Anda di halaman 1dari 16

Asbabun Nuzul Surah Al-Falaq & An-Naas

4JAN
asbabun nuzul surah alquran

1. Katakanlah: Aku
berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, 2. dari kejahatan makhluk-Nya, 3. dan dari
kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir
yang menghembus pada buhul-buhul*,
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.
(Al-Falaq: 1-5)
*Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu
membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

1. Katakanlah: Aku
berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. 2. raja manusia. 3.
sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.
(An-Naas: 1-6)
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Dalaa-ilun Nubuwwah, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih,
yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami sakit parah. Maka
datanglah kepada beliau dua malaikat, yang satu duduk sebelah kepala beliau dan satu lagi
duduk sebelah kaki beliau. Berkatalah malaikat yang duduk di sebelah kaki beliau kepada
malaikat yang duduk di sebelah kepala beliau: Apa yang engkau lihat ? Ia menjawab, Beliau
terkena guna-guna. Ia bertanya lagi, Apa guna-guna itu ? Ia menjawab, Guna-guna itu sihir.
Ia bertanya lagi, Siapa yang membuat sihirnya ? Ia menjawab, Labid bin al-Asham al-Yahudi,
yang sihirnya merupakan gulungan yang disimpan di dalam sumur keluarga si fulan di bawah
sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkatlah batunya, kemudian
amblillah gulungannya dan bakarlah.
Pada pagi harinya Rasulullah SAW mengutus Ammar bin Yasir dan kawan-kawannya.
Setibanya di sumur itu, tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya, diangkat
batunya, serta dikeluarkan gulungannya serta gulungannya dibakar. Ternyata di dalam
gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (al-Falaq dan an-Naas)
diturunkan berkenaan dengan hal tersebut. Setia kali Rasulullah mengucapkan satu ayat,
terbukalah simpulnya.
Dalam kitab Shahihul Bukhari terdapat syaaHid (penguat) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak
menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu. Namun dalam riwayat lain ada syaHid (penguat)
yang ceritanya seperti itu juga dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.
Diriwayatkan oleh Abu Nuaim di dalam Kitab ad-Dalaa-il, dari Jafar ar-Razi, dari Ar-Rabibin
Anas, yang bersumber dari Anas bin Malik bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan untuk
Rasulullah saw. Setelah memakan makanan itu, tiba-tiba Rasulullah sakit keras, sehingga
sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbale akibat perbuatan Yahudi itu. Maka
turunlah Jibril membawa dua surat ini. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-
shahabatnya dalam keadaan sehat wal-afiat.
Sumber: Asbabunnuzul, KHQ Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah Al-Ikhlash

4JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. Katakanlah: Dia-
lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.3. Dia tiada beranak dan
tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
(al-Ikhlash: 1-4)
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Khuzanah, dari Abul Aliyah, yang bersumber
dari Ubay bin Kaab. Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari
Jabir bin Abdillah bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada
Rasulullah saw, dengan berkata, Jelaskan kepada kami sifat-sifat Rabb-mu. Ayat Al-Ikhlash 1-
4 ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan
kaum musyrikin.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, diriwatkan pula oleh Ibnu
Jarir yang bersumber dari Qatadah, dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber
dari Said bin Jubair, bahwa beberapa orang Yahudi, diantaranya Kaab bin al-Asyraf dan Hayy
bin Akhthab, menghadap Nabi saw, mereka berkata, Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Rabb
yang mengutusmu. Ayat Al-Ikhlash 1-4 ini turun untuk menerangkan sifat-sifat Allah.
Menurut as-Suyuthi kata al-musyrikiin (kaum musyrikin) dalam hadits yang bersumber dari
Ubay bin Kaab adalah kaum musyrikin dari kaum Ahzab. Dengan demikian dapat dipastikan
Madaniyyah, sesuai hadits Ibnu Abbas.Jadi tidak ada pertentangan antara dua hadits di atas.
Hal ini diperkuat pula oleh riwayat Abusy Syaikh di dalam kitab al-Azhamah dari Aban, yang
bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap Nabi saw. dan
berkata: Hai Abul Qasim. Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam,
iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan
kepada kami tentang Rabb-mu. Rasulullah saw. tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril
membawa wahyu, yaitu surat ini (al-Ikhlash 1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
sumber: Al-Quranul Kariim;
Asbabun Nuzul, KHQ Shaleh dkk.

