang ukuran diameternya 0.2- 6. Pelaku usaha mampu menunjukkan pengetahuan dan
0.3 cm, buah 0.3 cm. keterampilan mengaplikasikan pestisida
7. Pestisida yang digunakan tidak kadaluwarsa
8. Pestisida disimpan terpisah dari produk pertanian
9. Air yang digunakan untuk irigasi tidak mengandung limbah
bahan berbahaya dan beracun (B3)
10. Wadah hasil panen yang akan digunakan dalam keadaan
baik, bersih dan tidak terkontaminasi
11. Pencucian hasil panen menggunakan air bersih
12. Kemasan diberi label yang menjelaskan identitas produk
13. Tempat/areal pengemasan terpisah dari tempat
penyimpanan pupuk dan pestisida

Standar Pelaksanaan Operasional (SPO)


1. Wajib tidak memakai kotoran manusia sebagai pupuk
2. Sangat dianjurkan bahan kimia yang digunakan dalam
proses pasca panen terdaftar dan diijinkan
Kolesom atau Water Leaf Talinum Som Jawa atau Jewels of Opar Talinum
triangulare (Jacq.) Willd paniculatum (Jacq.) Gaertn
8 9
Bagaimana Cara Memilih Lahan?
Syarat iklim dan geografi sebagai berikut:
1. Curah hujan 1500-2000 mm setahun dengan penyebaran
rata-rata 200 mm/bulan atau lebih yang terdistribusikan
selama 4 bulan.
2. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman kolesom
23C.
3. Ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH antara
4 -7.

Ketinggian lahan yang cocok untuk tanaman kolesom berkisar


0 - 1000 m dari permukaan laut (dpl).

Registrasi dan Sertifikasi


Lahan yang akan digunakan harus didaftarkan dan kemudian
disertifikasi untuk bisa termasuk jenis pengusahaan budidaya
secara organik.
1. Lahan usaha yang dinilai dan memenuhi persyaratan GAP
diberi nomor registrasi
2. Registrasi dilakukan oleh Dinas Propinsi yang membidangi
tanaman hortikultura
3. Lahan usaha yang telah diregistrasi siap untuk disertifikasi
4. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi terakreditasi
atau yang ditunjuk
10 11
1. Anjuran pemilihan Lokasi Kegiatan produksi harus
a. Lokasi lahan usaha dianjurkan sesuai dengan Rencana berada dalam satu unit
Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang yang secara terus menerus
Daerah (RDTRD) dan peta pewilayahan komoditas. lahan areal produksi,
b. Lahan wajib bebas dari cemaran limbah bahan berbahaya bangunan dan fasilitas
beracun. penyimpanan untuk
c. Kemiringan lahan wajib < 30%. produk tanaman secara
jelas terpisah dari unit lain
2. Riwayat Lokasi yang tidak memproduksi
Dianjurkan ada catatan riwayat penggunaan lahan. produk organik.

3. Anjuran pemetaan Lahan Gudang tempat penyiapan


a. Terdapat rotasi tanaman untuk pemanenan kolesom atau pengemasan bisa
sebagai kolesom cabut. merupakan bagian yang terpisah dari unit budidaya asalkan
b. Tersedia peta penggunaan lahan. aktivitasnya hanya terbatas untuk penyiapan atau pengemasan
produk budidaya organik.
4. Anjuran kesuburan Lahan
a. Tingkat kesuburan lahan cukup baik. 5. Penyiapan Lahan
b. Dilakukan tindakan untuk mempertahankan kesuburan a. Sangat dianjurkan penyiapan lahan /media tanam
tanah. dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau /
memelihara struktur tanah.
b. Penyiapan lahan sangat dianjurkan dilakukan dengan cara
yang dapat menghindarkan erosi.
c. Pemberian bahan kimia untuk penyiapan lahan dan media
tanam sangat dianjurkan tidak mencemari lingkungan.

6. Media Tanam
a. Media tanam dianjurkan diketahui sumbernya.
b. Media tanam wajib tidak mengandung bahan berbahaya
dan beracun (B3).
7. Konservasi Lahan
Tindakan konservasi wajib dilakukan pada lahan miring.

12 13
Penggunaan Bibit dan
Varietas Kolesom
Mutu benih
Sangat dianjurkan benih yang dipakai berasal dari tanaman
kolesom yang produksinya tinggi. Benih wajib bebas
pathogen terbawa (Seed borne pathogen).

Mutu bibit
Bibit berasal dari setek sangat dianjurkan dipakai sebagai
sumber perbanyakan, karena keseragamannya, kesamaan
dengan pohon induk yang berproduksi tinggi terjamin.
Sangat dianjurkan bibit yang dipakai berasal dari tanaman
induk yang berproduksi tinggi.
Tanaman induk sumber bibit wajib tidak mengandung
sumber Organisme Penganggu Tanaman (OPT).

