Anda di halaman 1dari 7

PENETAPAN JUMLAH PLAT, HETP DAN RESOLUSI PADA

KOLOM KEMAS
Andika Dwi Cahya, Aprilia Tri Dzuliani, Bilqis Amatullah, Dea Amalia Amanda,
Irvansyah Habibi Resaputra
Kelompok 1 Kelas XIII-8 SMK-SMAK BOGOR

Abstract : Alcohol is an organic compound with properties of volatile or volatile, so it


can be used method of gas chromatography for its secession. This method is based on a
large or small boiling point is directly proportional to the molecular weights. Based on the
literature was obtained by boiling point alcohol compound there are methanol 65,
ethanol, 78,5, n-propanol 97, butanol and 137-139 . In an assignment required the
right program to get effective work and good results. So do measurements on some types
of alcohol with some programs to determine which programs are effective in the
separation of alcohol.

Abstrak : Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki sifat volatil atau
mudah menguap, sehingga dapat digunakan metode kromatografi gas untuk
pemisahannya. Metode ini berdasarkan pada besar kecilnya titik didih yang
berbanding lurus dengan bobot molekul. Berdasarkan literatur didapatkan titik
didih senyawa alkohol yaitu metanol 65, etanol 78,5, n-propanol 97, dan
butanol 137-139. Dalam suatu penetapan dibutuhkan program yang tepat
untuk mendapatkan kerja yang efektif dan hasil yang baik. Sehingga dilakukan
pengukuran pada beberapa jenis alkohol dengan beberapa program untuk
menentukan program yang efektif pada pemisahan alkohol