Asbabunnuzul Surah Al-Lahab

4JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. binasalah kedua
tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa.2. tidaklah berfaedah kepadanya harta
bendanya dan apa yang ia usahakan.3. kelak Dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.4.
dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
5. yang di lehernya ada tali dari sabut.
(surat al-Lahab: 1-5)
Yang dimaksud dengan kedua tangan Abu Lahab ialah Abu Lahab sendiri. Pembawa kayu
Bakar dalam bahasa Arab adalah kiasan bagi penyebar fitnah. isteri Abu Lahab disebut
pembawa kayu Bakar karena Dia selalu menyebar-nyebarkan fitnah untuk memburuk-burukkan
Nabi Muhammad s.a.w. dan kaum Muslim.
Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa suatu ketika
Rasulullah saw naik ke bukit Shafa sambil berseru :Mari berkumpul pada pagi hari ini ! maka
berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah bersabda :Bagaimana pendapat kalian, seandainya
aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya
padaku? Kaum Quraisy menjawan: Pasti kami percaya. Rasulullah bersabda: Aku
peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dasyat akan datang. Berkatalah Abu
Lahab:Celakalah engkau ! apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami ? Maka turunlah
ayat ini (surat Al-Lahab ayat 1-5). Berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan
bahwa kecelakaan itu akan menimpa orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama
Allah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Isra-il, dari Abu Ishaq, yang bersumber dari orang Hamdan
yang bernama Yazid bin Zaid. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari
Ikrimah, bahwa istri Abu Lahab menyebarkan duri-duri yang hendak dilalui oleh Nabi
Muhammad saw. Maka surat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan
bahwa orang yang menghalang-halangi dan menyebarkan permusuhan terhadap Islam akan
mendapat siksa Allah swt.
Sumber: asbabunnuzul, K.H.Q. Shaleh dkk
Asbabunnuzul Surah An-Nashr

10SEP
Asbabun Nuzul Surah Al-Quran
1. apabila telah
datang pertolongan Allah dan kemenangan, 2. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah
dengan berbondong-bondong, 3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah
ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (surat an-Nashr: 1-3)
Diriwayatkan oleh Abdurrozzaq did lam kitab al-Mushannaf, dari Mamar yang bersumber dari
az-Zuhri, bahwa ketika Rasulullah saw memasuki kota Makah saat Fathu Makkah, Khalid bin
Walid diperintahkan untuk memasuki Makah dari jurusan dataran rendah untuk menggempur
pasukan Quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya setelah memperoleh
kemenangan. Maka berbondong-bondonglah kaum Quraisy masuk Islam. Surat ini turun
berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai perintah untuk memuji syukur dengan
memahasucika Allah atas kemenangan yang telah diraih dan meminta ampunan atas segala
kesalahan yang telah dilakukan.
Sumber: Asbabunnuzul, KHQ. Shaleh dk
Asbabun Nuzul Surah al-Kaafiruun

5JAN
asbabun nuzul surah alquran

1. Katakanlah: Hai
orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,5. dan kamu tidak pernah
(pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.6. untukmu agamamu, dan untukkulah,
agamaku.(al-Kaafiruun: 1-6)
Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa
kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi Muhammad saw dengan menawarkan harta
kekayaan agar beliau menjadi orang yang paling kaya di kota Mekah. Mereka juga
menawarkan kepada beliau untuk menikahi wanita mana saja yang beliau kehendaki. Upaya
tersebut mereka sampaikan kepda beliau seraya berkata: INilah yang kami sediakan bagimu
hai Muhammad, dengan syarat engkau jangan memaki-maki tuhan-tuhan kami dan menjelek-
jelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun. Nabi Muhammad saw
menjawab: Aku akan menunggu wahyu dari Rabb-ku. Surat ini turun berkenaan dengan
peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir itu.
Dan turun pula surat az-Zummar ayat 64 64. Katakanlah: Maka Apakah kamu menyuruh aku
menyembah selain Allah, Hai orang-orang yang tidak berpengetahuan? sebagai perintah untuk
menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq yang bersumber dari Wahb; dan diriwayatkan pula oleh Ibnul
Mundzir yang bersumber dari Juraij bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi sumber:
asbabunnuzul KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah al-Kautsar