14 15
Perlakuan benih atau bibit Bagaimana Cara Menanam Kolesom?
Bahan kimia untuk perlakuan benih atau bibit sesuai anjuran. Penanaman sangat dianjurkan sudah dilakukan sesuai dengan
teknik budidaya anjuran.

16 17
Bagaimana Tata Cara Bagaimana Cara Penggunaannya?
Pemupukan sesuai anjuran.
Pemakaian Pupuk? Kotoran manusia tidak boleh digunakan sebagai pupuk.

Jenis Penyimpanan
Mengutamakan pupuk organik, Dianjurkan pupuk disimpan pada tempat yang aman, kering,
jika menggunakan pupuk terlindung dan bersih.
kimia harus yang sudah Pupuk sangat dianjurkan disimpan pada tempat yang terpisah
terdaftar atau diijinkan oleh dari pestisida.
pejabat yang berwenang. Pupuk sangat dianjurkan disimpan dengan cara yang baik
Pupuk organik yang digunakan dan mengurangi resiko pencemaran air dan lingkungan.
sangat dianjurkan telah Pupuk wajib disimpan terpisah dari produk pertanian.
mengalami dekomposisi dan
layak digunakan. Tithonia diversifolia
Kompetensi
Pelaku usaha sangat dianjurkan mampu menunjukkan
Beberapa Sumber Bahan Pupuk Organik
pengetahuan dan keterampilan dalam memupuk.

Pupuk Kandang Jerami Padi

Pupuk Anorganik: Urea (kiri) dan SP 18 (kanan)


Kompos Sisa Tanaman

18 19
Perlindungan Tanaman Pestisida
Pestisida kimia yang digunakan wajib terdaftar/ mendapatkan
Apa saja Prinsip Perlindungan Tanaman? ijin resmi dari pemerintah dan penggunaannya harus sesuai
Pengendalian OPT sangat dianjurkan sesuai prinsip dengan instruksi label.
Pengendalian Terpadu Tanaman (PHT). Pestisida yang digunakan wajib tidak kadaluarsa.
Penggunaan pestisida sesuai dengan anjuran rekomendasi Penggunaan biopestisida yang dibuat sendiri atau dibeli
dan aturan pakai. sangat dianjurkan sudah teruji efikasi dan dilengkapi dengan
dokumen teknis.

a. Penyimpanan pestisida
1. Pestisida sangat dianjurkan disimpan di lokasi yang layak,
aman berventilasi baik, terlindung, memiliki pencahayaan
baik dan terpisah dari materi lainnya.
2. Pestisida wajib disimpan terpisah dari produk pertanian.
3. Pestisida sangat dianjurkan berada dalam kemasan asli.
4. Pestisida cair sangat dianjurkan diletakkan terpisah dari
Dua Jenis Tanaman Sumber Bahan Pestisida Nabati: Sereh dan Tagetes erecta pestisida bubuk.
5. Tempat penyimpanan pestisida sebaiknya mampu menahan
Kompetensi tumpahan.
Pelaku usaha wajib mampu menunjukkan pengetahuan dan 6. Terdapat fasilitas untuk mengatasi keadaan darurat.
keterampilan mengaplikasikan pestisida. 7. Pedoman/tata cara penganggulangan kecelakaan akibat
keracunan pestisida yang terletak pada lokasi yang mudah
dilihat sangat dianjurkan ada.
8. Tanda-tanda peringatan potensi bahaya pestisida sangat
dianjurkan diletakkan pada tempat yang mudah dilihat dan
strategis.
9. Petugas yang bertanggungjawab dalam penyimpanan
pestisida sangat dianjurkan ada.

Gejala Serangan Belalang dan Belalang Acarina sp. yang Menyerang


yang Memakan Kolesom Pucuk Kolesom

20 21
Gejala Serangan Pseudomonas sp. di Pangkal Batang dan
Kondisi Tanaman yang terserang
c. Peralatan
1. Peralatan aplikasi pestisida dirawat secara teratur agar selalu
b. Penanganan wadah pestisida
berfungsi dengan baik.
1. Wadah bekas pestisida sangat dianjurkan ditangani dengan
2. Peralatan aplikasi pestisida sangat dianjurkan dikalibrasi
benar agar tidak mencemari lingkungan.
seacara berkala untuk menjaga keakurasiannya.
2. Sangat dianjurkan merusak wadah bekas pestisida, agar
3. Dianjurkan tersedia panduan penggunaan peralatan dan
tidak digunakan untuk keperluan lain.
aplikasi pestisida.
3. Sangat dianjurkan agar kelebihan pestisida dalam tabung
penyemprotan digunakan untuk pengendalian di tempat lain. Gulma di Pertanaman Kolesom

