Anda di halaman 1dari 14
Konsep Probabilitas TF – 2102 PEMODELAN PROBABILITAS & STATISTIK Program Studi Teknik Fisika

Konsep Probabilitas

TF – 2102 PEMODELAN PROBABILITAS & STATISTIK

Program Studi Teknik Fisika

Konsep Probabilitas TF – 2102 PEMODELAN PROBABILITAS & STATISTIK Program Studi Teknik Fisika
Mengapa Harus Belajar Probabilitas & Statistik? Teknik Fisika Inventing new Technology Kemampuan Memotret Sistem

Mengapa Harus Belajar Probabilitas & Statistik?

Teknik Fisika

Inventing new Technology Kemampuan Memotret Sistem secara Utuh

Matematika Rekayasa

Pemodelan & Simulasi Sistem, Perancangan Kontrol Sistem

Probabilitas & Statistik

Sistem Pengukuran, Metode Eksperimental, Fisika Modern & Kuantum, Teknologi Sensor

Rangkaian Listrik & Elektronika

Pengkondisian Sinyal dan Transmisi Data

2

Contoh Sistem Kontrol Industri

Contoh Sistem Kontrol Industri 3
Contoh Sistem Kontrol Industri 3
Contoh Sistem Kontrol Industri 3

3

Contoh Sistem Kontrol Industri

Contoh Sistem Kontrol Industri 4
Contoh Sistem Kontrol Industri 4
Contoh Sistem Kontrol Industri 4

4

Contoh Sistem Kontrol Industri

Matematika Rekayasa
Matematika Rekayasa
Contoh Sistem Kontrol Industri Matematika Rekayasa 5

5

Contoh Sistem Kontrol Industri

Probabilitas & Statistik
Probabilitas & Statistik
Contoh Sistem Kontrol Industri Probabilitas & Statistik 6

6

Contoh Sistem Kontrol Industri

Rangkaian Listrik
Rangkaian Listrik
Contoh Sistem Kontrol Industri Rangkaian Listrik 7

7

Contoh Sistem Kontrol Industri

Konversi Energi & Termodinamika
Konversi Energi &
Termodinamika

8

Teori Himpunan

Teori Himpunan

Pokok Bahasan

Eksperimen Acak Semesta Kemungkinan Kondisi

10

Eksperimen Acak (Random)

Eksperimen yang hasilnya tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh pelaku, sehingga setiap pengujian dapat memberikan hasil yang berbeda

Pelemparan koin Pelemparan dadu Pengujian kecacatan produk Pengukuran umur produk

11

Semesta Kemungkinan

Semesta kemungkinan (S; the sample space / the probability space) dari suatu eksperimen adalah himpunan semua kondisi yang mungkin dapat terjadi dalam eksperimen.

Pelemparan koin; S = {A, G} Pelemparan dadu: S = {1,2,3,4,5,6} Pengujian kecacatan produk: S = {cacat, tidak cacat} Pelemparan dua koin; S = {AA, AG, GA, GG}

Jumlah seluruh kondisi yang mungkin dalam semesta kemungkinan S biasanya dilambangkan dengan huruf s kecil

12

Kondisi

Suatu kondisi A adalah himpunan bagian dari semesta kemungkinan S, yaitu kondisi dengan sifat tertentu An event A is a subset of the sample space S, consisting of outcomes with certain characteristics.

