Anda di halaman 1dari 12

MODUL III (BAB III)

Nama : Nur Fuadi Nisah Darwis


NIM : C051171306
Fakultas/Jurusan : Keperawatan/Ilmu Keperawatan

TUGAS 1. Perbaikilah penggunaan ejaan pada wacana buta berikut!


Visi unhas mensiratkan bahwa pada ahir decade ke 2 abad ke XXI
unhas akan mampu berperan sebagai pusat pengembangan bachari yang
bercirikan ke mandirian budaya lokal. disini diartikan sebagai budaya
terbuka dimana prestasi telah menjadi suatu kebututhan yang di lakukan
dengan pemanpaatan ilmu pengetahuan tehnolohi dan seni yang mampu
menhantarkan masarakat kedalam tatanan yang mapan. masyarakat
bakhari yang berorientasi kepada prestasi yang memiliki ciri ke-mandirian
dalam arti mampu berkembang secara mandiri dengan memanpaatkan
sumber-daya yang tersedia. perlu digaris bawahi bahwa kemandirian
bukan sekedar untuk kepentingan diri-sendiri, melainkan sebagai
landasan yang memberikan kontribusi yang positip. dengan kata lain ke
mandirian dapat di artikan sebagai kompetensi sepesifik yang bersipat
komplomentaris dalam lingkup inter koneksitas yang mendorong
terwujudnya ke mitraan yang bersipat sinerjis antarkelompok masyarakat
diwilayah diberbagai tingkatan.

Perbaikan :
Visi Unhas menyiratkan bahwa pada akhir dekade ke-2 abad ke
XXI Unhas akan mampu berperan sebagai pusat pengembangan bahari
yang bercirikan kemandirian budaya lokal. Di sini diartikan sebagai
budaya terbuka di mana prestasi telah menjadi suatu kebutuhan yang
dilakukan dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi dan seni
yang mampu menghantarkan masyarakat ke dalam tatanan yang mapan.
masyarakat bahari yang berorientasi kepada prestasi yang memiliki ciri
kemandirian dalam arti mampu berkembang secara mandiri dengan
memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Perlu digarisbawahi bahwa
kemandirian bukan sekadar untuk kepentingan diri sendiri, melainkan
sebagai landasan yang memberikan kontribusi yang positif. Dengan kata
lain kemandirian dapat diartikan sebagai kompetensi spesifik yang
bersifat komplementer dalam lingkup interkoneksitas yang mendorong
terwujudnya kemitraan yang bersifat sinergis antarkelompok
masyarakat di wilayah di berbagai tingkatan.

TUGAS 2. Diskusikan pemakaian ejaan berikut ini


Penulisan Huruf
Perhatikan penulisan huruf pada kalimat-kalimat berikut dengan cara
mencari penulisan huruf yang salah dan berikan alasan mengapa
penulisan tersebut salah.

Hari proklamasi kemerdekaan R.I. di rayakan setiap tahun.


Penggunaan huruf kapital pada kata R.I. salah karena akronim nama
diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital
tanpa tanda titik. Jadi, penulisan yang benar adalah : RI

Umat islam mengenal istilah Tahun Hijriah.


Penggunaan huruf kapital pada kata Tahun salah karena huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar
atau hari raya, misalnya : tahun Hijriah. Jadi, penulisan yang benar
adalah : tahun

Masarakat Gorontalo termasuk masyarakat yang taat beragama,


yaitu Agama Islam.
Penggunaan huruf kapital pada kata Agama salah karena yang
seharusnya menggunakan huruf kapital adalah kata Islam saja karena
huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama,
kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk
Tuhan.Jadi, penulisan yang benar adalah : agama

Pak Ahmad berasal dari Suku Bugis.


Penggunaan huruf kapital pada kata Suku salah karena huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan
bahasa, misalnya : suku Bugis. Jadi,penulisan yang benar adalah :
suku

Tugas Presiden cukup berat.


Penggunaan huruf kapital pada kata Presiden salah karena huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat
yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama
orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.Jadi, penulisan yang
benar adalah : presiden

Kemarin haji Ahmad berangkat ke Jakarta dengan menumpang


pesawat garuda.
Penggunaan huruf pada kata haji salah karena huruf kapital dipakai
sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan,
keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar
akademik yang mengikuti nama orang. Jadi, penulisan yang benar
adalah : Haji

Mereka mendaki gunung Nona dari arah timur.


Penggunaan huruf pada kata gunung salah karena huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Jadi, penulisan yang
benar adalah : Gunung
Kabarnya Gubernur itu akan diganti oleh wakil gubernur.
Penggunaan huruf kapital pada kata Gubernur salah karena huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat
yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama
orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Jadi, penulisan uang
beanr adalah : gubernur

Buku yang berjudul Pelajaran Ekonomi Untuk SMU sangat mahal.