Gejala Serangan Bercak Daun

Asystasia gangetica Kyllinga monocephala

22 23
Anjuran Penanganan Panen
dan Pasca Panen
1. Perlakuan awal: hasil
panen sangat
dianjurkan di letakkan
pada tempat yang
ternaungi dan
diperlakukan dengan
hati-hati.
2. Dianjurkan dilakukan
Apa Hal-hal yang Perlu Diperhatikan sortasi dan
dalam Pemberian Pengairan pengkelasan
terhadap hasil panen.
1. Ketersediaan air sangat dianjurkan sesuai dengan kebutuhan 3. Sangat dianjurkan
tanaman kolesom. membersihkan hasil
2. Air yang digunakan untuk irigasi wajib tidak mengandung panen
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 4. Pencucian hasil panen wajib menggunakan air bersih.
3. Dianjurkan ada fasilitas pengelolaan limbah. 5. Penirisan sebaiknya dilakukan dengan mengguna kan alat
4. Penggunaan air dianjurkan tidak bertentangan dengan dan/atau mesin dengan jenis dan spesifi kasi sesuai sifat dan
kepentingan umum. karakteristik hasil pertanian asal tanaman.
6. Pengupasan kulit dari bagian pokok yang dimanfaatkan
(umbi) sangat dianjurkan.
7. Pengupasan kulit sangat dianjurkan dilakukan seca ra
hati-hati agar tidak rusak dengan alat dan/atau mesin
dengan jenis dan spesifikasi sesuai sifat dan karakteristik
hasil pertanian asal tanaman.
8. Perajangan dianjurkan dilakukan dengan menggunakan
alat dan/atau mesin dengan jenis dan spesifika si sesuai
kebutuhan.

Pemakaian Eceng Gondok untuk Memperbaiki Kualitas Air yang Akan Dipakai
24 25
Alat dan Mesin Pertanian
1. Penggunaan alsintan untuk pengolahan
lahan sesuai dengan rekomendasi.
2. Peralatan dan mesin dianjurkan dirawat
secara teratur.
3. Peralatan dan mesin yang terkait dengan
pengukuran sangat dianjurkan dikalibrasi
secara berkala.

Pelestarian Lingkungan
Kegiatan budidaya sangat dianjurkan memperhati kan
9. Pengepakan atau pengemasan aspek usahatani yang berkelanjutan, ramah ling kungan dan
a. Pengemasan atau pengepakan dianjurkan dilakukan keseimbangan ekosistem.
dengan cara yang bisa melindungi produk dari
kerusakan dan kontaminan.
b. Tempat pengemasan dianjurkan bersih, bebas kontami
nasi dan terlindung dari hama dan pengganggu lain.
10. Keamasan wajib diberi label yang menjelaskan identitas
produk. Penyimpanan di ruang penyimpanan sangat
dianjurkan mampu melindungi produk dari kerusakan dan
kontaminan.
11. Penggunaan bahan kimia
a. Penggunaan bahan kimia dalam proses pasca panen
sangat dianjurkan sesuai dengan anjuran dan Pekerja
merupakan pilihan akhir.
1. Kualifikasi pekerja
b. Pelaku usaha sangat dianjurkan mampu menunjukkan
a. Pekerja sangat dianjurkan telah mendapat pelatihan
pengetahuan dan keterampilan mengaplikasikan bahan
sesuai bidang dan tanggung jawabnya.
kimia.
b. Pekerja sangat dianjurkan memahami resiko tugas dan
12. Tempat pengemasan
tanggung jawabnya masing-masing.
Tempat/areal pengemasan wajib terpisah dari tempat
c. Pekerja sangat dianjurkan memahami mutu dan
penyimpanan pupuk dan pestisida
keamanan pangan dari produk yang dihasilkan.
26 27
Fasilitas Kebersihan dan
Kesehatan Pekerja
1. Pekerja sebaiknya telah mendapat pelatihan penggunaan
alat dan/atau mesin.
2. Sangat dianjurkan tersedia prosedur penanganan
kecelakaan.
3. Tersedia fasilitas P3K di tempat kerja.
4. Pekerja sangat dianjurkan memahami tata cara penanganan
P3K di tempat kerja.
2. Keselamatan dan keamanan pekerja 5. Sangat dianjurkan ada tanda peringatan bahaya yang terlihat
a. Pekerja dianjurkan telah mendapat pelatihan jelas.
penggunaan alat dan/mesin. 6. Pekerja sangat dianjurkan memahami bahaya pestisida
b. Tersedia prosedur penanganan kecelakaan. dalam keselamatan kerja.
c. Sangat dianjurkan pekerja memahami tata cara 7. Pekerja sangat dianjurkan menggunakan perlengkapan
penanganan P3K di tempat kerja. pelindung sesuai dengan anjuran.
d. Sangat dianjurkan peringatan bahaya terlihat jelas. 8. Pakaian dan peralatan pelindung sangat dianjurkan
e. Pekerja sangat dianjurkan memahami bahaya pestisida ditempatkan secara terpisah dari kontaminan.
dalam keselamatan kerja. 9. Pekerja yang menangani pestisida sebaiknya mendapatkan
f. Sangat dianjurkan pekerja menggunakan perlengkapan pengecekan kesehatan secara berkala.
pelindung sesuai anjuran.
g. Pakaian dan peralatan pelindung sangat dianjurkan
ditempatkan secara terpisah dari kontaminan.
h. Pekerja yang menangani pestisida dianjurkan
mendapatkan pengecekan kesehatan secara berkala.

