Anda di halaman 1dari 1

Cara kerja flashdisk:

1. Flashdisk dihubungkan ke komputer (PC) atau ke perangkat lain melalui konektor


USB. LED sebagai indikator akan menyala saat flashdisk berhasil terkoneksi.

2. Bagian setelah konektor USB adalah perangkat pengontrol penyimpanan massal yang
berfungsi mengontrol dan menyediakan penghubung ke alat flashdisk yang bertugas
menjaga kesetabilan perangkat. Pengontrol berisi suatu RISC mikroprosesor
berukuran kecil dan hampir sama pada RAM. Setelah tersambung, kontroller akan
memberitahukan komputer host bahwa device tersebut adalah sebuah USB Flashdisk.

3. Point test berkerja selama pengecekan kondisi flashdisk dan pengiriman kode ke
mikroprosessor.

4. Data yang telah diterima oleh flashdisk disimpan didalam tempat penyimpanan data
yaitu flash memory. Ukuran besarnya flash memory menentukan banyaknya data
yang dapat disimpan. Makin banyak proses tulis dan hapus, kemampuan flash
memory makin lemah.

5. Seperti saat flashdisk terkoneksi, LED sebagai indikator juga akan menyala atau
berkedip ketika proses pengolahan data. Sedangkan osilator kristal akan menghasilkan
clock (denyut listrik) dengan frekuensi 12MHz dan mengirimkan sinyal frekuensi
serta mengontrol jalur output perangkat.

6. Seluruh komponen elektronik flashdisk yang terpasang diletakkan pada Printed


Circuit Board (PCB). Dengan PCB, komponen juga dapat dihubungkan satu sama lain
tanpa menggunakan kabel.