Pelemparan dadu

S = {1,2,3,4,5,6} A = {1, 3, 5} : kondisi munculnya bilangan ganjil

Pelemparan dua koin

S = {AA, AG, GA, GG} A = {AG, GA} : kondisi hanya muncul 1 angka

13

Gabungan dan Irisan A ∪ B A ∪ B A B Gabungan ( the union

Gabungan dan Irisan

AB

A B

A B
A
B

Gabungan (the union of) A dan B Dapat merupakan anggota A, B atau kedua-duanya

AB

A B

merupakan anggota A, B atau kedua-duanya A ∩ B A ∩ B Irisan (the intersection of)
Irisan (the intersection of) A dan B; Merupakan anggota A dan A C A B
Irisan (the intersection of) A
dan B;
Merupakan anggota A dan
A
C
A
B
B
A c
Komplemen A
Bukan anggota A
A
14
Kondisi Mutually Exclusive / Disjoint Bila dua kondisi tidak mempunyai hasil yang sama, maka kedua
Kondisi Mutually Exclusive / Disjoint
Bila dua kondisi tidak mempunyai hasil yang
sama, maka kedua kondisi itu disebut
mutually exclusive, atau disjoint
Pelemparan dua koin
A = {AA} : kondisi 2 angka muncul
B = {AG, GA} : hanya 1 gambar muncul
A ∩ B = φ : mutually exclusive
S
A
B
15
Konsep Probabilitas
Probabilitas / kemungkinan terjadinya suatu
kondisi A didefinisikan sbb:
N A
(
)
P A
(
)
=
s
N(A)
: jumlah kondisi A
s
P(A)
: jumlah semua kondisi yang mungkin
: kemungkinan terjadinya A
16
Konsep Probabilitas Berhubung 0 ≤ N(A) ≤ s N A ( ) Maka 0 ≤
Konsep Probabilitas
Berhubung
0 ≤ N(A) ≤ s
N A
(
)
Maka
0
≤ 1
s
0
≤ P(A) ≤1
Sehingga
17
Konsep Probabilitas - Contoh
Pada pelemparan dua koin, kemungkian
terjadinya A : hanya 1 gambar yang muncul
dihitung sbb:
S = {AA, AG, GA, GG}, s = 4
A = {AG, GA}, N(A) = 2
N A
(
)
2
1
P A
(
)
=
=
=
s
4
2
18
Konsep Probabilitas Kemungkinan terjadinya kondisi A adalah antara 0 dan 1 inklusif Contoh Bila suatu
Konsep Probabilitas
Kemungkinan terjadinya
kondisi A adalah antara 0
dan 1 inklusif
Contoh
Bila suatu koin kedua
sisinya terdiri dari gambar,
maka
P(A) = 0
P(angka) = 1
P(gambar) = 1
Kondisi tersebut tidak
mungkin terjadi
P(A) = 1
Kondisi tersebut pasti
terjadi
19
Kondisi Komplementer
Bila A adalah kondisi dalam semesta S
Kemungkinan terjadinya A adalah P(A)
Kemungkinan terjadinya semua kondisi yang
bukan A adalah
P(A)=1− P(A)
20
Kondisi Gabungan Bila A dan B adalah kondisi dalam semesta S P(A) ≠ 0 dan

Kondisi Gabungan

Bila A dan B adalah kondisi dalam semesta S P(A) 0 dan P(B) 0. Maka

P(AB)= P(A)+ P(B)P(AB)

21

Contoh Kondisi Gabungan Di kelas yang berisi 40 mahasiswa, 6 dari 15 pria, dan 13

Contoh Kondisi Gabungan

Di kelas yang berisi 40 mahasiswa,

6 dari 15 pria, dan 13 dari 25 wanita mengenakan kacamata

Bila kita mengambil satu mahasiswa dari kelas tersebut secara acak, berapa kemungkinannya mahasiswa tersebut adalah

Pria, atau Seseorang yang mengenakan kaca mata?

22

Contoh Kondisi Gabungan A : mahasiswa tersebut adalah pria B : mahasiswa tersebut berkacamata P

Contoh Kondisi Gabungan

A : mahasiswa tersebut adalah pria B : mahasiswa tersebut berkacamata

P

(

)

AB =

(

P A

15

)

(

+ P B

19

)

6

(

P AB

)

 

+

= −

 
 

40

40

40

 

28

7

 

= =

 

40

10

23

Kondisi Mutually Exclusive Bila A dan B adalah kondisi dalam semesta S P(A) ≠ 0

Kondisi Mutually Exclusive

Bila A dan B adalah kondisi dalam semesta S P(A) 0 dan P(B) 0 Bila A dan B Mutually Exclusive, maka

P(AB)= P(A)+ P(B)

24

Contoh Kondisi Mutually Exclusive Ada 8 pelari yang bertanding, diantaranya Jaja, Dudi dan Andi. Kemungkinan

Contoh Kondisi Mutually Exclusive

Ada 8 pelari yang bertanding, diantaranya Jaja, Dudi dan Andi. Kemungkinan

Jaja juara 1 = ½

Dudi juara 1 = ¼

Andi juara 1 = 1/8

Bila tidak ada draw, tentukan kemungkinan

Jaja atau Dudi atau Andi juara 1 Dudi atau Jaja tidak jadi juara 1

25

Contoh Kondisi Mutually Exclusive Karena hanya ada 1 orang juara 1, maka kasus ini bersifat

Contoh Kondisi Mutually Exclusive

Karena hanya ada 1 orang

juara 1, maka kasus ini bersifat mutually exclusive. Bila

P(J) : Kemungkinan Jaja juara 1 P(D) : Kemungkinan Dudi juara 1 P(A) : Kemungkinan Andi juara 1

P(J) : Kemungkinan Jaja juara 1 P(D) : Kemungkinan Dudi juara 1 P(A) : Kemungkinan Andi
P(J) : Kemungkinan Jaja juara 1 P(D) : Kemungkinan Dudi juara 1 P(A) : Kemungkinan Andi

Maka

(

P J D A

)

=

(

P J

1

)

1

(

+ P D

1

)

(

+ P A

)

 

=

+

+

 

2

4

8

7

 

=

 

8

Kemungkinan salah satu dari mereka menjadi juara adalah 7/8

26

Contoh Kondisi Mutually Exclusive Kemungkinan Jaja atau Dudi menjadi juara 1 adalah Kemungkinan bukan Jaja
Contoh Kondisi Mutually Exclusive
Kemungkinan Jaja atau
Dudi menjadi juara 1
adalah
Kemungkinan bukan
Jaja maupun Dudi
menjadi juara 1 adalah
3 1
1
1
=
+
2
4
3
=
4
27

(

P J D

)

(

= P J

)

(

+ P D

)

1P J D =1

(

)

( P J ∪ D ) ( = P J ) ( + P D )
( P J ∪ D ) ( = P J ) ( + P D )

=

4 4