5JAN
asbabun nuzul surah al-quran
1.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.2. Maka dirikanlah
shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah*.3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci
kamu Dialah yang terputus**.(al-Kautsar: 1-3)
*Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat
Allah.
**Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah.
Diriwayatkan oleh al-Bazzar dll, dengan sanad yang sahih, yang bersumber dari Ibnu Abbas
bahwa ketika Kab bin al-Asyraf (tokoh yahudi) datang ke Mekah, kaum Quraisy berkata
kepadanya; Tuan adalah pemimpin orang Madinah. Bagaimana pendapat tuan tentang si
pura-pura sabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang menganggap dirinya lebih mulia dari
kami, padahal kami adalah penyambut orang-orang yang melaksanakan haji, pemberi
minumnya, serta penjaga Kabah ? Kab berkata: Kalian lebih mulia daripada dia. Maka
turunlah ayat ini (al-Kautsar ayat 3) yang membantah ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah di dalam KItab al-Mushannaf dari Ibnul Mundzir, yang
bersumber dari Ikrimah bahwa ketika Nabi Muhammad saw diberi wahyu, kaum Quraisy
berkata: Terputuslah hubungan Muhammad dengan kita. Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar
ayat 3) sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-suddi. Juga diriwayatkan oleh al-
Baihaqi di dalam Kitab ad-dalaa-il, yang bersumber dari Muhammad bin Ali, dan disebutkan
bahwa yang meninggal itu ialah Qasim. Bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-
laki itu berarti putus keturunan. Ketika putra Rasulullah saw meninggal, al-Ashi bin Wa-il
mengatakan bahwa keturunan Muhammad saw telah terputus. Maka surat al-Kautsar ayat 3 ini
turun sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat 3 ini turun berkenaan
dengan al-Ashi bin Wa-il yang berkata, Aku membenci Muhammad. Maka ayat ini turun
sebagai penegasan bahwa orang yang membenci Rasulullah akan terputus segala
kebaikannya.
Diriwayatkan oleh Aththabarani dengan sanad yang dhaif, yang bersumber dari Ayyub bahwa
ketika Ibrahim, putra Rasulullah saw wafat, orang-orang musyrik berkata satu sama lain: Orang
murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam. Allah menurunkan surat al-
Kautsar ayat 1-3 ini yang membantah ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa ayat ini (ayat 2) turun
pada peristiwa Hudaibiyah, ketika Jibril datang kepada rasulullah memerintahkan kurban dan
shalat. Rasulullah segera berdiri seraya menyampaikan khotbah Idul Fitri-mungkin juga khotbah
idul Adha (rawi ragu, apakah peristiwa di dalam hadits itu terjadi pada bulan Ramadhan atau
pada bulan Zulkaidah) kemudian sholat dua rakaat. Sesudah itu beliau menuju ke tempat
kurban, lalu memotong hewan kurban.
Menurut as-Suyuthi, riwayat ini sangat gharib. Matan hadits ini meragukan, karena
menyebutkan sholat id didahului khotbah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syamr bin Athiyyah bahwa Uqbah bin Abi
Muaith berkata: Tidak ada seorang pun anak laki-laki Nabi Muhammad saw yang hidup hingga
keturunannya terputus. Ayat ke 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Ibrahim putra
Rasulullah saw wafat, kaum Quraisy berkata, Serkarang Muhammad menjadi abtar (terputus
keturunannya). Hal ini menyebabkan Nabi Muhammad saw bersedih hati. Maka turunlah ayat
ini (al-Kautsar 1-3) sebagai penghibur baginya.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah al-Maauun

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
4. Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,6.
orang-orang yang berbuat riya*, 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna*.
(surat al-Maauun: 4-7)
* Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan
tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
** Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Tharif bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu Abbas
bahwa ayat ini (4-7) turun berkenaan dengan kaum munafikin yang suka mempertontonkan
sholat (ria) kepada kaum Mukminin dan meninggalkannya apabila tidak ada yang melihatnya
serta menolak memberikan bantuan ataupun pinjaman. Ayat ini (4-7) turun sebagai peringatan
kepada orang-orang yang berbuat seperti itu.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah Quraisy

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. karena
kebiasaan orang-orang Quraisy,2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan
musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kabah).
4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan
mengamankan mereka dari ketakutan.
(Quraisy: 1-4)
*Orang Quraisy biasa Mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada
musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. dalam perjalanan itu mereka mendapat
jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. ini adalah suatu
nikmat yang Amat besar dari Tuhan mereka. oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah
Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Ummu Hani binti Abi Thalib
bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah mengutamakan kaum Quraisy dengan tujuh
perkarasampai akhir hadits. Di dalam hadits tersebut disebutkan : . Diturunkan satu surat
khusus berkenaan dengan mereka (kaum Quraisy), dan di dalam surat tersebut tidak disebut
kaum lain, yaitu surat 106 Quraisy ayat 1-4.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk
Iklan