Penggunaan huruf kapital pada kata Untuk salah karena huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang
sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta
nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari,
dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Jadi,
penulisan yang benar adalah : untuk

Tahun ini pemerintah republik Indonesia akan menaikan harga


BBM.
Penggunaan huruf pada kata republik salah karena huruf kapital
dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur
bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan,
organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan,
yang, dan untuk. Jadi, penulisan yang benar adalah : Republik

Penulisan Kata
Perhatikan penulisan kata pada kalimat berikut dengan cara mencari
penulisan kata yang salah dan berikan alasan mengapa penulisan
tersebut salah.
Tidak boleh menyebar-luaskan berita bohong.
Penulisan kata menyebar-luaskan salah karena kata
menyebarluaskan merupakan satu kata yang dalam penulisannya tidak
membutuhkan tanda hubung. Jadi, penulisan yang benar adalah :
menyebarluaskan

Program pasca sarjana Unhas akan mengadakan seminar


nasional.
Penulisan kata pasca sarjana salah karena kata pascasarjana
merupakan satu kata sehingga dalam penulisannya harus disambung.
Jadi, penulisan yang benar adalah : pascasarjana

Persoalan itu tidak perlu dibesarbesarkan.


Penulisan kata dibesarbesarkan salah karena kata tersebut
merupakan kata berulang berimbuhan sehingga dalam penulisannya
dibutuhkan tanda hubung. Jadi, penulisan yang benar adalah :
dibesar-besarkan

Allah Maha Kuasa ata segala makhlukNya.


Penulisan kata makhlukNya salah karena kata makhlukNya
merupakan gabungan kata yang merupakan kesatuan sehingga harus
diberi tanda hubung. Jadi, penulisan yang benar adalah : makhluk-
Nya
Mereka berlari tungganglanggang.
Penulisan kata tugganglanggang salah karena kata tersebut
merupakan bentuk ulang yang ditulis secara lengkap dengan
menggunakan tanda hubung. Jadi, penulisan yang benar adalah :
tunggang-langgang

Perdana menteri, bumi putera, padahal, peribahasa, kosa kata.


Penulisan kata bumi putera dan kata kosa kata salah karena kata
tersebut merupaka satu kesatuan sehingga penulisannya tidak
dipisah. Jadi, penulisan yang benar adalah : bumiputra dan kosakata
Buku itu terletak didalam lemari.
Penulisan kata didalam salah karena kata di pada konteks tersebut
merupakan kata depan dan penulisan kata depan, seperti di, ke, dan
dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Jadi, penulisan yang
benar adalah : di dalam

Apapun ia makan, ia tetap kurus.


Penulisan kata apapun salah karena penulisan partikel pun ditulis
terpisah dari kata yang mendahuluinya. Jadi, penulisan yang benar
adalah : apa pun

Silakan membaca satu persatu.


Penulisan kata persatu salah karena penulisan partikel per yang
berarti demi, tiap, atau mulai ditulis terpisah dari kata yang
mengikutinya. Jadi, penulisan yang benar adalah : per satu

Sungguh pun demikian, saya tetap setuju.


Penulisan kata sungguh pun salah karena penulisan partikel pun
yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai. Jadi,
penulisan yang benar adalah : sungguhpun

Pada abad keXX ini kehidupan manusia semakin susah. ke20


Penulisan kata keXX salah karena penulisan angka romawi dipisah
dengan kata yang mendahuluinya. Jadi, penulisan yang benar adalah :
ke XX

Akhirnya, SangRaja menerima kedatangan rakyatnya.


Penulisan kata SangRaja salah karena kata si dan sang ditulis
terpisah dari kata yang mengikutinya.Jadi, penulisan yang benar
adalah : Sang Raja
Telah tiga kali ia datang kesini.
Penulisan kata kesini salah karena unsur ke pada kata tersebut
merupakan kata depan sehingga penulisannya harus dipisah. Jadi,
penulisan yang benar adalah : ke sini

Di mana surat kabar itu diterbitkan.


Tidak terdapat penulisan kata yang salah pada kalimat tersebut.

Jumlah murid di sekolah itu 350 orang.


Tidak terdapat penulisan kata yang salah pada kalimat tersebut

Penulisan Tanda Baca


Perhatikan penulisan tanda baca pada kalimat berikut dengan
memperhatikan penulisan tanda baca yang tidak sesuai dengan kaidah
ejaan dan berikan alasan mengapa penulisan tersebut salah.

Oleh karena itu kita harus menjaga kebersihan.


Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
oleh karena itu seharusnya diikuti tanda koma karena merupakan kata
penghubung antarkalimat. Jadi, penulisan yang benar adalah : Oleh
karena itu, kita harus menjaga kebersihan.

Malam semakin larut ayah belum datang.


Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah
kalimat Malam semakin larut seharusnya diikuti tanda titik koma ( ; )
karena tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata
penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk. Jadi, penulisan
yang benar adalah : Malam semakin larut; ayah belum datang.
Ahamd membeli buku, kertas, tinta dan pensil.
Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
tinta seharusnya diikuti tanda koma karena tanda koma dipakai di
antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. Jadi,
penulisan yang benar adalah : Ahamd membeli buku, kertas, tinta,
dan pensil.

