Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR

KELILING DAN PEDAGANG SAYUR SEMI MENETAP


DI KELURAHAN TAMALATE KOTA GORONTALO

Oleh :

ISMIYATI SUPU
921414029

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan guna melengkapi tugas Metodologi Penelitian

PROGRAM STUDI S1 AKUNTASI


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERISTAS NEGERI GORONTALO
2017

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan daerah Gorontalo saat ini telah banyak mengalami

perkembangan yang pesat, namun sektor ketenaga kerjaan masih mengalami

kendala. Banyak masyarakat yang memerlukan perkerjaan namun lapangan

pekerjaan yang tersedia dalam bidang formal relative terbatas. Hal ini

menyebabkan masyarakat memilih untuk bekerja dibidang informal (Firmani,

2014). Bidang informal sebagai sebuah bentuk ekonomi bayangan dalam negara.

Ekonomi bayangan digambarkan sebagai kegiatan ekonomi yang tidak mengikuti

aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kegiatan ekonomi bayangan

merupakan bentuk kegiatan ekonomi yang bergerak dalam unit-unit kecil

sehingga bisa dipandang efisien dalam memberikan pelayanan. Analisis dari sisi

sifat produksinya, kegiatan ini bersifat subsistem yang bernilai ekonomis dalam

pemenuhan kebutuhan sehari-hari khususnya bagi masyarakat yang ada

dilingkungan sektor informal (Zuhriski, 2014).

Sektor informal memiliki karakteristik seperti jumlah unit usaha yang

banyak dalam skala kecil, kepemilikan oleh individu atau keluarga, teknologi

yang sederhana dan padat tenaga kerja, tingkat pendidikan dan ketrampilan yang

rendah, akses ke lembaga keuangan daerah, produktivitas tenaga kerja yang

rendah dan tingkat upah yang juga relatif lebih rendah dibandingkan sektor formal

(Adam, 2014). Sektor informal dicirikan sebagai produsen skala kecil,

menggunakan tenaga kerja sendiri untuk produksi barang serta berkecimpung

2
dalam kegiatan bisnis, transportasi dan penyediaan jasa (Sumarti, Syaukat dan

Nuryana, 2003).

Perdagangan kecil dalam sektor informal lebih banyak dipilih sebagai

lapangan usaha. Salah satu jenis perdagangan kecil yaitu berdagang sayur.

Pekerjaan menjual sayur merupakan pekerjaan dalam sektor informal sehingga

tidak membutuhkan kualifikasi pendidikan tertentu maupun seleksi yang rumit

dan ketat bagi yang ingin bekerja. Orang-orang yang tidak memiliki kesempatan

dan kemampuan yang memadai untuk tertampung di sektor formal kemudian

menciptakan kegiatan ekonomi disektor informal sebagai alternative terbaik

mereka untuk bertahan hidup. Pekerjaan berdagang sayur keliling tidak

memerlukan modal yang banyak serta ketrampilan atau kecakapan tertentu

(Tuhumury, 2014).

Dua cara yang dilakukan pedagang sayur dalam menjual dagangannya yaitu

dengan berkeliling ke rumah-rumah dengan menggunakan sepeda, atau motor dan

dengan berjualan menggunakan sistem semi menetap atau menetap sementara

waktu di tempat yang mereka anggap strategis. Dengan sistem berdagang sayur

yang berbeda tersebut maka pengeluaran dan penerimaan merekapun akan

berbeda. Pedagang sayur keiling membutuhkan pengeluaran lebih banyak dari

pada pedagang sayur semi menetap. Pedagang sayur keliling membutuhkan

tenaga dan biaya lebih banyak dari pada pedagang sayur semi menetap dikarena

harus berkeliling ke rumah-rumah. Pedagang sayur keliling mengusahakan barang

dagangan habis terjual hari itu juga dengan cara tetap berkeliling sampai barang

dagangan habis. Berbeda dengan pedagang sayur semi menetap yang harus

mengemasi barang dagangan meskipun barang dagangan belum habis terjual

3
dikarenakan tempat yang mereka tempati bukan milik mereka. Perbedaan cara

tersebut membuat pendapatan yang mereka peroleh juga berbeda (Firmani, 2014)

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk

menganalisis perbedaan pendapatan pedagang sayur keliling dan pedagang sayur

semi menetap di kelurahan Tamalate Kota Gorontalo.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah

perbedaan pendapatan pedagang sayur keliling dan pedagang sayur semi menetap

di kelurahan Tamalate Kota Gorontalo

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan

pendapatan pedagang sayur keliling dan pedagang sayur semi menetap di

kelurahan Tamalate Kota Gorontalo.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran

tentang pendapatan pedagang sayur keliling dan pedagang sayur semi menetap di

kelurahan Tamalate Kota Gorontalo

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Usaha Informal

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia N0.9 tahun 1995 tentang

usaha kecil menyatakan bahwa usaha kecil merupakan kegiatan ekonomi rakyat

yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan atau hasil penjualan per

tahun sebagai berikut: a). Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.

200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, b) memiliki hasil

penjualan tahunan paling banyak Rp.1.000.000.000, c) memiliki warga negara

indonesia, d) berdiri sendiri, dan e) bentuk usaha perorangan.