===========================================================.
PENDAHULUAN yang dapat menggunakan kromatografi
gas yaitu sampel yang memiliki sifat
a. Latar Belakang volatil atau mudah menguap. Alkohol
memiliki sifat volatil sehingga pemisahan
Metode analisis terbagi menjadi metode alkohol dapat menggunakan kromatografi
analisis konvensional dan analisis gas. Dalam melakukan analisis
instrumen. Sekarang ini lebih banyak kromatografi gas dibutuhkan program
analisis yang menggunakan metode yang efektif, sehingga ditentukan jumlah
analisis instrumen, karena metode plat, HETP, dan resolusi pada
analisis ini relatif lebih mudah, kromatografi yang menggunakan kolom
membutuhkan waktu yang relatif singkat, kemas. Dengan menetapkannya maka
serta mendapatkan hasil yang lebih teliti dapat ditentukan program yang efektif
dibandingkan metode konvensional. dalam pemisahan yang dilakukan.
Kromatografi gas merupakan salah satu
metode instrumen. Biasanya sampel
b. Tujuan Nama nama ini sesuai dengan jumlah
karbon yang terikat pada karbon C-OH.
Penentuan jumlah Plat, HETP, dan Alkohol adalah asam lemah, karena
resolusi pada kolom kemas bertujuan perbedaan keelektronegatifan antara
untuk menetukan program yang terbaik oksigen dan hidrogen pada ugus
dan efektif pada kromatografi gas dalam hidroksil,yang mengakibatkan hidrogen
melakukan pemisahan alkohol. melepas dengan mudah. Bila di dekat
karbon hidroksi terdapat gugus penarik
c. Komposisi Laporan elektron seperti fenil maka keasaman
meningkat dan apabila semakin banyak
Laporan ini disusun dengan isi berupa alkana maka keasaman berkurang.
abstrak, pendahuluan yang terdiri dari
latar belakang, tujuan analisis dan b. Etanol :
komposisi laporan. Tinjauan pustaka
yang merupakan teori-teori dasar yang ETANOL (Etil Alkohol) Etanol,
berhubungan dengan penetapan. disebut juga etil alkohol, alkohol murni,
Penjelasan metode analisis yang berisi alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah
alat dan bahan yang dibutuhkan serta sejenis cairan yang mudah menguap,
tahap-tahap analisis. Hasil akhir mudah terbakar, tak berwarna, dan
praktikum dicantumkan serta dibahas merupakan alkohol yang paling sering
pada hasil dan pembahasan. Terdapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
kesimpulan dari keseluruhan analisis Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai
serta saran untuk perbaikan analisis. tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH
Sumber laporan ini dicantumkan pada dan rumus empiris C2H6O. Ia
referensi. merupakan isomer konstitusional dari
dimetil eter.
TINJAUAN PUSTAKA
c. Propanol :
a. Alkohol :
Propanol yang memiliki rumus
Alkohol (atau alkanol) adalah istilah C3H70H. Nama lain propanol yaitu 1-
yang umum untuk senyawa organik propanol, n-propanol, iso propylalkohol.
apapun yang memiliki gugus hidroksil(- Propanol berbentuk cairan tak berwarna
OH) yang terikat pada atom karbon,yang Propanol adalah senyawa alkana tiga
ia sendiri terikat pada atom hidrogen atau karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam
karbon lain. Gugus fungsional alkohol keadaan normal, tapi dapat dikompresi
adalah gugus hidroksil yang terikat pada menjadi cairan yang mudah dipindahkan
karbon hibridisasi sp3. Ada tiga jenis dalam kontainer yang tidak mahal.
alkohol utama primer, sekunder, tersier. Senyawa ini diturunkan dari produk
petroleum lain pada pemrosesan minyak
bumi atau gas alam. Propanol umumnya b. Alat
digunakan sebagai bahan bakar untuk
mesin, barbeque (pemanggang), dan di 1) Labu takar 100 mL
rumah-rumah. 2) Srynge
3) Bulp merah
d. Butanol : 4) Pipet tetes
5) Piala gelas 400 ml
Butanol disebut juga butylalkohol 6) Pipet volumetri 1 ml
yang mempunyai empat karbon alkohol 7) Simadzu kromatogafi gas (GC)
dengan rumus C4H9OH. Eempat C-14 B.
kemungkinan struktur isomeric butanol
dari cincin lurus alkohol primer ke c. Cara Kerja
cabang alkohol tertiary. Digunakan
sebagai pelarut dalam kimia sitesis. Persiapan Standar dan Contoh
Sewaktu waktu disebut bioutanol ketika
dihasilkan dari alam. Butanol adalah 1. Pembuatan standar
suatu alkohol yang dapat digunakan
sebagai bahan bakar mesin bensin pada a. Etanol 1%
pembakaran internal tanpa modifikasi Dipipet sebanyak 1 mL Etanol 99,9%
mesin. Keuntungan dari butanol adalah dengan menggunakan pipet Volumetri
angka oktana dan kandungan energinya lalu masukan ke labu ukur 100 ml
tinggi, hanya sekitar 10%lebih rendah (1 %) , lalu ditambahkan aquades
daripada bensin. Butanol adalah sampai tanda tera.
hidrokarbon rantai panjang bersifat non-
polar, tidak larot dalam air dan titik b. Propanol 1%
nyalanya tinggi, serta mempunyai Dipipet sebanyak 1 mL Propanol
tekanan uap rendah (0,3 psi). 99,9% dengan menggunakan pipet
Volumetri lalu masukan ke labu ukur
METODA ANALISIS 100 ml (1 %) , lalu ditambahkan
aquades sampai tanda tera.
a. Bahan c. Butanol 1%
Dipipet sebanyak 1 mL Butanol 99,9%
1) Etanol 99.9% dengan menggunakan pipet Volumetri
2) Propanol 99.9% lalu masukan ke labu ukur 100 ml
3) Butanol 99,9% (1 %), lalu ditambahkan aquades
4) Aquades. sampai tanda tera.
2. Pembuatan Sampel 7. Tekan start untuk warming up ( bila
alat baru dinyalakan)
a. Larutan Campuran 8. Buka program pada PC ( GC-10)
Klik Real Time Analysis
Dipipet masing-masing 1 mL Etanol, Klik test/zero lalu slope test dan
Propanol, dan Butanol 99,9% dengan harus kurang dari 100%
menggunakan pipet Volumetri lalu Klik sampel login dan isi operator
campurkan ke labu ukur 100 ml, lalu name dan sampel name. Pilih
ditambahkan aquades sampai tanda tera. injection 3 mikroliter. Login, lalu klik
yes
Pengujian Contoh
9. Tekan set up dan masukan stop
1. Dibuka kran gas dan hidogen time. Tunggu hingga ready
serta hidupkan kompressor
udara tekan 10. Proses injeksi

2. Diatur tekanan pada kompresor Bilas 15X syringe dengan larutan


sesuai petunjuk sampel
Pastikan tidak ada gelembung
3. Dihidupkan GC dan Komputer dalam syringe
dengan mengalirkan listrik Ambil sampel lalu di himpitkan.
Dan di injeksikan pada alat GC
4. Tekan power, heater, FID, CBM, Klik start pada CBM dan pada alat
CPU pada komputer ( injeksi dilakukan saat alat sudah
ready)
5. Nyalakan api dengan pemantik
sambil menekan tombol ignite HASIL DAN PEMBAHASAN