Prof. Dr. Suhudi Ismail M.P.H. diangkat menjadi konsultan


kesehatan PBB.
Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
Ismail seharusnya diikuti tanda koma karena tanda koma dipakai di
antara nama orang dan singkata gelar akademis yang mengikutinya
untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Jadi, penulisan yang benar adalah : Prof. Dr. Suhudi Ismail, M.P.H.
diangkat menjadi konslutan kesehatan PBB.

Orang itu kaya tetapi tidak pernah bersedekah.


Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena sebelum
kata tetapi seharusnya diberikan tanda koma karena tanda koma
dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan
sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara). Jadi, penulisan yang
benar adalah : Orang itu kaya, tetapi tidak pernah bersedekah.

Silahkan saudara mengirim surat d/a komplek perumahan haji kalla.


Penulisan tanda baca pada kata d/a salah karena singkatan yang
terdiri atas dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-
masing diikuti oleh tanda titik. Jadi, penulisan yang benar adalah : d.a.
Mereka sedang meneliti, apakah sampah dapat dijadikan
comoditas eksport.
Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
meneliti tidak perlu diikuti tanda koma karena kalimat tersebut
merupakan satu kesatuan. Jadi, penulisan yang benar adalah :
Mereka sedang meneliti apakah sampah dapat dijadikan
comoditas eksport.

Dokter itu mengatakan : perkawinan usia muda Sangat


berbahaya.
Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
mengatakan seharusnya diikuti tanda koma bukan tanda titik dua
karena tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari
bagian lain dalam kalimat. Jadi penulisan yang benar adalah : Dokter
itu mengatakan, "perkawinan usia muda Sangat berbahaya".

Penerimaan murid baru di S.M.A. I Makassar telah ditutup


Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena singkatan
yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis
dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Jadi, penuisan yang benar
adalah : Penerimaan murid baru di SMA I Makassar telah ditutup.

Astaga hari ini dia mengikuti perlombaan terjun paying.


Penulisan tanda baca pada kalimat tersebut salah karena setelah kata
Astaga seharusnya diikuti tanda koma karena tanda koma dipakai
sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau
hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.
Jadi, penulisan yang benar adalah : Astaga, hari ini dia mengikuti
perlombaan terjun payung.
Penulisan Unsur Serapan
Perhatikan penulisan unsur serapan pada kalimat berikut ini dengan
memperhatikan kesalahan penulisan unsur serapan yang tidak sesuai
dengan kaidah ejaan dan berikan alasan mengapa tulisan tersebut salah.

Sikap objektivitas sangat dibutuhkan dalam penulisan karya ilmiah.


Tidak terdapat penggunaan unsur serapan yang salah pada kalimat
tersebut.

Diagnosa terhadap pasien selalu dilakukan dengan cermat.


Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, kata Diagnosa
seharusnya Diagnosis karena kata Diagnosa tidak baku.

Perlu dilakukan upaya kongkrit untuk menyelesaikan krisis


ekonomi.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, kata kongkrit
seharusnya konkret karena kata kongkrit bukan kata baku.

Perusahaan itu mengutamakan efektifitas kerja karyawannya.


Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, kata efektifitas
seharusnya efektivitas karena kata efektifitas tidak baku.
Obat jenerik bahaya dijual diapotik.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, kata jenerik
seharusnya generik karena kata jenerik bukan merupakan kata baku.

Ijasah harus dilegalisir oleh kepala sekolah.


Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
ijasah seharusnya ijazah yang merupakan unsur serapan dari bahasa
arab.
Sistim yang berlaku sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
sistim seharusnya sistem karena jata sistim tidak baku.

Tehnolohi tepat guna sangat cocok diterapkan di pedesaan.


Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
tehnolohi seharusnya teknologi karena jata tehnolohi bukan
merupakan kata baku.

Pejabat strukturil harus mampu memberikan contoh kepada


bawahannya.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
strukturil seharusnya struktural karena kata strukturil tidak baku.

Fase pertama telah dilaluinya dengan sempurna tinggal menunggu


phase berikutnya.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
phase seharusnya fase yang merupakan unsur serapan dimana huruf
ph diserap menjadi f.

Methoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda


sampling.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
methoda seharusnya metode karena kata methoda tidak baku.

Perguruan Tinggi harus melaksanakan konsep tri dhaharma


perguruan tinggi.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
dhaharma seharusnya darma karena kata dhaharma bukan
merupakan kata baku.
Penganalisaan yang dilakukan oleh para medis telah keluar dari
konsep dasarnya.
Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
lenganalisaan seharusnya penganalisisan karena kata penganalisaan
tidak baku.

Hipotesa yang dirumuskan dalam penelitian ini salah.


Penulisan unsur serapan pada kalimat tersebut salah, penulisan kata
hipotesa seharusnya hipotetis karena kata hipotesa tidak baku.