Asbabun Nuzul Surah Al-Humazah

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. kecelakaanlah
bagi Setiap pengumpat lagi pencela, 2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung* 3.
Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia
benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.5. dan tahukah kamu apa Huthamah itu? 6.
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, 7. yang (membakar) sampai ke hati. 8.
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
(al-Humazah: 1-9)
*Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya Dia menjadi kikir
dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Utsman dan Ibnu Umar bahwa Utsman
dan Ibnu Umar berkata: Masih segar terngiang di telinga kami bahwa ayat ini (al-Humazah : 1-
2) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf, seorang tokoh Quraisy yang kaya raya, yang
selalu mengejek dan menghina Rasul dengan kekayaannya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa ayat ini (al-Humazah 1-
3) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu mengejek dan mengumpat orang.
Ayat tersebut turun sebagai teguran terhadap perbuatan seperti itu.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari seorang suku Riqqah bahwa ayat ini
(al_Humazah: 1-3) turun berkenaan dengan Jamil bin Amir al-Jumhi, seorang tokoh musyrik
yang selalu mengejek dan menghina orang.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Ishaq bahwa Umayyah bin Khalaf
selslu mencela dan menghina Rasulullah apabila berjumpa dengannya. Maka Allah
menurunkan ayat ini (al-Humazah: 1-9) sebagai ancaman siksa yang sangat dasyat terhadap
orang-orang yang mempunyai anggapan dan berbuat seperti itu.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah At-Takaatsur

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. Bermegah-
megahan telah melalaikan kamu*, 2. sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3. janganlah begitu,
kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4. dan janganlah begitu, kelak kamu
akan mengetahui. (at-Takaatsur: 1-4)
* Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan
seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
Ibnu Hatim yang bersumber dari Ibnu Buraidah meriwayatkan bahwa ayat ini (1-2) turun
berkenaan dengan dua kabilah Anshar, bani Haritsah dan Bani Harits yang saling
menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya. Mereka saling Tanya: Apakah
kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si anu? mereka saling
menyombongkan diri dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka
juga saling mengajak pergi ke kuburan untuk menyombongkan kepahlawanan golongannya
yang sudah gugur, dengan menuju ke kuburannya. Ayat ini (1-2) turun sebagai teguran kepada
orang-orang yang hidup bermegah-megahan sehingga ibadahnya kepada Allah terlalaikan.
Dalam riwayat Ibnu Jarir yang bersumber dari Ali dikemukakan bahwa Ali pernah berkata:
Pada mulanya kami sangsi tentang siksa kubur. Setelah turun ayat ini (1-4), hilanglah
kesangsian itu.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah Al-Aadiyaat

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
1. demi kuda

perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, 2. dan kuda yang mencetuskan api
dengan pukulan (kuku kakinya), 3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, 4.
Maka ia menerbangkan debu, 5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan
musuh.(Al-Aadiyaat: 1-5)
Diriwayatkan oleh al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu Abbas
bahwa Rasulullah saw mengutus pasukan berkuda, akan tetapi setelah sebulan lamanya tidak
ada kabar berita tentang pasukan itu. Maka turunlah ayat 1-5 ini sebagai pemberitahuan
tentang pasukan tersebut yang sedang bertempur melawan musuh, dan melukiskan
kepahlawanan mereka.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surat Az-Zalzalah

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
7. Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.8. dan
Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat
(balasan)nya pula. (al-Zalzalah: 7-8)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Said bin Jubair bahwa ketika turun ayat
8 al-Insan (dan mereka member makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim,
dan orang yang ditawan), kaum Muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit
tidak akan memperoleh pahala; orang yang berbuat dosa kecil, seperti berbohong, mengumpat,
mencuri penglihatan, dan sebagainya tidak bercela; serta menganggap bahwa ancaman neraka
dari Allah hanya disediakan bagi orang-orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat az-
Zalzalah 7-8 sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah Al-Qadr