28 29
Anjuran Kesejahteraan Pekerja
1. Tersedia tata cara/ aturan tentang kebersihan bagi pekerja.
2. Tersedia toilet dan fasilitas cuci tangan di sekitar tempat
kerja.
3. Toilet dan fasilitas cuci tangan selalu terjaga kebersihannya
dan dapat berfungsi dengan baik.
4. Pekerja memiliki akses terhadap air minum, tempat makan,
tempat istirahat.
5. Pekerja dianjurkan dapat berkomunikasi dengan pihak
pengelola.

Tempat Pembuangan
Sangat dianjurkan tersedia tempat untuk pembuangan sampah
dan limbah.

Pengawasan, Pencatatan dan Anjuran Pengaduan


Penelusuran Balik 1. Tersedia catatan tentang keluhan/ketidakpuasan konsumen.
1. Sangat dianjurkan tersedia sistem pencatatan yang 2. Tersedia catatan mengenai langkah koreksi dari keluhan
memudahkan penelurusan. konsumen.
2. Sangat dianjurkan tersedia catatan penggunaan benih; 3. Terdapat dokumen tindak lanjut dari pengaduan.
kegiatan pemupukan; stok pestisida dan penggunaannya;
kegiatan pengairan; kegiatan pasca panen dan penggunaan
bahan kimia dalam kegiatan pasca panen; pelatihan pekerja; Anjuran Evaluasi Internal
perlakuan untuk tanah/media tanam. 1. Tersedia bukti bahwa evaluasi internal dilakukan secara
3. Sangat dianjurkan catatan disimpan selama minimal 2 tahun. periodik.
4. Sangat dianjurkan seluruh catatan dan dokumentasi selalu 2. Tersedia catatan tindakan perbaikan sesuai hasil evaluasi.
diperbaharui.

30 31
DAFTAR PUSTAKA
Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia II. Badan Litbang
departemen Kehutanan, penerjemah; Jakarta: Yayasan Sarana
Wana Jaya. Terjemahan dari: De Nuttige Planten van
Indonesie.

Hutapea JR. 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia III. Jakarta:


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen
Kesehatan RI.

Mensah JK, Okoli RI, Obodo JO, Eifediyi K. 2008. Phytochemical,


nutritional and medical properties of some leafy
vegetable consumed by Edo people of Nigeria. African
Journal of Biotechnology 7(14):2304-2309.

Mualim L, Aziz SA, Melati M. 2009. Kajian pemupukan NPK dan jarak
tanam pada produksi antosianin daun kolesom. Jurnal
Agronomi Indonesia 37(1):55-61.

Odukoya OA, Agha SII, Segun FI, Sofidiya MO, Ilori OO. 2007.
Antioxidant activity of selected Nigerian green leafy
vegetables. American Journal of Food Technology 2(3):169-
175.

Ofusori DA et al. 2008. Water leaf (Talinum triangulare) enhances


cerebral function in Swiss Albino Mice. Journal of Neurogical
Sciences (Turkish) 25(4):239-246.
Pieter AJ, Tezara W, Herrera A. 2003. Operation of the xanthophylls
cycle and degradation of D1 protein in the inducible CAM
plant, Talinum triangulare, under water deficit. Annals
of Botany 92:393-399.

Santa IGP, Prajogo SB. 1999. Studi taksonomi Talinum paniculatum


(Jacq.) Gaertn dan Talinum triangulare (Jacq.) Willd. Warta
Tumbuhan Obat Indonesia 5(4):9-10.

Susanti H, Aziz SA, Melati M. 2008. Produksi biomassa dan bahan


bioaktif kolesom (Talinum triangulare (Jacq) Willd)
dari berbagai asal bibit dan dosis pupuk kandang ayam. Bul
Agron 36(1):48-55.

32