Ciri-ciri sektor informal adalah produsen berskala kecil, menggunakan

tenaga kerja sendiri untuk produksi barang, serta berkecimpung dalam kegiatan

bisnis, transportasi dan penyedia jasa (Syukat dkk, 2004). Sektor informal

merupakan komponen ekonomi lokal dan nasioanl yang tumbuh secara cepat.

Walaupun pendapatan tersebut relatif tinggi (Syaukat dkk, 2004).

2.2 Karateristik Pedagang Sayur Keliling dan Pedagang Sayur Semi

Menetap

Pedagang sayur pada dasarnya merupakan perdagangan kecil dalam sektor

informal membutuhkan kualifikasi pendidikan tertentu maupun seleksi yang rumit

dan ketat bagi yang ingin bekerja. Pedagang sayur keliling dan pedagang sayur

semi menetap memiliki karakter yang berbeda (Tuhumury, 2014).

5
Karakter utama dari pedagang sayuran keliling diantaranya adalah:

1. Mengusahakan agar barang dagangannya habis terjual pada hari itu juga.

Hal ini karena dagangannya bersifat tidak tahan lama atau jumlannya sedikit

sehingga diharapkan ada perputaran modal. Akibatnya pedagang sayur akan

berusaha sedekat mungkin dengan calon pembelinya

2. Bekerja setiap hari selama kondisi memungkinkan.

3. Cara penyajian dan pengemasan barang sangat sederhana. Pengemasan

cenderung meninggalkan sampah dan menurunkan kualitas produk baik

secara fisik maupun estetika.

4. Biasanya jenis sayuran yang dijajakan berubah-ubah sesuai dengan musim

tanam sayuran.

5. Harga yang ditawarkan fluktuatif karena menyesuaikan dengan kondisi

komoditi, dagangan dan waktu berdagang serta kelangkaan barang serta

tawar menawar

Sedangkan karakter pedagang sayur semi menetap atau semi diantaranya :

1. Memiliki tempat yang menetap ataupun menyewa suatu tempat untuk

melakukan perdagangan sehingga tidak membutuhkan tenaga dan biaya

lebih

2. Lebih mudah dan praktis dalam mengemasi barang dagangan

2.3 Pendapatan

Menurut Baridwan (2000:30) pendapatan merupakan selisih penghasilan-

penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya yang timbul. Selanjutnya menurut

Kiesno, et.al (2002:40) menyatakan bahwa pendapatan merupakan arus masuk

atau peningkatan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban

6
(atau kombinasi dari keduanya) selama suatu periode dari pengiriman atau

produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas-aktivitas lain yang merupakan

operasi utama atau operasi sentral perusahaan.

Pendapatan dapat dipengaruhi oleh tingkat penjualan, dimana semakin

tinggi penjualan akan semakin besar pula pendapatan yang mereka terima. Selain

penjulan, pendapatan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor penghambat seperti

besarnya modal yang mereka miliki. Semakin besar modal yang dimiliki semakin

besar pula pendapatn yang akan mereka terima.

7
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur

Kota Gorontalo. Penentuan lokasi tersebut dilakukan dengan sengaja (purposive)

dengan mempertimbangkan di kelurahan tamalate sering ditemu pedagang sayur

keliling ataupun semi menetap. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada

bulan Maret 2017.

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tempat penelitian

ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Area yang dilaksanakan di

Kelurahan Tamalate Kota Gorontalo.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan melakukan observasi, penyebaran kuisioner, dan wawancara.

3.4 Variabel Operasional

a. Variabel Bebas

Variabel bebas merupakan variabel yang memengaruhi, yaitu faktor-faktor

yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan

antara fenomena yang diobservasi atau diamati. Pada penelitian ini yang menjadi

variabel bebas yaitu metode penjualan sayur (keliling dan semi menetap).

8
b. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk

menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak

muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti. Pada

penelitian ini yang menjadi variabel terikat yaitu pendapatan para pedagang sayur

(keliling dan semi menetap).

3.5 Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan Analisis data yang

digunakan adalah analisis inferensial yang terdiri dari uji homogenitas dan uji t-

test independen

9
DAFTAR PUSTAKA

Adam, P. F. 2014. Keragaman Sektror Informal dalam Hubungannya dengan


Migrasi Masuk dan Remitan. Jurnal Vol. 10 (2). Universitas Pattimura.
Ambon

Firmani, M. A. 2014. Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Keliling dan Pedagang


Sayur Semi Menetap di Sekitar Kampus Universitas Jember.

Zuhrizki, H. 2008. Analisis Pendapatan Pedagangn Sayur Keliling Di Kelurahan


Tegallega Kota Bogor. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian
Bogor. Bogor

Syaukat, Yusman dan Sutara Hendrakusumaatmadja. 2004. Pengembangan E


konomi Berbasis Lokal. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi, Fakultas Per
tanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Tuhumury, F, T. M. 2014. Profil Pedagang Sayur Keliling di Desa Poka dan


Rumahtiga Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Jurnal Vo. 10 (1).
Universitas Pattimura. Ambon

10