5JAN
asbanun nuzul surah alquran
1. Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan*. 2. dan tahukah kamu Apakah
malam kemuliaan itu? 3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. pada malam itu
turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala
urusan.5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (al-Qadar: 1-5)
* Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu
malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al
Quran.
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari al-Hasan bin Ali
bahwa Nabi Muhammad saw bermimpi melihat bani Umayyah menduduki dan menguasai
mimbarnya setelah beliau wafat. Beliau merasa tidak senang karenanya. Maka turunlah surat
al-Kautsar ayat 1 (Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak) dan
surat al-Qadr ayat 1-5 untuk membesarkan hati beliau.
Al-Qasim al-Hirani menyatakan bahwa kerajaan bani Umayyah itu ternyata berlangsung selama
tidak lebih dan tidak kurang dari seribu bulan. Menurut at-Tirmidzi, riwayat ini gharib, sedang al-
Muzani dan Ibnu Katsir menyebutnya sangat munkar.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Wahidi, yang bersumber dari Mujahid bahwa
Rasulullah saw pernah menyebut-nyebut bani Israel yang berjuang fiisabilillah menggunakan
senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum Muslimin mengagumi perjuangan orang
tersebut. Maka Allah menurunkan surat al-Qadr 1-3 yang menegaskan bahwa satu malam
laitatul qadr lebih baik daripada perjuangan bani Israel selama seribu bulan itu.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid bahwa di kalangan bani Israel
terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang
memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka
Allah menurunkan ayat ini (al-Qadr 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih
baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan seorang laki-laki dari bani Israel tersebut.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah Al-Alaq

5JAN
asbabun nuzul surah alquran
6. Ketahuilah!
Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, 7. karena Dia melihat dirinya serba
cukup. 8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).9. bagaimana pendapatmu
tentang orang yang melarang, 10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat*, 11. bagaimana
pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, 12. atau Dia menyuruh
bertakwa (kepada Allah)?13. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu
mendustakan dan berpaling?14. tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat
segala perbuatannya?15. ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian)
niscaya Kami tarik ubun-ubunnya**,16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi
durhaka.17. Maka Biarlah Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),18. kelak Kami
akan memanggil Malaikat Zabaniyah***,19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh
kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).
* Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu
ialah Rasulullah sendiri. akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu
yang menakutkannya. setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada
Rasulullah. kemudian Rasulullah mengatakan: Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti
Dia akan dibinasakan oleh Malaikat.
** Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.
***Malaikat Zabaniyah ialah Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam
neraka.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa Abu Jahal pernah
berkata, Apakah Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu ? ketika
itu orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: Demi al-Lata dan al-Uzza,
sekiranya aku melihat dia sedang berbuat demikian, akan aku injak batang lehernya dan
kubenamkan mukanya ke dalam tanah. Ayat-ayat ini (6-19) turun berkenaan dengan peristiwa
tersebut.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah saw
sedang shalat, datanglah Abu Jahal melarang beliau melakukannya. Ayat-ayat 6-19 ini turun
berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai ancaman kepada orang yang menghalang-
halangi orang yang hendak beribadah.
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Abbas, menurut at-
Tirmidzi hadits ini hasan shahih, bahwa ketika Rasulullah saw sedang shalat, datanglah Abu
Jahal seraya berkata: Bukankah aku sudah melarang engkau berbuat demikian (shalat) ?
Nabi Muhammad saw pun membentaknya. Abu Jahal berkata: Bukankah engkau tau bahwa di
sini tidak ada orang yang lebih banyak pengikutnya daripada aku ? maka Allah menurunkan
ayat-ayat ini (al-Alaq 17-19) sebagai ancaman kepada orang yang menghalang-halangi orang
yang hendak melakukan ibadah dan merasa banyak pengikut.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk

Asbabun Nuzul Surah At-Tiin

5JAN
asbabun nuzul surah alquran

5. kemudian Kami
kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), 6. kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-
putusnya. (At-Tiin 5-6)
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-Aufi yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa firman Allah
at-Tiin ayat 5 kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya
mengandung arti dikembalikan ke tingkat pikun (seperti bayi lagi). Sehubungan dengan hal ini,
Rasulullah saw pernah ditanya tentang kedudukan orang-orang pikun. Maka Allah menurunkan
ayat selanjutnya (at-Tiin ayat 6), yang menegaskan bahwa mereka yang beriman dan beramal
sholeh sebelum pikun, akan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya.
Sumber: asbabunnuzul, KHQ.Shaleh dkk