6. Tekan Col lalu masukan program a. Data Pengamatan


alat:
Suhu injector : 130oC
Suhu detector : 150oC No Data tR Area
Initial Temperatur: 80oC 1,489 1590060
Initial Time : 10 menit Puncak
1 2,413 511925
Rate : 10oC/menit Etanol
1,320 416003
Final Temperatur: 80oC
1,872 2315823
Final Time : 10 menit Puncak
2 3,945 809507
propanol
1,589 610414
2,351 2547411
Puncak
3 7,308 849103 Puncak Propanol
butanol
2,023 937118
8,2368 2
2 = 16 ( ) = 1340,1457
b. Perhitungan 0,9
6,90375 2
2 = 16 ( ) = 630,238
1,1
Resolusi
3,178 2
2 (2 1) 2 = 16 ( ) = 448,875
= 0,6
(1 + 2)

Puncak butanol
Puncak etanol dan puncak
propanol
10,3444 2
3 = 16 ( ) = 608,7913
1,6
2 (8,2368 6,5912)
12 =
1,1 + 0,9
= 1,6456 12,929 2
3 = 16 ( ) = 1044,744
1,6
2 (6,90375 4,22275)
12 = = 2,9789 4,046 2
0,7 + 1,1 3 = 16 ( ) = 323,36
0,9
2 (3,178 2,64)
12 = = 0,8967
0,6 + 0,6
HETP

Puncak propanol dan puncak HETP = L= 2m = 200cm

butanol

Puncak etanol
2 (10,3444 8,2368)
23 = = 1,6861 200
0,9 + 1,6 1 = = 0,3482
574,465
2 ( 12,929 6,90375)
23 = = 4,4631 200
1,1 + 1,6 2 = = 0,3435
582,2569
2( 2,0463,178 )
23 = = 1,1573 200
0,9+0,6 3 = = 0,6456
509,76

Jumlah Plat (N)


Puncak propanol

= 16 ( )2

200
Puncak etanol 1 = = 0,1492
1340,1457
200
6,5912 2 2 = = 0,3173
1 = 16( ) = 574,465 630,238
1,1
200
4,22275 2 3 = = 0,4455
1 = 16 ( ) = 582,2569 448,875
0,7
2,64 2
1 = 16( ) = 309,76
0,6
Puncak butanol 1. Waktu retensi lebih cepat.
2. Puncak yang dihasilkan terpisah
200 dengan baik dengan resolusi minimal
1 = = 0,299
668,7913 1,5.
200
2 = = 0,1914 3. Jumlah plat besar.
1044,744
200
3 = = 0,6185 SIMPULAN DAN SARAN
323,36
a. Simpulan

c. Pembahasan
Berdasarkan praktikum penentuan

Program yang baik dan efektif untuk jumlah plat, HETP, dan resolusi pada

melakukan analisis contoh atau kolom kemas, didapatkan hasil program

pemisahan suatu contoh dapat kromatografi gas yang paling sesuai

ditentukan dengan melihat jumlah plat, untuk pemisahan alkohol yaitu program

HETP (High Equivalent Theoritical Plat/ ke 2. Hal ini berdasarkan nilai R dan N

Jarak setara plat teoritis), dan yang terbesar.

resolusinya. Contoh yang digunakan


yaitu campuran alkohol yang terdiri dari b. Saran

etanol, propanol, dan butanol. Pada saat


pengerjaan analisis ada beberapa hal Pada saat preparasi sampel

yang harus diperhatikan agar tidak kebersihan alat gelas diperhatikan dan

mengganggu hasil pengamatan. Teknik pada saat penyuntikan sampel

penyuntikan sampel harus benar dan gelembung pada srynge seharusnya

tidak ada gelembung pada srynge dihilangkan.

sehingga peak yang dihasilkan baik.


Apabila peak yang dihasilkan tidak baik REFERENSI
maka akan mempengaruhi perhitungan
jumlah plat, HETP, dan resolusi sehingga Chang, Raymond. 2005. Kimia
sulit menentukan program yang tepat Dasar. Edisi kelima. Jakarta:
untuk pemisahan alkohol. Erlangga.
Program yang paling baik untuk
melakukan analisis atau pemisahan Cotton, Wilkinson. 2007. Kimia
alkohol terdapat bebrapa syarat tertentu, Organik Dasar. Jakarta: UI
yaitu: Press.